Anda di halaman 1dari 26

SKENARIO 1

BLOK KB DAN KEPENDUDUKAN


SGD 12
LYDIA RAHMADANI
SKENARIO
Pak D, 30 tahun dan istrinya, ibu A 25 tahun, datang ke
klinik dr. U seorang dokter ahli kebidanan dan
kandungan. Tujuan kedatangan mereka untuk
berkonsultasi tentang metode keluarga berencana.
Mereka tidak ingin memiliki anak lagi. Tetapi Pak D
enggan kalau harus menggunakan kondom, dan
istrinya pun takut menggunakan IUD. Sehingga mereka
datang untuk mencari metode keluarga yang tepat. Dr.
U kemudian menjelaskan beberapa jenis metode
keluarga berencana melalui teknik konseling sehingga
akhirnya Pak D dan istrinya sepakat menggunakan IUD.
TERMINOLOGI
IUD : alat kontrasepsi yang dimasukkan ke
dalam rahim, terbuat dari bahan semacam
plastik.
Konseling : penyuluhan atau proses
pemberian bantuan yang dilakukan oleh
seorang ahli/konselor kepada seorang individu
yang memiliki masalah.
IDENTIFIKASI MASALAH
Apa keuntungan dan kerugian dari IUD?
Apakah ada pengaruhnya memasang IUD pada
suami sewaktu koitus?
Apakah ada perbedaan penggunaan
kontrasepsi pada orang yang menyusui?
ANALISA MASALAH
Apa keuntungan dan kerugian dari IUD?
Jawab:
-keuntungan : praktis, mencegah kehamilan
jangka panjang, efektivitas tinggi
-kerugian : dapat menyebabkan penyakit radang
panggul, terjadi perubahan siklus
haid
Apakah ada pengaruhnya memasang IUD pada
suami sewaktu koitus?
Jawab: ketidaknyamanan saat coitus apabila
pemotongan benang terlalu panjang

Apakah ada perbedaan penggunaan kontrasepsi
pada orang yang menyusui?
Jawab: ada, pada ibu yang menyusui dengan
penggunaan kontrasepsi pil KB dapat membuat
kering air susu ibu.
PETA KONSEP
PAK D 30 TAHUN DAN IBU A 25
TAHUN
KONSULTASI KB
METODE
PENGGUNAAN
JENIS-JENIS
KONTRASEPSI
KEUNTUNGAN KERUGIAN
LEARNING OBJECTIVE
Mahasiswa/I mengetahui, memahami, dan
mampu menjelaskan :
Jenis-jenis alat kontrasepsi
Keuntungan dan kerugian
Pemilihan alat-alat kontrasepsi (fase-fasenya,
syarat, faktor)
Program KB menurut pemerintah

KONTRASEPSI
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah
terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat
sementara, dapat pula bersifat permanen.
Cara kerja kontrasepsi :
- mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi
- melumpuhkan sperma
- menghalangi pertemuan sel telur dengan
sperma.
METODE KONTRASEPSI
HORMONAL NON HORMONAL
1. PROGESTIN : PIL, INJEKSI, DAN
IMPLAN
2. KOMBINASI : PIL DAN INJEKSI
1. KONDOM
2. ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM
3. KONTRASEPSI MANTAP
KONTRASEPSI HORMONAL
1. HORMON PROGESTIN
Adalah metode kontrasepsi dengan
menggunakan progestin, yaitu bahan tiruan
dari progesteron.
a. Pil
b. Injeksi
c. implan
a. Pil KB
Berisi gabungan hormon estrogen dan
progesteron (Pil Kombinasi) atau hanya terdiri dari
hormon progesteron saja (Mini Pil).
Cara kerja : menekan ovulasi untuk mencegah
lepasnya sel telur wanita dari indung telur,
mengentalkan lendir mulut rahim sehingga sperma
sukar untuk masuk kedalam rahim, dan menipiskan
lapisan endometrium.
Mini pil dapat dikonsumsi saat menyusui.
Efektifitas pil sangat tinggi, angka kegagalannya
berkisar 1-8% untuk pil kombinasi, dan 3-10%
untuk mini pil.
b. Suntik KB
Suntik KB ada dua jenis yaitu,
- suntik KB 1 bulan : cyclofem
- suntik KB 3 bulan : Depo Medroksiprogesteron
Asetat (DMPA)
Cara kerjanya sama dengan pil KB.
Efek sampingnya dapat terjadi gangguan haid,
depresi, keputihan, jerawat, perubahan berat
badan, pemakaian jangka panjang bisa terjadi
penurunan libido, dan densitas tulang.

c. Implant
Implant adalah alat kontrasepsi yang
disusupkan dibawah kulit, biasanya dilengan
atas. Cara kerjanya sama dengan pil, implant
mengandung levonogestrel. Keuntungan dari
metode implant ini antara lain tahan sampai 5
tahun, kesuburan akan kembali segera setelah
pengangkatan. Efektifitasnya sangat tinggi,
angka kegagalannya 1-3%.
KONTRASEPSI NON HORMONAL
1. KONDOM
Merupakan selabung/sarung karet sebagai
alat untuk mencegah kehamilan dan
penularan penyakit kelamin.
Cara kerja :
- Menghalangi terjadinya pertemuan sperma
dan sel telur dengan cara mengemas sperma
di ujung selubung karet yang dipasang pada
penis.
- Mencegah penularan mikroorganisme.
KONDOM
KEUNTUNGAN KERUGIAN
- TIDAK MENGGANGGU PRODUKSI ASI
- TIDAK MENGGANGGU KESEHATAN KLIEN
- MURAH
- MEMBANTU MENCEGAH KANKER
SERVIKS
- MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT
SEKSUAL

- CARA PENGGUNAAN SANGAT
MEMPENGARUHI KEBERHASILAN
KONTRASEPSI
- AGAK MENGGANGGU HUBUNGAN
SEKSUAL (MENGURANGI SENTUHAN
LANGSUNG)
- HARUS SELALU TERSEDIA SETIAP KALI
BERHUBUNGAN SEKSUAL
- MALU MEMBELI KONDOM DI TEMPAT
UMUM
- PEMBUANGAN KONDOM BEKAS
MUNGKIN MENIMBULKAN MASALAH
DALAM HAL LIMBAH

2. INTRA UTERINA DEVICES (IUD)
Terbuat dari plastik, fleksibel, bentuk spiral,
dimasukkan ke dalam rahim dan mencegah
kehamilan dengan cara mengganggu lingkungan
rahim, yang menghalangi pembuahan.

- Spiral jenis copper T (melepaskan tembaga),
mencegah kehamilan dengan mengganggu
pergerakan sperma untuk mencapai rongga
rahim, dapat dipakai selama 10 tahun.
- Progestasert IUD (melepaskan progesteron),
hanya efektif untuk 1 tahun.

IUD dapat dipasang kapan saja selama periode
menstruasi. Setelah IUD dipasang, seorang wanita
harus dapat mengecek benang IUD setiap habis
menstruasi.

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 0,3-0,8 per
100 wanita pada 1 tahun pertama
Keuntungan : sangat efektif, bekerja cepat setelah
dimasukkan, bekerja dalam jangka waktu lama
Kerugian : risiko infeksi panggul, dismenore,
menoragia pada bulan-bulan pertama,
peningkatan risiko perforasi (robek) rahim,
risiko kehamilan ektopik, dapat lepas dengan
sendirinya.
Efek samping : nyeri, perdarahan, peningkatan
jumlah darah menstruasi.
3. KONTRASEPSI MANTAP
a. Tubektomi
dengan cara mengoklusi tuba falopii
(mengikat dan memotong atau memasang
cincin), seingga sperma tidak dapt bertemu
dengan ovum.

KEUNTUNGAN KERUGIAN
- EFEKTIVITAS TINGGI 99,5%
- TIDAK MEMPENGARUHI PROSES
MENYUSUI
- TIDAK ADA EFEK SAMPING DALM
JANGKA PANJANG
-TIDAK ADA PERUBAHAN DALAM
FUNGSI SEKSUAL
-HARUS DIPERTIMBANGKAN SIFAT
PERMANEN KONRASEPSI INI
-DILAKUKAN OLEH DOKTER YANG
TERLATIH
b. VASEKTOMI
Dengan cara mengklusi vasa deferensia
sehingga alur transportasi sperma terhambat
dan proses fertilisasi tidak terjadi.

KEUNTUNGAN KERUGIAN
- EFEKTIVITAS TINGGI 99,6=99,8^
- SANGAN AMAN
- MORBIDITAS DAN MORTALITAS
JARANG
- HANYA SEKALI APLIKASI DAN EFEKTIF
DALAM JANGKA PANJANG

-TIDAK EFEKTIF SEGERA, WHO
MENYARANKAN KONTRASEPSI
TAMBAHAN SESLAMA 3 BULAN
SETELAH PROSEDUR
- TEKNIK TANPA PISAU MERUPAKAN
PILIHN MENGURANGI PERDARAHAN
DAN NYERI DIBANDINGKAN TEKNIK
INSISI.
PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI
Faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor
dalam memilih metode kontrasepsi antara lain:
a. Faktor pasangan
- Umur
- Gaya Hidup
- Frekuensi senggama
- Jumlah keluarga yang diinginkan
- Pengalaman dengan metode kontrasepsi yang lalu
- Sikap kewanitaan dan kepriaan
b. Faktor kesehatan
- Status kesehatan
- Riwayat haid
- Riwayat keluarga
- Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan panggul
c. Faktor metode kontrasepsi
- Efektivitas
- Efek samping
- Biaya
Ciri-ciri kontrasepsi yang sesuai:
a. Efektifitas sangat tinggi. Kegagalan
menyebabkan terjadi kehamilan dengan resiko
tinggi bagi ibu dan anak. Selain itu akseptor
sudah tidak ingin mempunyai anak lagi.
b. Dapat dipakai untuk jangka panjang.
c. Tidak menambah kelainan/penyakit yang
sudah ada.

PROGRAM KB MENURUT PEMERINTAH
Program Keluarga Berencana Nasional merupakan
program pemerintah dalam UU nomor 53 tahun 2009
tentang Perkembangan Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga, begitupula pada pengertian
Keluarga Berencana sudah ditetapkan (BKKBN, 2010).
Di dalam UU No. 52 tahun 2009, keluarga
berencana adalah upaya untuk mengatur kelahiran
anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur
khamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan
sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan
keluarga berkualitas.
REFERENSI
Nancy, JA. (1999). Contraception : Present and
Future. Medical Journal of Indonesia. Vol. 8:
No. 1
Maryani, H., Cara Tepat Memilih Alat
Kontrasepsi Keluarga Berencana Bagi Wanita,
Depkes RI, 2002, URL:
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/03200
2/plus-1.htm.