Anda di halaman 1dari 12

KAJIAN LAYANAN SMS BANKING :

STUDI KASUS SMS BANKING MAHASISWA



Oleh:
Marini
Email: arinimarini44@yahoo.co.id

ABSTRAK
Bank sebagai institusi keuangan di Indonesia, saat ini menghadapi semakin meningkatnya kompleksitas
yang mengarah pada semakin besarnya ketidakpastian dan semakin ketatnya persaingan. Berbeda dengan jasa
perbankan tradisional, saat ini nasabah membutuhkan jasa dan produk secara personal, dengan akses kapan saja,
dimana saja. Walaupun tidak ada solusi teknologi yang pasti agar bank tetap kompetitif, SMS Banking merupakan
aplikasi teknologi informasi canggih yang bisa diterapkan untuk memberikan tingkat layanan nasabah lebih tinggi.
Kerangka penelitian berdasarkan Model Penerimaan Teknologi (TAM2) untuk mengidentifikasi faktor
yang mempengaruhi intention pengadopsian teknologi, seperti faktorfaktor subjective norm, image, result
demostrability, perceived risk, perceived ease of use, perceived usefulness. Variasi sampel menggunakan mahasiswa
digunakan dalam menguji model.
Metoda SEM dengan bantuan AMOS 16.0 digunakan untuk menguji pola hubungan inter-korelasi ketujuh
konstruk yang diajukan secara empiris. Hasil penelitian diketahui subjective norm berpengaruh langsung dengan
perceived usefulness, perceived ease of use berpengaruh langsung dengan perceived usefulness, perceived usefulness
berpengaruh langsung dengan intent pengadopsian SMS Banking . Hal ini sesuai dengan model perpanjangan dari
penerimaan teknologi. perceived usefulness berpengaruh langsung pada niat mengadopsi SMS Banking sedangkan
hubungan secara langsung pada dampak niat mengadopsi pada penelitian empiris ini hasilnya signifikan


Kata Kunci: SMS Banking, subjective norm, image, result demostrability, perceived risk, perceived usefulness,
perceived ease of use, intention, model penerimaan teknologi, adopsi teknologi, SEM, AMOS 16.0

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Teknologi dan alat telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan utama. Indikasi yang dapat dilihat adalah
bagaimana ketergantungan masyarakat akan alat telekomunikasi khususnya telepon seluler/ ponsel. Pelanggan
operator seluler Indonesia meningkat menjadi 36% pada akhir tahun 2006 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar
24% tahun 2005 dan 14% pada tahun 2004 ([XL, 2006]). Jumlah total pelanggan operator selular GSM maupun
CDMA menurut Infobank (2008) pada akhir tahun 2007 sebanyak 80 juta.
Dampak perkembangan teknologi informasi memberikan efek samping memperketat tingkat persaingan
antar penyedia jasa keuangan. Jasa atau service sendiri memiliki definisi sebagai setiap tindakan atau kegiatan yang
dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan
kepemilikan apapun. Nasabah selalu ingin mendapat kemudahan dalam memperoleh informasi keuangan dan
melakukan transaksi tanpa harus mengunjungi bank secara fisik. Nasabah akan terpuaskan jika dapat memenuhi dua
hal, pertama adalah kecepatan dalam memperoleh informasi keuangan serta keakuratannya, kedua adalah
kemudahan dalam pelaksanaan aktifitas transaksi. Jika kedua hal tersebut telah terpenuhi maka tujuan layanan SMS
Banking sebagai sistem informasi perbankan yang bernilai tambah akan tercapai ([Almilia 2006],30).
Penelitian yang dilakukan oleh ([Achraf 2005],56), mengatakan SMS Banking merupakan satu layanan
teknologi informasi perbankan yang paling penting dan mampu menghasilkan informasi keuangan meliputi: cek
saldo, transfer dana, informasi tagihan kartu kredit, pembayaran tagihan, dan sebagainya melalui suatu alat
pemampu Internet tanpa kabel.
Bank pada perkembangannya mendapatkan keuntungan bukan berasal dari aktivitas kredit lagi melainkan
dari fee layanan jasa bank (fee based). Layanan fee berdasarkan pada penyediaan fasilitas pembayaran transaksi
tertentu bagi nasabah. Keuntungan yang diperoleh bank akan meningkat apabila bank dalam melakukan usahanya
dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerjanya. Peningkatan efektifitas dan efisiensi dicapai dengan
memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi yang dapat diterapkan pada bidang perbankan, serta dengan
menciptakan produk-produk baru dalam bidang jasa perbankan dalam rangka meningkatkan layanan kepada
masyarakat pengguna jasa bank.
Peningkatan penetrasi SMS Banking yang tinggi telah disebutkan oleh Cheung (2001) dalam
penelitiannya terhadap sikap masyarakat Hong Kong yang menggunakan TAM2 mengenai salah satu produk New e-
channel (internet banking) masih menunjukkan penolakan terhadap teknologi informasi. Pihak bank memberikan
pelayanan internet banking bertujuan mempermudah nasabah dalam bertransaksi. ([Cheung 2001],45)
menyebutkan,walaupun teknologi yang digunakan perbankan sudah canggih, namun teknologi tersebut masih terlalu
dini untuk bias diadopsi ataupun digunakan oleh masyarakat Hong Kong. Hasil penelitian Cheung maenjelaskan
bahwa salah satu faktor penghambatan penerimaan teknologi ini akibat faktor persepsi terhadap resiko seperti faktor
keamanan dan kepercayaan ditengah masyarakat Hong Kong. Lee menambahkan faktor perceived risk pada model
awal TAM. Hasil penelitiannya dapat ditarik kesimpulan bahwa perceived risk dapat berdampak langsung pada
kepercayaan responden dalam adopsi teknologi mobile banking.
Studi mengenai pengadopsian teknologi new e-channel di masyarakat Indonesia sangat diperlukan, karena
akan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi niat dan perilaku nasabah pengguna atau pengguna potensial
teknologi SMS Banking. Pemilihan teknologi New e-channel SMS Banking karena teknologi sedang gencar
dipublikasi dan dipasarkan oleh jasa perbankan Indonesia. Teknologi SMS Banking memiliki kemiripan dengan
teknologi internet banking yang risetnya telah lebih dulu banyak diteliti.

TINJAUAN PUSTAKA
Peneliti sistem informasi sudah mulai menggunakan TAM untuk menguji PU dan PEOU menggunakan
microcomputer mengetahui tada yang perlu dikritisi dari studi TAM yakni terdapatnya faktor eksternal yang
mempengaruhi PU dan PEOU, untuk membuktikan hal tersebut, (Venkatesh dan Davis 1996],178) menggunakan 3
eksperimen untuk menyelidiki faktor penentu dari PEOU. Hasilnya menunjukkan bahwa Self-Efficacy sangat
mempengaruhi PEOU, sedangkan sasaran penggunaan sistem mempengaruhi persepsi pemakai setelah mereka
mempunyai pengalaman dengan sistem.
Selanjutnya ([Venkatesh, Davis 2000],167) mengembangkan dan menguji model TAM2 dengan
memasukkan sejumlah faktor penentu untuk PU. Lihat Gambar 2.4 merupakan model perluasan dari TAM
(Technology Acceptance Model) yang menjelaskan niat pemakaian dan kegunaan yang diirasa dalam kaitan dengan
proses pengaruh sosial (norma hubungan, voluntaryness, dan gambaran) dan teori proses sebagai penolong
(keterkaitan pekerjaan, kualitas hasil, hasil demonstrabilitas dan PEOU). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
semua teori dan pengaruh sosial mempengaruhi penerimaan terhadap teknologi.
Resiko Persepsi adalah suatu faktor kritis yang mempengaruhi tingkat adopsi. Cheung (2001) menyatakan
bahwa tingkat dari Percieved Risk (PRISK) secara negatif dihubungkan dengan kecepatan adopsi. Resiko yang
dirasa melingkupi suatu inovasi dapat menyebabkan orang untuk menunda keputusan mengadopsi atau menolak
inovasi. PRISK digambarkan sebagai ketidakpastian itu bahwa pelanggan tidak bisa mengambil resiko dalam proses
pengguna. Definisi tersebut menyoroti hal yang relevan tentang Perceived Risk yaitu ketidakpastian dan
konsekwensi. Perceived Risk dapat terdapat banyak format, tergantung pada produk dan karakteristik konsumen.
Dalam rangka menyelidiki perbedaan didalam perceived risk dan kegunaan strategi pengurangan resiko,
([Mitchell Greatorex 1993],402) yang dalam studi pustaka yang dilakukan ([Cheung 2001],89) melakukan riset
empiris untuk mendapatkan jasa/usaha yang memiliki resiko terbesar. Hasil penelitian tersebut adalah bahwa usaha
yang memiliki resiko terbesar yaitu: salon, hotel, perbankan, rumah makan, fitness centre dan rumah makan cepat
saji. Model yang berbeda akan mengubah konseptualisasi persepsi, contohnya untuk TAM ([Davis 1989],87)
meliputi hanya dua persepsi, TRA ([Fishbein, Ajzen 1975],145) dan TPB ([Ajzen 1985],156) dimana keduanya
menghasilkan rekomendasi persepsi akan timbul akibat informasi dari sistem teknologi. Ditambahnya persepsi
resiko pada model TAM ini menghasilkan model baru yang biasa disebut sebagai TAM2 (Venkatesh dan Davis pada
tahun 2000) atau perpanjangan dari model TAM. Gambar 1 merupakan model TAM2 (Venkatesh , Davis
2000],167).












Gambar 1 Extension of Technology Acceptance Model / TAM2 ([Venkatesh & Davis 2000],167)

Model yang diajukan oleh Cheung pada tahun 2001 mengambil model TAM2 yang telah dimodifikasi agar sesuai
dengan teknologi yang akan ditelitinya (internet banking). Gambar 2 merupakan model yang diajukan oleh Cheung
dalam penelitiannya.

Norma subyektif
subjective Norm(SNORM)
Pencitraan
image (IM)
Kegunaan yang
dirasakan
perceived usefullness(PU)
Kemudahan yang
dirasakan
perceived ease of use
(PEOU)
Niat mengadopsi/menggunakan
internet Banking
Intention to AdoptContinual Usage of
Internet Banking(INTENT)
Technology Acceptance Model
Computer self -
efficacay
Demonstrabilitas Hasil
Result Demonstrability (RD)
Resiko yang dirasakan
Perceived Risk(PRISK)


Gambar 2 Model Penerimaan Teknologi Internet Banking ([Cheung 2001],89)


Gambar 3 Model Penerimaan Teknologi SMS Banking yang Diajukan Peneliti.
Tabel 1 Spesifikasi dari Variabel penelitian Model Adopsi Teknologi SMS Banking
Variabel
Laten
Definisi Variabel
Manifes
Indikator
Subjective
Norm([Ajze
n&Fishbein
1975],)
Kepercayaan
pengguna dalam
mengadopsi atau
tidak mengadopsi
SMS banking
Cheung(2001)
1)
man
Teman mendorong responden untuk
menggunakan SMS Banking
(SNORM2)
Factor kerabat
Kerabat/saudara serta rekan kerja akan
mempengaruhi responden dalam pengambilan
keputusan untuk menggunakan SMS Banking
(SNORM3)
Faktor Lingkungan
Keterbatasan fasilitas penunjang teknologi
SMS Banking (teknologi mobile phone akan
mempengaruhi responden dalam pengambilan
keputusan untuk menggunakan SMS Banking

Image
([Venkatesh
& Davis
2000],167)
Tingkat derajat
adopsi dari SMS
banking yang
dirasakan bias
meningkatkan
status atau image
seseorang dalam
system social
Cheung (2001)
(IM1)
FaKtor status
Menggunakan SMS Banking akan
memberikan status lebih tinggi bagi
penggunanya.
(IM2)
Faktor gangsi
Pengguna SMS banking akan lebih bergengsi
dibandingkan orang lain yang belum
menggunakan
(IM3)
Faktor trend
Pengguna SMS Banking akan lebih mengikuti
trend dibandingkan orang yang belum
menggunakan
Result
Demostrabil
ity
([Venkatesh
& Davis
2000],167)
Tingkat hasil
penggunaan SMS
Banking dapat
diobservasi dan
dikomunikasikan
pada pengguna
yang lain Cheung
(2001)
(RD1)
Factor Komunikasi
1
Anda tidak mengalami kesulitan dalam
memberikan petunjuk pengguna SMS Banking
untuk orang lain.
(RD2)
Factor Komunikasi
2
Responden yakin bisa memberikan penjelasan
kepada orang lain mengenai kelebihan dan
kekurangan SMS Banking.
(RD3)
Faktor output
Menggunakan SMS Banking memberikan
hasil yang lebih baik dibandingkan
menggunakan new e-channel lainnya (phone
banking , internet banking.
Perceived
Risk([Cheun
g 2001],87)
Ketidak
pastian(Faktor
dan trust) yang
dihadapi
pengguna
potensial akibat
tidak bisa
(PRISK1)
Faktor safety
Responden tidak merasa yakin akan aspek
keamanan dari layanan SMS Banking
(PRISK2)
Faktor trust
Responden percaya informasi transaksi
menggunkan SMS Banking tidak akan mudah
diketahui oleh orang lain.
(PRISK3)
Faktor trust
Responden percaya bahwa informasi transaksi
SMS Banking tidak mudah disalahgunakan
meramal
konsekuensi
pengambilan
keputusan adopsi
/continual usage
(Cheung (2001)
oleh orang lain
Perceived
Usefulness
([Venkatest
& David
2000]167)
Tingkat dimana
pengguna melihat
SMS Banking
menawarkan
kelebihan
dibandingkan
yang lainnya
dalam melakukan
transaksi
perbankan
Cheung (2001)
(PU1)
Faktor hemat
SMS Banking membantu dalam menghemat
waktu mengatur keuangan penggunanya.
(PU2)
Faktor waktu dan
tempat
SMS Bnaking memiliki kelebihan dalam
mengatur financial responden karena dapat
dilakukan kapan saja dan dimana saja dengan
menggunakan ponsel.
(PU3)
Faktor
telekomunikasi
SMS Banking merupakan salah satu cara
telekomunikasi yang lebih mudah, murah dan
merupakan pilihan yang tepat untuk mengatur
keuangan anda.
Perceived
Ease of Use
([Venkatesh
& Davis
2000],167)
tingkatan dimana
SMS Banking
dirasakan mudah
dimengerti/dipah
ami dan
digunakan
Cheung (2001)
(PEOU1)
Faktor pengguna 1
Penggunaan teknologi SMS Banking mudah
dipahami dan dimengerti
(PEOU2)
Faktor usaha 1
SMS Banking sangat mudah digunakan tanpa
memerlukan effort yang lebih
(PEOU3)
Faktor pengguna
2
Respon percaya dengan menggunakan SMS
Banking akan dapat melakukan transaksi
apapun
(PEOU4)
Faktor usaha 2
Tidak banyak usaha yang dilakukan dalam
menggunakan SMS Banking.
(PEOU5)
Faktor pengguna
3
Respon merasa percaya diri menggunakan
SMS Banking jika waktu yang digunakan
untuk bertransaksi tidak membutuhkan
waktu yang lama.
Intention To
Adopt
([Ajzen &
Fishbein
1975],117)
Intensi atau
ketertarikan
seseorang untuk
mengadopsi
teknologi SMS
Banking Cheung
(2001)
(INTENT1)
Faktor adopsi
Rencana responden mengadopsi dan
menggunakan SMS Banking secara regular
dalam waktu 6 bulan kedepan.
(INTENT2)
Faktor
menggunakan
teknologi SMS
Banking
Rencana responden menggunakan layanan
SMS Banking secara aktif dalam waktu 6
bulan kedepan
(INTENT3)
Faktor
menggunakan
teknologi New e-
channel
Rencana responden menggunakan fasilitas
financial perbankan melalui new e-channel
lainnya (Internet Banking) dalam waktu 6
bulan kedepan.


HIPOTESIS
Hipotesis umum yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

Diduga model yang diajukan pada penelitian ini didukung oleh fakta di lapangan. Hal ini diindikasikan bahwa
dugaan matriks varians-kovarians populasi sama dengan matriks varians-kovarians sampel (data observasi) atau
dapat dinyatakan
p
=
s
.

H
0
: Diduga model penerimaan layanan SMS Banking yang dipengaruhi oleh subjective norma, Image,
Demonstrability, Persepsi Resiko, persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan, Intent yang nyata sesuai
dengan data empiris.

H
1
: Diduga model penerimaan layanan SMS Banking yang dipengaruhi oleh subjective norma, Image,
Demonstrability, Persepsi Resiko, persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan, Intent yang nyata sesuai
dengan data empiris.

Berdasarkan konseptual model yang diajukan, maka dapat diperoleh hipotesis khusus penelitian berikut :

Tabel 2 Hipotesis Khusus Penelitian
Hipotesis Keterangan
1 Subjective Norm memiliki pengaruh pada Perceived Usefulness SMS Banking.
2 Image memiliki pengaruh terhadap Perceived Usefulness SMS Banking.
3 Result Demonstrability memiliki pengaruh terhadap Perceived Usefulness SMS
Banking
4 Perceived Risk memiliki pengaruh terhadap Perceived Usefulness SMS Banking
5 Perceived Ease of Use memiliki pengaruh terhadap Perceived
Usefulness SMS Banking
6 Perceived Usefulness memiliki pengaruh terhadap Intention to Adopt / Continual
Usage of SMS Banking

7 Perceived Ease of Use memiliki pengaruh terhadap Intention to Adopt / Continual
Usage of SMS Banking.



DESAIN PENELITIAN
Penelitian ini adalah Penelitian Kuantitatif dimana peneliti melakukan pengujian dari hipotesa dengan teknik-teknik
statistik, dengan menggunakan metode SEM dan kemudian diuji dengan menggunakan dengan bantuan software
Amos Versi 16.0. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel non random dengan menggunakan teknik snow
ball sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari observasi, pengisian
kuesioner dan pengumpulan data sekunder dan data primer.
1. Instrumentasi
Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner yang dibuat dengan menggunakan closed questions. Dengan
menggunakan closed questions, responden dapat dengan mudah menjawab kuesioner dan data dari kuesioner itu
dapat dengan cepat dianalisis secara statistik, serta pernyataan yang sama dapat diulang dengan mudah.
Kuesioner yang dibuat dengan menggunakan skala interval atau Semantec Differential.

2. Teknik Analisis Data
Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif dilakukan terhadap 7 variabel laten yang terdiri atas: subjective norm (SNORM),
image (IM), result demontrability (RD), perceived risk (PRISK), perceived usefulness (PU), perceived ease of
use (PEOU), dan intention to adopt (INTENT). Analisis deskriptif dilakukan bertujuan untuk melihat
karakteristik atau profil jawaban responden berupa persepsi subjective norm (SNORM), image (IM), result
demontrability (RD), perceived risk (PRISK), perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEOU),
terhadap intention to adopt (INTENT) teknologi layanan SMS Banking.

Analisis Statistik Inferensial
Dalam menguji hipotesis peneliti menggunakan metode statistik multivariat dependensi Structural Equation
Model (SEM). Tujuan utama analisis statistik inferensial dengan menggunakan SEM adalah untuk memperoleh
model yang plausible atau fit (sesuai, cocok) bagi permasalahan yang sedang dikaji dalam penelitian ini. Tujuan
analisis dengan SEM juga untuk mengetahui hubungan kausal antar variabel dependen dan independen pada
model yang dibangun pada penelitian ini. Dengan menggunakan analisis SEM, dalam penelitian ini dipakai
AMOS 16.0 untuk melakukan analisa data. Tekknik untuk analisa data adalah Model sebab akibat (causal
modeling) atau disebut juga analisis jalur (path analysis), yang menyusun hipotesis hubungan-hubungan sebab
akibat (causal relationships) diantara variabel-variabel dan menguji model-model sebab akibat (causal models)
dengan menggunakan sistem persamaan linier. Model-model sebab akibat dapat mencakup variabel-variabel
manifest (indikator) variabel-variabel laten atau keduanya.

Teknik Analisa Data dengan Structural Equation Model (SEM)
Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan teknik multivariat Structrual Equation Model dengan
menggunakan perangkat lunak AMOS 16.0 dengan tahapan berikut:
a) Pengembangan model berbasis teori
b) Pengembangan diagram jalur (path diagram)
c) Konversi diagram alur ke dalam persamaan
d) Memilih matriks input dan estimasi model
e) Analisis Inferensial (Uji Asumsi, Uji Model Fit)
f) Uji Parameter Model

ANALISIS, INTERPRETASI DAN IMPLIKASI
Analisis Statistik Deskriptif
Tujuan analisis ini memberikan gambaran atau detesis suatu data berupa rata-rata, standar deviasi, variance,
maksimum, minimum, kurtosis (puncak dari distribusi data), dan skewness (kemencengan distribusi data)

Analisis Statistik Inferensial
Uji Asumsi Model
Ukuran sampel yang harus dipenuhi dalam pemodelan SEM, minimum berjumlah 100. Penelitian ini menggunakan
170 sampel. Dari penyebaran 170 kuisioner hanya 140 terselesaikan dan dikembalikan. oleh karena itu jumlah
sampel tersebut telah memenuhi persyaratan ukuran sampel.
Hasil Uji Normalitas disajikan pada Tabel Assesment of Normality yang, dapat dilihat bahwa nilai yang berada pada
kolom c.r. semuanya berada dalam kisaran nilai yang direkomendasikan yaitu antara -2.58 sampai 2.58. Oleh
karena itu dapat dikatakan bahwa data terdistribusi secara normal. Data memenuhi syarat untuk dilakukan analisis
selanjutnya.
Pengolahan dalam Model Persamaan Struktural
Pengujian Model Berbasis Teori
Pengujian model berbasis teori dilakukan dengan menggunakan software AMOS Versi 16.0. Berikut ini adalah hasil
pengujian model tersebut :



Gambar 4 Hasil Model Awal Penelitian


Uji Parameter Model Pengukuran Variabel Laten
Pengujian Validitas
Pengujian validitas nilai Signifikansi (Sig) dan estimasi pada variabel yang dihapus dari model setelah
dilakukan uji confirmatory. Pengujian validitas bertujuan untuk menentukan kemampuan suatu indikator dalam
mengukur variable laten. Validitas suatu indikator dievaluasi berdasarkan tingkat signifikan pengaruh indikator
terhadap variable latennya. Konstruk yang telah dibuat divalidasi dengan menggunakan analisis factor konfirmatori
(confirmatory factor Analysis). Analsis ini bertujuan membantu agar mengetahui kesesuaian model factor dengan
karakteristik data yang akan dianalisis. Dalam penelitian ini terdapat 7 variabel laten yang dibentuk oleh 23
pertanyaan dari variabel indikator. Model pengukuran masing-masing indikator diuji validitasnya dengan
menggunakan software Amos versi 16.0 dan akan dilakukan modifikasi jika diperlukan untuk mendapatkan model
yang fit. Analisis statistik deskriptif dilakukan terhadap 7 variabel laten yang terdiri atas: subjective norm
(SNORM), image (IM), result demontrability (RD), perceived risk (PRISK), perceived usefulness (PU), perceived
ease of use (PEOU), dan intention to adopt (INTENT)
Analisis deskriptif dilakukan bertujuan untuk melihat karakteristik atau profil jawaban responden berupa
persepsi subjective norm (SNORM), image (IM), result demontrability (RD), perceived risk (PRISK), perceived
usefulness (PU), perceived ease of use (PEOU), terhadap intention to adopt (INTENT) teknologi layanan SMS
Banking. Pengujian terhadap validitas variabel laten dilakukan dengan melihat nilai Signifikansi (Sig) yang
diperoleh tiap variabel indikator kemudian dibandingkan dengan nilai (0.05). Jika Sig 0.05 maka Tolak H
0
,
artinya variabel indikator tersebut merupakan konstruktor yang valid bagi variabel laten tertentu ([WIDODO 2006],
59).

Pengujian Reliabilitas
Pengujian Tidak Langsung
a. composite (construct) reliability
Cut-off
Cut-off value untuk construct reliability adalah minimal 0.70
Cut-off value untuk variance extracted minimal 0.50.



Composite Reability diperoleh dengan rumus sebagai berikut :
( std. loading )
2
Constuct Reability =
( std. loading )
2
+
j


Tabel 5 Uji Reliabilitas Gabungan
Variabel
Laten
Composite Reliability
SNORM 0.9
IM 0.9
RD 0.8
PRISK 0.9
PEOU 0.6
PU 0.8
INTENT 0.9

Pada Tabel di atas terlihat bahwa SNORM, IM, RD, PRISK, PEOU, PU dan INTENT memiliki nilai Composite
Reliability di atas 0.70. Batas nilai kritis yang direkomendasikan untuk Composite Reliability adalah 0.70. Variabel
laten SNORM, IM, RD, PRISK, PU dan INTENT mememuhi batas nilai.

Model Akhir Penelitian
Hasil modifikasi analisis jalur uji signifikansi pada gambar IV-4 berdasarkan Technology Acceptance Model.
Berdasarkan nilai MI terbesar alternative 1 merupakan dengan menghubungkan SNORM dengan PU. Alternative 2
menghubungkan PEOU dengan PU kemudian alternative 3 menghubungkan PU dengan INTENT. Dari hasil
modifikasi menunjukkan model fit secara menyeluruh yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0.130.
Nilai probabilitas yang dihasilkan lebih tinggi dari nilai probabilitas model sebelumnya



Gambar 6 Model akhir penelitian


Uji Hipotesis
Variabel laten eksogen :
H
0 :

n
= 0 ; Tidak berpengaruh (Terima H
0
)
H
1
:
n
0 ; Berpengaruh (Tolak H
0
)

Variabel laten endogen :
H
0 :

n
= 0 ; Tidak berpengaruh (Terima H
0
)
H
1
:
n


0 ; Berpengaruh (Tolak H
0
)

Taraf Nyata
Menggunakan taraf nyata ( ) = 5 % = 0.05
a. Jika Probabilitas (Sig) > 0.05 maka H
0
diterima
b. Jika Probabilitas (Sig) < 0.05 maka H
0
ditolak

Hasil Pengujian Hipotesis
Tabel 7 Hasil Pengujian Hipotesis
Hipotesis Sig Hasil
Hipotesis
H
1
(SNORM - PU) 0.000 Tolak H
0

H2(PEOU - PU) 0.000 Tolak H
0

H3(PU - INTENT) 0.000 Tolak H
0



Interpretasi Model
Berdasarkan modifikasi model dan hasil pengujian hipotesis, maka dapat dijelaskan bahwa model yang didapatkan
pada penelitian ini adalah sebagai berikut :



Gambar 8 Model TAM2 Penerimaan SMS Banking

Model akhir yang didapatkan pada penelitian ini adalah gabungan/modifikasi dari model TAM2
(Technology Acceptance Model) oleh [Venkatesh & Davis, 2000]. Model TAM2 yang diajukan dalam hasil
penelitian ini adalah, Variabel Subjective Norma (SNORM), Variabel Percieved Uase of Use (PEOU),
Variabel Perceived usefulness (PU), INTENT. Variabel Subjective Norma(SNORM) berpengaruh terhadap
Persepsi Kemanfaatan (Percieved Usefulness/) sehingga dapat mempermudah dalam pengambilan keputusan
dalam menggunakan SMS Banking. Variabel (Percieved Uase of Use/PEOU) berpengaruh terhadap
(Perceived usefulness/PU) dapat memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi SMS Banking.
Variabel (Perceived usefulness/PU) berpengaruh terhadap ((INTENT), sehingga dapat mengetahui rencana
pengguna SMS Banking apakah dalam jangka kedapan masih menggunakan SMS Banking.


Implikasi Penelitian
Untuk mengoptimalkan penggunaan sistem Aplikasi layanan SMS Banking yang dapat diterima oleh para
mahasiswa, maka perlu adanya suatu regulasi yaitu tentang pengamanan dalam penggunaan SMS Banking. Adapun
Hardware yang digunakan melalui peraalatan contohnya Hanphone dalam menjalankan aplikasi SMS Banking
melalui Wi-fi yang digunakan untuk melakukan transaksi New-e Channel Banking. Software yang dipakai dalam
aplikasi SMS Banking harus lah lebih bagus supaya mempermudah dan mempercepat dalam pengaksesan terutama
dalam penggunaan aplikasi SMS Banking. Untuk Manajemen Perbankan harus tanggap, agar pengguna Aplikasi
Layanan SMS Banking New- E- Cahnnel merasa puas. Manajemen Perbankan harus melakukan perencanaan,
pengorganisasian dengan membentuk TIM layanan Aplikasi SMS Banking yang bertanggung jawab pada
penerapan Aplikasi Layanan SMS Banking , serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan peneriman sistem
Aplikasi Layanan SMS Banking dan pengguna layanan sms banking. Agar Aplikasi Layanan SMS Banking bisa
memasyarakat bagi mahasiswa, pegawai, staf instansi dan masyarakat maka untuk memperlancar pengaksesan
aplikasi layanan sms banking sebaiknya Pihak bank harus terus memberikan pengetahuan pada masyarakat baik
melalui media cetak, media televisi/radio, bahkan customer service yang selama ini menjadi ujung tombak guna
mendapat predikat customer excellent. Sehingga perlu diadakan atau dilakukan sosialiasi ke berbagai instansi dan
kalangan pendidikan. Evaluasi rutin setiap 6 bulan sekali perlu dilakukan evaluasi agar mutu aplikasi yang
diadopsinya oleh mahasiswa sesuai dengan peran dari suatu standar aplikasi mutu dengan meningkatkan level
kualitas, keamanan, kenyamanan, efisiensi, dan efektivitas pemanfaatannya. Sehingga kekurangan dari Aplikasi
layanan sms banking ini dapat segera ditindaklanjuti. Beberapa fasilitas penunjang memang sudah tersedia
dilingkungan kampus seperti akses internet gratis dengan Wi-Fi, ketersediaan untuk para nasabah dengan
menggunakan handphone atau moble dalam penggunaan layanan sms banking maka yang harus dipersiapkan lagi
seperti adanya pemberian fasilitas pada Handphone untuk akses internet di rumah atau dimana saja, agar penerapan
aplikasi Layanan SMS Banking bisa berjalan dengan maksimal. Aplikasi layanan sms banking, mampu melaksanaan
proses pengecekan salso, transfer uang, pembayaran tagihan dan berita acara online karena aksesnya secara online
menggunakan internet .

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis statistik terhadap data penelitian, dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi penggunaan SMS Banking pada penelitian ini meliputi norma
subjective atau SNORM (Subjective Norm), dari segi kemudahan atau PEOU (Percieved Uase of Use), kegunaan
yang dirasakan atau PU (perceived usefulness), Niat adopsi sms banking (INTENT) yang dapat digunakan dalam
aplikasi sms banking. Dalam hal ini aplikasi layanan sms banking artinya dari segi norma subjective, kemudahan
yang dirasakan, kegunaan yang dirasakan serta niat mengadopsi layanan sms banking sangat berpengaruh
terhadap niat (INTENT)dalam mengadopsi penggunaan aplikasi layanan sms banking.
2. Pengaruh terhadap penerimaan teknologi aplikasi SMS Banking pada penelitian ini adalah :
Variabel SNORM (Norma subjektif) secara signifikan berpengaruh terhadap variabel PU (kegunaan). Variabel
PEOU (kemudahan) secara signifikan berpengaruh terhadap variabel PU (kegunaan), Variabel PU (keguanaan)
secara signifikan berpengaruh terhadap INTENT (niat).
Perilaku responden dalam memutuskan dalam menggunakan SMS Banking adalah diidentifikasikan bahwa
penggunaan teknologi SMS Banking di kalangan Mahasiswa cukup besar . Apabila dibandingkan dengan
ketergantungan mahasiswa terhadap penggunaan SMS yang diidentifikasikan dengan jumlah pengiriman SMS per
harinya terhadap 140 responden. Penggunaan SMS Banking di kalangan mahasiswa dimasa akan dating akan terus
meningkat, hal ini dapat dilihat dari profil penggunaan fasilitas financial yang menempatkan SMS Banking diurutan
ketiga setelah ATM dan kantor cabang menurut persepsi responden.

Saran
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka dapat diberikan saran-saran untuk pihak manajemen Bank
seperti
1. Pada penelitian ini telah diketahui kontribusi terbesar yang membentuk niat menggunakan layanan SMS
Banking adalah kegunaan dan kemudahan yang dirasa. Pihak bank harus terus memberikan pengetahuan pada
masyarakat baik melalui media cetak, media televisi/radio, bahkan customer service yang selama ini menjadi
ujung tombak guna mendapat predikat customer excellent.
2. Kontribusi terbesar kedua adalah kemudahan yang dirasaka (PEOU) dan norma subyektif (subjective norm).
Dimana peranan rekan, saudara, teman akan mempengaruhi responden mengadopsi dan menggunakan layanan
SMS Banking.
3. Tak kalah penting adalah variabel kegunaan (PU) sangat Penting untuk pihak bank untuk memperhatikan
faktor yang berkenaan dengan kegunaan, khususnya sistem teknologi informasi

DAFTAR PUSTAKA
[Ajzen, I,1980] Ajzen, I. Kuhland, J., Beckman, J. (Eds), From Intentions to Actions: A Theory of Planned
Behaviour. in Action Control: From Cognition to Behaviour, Springer, Heidelberg, pp.11-39, 1985.
[Almilia, L.S,2006] Almilia, L.S, Perspektif Nasabah Perbankan atas
Kehadiran SMS Banking dan WAP Banking Sebagai Sistem Informasi Perbankan yang Bernilai Tambah,
STIE Perbanas, Surabaya, 2006.
[CA,2006] CA., Bankings Growing Challenge Managing Technology to Enhance Business
Performance, 2006.
[Cheung, S.C,,2001] Cheung, S.C., Understanding Adoption And Continual Usage Behaviour Towards
Internet Banking Services In Hong Kong, Abstract Thesis, Oct 2001.
[Courtier, E,2004] Courtier, E., Gilpatrick, K., Home Banking Missteps?, Credit Union Management, 22(3),
pp.10-12. 1999.
[Davis., Venkatesh] Davis, F.D., Venkatesh, V., A Critical Assessment of Potential Measurement Biases in
the Technology Acceptance Model: Three Experiments, International Journal of Human-Computer Study,
45, pp.19-45, 1996.
[Gozali,I,2005] Gozali,I., Fuad., Structural Equation Modelling. Teori Konsep dan Aplikasi, Badan
Penerbit UNDIP, Semarang, 2005.
[Hall,1994] Hall, D., Jones, R., Raffo, C., Business Studies, Causeway Press Limited, Lanes L395HP,
1994.
[HAIR, 1998] Hair, J.F. Anderson, R.E., Tatham, R.L., dan Black, W.C., Multivariate Data Analysis,
5th ed, Prentice Hall International, 1998.
[Jreskog, K.G,1993] Jreskog, K.G., Srbom, D., LISREL 8: Structural Equation Modeling with the SIMPLIS
Command Language. Chicago: Scientific Software International, 1993.
[LI Hin,2010] Kajian penerimaan sistem aplikasi webdosen berdasarkan pendekatan tam (technology
acceptance model ) Studi kasus di universitas budi luhur.
[SANTOSO 2007] Santoso, Singgih, Konsep dan Aplikasi dengan AMOS, elex Media Komputindo, 2007,
ISBN 9792712801,9789792712803.
[WIDODO, 2006] Widodo, Prabowo, Pudjo. Langkah-Langkah dalam SEMPemodelan Persamaan
Struktural, Seri SEM. Jakarta, 2006.
[Venkatesh,2000] Venkatesh, V., Morris, M.G., Why Don't Men Stop to Ask for Directions? Gender, Social
Influence, and Their Role in Technology Acceptance and Usage Behaviour. MIS Quarterly, 24(1), pp.115-
139, 2000.
[Venkatesh,Davis,F.D] Venkatesh, V. and Davis, F.D., A Theoretical Extension of the Technology Acceptance
Model:Four Longitudinal Studies, Management Science, 46(2), pp.186-204, 2000