Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ILMU KEALAMIAHAN DASAR

Fenomena yang Berkembang dari Pengetahuan Menjadi I lmu


TERAPI LINTAH




Oleh:
Kelompok 7
Dian Rizky Amelia (201310330311003)
Muhammad Gagas S. (201310330311039)
Ambhari Paramastrya P. (201310330311049)
Hikmah Tri Wahyuni (201310330311069)
Ambarsari Hamidah (201310330311088)
Yessi Kartika Hapsari (201310330311087)
Dwi Wilyani (201310330311146)
Arsy Rahmadani (201310330311153)




2014







BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lensa kontak sudah menjadi bagian gaya hidup. Orang tak lagi
mengenakannya sekadar alat bantu penglihatan, tapi juga untuk mempercantik
penampilan. Tak heran, muncul lensa kontak dengan aneka warna.
Banyak orang memakainya tanpa peduli efek buruknya. Alih-alih tampil beda
dengan pancaran mata yang memukau, pemakaian lensa kontak berpotensi merusak
mata. Ingat, mata adalah salah satu organ paling penting di dalam tubuh.
Heror mengingatkan mereka yang mengenakan lensa kontak agar
memerhatikan masa pakainya. "Sekarang ini ada berbagai lensa kontak yang memiliki
batas waktu pemakaian. Mulai yang sekali pakai hingga untuk pemakaian sampai 180
hari, kata Dr Anagha Heroor, seorang dokter mata, seperti dikutip dari laman Times
of India.
Memerhatikan perawatan lensa kontak dengan pemakaian jangka panjang juga
perlu diperhatikan agar tak menyebabkan masalah pada mata. Lensa kontak sekali
pakai sebaiknya hanya digunakan untuk kesempatan khusus, bukan untuk sehari-hari.
Dan yang penting, tak memaksakan diri memakai lensa kontak jika mata
mengalami iritasi. Seiring dengan meningkatnya perhatian dan pengetahuan pengaruh
gizi terhadap kesehatan, khususnya kesehatan mata menyebabkan pesatnya
pertumbuhan pasar terhadap produk-produk kesehatan mata. Sebagian besar produk-
produk untuk kesehatan mata yang dipasarkan sekarang berbentuk suplemen. Selain
senyawa antioksidan (vitamin A, C, dan E) yang sebelumnya telah diketahui dapat
meningkatkan kesehatan mata, senyawa lain seperti lutein, zeaxanthin, dan
astaxanthin, baru-baru ini diketahui sebagai senyawa yang dapat meningkatkan
kesehatan mata.







BAB II
KONSEP DASAR
A. Pengertian Softlens
Lensa kontak adalah potongan ajaib dari plastik yang memungkinkan anda
untuk melihat tanpa kacamata. Dalam kebanyakan kasus, lensa kontak digunakan
sebagai pengganti kacamata. Lensa kontak juga dapat digunakan untuk mengobati
penyakit mata tertentu atau dapat digunakan untuk tujuan kosmetik untuk mengubah
penampakan warna mata
Tidak semua lensa kontak sama. Ada yang aman untuk mata Anda, dan ada
juga yang beresiko merusak mata.Tahu apa yang ditawarkan industri lensa kontak
modern akan membantu untuk membuat pilihan yang bijak, tidak begitu saja
mengikuti apa kata dokter. Ada orang yang berbuat menghemat dengan memakai
lensa kontak lebih lama daripada yang dimaksudkan. Ini bukanlah hal yang baik.
Meskipun kulitas lensanya tidak akan berkurang, tumpukan protein dapat
mengaburkan penglihatan
Lensa kontak adalah protesa okular yang dikenakan untuk memperbaiki visus.
Mayoritas lensa kontak dipakai untuk koreksi penglihatan karena alasan kosmetik.
Terdapat berbagai tingkat pengetahuan dalam penggunaan dan perawatan lensa
kontak. Komplikasi dari pemakaian lensa kontak terjadi karena beberapa faktor:
penyalahgunaan lensa, pemakaian lensa yang tidak sesuai, atau penyakit mata
sebelumnya.
Komplikasi lensa kontak yaitu mulai dari self-limiting sampai mengganggu
penglihatan, hal tersebut memerlukan diagnosis dan pengobatan yang cepat untuk
mencegah terjadinya kebutaan. Dengan jutaan orang yang memakai lensa kontak,
walaupun kecil persentasenya komplikasi lensa kontak merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang penting. Komplikasi lensa kontak sangat beragam pada umumnya
melibatkan kelopak mata, konjungtiva, dan semua lapisan kornea (yaitu, epitel,
stroma, endotelium).
Komplikasi akibat pemakaian lensa kontak dapat segera diketahui dengan
baik. Pemakaian lensa kontak menyebabkan perubahan pada kornea dalam hal
struktur, jumlah, produksi air mata maupun tingkat oksigen dan karbon dioksida.
Perubahan-perubahan tersebut dapat menimbulkan masalah dan juga dapat
memperburuk penyakit yang sudah ada sebelumnya.
Sekitar 6% dari pemakai lensa kontak per tahun akan terkena beberapa
komplikasi, meskipun sebagian besar komplikasi ini cukup kecil. Sebuah studi baru-
baru ini telah menemukan bahwa 9,1% pemakai lensa kontak mengunjungi Unit
Kedaruratan Mata.
Penelitian epidemiologi telah menghitung secara tahunan insiden lensa kontak
kosmetik yang berhubungan dengan keratitis bakteri ulseratif sebanyak 0,21% pada
pasien yang menggunakan lensa kontak extended wear dan 0,04% untuk pasien yang
menggunakan lensa kontak daily.
Keratitis acanthamoeba adalah infeksi kornea yang jarang terjadi tetapi
berpotensi merusak. Keratitis acanthamoeba terjadi setelah terkontaminasi luka pada
kornea, 85% dari kasus keratitis terjadi pada semua jenis lensa kontak yang
digunakan.
Diperkirakan 30 juta orang di Amerika Serikat memakai lensa kontak soft.
Kejadian keratitis fungal diperkirakan 4-21 per 10.000 pertahun pada pemakai lensa
kontak soft, tergantung pada apakah pengguna memakai lensa semalaman.
Untuk memahami lebih lanjut tentang keratitis akibat pemakaian lensa kontak
maka pada sari pustaka ini akan dikemukakan secara singkat mengenai anatomi dan
fisiologi kornea, tentang lensa kontak dan komplikasi pemakaian lensa kontak.

B. Cara Merawat Softlens
Mata adalah cahaya dunia, begitu ungkapan yang sering kita dengar. Karena
dari matalah yang menghadirkan ekspresi bagi pemiliknya, sedih, senang ataupun
kecewa semua dapat tergambar lewat sorot mata kita. Bagi wanita, seringkali mata
dijadikan kekuatan untuk dapat menarik perhatian dan pendukung utama penampilan.
Untuk itu, mata seringkali diberikan perhatian khusus, termasuk memakaikan make
up atau aksesori agar nampak lebih cantik.

Salah satu aksesori mata yang menjadi favorit adalah softlens atau lensa
kontak yaitu lensa korektif, kosmetik, atau dapat dijadikan terapi yang biasanya
ditempatkan di kornea mata. Kegunaan lensa yang lebih ringan dan bentuknya tak
nampak saat dipakai ini, kurang lebih sama dengan kacamata konvensional atau
kacamata umum yang berframe. Lensa kontak lebih diminati karena tampilannya
yang lebih trendi dan tak merepotkan, selain tak berframe lensa ini berwarna, jadi
dapat dicocokan dengan baju yang sedang dikenakan juga membuat tampilan Anda
berbeda. Namun, disamping kelebihan soflens seperti diatas, Anda juga perlu
mengingat untuk selalu melakukan perawatan khusus pada softlens Anda karena jika
malas membersihkan dan menyimpannya dengan baik, justru akan menyebabkan
iritasi yang dapat beresiko bagi mata Anda.


Cara perawatannya:
1. Yang perlu diketahui adalah dasar perawatan lensa kontak yaitu bersihkan, bilas
dan suci hamakan softlens Anda. Seperti berikut;
Sebelum membersihkan softlens, cuci tangan Anda dengan sabun agar kotoran dan
kuman tidak terbawa ke mata Anda. Hindari sabun pelembab, karena bersifat anti
untuk lensa kontak. Setelah bersih, keringkan tangan anda dengan handuk bebas serat.
Lap satu persatu lensa dan bersihkan dengan cairan multipurpose solution yang
direkomendasikan. Bersihkan semua yang menempel dimata, misal kosmetik atau
debu yang dapat mengganggu kenyamanan lensa.
Kemudian bilas lensa lagi untuk memastikan kotoran-kotoran yang masih tertinggal,
pastikan untuk tidak lupa membilas, karena membilas merupakan langkah yang
penting.
Setelah bersih, tempatkan lensa dalam tempat lensa yang kedap udara, bertutup
rapat, dan rendam dalam cairan multipurpose solution, jangan memakai multipurpose
solution dari lensa kontak lama Anda. Cairan ini untuk mensuci hama/membunuh
mikroorganisme pada lensa softlens Anda.
2. Penggunaan lensa kontak erat hubungannya dengan cairan multipurpose solution
atau cairan pembersih atau pensuci hama yang diformulasikan menyerupai cairan
mata Anda. Cara penggunaannya adalah dengan menuangkan pada wadah khusus dan
merendam softlens di dalamnya. Pemakaian dan perawatan cairan ini pun harus hati-
hati, karena sangat rentan mentransfer kuman atau bakteri ke mata Anda, berikut
langkahnya;
Perhatikan waktu perendaman softlens (minimal 4 jam, maximal 24 jam)
Hindari pencampuran cairan multipurpose solution yang berbeda dalam satu
penggunaan
Agar tidak terjadi kontaminasi kuman, jangan menuang cairan ini pada wadah/botol
lain untuk digunakan lagi.
Lebih dianjurkan memakai pembersih protein yang sama merk/produk dengan cairan
solution yang dipakai.
Pastikan tangan Anda telah dicuci dengan sabun, sebelum memakai cairan ini untuk
membersihkan softlens.


Memakai lensa kontak, tidak hanya harus memperhatikan kebersihannya,
namun harus tau pula bagaimana merawat mata agar tetap sehat. Terutama yang
berkaitan dengan kebutuhan protein pada mata Anda. Untuk itu, bagi pemakai lensa
kontak, disarankan untuk menggunakan produk cairan removal protein. Fungsinya
adalah mengembalikan protein yang hilang akibat pemakaian lensa dan akan
membuat mata Anda tetap nyaman. Jenis removal protein yang baik, biasanya
tergantung pada jenis lensa kontak yang Anda pakai, namun untuk dosis
pemakaiannya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata Anda.
Penggunaan soft lens dan berbagai produk perawatan dan pelengkapnya, harus
memperhatikan dua jenis mata berikut;
a) Mata kering dan mudah iritasi.
Disarankan untuk menggunakan tetes mata lensa kontak untuk melumasi mata dan
membuat lensa tetap basah.
b) Mata sensitive dan alergi.
Jika hal ini terjadi dengan Anda,Anda tidak perlu produk tambahan, Anda hanya perlu
untuk beralih produk yang berlabel "bebas pengawet."


Apapun jenis, merek atau produk lensa kontak Anda, Anda harus ingat, hal-
hal sebagai berikut:
Hindari sentuhan langsung cairan solution pada tubuh Anda, agar tidak terjadi
kontaminasi .
Jangan mencuci/ membersihkan lensa kontak Anda dan aksesorisnya dengan
air keran. Karena dapat membawa mikroorganisme (Acanthamoeba) yang
menyebabkan infeksi mata serius.
Ingatlah untuk membersihkan lensa kontak Anda aksesoris nya (tempat lensa,
perangkat pembersih/desinfektan, botol enzimatik dan sebagainya) sesuai
petunjuk yang telah ditetapkan.
Untuk tempat/wadah lensa, bersihkan dengan air panas setelah itu keringkan.
(Karena kista Acanthamoeba dapat hadirdalam air keran dan dapat bertahan
selama bertahun-tahun setelah pengeringan)
Keringkan wadah lensa dengan tisu bersih atau handuk tanpa serat, kemudian
tempatkan pada wadah kedap udara.
Ganti wadah lensa sebulan sekali, untuk mengurangi risiko infeksi.

C. Cara Memakai Softlens
Gangguan penglihatan membuat kita harus menggunakan alat bantu
penglihatan agar penglihatan menjadi jelas. Berbagai cara dilakukan orang,seperti
menggunakan kacamata, soft lens, bahkan operasi plastik. Namun, penggunakan
kacamata seringkali menimbulkan rasa kurang nyaman dalam melakukan aktivitas
sehari-hari, sehingga banyak orang yang sekarang ini melirik untuk memakai kontak
lensa. Apalagi dengan berbagai warna pilihan yang dapat memperindah mata dan
menambah kepercayaan diri bagi pemakainya.
Namun informasi yang minim mengenai penggunaan soft lens menyebabkan
banyak terjadi kasus kelainan pada mata,mulai dari iritasi sampai kebutaan.
Pemakaian soft lens yang benar dapat menyebabkan penglihatan menjadi nyaman,
memperbaiki daya lihat pada mata, bahkan bisa juga mempertahankan kelengkungan
kornea sehingga dapat menghambat pertumbuhan ukuran mata minus.
Sebelum memutuskan untuk menggunakan soft lens, pengguna harus
memeriksakan matanya dahulu ke dokter spesialis mata, karena tidak setiap pengguna
bias dan aman untuk memakai soft lens. Selain itu, pemeriksaan yang teliti mengenai
bola mata sangat diperlukan untuk mengetahui tingkat kelengkungan kornea, keadaan
permukaan kornea, kondisi kuantitas dan kualitas air mata. Apabila ditemukan kontra
indikasi pemakaian soft lens seperti mata kering (dry eyes) dimana produksi air mata
sedikit atau kurang, ada iritasi atau infeksi pada mata, dan gangguan pada kedipan
mata, maka penggunaan soft lens sangat tidak dianjurkan. Hal ini perlu diketahui
pengguna karena tingginya resiko penggunaan soft lens tidak sesuai aturan seperti
mata menjadi merah, mata kering, iritasi, gatal, bahkan luka pada korne (cornea ulcer)
yang dapat mengakibatkan kebutaan.
Cara pemakaian:
Langkah pertama, pastikan sudah mencuci tangan dengan bersih sebelum
menyentuh lensa. Mencuci tangan disarankan menggunakan Sabun Bayi atau
dengan cairan pembersih khusus softlens, dan hindari memakai sabun yang
mengandung deterjen.
Selanjutnya, keringkan tangan terlebih dahulu dengan handuk atau tissue yang
bersih.
cara terbaik memakai softlens ialah dengan mengambilnya dari tempat lensa
dan menempatkannya di ujung jari telunjuk.
Selanjutnya, dengan bercermin, tariklah ke bawah kelopak mata bagian bawah
dengan jari tengah tangan yang terdapat softlens.
Tarik ke atas kelopak mata bagian atas dengan jari telunjuk tangan yang tidak
terdapat softlens kemudian arahkan penglihatan ke atas.
Tempatkan softlens pada bagian bawah mata yang berwarna putih (tahan agar
tidak berkedip sebelum softlens menempel).
Setelah softlens menempel di mata, segera tutup mata kamu, dan kedipkan
mata beberapa kali. Saat itu softlens akan menemukan posisi yang tepat.
Lakukan hal yang sama pada mata yang belum terpasang.
Dengan sedikit latihan, kamu akan mahir memasukkan softlens dengan cepat
tanpa masalah lagi.
Cara Melepas Softlens
Langkah pertama, Siapkan tempat softlens dan tetesan mata.
Kemudian, pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan bersih sebelum
menyentuh lensa. Mencuci tangan disarankan menggunakan Sabun Bayi atau
dengan cairan pembersih softlens, dan hindari memakai sabun yang
mengandung deterjen.
Jika mata terasa kering, sebelum melepaskan softlens ada baiknya meneteskan
mata dengan cairan tetes mata khusus softlens. Cairan ini agar mata tidak
terasa kering.
Buka kelopak mata bagian atas dan bawah dengan cara menariknya dengan
jari tengah tangan yang hendak melepas softlens di kelopak bawah. Dan, jari
tengah tangan yang tidak melepas softlens di kelopak atas.
Jangan takut untuk menempelkan jari telunjuk tangan yang hendak melepas
softlens pada softlens yang menempel di mata karna tidak terasa sakit.
Kemudian dengan telunjuk terebut gerakan softlens kebawah pada bagian
mata yang berwarna putih. Tekan softlens dengan jari telunjuk dan ibu jari dan
angkat arah keluar dari mata.
Kemudian letakan softlens pada tempat softlense
D. J enis-jenis Softlens
1. Lensa Tunggal (Single Vision Lenses)
Lensa Tunggal hanya terdiri dari satu ukuran, baik untuk jarak jauh, menengah
(komputer), atau dekat. Bahannya terdiri dari kaca, plastik, atau polikarbon.
2. Lensa Bifokal (Bifocal Lenses)
Lensa Bifokal terdiri dari 2 ukuran sehingga bisa memberikan pandangan yang baik
untuk jarak jauh dan jarak dekat.
Lensa Bifokal menyediakan bagian lensa untuk membaca dengan berbagai bentuk dan
lebar. Yang paling populer adalah Flat Top dengan lebar sekitar 28 mm.
3. Lensa Progresif (Progressive Lenses)
Lensa progresif memberikan perubahan yang tidak terlihat antara jarak jauh,
menengah, dan jarak dekat. Jadi jika dengan bifokal anda hanya punya 2 ukuran untuk
jarak jauh dan jarak dekat, dengan progresif semua ukuran termasuk jarak menengah
sudah termasuk dengan perubahan ukuran yang bertahap. Ini selain memberikan
pandangan lebih baik, juga orang tidak tahu kalau anda juga mengenakan lensa untuk
membaca.
4. Lensa Transition (Transition Lenses)
Ini adalah lensa yang bisa berubah warna. Jika dalam ruangan, warnanya menjadi
bening persis kacamata baca. Tapi jika di luar ruangan, apalagi dengan sinar matahari
yang cerah, warnanya akan berubah jadi gelap seperti Sunglasses sehingga
memberikan perlindungan mata anda dari sinar Ultra Violet. Pilihan warna
bermacam-macam dari abu-abu, coklat, hijau, dan sebagainya.

E. Efek samping dan bahaya kontak lensa pada mata
Lensa kontak, lensa kontak dan kaca mata biasa mempunyai fungsi yang
sama, keduanya merupakan alat bantu penglihatan, hanya saja cara penggunaannya
yang berbeda. penggunaan kaca mata saya rasa anda semua sudah tahu, yaitu tinggal
menggatungkan saja di kedua telinga. berbeda dengan lensa kontak, lensa kontak
penggunaanya ditempel secara langsung di kornea mata penggunanya.
Ada dua jenis lensa kontak, yaitu hard contact lens dan soft contact lens atau
yang biasa dikenal dengan soft lens. sedikit cerita tentang soft lens dan hard lens :
Pada awalnya, lensa kontak memang dibuat dari bahan yang rigid/kaku, yang setelah
muncul adanya softlens, maka lensa kontak tersebut sering disebut dengan hard
contact lens. Kaca lah material yang dipakai sebagai bahan lensa kontak pada saat
awal diperkenalkan, sekitar tahun 1887. Baru pada sekitar tahun 1936, plastik mulai
diperkenalkan sebagai bahan pembuatan lensa kontak. Namun hanya bagian pinggir
lensa kontak yang menggunakan plastik, sedangkan pada bagian zona optiknya
(tengah) masih menggunakan kaca. Pengaplikasian bahan plastik untuk seluruh
bagian lensa kontak baru dimulai pada tahun 1946. Plastik jenis PMMA adalah yang
paling sering dipakai.
Eksperimen pembuatan soft contact lens baru dilakukan pada akhir akhir tahun
1950 dengan menggunakan hydroxyethyl methacrylate (HEMA), yaitu sejenis bahan
polymer yang dapat mengandung air, yang dibuat oleh Dr. Drahoslav Lim. Bahan ini
terus dikembangkan dan masih digunakan sebagai bahan softlens hingga masa
sekarang ini.
Softlens, tidak lah berposisi sebagai pengganti hard contact lens, tapi hanya
merupakan pelengkap keberadaan lensa kontak. Terbukti hingga saat ini, lensa kontak
berbahan rigid/kaku masih tetap dibuat, bahkan terus dikembangkan, sebab ada
beberapa keunggulan fungsi yang tidak dapat tergantikan oleh lensa kontak
lunak/softlens. Salah satunya adalah kemampuan dalam membentuk ulang
(reforming) kontur permukaan kornea, sehingga dipakai dalam proses orthokeratology
untuk mengatasi myopia ringan. Lensa kontak kaku juga dapat mengeliminasi efek
dari tidak ratanya kontur kelengkungan kornea, misalnya pada kasus astigmatisme
irregular yang disebabkan oleh kontur lengkung kornea yang tidak beraturan. Kedua
hal tersebut sampai saat ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan softlens.
seiring dengan perkembangan jaman lensa kontak yang dulunya bertujuan sebagai alat
bantu penglihatan,
Seperti yang telah tertulis di atas, lensa kontak selain sebagai alat bantu penglihatan
juga mempunyai kemampuan dalam membentuk ulang (reforming) kontur permukaan
kornea. tapi anda harus tetap hati hati dalam menggunakan lensa kontak. adalah hal
yang wajar jika suatu kegiatan ada resiko yang baik dan juga resiko yang buruk.
begitu juga dengan penggunaan lensa mata. anda pun juga harus hati-hati dengan
resiko penggunaan lensa kontak, seperti mara merah, iritasi, masukknya benda asing
pada bola mata, dan lain lain.
Sangat dianjurkan bagi anda pengguna lensa kontak untuk selalu menjaga kebersihan,
karena jika tidak dapat mengakibatkan masalah mata yang cukup serius seperti mata
kering, penglihatan menjadi kabur, gatal hingga kebutaan.
Konsekuensi dari kurang memperhatikan kebersihan lensa kontak memang sangat
fatal bagi kondisi mata. Banyak orang yang tidak cuci tangan sebelum memakaikan
lensa kontak pada mata. Hal ini bisa memicu terjadinya iritasi yang jika dibiarkan bisa
menjadi infeksi parah.
Menurut Dr. H. Dwight Cavanagh, seorang profesor ahli mata dari Southwestern
Medical Center, Amerika Serikat dalam tulisannya Eye and Contact Lens pada
2003, mengungkapkan sebanyak 2.500 pengguna lensa kontak mengalami corneal
ulcers. Hal itu terjadi pada pengguna yang menggunakan lensa kontak setiap hari.
Corneal ulcer yaitu kondisi dimana terdapat luka terbuka pada kornea. Hal ini sering
disebabkan oleh infeksi dan luka kecil atau goresan yang bisa terjadi akibat
penggunaan lensa kontak yang kurang hati-hati.
Gejala yang timbul biasanya produksi air mata yang meningkat, sensitif terhadap
cahaya, pandangan menjadi kabur, gatal dan nyeri. Jika gejala tersebut dibiarkan dan
tidak dilakukan perawatan intensif bisa memicu terjadinya kebutaan.

F. Kelebihan dan kekurangan soft lens

1. Kelebihan Softlens :
1) Menambah percaya diri.
Para wanita yang merasa kurang pede memakai kacamata, bisa mendapatkan rasa
pede-nya kembali setelah memakai softlens.
2) Menunjang aktivitas tertentu.
Orang-orang dengan pekerjaan tertentu relatif memerlukan Softlens agar bisa
bergerak bebas dan tak takut terganggu, dibandingkan jika harus memakai kacamata.
Contohnya : olahragawan, penari, aktor, penyanyi, orang-orang yang bekerja dalam
hujan, asap, dan lain-lain.
3) Faktor keamanan.
Untuk aktivitas yang lumayan berat, pengguna tak perlu takut lensa bakal jatuh atau
pecah, seperti halnya jika memakai kacamata.
4) Penglihatan lebih baik.
Softlens meminimalisasi jarak mata dengan lensa hingga ketajaman mata menjadi
lebih baik. Selain itu, sudut penglihatan pun menjadi lebih luas karena lensa
menempel langsung pada mata.
5) Baik untuk penderita mata silendris (cylinder).
Bagi pemakai kacamata silendris, Softlens mengoreksi kekurangan akurasi kacamata
hingga titik terendah, sehingga penglihatan pun menjadi lebih baik.
2. Kekurangan Softlens :
1. Tidak nyaman.
Pemakai awal biasanya merasa tidak enak, karena adanya benda asing pada bola mata
mereka. Namun, lama-kelamaan, mata pun akan terbiasa. Biasanya setelah
menghentikan pemakaian selama seminggu, sensitivitas kornea akan normal lagi,
sehingga pemakai harus berdaptasi lagi agar menjadi nyaman dengan Softlensnya.
2. Kekurangan oksigen.
Terlalu lama atau terlalu ketat memakai Softlens bisa membuat mata kekurangan
oksigen. Konsekuensinya, berbagai macam komplikasi bisa terjadi, seperti noda
kornea dan kornea edema.
3. Mudah hilang.
Ukuran Softlens yang relatif kecil dibanding kacamata membuatnya lebih gampang
hilang atau terselip.
4. Kurang ekonomis (relatif mahal).
Harga Softlens juga relatif mahal, di atas Rp 100 ribu. Apalagi, masa pakainya hanya
berkisar 2 minggu sampai sebulan. Umumnya, hanya golongan ekonomi tertentu yang
mampu membelinya.
5. Adaptasi lama.
Pemakai awal butuh waktu lama untuk memakainya, dari belajar memakai, merawat,
hingga membiasakan mata.
6. Butuh perawatan ekstra.
Softlens juga butuh perawatan lebih ketimbang kacamata. Misalnya, harus telaten
menggosok, membersihkan, dan menyimpan lensa pada tempat antikuman




G. Gangguan Pada Mata
1. Astigmatis
Astigmatis (mata silindris) adalah kelainan pada mata yang menyebabkan
penglihatan menjadi kabur. Hal ini terjadi karena penderita tidak mampu melihat
garis-garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama. Mata tidak mampu
memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini
dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris.
2. Miopia
Miopi (rabun jauh) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata
tidak dapat melihat jauh. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu panjang dan
bayangan benda jatuh di depan bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan
memakai kaca mata berlensa cekung (negatif).
3. Hipermetropi
Hipermetropia (rabun dekat) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan
mata tidak dapat melihat dekat. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu pendek dan
bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai
kaca mata berlensa cembung (positifl.
4. Presbiopia
Presbiopia (rabun dekat danjauh) adalah kelainan yang ditandai dengan mata
tidak dapat melihat dekat dan jauh. Hal itu terjadi ka.rena daya akomodasi mata mulai
berkurans. Kelainan ini dialami oleh orang tua sehingga disebut juga mata tua.
Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian
atas berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif). Kelainan
miopia, hipermetropia, dan presbiopia serta cara menolongnya telah kamu pelajari di
kelas VIII.
5. Rabun Senja
Penderita rabun senja (rabun ayam) tidak dapat melihat dengan baik pada
senja dan malam hari ketika cahaya mulai rentang-remang. Gangguan penglihatan ini
disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Cara mencegah dan mengatasi gangguan ini
ialah dengan mengonsumsi rnakanan yang banyak mensandung vitamin A. Misalnya
wortel. pepaya, dan tomat.
6. Keratomalasi
Keratomalasi ditandai dengan kornea mata yang keruh. Penyebabnya adalah
kekurangan vitamin A yang sangat parah. Jadi, penyakit ini merupakan tingkat lanjut
rabun senja. Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan selaput lendir mata.
Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi kering dan kasar
(xeroftalmia/xerosis). Ji ka tidak segera cliatasi. akan menimbulkan kebutaan.
7. Katarak
Katarak (bular mata) merupakan kelainan pada lensa mata. Lensa mata
menjadi kabur dan keruh sehingga cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina.
Biasanya, katarak diderjta oleh orang yang berusia lanjut. Katarak dapat diatasi
dengan tindakan operasi.
8. Juling
Kelainan mata ini disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak
bola mata kanan dan kiri. Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot
mata.
9. Glaukoma
Kelainan ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata.
Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan
pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan. Kelainan yang tidak segera diatasi
dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang
harus diminum seumur hidup atau dengan tindakan pembedahan.
10. Buta Warna
Penderita buta warna tidak dapat membedakan warna tertentu. misalnya
merah, hijau. dan biru. Buta warna merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat
disembuhkan. Buta warna lebih banyak diderita laki-laki dari pada perempuan.



















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Memerhatikan perawatan lensa kontak dengan pemakaian jangka panjang juga perlu
diperhatikan agar tak menyebabkan masalah pada mata. Lensa kontak sekali pakai
sebaiknya hanya digunakan untuk kesempatan khusus, bukan untuk sehari-hari.
Dan yang penting, tak memaksakan diri memakai lensa kontak jika mata mengalami
iritasi. Seiring dengan meningkatnya perhatian dan pengetahuan pengaruh gizi
terhadap kesehatan, khususnya kesehatan mata menyebabkan pesatnya pertumbuhan
pasar terhadap produk-produk kesehatan mata.
Sebagian besar produk-produk untuk kesehatan mata yang dipasarkan sekarang
berbentuk suplemen. Selain senyawa antioksidan (vitamin A, C, dan E) yang
sebelumnya telah diketahui dapat meningkatkan kesehatan mata, senyawa lain seperti
lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin, baru-baru ini diketahui sebagai senyawa yang
dapat meningkatkan kesehatan mata.

B. Saran
Sangat penting bagi pemakai lensa kontak untuk mengetahui resiko dari pemakaian
lensa kontak sehingga komplikasinya dapat dicegah. Seorang praktisi lensa kontak
harus memberi informasi mengenai resiko pemakaian lensa kontak dan bagaimana
menghindarinya. Diagnosis dan terapi yang tepat dan cepat sangat penting untuk
menghindari komplikasi kebutaan.