Anda di halaman 1dari 18

NASKAH PUBLIKASI

PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN MADU,


JINTAN HITAM, PROPOLIS DAN ROYAL JELI
TERHADAP SEL -PANKREAS DAN KADAR
MALONDIALDEHID PADA TIKUS
WISTAR PASCA PAPARAN
STREPTOZOTOCIN

Untuk memenuhi sebagian persyaratan
Mencapai derajad Sarjana s-2






Diajukan oleh :
Sunyoto
08/274945/PKU/09983




Kepada
Program Studi Ilmu Kedokteran Dasar & Biomedis
Minat Utama Farmakologi
Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta
2011
2

NASKAH PUBLIKASI
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN MADU,
JINTAN HITAM, PROPOLIS DAN ROYAL JELI
TERHADAP SEL -PANKREAS DAN KADAR
MALONDIALDEHID PADA TIKUS
WISTAR PASCA PAPARAN
STREPTOZOTOCIN


Yang dipersiapkan dan disusun oleh
Sunyoto
08/274945/PKU/09983


Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
Pada tanggal .. Maret 2011


Telah disetujui oleh :
Pembimbing Utama


dr. Setyo Purwono, M. Kes., Sp., PD. tanggal

Pembimbing Pendamping


drh. Sitarina Widyarini, MP, Ph.D. tanggal


3

PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN MADU, JINTAN HITAM,
PROPOLIS DAN ROYAL JELI TERHADAP SEL -PANKREAS
DAN KADAR MALONDIALDEHID PADA TIKUS WISTAR PASCA
PAPARAN STREPTOZOTOCIN
Sunyoto
1
, Setyo Purwono
2
, Sitarina Widyarini
3



INTISARI
Latar Belakang : Hiperglikemi kronis dapat menimbulkan radikal bebas. Radikal
bebas menyebabkan peningkatan stres oksidatif dan kenaikkan peroksidasi lipid
serta kerusakan sel pankreas. Hasil akhir peroksidasi lipid adalah malondialdehid
(MDA). Kerusakan sel pankreas menurunkan produksi insulin sehingga menjadi
hiperglikemi kronis. Aktivitas antioksidan yang terdapat pada madu, jinten hitam,
propolis dan royal jeli diharapkan dapat menurunkan radikal bebas, sehingga dapat
menurunkan kadar MDA dan jumlah vakuola sel pankreas.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh campuran madu 40%, jinten
hitam 30%, propolis 20% dan royal jeli 10% terhadap kadar MDA dan jumlah
vakuola sel pankreas.
Metode penelitian : Tiga puluh ekor tikus putih galur Wistar jantan dibuat DM
diinduksi dengan streptozotocin secara intraperitonial (kelompok 2-6) dan enam
ekor tikus tetap dibuat normal. . Kelompok 4, 5, 6 kemudian diberi perlakuan
sediaan kombinasi madu 40%, jintan 30%, propolis 20% dan royal jeli 10% dosis
0,6; 1,2; 2,4 ml/200gBB. Kelompok 3 merupakan kelompok kontrol (+) yang diberi
metformin 9 mg/200gBB, kelompok 2 merupakan kelompok control (-) diberi air
masak dan kelompok 1 merupakan kelompok normal yang tidak DM. Kadar MDA
diukur pada hari ke-0, 3, 10 dan 17.
Hasil : Dari penelitian ini didapatkan rata-rata kadar MDA kelompok 3, 4, 5 dan 6
mengalami penurunan, sedangkan kelompok 2 mengalami kenaikkan dan
kelompok 1 relatif stabil. Dari hasil analisis one way ANOVA pada hari ke-17
menunjukkan penurunan yang sebanding dan tidak ada perbedaan antara kelompok
6 dengan kelompok metformin. Sedang jumlah vakuola pada hari ke-17 paling
rendah pada kelompok 4 yaitu pemberian campuran dengan dosis 0,6 ml / 200g BB.
Kesimpulan : Pemberian campuran madu 40%, jintan hitam 30%, propolis 20%
dan royal jeli 10% selama 14 hari untuk jumlah vakuola sel pankreas dengan
dosis 1,2 dan 2,4 ml / 200 g BB dapat menurunkan yang tidak berbeda dengan
pemberian metformin dan dosis 0,6 ml / 200 g BB menurunkan lebih banyak
dibanding metformin. Pemberian campuran madu 40%, jintan hitam 30%,
propolis 20% dan royal jeli 10% selama 14 hari dengan dosis 0,6 dan1,2 ml / 200
g BB dapat menurunkan kadar MDA yang lebih kecil disbanding dengan
pemberian metformin (9 mg / 200g BB) dan dosis 2,4 dapat menurunkan
kadar MDA yang tidak berbeda dengan metformin (9 mg / 200 g BB).
Kata kunci : Hiperglikemi kronis, madu, jintan, propolis, royal jeli, kadar MDA
dan jumlah vakuola sel pankreas.

1).
Mahasiswa Program Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Kedokteran Dasar dan
Biomedis Minat Utama Farmakologi Fakultas Kedokteran
Universitas GadjahMada.
2).
Bagian Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
3).
Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada.
4

APPLICATION INFLUENCE OF MIXED HONEY, BLACK DILL,
PROPOLIS, AND PRODIGAL BROODINGING TO CELL (
PANCREAS AND MALONDIALDEHID ON WISTAR MOUSE
PASCA STREPTOZOTOCINS PRESENTATION
Sunyoto
1
, Setyo Purwono
2
, Sitarina Widyarini
3


ABSTRACT
Research Background: Hyperglycemic chronic could cause free radical.
Free radical caused an increasing of oxidative stress, reducing the anti-
oxidant, and an increasing of peroxidative lipid, and the damage of
pancreas cell. The final product of peroxidative lipid was malondialdehid
(MDA). The damage of pancreas cell decreased the insulin production so
that it caused hyperglycemia chronic. The anti-oxidant activities of honey,
black dill, propolis, and prodigal broodinging were expected to reduce free
radical, so that they could reduce the MDA level and the amount of
pancreas cell vacuole.
Research Objectives: to indicate the influence of the mixture of 40%
honey, 30% dill, 20% propolis, and 10% prodigal broodinging to the MDA
level and the amount of pancreas cell vacuole.
Research Method: Thirty white male Wistar DM mice intraperitonially
inducted with STZ (Group 2 6) and six normal mice. Groups 4, 5, and 6
were inducted with the mixture of honey, black dill, propolis, and prodigal
broodinging with the dosage 0,6; 1,2; 2,4 ml/200gr weight. Group 3, was a
positive control group, was inducted with of metphormin 9mg/200gr weight,
group 2, was a negative control group, was inducted with boiled water
2ml/200gr weight and group 1, was a normal group, was not inducted with
STZ. The MDA level was scaled on the day 0, 10
th
, and 17
th
.
Results: Based on this research it found that the average of MDA level of
group 3, 4, 5, and 6 were decreasing, meanwhile the average MDA level of
group 2 was increasing and was normal in group 1. Based on the analysis
One Way Anova on the day 10
th
, it showed that there were decreasing level
from the groups with minimal treatment than the group without metphormin.
On the day 17
th
, there were the same decreasing and there was no difference
among group 6 and metphormin group. Meanwhile, the group 4, which
inducted with the mixture with dosage 0,6 ml/200gr weight, had the lowest
amount of vacuole on day 17
th
.
Conclusion: The amount of pancreas cell vacuole of DM mice with the
mixture of 40% honey, 30% dill, 20% propolis, and 10% prodigal
broodinging for 14 days dosage 1.2 and 2.4 ml/200gr weight had not
significant differences with DM mice with metphormin 9 mg/200mg weight,
however the DM mice with the dosage mixture 0,6 ml/200gr weight could
reduce more pancreas cell vacuole than the mice with metphormin. The

1
The Student of Basic Medical Science and Biomedical Postgraduate Study Program, Pharmacology Main, Gadjah
Mada University
2
Department of Pharmacology and Toxicology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University
3
Department of Anatomy, Faculty of Animal Medicine, Gadjah Mada University
5

mixture of 40% honey, 30% dill, 20% propolis, and 10% prodigal
broodinging for 14 days dosage1.2 and 2.4 ml/200gr weight could reduce
lower MDA level than the mice with metphormin and the MDA level of the
DM mice with the dosage mixture 0,6 ml/200gr weight and the mice with
metphormin had not significant difference.
Keywords: Hyperglycemic chronic, honey, black dill, propolis, and prodigal
broodinging, MDA level, and amount of pancreas cell vacuole.

1. Pendahuluan
Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit penyebab
utama kematian di dunia. Diabetes mellitus ditandai dengan kadar glukosa
dalam darah lebih tinggi dari kadar normal. Gejala yang muncul pada DM
adalah polifagi, polidipsi dan poliuri
1
. Menurut World Health
Organization (WHO), jumlah penderita DM di Indonesia pada tahun 2000
diperkirakan sekitar 4 juta orang dan jumlah ini diperkirakan akan terus
meningkat menjadi 5 juta penderita pada tahun 2010 dan 21,3 juta penderita
pada tahun 2030
2
.
Pada penderita DM terjadinya stres oksidatif selain disebabkan oleh
peningkatan radikal bebas juga disebabkan oleh penurunan antioksidan
tubuh. Radikal bebas yang merupakan senyawa oksigen reaktif dapat
berdampak negatif terhadap membran sel, asam dinucleotida (DNA) dan
protein seperti enzim. Kadar stres oksidatif bertambah akan meningkatkan
MDA pada penderita DM seiring dengan penurunan aktivitas sistem
antioksidan
3
.
Dengan adanya kerusakan membran sel, DNA dan protein akan
menimbulkan kerusakan sel pankreas dan peroksidasi lipid menghasilkan
6

MDA, maka yang akan diamati dalam penelitian ini adalah kerusakan sel
pankreas dan kadar malondialdehid (MDA) dalam darah.
Madu memiliki kemampuan untuk mengeliminasi radikal bebas
4

melalui reaksi reduksi dan konjugasi sehingga dapat digunakan sebagai
protektor kerusakan sel pankreas pada tikus DM akibat stres oksidatif dan
dapat menurunkan kadar lipid pada tikus.
Penelitian
5
tentang jintan hitam secara oral selama 4 minggu pada
tikus DM yang diinduksi streptozotocin (STZ) memberikan pengaruh
perlindungan terapeutik pada DM dengan menurunkan perubahan morfologi
dan pemeliharaan integritas sel pankreas. Jintan berguna untuk
perlindungan sel pankreas melawan stres oksidatif.
Propolis yang mengandung flavanoid, vitamin E dan C merupakan
suatu anti oksidan yang akan menetralisir atau mengubah oksidan bebas,
sehingga diduga akan mengurangi kerusakan sel pankreas dan peroksidatif
lipid pada tikus DM akibat stres oksidatif dengan pemberian STZ
6
.
Menurut
7
royal jeli merupakan produk lebah madu yang
memberikan perbaikan yang signifikan pada status antioksidan Glutathione
Stimulating Hormon (GSH) dan mencegah produksi malondiadehyde
(MDA). Kondisi DM menyebabkan pembentukan stres oksidasi yang dapat
menyebabkan kerusakan jaringan .
7

Bagaimana pengaruh pemberian campuran madu 40%, jintan 30%,
propolis 20% dan royal jeli 10% terhadap jumlah vakuola sel pankreas
dan kadar MDA tikus wistar yang diiinduksi dengan STZ?
Pemberian campuran madu 40%, jinten 30%, propolis 20% dan
royal jeli 10% pada tikus wistar yang diiinduksi dengan STZ untukm
mengetahui perubahan terhadap jumlah vakuola sel pankreas tikus wistar
yang diinduksi dengan streptozotocin.
2. Metode Penelitian
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental
quasi, dengan rancangan pre test and post test control group design untuk
mengetahui perbedaan kadar MDA dan post test control group design untuk
mengetahui perbaikan sel pankreas. Penelitian dilakukan dengan
memberikan manipulasi pada subyek penelitian yaitu hewan coba dan
membandingkan dengan kelompok kontrol. Subyek yang digunakan adalah
tikus putih jantan (Rattus novergicus) galur Wistar, umur 11 minggu dengan
berat badan 100-150 gr.
Variabel bebas yaitu sediaan campuran madu 40%, jinten hitam 30%,
propolis 20% dan royal jeli 10% untuk mempengaruhi jumlah vakuola sel
pankreas dan kadar MDA sebagai variabel tergantung.
Subyek tikus wistar berjenis kelamin jantan yang berumur 11 minggu
dengan berat badan 100 200 gram. Hewan coba dipelihara dalam kandang
dengan diberi pakan dan minum yang sama serta dibagi menjadi enam
8

kelompok, tiap kelompok 6 ekor. Lima kelompo dibuat diabetes mellitus
dengan diinduksi secara peritonial dengan streptozotocin 60 mg / 1 kg BB.
Peralatan yang digunakan untuk penelitian ini antara lain kanul spuit,
spuit injeksi, timbangan, tabung kapiler, spektrofotometer, mikroskop,
timbangan analitik, mikrohematokrit, rak, tabung reaksi, sentrifuse, vorteks,
pipet volumm dan tabung eppendorf. Bahan yang digunakan adalah hewan
coba yang digunakan adalah tikus putih jantan galur Wistar, usia 11 minggu,
berat badan 100 -200 gr sejumlah 36 ekor, pakan ayam (Comfeed PT. Japfa
Comfeed Indonesia), STZ (sigma biomedical inc. USA), sediaan campuran
madu 40%, jintan 30%, propolis 20% dan royal jeli 10% metformin.
Setiap tikus diukur kadar glukosa darahnya 3 hari setelah dibuat
diabetes, minggu I dan minggu II. Darah diambil dari sinus orbitalis tikus,
kemudian menggunakan mikrohematokrit yang mengandung heparin darah
disentrifus selanjutnya diukur dengan metode GOD-PAP. Sebelum
perlakuan, minggu I dan minggu ke II dilakukan pengukuran MDA. Pada
akhir penilaian setelah diambil darahnya tikus didekapitasi.
Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah jumlah vakuola sel
pankreas yang mengalami vakuolisasi dan penurunan kadar MDA yang
semuanya merupakan data berskala ratio. Analisa dilakukan dengan One
Way Anova bila terjadi perbedaan dilanjutkan dengan Post Hoc Tukey test.
Dalam penelitian ini mengalami kesulitan untuk mengukur
kemampuan masing bahan yang dicampur ( madu, jintan hitam, propolis dan
royal jeli. Kesulitan yang lain mengukur pakan yang dimakan dan cairan
9

yang diminum oleh hewan coba selama perlakuan dalam penelitian. Untuk
mengatasi permasalahan itu perlu kita dapatkan bahan campuran yang
digunakan selama perlakuan untuk mengetahui efek antioksidan terhadap
perbaikkan sel pankreas dan kadar MDA. Kemudian pakan dan minum
diukur sebelum diberikan dan sisanya tiap akan diberi pakan dan minum
yang baru.
3. Hasil dan Pembahasan
A. Hasil
Hasil pengukuran kadar gula darah (KGD) dapat dilihat di tabel 1 di
bawah ini:
Tabel 1. Rerata kadar gula darah tikus putih sebelum dan sesudah diinduksi
streptozotocin

Kelompok perlakuan Kadar gula darah (mg/dl)
pada hari ke
0 3
Tikus tidak DM diberi air masak 77.52 1.3 78.16 1.88
Tikus DM diberi air masak 89.04 5.68 236.37 9.7
Tikus DM diberi metformin 9mg/200gBB 91.38 6.85 238.6 9.33
Tikus DM diberi campuran0,6ml/200gBB 77.31 4.78 232.28 11.53
Tikus DM diberi campuran 1,2ml/200gBB 83.68 2.93 231.86 12.06
Tikus DM diberi campuran 2,4ml/200gBB 94.15 3.76 236.21 13.35


Hasil pengukuran KGD pada hari ke-0 hewan coba belum diinduksi
dengan streptozotocin (STZ) menunjukkan tiap kelompok tidak berbeda
variasinya dan antar kelompok juga tidak ada perbedaan. Kadar gula darah
semua hewan coba dalam keaadaan normal terletak antara 50 135 mg/dl
6

atau dapat dikatakan dalam kondisi sama tidak DM. Pada hewan coba yang
10

diinduksi dengan STZ menunjukkan KGD lebih besar dari 200 mg / dl berarti
tikus yang diinduksi secara peritonial mengalami DM. Ini digunakkan
sebagai pedoman mulai diberi perlakuan dengan bahan uji baik metformin
(sebagai control positif) maupun campuran madu 40%, jintan hitam 30%,
propolis 20% dan royal jeli 10% (sebagai perlakuan).

Kadar gula darah pada hari ke-0 masih dalam keadaan normal karena
belum diinduksi dengan STZ, namun setelah hari ke-3 diinduksi KGD tikus
dalam keaadaan DM dengan kadar lebih 200 mg / dl. Menurut
8
STZ secara
khusus akan merusak sel pankreas sehinggan produksi insulinnya
menurun. Kadar gula darah tinggi disebabkan oleh destruksi sel pankreas
sehingga produksi insulin menurun. Setelah hiperglikemia menjadi nyata,
fungsi sel semakin buruk, sekresi insulin yang dipicu glukosa
kerusakannya menjadi lebih parah dan degranulasi sel menjadi jelas yang
disertai dengan penurunan jumlah massa sel . Hiperglikemia kronis akan
merusak fungsi sel pada tingkat sintesis insulin hingga sekresi insulin
berkurang
7
Selain itu ROS berperan pada patogenesis DM dan mempunyai
kemampuan mengoksidasi dan merusak DNA, protein serta karbohidrat
9
.
Kadar MDA pada hari ke-0, 3, 10 dan 17 dapat dilihat pada tabel 2 di
bawah ini :
Tabel 2. Rerata kadar MDA pada hari ke 0, 3,10 dan 17

Kelompok Kadar MDA (mean SD pada hari ke-
0 3 10 17
Tikus tidak DM diberi air masak (K1) 1.35 0.14 1.32 0.18 1.46 0.13 1.63 0.19
11

Penurunan Kadar MDA dari hari ke-3 ke hari ke-17 dapat dilihat
pada tabel 3.
Tabel 13. Rerata (delta) Kadar MDA dari hari ke-3 ke hari ke-17
Kelompok Mean SD

Tikus tidak DM diberi air masak (K1) 0.32 0.31
Tikus DM diberi air masak (K2) 4.74 0.85
Tikus DM diberi metformin 9mg/200gBB(K3) -11.67 0.5
Tikus DM diberi campuran 0,6ml/200gBB(K4) -6.66 1.01
Tikus DM diberi campuran 1,2ml/200gBB(K5) -8.63 0.46
Tikus DM diberi campuran 2,4ml/200gBB(K6) -10.93 0.96

Kadar MDA mulai turun setelah hari ke-3 sampai hari ke-17 , maka
perbedaan () penurunan ini akan dianalisa dilihat dengan One Way Anova
bila ada perbedaan akan dilanjutkan pemeriksaan Post Hoc Tukey test untuk
mengetahui perbedaan () penurunan antar kelompok. Hasil analisa
stastistik menunjukkan bahwa secara One Way Anova ada perbedaan
dengan nilai p< 0,05 ( p = 0,000). Sedangkan hasil analisa statistik Post Hoc
Tukey test menunjukkan bahwa penurunan kadar MDA dari hari ke-3 sampai
hari ke-17 antara kelompok tikus DM yang diberi campuran 0,6 dan 1,2 ml /
200g BB (K4 dan K5) ada perbedaan lebih kecil dibanding dengan tiku yang
diberi metformin 9 mg /200g BB. Sedang kelompok tikus DM yang diberi
Tikus DM diberi air masak (K2)
1.25 0.17 12.92 0.70 15.23 0.62 17.65 0.19
Tikus DM diberi metformin 9mg/200gBB (K3)
1.35 0.18 12.82 0.63 2.90 0.38 1.15 0.17
Tikus DM diberi campuran 0,6ml/200gBB (K4) 1.09 0.17 12.68 0.63 9.45 0.30 6.02 0.49
Tikus DM diberi campuran 1,2ml/200gBB (K5) 1.27 0.23 12.72 0,57 6.82 0.45 4.09 0.34
Tikus DM diberi campuran 2,4ml/200gBB (K6) 1.20 0,15 12.85 0.74 4.62 0.37 1.92 0.40
12

campuran 2,4 ml /200g BB (K6) tidak ada perbedaan dengan kadar MDA
tikus DM yang diberi metformin 9 mg / 200g BB (K3).
Jumlah vakuola sel pankreas pada hari ke-17 dapat pada tabel 3
dibawah ini
Tabel 3. Rerata jumlah vakuola sel pankreas pada hari ke 17
Jumlah vakuola
Kelompok mean SD
Tikus tdk DM diberi air masak (K1)
Tikus DM diberi air masak (K2)
Tikus DM diberi Metformin 9mg/200gBB (K3)
Tikus DM diberi Campuran 0,6ml/200gBB (K4)
Tikus DM diberi Campuran 1,2ml/200gBB (K5)
Tikus DM diberi Campuran 2,4ml/200gBB (K6)

15 8
168 23
116 20
65 16
112 12
97 26
Dari hasil perhitungan jumlah vakuola sel pankreas dapat dilihat
pada keompok tikus tidak DM diberi air masak jumlah vakuolanya paling
kecil, kemudian berturut-turut disusul kelompok tikus DM yang diberi
campuran 0,6 ml / 200g BB sebanya 65 sel , kelompok tikus DM yang diberi
campuran 2,4 ml / 200g BB sebanyak 97 sel, kelompok tikus DM yang
diberi campuran 1,2 ml / 200g BB sebanyak 112 sel, kelompok tikus DM
yang diberi metformin 9mg / 200g BB sebanyak 116 sel, dan yang paling
banyak pada kelompok tikus DM diberi air masak sebanyak 168 sel.
Hasil vakuolisasi sel pankreas dianalisis dengan statistik homogenity
varians dengan nilai tidak signifikan p = 0,348 (p> 0,05). Ini menunjukkan
tiap kelompok tidak mempunyai perbedaan variasi. Analisa dilanjutkan
13

dengan one-way ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan p <
0,05 (p = 0), kemudian dilanjutkan dengan Post Hoc Tukey analysis. Dari
hasil analisis tersebut menunjukkan, bahwa jumlah vakuola sel pankreas
tikus DM yang diberi campuran 1,2 dan 2,4 ml / 200 g BB tidak berbeda
dengan tikus DM yang diberi metformin 9 mg / 200 g BB p> 0,05 (0,999
dan 0486). Sedangkan jumlah vakuola sel pankreas tikus DM yang diberi
campuran 0,6 ml / 200 g BB berbeda lebih sedih sedikit disbanding dengan
tikus DM yang diberi metformin 9 mg / 200 g BB p < 0,05 ( p = 0,00).

B. Pembahasan
Pada penelitian ini menggunakan campuran madu 40%, jintan hitam
30%, propolis 20% dan royal jeli 10% merupakan campuran yang
mengandung antioksidan
10
. Pengaruh antioksidan untuk melawan kerusakan
akibat peningkatan reactive oxygen species (ROS) telah dibuktikan pada
penelitian sebelumnya. Menurut
10
melaporkan bahwa pemberian vitamin E
secara oral mempunyai efek baik terhadap gangguan metabolisme lipid pada
diabetes walaupun pada keadaan diabetes ringan dapat menyebabkan
gangguan metabolisme karbohidrat.
Seorang peneliti
11
menyatakan bahwa flavonoid berperan sebagai
antioksidan dengan cara menginduksi aktifitas enzim nitrit oksida synthase.
Senyawa nitrit oksida diproduksi oleh berbagai jenis sel, termasuk sel
endotel dan makrofag yang dikatalisis oleh enzim nitrit oksida synthase.
Fungsi senyawa nitrit oksida ini berperan dalam mempertahankan
14

vasodilatasi sel dan senyawa ini diketahui mudah sekali bereaksi dengan
radikal bebas. Sehingga dengan bereaksinya nitrit oksida dengan radikal
bebas akan menyebabkan tingginya kadar peroksi nitrit sehingga akibat
lebih jauh dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada membran sel yang
tidak dapat dipulihkan (irreversible). Komponen flavonoid yang tinggi di
dalam tubuh akan menangkap radikal bebas, sehingga radikal bebas tidak
sempat bereaksi dengan nitrit oksida .Dengan berperannya fungsi flavonoid
dalam menangkap radikal bebas, maka tidak akan terjadi kerusakan
membran sel secara berlebihan.
Flavonoid berperan sebagai penangkap radikal bebas yang potensial
khususnya dalam melindungi sel dari stres oksidatif
12
. Ebadi (2002)
Mekanisme lain menurut
13
Alvarez et al. (2004) mengemukakan bahwa
senyawa aktif dengan kemampuan antioksidan dan penangkap radikal bebas
dapat membantu regenerasi sel beta dan melindungi sel islet pankreas dari
efek sitotoksik aloksan.
Menurut
14
Lawrence ( 2006) Metformin yang merupakan golongan
biguanide insulin-sensitizing agent telah terbukti memiliki potensi sebagai
anti-oksidan. Pada model tikus yang insulin resistance, metformin telah
terbukti mengurangi peroksidasi lipid dan meningkatkan kadar superoxide
dismutase eritrosit dan glutathione plasma. Metformin juga memperbaiki
disfungsi endotel arteri brachialis dan insulin resistance pada penderita
diabetes tipe-2, suatu keuntungan yang terlepas dari kemampuan efek
hipoglikemik.
15

Hasil tersebut sesuai dengan peneliti sebelumnya yang
mengemukakan sebagai berikut. Diantara campuran yang digunakan
penelitian madu, propolis dan royal jeli merupakan produk lebah madu.
Madu merupakan produk utama yang dihasilkan pada lebah madu
15
(Krell,
1996; Cantarelli et al., 2008). Madu mempunyai aktivitas antioksidan,
antibakteri, antitumor, antiinflamasi, mempunyai aktivitas antiviral
16

(Martos et al., 2008) dan sistem imun (Fukuda et al., 2008). Madu memiliki
aktivitas antimikrobia
17
(Boukraa, 2008; Krell, 1996). Karena aktivitas
antimikrobia maka madu dapat membantu dalam proses penyembuhan luka
18
(Stephen et al., 2009). Sebagian besar komposisi madu adalah gula,
sehingga madu mempunyai aktivitas antioksidan yang rendah
10
Madu
memiliki efek grayanotoksin yang dapat meningkatkan sekresi insulin oleh
pancreas
17
(Oztazan et al., 2005).
Jintan hitam (N. sativa.L.) diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang
dapat menetralkan radikal bebas atau dengan kata lain dapat menurunkan
kerusakan sel sehingga jintan hitam dapat menurunkan jumlah vakuola sel
pankreas.
Dengan pemberian campuran pada tikus DM terjadi perbaikkan sel
pankreas dengan ditunjukkan sel yang masih rusak lebih sedikit bila
dibanding dengan sel pankreas pada tikus DM yang diberi metformin dan
air masak. Namun perbaikkan sel pankreas pada kelompok tikus DM yang
diberi campuran dalam pengamatan hari ke-17 belum bisa menyamai
dengan tikus tidak DM yang diberi air masak.
16

5. Kesimpulan dan saran
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Pemberian campuran madu 40%, jintan hitam 30%, propolis 20%
dan royal jeli 10% selama 14 hari dengan dosis 1,2 dan 2,4 ml / 200
g BB dapat menurunkan jumlah vakuola sel pankreas tikus Wistar
pasca paparan STZ yang tidak berbeda dengan pemberian metformin
(9 mg / 200g BB) dan dosis 0,6 ml / 200 g BB menurunkan lebih
banyak jumlah vakuola sel pankreas dibanding metformin (9 mg /
200g BB).
2. Pemberian campuran madu 40%, jintan hitam 30%, propolis 20%
dan royal jeli 10% selama 14 hari dengan dosis 0,6 dan 1,2 ml / 200
g BB dapat menurunkan kadar MDA pada tikus Wistar pasca
paparan STZ lebih kecil dibanding metformin (9 mg / 200 g BB) dan
dosis 2,4 dapat menurunkan kadar MDA yang tidak berbeda dengan
metformin (9 mg / 200 g BB).
Setelah melakukan penelitian penulis menyaran perlu diteliti lebih
lanjut mengenai kadar MDA pada tikus Wistar pasca paparan STZ dalam
pemberian secara tunggal.






17





DAFTAR PUSTAKA
1. Tjay, T. H., Kirana, R. 2007. Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan, dan Efek
Sampingnya. Jakarta : Gramedia.

2. Wild, S., Roglic, G. and Green, A. 2004. Global preevalence of diabetes, estimates for
year 2000 and projetions 2003. Diabetes Care. 27 (5):510-314.

3. Evans, J.L., Goldfine, I.D., Maddux, B.A. and Grodsky, G.M. 2002. Oxidative stress and
stress-activated signaling pathways: a unifying hypothesis of type 2 diabetes. Endocrine
Review. 23 (5): 599-622.

4. Erejuwa, O.O., Siti, A.S., Mohd, S.A.W., Kuttulebbai, N.S.S., Salzihan, S. & Sunil, G.,
2010, Antioxidant Protective Effect of Glibenclamide and Metformin in Combination
with Honey in Pancreas of STZ- Induced Diabetic Rats. International Journal of
Molecular Sciences, ISSN 1422-0067.
5. Kanter, M., Meryem, A., Cevat, A., 2010. Protective Effects of The Volatile oil of
Nigella sativa seeds on -cell Damage in Streptozotocin-induced Diabetic Rats : A Light
and electron Microscopic Study. Journal of Molecular Histology, 10: 1-7.

6. Bankova, V.S., Castro, S.L., Arcuca, M. 2000. Propolis: Recent Advances in Chemistry
and Plant Origin. Apidologie 31 : 3-15

7. Kaneto, H., Yoshitaka, K., Jun-ichiri, M.,Taka-aki, M., Yoshio, F., Yutaka, U.,
Yuji, M., Toshiaki, H., Yoshimitsu, Y., Masatsugu, H., 1999. Beneficial Effect of
Antioxidants in Diabetes Possible Protection of Pancratic -Cells Against Glucose
Toxicity. Diabetes, 48 Desember: 2398-2406.

8. Rossini, A.A. Liket, A.A. Chick, W.L. Appelt, M. C., 1977. Studies of streptozotocin-
induced insulitis and diabetes (pancreatic beta cells/islets of Langerhans/alloxan
diabetes/type C virus induction/cell-mediated reaction) Proc. NatI. Acad. Sci. USA Vol.
74, No. 6: 2485-2489

9. Sreemantula, S., Eswar, K.K., Vishnu, A.V. & Rajasekhar, J. (2005) Influence of
Antioxidant (L-Ascorbic Acid) on Tolbutamine Induced
Hypoglycaemia/Antihyperglycaemia in Normal and Diabetic Rats). BMC Endocrine
Disorders, 5 (2).

10. Martos,Y.,Ruiz,N.,Fernandez,L.& Perez, A., 2008. Functional Properties of Honey,
18

Propolis, and Royal Jelly. J. Of Food Science, 73 (9): 913 920.

11. Winasri, H., (2005). Isoflavon sebagai Sumber, Sifat dan Manfaatnya pada Penyakit
Degeneratif, Yogyakarta. Gadjah Mada University.

12. Ebadi, M. (2002). Pharmacodynamic Basic of Herbal Medicine. USA : CRC Press UC.
In.

13. Lawrence.G. S. 2006. Implikasi Klinis disfungsi endotel dan radikal bebas. Fakultas
Kedokteran Universitas hasanudin, Makasar.

14. Krell, R. 1996. Value-added products from beekeeping Food and Agriculture
Organization of the United Nations Rome. Agric Serv Bull 124: 1-5

15. Boukraa, L. 2008, Additive Activity of Royal Jelly and Honey Against Pseudomonas
aeruginosa. Alternative Medicine Review, 13 (4): 330-333.

16. Stephen, C., Davis, B.S. & Robert, P., 2009. Cosmeceuticals and Natural Products:
Wound Healing. Clinics in Dermatology, 27, pp. 502506.

17. Oztasan, N., Konca, A., Fatih, A., Fatma, G., Senol, D. 2005. Effect of Mad honey on
Blood Glukose and Lipid levels in Rats With Streptozotocin Induced Diabetes.
Turki Journal Veterinary Animal Science, 29: 1093- 1096