Anda di halaman 1dari 14

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
RANCANGAN SEKOLAH DARURAT (SADAR)
UNTUK PENANGANAN ANAK-ANAK KORBAN BENCANA ALAM
JENIS KEGIATAN:
PKM-GT
Diusulkan oleh:
Wisnu Darmaji
Unggul Wicaksono S
Rahmat Sugiarto
Evan Huda Saputra
Daud Fajar Muttaqin

A01101515
A01101498
A01101501
A01101517
A01101528

2011
2011
2011
2011
2011

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH


GOMBONG
2013

HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan
2. Bidang Kegiatan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas/Institut/Politeknik
e. Alamat Rumah dan No Tel
f. Alamat email
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
b. NID
c. Alamat rumah dan No Telp

: Rancangan Sekolah Darurat (SADAR) untuk


Penanganan Trauma pada Anak-anak Korban
Bencana Alam
: ( ) PKM-AI
() PKM-GT
:
: Wisnu Darmaji
: A01101515
: D3 Keperawatan
: STIKES Muhammadiyah Gombong
: Jalan Karang Bolong , Desa Semondo, Kecamatan
Gombong, Kab. Kebumen. 087837580441
: wisnudarmaji87@gmail.com
: 4 Orang
:
:
:
:
Gombong, 7 Oktober 2013

Ketua Prodi D3 Keperawatan

(Sawiji Anami, S.Kep.Ns )


NIDN
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan

(Dyah Astutiningrum, S.Kep.Ns)


NIDN

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Wisnu Darmaji)
NIM.A01101515
Dosen Pendamping

)
NIDN

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam penulis sampaikan kehadirat Allah Subhanahu Wataala, karena
berkat kemurahanNya makalah PKM-GT ini dapat diselesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam
makalah ini penulis membahas Rancangan Sekolah Darurat untuk Penanganan Trauma pada
Anak-anak Korban Bencana Alam, suatu solusi yang ditawarkan untuk usaha pemulihan trauma
yang dialami anak-anak korban bencana alam.
Makalah ini dibuat dalam rangka menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan untuk
diikutsertakan dalam program kreativitas mahasiswa gagasan tertulis.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya.
Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini
memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan
bagi kita semua.

Gombong, 7 Oktober 2013

Penulis

DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan..........................................................................................................ii
Kata Pengantar................................................................................................................iii
Daftar Isi..........................................................................................................................iv
Daftar Gambar..................................................................................................................v
Ringkasan.........................................................................................................................1
Pendahuluan......................................................................................................................2
Tujuan dan Manfaat..........................................................................................................3
Gagasan............................................................................................................................3
Kesimpulan.......................................................................................................................5
Daftar Pustaka...................................................................................................................6
Riwayat Kehidupan..........................................................................................................7

DAFTAR ISI
Gambar 1.Tahapan Penanganan Trauma dengan Metode SaDar......................................4
Gambar 2. Tiga Komponen Potensi pada Diri Manusia...................................................5

RANCANGAN SEKOLAH DARURAT (SADAR) UNTUK PENANGANAN


TRAUMA PADA ANAK-ANAK KORBAN BENCANA ALAM
RINGKASAN
Kurangnya perhatian pada penanganan anak-anak korban bencana alam, khususnya upaya
pemulihan trauma, di setiap bencana alam yang terjadi di Indonesia merupakan masalah yang
belum ditangani secara serius dan efektif. Padahal trauma dapat menyebabkan masalah besar
dalam kehidupan anak tersebut pascabencana alam yang bisa berdampak hilangnya masa depan
mereka. Melalui kajian pustaka, sebuah gagasan membentuk Sekolah Darurat muncul sebagai
solusi permasalahan di atas. Sekolah Darurat (SaDar) terpadu dengan metode penanganan
berdasarkan kebutuhan korban dan pemulihan tiga aspek penting dalam diri anak, yaitu
emosional, intelektual, dan spiritual diharapkan mampu memulihkan kondisi anak-anak korban
bencana secara menyeluruh.
Sekolah Darurat diterapkan secara bertahap: pertama, identifikasi masalah dengan
mengumpulkan data-data di lapangan; kedua, spesifikasi masalah berdasarkan data-data yang
telah diambil, sehingga terbentuk kelompok-kelompok yang digolongkan berdasarkan tingkat
trauma, permasalahan, dan kepribadian korban, dan kategori lain yang dianggap penting; ketiga,
pemecahan masalah dengan mencari solusi yang tepat terhadap penanganan masing-masing
kelompok. Setelah terbentuk kelompok-kelompok dengan metode penanganan masing-masing,
maka sekolah dapat dimulai. Lamanya waktu pelaksanaan program ini disesuaikan dengan
tingkat perkembangan korban dan mengacu pada evaluasi yang dilakukan.
Program SaDar (Sekolah Darurat) dirancang untuk menjawab permasalahan penanganan
trauma pada korban anak-anak bencana alam. Diharapkan dengan metode penanganan yang
memiliki sistem bertahap, berkelanjutan, dan memperhatikan semua aspek dalam diri anak, yaitu
fisik, emosional, dan intelektual, SaDar diharapkan mampu menyembuhkan luka trauma secara
permanen dan memulihkan kondisi,anak,,serta,meningkatkan,kualitas,hidup,anak.

BAGIAN INTI
PENDAHULUAN
Pasca gempa berkekuatan mencapai 7,6 SR yang mengguncang wilayah Sumatera Barat
pertengahan tahun 2009, tidak saja menyebabkan banyak korban jiwa ataupun menimbulkan
kerusakan atas ratusan rumah dan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan trauma yang luar biasa,
terutama trauma pada perempuan dan anak-anak. [1].
Kejadian luar biasa yang dialami seseorang dan tidak mampu diantisipasinyaseperti
bencana alamdapat menyebabkan terganggunya kejiwaan orang tersebut. Gempa dipastikan
akan berdampak pada psikologis anak-anak, atau biasa disebut dengan Post Traumatic Stress
Disorder (PTSD) dan dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas mental sebagai dampak
traumatis kejadian tersebut.
Anak-anak Indonesia merupakan aset negara, generasi penerus bangsa, Oleh karena itu
perlindungan anak perlu menjadi perhatian khusus. Namun, dalam setiap bencana alam yang
terjadi, anak-anak selalu menjadi korban utama yang cenderung dinomorduakan penanganannya.
Padahal, penanganan korban anak bencana itu seharusnya diprioritaskan di samping konsentrasi
pada evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan yang fundamental, seperti bahan makanan, obatobatan, dan lain-lain [2].
Berbagai faktor kendala perlindungan anak dalam penanganan bencana alam di Indonesia
antara lain:

Belum adanya Undang-Undang tentang penanggulangan bencana.

Belum ada rumusan kebijakan tentang perlindungan khusus bagi anak dalam situasi
darurat, seperti bencana alam.

Penanganan bencana selama ini masih terpusat pada tahap penyelamatan korban, dan
belum menyentuh pada pemulihan hak korban anak bencana.

Terbatasnya pengetahuan orang tua dan masyarakat tentang perlindungan anak khususnya
dalam situasi bencana.

Terbatasnya sumber daya bagi perlindungan korban anak bencana.

Koordinasi dan kerjasama antara lembaga belum efektif dalam upaya perlindungan
terhadap korban anak bencana.

Sejalan dengan itu Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 pada Bab 12 menyatakan, salah
satu kegiatan pokok Program Peningkatan Kesejahteraan dan Perlindungan Anak adalah
Pengembangan Mekanisme Perlindungan bagi Anak dalam Kondisi Khusus, seperti bencana
alam dan sosial (termasuk konflik)[3][4].
Perlindungan korban anak-anak bencana alam tidak hanya terkait dengan penyembuhan
fisik, tetapi yang tidak kalah penting adalah penanganan luka trauma akibat bencana. Karena
pada umumnya anak-anak lebih rentan mendapat trauma yang berkepanjangan dibandingkan
orang dewasa, sehingga terjadi penurunan kualitas mental yang berimbas pada penurunan
kualitas hidup. Oleh karena itu penanganan trauma (traumatic healing) patut menjadi focus.
Berlandaskan alasan pentingnya penanganan traumatic (traumatic healing) pada anak, maka
pengusul memunculkan sebuah gagasan berupa program pendidikan yang komprehensif,
menangani permasalahan emosional, intelektual, dan spiritual bagi anak-anak korban bencana
alam. Gagasan ini diberi nama Sekolah Darurat (SaDar).
Tujuan dan manfaat
Program Sekolah darurat ditujukan untuk memberikan panduan kepada rekan-rekan
mahasiswa yang terjun langsung menangani korban bencana, khususnya menangani anak-anak,
agar dapat melakukan tindakan yang tepat sesuai dengan perkembangan kepribadian dan tingkat
traumatis anak. Pembentukan sekolah darurat dengan kurikulum yang terstruktur, disertai
pengamatan perkembangan anak-anak korban bencana alam ini diharapkan mampu
menghilangkan trauma dan memulihkan kondisi anak serta meningkatkan kualitas diri mereka.

GAGASAN
Selama ini banyak relawan dari kalangan mahasiswa yang terjun langsung membantu
korban bencana alam. Mereka juga turut andil dalam penanganan masalah trauma pada korban
anak-anak. Namun penanganan trauma pada anak yang selama ini dilakukan dinilai kurang
efektif, karena tidak berdasarkan sumber masalahnya. Usaha yang dilakukan hanya sekedar
menghibur anak-anak dengan kegiatan yang spontanitas dan seadanya, seperti bermain dan
kegiatan seni agar anak-anak lupa akan masalahnya (pengalihan sementara). Kegiatan-kegiatan

tersebut tidak bertujuan untuk menghilangkan trauma secara permanen. Selain itu, kegiatankegiatan tersebut biasanya hanya berlangsung beberapa minggu paska bencana, dan kurang
ditindak lanjuti perkembangannya. Hal di atas terjadi karena sebagian besar relawan kurang
memahami psikologi anak. Sehingga penanganan dampak traumatis pada anak-anak kurang
terstruktur.
Dalam hal ini pemerintah sudah mengatur penanganan anak-anak korban bencana alam
dalam bentuk undang-undang. Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
mengamanatkan dalam beberapa pasal, sebagai berikut: Pertama, pada pasal 59, diamanatkan
bahwa pemerintah dan lembaga negara lainnya, berkewajiban dan bertanggungjawab untuk
memberikan perlindungan khusus kepada anak dalam situasi darurat. Kedua, pada pasal 60
dinyatakan antara lain bahwa anak dalam situasi darurat adalah anak korban bencana alam.
Ketiga, pada pasal 62 dinyatakan bahwa perlindungan khusus tersebut dilaksanakan melalui:

Pemenuhan kebutuhan dasar yang terdiri atas pangan, sandang, pemukiman, pendidikan,
kesehatan, belajar dan berekreasi, jaminan keamanan, dan persamaan perlakuan; dan

Pemenuhan kebutuhan khusus bagi anak yang menyandang cacat dan anak yang
mengalami gangguan psikososial.
Permasalahan penanganan anak korban bencana alam ini dijawab dengan menggunakan

program SaDar. Program SaDar memiliki beberapa tahapan dalam menangani trauma pada anakanak korban bencana alam.

Gambar 1. Tahapan penanganan trauma dengan metode SaDar

Tahap pertama dalam program sadar ini adalah identifikasi masalah, yaitu mengumpulkan
data korban anak-anak yang meliputi usia, jenis kelamin, kondisi fisik, dan kondisi keluarganya
melalui survei lapangan.
Tahap kedua dilakukan spesifikasi masalah. Setelah data terkumpul maka anak-anak
korban bencana alam dikelompokkan.
Setelah identifikasi dan spesifikasi masalah, tahap ketiga adalah penanganan trauma
disesuaikan dengan permasalahan yang dimiliki anak. Penanganan ini memiliki tiga titik poin
dalam pencarian solusi masalah trauma, yaitu fisik, mental, intelektual. Karena ketiga titik poin
tersebut merupakan prinsip keseimbangan dalam hidup manusia. Dengan pemulihan fisik
diharapkan korban mampu menerima pembinaan dan penanganan tahap selanjutnya.
SaDar merupakan suatu sistem terpadu untuk pemulihan trauma pada korban anak-anak
bencana alam Sistem ini meliputi tiga aspek potensi dalam diri anak, yaitu aspek fisik,
emosional, dan intelektual.

Gambar 2. Tiga komponen potensi pada diri manusia


Anak yang sudah mengenyam pendidikan, biasanya mudah melupakan traumanya
melalui berbagai permainan olah fisik ataupun memancing pemikiran-pemikiran sederhana,
metode bermain seperti metode tebak-tebakan, sulap ataupun olah kreasi dari bahan sekitar.
Sedangkan anak-anak balita akan lebih menyukai bermain mobil-mobilan yang tinggal pakaiagak rusak pun tak mengapa, bermain pembayangan, asal gambar dan pantomim yang lucu-lucu

serta sekedar mendengar dongeng lucu tentang binatang ataupun tumbuhan serta kehidupan yang
belum pernah mereka lihat.
Menyadari kekayaan metode dalam menghilangkan trauma, relawan LIPI Community
Preparedness, BEM-UBH dan Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI), memulai upaya trauma
healing mereka dengan menggunakan seni dan bermain, sekaligus memberikan pendidikan
mitigasi bencana.
Untuk mengatasi persoalan traumatis akibat bencana, anak-anak korban bencana alam
seperti gempa bumi perlu mendapatkan pembelajaran dan pendidikan khusus. Salah satunya
melalui permainan yang memenuhi kebutuhan emosi yang stabil dan komunikasi yang hangat
antara keluarga dan anak-anak korban bencana alam.

KESIMPULAN
Program SaDar dirancang untuk menjawab permasalahan penanganan trauma pada
korban anak-anak bencana alam. Diharapkan dengan metode penanganan yang memiliki sistem
bertahap, berkelanjutan, dan memperhatikan semua aspek dalam diri anak, yaitu fisik, emosional,
dan intelektual, SaDar mampu menyembuhkan luka trauma secara permanen dan memulihkan
kondisi anak, serta meningkatkan kualitas hidup anak.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Indrawadi.2009. TRAUMA HEALING : Mengobati Trauma Anak Korban
Bencana dengan Seni. (online). www.antara.co.id/berita/1259692618/
...........traumatic-healing-pascagempa-sumbar-tetap-dilanjutkan [7 Oktober 2013]

[2] Romli,Mohammad.2006.Memulihkan Hak Anak Korban Bencana.


(online) http://www.freelists.org/post/ppi/ppiindia-Memulihkan-HakAnak-...........Korban-Bencana [6 Oktober 2013]
[3] Admin. Trauma Healing: Mengobati Trauma Anak Korban Bencana dengan Seni. (Online).
http://bunghatta.ac.id/berita/219/trauma-healing-mengobati-trauma-anak-anak-korbanb.htm. [ 7 Oktober 2013]
[4] Peraturan Presiden nomor 7 tahun 2005

Daftar Riwayat Hidup


1. Nama
NIM
Alamat
Tempat, tanggal lahir
No. HP
Email
Perguruan tinggi
Jurusan
2. Nama

: Wisnu Darmaji
: A01101515
: Jalan Karang Bolong, Desa Semondo 01/III, Kec. Gombong
Kab.Kebumen
: Kebumen, 28 Juni 1993
: 087837580441
: wisnudarmaji87@gmail.com
: STIKes Muhammadiyah Gombong
: D3 Keperawatan
: Evan Huda Saputra

NIM

: A01101517

Tempat,Tanggal Lahir

: Bantul, 26 Agustus 1991

Alamat Tempat Tinggal

: Semanding Rt 03/VII,Kec. Gombong,Kab. Kebumen

No. HP

: 085227801448

Email

: Evan_hudasaputra@yahoo.com

Perguruan Tinggi

: STIKes Muhammadiyah Gombong

Jurusan

: D3 keperawatan

3. Nama

: Unggul Wicaksono Sejati

NIM

: A01101498

Alamat

: Pangen Rejo Rt 01/V Kec. Purworejo Kab. Purworejo

Tempat, tanggal lahir

: Purworejo, 24 Desember 1992

No. HP

: 087732860737

Email

: unggul_sejati@yahoo.co.id

Perguruan tinggi

: STIKes Muhammadiyah Gombong

Jurusan

: D3 Keperawatan

4. Nama

: Rahmat Sugiarto

NIM

: A01101501

Alamat

: Purwodadi Rt 02/III Kec. Tambak Kab.Banyumas

Tempat, tanggal lahir

: Banyumas, 05 Februari 1993

No. HP

: 085643921938

Email

: rezzu_vai@yahoo.co.id

Perguruan tinggi

: STIKes Muhammadiyah Gombong

Jurusan

: D3 Keperawatan

5. Nama

: Daud Fajar Muttaqin

NIM

: A01101528

Alamat

: Semondo Rt 02/III Kec. Gombong Kab. Kebumen

Tempat, tanggal lahir

: Kebumen,

No. HP

: 08983795665

Email

: daud.fm@gmail.com

Perguruan tinggi

: STIKes Muhammadiyah Gombong

Jurusan

: D3 Keperawatan