Anda di halaman 1dari 2

BAB I

1.1 Pendahuluan
Biopsi berasal dari kata : bios artinya hidup dan opsis artinya melihat, jadi biopsi
adalah mengambil sepotong jaringan yang masih dalam keadaan hidup dan memeriksa
secara mikroskopis. Kata biopsi diperkenalkan pertama kali pada tahun 1879 oleh ahli
penyakit kulit Perancis yang bernama Ernest Henri Besneier. Tujuan utama melakukan
biopsi adalah untuk menegakkan diagnosis pasti suatu lesi khusus yang dicurigai sebagai
suatu keaganasan, untuk mengevaluasi perjalanan penyakit, konfirmasi data klinis dengan
keadaan histopatologi dan untuk pengobatan.
(1)

Salah satu metode dalam biopsi pada bidang teling hidung tenggorokan kepala dan
leher adalah biopsi aspirasi jarum halus atau Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) yaitu
suatu metode atau tindakan pengambilan sebagian jaringan tubuh manusia dengan suatu
alat aspirator berupa jarum suntik yang bertujuan untuk membantu diagnosis berbagai
penyakit tumor. Tindakan biopsi aspirasi ditujukan pada tumor yang letaknya superfisial
dan papable. Sedangkan untuk tumor pada organ dalam misalnya tumor pada paru, ginjal,
hati, limpa dan lain-lain dilakukan dengan bantuan CT scan.
(2,3)
Dengan metode FNAB diharapkan hasil pemeriksaan patologis seorang pasien dapat
segera ditegakkan sehingga pengobatan ataupun tindakan operatif tidak membutuhkan
waktu tunggu yang terlalu lama. Tindakan FNAB ini dapat dilakukan oleh seorang dokter
terlatih dan dapat dilakukan di ruang praktek sehingga ini sangat bermanfaat bagi pasien
rawat jalan. Untuk mendiagnosa limfoma maligna pada kelenjar getah bening,
ketepatannya tinggi pada lesi tumor yang derajat keganasannya high-grade. Bila
dilakukan pada jaringan hati ketepatan diagnosisnya 67-100%. Rata-rata 80% lesi
keganasan di jaringan hati dapat didiagnosis secara tepat sehingga sesuai dengan dugaan
adanya korelasi antara analisis sitologi dengan hasil pemeriksaan klinis yang baik.
Pada referat ini penulis menjelaskan tentang macam-macam biopsi terutama biopsi
aspirasi jarum halus pada bidang THT-KL dan juga menjelaskan indikasi, kontra indikasi
, dan komplikasi pada bidang THT-KL.
1. Hardy JD., Griffin JR., Rodriyeuz JA. 1959. Biopsy manual. Philadelphia &
London : WB Saunders Company: 2 27.
2. Boone J, Mullin DP. Biopsy, Fine Needle, Neck Mass. Available at:
http://emedicine.medscape.com/article/1520111-overview#a03. Accessed August 25
th

2012.
3. Johnson JT. Fine-Needle Aspiration of Neck Masses . Available at:
http://emedicine.medscape.com/article/1819862-overview. Accessed August 25
th
2012.