Anda di halaman 1dari 7

Proteksi Generator

1. ANSI 21G Distance Relay


Rele ini bekerja sebagai proteksi cadangan khususnya pada unit-unit generator.
Rele ini bisa berfungsi untuk mengamankan generator dan sistemnya. Pada rele
jarak, lokasi trafo arus menentukan arah sedangkan jarak ditentukan oleh trafo
tegangan. Oleh karena itu bila trafo arus yang digunakan pada kawat generator
maka proteksi cadangan rele jarak hanya bisa mengamankan generator atau
system saja, tergantung bagaimana trafo arus tersebut terhubung.

2. ANSI 24 Volt per Hertz
Relay ini mengukur besaran volt per Hertz. Tegangan imbas volt dalam suatu
kumparan adalah sebanding dengan kerapatan fluks dan frekwensi. Over fluks bisa
terjadi pada Tegangan normal tetapi frekwensi rendah. Hal semacam ini bisa terjadi
pada saat menstart generator dimana frekwensi masih rendah, karena putaran
Generator masih rendah, tetapi sudah ada arus penguat dari exciter. Kerapatan
fluks yang tinggi ini akan menimbulkan arus pusar yang tinggi sehingga timbul
pemanasan berlebihan dalam inti generator dan dalam inti trafo penaik tegangan.
Begitu pula dengan rugi histerisis yang menjadi makin tinggi apabila kerapatan fluks
magnetik tinggi, hal ini ikut menambah pemanasan inti stator.

3. ANSi 25 Rele Chek Synchro
Berfungsi sebagai pengaman Bantu generator untuk membantu persyaratan
sinkronisasi/parallel. Elemen rele check sinkronisasi pada umumnya terdiri dari tiga
pengecekan sebagai berikut :
Perbedaan sudut fasa
Tegangan
Perbedaan frekuensi
Setelan sudut fasa biasanya diset pada 200 sampai 450. Kalau beda sudut fasa
lebih dari sudut tersebut, maka proses reclose biasanya langsung dihalangi atau
dihentikan. Kemudian skema reclose akan menunggu peluang lain sampai beda
sudut berada pada nilai-nilai setelan di atas. Namun bila reclose gagal dalam waktu
tertentu biasanya dalam waktu 5 detik maka PMT akan di-lock-out.
Pengecekan tegangan dibuat untuk menghindari terjadinya reclose pada
berbagai keadaan yang dapat mengganggu. Terdapat beberapa cara yang berbeda-
beda yang dapat digunakan. Hal ini umumnya adalah tegangan kurang pada kedua
besaran yang diukur, tegangan diferensial atau kedua kondisi tersebut. Logic juga
digunakan untuk pengecekan beda frekuensi baik itu dengan menggunakan
pengukuran langsung ataupun dengan menggunakan timer hubungannya dengan
pengecekan sudut fasa.

4. ANSI 27 dan 59 Under Voltage Rele dan Over Voltage Rele
Rele tegangan lebih adalah rele yang bekerja untuk mendeteksi keadaan
tegangan lebih. Apabila tegangan yang dikenakan kepada rele lebih besar dari nilai
nominalnya (settingnya) dan berlangsung dalam waktu yang melampaui batas waktu
tertentu (lebih besar dari setting waktunya), maka rele tegangan lebih akan
beroperasi atau bekerja. Fungsi Relay overvoltage adalah untuk mengatasi adanya
tegangan lebih pada generator. Tegangan yang berlebih yang melampaui dari batas
maksimum yang diijinkan dapat menyebabkan kerusakan isolasi dari belitan stator
dan berakibat pada hubung singkat antara belitan. Sehingga penggunaan relay
overvoltage sangat diperlukan untuk pengaman gangguan fasa ke tanah stator
generator.
Demikian juga halnya dengan rele tegangan kurang, yaitu bahwa rele akan
beroperasi apabila tegangan yang dikenakkan kepadanya kurang dari nilai tertentu
(sesuai settingnya) dan berlangsung melampaui batas waktu tertentu (setting
waktunya) maka rele tegangan kurang akan beroperasi. Rele ini berfungsi
mencegah starting motor bila suplai tegangan turun. Jadi Apabila besaran tegangan
yang dideteksi Kurang dari batas harga penyetelan, maka rele akan memberikan
sinyal start pada timer untuk mulai menghitung waktu sesuai waktu tunda. Setelah
melampaui waktu tunda tersebut, rele akan memberikan sinyal trip (lampu indicator
U< menyala) dan PMT akan trip untuk mengisolasi gangguan yang terjadi dan Dapat
mencegah kerusakan pada peralatan listrik, terutama pada mesin listrik yang
bergerak. Tegangan lebih yang diizinkan pada beban nol adalah :
Generator Tranfo
105% terus-menerus 110% terus-menerus
110% 30 menit 115% 30 menit
115% 5 menit 120% 5 menit
125% 2 menit 130% 3 menit

5. ANSI 32 Directional Overpower Relay
Rele ini bekerja ketika generator yang masih terhubung ke jaringan system
tenaga listrik dan medan penguat masih bekerja, generator kehilangan penggerak
mula (prime-mover).

6. ANSI 40 - Loss of field Relay
Perangkat ini dapat mendeteksi ketika sistem eksitasi generator hilang. Proteksi
ini penting ketika generator sedang beroperasi secara paralel, meskipun tidak
dibutuhkan unit isolasi single. Sumber dari eksitasi untuk generator bisa secara
penuh ataupun sebagian (parsial) melalui peristiwa seperti trip tanpa disengaja dari
breaker, rangkaian medan terbuka, atau hilangnya suplai menuju sistem eksitasi.
Apapun penyebabnya hilangnya sistem eksitasi dapat menyebabkan masalah baik
bagi generator maupun sistem. Ketika generator kehilangan eksitasinya, generator
tersebut akan overspeed dan beroperasi sebagai sebuah generator induksi. Secara
kontinyu menyuplai beberapa daya ke sistem dan menerima eksitasi dari sistem
dalam bentuk VAR. Pada umumnya, kondisi terberat bagi generator dan sistem
adalah ketika generator kehilangan eksitasi ketika beroperasi pada beban penuh.
Untuk kondisi ini, arus pada stator dapat mencapai lebih dari 2 per unit. Karena
generator kehilangan sinkronisasi, level slip yang tinggi dapat terinduksi di rotor.
Level arus yang tinggi ini menyebabkan pemanasan lebih yang berbahaya bagi
kumparan stator dan rotor dalam waktu yang singkat.
7. ANSI 46 Negative sequence / unbalance
Proteksi terhadap tidak simetris/tidak seimbangnya beban atau arus setiap
phasa yang terdeteksi melalui pengukuran setiap phasa untuk arus urutan negatif.
Menggunakan 2 mode, yaitu :
Sensitiv Proteksi untuk mendeteksi gangguan pada dua phasa diujung
penghantar.
Pendeteksian kenaikan temepratur yang ditimbulkan karena supplay yang
tak seimbang, gangguan phasa atau hilangnya satu phasa dan tidak
seimbangnya arus antar phasa.

8. ANSI 50 dan 51 Instantaneous dan Invers Time Overcurrent Relay
Bila unit generator akan dihubungkan dengan system tenaga maka proteksi
arus gangguan fasa dapat dilakukan dengan menggunakan rele arus lebih
instantaneous (50) dan Invers Time (50)
9. ANSI 50N/51N - Ground-Fault Relay
Prinsip kerja GFR sama denga OCR (Over Current Relay) yaitu berdasarkan
pengukuran arus, dimana rele akan bekerja apabila merasakan arus diatas nilai
settingnya. GFR dirancang sebagai pengaman cadangan trafo jika terjadi gangguan
hubung singkat fasa terhadap tanah, baik dalam trafo (internal fault) maupun
gangguan eksternal (external fault). Setting arus GFR lebih kecil dari pada OCR,
karena nilai arus hubung singkatnya pun lebih kecil dari pada arus hubung singkat
fasa-fasa. Rele ini digunakan untuk mendeteksi gangguan fasa-tanah, sehingga
karakteristik waktu yang dipilih pun cenderung lebih lambat dari pada waktu OCR.
Pada GFR setting highset diblok, kecuali untuk tahanan 500 ohm di sisi sekunder
trafo
10. ANSI 51V - Time Overcurrent voltage-restrained relay
Rele ini bekerja sebagai rele proteksi terhadap gangguan tiga fasa. Rele ini
diberi tegangan dari trafo tegangan yang fungsinya untuk mencegah kerja rele
sebagai rele arus lebih sampai tegangan terminal generator turun ke tingkat tertentu.
Perangkat pengatur tegangan berfungsi untuk mencegah elemen arus lebih bekerja
sampai arus gangguan menurunkan tegangan generator ke harga terntu, yaitu
sampai kira-kira 80% dari harga nominalnya. Jadi perangkat ini merupakan
restraining tegangan yang akan mengubah setelan pick-up rele turun mengikuti
pengurangan tegangan generator. Kombinasi ini memungkinkan rele bekerja pada
kondisi tegangan rendah meskipun arus kurang dari arus beban makasimum. Inilah
prinsip yang digunakan mendeteksi arus gangguan tiga fasa yang bertahan hingga
tegangan turun ke harga 80% dari tegangan nominalnya.

11. ANSI 60 Voltage Balance Relay
Rele ini digunakan untuk menghindari kemungkinan terjadinya salah operasi
pada rele-rele lain yang juga membutuhkan masukan tegangan, seperti rele jarak
(21), reverse power (32), loss of field (40), negative-phase sequence (46), (89) atau
rele overcurrent baik voltage-restrained maupun voltage-controlled (51V) karena
adanya sekering VT yang putus. Sekering yang putus akan mengakibatkan adanya
perubahan yang signifikan pada tegangan yang terukur, sehingga rele-rele tadi akan
beroperasi di saat yang tidak diinginkan. Rele voltage-balance terhubung dengan
alarm, memutus regulator tegangan dari sistem, dan memblok kemungkinan salah
trip oleh rele proteksi yang kinerjanya dipengaruhi oleh perubahan tegangan. Rele
ini juga akan memastikan peralatan instrumentasi tetap mendapatkan suplai
meskipun ada sekering yang putus. Rele ini tidak memerlukan perhitungan tertentu
untuk pengaturannya, karena ia langsung beroperasi saat ada sekering VT yang
putus.
Jadi rele ini digunakan untuk mendeteksi hilangnya tegangan dari trafo
tegangan pengatur tegangan otomatis (AVR dan relay).

12. ANSI 64R dan 64S - Generator Earth Fault Relay
Rele dengan tipe MCSU ini adalah rele yang dapat digunakan untuk
mendeteksi arus gangguan tanah hingga 0.5% dari arus rated-nya. Dengan adanya
tunda waktu memungkinkan bagi rele untuk tetap stabil selama proses switching
maupun transien dan menyediakan cukup grading dengan sistem proteksi lainnya
pada level arus gangguan yang tinggi. Rele akan reset pada saat arus berada di
bawah level pickup yang diatur di atas arus residual maksimum. Rele dihubungkan
dengan sekunder CT yang bagian primernya dicatu dari PT di rangkaian
pentanahan generator. Setelah mendeteksi gangguan tanah, rele ini akan
menghidupkan alarm dan mengaktifkan generator/turbine lockout (86GT) bila
diperlukan.

13. ANSI 81H Overfrequency
Proteksi terhadap frekuensi tinggi yang dibandingkan dengan frekuensi
operasi normal yang dibutuhkan. Proteksi ini bermanfaat untuk memonitor gualitas
sebuah suplay power dan untuk peralatan yang memerlukan frekeunsi yang stabil.

14. ANSI 81L Underfrequency
Proteksi terhadap frekuensi rendah yang dibandingkan dengan frekuensi
operasi normal yang dibutuhkan. Proteksi ini bermanfaat untuk memonitor gualitas
sebuah suplay power dan untuk peralatan yang memerlukan frekeunsi yang stabil.

15. ANSI 86 Lockout Relay
Pabrik PMT biasanya menyatakan jumlah operasi maksimum yang diizinkan
sebelum memerlukan pemeliharaan. Terdapat beberapa skema control system yang
sekaligus melakukan fungsi perhitungan banyaknya trip yang sudah berlangsung.
Rele ini memberikan peringatan bila jumlah operasi PMT sudah mencapai jumlah
operasi maksimum sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Pada saat tersebut secara
otomatis PMT akan terkunci pada posisi terbuka secara permanen.

16. ANSI 87G Generator Differential Relay
Rele diferensial dapat mendeteksi gangguan fase ke fase pada stator. Selain
itu juga dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan satu fase ke tanah,
tergantung dari seberapa jauh titik gangguan dari terminal netral. Arus diferensial ke
tanah dibutuhkan untuk mendeteksi gangguan satu fase ke tanah yang terjadi di
dekat terminal netral (5% 10% dari ujung kumparan netral.
Differential Relay untuk melindungi generator dari gangguan akibat hubung
singkat (short circuit) antar fasa-fase atau fase ke tanah. Cara kerja relay differensial
adalah dengan cara membandingkan arus pada sisi primer dan sisi sekunder,
Dalam kondisi normal jumlah arus yang mengalir melalui peralatan listrik yang
diproteksi bersirkulasi melalui loop pada kedua sisi di daerah kerja. Jika terjadi
gangguan didalam daerah kerja relay differensial, maka arus dari kedua sisi akan
saling menjumlah dan relay akan memberi perintah kepada PMT/CB untuk
memutuskan arus.