Anda di halaman 1dari 3

Ir.

Basuki Tjahaja Purnama, MM (EYD: Basuki Cahaya Purnama, nama Tionghoa:


Zhng Wnxi / ) (lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966; umur 48 tahun),
atau paling dikenal dengan panggilan Hakka Ahok, adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta dari
15 Oktober 2012 yang mendampingi Gubernur Joko Widodo.
Sebelumnya Ahok merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-
2014 dari Partai Golkar namun mengundurkan diri pada 2012 setelah mencalonkan diri
sebagai wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pemilukada 2012.
[1]
Dia pernah pula menjabat
sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006. Ia merupakan etnis Tionghoa pertama
yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur, yang populer sebutan masyarakat setempat
dengan singkatan Kabupaten Beltim.
Pada tahun 2012, ia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI berpasangan dengan Joko
Widodo, wali kota Solo. Basuki juga merupakan kakak kandung dari Basuri Tjahaja
Purnama, Bupati Kabupaten Belitung Timur (Beltim) periode 2010-2015.
Dalam pemilihan gubernur Jakarta 2012, mereka memenangkan pemilu dengan presentase
53,82% suara. Pasangan ini dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
[2]

Pada tanggal 1 Juni 2014, karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mengambil cuti
panjang untuk menjadi calon presiden dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014,
Basuki Tjahaja Purnama resmi menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta.
[3]
Basuki adalah putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Zhong Kim Nam) dan
Buniarti Ningsing (Bun Nen Caw). Ia lahir di Belitung Timur, Bangka Belitung pada tanggal
29 Juni 1966.
[4]
Basuki memiliki tiga orang adik, yaitu Basuri Tjahaja Purnama (dokter PNS
dan Bupati di Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety (praktisi hukum), Harry Basuki (praktisi
dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan). Keluarganya adalah keturunan Tionghoa-
Indonesia dari suku Hakka (Kejia).
Masa kecil Basuki lebih banyak dihabiskan di Desa Gantung, Kecamatan Gantung,
Kabupaten Belitung Timur, hingga selesai menamatkan pendidikan sekolah menengah
tingkat pertama. Setamat dari sekolah menengah pertama, ia melanjutkan sekolahnya di
Jakarta. Sekalipun demikian, ia selalu berlibur ke kampung halaman.
Basuki menikah dengan Veronica, kelahiran Medan, Sumatera Utara, dan dikaruniai 3 orang
putra-putri bernama Nicholas Sean Purnama, Nathania, dan Daud Albeenner.
Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah atas, Basuki melanjutkan studinya di
jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar
Insinyur pada tahun 1990. Basuki menyelesaikan pendidikan magister pada Tahun 1994
dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.
[5]
Siapa Sebenarnya Ahok?*Basuki alias Ahok, dikenal warga Belitung sebagai sosok pejabat
yang ramah. Ahok selalu membuka lebar kaca jendela mobil dinas Nisan Teranonya dan
menyapa semua orang yang ditemui selama di perjalanan.*Ahok menjabat sebagai Bupati
Belitung Timur pada periode 2005-2010. Ahok kala itu maju diusung dua partai gurem, yakni
Partai Indonesia Baru dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Isu utama yang dia usung
adalah pendidikan dan kesehatan.

Di awal pemerintahannya, pemerintah Belitung Timur membebaskan biaya pendidikan sejak
sekolah dasar hingga sekolah menengah atas negeri. Belasan siswa berprestasi dikirim
melanjutkan belajar gratis ke Universitas Trisakti, Jakarta, dan Universitas Bangka-Belitung.
Setiap siswa itu disubsidi Rp 1 juta per bulan untuk yang di Jakarta, dan separuhnya untuk
Bangka.

Untuk menggarap dua program itu, Ahok menggunakan taktik dagang. Ia rela tawar-menawar
premi asuransi kesehatan dengan PT Askes. Hasilnya, pemerintah cukup membayar separuh
dari harga normal untuk menopang biaya kesehatan 50 ribu warganya. Adapun komisi dari
perusahaan itu ia pakai untuk tambahan dana puskesmas dan tunjangan dokter.

Ahok memotong biaya perjalanan dinasnya, dari Rp 1 miliar per tahun menjadi seperlimanya.
Pos yang sama untuk kepala dinas dikorting. Untuk perjalanan ke Jakarta, hanya dapat uang
tiket kapal, bukan pesawat.*
Selain menganggarkan porsi 40 persen untuk kesehatan dan pendidikan, pemilik nama asli
Zhong Wan Xie juga menyediakan dana untuk warga yang meninggal. Dengan syarat
membuat akta kematian, keluarga yang ditinggalkan mendapat santunan Rp 500 ribu. Subsidi
pembangunan rumah pun disediakan untuk keluarga tak mampu.

Dalam memimpin Belitung Timur, Ahok dikenal tegas. Menurut para pegawai di wilayah itu,
apabila mereka ketahuan kongkow pada jam kerja langsung mendapat sanksi, ditahan
kenaikan pangkatnya. Di sisi lain, Bupati memberi honor untuk para ketua RT Rp 300 ribu,
Ketua Dusun Rp 640 ribu, dan Kepala Desa Rp 2 juta per bulan. Baru satu setengah tahun
Ahok menjabat bupati, Tiga Pilar Kemitraan, sebuah kelompok yang dibentuk oleh
Masyarakat Transparansi Indonesia, Kadin, dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur
Negara, mendaulatnya sebagai satu di antara dua Tokoh Antikorupsi 2006. (2)Selain itu
majalah Tempo "mengganjarnya" sebagai salah satu dari sepuluh tokoh yang mengubah
Indonesia. (3)

Jelas bagi saya mengapa Ahok yang dipilih, Jokowi dan Ahok memiliki mind set yang sama
dalam memimpin suatu wilayah; Anti korupsi, penataan birokrasi pelayanan publik,
memanusiakan manusia dan mengangkat derajat hidup masyarakat. Mereka serius ingin
untuk menyelesaikan permasalahan di Jakarta, bukan untuk menang Pilkada semata. Karena
jika hanya ingin mendulang suara Dedi Mizwar tentu lebih ok bukan.