Anda di halaman 1dari 3

Difraksi

http://id.wikipedia.org/wiki/Difraksi
Difraksi iyalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan. Semakin
kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Hal ini bisa diterangkan oleh prinsip
Huygens. Pada animasi pada gambar sebelah kanan atas terlihat adanya pola gelap dan
terang, hal itu disebabkan wavelet-wavelet baru yang terbentuk di dalam celah sempit
tersebut saling berinterferensi satu sama lain.
prinsip Huyges
Prinsip Huygens menerangkan bahwa setiap muka gelombang dapat dianggap memproduksi
wavelet atau gelombang-gelombang baru dengan panjang gelombang yang sama dengan
panjang gelombang sebelumnya. Wavelet bisa diumpamakan gelombang yang ditimbulkan
oleh batu yang dijatuhkan ke dalam air.
Prinsip Huygens bisa dipakai untuk menerangkan terjadinya difraksi cahaya pada celah kecil
seperti yang terlihat pada gambar berikut ini. Pada saat melewati celah kecil, muka
gelombang akan menimbulkan wavelet baru yang jumlahnya tak terhingga sehingga
gelombang tidak mengalir lurus saja, tetapi menyebar.
prinsip Huyges
Difraksi cahaya diterangkangkan oleh prinsip
Huygens.
difraksi
Untuk menganalisa atau mensimulasikan pola-pola tersebut, dapat digunakan Transformasi
Fourier atau disebut juga dengan Fourier Optik.
Difraksi cahaya berturut-turut dipelajari antara lain oleh:
Isaac Newton dan Robert Hooke pada tahun 1660, sebagai inflexion dari partikel
cahaya yang sekarang dikenal sebagai cincin Newton.
[1]

Francesco Maria Grimaldi pada tahun 1665 dan didefinisikan sebagai hamburan fraksi
gelombang cahaya ke arah yang berbeda-beda. Istilah yang digunakan saat itu
mengambil bahasa Latin diffringere yang berarti to break into pieces.
[2][3][4]

James Gregory pada tahun 1673 dengan mengamati pola difraksi pada bulu burung
[5]

yang kemudian didefinisikan sebagai diffraction grating.
[6]

Thomas Young pada tahun 1803 dan sebagai fenomena interferensi gelombang
cahaya. Dari percobaan yang mengamati pola interferensi pada dua celah kecil yang
berdekatan,
[7]
Thomas Young menyimpulkan bahwa kedua celah tersebut lebih
merupakan dua sumber gelombang yang berbeda daripada partikel (en:corpuscles).
[8]

Augustin Jean Fresnel pada tahun 1815
[9]
dan tahun 1818
[10]
, dan menghasilkan
perhitungan matematis yang membenarkan teori gelombang cahaya yang
dikemukakan sebelumnya oleh Christiaan Huygens
[11]
pada tahun 1690 hingga teori
partikel Newton mendapatkan banyak sanggahan. Fresnel mendefinisikan difraksi
dari eksperimen celah ganda Young sebagai interferensi gelombang
[12]
dengan
persamaan:
m = dsin
dimana d adalah jarak antara dua sumber muka gelombang, adalah sudut yang dibentuk
antara fraksi muka gelombang urutan ke-m dengan sumbu normal muka gelombang fraksi
mula-mula yang mempunyai urutan maksimum m = 0.
[13]
. Difraksi Fresnel kemudian dikenal
sebagai near-field diffraction, yaitu difraksi yang terjadi dengan nilai m relatif kecil.
Richard C. MacLaurin pada tahun 1909, dalam monographnya yang berjudul
Light
[14]
, menjelaskan proses perambatan gelombang cahaya yang terjadi pada
difraksi Fresnel jika celah difraksi disoroti dengan sinar dari jarak jauh.
Joseph von Fraunhofer dengan mengamati bentuk gelombang difraksi yang perubahan
ukuran akibat jauhnya bidang pengamatan.
[15][16]
Difraksi Fraunhofer kemudian
dikenal sebagai far-field diffraction.
Francis Weston Sears pada tahun 1948 untuk menentukan pola difraksi dengan
menggunakan pendekatan matematis Fresnel
[17]
. Dari jarak tegak lurus antara celah
pada bidang halangan dan bidang pengamatan serta dengan mengetahui besaran
panjang gelombang sinar insiden, sejumlah area yang disebut zona Fresnel
(en:Fresnel zone) atau half-period elements dapat dihitung.
Difraksi Fresnel
Difraksi Fresnel adalah pola gelombang pada titik (x,y,z) dengan persamaan: