Anda di halaman 1dari 1

MATRIKS SINGULAR DAN TAK SINGULAR

Suatu matriks persegi A dikatakan singular apabila det(A) = 0, jika det (A) maka
dikatakan matriks yang tak singular. Matriks yang tak singular mempunyai invers, sedangkan
matriks singular tidak mempunyai invers.
Selain itu, singularitas suatu matriks segi A dapat juga ditentukan melalui pangkat/rank
suatu matriks. Pangkat/rank suatu matriks segi A yang dinotasikan p(A) atau r(A)
didefenisikan sebagai ordo terbesar anak matriks A yang determinannya tidak nol. Matriks
segi A dikatakan singular bila r(A) < n.
Contoh :
(



) dimana det (P) = 0, dan determinan dari anak matriknya
(


) , jadi matriks P berpangkat 2, ditulis r(P) = 2.
karena r(P) = 2 < n maka matriks P dikatakan matriks singular.

Menentukan pangkat/rank suatu matriks dapat juga ditentukan melaui serangkaian operasi
elementer, sebagaimana teorema berikut :
Teorema :
Pangkat matriks hasil serangkaian operasi dasar sama dengan pangkat matriks asal.
Contoh :
Gunakan operasi baris dasar untuk menentukan pangkat matriks A berikut :

(



)

(



)

(



)

(



)

Jadi r(A) = 2 < n, dan det (A) = 0. dengan demikian A adalah matriks singular.