Anda di halaman 1dari 10

Siapa yang bersama mereka ?

Namaku Lili.
Ini cerita yang dialami temanku.
Aku dan kedua temanku, Tita dan Zahra janjian nonton di bioskop. Tapi di hari H, tiba-tiba aku
gak enak badan. Jadi aku sms mereka berdua dan bilang aku gak jadi nonton. Trus si Zahra balas
sms. Dy bilang Gak pa2. Kami nonton berdua. Cepat sembuh ya
Lalu malamnya sekitar jam 9, aku udah merasa baikan dan sms si Tita. Aku bilang Sorry ya Ti,
aku gak bisa ikutan nonton. Gimana ceritanya seru ga?
Trus gak berapa lama kemudian si Tita nelpon aku.
Tita: Halo, Li? Kamu serius tadi gak datang nonton?
Tanya Tita dengan nada ketakutan.
Aku: Iya, kenapa Ti?
Tita: Tadi kamu ada di bioskop dan kita nonton bertiga!
Kata-kata Tita membuatku merinding. Nonton? Bertiga? Kok bisa? Kan aku di rumah karena
sakit
Aku: Bohong kamu Ti!
Kataku yang ketakutan.
Tita: Gak, kamu beneran ada di bioskop. Tanya aja si Zahra. Kamu tuh yang bohong, jelas-jelas
kamu ada di bioskop. Kamu datang kan Li?
Si Tita nanyanya kayak orang mau nangis gitu. Tapi aku sama sekali gak ke bioskop. Badan aja
baru enakan sekarang.
Aku: Gak Ti. Sumpah, aku gak pergi. Tanya aja ke ortu-ku kalo gak percaya.

Jadi kronologisnya, setelah dapat sms dari aku Si Tita dan Zahra boncengan naik motor yang
dikendarain Tita ke mall. Waktu sampe mereka pilih tiket yang mulai jam 02.30. Karena masih
setengah jam. Mereka makan dulu sebentar di KFC. Trus jam 02.30 mereka berdua balik lagi ke
bioskop. Nah, waktu film-nya udah jalan sekitar 10 menit aku masuk ke dalam bioskop itu dan
berdiri di samping Zahra. Trus si Zahra tanyain aku apa dah baikan. Trus si aku ngangguk
trus dia duduk di samping Zahra. Emang kata Zahra aku aneh banget. Soalnya selama film
diputar, aku diem aja nonton film. Ditawarin pop corn atau minuman selalu nolak.
Akhirnya film selesai. Si Zahra ngajakin aku dan Tita untuk lihat-lihat toko pernak-pernik
bentar sebelum pulang. Tapi si aku nolak dan bilang kalau badannya masih gak enak jadi mau
pulang duluan.
Jadi, siapa yang nonton film bersama mereka berdua? Sampai saat ini hal itu masih menjadi
misteri.

Apa yang sebenarnya dilihat temanku?

Aku Lili kali ini mau ceritain kisah yang dialami temanku.
Pelaku utama: Ani dan kakaknya Nina serta Ratih.
Ani dan Ratih adalah teman sekelasku. Mereka berdua sangat akrab. Kejadian ini terjadi sekitar
setengah tahun lalu.
Saat itu Ani dan kakaknya Nina pergi ke rumah Ratih dengan masing-masing mengendarai
motor. Setelah sampai di rumah Ratih, mereka menitip motornya dan meminjam sepeda Ratih
untuk bermain sepeda di pantai. Kebetulan rumah Ratih sangat dekat dengan pantai. Mereka
main sepeda sampai sore. Saat itu sudah jam 6 sore. Karena sudah menjelang maghrib, Nina
mengajak Ani dan Ratih untuk pulang.
Sesampainya di rumah Ratih, Nina segera memanaskan motornya dan duduk di sana sementara
Ani mengikuti Ratih masuk kerumah untuk memberi salam pada ibunya Ratih. Setelah itu Ratih
mengantar Ani sampai di beranda rumah. Di samping Ratih ada adiknya, Rita yang berdiri di
samping Ratih.
Lalu Ani menghidupkan motornya dan bilang Pulang dulu ya Ratih. Pulang dulu ya om kata
Ani kepada Ratih dan ayahnya yang saat itu sedang duduk di kursi bersama dengan temannya
yang duduk di kursi sebelahnya. Sedangkan Ayahnya Ratih hanya tersenyum.
Trus waktu di lampu merah Ani dan Nina berhenti. Trus terjadilah percakapan yang
mengungkapkan fakta!!!
Ani: Kak, tadi kamu gak sopan banget. Kok gak ngucapin salam sama ayahnya Ratih.
Nina: Hah? Emang ayahnya Ratih tadi dimana?
Ani: Ada, tadi dia duduk di beranda. Masa kakak gak lihat?
Nina: Gak ah! Gak ada orang yang duduk di kursi beranda. Yang duduk di sana tuh adiknya
Ratih, si Rita.
Ani: Gak, si Rita tuh berdiri di pintu!
Akhirnya, berhubung lampu udah hijau. Mereka berdua menepi untuk melanjutkan percakapan.
Nina: Serius kamu Nit?
Ani: Serius. Yang duduk di sana tuh ayahnya Ratih trus yang duduk di kursi sebelahnya itu
teman ayahnya.
Nina: Gak, gak ada ayahnya maupun teman ayahnya. Buktinya mobil ayahnya Ratih gak ada di
garasi.
Ani: Hah? Mobilnya ada di garasi!
Nina: Gak ada, aku markirin motor di garasi dan gak ada mobil di situ!
Ani: Ada. Mobilnya memang gak ada di garasi, tapi di parkir di halaman.
Nina: Gak ada!
Ani: Ada!
Akhirnya mereka berdua ketakutan. Dan memilih untuk melanjutkan percakapan di tempat
jualan bakso. Mereka berdua memesan bakso dan selagi menunggu pesanan, Nina mengusulkan
Ani untuk menelepon Ratih. Tapi sayangnya Ratih tidak bisa ditelpon.
Setelah mereka selesai makan bakso, mereka berdua pulang ke rumah. Setelah sampai, mereka
mencoba menelpon Ratih sekali lagi dan berhasil.
Ani: Ratih?
Ratih: Ya, kenapa Ni?
Ani: Tadi ayahmu ada di rumah kan?
Ratih: Waktu kamu ada dirumahku? Gak, ayahku lagi pergi salat di masjid. Ini baru aja pulang.
Kata-kata Ratih membuat Ani lemas.
Ani: Beneran Ratih? Ayahmu gak ada di rumah?
Ratih: Iya.
Ani: Ayahmu itu orangnya berkumis dan agak gendut kan?
Ratih: Iya, emangnya kenapa sih?
Ani: Tadi yang duduk di beranda rumahmu siapa?
Ratih: Rita, kenapa?
Ani: Serius? Yang duduk di sana Rita?
Ratih: Iya
Nina: Tuh kan. Apa kubilang, ayahnya pergi. Mobilnya aja gak ada.
Ani: Ratih, ayahmu pergi pake mobil?
Ratih: Enggak, Ayahku pergi ke masjid jalan kaki.
Ani: Mobilnya diparkir di halaman kan?
Ratih: Di garasi. Emangnya ada apa sih Ani. Coba ceritain.
Dan akhirnya Ani menceritakan apa yang dilihatnya di rumah Ratih.
Jadi kronologisnya. Setelah pulang dari pantai Ani bersalaman kepada ibunya Ratih di rumah
dan mengucapkan salam kepada ayahnya Ratih yang membalas dengan senyum. Padahal
ayahnya Ratih gak ada di rumah. Jadi ada sesuatu yang mirip seperti ayahnya Ratih, lalu ada
sesuatu lagi yang duduk di kursi sebelah ayah Ratih dan ada sesuatu yang menyerupai
adiknya Ratih berdiri di pintu. Padahal adiknya Ratih sebenarnya duduk di kursi di mana ayah
Ratih duduk.
Dan Nina tidak melihat ada mobil di garasi dan Ani melihat ada mobil tetapi di halaman. Dan
kenyataannya mobil itu berada di garasi.
Jadi, siapakah sesuatu yang meyerupai ayah, teman ayah, dan adiknya Ratih? Dan mengapa
Ani dan Nina melihat mobil Ratih berada di tempat yang berbeda?
Semuanya masih menjadi misteri sampai sekarang.









Siapa yang aku bonceng?

Aku Lili. Cerita ini yang ngalamin teman-temanku.
Pelaku: Irfan, Tio, Serly, Randi, Nana dan Tika
Cerita ini terjadi saat aku kelas 1 SMA. Jadi, kelima temanku kerja kelompok di rumah Irfan.
Sekitar jam 7 malam, mereka berencana pulang. Jadi Tio ngebonceng Serly. Randi sendiri dan
Tika ngebonceng Nana.
Nah,berhubung si Tio ini sudah salaman dengan ortu-nya Irfan duluan, jadi dia yang ke motor
pertama kali. Trus, waktu lagi manasin motor. Tiba-tiba dia merasa motornya jadi berat. Waktu
dia liat ke belakang, gak taunya si Serly udah duduk di boncengannya.
Ayo, ntar kita ketinggalan Kata Serly kepada Tio.
Ternyata teman-temannya yang lain udah duduk di motor semua dan udah pergi. Jadi si Tio juga
udah bersiap untuk mengikuti temannya. Tapi, baru 10 meter dari rumahnya Irfan, dia dengar
ada yang teriak.
Tio!
Ternyata yang teriak itu Serly. Dia masih ada di rumah Irfan bersama teman-teman yang lain. Si
Tio bingung. Padahal tadi Serly duduk di boncengannya.
Trus dia kembali lagi ke rumah Irfan.
Loh, kenapa kamu ada di rumah Irfan lagi? Bukannya tadi kamu sudah duduk di belakangku?
Trus kenapa yang lain balik lagi ke rumah Irfan? Tanya Tio bingung.
Kamu itu yang aneh. Tiba-tiba pergi ninggalin kami. Mau kemana sih buru-buru? Lupa ya
dengan Serly? Tanya Randi.
Gak, tadi Serly udah duduk dibelakangku dan kalian malah udah duluan pergi. Kata Tio yang
udah sadar. Dia ketakutan. Kalo Serly dan teman-temannya ada disini, jadi siapa yang dia
bonceng barusan? Dan apa yang akan terjadi kalo dia mengikuti teman-temannya pergi tadi?


Teman-temanku yang punya Indra keenam

Jadi, pertama kali aku bertemu dengan orang yang punya indra keenam, adalah saat aku kelas 1
SMP. Dia duduk disebelahku. Pada awalnya, aku tidak tahu dia punya indra keenam. Namun
pada suatu hari, saat sedang ulangan PKN, dia tiba-tiba teriak. Guru bertanya apakah dia sakit.
Tapi dia diam saja. Lalu, saat istirahat aku memaksanya untuk cerita apa yang membuatnya
teriak saat jam pelajaran. Ternyata saat sedang ulangan, dia tidak sengaja menoleh kearahku.
Dan dia melihat ada tuyul yang berdiri di sebelahku dan tersenyum ke arahnya. Mendengar hal
itu, aku langsung merinding.
Sejak saat itu aku tahu kalau temanku ini punya indra keenam. Dia pernah cerita waktu sedang
marathon pagi, dia ngerasa ada yang niup lehernya. Waktu noleh ke belakang, ternyata ada
kuntilanak lagi ngiringin dia lari dari belakang!!!
Lalu, setelah naik kelas 2 (Karena di SMP-ku ada sistem acak, jadi aku gak sekelas lagi
dengannya) Teman yang duduk disebelahku yang baru namanya Dara. Selama kelas 2 gak ada
kejadian mistik yang menarik. Tapi saat naik ke kelas 3 (Kebetulan aku sekelas lagi dengan Dara
dan duduk bersebelahan lagi), waktu itu jam istirahat. Berhubung kelasku ada di lantai 2, jadi
untuk ke kantin aku harus melewati tangga. Waktu itu aku menuruni tangga sambil berlari.
Tapi, aku ingat sekali. Saat di salah satu anak tangga, tiba-tiba kakiku terasa dingin dan seperti
ada yang memegang. Otomatis aku langsung terpelanting dan jatuh. Saat itu badanku sakit
semua. Teman-temanku yang menghampiri malah bilang aku harus hati-hati supaya jangan lari-
lari ditangga. Tapi aku bilang kalo tadi aku merasa seperti ada yang memegang kakiku. Akhirnya
Dara bilang kalo itu mungkin perbuatan penunggu tangga. Katanya, walaupun tidak bisa melihat
dia bisa merasakan hal-hal gaib yang ada di sekitarnya. Dia juga bilang kalo yang nungguin
tangga tuh hantu cewe. Hiii. Jadi aku dibuat jatuh oleh hantu? Apa salahku?
Lalu sejak saat itu aku mengetahui kalo Dara memiliki kekuatan seperti indra keenam. Katanya,
hampir seluruh keluarganya juga memiliki kekuatan seperti itu. Misalnya ayahnya, om-nya lalu
sepupunya. Bahkan tetangganya juga. Kata Dara dia juga memiliki penjaga. Penjaganya cewe.
Dara memanggilnya nyai, tapi aku lupa nama lengkapnya X(. Katanya nyai itu juga memiliki
pelayan yang juga cewe sebanyak 2 orang. Jadi jumlah penjaga Dara itu ada 3 orang. Semakin
aku kenal dengan Dara, semakin aku terhisap dengan dunia supernatural.
Dara ini memiliki kelebihan, yaitu bisa meramal dan menyemubuhkan orang. Katanya itu
sebenernya dilakukan oleh nyai melalui dirinya. Kalo dia sedang bicara dengan nyai, gak boleh
ada yang ganggu. Pernah tuh aku lihat Dara lagi serius banget liat kedepan. Kupikir dia bengong,
jadi kucoba kagetin. Tapi waktu aku berjalan didepannya, dia langsung marah. Katanya dia lagi
bicara sama nyai, dan nyai sedang berada di depannya. Jadi kami harus minggir, kalo gak nyai
bisa marah. Buru-buru aku ngacir keluar kelas XD.
Aku pernah bertanya kepada Dara dimana saja spot-spot hantu yang ada di sekolahku. Dan Dara
bilang kalo di wc cewe ada hantu suami istri belanda. Di gerbang sekolah dan di masjid pun ada!
Katanya di dalam masjid ada 3 tempat, tapi dia tidak mau nyebutin ada di bagian mana aja. Trus
Dara ini seolah bisa membaca pikiran orang, dia tahu kalo aku solatnya suka bolong-bolong X(.
Dia bilang harus banyak solat dan rajin ngaji.
Dara ini gak pernah telat solat loh. Pernah waktu azan subuh, dia masih meneruskan tidur. Nyai
langsung menusuk-nusuk kakinya supaya bangun. Katanya sakit banget, kayak ditusuk paku. Si
Dara sampai nangis. Bahkan sampe sekolah sakitnya gak ilang-ilang. Kasian.
Lalu tentang keluarga Dara. Yang pernah aku lihat kemampuannya langsung itu ayahnya. Jadi
ceritanya ada kasus kemalingan di sekolah kami. Jadi, ayah Dara yang kebetulan guru di SMP
kami itu, langsung memeriksa para murid satu-satu dan langsung tahu siapa pencurinya.
Hebat!!!
Trus sepupunya, sebut saja namanya Deni. Deni ini lebih tua setahun dari kami. Pertama kali dia
mendapatkan kekuatannya saat kelas 1 SMP. Saat itu dia BAK/pipis/kencing di bawah pohon
mangga depan rumahnya. Ternyata penunggunya marah. Si Deni demam panas selama 7 hari 7
malam. Setelah sembuh. Dia jadi bisa melihat hal-hal gaib. Awalnya dia sangat ketakutan,
apalagi ke kamar mandi. Sampe setahun lebih dia selalu ditemani mamanya ke kamar mandi.
Trus Deni itu seram banget. Pernah temanku mau ngecek apa Deni benar-benar punya kekuatan
atau gak. Jadi dia jelek-jelekin tuh si Deni pake kata-kata kotor. Maksudnya Cuma iseng aja. Tapi
gak taunya Deni muncul!!! Matanya juga melotot tajam kepada temanku itu. Sampai temanku
mau nangis. Padahal Deni udah lulus SMP loh. Kok bisa muncul di SMP kami? Akhirnya setelah
dijelaskan oleh Dara kalo temannya Cuma main-main baru si Deni pergi. Tapi sayangnya
kekuatan Deni sekarang udah hilang. Itu karena dia gak mau solat lagi ataupun ngaji. Dia jadi
gak bisa melihat hal-hal seperti jin atau setan lagi. Tapi itu sangat disayangkan banget. Masa
untuk menghilangkan kekuatan harus menempuh cara dengan menjauhi diri dari tuhan?
Lalu om-nya Dara. Jadi, Om-nya Dara udah bekerja tetapi tinggal di rumah Dara. Lalu, setelah
pulang dari perjalanan dinas kantor. Saat malam hari dia merasa badannya seperti dililit ular.
Saat dia bangun, ternyata ada ular yang sangat besar dan berkepala wanita sedang melilitnya.
Lantas Om-nya Dara teriak. Orang-orang di rumah Dara segera pergi ke kamar om Dara. Disana
mereka melihat di sekitar tubuh om Dara ada sisik-sisik ular yang bertebaran. Menurut ayah
Dara, ternyata penunggu hotel tempat om Dara menginap ternyata jatuh cinta kepada om Dara.
Karena itu dia mengikuti om Dara. Dia ingin menikah dengan om Dara. Aku gak tahi gimana cara
mereka mengusir siluman ular itu. Tapi yang pastinya bahkan ayah Dara gak bisa melakukannya
dan meminta bantuan ustadz (Keluarga Dara imannya tinggi, gak percaya sama dukun).
Lalu kalau soal diikuti, yang lebih parah itu tetangganya Dara. Aku lupa awalnya, tapi yang pasti
ada banyak jin dan makhluk gaib yang tertarik dengan tetanggan Dara. Sebut saja mbak Yana.
Hampir setiap hari mbak Yana kesurupan. Ada yang disebabkan karena ada jin yang gak
menyukai mbak Yana dan gak mau pisah. Ada juga jin yang cemburu dengan mbak Yana lalu
masuk ke tubuh mbak Yana untuk melukai dirinya. Pokoknya kasihan sekali. Puncaknya, ada 6
jin yang masuk ke tubuh mbak Yana. Dan ke-6 jin tersebut berebutan untuk menguasai tubuh
mbak Yana. Hampir semua tetanggan mbak Yana datang termasuk Dara. Katanya saat itu mbak
Dara serem banget. Matanya merah, terus teriak-teriak. Suaranya juga berubah-ubah. Bahkan
ayah Dara, kyai dan ustadz yang datang kewalahan untuk mengusir jin itu. Akhirnya mbak Yana
pindah ke Banten. Dan kemungkinan jin-jin itu gak mengikuti mbak Yana. Solanya kata Dara
sekarang mbak Yana udah baikan di sana, bahkan udah menikah.
Mungkin segini dulu. Sebenarnya aku ingin cerita tentang sepupuku yang juga punya indra
keenam. Katanya, mata batinnya itu dibuka oleh seorang tetua di salah satu desa di Kalimantan
waktu sedang dinas di sana. Kalo kuceritakan tentangnya juga mungkin cerita ini jadi
kepanjangan. Jadi kapan-kapan aja deh. Trims kalo teman-teman mau kasih komen yang positif.