Anda di halaman 1dari 4

::PEMILIHAN MEDIA KONTRA INTRAVASCULAR DALAM PEMERIKSAAN CT SCAN ::

CT Scan adalah salah satu pencitraan diagnostic canggih yang sering dan rutin dilakukan untuk penegakan
diagnosa saat ini. Ada beberapa pemeriksaan CT Scan yang rutin dilakukan yaitu : pemeriksaan CT Scan
kepala, CT Scan Thorax, CT Scan abdomen, CT Scan Angiografi dan lain-lain.
Penggunaan media kontras sebagai media yang memberikan perbedaan kontras dengan elas, sangat
diperlukan dalam pemeriksaan CT Scan. Salah satu media kontras yang biasa digunakan dalam pemeriksaan
CT Scan adalah media kontras intra!ascular. Penggunaan media kontras intra!ascular yang memberikan
efek yang positif terhadap peningkatan kualitas gambaran radiograf uga memberikan efek negati!e yang
tidak dapat dihindarkan seperti penggunaan farmasetika lainnya. Sebelum memutuskan untuk
menggunakan media kontras intra!ascular dalam pemeriksaan CT Scan, ada beberapa hal yang harus
dipertimbangkan tentang media kontras, yaitu enis media kontras, komposisi, efek negati!e yang
ditimbulkan serta penanganan yang dilakukan untuk mengatasi efek negati!e yang timbul. Secara umum
untuk menentukan baik tidaknya atau aman tidaknya media kontras dipergunakan dalam pemeriksaan CT
Scan dibandingkan dengan keuntungan yang didapat, maka ada beberapa hal umum yang harus kita ketahui
tentang media kontras. "eberapa hal yang harus kita ketahui mengenai media kontras adalah :
I.1. PENGERTIAN MEDIA KONTRAS
#ang dimaksud dengan media kontras adalah suatu bahan untuk melihat aringan tubuh yang tidak terlihat
$samar% dalam pemeriksaan radiodiagnostik $seperti : &-ray, magnetic, ultrasound%. 'rgan tubuh yang
dimaksud seperti : usus, rongga tubuh, saluran kemih(ampedu, tuba faloppi, ginal, pembuluh darah, tumor,
limpa, kelenar, sumsum tulang, cairan tubuh, dll.
I.2.JENIS MEDIA KONTRAS
)edia kontras secara umum dibedakan menadi * yaitu :
I.2.1. MEDIA KONTRAS POSITIF (+)
)edia kotras $+% memberikan efek gambaran opa,ue $putih% dalam radiograf. Tersusun dari bahan yang
mempunyai nomor atom lebih tinggi dari aringan dan aman terhadap kemampuan interstitial tubuh.
I.2.2.MEDIA KONTRAS NEGATIF (-).
)edia kontras $-% memberikan efek gambaran lu-en $hitam% dalam radiograf. Tersusun dari bahan yang
mempunyai no atom yang lebih rendah dari aringan. Tidak dapat dimasukkan pada organ-organ tertentu
misal pembuluh darah.
Salah satu enis media kontras $+% yang paling sering dipergunakan untuk pemeriksaan radiografi baik
kon!ensional, sedang dan canggih yang cara pemasukannya melalui pembuluh darah baik dimasukkan
melalui intra!ena ataupun arteri langsung adalah media kontras intra!ascular. )edia kontras ini
memberikan .contras enhancement/ yang lebih baik karena memiliki no atom lebih tinggi dari aringan.
Selain itu media kontras enis intra!askular sangat mudah untuk diserap oleh lumen atau sel tubuh,
sehingga meskipun masuk ke dalam pembuluh darah, tidak menyebabkan !askularisasi tubuh.
"ahan yang sering dipergunakan pada bahan media kontras intra!askuler adalah komposisi yang
mengadung iodiom. 0odium merupakan atom yang cukup besar, mempunyai dentsitas yang tinggi, dapat
menghambat sinar-&, mempunyai opasitas yang baik, sehingga merupakan media kontras yang efektif.
Sifat senya1a 0odium yaitu :
2. 3arut dalam dalam air
*. )engandung ion yang sering disebut )edia kontras ionic
4. Tidak mengandung ion disebut media kontras nonionic.
Perbedaan kedua media kontras tersebut diatas terletak pada 4 hal utama yaitu : nilai osmolalitas
$menyebabkan tekanan darah meningkat, sensasi rasa panas dan panas%, 0on charge $perubahan 556,
gangguan neurologis, bradikardia% dan kemotoksisitas $menyebabkan muntah, nausea, reaksi alergi,
broncospasme, dan reaksi anafilaktik%.
Media kontras Iodium yang larut dalam air dibedakan menjadi 4 yaitu :
1. Monomer ionic
"iasa digunakan dalam oral cholegrafi $0opodote, 0ocetamic acid, dll%, dan 7ro(angiografi $0othalamate,
diatri-oat, 0oxithalamat, ioglicic Acid, 0odamic acid%.
2. Monomer nonionic
"iasa digunakan dalam uro(angiografi $seperti iopamidol, 0ohexol, 0opramide, 0o!ersol, 0opentol%.
3. Dimer ionic
"iasa digunakan dalam i.! cholegrafi $0odipamic Acid, iodoxamid acid, 0otroxic acid% dan Angiografi
$ 0oglaxic Acid%.
. Dimer nonionic
"iasa digunakan untuk pemeriksaan myelografi $seperti 0otrolan%.
I.3. KOMPOSISI YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEDIA KONTRAS.
I.3.1. OSMO!A!ITAS
#ang dimaksud osmolalitas adalah tekanan osmotic yang didapat pada partikel yang dilarutkan dalam
sebuah larutan tertentu.
Semakin tinggi tekanan osmotic, maka semakin buruk tingkat toleransi suatu media kontras dalam tubuh,
sebaliknya semakin mendekati tekanan osmotic darah $ 488 m'sm(9g % suatu kontras media semakin baik
toleransinya.
Secara klinis pengaruh osmolalitas adalah :
- :asa panas, tidak nyaman, nyeri
- 9erusakan pada pertahanan otak
- 9erusakan ginal
- 6angguan keseimbangan elektrolit pada anak-anak
I.3.2. MO!EK"! IODI"M
Semakin tinggi umlah molekul iodium yang dikandung oleh media kontras, makin tinggi kontras(opasitas
image yang dihasilkan.
I.3.3. PROTEIN #INDING
Semakin tinggi daya ikat suatu bahan media kontras terhadap aringan atau sel tubuh $protein% semakin
tinggi chemotoxicity atau daya racun bahan media kotras tersebut $lama bertahan dalam tubuh%.
I.3.. KEKENTA!AN $ %IS&OSITAS
Semakin tinggi !iskositas suatu media kontras, semakin lama proses penyuntikan yang dilakukan, semakin
sakit..
I.3.'. (ISTAMIN RE!EASE
)enunukkan tingkat kepekaan(penolakan tubuh terhadap benda asing yang masuk. Semakin tinggi tingkat
histamine release oleh suatu media kontras semakin tinggi tingkat alergi pada pasien.