Anda di halaman 1dari 22

RADIOAKTIVITAS

TH. 1896 BECQUERELL


URANIUM MENUNJUKKAN GEJALA RADIASI film
berubah jadi gelap

PIERE & MARIE CURIE
POLONIUM & RADIUM memancarkan radiasi alpha

RADIOAKTIVITAS : KEMAMPUAN DISINTEGRASI
SPONTAN YG DIMILIKI OLEH INTI ATOM TAK
STABIL

Mengapa unsur atau bahan tersebut
memancarkan radiasi?
N & Z ganjiltak stabil(kecuali
1
H
2
,
3
Li
6
,
5
B
10
,
7
N
14
)
N/Z=1 s/d N/Z=1,5 stabil





Inti tak stabil menuju
Inti stabil

,, e,n,p,X,
0
20
40
60
80
100
120
140
160
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Jumlah proton
J
u
m
l
a
h

n
e
u
t
r
o
n
Radio isotop:
C
14
,C
13,
C
11
GrasiI
Inti
Stabil
Grafik N versus Z
Isotop pada
daerah ini
memancarkan
partikel
-1
untuk
menjadai stabil
N berkurang 1
Z naik 1
Grafik N versus Z
Isotop pada
daerah ini
memancarkan
partikel untuk
menjadai stabil
N berkurang 2
Z berkurang 2
Dengan menggunakan diagram N-Z dapat
diterangkan tiga jenis peluruhan yg menghasilkan
radiasi nuklir berikut :
Peluruhan Alfa (
2
He
4
)

Z
X
A

Z-2
Y
A-4
+
2
He
4


Dari diagram N-Z, lokasi nuklida baru ini akan
bergeser 2 satuan ke kiri dan 2 satuan kebawah
menuju nuklida stabil.

Peluruhan dapat dituliskan sebagai
A
Z
X
N

A-4
Z-2
Y
N-2
+ (
4
2
He
2
)
Kelestarian tenaga
m
x
c
2
= m
y
c
2
+ m

c
2
+ E

+ E
r
dengan E

tenaga kinetik , E
r
tenaga rekoil inti-atom anak
(Y)
Dengan m = massa inti, M = massa atom m
x
= M
x
Zm
e
, m
y
= M
y
(Z-2)m
e
, m

= M
He-4
2m
e
Tenaga peluruhan : Q

= E

+ E
r
= {M
x
(M
y
+ M
He
)}c
2
(tenaga ikat elektron diabaikan)
Peluruhan terjadi jika Q

>0 M
X
(Z,A) > M
Y
(Z2,A4) +
M
He

Contoh:

210
84
Po
206
82
Pb + + Q, M(
210
Po) = 209,9829 u
M(
206
Pb) + M(
4
He) = 205,9745 u + 4,0026 u
= 209,9771 u < M(
210
Po)
Q

= (209,9829 205,9745 4,0026) u


= 0,0058 u 931,5 MeV/u = 5,4 MeV

Pada
64
29
Cu
60
27
Co +
M(
64
Cu) = 64 u 65,423 MeV
M(
60
Co) + M(
4
He) = (60 u 61,646 MeV)+ (4u + 2,424 MeV)
= 64 u 59,222 MeV > M(
64
Cu)
tidak terjadi peluruhan



Peluruhan Beta ( )
Peluruhan beta negatif (elektron)

Z
X
A

Z+1
Y
A
+
-1
e
0
ATAU (n p)

Peluruhan beta positip (positron)
Z
X
A

Z-1
Y
A
+
+1
e
0
ATAU (p n)

Peluruhan beta negatif, maka lokasi nuklida baru
bergeser 1 satuan ke bawah dan satuan kekanan.
Sebaliknya pada peluruhan beta positip. Jumlah
massa tidak berubah
Contoh : peluran beta negatip
Contoh : peluran beta positip
Peluruhan Gamma ( )

X* X +
Tidak terjadi perubahan lokasi karenan tidak ada
perubahan jumlah proton dan jumlah neutron.
Radiasi gamma berasal dari inti yang tereksitasi
karena memancarkan partikel alpha,beta, atau
tereksitasi karena mengalami reaksi nuklir

Syarat peluruhan elektron
Q=T

-
+ T

-
=M(A,Z) - M(A,Z+1)>0
Syarat peluruhan positron
Q=T


+ T


= M(A,Z) - M(A,Z-1)-2m
e
>0
Syarat peluruhan gamma
M
*
(A,Z)>M(A,Z)

Energi dan kecepatan emisi partikel alpha
- Energi yang diemisikan oleh bahan unsur radioaktip merupakan
monoenergetik










- Energi yang diemisikan antara 4 s/d 10 MeV, bersesuaian dengan
kecepatan emeisi 5 s/d 7% kali kecepatan cahaya
23P2
Jumlah partikel
per energi
Energi
Energi dan kecepatan emisi sinar beta
- Energi sinar beta yang diemisikan oleh unsur radioaktip mempunyai
distribusi kontinyu dari energi rendah sampai dengan nilai energi
maksimum .









- Energi maksimum merupakan karakteristik suatu unsur radioaktip
alam dengan energi 0.025 s/d 3.2 MeV.
- Energi ini bersesuai dengan kecepatan emisi 99% kali kecepatan
cahaya.
23P3
Jumlah sinar
beta per energi
E
max
Energi
Eenergi dan kecepatan emisi sinar gamma
- Sinar gamma terdiri kelompok monoenergetik
membentuk spektum garis. (1 - 3 MeV).
- Contoh : Co-60 mempunyai 1.2 and 1.3 MeV , Eu-151
Intensitas
Energy
Radiasi sinar X
Sinar X karakteristik yang mempunyai energi diskrit
berasal dari atom yang tereksitasi oleh sumber luar
maupun pada saat terjadi peluruhan beta.
Sinar X bremstrahlung mempunyai energi kontinyu
berasal dari pengereman partikel bermuatan yang
bergerak mendekati inti.
Sinar X
AKTIVITAS
Hukum Peluruhan
dN/dt = -N N
t
= N
o
e
-t

dengan N
0
= jumlah radionuklida mula-mula (pada saat t= 0)
N
t
= jumlah radionuklida pada waktu t
e = bilangan natural (2,71828)
= konstanta peluruhan

Aktivitas radiasi
A = N = A
0
e
-t
Satuan aktivitas radiasi : Curie (Ci ), Bacquerel (Bq)
Aktivitas spesifik A
sp
=A/M, (M=berat sampel)
Umur paro:
A= A
0
e
-t

A
0
/2= A
0
e
-T
1/2

T
1/2
= ln2/=0,693/
PENGGUNAAN UMUR PARO
Selang
waktu (t)
Aktivitas
0 A
o
1xT
1/2
0,5A
o

2xT
1/2

0,25A
o

3xT
1/2

0,125A
o

4xT
1/2

0,0625A
o


A=(1/2)
n
A
o



2 / 1
T
t
n
Pengukuran umur-paro panjang
T

, ciri/karakteristik radioaktif tertentu
Pengukuran T

:
Jika T

tidak terlalu besar N (dicacah sebagai fungsi t) ~
aktivitas.
Jika T

besar diukur aktivitasnya dan N dihitung
A = N = A/N T

= (ln 2)/
Contoh:
1 mg U-238, meluruh dengan aktivitas A = 740 /menit =
12,3 /detik = A/N = (12,3/detik)/(6,02 10
23
10
-3
/
238) = 4,88 10
-18
/ detik
T

= (ln 2)/ = 0,693/(4,88 10
-18
/detik)
= 1,42 10
17
detik/(3,154 10
7
detik/tahun)
= 4,5 10
9
tahun

Contoh
Jika waktu bumi terbentuk jumlah U-235 dan U-238 sama,
dan sekarang keberadaan U-235 tinggal 0,72%, umur
bumi dapat diperkirakan dari perbandingan
N(U-235)/N(U-238)
= N
o
exp(-
U-235
t)/N
o
exp(-
U-238
t

)
= exp{(
U-238
-
U-235
)}t
= exp {0,693(10
-9
/4,5 10
-9
/0,7)t}
= exp (0,836t)
= 0,0072 t = 5,9 10
9
tahun
U-236 (T

= 2 10
7
tahun) juga terbentuk sudah habis,
umumnya radionuklida terdeteksi hingga sekitar t = 10T
.
.

14
C (T

= 5600 tahun) dapat ada karena terbentuk di
atmosfir dari reaksi
14
N + n
15
N*
14
C + p
digunakan untuk pertanggalan (carbon dating) obyek yang
hidup hingga (30 40) 10
3
tahun yang lalu.
Contoh soal.
Ketika masih hidup, benda organik secara kontinyu mengambil
14
C dan
12
C,
sehingga nisbah
14
C terhadap
12
C dapat dikatakan tetap 1,310
-12
. Setelah mati,
tidak ada lagi
14
C yang diambil, dan
14
C yang ada pada saat mati secara kontinyu
menurun akibat peluruhan radio-aktif. Dengan mengukur laju peluruhan per gram
bahan, dapat dihi-tung kapan saat matinya. Jika laju peluruhan untuk 100 g
karbon dari suatu kerangka terukur 300 peluruhan/menit, berapa lama ke-
rangka tersebut mati?
Jawab:
Waktu masih hidup
14
C/
12
C = 1,310
-12
dalam 100 g C terdapat m(
14
C) =
1 , 31 0
- 1 2
1 0 0 g r / ( 1 +1 , 31 0
- 1 2
) 1 , 31 0
- 1 0
g N
o
(
1 4
C)
(1,310
-10
)6,0210
23
/14 = 5,5910
12
radionuklida.
T
1/2
(
14
C) = 5600 tahun (umur paroh
14
C), aktivitas awal per 100 g C A
o
= N
o
=
( 0 , 6 9 3 / T
1 / 2
)5 , 5 91 0
1 2
= { 0 , 6 9 3 / ( 5 6 0 0 3 6 52 46 0
menit)}5,5910
12
= 1316 peluruhan/menit.

Setelah mati per 100 g C: A = 300 peluruhan/menit = A
o
e
-t
ln(A/A
o
) = t t
= ( 1 / ) l n ( A
o
/ A ) = ( T
1 / 2
/ 0 , 6 9 3 ) l n ( A
o
/ A )

= (5600 tahun/0,693) ln(1316/300) = 11.948 tahun.