Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1 Latar Belakang Masalah Tingginya aktivitas masyarakat untuk bepergian di kota besar seperti di Jakarta
membuat sebagian orang menggunakan berbagai macam alat transportasi yang tersedia salah satunya adalah kereta
api. Dengan semakin padat- nya akti_tas masyarakat di kota Jakarta, maka dibutuhkan pengawasan di pintu lintasan
kereta api. Para pengawas pintu lintasan kereta api harus memantau pintu lintasan secara rutin untuk mengurangi
resiko kecelakaan dengan peralatan yang masih dioperasikan secara manual. Di kota besar seperti kota Jakarta
banyak lokasi jalan raya yang dilalui lintasan jalur kereta api. Tidak tersedianya pintu lintasan kereta api memicu
terjadinya kecelakaan lalu lintas di lintasan kereta api, biasanya para pengen- dara yang melintas tidak
memperhatikan kereta api yang sedang melintas karena tidak adanya pintu lintasan yang dapat memberikan
informasi bahwa kereta api akan melintas. Jadi, pintu lintasan kereta api sangat diperlukan untuk mencegah
terjadinya kecelakaan yang sudah sering terjadi. Oleh karena itu, dari banyaknya kecelakaan yang sering terjadi di
lintasan kereta api, dibutuhkan alat yang dapat memantau jalur lintasan kereta api untuk menanggulangi kecelakaan
yang sering terjadi akibat keterbatasan sarana ini. Kemudian timbul gagasan untuk mengimplementasikan sebuah
alat berbasis mikroprosesor yang serba otomatis dan e_siensi. Maka penulis membuat sebuah penelitian ilmiah
mengenai PINTU LINTASAN KERETA API OTOMATIS.
2 1.2 Pembatasan Masalah Pembatasan masalah dalampenulisan ilmiah ini adalah sebagai berikut: Prototipe alat
ini menggunakan mikrokontroler Atmel AT89C52 Sebagai pendeteksi digunakan sensor photo dioda atau photo
transistor dan infra red dengan range jangkauan sekitar 20 sampai 25 cm. Jumlah sensor yang digunakan adalah
sebanyak 4 buah sensor. Sebagai penggerak pintu lintasan digunakan motor stepper. Sebagai indikator suara
digunakan sebuah buzzer.

BAB II LANDASAN TEORI

Dalam elektronika, komponen elektronika terdiri dari dua bagian yaitu : Komponen Aktif Komponen Pasif
Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya membutuhkan sumber tegangan dan
sumber arus, misalnya Dioda, Resistor, Kapasitor, Trafo, dan lain-lain. Sedangkan pengertian Komponen Pasif
adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus
tersendiri, misal-nya Transistor, Tranducer, SCR, Relay, LDR, Integrated Circuit (IC) dan lain-lain. Pada penulisan
ini penulisakan menjelaskan fungsi dan tujuan dari komponen-komponen elektronika yang bersangkutan dengan
alatyang telah dibuat yaitu * PINTU LINTASAN KERETAAPI OTOMATIS *. 2.1 Resistor Resistor merupakan
salah satu komponen pasif dimana memiliki fungsi untuk mengatur dan menghambat arus listrik. Resistor di beri
lambang huruf R dengan satuannya yaitu Ohm (). Resistor ini terdiri dari 2 macam, yaitu resistor tetap dan resistor
tidak tetap. 2.1.1 Resistor Tetap Resistor tetap yaitu resistor yang memiliki nilai resistansi atau nilai hambatannya
tetap. Gambar 2.1 Simbol Resistor 5 6 Gelang ke 4 Gelang ke 3 Gelang ke 2 Gelang ke 1 Gambar 2.2 Bentuk Fisik
Resistor Gambar 2.3 Resistor Tetap Pada badan resistor terdapat gelang warna yang menyatakan nilai resistansi
suatu resistor, ketentuannya sebagai berikut : 1. Gelang ke-1 dan gelang ke-2 menyatakan nilai resistor. 2. Gelang
ke-3 menyatakan factor pengali. 3. Gelang ke-4 menyatakan toleransi. Contohnya adalah : Jingga : Gelang ke-1,
memiliki nilai = 3 Hitam : Gelang ke-2, memiliki nilai = 0 Merah : Gelang ke-3, memiliki faktor pengali = 102
Emas : Gelang ke-4, memiliki nilai toleransi 5.


BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN

3.1. Analisa Secara Blok Diagram Prototype pintu lintasan kereta api otomatis adalah sebuah rangkaian elektronika
yang dapat menggerakan motor stepper sehingga dapat menggeser atau menutup miniatur sebuah pintu lintasan
secara otomatis apabila sensor terlahang oleh sebuah benda. Alat ini di kontrol menggunakan program berbasis
Mikrokontroler. Blok diagram cara kerja rangkaian pintu lintasan kereta api otomatis terdapat pada gambar 3.1.
Gambar 3.1 Blok Diagram 3.2 Sensor Pembuatan pintu otomatis ini tentu menggunakan sensor, yaitu sebagai
pendeteksi adanya obyek yang akan lewat. Sensor merupakan sebuah alat yang dapat menghasilkan sinyal-sinyal
tertentu pada kondisi tertentu. Pada proses sensor, terdapat 4 buah sensor yang digunakan untuk mengetehui kondisi
apakah motor stepper bergerak atau tidak. Sinar infra red yang mengenai photodioda merupakan sensor yang
digunakan agar mengetahui kondisi apakah sensor 23 24 terhalang atau tidak oleh suatu benda. Bila tidak terlahang,
maka photodioda akan berfungsi sebagai penyearah yang mengalirkan tegangan dari Vcc menuju ground dan logika
pada jalur tersebut masih bernilai 1. Dan saat photodioda dan infrared terhalang, maka nilai logika akan diubah oleh
sebuah op amp inverting menjadi bernilai logika 0. lalu nilai logika tersebut akan terhubung dan diterima oleh
inputan IC pada port input sensor (P0.0 , p0.1 , p0.2 , p0.3). Rangkaian sensor terdapat pada gambar 3.2. Gambar 3.2
Rangkaian Sensor 3.3 Pengendalian dan pengaturan Pada proses kali ini, sebuah IC dipakai untuk mengatur dan
mengendalikan agar motor stepper dapat bergerak. IC yang digunakan adalah sebuah ATMEL AT89C52 yang
mempunyai 40 kaki. pin yang digunakan adalah kaki 9 sebagai RST-VPP yang berfungsi sebagai penguat. kaki 19
dan 18 sebagai kaki yang terhubung pada komponen XTAL yang berfungsi sebagai penguat inverting dan masukan
pada IC. Kaki 20 sebagai ground. Kaki 39 sebagai inputan.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)

BAB IV PENGOPERASIAN DAN PENGUJIAN
ALAT Pada Bab ini akan dijelaskan cara-cara pengoperasian pada rangkaian pintu lintasan kereta api otomatis. Bab
ini juga menjelaskan pengujian-pengujian apa saja yang dilakukan pada rangkaian ini yaitu pengujian aktifnya
sensor dan kinerja motor stepper yang dapat menggerakkan pintu. 4.1 Pengoperasian Prinsip kerja Prototipe pintu
lintasan kereta api setelah diberi Vcc maka arus akan mengalir dari tegangan Vcc menuju ground. Pada rangkaian
ini terdapat 4 buah sensor. Keempat sensor infrared diatur agar terus menyala dan diberi logika yang bernilai 1.
Sensor photodioda menangkap sinar infrared yang terpancar dan masih dalam keadaan logika 1. apabila photodioda
dan infra red terlahalang oleh sesuatu, maka IC akan mengatur dan mengendalikan motor stepper bergerak sehingga
menggeser prototipe pintu lintasan kereta api. Lihat gambar 4.1. Langkah-langkah untuk mengoperasikan prototype
pintu lintasan kereta api otomatis adalah sebagai berikut: 1. Pasang tegangan Vcc +9 Volt, dalam hal ini penulis
menguji alat ini menggunakan sebuah batu baterai. 2. Amati kondisi keempat sensor yang ada pada rangkaian. 3.
Amati kondisi sensor 1 (s1) dan sensor 2 ,(s2). 35 36 4. Apabila kedua sensor tersebut terhalang benda ter- lebih
dahulu maka motor stepper (M) akan bergerak dan pintu akan tertutup. 5. Amati kondisi sensor 3 (s3) dan sensor 4
(s4). 6. Apabila kedua sensor tersebut terhalang benda setelah pintu menutup, maka motor stepper (M) akan
bergerak dan pintu akan terbuka. 7. Amati kondisi keempat sensor yang ada pada rangkaian. 8. Amati kondisi sensor
4 (s4) dan sensor 3 (s3). 9. Apabila kedua sensor tersebut terhalang benda terlebih dahulu, maka motor stepper (M)
akan bergerak dan pintu akan tertutup. 10.Amati kondisi sensor 2 (s2) dan sensor 1 (s1). 11. .......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)

V. Chapter 5
BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan, pembuatan, pengujian, dan pengoperasian alat Pintu Lintasan Kereta Api
Otomatis dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Sistem Pintu Lintasan Kereta Api Otomatis yang dibangun bekerja
sesuai dengan konsep yang dirumuskan. Alat ini dapat menjadi sebuah solusi yang dapat membantu penjaga pintu
lintasan agar dapat memantau arus lalu lintas kereta api dengan tingkat akurasi yang tinggi supaya resiko kecelakaan
di pintu perlintasan bisa dikurangi.. 2. Dari hasil serangkaian pengujian, sensor infrared dan photodioda memiliki
tingkat keakuratan sampai dengan 100
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)