Anda di halaman 1dari 43

MENOPAUSE

R. Afrilianti
Definisi
Masa berhentinya haid yang permanen
akibat hilangnya aktivitas folikuler ovarium
(WHO)
Menopause terjadi sesudah 12 bulan
berturut-turut tidak mendapat haid dan tidak
ada penyebab patologi atau fisiologi lain
yang nyata
Epidemiologi
Usia rata-rata menopause berkisar 45 55
tahun
Usia menopause dapat menurun pada wanita
yang merokok, nulipara, atau wanita dengan
tingkat sosioekonomi rendah
Selain itu, faktor keturunan juga berperan,
seorang wanita akan mengalami menopause
pada usia tidak jauh berbeda dari ibunya
Etiologi
Hilangnya fungsi ovarium
Diinduksi
- Ooforektomi bilateral
- Kemoterapi
Radiasi panggul
Fisiologi menstruasi
Siklus ovarium (indung telur)
- fase folikuler
- fase luteal
Siklus uterus (rahim)
- fase proliferasi
- fase sekresi
FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing
hormone) yang dikeluarkan hipotalamus
merangsang hipofisis mensekresi FSH FSH
merangsang perkembangan folikel ovarium
folikel menjadi folikel de graaf
mensekresi estrogen estrogen menekan
sekresi FSH
LH-RH oleh hipotalamus menstimulasi
hipofisis mensekresi LH (luteinizing hormone)
Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH)
menyebabkan pematangan folikel de graaf
yang mengandung estrogen estrogen
mempengaruhi pertumbuhan endometrium

Dibawah pengaruh LH folikel de graaf
matang sampai terjadi ovulasi setelah
ovulasi terbentuk korpus rubrum menjadi
korpus luteum dibawah pengaruh hormon LH
dan LTH (luteotrophic hormones) sekresi
progesteron mempengaruhi pertumbuhan
kelenjar endometrium

Bila tidak ada pembuahan, korpus luteum
berdegenerasi dan mengakibatkan
penurunan kadar estrogen dan progesteron
Estrogen, progesteron menyebabkan
degenerasi, perdarahan, dan pelepasan
endometrium
Proses ini yang disebut dengan menstruasi

Fisiologi menopause
Klimakterik merupakan periode peralihan dari fase
reproduksi menuju fase usia tua (senium) yang
terjadi akibat menurunnya fungsi generatif maupun
endokrinologik dari ovarium
Klimaterik yaitu peralihan antara premenopause
dan pascamenopause dimana pascamenopause
lanjut terjadi setelah usia 65 tahun
Fase klimakterik:
- pramenopause
- perimenopause
- menopause
- pascamenopause
Pramenopause
Fase antara usia 40 tahun dan dimulainya
fase klimaterik
Tanda: siklus menstruasi tidak teratur dengan
perdarahan haid memanjang dan jumlah
darah yang relatif banyak, kadang disertai
nyeri haid
Endokrinologik: fase folikuler memendek,
estrogen , FSH atau normal
Perimenopause

Peralihan antara pramenopause dan
pascamenopause dimana tubuh
menyesuaikan diri sekitar 2 8 tahun setelah
periode menstruasi terakhir
6 bulan sebelum menopause kadar estrogen
turun secara drastis
Perimenopause (2)
Terdiri dari beberapa tahap:
- Awal: wanita usia 30 tahun, umumnya 40
44 tahun, ditandai dengan perubahan siklus
dan lama menstruasi
- Pertengahan: siklus menstruasi menjadi
tidak teratur
- Akhir: siklus menstruasi menghilang sampai
akhirnya berhenti sama sekali
Menopause
Jumlah folikel yang mengalami atresia
semakin meningkat serta produksi estrogen
yang semakin berkurang
Perdarahan seperti menstruasi akan terus
terjadi selama wanita masih menggunakan
pil kontrasepsi sehingga harus segera
dihentikan untuk menentukan diagnosis
menopause
Menopause (2)
Diagnosis menopause yaitu apabila seorang
wanita tidak menstruasi selama 12 bulan, dan
dijumpai kadar FSH dara >40 mlU/ml dan
estradiol <30 pg/ml
Pascamenopause
Ovarium sudah tidak berfungsi sama sekali,
kadar estradiol antara 20-30 pg/ml, kadar
hormon gonadotropin biasanya meningkat
(akibat terhentinya produksi inhibin yg
mensupresi FSH)
Akibat rendahnya kadar estradiol,
endometrium menjadi atrofik
Pascamenopause (2)
Jaringan tubuh tertentu seperti lemak,
uterus, hati, otot, kulit dan rambut memiliki
kemampuan mengaromatisasi androgen
menjadi estrogen
Kelenjar adrenal merupakan sumber
utamaandrogen bagi wanita menopause
Normalnya pascamenopause berlangsung 10
15 tahun dan diikuti masa senium sekitar
usia 65 tahun sampai akhir kehidupan
Jenis menopause
Menopause alami
Surgical menopause atau premature
menopause
Tanda dan gejala
1. Perubahan pola menstruasi
Siklus yang memendek, perdarahan tidak
teratur, perubahan berat dan lamanya
perdarahan
2. Keluhan vasomotorik
Perasaan panas yang muncul tiba-tiba (hot
flushes), berkeringat banyak, sakit kepala,
perasaan kurang nyaman dan takikardi
Tanda dan gejala (2)
3. Keluhan somatik
sakit pinggang, nyeri di daerah kemaluan, tulang
dan otot, obstipasi atau diare
4. Keluhan psikis
depresi, mudah tersinggung, cepat marah, dan
merasa tertekan
5. Gangguan tidur
sulit untuk tertidur, terbangun tengah malam
atau terbangun lebih awal dan sulit tidur kembali
Tanda dan gejala (3)
6. Gangguan seksual
aliran darah ke vagina berkurang,
menurunnya libido, lubrikasi vagina
berkurang, sel epitel vagina tipis dan
mudah cedera, dispareuni dan vaginismus
Tanda dan gejala (4)
7. Gangguan urogenital
- ovarium (ovarium mengecil, tidak jarang terjadi
hiperplasia struma ovarium)
- uterus (premenopause panjang cavum uteri
berkurang, pascamenopause terjadi involusi
miometrium, endometrium atrofi)
- serviks (terjadi proses involusi, serviks berkerut
epitelnya menipis, lendir serviks berkurang)

Tanda dan gejala (5)
- vulva (involusi vulva, atrofi, hilangnya
turgor, dan elastisitas, pascamenopause
rambut pubis berkurang, labia mayor dan
klitoris mengecil, introitus vagina
menyempit, pasien akan mengeluh gatal,
nyeri dan seperti benda asing di vagina
sehingga menyebabkan perasaan tidak
nyaman)
Tanda dan gejala (6)
- saluran kemih (gangguan miksi seperti disuria,
polikisuria, nokturia, rasa ingin berkemih yang
hebat atau urin yang tertahan)
8. Gangguan organ lain
- kulit (berkurangnya sintesis kolagen dan
meningkatnya penghancuran kolagen)
- mulut, hidung telinga (mukosa berkerut, mudah
terkena gingivitis dan perubahan air liur)


Tanda dan gejala (7)
- payudara (involusi payudara,
pascamenopause payudara atrofi, pelebaran
duktus, dan fibrotik nyeri payudara)
9. Osteoporosis
10. Penyakit kardiovaskular
peningkatan insiden infark miokard
Diagnosis
Penilaian diri sendiri
Gejala klimakterik
Riwayat medis dan keluarga
usia menopause orangtua, status histerektomi
Tanda fisik
pH vagina, ketebalan kulit, indeks maturasi
dengan pap smear
Uji laboratorium
kadar FSH dan estradiol

Penatalaksanaan
Hormone replacement therapy (HRT) bukan
bertujuan untuk memperlambat menopause
atau mencegah agar tidak tua, tetapi
bertujuan untuk mengurangi,
menghilangkan, dan mencegah keluhan
ataupun penyakit akibat kekurangan
estrogen
HRT
Indikasi pemberian HRT
1. Semua wanita, tanpa kecuali, yang ingin
menggunakan HRT untuk pencegahan
2. Semua wanita yang memiliki resiko penyakit
kardiovaskuler, osteoporosis dan kanker usus
3. Semua wanita dengan keluhan klimakterik
HRT (2)
1. Jelaskan kegunaan HRT, berikan informasi
terhadap:
- lamanya HRT digunakan
- dapat terjadi perdarahan
- dapat menimbulkan efek samping
- hubungan HRT dan kanker payudara
HRT (3)
2. Pemeriksaan dasar
- pemeriksaan panggul: ada tidaknya mioma
uteri (HRT memicu pertumbuhan mioma uteri)
- palpasi payudara: curiga kanker payudara,
kontraindikasi pemberian HRT
- tekanan darah: HT bukan KI HRT tetapi
pengawasan pemberian HRT bersamaan dengan
obat anti-hipertensi
- densitometer (tidak wajib) mengetahui resiko
terjadinya osteoporosis
HRT (4)
3. Tindak lanjut
pasien diminta datang kontrol 1 bulan
kemudian untuk mengetahui hasil pemberian
HRT dan kemungkinan munculnya efek
samping. Jika tidak ada masalah, kontrol lagi
3 bulan kemudian, lalu diminta kontrol rutin
setiap 6 bulan.
HRT (5)
Kontraindikasi estrogen
1. Kanker payudara
2. Perdarahan dari vagina yang tidak
diketahui penyebabnya (seperti kanker
endometrium)
3. Kerusakan hati yang berat
4. Tromboemboli
Kontraindikasi progesteron
1. Meningioma
Prinsip pengelolaan
Pemberian estrogen saja
Pemberian gestagen saja
Pemberian estrogen progesteron sekuensial
Pemberian estrogen progesteron kombinasi
secara kontinu
Pemberian estrogen saja
Indikasi: pasien histerektomi

Oral 17- estradiol 1 2 mg
Estradiol valerat 1 2 mg
Estrogen equin konjugasi 0,3 0,625 mg
Estriol 1 4 mg
estropipete 0,625 1,25 mg
Transdermal Estradiol (plester) 0,05 0,1 mg
Estradiol (gel) 0,5 1 mg
Semprotan hidung Estradiol hemihidrat 150 450 ug
Vaginal krem Estriol 0,5 mg
Estradiol 0,025 mg
Intramuskular Estradiol valerat 4 mg
Pemberian gestagen saja
Sangat jarang digunakan
Indikasi: wanita yang memiliki kontraindikasi
pemberian estrogen atau wanita yang tidak
tahan terhadap estrogen
Tibolon, turunan noretinodrel memiliki sifat
estrogenic, progestogenic dan androgenic
merupakan alternatif bagi wanita yang KI
estrogen atau tidak tahan terhadap estrogen
Oral Progesterone 200 300 mg
Medroksiprogesteron asetat 5 10 mg
Klormadinon asetat 2 mg
Siproteron asetat 1 mg
medrogeston 5 mg
Didrogesteron 10 20 mg
Levonorgestrel 0,075 mg
Noretisteron (sintetik) 0,7 1 mg
Norgestrel (sintetik) 150 ug
Dienoges (sintetik) 2 mg
Transdermal Noretisteron asetat (sintetik) 0,25 mg
Intrauterine Levonorgestrel 0,02 mg
Pemberian estrogen
progesteron sekuensial
Indikasi: diutamakan pada wanita yang masih
menginginkan datangnya menstruasi setiap
bulan
Cara pemberian:
1. cukup diberikan estrogen saja 3 minggu
kemudian 1 minggu istirahat
2. estrogen 4 minggu, ditambah progesteron
hari ke 1 14
3. estrogen hari ke 1 21 dan ditambah
progesteron hari ke 10 21
4. estrogen 4 minggu ditambah progesteron hari
ke 12 25
5. estrogen hari ke 1 14 dilanjutkan progesteron
hari ke 15 21
Pemberian estrogen
progesteron kombinasi secara
kontinu
Indikasi: wanita pascamenopause yg tidak
menyukai withdrawal bleeding
Tujuan: amenorea
Gestagen sekuensial Kontinu kombinasi
Medroksiprogesteron asetat

10 mg 2,5 mg
Didrogesteron 10 20 mg 10 mg
Siproteron asetat 1 mg 1 mg
Progesteron 300 mg 100 mg
Levonogestrel 0,075 mg 0,030 mg
Noretisteron 0,7 1 mg 0,35 mg