Anda di halaman 1dari 127

WHY EKOLOGI PERAIRAN PERLU

DIPELAJARI ?
PERANAN AIR:
PERANAN AIR:
Sumber murah dan mudah dicapai
Pelarut universal
Alat transportasi
Komponen ekologis:
a. Dengan sifat fisiknya sebagai medium
tempat hidup organisme
b. Dengan sifat kimianya sebagai
pembawa zat-zat hara
PERBEDAAN PERAIRAN LAUT DAN
PERBEDAAN PERAIRAN LAUT DAN
TAWAR
TAWAR
7/10 luas permukaan
bumi
Sudah ada sejak
terbentuknya air pada
waktu pendinginan
bumi
Perkembangan
kehidupan telah
berlangsung pada
permulaan
Lautan menentukan
iklim daratan
1/50 luas permukaan
bumi
Bersifat sementara,
umur pendek
sedimentasi, tektonis
Tergantung pada
habitat fauna
(terbatas)
Perairan tawar
dipengaruhi iklim
setempat dari
daratan di sekitarnya
PERAIRAN LAUT: PERAIRAN TAWAR:
KLASIFIKASI SUNGAI BERDASARKAN
KLASIFIKASI SUNGAI BERDASARKAN
SUHU DAN KECEPATAN ARUS
SUHU DAN KECEPATAN ARUS
RHITHRON:
Dari sumber s/d daerah
dengan suhu < 20
o
C
Kecepatan arus tinggi
Volume aliran kecil
Tipe substrat (substrat
eroding): batuan besar
(boulders), batu koral
(stones), kerikil (gravel),
sand (pasir)
POTAMON:
Daerah hilir setelah
rhithron
Rata-rata suhu bulanan >
20
o
C (subtropik) dan >
25
o
C (tropik)
Kecepatan arus rendah
Tipe substrat (substrat
depositing): pasir/lumpur,
terkadang kerikil
Note: ada yang menambahkan CRENON yaitu
mata air sungai
MORFOLOGI DAN STRUKTUR
MORFOLOGI DAN STRUKTUR
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR
I. DANAU
Cara Terbentuknya:
a. Vulkanis
b. Tektonik
c. Longsor/pergeseran tanah
d. Glacial/pencairan es
Ciri-ciri morfometrik:
Slope curam
Kedalaman > 100 m
Water level fluctuation 1-3 m
Water retention time (pergantian air) lama
Berdasarkan Tingkat
kesuburan:
1.Danau Oligotrof
2.Danau Eutrof
3.Danau Dystrof
PHOTIC ZONE
Mixed layer/Epilimnion
APHOTIC ZONE/
Hipolimnion
Termokline
Zone
Litoral
Zone
Profundal
Zone
Litoral
Zone
Pelagik/Limnetik
DANAU OLIGOTROF:
Tingkat kesuburan sangat
rendah
Dalam dan tepi curam
Kadar mineral sedikit
Miskin fitoplankton,
zooplankton, bentos, dan ikan
Kecerahan tinggi (8-40 m)
Terjadi stratifikasi suhu
DANAU EUTROF:
Tingkat kesuburan tinggi
(terajadi eutrofikasi)
Nutrien tinggi
Oksigen di epilimnion tinggi dan
di hipolimnion rendah
Plankton dan ikan banyak(di
epilimnion)
Kecerahan 0,1-2,0 m
Suhu, cahaya, pH di epilimnion
bagus
PEMBAGIAN DANAU
PEMBAGIAN DANAU
BERDASARKAN TINGKAT KESUBURAN
BERDASARKAN TINGKAT KESUBURAN
DANAU DYSTROF:
Merupakan lanjutan dari danau eutrof
Tingkat kesuburan rendak karena asam humat tinggi
Warna air coklat hitam dan pH rendah (4-5)
Kadar Ca rendah
Ganggang dominan: Desmidiaceae
II. WADUK
Dibuat manusia dengan membendung sungai
Waduk = danau = ekosistem terbuka
Waduk lama terjadi pendangkalan karena ada outlet
Ciri-Ciri:
Slope curam dan landai
Kedalaman 30-100 m
Water level fluctuation 5-25 m
Water retention time sering dan penuh
Limnetik
Profundal
Litoral
III. RAWA
Genangan air yang sangat luas dan dangkal
Ciri-Ciri:
Slope landai
Kedalaman 1-30 m
Water level fluctuation 3-5 m
Pergantian air paling sering
Umumnya terletak di dataran rendah
Litoral luas
Bahan organik dari sisa tanaman tinggi sehingga
proses pembongkaran lambat
IV. KOLAM
Perairan menggenang buatan manusia,
ukuran kecil, bentuk tertentu, tepian
curam dan dangkal
Ciri-Ciri:
Kedalaman < 3 m
Sistem tertutup
Tujuan untuk memelihara ikan
Suhu konstan (permukaan sampai dengan
dasar
Ada 2 macam:
1. Kolam Permanen
Diisi air sampai tahunan
2. Kolam Temporer
Diisi air pada musim tertentu
SIFAT FISIKA
SIFAT FISIKA
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR
A. BERAT JENIS (DENSITY)
Perbandingan antara berat dengan volume
BJ air danau atau sungai pada tempat dan waktu yang berlainan
berbeda, dipengaruhi oleh: tekanan (bahan tersuspensi), suhu dan
kadar garam (salinitas)
KADAR
GARAM ()
DENSITAS
Pada 4
o
C
0
1
10
35
1,00000
1,00085
1,00818
1,02822
TEKANAN DENSITAS
1 Atm
10 Atm
20 Atm
1
1,0005
1,001
3,94
o
C suhu (
o
C)
D
E
N
S
I
T
A
S
B. VISKOSITAS (kekentalan air)
Terjadi akibat tahanan gesekan yang ditimbulkan oleh suatu zat
cair pada benda yang bergerak
Dipengaruhi oleh suhu
Viskositas menentukan:
a. Kebiasaan hidup
b. Penggunaan energi hewan air
c. Penghalang bagi pergerakan
organisme
SUHU (
o
C) VISKOSITAS
(%)
0
5
10
15
20
25
30
100.00
84.90
73.00
63.70
56.10
49.80
44.60
C. TEGANGAN PERMUKAAN
Terjadi akibat aktivitas molekul air yang tidak simetri pada dan
di bawah permukaan air
Suhu & bahan organik tinggi Teg. Permuk. Rendah
Garam tinggi Teg. Permuk. Tinggi
Teg. Permuk.mempengaruhi organ-organ tumbuhan dan hewan
(ada yang dapat dibasahi ada yang tidak)
D. WARNA PERAIRAN
Mempengaruhi:
Transmisi cahaya di perairan
Proses biologis
Petunjuk kualitatif produktivitas perairan
Menentukan sifat kimia perairan
COLOR = TRUE COLOR + APPARENT COLOR
TRUE COLOR (Specific color)
Warna sebenarnya dari perairan alam
Berasal dari bahan yang larut / bahan yang berada dalam
keadaan koloid
APPARENT COLOR
Warna yang terlihat (berkas cahaya yang tidak diabsorbsi)
Hasil dari saling pengaruh antara bahan melayang dengan
dasar danau dan pemantulan langit
WARNA PERAIRAN DANAU DITENTUKAN OLEH: WARNA PERAIRAN DANAU DITENTUKAN OLEH:
Kecerahan air
Air murni warna hitam
- mengabsorbsi semua bagian cahaya
- tidak ada bahan melayang
- tidak ada di alam
Bahan yang melayang dan larut
a. Bahan yang larut di perairan (protein, karbohidrat,
lemak, hasil perombakan ke tiga jenis di atas)
b. Bahan organik yang melayang (Seston)
1. Jasad hidup
- Algae biru warna kehijauan tua
- Diatomeae warna kekuningan/coklat kuning
- Mikrocrustaceae warna merah
2. Bahan mati (Tripton)
terdiri atas jasad mati, detritus, bahan koloid,
humus (hijau/coklat kuning)
c. Bahan an organik koloid yang melayang (CaCO
3
warna
kehijauan, Fe(OH)
3
warna merah, S warna kuning hijau)
Kualitas cahaya yang jatuh
Warna dasar perairan
WARNA PERAIRAN SUNGAI
WARNA PERAIRAN SUNGAI
Dipengaruhi oleh:
- transmisi cahaya (kualitas cahaya yang jatuh)
- refleksi cahaya
- materi tersuspensi dan terlarut
Hulu sungai jernih
Sungai kecil dan dangkal coklat
Diatom bloom kecoklatan
Bakteri sulfur kuning
WARNA AIR MUARA
WARNA AIR MUARA
Biru pembiasan cahaya oleh molekul air
Detritus dan organisme hidup coklat-merah-hijau
Laut merah Dinoflagellata (algae)
Ciri khas: warna gelap (kurang cerah dibandingkan laut terbuka)
CARA PENGUKURAN TRUE COLOR:
CARA PENGUKURAN TRUE COLOR:
Sampel air disaring/sentrifuge lalu bandingkan dengan:
Skala warna Forel (12 tkt. Standar: biru coklat): larutan
Cupramonium sulfat + K. chromat + Co. Amm. Sulfat)
Skala Platina Cobalt: K. Chloroplatinate (K
2
PtCl
4
) + Cobalt
Chlorida Kristal (CoCl
2
.H
2
O)
E. KEKERUHAN (TURBIDITAS)
Merupakan istilah untuk menyatakan derajat kegelapan dalam
air yang disebabkan oleh bahan melayang
KEKERUHAN AIR DANAU
KEKERUHAN AIR DANAU
Dipengaruhi oleh:
a. Sifat alamiah materi tersuspensi penyebab kekeruhan
(mempengaruhi warna)
b. Konsentrasi materi tersuspensi: membatasi transmisi
cahaya menentukan kecerahan air
Ditinjau dari penyebab kekeruhan:
1. Allochthonous (materi datang dari luar)
2. Autochthonous (materi dari danau itu sendiri)
Alat pengukur turbiditas (ppm) = mg SiO2/L
1. Turbidity Rod
2. Jackson Turbidimeter
3. Hellige Turbidimeter
Prinsip: membandingkan cahaya melalui sampel air
Kekeruhan tidak sama (uniform) meskipun pada satu danau
kenapa ???
KEKERUHAN AIR SUNGAI
Hulu : jernih
Daerah bawah : keruh
- Zat tersuspensi tinggi
- Ukuran partikel
PERBANDINGAN SUNGAI DANAU
1. Kadar garam rendah lebih tinggi
2. Kekeruhan tinggi lebih rendah
3. Pengendapan jarang normal
4. Materi tersuspensi banyak lebih sedikit
KEKERUHAN AIR MUARA
KEKERUHAN AIR MUARA
Disebabkan oleh:
1. Pasir & lumpur yg. Terbawa air sungai (jml. tgt. musim)
2. Zat yang terbawa dari laut (sedikit)
3. Hasil erosi
Makin ke arah muara, makin jernih krn:
1. Kec. Air menurun (terjadi pengendapan)
2. Elektrolit efek dari air laut
F. RADIASI MATAHARI
F. RADIASI MATAHARI
Radiasi matahari menentukan:
Intensitas cahaya pada perairan
Kualitas cahaya
Suhu perairan
Besarnya radiasi matahari pada suatu tempat tergantung kepada:
Musim
Letak geografis
Waktu
Sudut jatuh
Keadaan atmosfer
Cahaya yang jatuh pada permukaan air:
1. Dipantulkan, tergantung pada:
- Sudut jatuh ()
- Keadaan permukaan
2. Diteruskan ke dalam air
- Didispersikan (disebarkan)
- Diabsorbsi (panas)
53% energi cahaya diubah menjadi panas sewaktu
menembus air 1 m pertama
Dispersi dan absorbsi cahaya oleh air menyebabkan:
Reduksi (pengurangan) intensitas cahaya
Mengikuti hukum Lambert I
z
= I
o
. E
-KZ
Iz = Int. chy. pd. Kedalaman Z
Io = Int. chy. mula-mula
e = Lon =
2,7
Log
K = konstanta panjang gelombang ttt. (%)
besarnya chy yg ditahan pd kedalaman z
(extinction coefficient)
Makin besar pjg gelombang (merah, jingga) dan makin pendek
(ultraviolet & violet), int chy makin cepat berkurang
dibanding dg cahaya dg panjang gelombang sedang (biru,
hijau, kuning)
Perubahan komposisi spektrum
Bagian cahaya yang dapat melewati kedalaman Z disebut:
TRANSMISSION COEFFICIENT
udara
air
cahaya
70 m
Cahaya pada kedalaman 70 m:
Biru: tinggal 30% (30% transmission)
Kuning : tinggal 6%
Merah : 0% (tdk dpt menembus > 4 m)
PENYEBARAN PANAS
Cahaya yang diabsorbsi PANAS
Penyebaran suhu di danau mengakibatkan stratifikasi masa
air dan terjadinya arus
Epilimnion
Termokline/metalimnion
Hypolimnion
D
E
P
T
H
Suhu (
o
C)
Lapisan epilimnion seragam dipengaruhi:
1. Sinar matahari
2. Angin
3. Penguapan akibat pendinginan permukaan
SIKLUS SUHU TAHUNAN
4
o
C
4
o
C
4
o
C
4
o
C
4
o
C
22
o
C
21
o
C
6
o
C
5
o
C
4
o
C
4
o
C
4
o
C
4
o
C
4
o
C
4
o
C
0
o
C
2
o
C
4
o
C
4
o
C
4
o
C
1. Spring overturn
2. Summer thermal
stratification
3. Fall overturn
4. Water Ice cover
Epilimnion
Thermocline
Hipolimnion
SPRING OVERTURN/SPRING CIRCULATION
MUSIM DINGIN MUSIM SEMI
Es 0
o
C
Air 0
o
C
Air 4
o
C
Suhu > tinggi
Air 4
o
C
BERAT
Air 2
o
C
RINGAN
G. KECERAHAN
G. KECERAHAN
Prosentase radiasi cahaya yang dapat menembus air
Menunjukkan tingkat kecerahan dari perairan tersebut
Air nurni mempunyai sifat transparan (tembus cahaya)
Derajat transparansi dipengaruhi oleh:
- zat terlarut - musim
- zat tersuspensi - sudut jatuh cahaya
- organisme dalam air - intensitas cahaya
METODE PENGUKURAN KECERAHAN AIR
1. Metode limit penglihatan (Secchi Disc)
Faktor yg mempengaruhi pengukuran: ketelitian, glb permukaan,
pantulan cahaya dari bawah, cuaca
Kecerahan baik > 600 mm
Kecerahan cukup + 300 mm
Kecerahan buruk < 100 mm
2. Metode Photographic
- Photoelectric cell method (dengan photoelectric apparatus)
- Pirlimnometer: mengukur total radiasi chy yg menimpa thermo-
pile sehingga menghasilkan aliran listrik (dibaca pada
Galvanometer)
SIFAT KIMIA
SIFAT KIMIA
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR
I. OKSIGEN TERLARUT
Sumber: Atmosfer (difusi)
Fotosintesa
Gerakan air (gelombang & pengadukan)
Banyaknya Oksigen dalam air
Q = P R + D + A
Q = Kadar DO terlarut dalam air
P = Fotosintesa
R = Respirasi
D = Difusi
A = aliran masuk
DO minimum untuk mendukung kehidupan : 2 ppm
Dua zona di danau dg produksi O
2
tinggi:
- Litoral
- Limnetik
PENGARUH SUHU TERHADAP KELARUTAN OKSIGEN
SUHU (
o
C) KADAR OKSIGEN (mg/L)
0 14,62
5 12,80
10 11,33
15 10,15
20 9,17
25 8,38
30 7,63
OKSIGEN DALAM AIR DAPAT BERKURANG KARENA:
1. Respirasi (hewan dan tumbuhan)
2. Dekomposisi bahan organik
3. Reduksi oleh gas lain dalam air
4. Pelepasan oksigen ke udara oleh karena peningkatan suhu
5. Aliran air dari dalam tanah
6. Zat besi Fe
2+
Fe
3+
FAKTOR PENENTU DO DI HYPOLIMNION:
1. Bahan organik
2. Suhu. Kecepatan respirasi 2-3 kali lebih cepat
dengan kenaikan suhu 10oC
3. Kecepatan jatuh bahan organik ke hypolimnion
4. Kedalaman dan profil dasar danau
II. KARBONDIOKSIDA
Kadar di air melimpah karena koefisien solubilitas lebih
tinggi dari pada N dan O (0,55-0,60 mg/L selalu tersedia)
Sumber:
- Air hujan
- Air bawah tanah yang kaya CO2
- Hasil pernapasan (tumbuhan, hewan dan bakteri aerobik)
Berperan untuk fotosintesa:
Cahaya
6H
2
O + 6CO
2
C
6
H
12
O
6
+ 6O
2
Klorofil
CO
2
+ H
2
O H
2
CO
3
H
+
+ HCO
3
-
H
+
+ CO
3
=
CaCO
3
+ H
2
CO
3
Ca (HCO
3
)
2
Ca(HCO
3
)
2
CaCO
3
+ H
2
O + CO
2
terikat terikat bebas
Beda sifat senyawa Ca dan Mg:
- CaCO
3
tidak larut sedangkan MgCO
3
larut
- Ca(OH)
2
larut sedangkan Mg(OH)
2
tidak larut
Asam lemah dan garam dari karbonat merupakan bufer
(Ca(HCO
3
)
2
)
Ada tidaknya bikarbonat menentukan basa/asam suatu perairan
4 5 6 7 8 9 10 11 12 pH
HUBUNGAN pH VS CO
2
100
(%) 50
0
CO
2
+ H
2
CO
3
HCO
3
-
CO
3
=
III. METHAN
Sumber: perombakan bahan organik secara anaerob
Bentuk: gelembung gas
Konsentrasi di dasar tinggi
IV. NITROGEN
Konsentrasi kecil karena hanya berasal dari atmosfer (79%)
Peran penting untuk tanaman tingkat tinggi dan fitoplankton:
pembentuk protein
Fiksasi nitrogen oleh bakteri (dasar) dan Cyanophyceae
(Anabaena, Trichodesmium, Nostoc) untuk permukaan
Sumber lain: limbah (pupuk ZA, urea)
Bentuk: NO
2
, NO
3
, NH
2
(amida), NH
3
Bakteri pemfiksasi: Azotobacter dan Clostridium
NH
3
bersifat racun, pada kondisi aerob terjadi:
NH
3
+ H
2
O + O
2
NH
4
OH
Daya racun meningkat bila pH tinggi dan CO
2
tinggi
SIKLUS NITROGEN DALAM AIR
N
2
Atmosfer
N
2
fixing
Cyanophyceae
N
2
Fiksasi
bakteri di
sedimen
Ikan
Excresi
Asimilasi NO3
NO
3
NO
2
N
NO
2
NO
3
NH
3
NO
2
NH
2
NH
3
Bakteri NO
3
(Nitrobacter)
Bakteri NO
2
(Nitrosomonas)
Bakteri Amonifikasi
Asam amino
Urea, As. Uric
Sisa organik
(Bakteri Denitrifikasi)
Hewan
Ekskresi
MODEL FOODWEB PLANKTON DALAM
PEMANFAATAN NITROGEN
Fitoplankton
N detritus N organik NH3 NO3 Tenggelam
Sedimen
Zooplankton
Pertumbuhan
Pertumbuhan
V. FOSFOR
Jumlah sedikit dan tidak seimbang dengan unsur N sehingga
P merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan fitoplankton
Ada dua komponen:
1. P terlarut (Ortopospat), 0,003-0,015 ppm
2. P organik (dalam organisme), 0,005-0,103 ppm
Dua faktor penentu ketersediaan:
- Konsentrasi fosfor alami
- Fosfor dari kegiatan pertanian, pemukiman, dan industri
Faktor penentu ketersediaan ortopospat:
1. Alkalinitas, menentukan pH yang akan mempengaruhi
kelarutan ikatan P dengan ion metal
Kelarutan AlPO
4
dan FePO
4
terjadi pada pH 6
pada pH < 6 mengakibatkan AlPO
4
dan FePO
4
mengendap
2. Ca akan menghambat kelarutan PO
4
pada pH tinggi
3. Bahan organik yang tinggi dapat mengabsorbsi PO
4
sehingga tidak bisa dimanfaatkan fitoplankton
4. Jumlah total PO
4
di hypolimnion lebih besar daripada di
epilimnion tetapi tidak bisa dimanfaatkan karena
intensitas cahaya rendah
Konsentrasi P an organik di danau oligotrof < 0,001 ppm
MODEL FOODWEB PLANKTON DALAM
PEMANFAATAN FOSFOR
Fitoplankton
P detritus P organik P anorganik Tenggelam
Sedimen
Zooplankton
Pertumbuhan
VI. BESI DAN MANGAN (Fe dan Mn)
Fe banyak tersebar di kerak bumi
Penting bagi fitoplankton untuk pembentukan klorofil
Ada dalam bentuk Fe
2+
dan Fe
3+
4 Fe(HCO
3
)
2
+ 2H
2
O+6O
2
4Fe(OH)
3
+ 8CO
2
Fe(HCO
3
)
2
ada jika:
- DO < 0,5 ppm
- pH 7 7,5
- CO
2
dalam air tinggi
- Ada reduksi Fe(OH)
3
oleh bahan organik
Fe(OH)
3
ada jika:
- DO > 0,5 ppm
- Jika pH > 7 pengendapan akan tinggi
- Jika pH < 7 pengendapan akan rendah
SIKLUS BESI
Fe
2+
Fe
3+
Fe(OH)
3
Ke dalam
hypolimnion
Fe
2+
larut
Fe
3+
dioksidasi
diendapkan
diendapkan
reduksi
Dibawa ke
epilimnion
dan
dioksidasi
Mangan (Mn)
Sifat = Fe
Tidak memperlihatkan stratifikasi karena lebih mudah
direduksi dan lebih sukar dioksidasi d.p. Besi Mn(HCO
3
)
2
Pada perairan basa, Mn mengendap
VII. BAHAN ORGANIK
Bisa sebagai allochtonous dan autochtonous
Seston (bahan organik yang melayang dalam air):
1. Hidup (Fito dan Zooplankton)
2. Mati (Detritus dan bahan koloid/tripton)
Seston penentu warna danau:
- Hijau tua alga biru
- Coklat kuning diatom
- Merah Zooplankton (mikrokrustaceae)
- Hijau-coklat Humus
Danau kaya BO dan produktif, warna kuning/biru abu-
abu/coklat
Danau kurang produktif, warna biru/hijau
N dan P organik > N dan P an organik
Efek bahan organik tinggi di perairan:
1. pH turun
2. DHL dan alkalinitas tinggi
3. H
2
S tinggi
4. DO rendah
5. Kecerahan tinggi
Allochtonous
nutrien
Allochtonous
bahan
organik
Produksi Primer
Autochtonous
nutrien
Autochtonous
bahan
organik
Dekomposer
SIKLUS BAHAN ORGANIK DALAM AIR
Pengaruh air terhadap organisme:
Dengan sifat fisiknya, sebagai medium tempat hidup
Dengan sifat kimianya, sebagai pembawa zat-zat hara (untuk
produktivitas primer)
HUBUNGAN BIOLOGI DENGAN
HUBUNGAN BIOLOGI DENGAN
SIFAT
SIFAT
FISIKA
FISIKA
-
-
KIMIA
KIMIA
PERAIRAN
PERAIRAN
Penggolongan organisme perairan berdasarkan kebiasaan hidup:
Plankton: mikroorganisme perairan yang gerakannya
dipengaruhi oleh gerakan air
Nekton: organisme berukuran besar dan dapat berenang
Bentos: organisme yang hidup di dasar perairan
Perifiton: organisme yang hidup di sekitar benda yang
tenggelam di perairan
Neuston: organisme yang hidup di permukaan air
Pleuston: makrofita perairan
PLANKTON
Berdasarkan Kualitas:
1.Phytoplankton
- Saproplankton (bakteri &
fungi)
- Phytoplankton proper
(sebenarnya)
berklorofil
2. Zooplankton
Berdasarkan Ukuran:
Ultraplankton: < 2 m
Nannoplankton: 2-20 m
Mikroplankton: 20-200 m
Makroplankton: 200-2000
m
Megaplankton: > 2000 m
KLASIFIKASI PLANKTON
PLANKTON
Berdasarkan Keasliannya:
1.Autogenetic plankton: berasal dari perairan sendiri
2. Allogenetic plankton: berasal dari daerah lain
Berdasarkan Lingkungan Daerah Penyebaran:
Limnoplankton: plankton danau
Rhenoplankton (potamoplankton): plankton sungai
Heleoplankton: plankton kolam
Haliplankton: plankton air asin (laut)
Hypalmeroplankton: plankton air payau
KLASIFIKASI PLANKTON
PLANKTON
Berdasarkan Contentnya:
1.Euplankton: plankton yang sesungguhnya
2. Pseudoplankton: sisa-sisa yang bercampur dalam plankton
Berdasarkan Sejarah Hidup:
Holoplankton: selamanya hidup sebagai
plankton
Meroplankton: bersifat plankton pada fase
larva
KLASIFIKASI PLANKTON
Organisme yang berukuran mikroskopis
Virus
- Mengganggu kesehatan
- Kontaminasi pada air (dari faeces)
- Ukuran + 0,02
Bakteri
- Lebih melimpah di dasar perairan
- Bentuk: Coccus, basil, spiral
- Ukuran: 0,2 5
- Air tercemar bahan organik bakteri tinggi
- Fungsi di perairan sebagai dekomposer
Fungi
- Peran: dekomposisi dan recycling bahan organik
- Sebagian sebagai saprofit dan parasit
- Contoh parasit: Saprolegnia pada ikan
SAPROPLANKTON
Ada 5 phyllum:
- Chlorophyta (ganggang hijau)
- Cyanophyta (ganggang biru)
- Chrysophyta
- Pyrophyta
- Euglenophyta
Bersifat kosmopolit
Perbedaan kualitas air mempengaruhi komposisi dan
kelimpahan, contoh:
- Kadar PO
4
0,1 1,0 ppm oligotrof
0 - 0,02 ppm dominasi diatom
0,02 0,05 ppm Chlorophyceae
> 0,1 ppm Cyanophyceae
- pH rendah (4,6 6,7) dijumpai: Closterium, Xanthidium,
Mikrasterias, Cosmarium, Aphanoteca Diatom
PHYTOPLANKTON
- pH tinggi dapat dijumpai Staurastrum (Desmid)
- pH basa dan banyak unsur hara didominasi oleh Euglena
dan Phacus
- Ca tinggi akan didominasi oleh Microcystis, Anabaena,
Pediastrum, Scenedesmus, closterium, dsb.
Distribusi Phytoplankton
Ditentukan oleh:
- Cahaya
- Kecerahan
- Nutrien
- Gerakan air
- Pemangsaan oleh zooplankton
- Parasitisme oleh protozoa, fungi, bakteri, virus
- Holoplankton atau meroplankton
Contoh algae holoplankton:
- Asterionella
- Fragilaria Pertumbuhan cepat & dominan di -
- Tabellaria danau
Contoh Meroplankton dari Bluegreen Algae
- Aphanezemeon
- Anabaena Pada musim dingin sebagai spora
- Microcystis
Phytoplankton melimpah di lapisan permukaan (euphotic
zone)
Phytoplankton produsen
bila blooming akan merugikan
organisme lain
Anabaena & Microcystis
- Sering blooming
- Tidak menguntungkan karena berlendir racun
sukar dicerna
Diatom:
- Sumber makanan bagi ikan
- Dinding sel terdiri dari silikat, berfungsi sebagai asbes
dan bahan peledak
Scenedesmus
- Chlorococcalus yang nannoplankton
- Indikator untuk PO
4
rendah krn dapat menimbun PO
4
dalam tubuh untuk persediaan
Euglena
- Mempunyai flagel, perlu perairan eutrof
- E. viridis warna permukaan hijau
- E. Sanguinea warna permukaan merah
Pengaruh Phytoplankton terhadap perairan dan biota lain
Termasuk:
- Protozoa
- Rotifera
- Crustacea:
1. Cladocera
2. Cyclopoid
3. Calanoid copepoda
4. Larva insekta
5. Larva udang
Ukuran > 0,5 1,0 mm
Herbivore dan predator
Kelimpahan di eutrofik 500 idv/L
Faktor yang mempengaruhi: O
2
, cahaya/sinar, suhu,
makanan, gerakan air
ZOOPLANKTON
Holoplankton
Meroplankton
Distribusi vertikal dan migrasi harian Zooplankton
0
2
4
6
8
10
15
20
Jam 12.00 Jam 18.00 Jam 00.00
Jam 06.00
Fototaksis negatif
Intensitas cahaya stimulus
menghindari gerakan menjauhi
Untuk memaksimumkan potensial reproduksi.
Pada suhu yang rendah energi untuk metabolisme
menurun
Proteksi dari predator arah arus beda
Perairan yang tidak ada stratifikasi tidak
terjadi migrasi vertikal
MEKANISME MIGRASI VERTIKAL
ZOOPLANKTON
Kelas Rhizopoda
- Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia), ex: Amoeba
- Hidup di dasar perairan dangkal, pemakan ganggang dan
detritus, ex: Arcella
Kelas Ciliata
- Bergerak dengan bulu getar/cilia
- Hidup sebagai bentos pemakan detritus
- Indikator perairan tercemar bahan organik
- Ex: Paramaecium, Stentor, Vorticella
Kelas Flagellata (Mastigophora)
- Gerakan dengan flagel (bulu cambuk)
- Hidup parasit pada vertebrata
- Ex: Monas, Trachelomonas, Mallomonas
Kelas Sporozoa
- bergerak dengan pseudopodia dan berkembang dengan spora dan
konyugasi, Ex: Actinosphaerium
GERAKAN DAN CARA MAKAN ZOOPLANKTON
1. PROTOZOA
- Pemakan fitoplankton dan detritus
- bergerak dengan bulu getar (di sekitar mulut)
- aktif bergerak/berenang
- Ex: Brachionus sp, Keratella sp, dll
3. CRUSTACEA
2. ROTIFERA
Kelas Cladocera (kutu air)
- Bergerak dengan kaki
- Kulit transparan
- Punya mata besar yang sensitif cahaya pendorong
migrasi vertikal
- Pemakan fitoplankton dan detritus
- Fungsi bagian tubuh: Antena II alat berenang, kaki untuk
membantu melekat pada substrat & alat penggaruk, bulu kaki
bergerak terus untuk mengalirkan air di antara celah kaki
menyaring makanan ke mulut
- Ex: Daphnia, Moina, Diaphanosoma merupakan makanan ikan
(Hidup di perairan kaya bahan organik, pH 6,5-8,5)
Kelas Copepoda
- Plankton bentik yang hidup di daerah litoral
- Panjang tubuh 0,3 3,2 mm
- Warna kuning keabu-abuan / kecoklatan
- Tubuh bersegmen, panjang dan silindris dibagi: kepala, thorax,
abdomen
- Bersifat filter feeder
- Bergerak aktif di perairan
- Punya 2 antena di kepala
- Seta yang panjang berfungsi sebagai organ untuk mengapung,
mempertahankan sebagai plankton
- Ordo Eucopepoda: mata sederhana dan tidak ada jantung
Ordo Brachiura: mata majemuk dan ada jantung
- Sub ordo: Caligoida, Lernacopoida, Arguloida merupakan parasit
- Sub ordo Calanoida, Cyclopoida dan Harpacticoida: bebas
- Cyclops: predator, tahan pada kondisi buruk, kosmopolitan, umur +
30 hari, antena pendek
- Diaptomus (Calanoida) mempunyai antena 1,5 X panjang badan
- Tingkat larva Cyclops dan Diaptomus disebut Nauplius (berenang aktif)
- Cyclops dan Diaptomus merupakan makanan ikan Carnivore
Organisme yang hidup pada permukaan atau di dalam dasar
perairan
Meliputi:
1. Insekta (Trichoptera, Plecoptera, Ephemeroptera)
2. Molluska
3. Oligochaeta
4. Nematoda
5. Crustacea
Bisa bersifat:
1. Sessile (menempel) atau merayap
2. Creeping (berjalan lamban)
3. Burrowing (menggali)
Berdasarkan ukuran:
- Mikrobentos
- Makrobentos (tertahan saringan 0,5-0,6 mm)
Pemakan detritus dan carnivora
BENTOS
FAKTOR PENENTU BENTOS DI PERAIRAN SUNGAI
TURBIDITAS INSOLASI
KEDALAMAN
PENETRASI CAHAYA
PADATAN TERSUSPENSI
BAHAN
ORGANIK
(nutrien)
OKSIGEN
TERLARUT
SUHU
pH*
KANALISASI
KEC. ARUS
SUBSTRAT
BAHAN TOKSIK
HARDNESS
KOMUNITAS BENTOS
Efek langsung
Interaksi
Berdasarkan jenis makanan:
1. Herbivore : makanan fitoplankton
2. Carnivore : makanan zooplankton (copepoda)
3. Omnivore
JADI ADA HUBUNGAN ANTARA JUMLAH PLANKTON
DENGAN JUMLAH IKAN TERTANGKAP
Berdasarkan tempat tinggal:
1. Ikan pelagic, pemakan plankton (planktivorous)
2. Ikan litoral dan benthic:
- Pemakan detritus (detritivorous)
- Pemakan bentos
- Grazing tanaman air
NEKTON
Faktor penentu ikan:
1. Kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan
kondisi perairan
2. Kemampuan untuk menambah sumber makanan
3. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan (untuk
bersarang dan memelihara anak
Ikan sensitif terhadap perubahan lingkungan (suhu, bahan
kimia) sehingga bisa dipakai untuk uji toksisitas
Kebutuhan oksigen larva ikan ditentukan oleh suhu
Suhu tinggi :
- kandungan gula, NO
3
, protein ikan turun
- metabolisme meningkat
Suhu rendah:
- metabolisme meningkat
1. Tanaman berakar di dasar, sebagian terbenam di air, bagian
atas tanaman berada di atas permukaan air
Merugikan karena:
- O
2
hasil fotosintesa daun di atas air lepas ke udara
- Daun menutup perairan pert. plankton terhambat
- Bagian tanaman sulit didegradasi
(mengandung Silicium yang keras)
- Menghalangi pengadukan air oleh angin:
menghalangi difusi O2 dari udara ke air
mencegah naiknya mineral ke atas
- Ex: Gelagah (Phrognnites karka)
Eceng (Limnocharis flava)
Seroja (Nelumbium nelumbo)
Mendong (Scirpus littoralis)
TANAMAN TINGKAT TINGGI (PLEUSTON)
RAWA
2. Tanaman berakar di dasar, sebagian terbenam di air, daun
terletak mendatar di permukaan air
Sifat = No 1 MERUGIKAN
Ex: Tunjung putih/teratai kecil (Nymphea lotus / Nymphea
indica)
3. Tanaman kadang-kadang berakar di dasar atau terapung di
atas permukaan dengan akar terbenam dalam air
Ex: Eceng gondok (Eichornia crassipes)
- berkembang cepat dengan geragih
- meningkatkan pengendapan tanah dengan akar yang
rapat terjadi pendangkalan perairan
4. Tanaman dengan daun terapung di permukaan, sedang akar
tenggelam dalam air
- Dapat tumbuh pada air dengan mineral cukup
- Menghambat penetrasi cahaya matahari
- O
2
hasil fotosintesa lepas ke udara
Ex: Kayu apu (Pistia stratiotes)
Kiambang (Salvinia natans)
- Mata lele (Azolla pinata) dianggap menguntungkan karena
menjadi substrat ganggang biru yang hidup epifit padanya
sehingga dapat mengikat N
2
dari udara
- Lemna pancicostata indikator perairan dystrof
- Utricularia vulgaris indikator perairan oligotrof
N,P,S di ambil dari binatang renik dengan
gelembung perangkap dan dicerna dengan enzim
tertentu
5. Tanaman yang terbenam seluruhnya dalam air (submerged)
- Ada yang berakar di dasar atau menetap dengan alat
pelekat di substrat (Ottelia alismoides)
- Ada yang melayang-layang dalam air (Ceratophyllum)
MENGUNTUNGKAN:
- Pensuplay O
2
dan pembersih CO
2
- Mudah didegradasi bila mati
- Dapat menahan lumpur air jernih Intensitas chy
- Beberapa tanaman menjadi substrat ganggang tertentu dan
pelindung periphyton serta ikan kecil (ex: Hydrilla
verticilata) dan tempat memijah ikan
HIDUP TANAMAN INI DITENTUKAN OLEH IKAN
PEMAKAN TANAMAN TERSEBUT:
- Tawes (Puntius javanicus)
- Nilem (Osteochilus hasselti)
CIRI TANAMAN AIR:
1. Kutikula daun, collenchym dan sclerenchym
tereduksi tanaman tidak perlu
penyokong
2. Stomata tidak ada (kecuali bila daun di
permukaan atau di atas air)
3. Rongga interselulair daun dan batang
besar-besar
Primary Productivity
amount of plant tissue built up by process of photosynthesis over
time is primary production
majority of primary production is accomplished by small, dispersed
pelagic phytoplankton rather than marine plants (plants only
account for 5-10% of total marine productivity)
the total amount of organic material produced in the sea by
photosynthesis represents gross primary production
- as a portion of the organic material produced by
photosynthesis is utilized in cellular respiration, any excess
production is referred to as net primary production;
represents amount of organic material available to support
consumers, nonphotosynthetic protists, and decomposers
standing stock Crefers to the number of organisms per unit area
or per unit volume of water at the moment of sampling; can count
numbers of phytoplankton from filtered seawater samples
- today, instead of using the total amount of phytoplankton,
chlorophyll a concentration is used because it is more
accurate; chlorophyll a can be measured by taking
advantage of its ability to fluoresce when excited by an
appropriate wavelength of light or by directly extracting it
biomass is defined as the total weight (total numbers X average
weight) of all organisms in a given area or volume; this measure is
used in preference to standing stock because phytoplankton vary
in size and total numbers of all organisms as not as ecologically
meaningful as estimates of their biomass
production rates are usually reported in units of grams of organic
carbon fixed by photosynthesis under a square meter of sea
surface per day or per year
- typically measured in the past with light (transparent) and
dark (opaque) containers -- phytoplankton samples and their
surrounding water are collected in these bottles and replaced
at the depth from which they were collected; after a few
hours, the paired samples are retrieved and the oxygen
content of the water in each bottle is measured
* decreases in dissolved oxygen are used to estimate
cellular respiration in the absence of light
* these decreases are subtracted from the oxygen content
in the light bottles to provide a measure of net
photosynthesis (i.e., excess of phytoplankton production
after respiration)
now primary productivity is
measured using radioactive
carbon (14C); paired light and
dark bottles are injected with a
known quantity of bicarbonate
containing labeled 14C
- amount of assimilated
radioactive carbon is measured
and net primary productivity is
then computed using a
conversion factor; is much
more accurate than the oxygen
measurements, particularly
when the productivity is very
low
Factors Affecting Primary Productivity
Factors Affecting Primary Productivity
1. light: photosynthesis is only possible when light reaching the algal cell
is above a certain intensity; light is influenced by a number of
meteorological features such as clouds, dust, etc., reducing the
amount of available light; it is also influenced by the water itself due
to reflection, scattering by suspended water particles, and
absorption of various wavelengths (reds and violets are absorbed
within first few meters; greens and blues are absorbed less rapidly
and may penetrate farther)
- amount of photosynthesis increases with light intensity up to a
maximum value known as Pmax, which is specific for each species;
beyond this value, the rate of photosynthesis declines due to
photoinhibition -- light intensity at which productivity exactly
equals respiration is the compensation intensity; the depth at which
this occurs is the compensation depth
- amount of light varies with latitude; it decreases from the
equator toward the poles
* polar regions: a single pulse of phytoplankton abundance
occurs during the summer when light becomes sufficient for a
net increase in primary productivity
* temperate latitudes: primary productivity is generally maximal
in spring and autumn when the combination of available light
and high nutrient concentrations allow plankton blooms to
occur
* tropics: intense surface heating produces a permanent
thermocline so phytoplankton are nutrient-limited year round
and there are only small fluctuations in primary productivity
2. nutrients: major inorganic nutrients that are required by
phytoplankton are nitrogen and phosphorus (diatoms and
dinoflagellates also required silica); all of these nutrients occur
in small amounts and are thus limiting factors for primary
productivity; each species of phytoplankton has a particular
response to different concentrations of limiting nutrients and
each has a maximum growth rate
- oligotrophic regions have low concentrations of essential
nutrients and therefore low productivity
- eutrophic waters contain high nutrients and support high
numbers of phytoplankton
- mesotrophic waters have nutrient levels between those of the
two extremes
3. hydrographic conditions: factors that move water masses
around in the oceans (currents, upwellings, and diffusion);
upwelling occurs when the surface water moves away from
shore and is replaced by nutrient-rich deep water brought to
the surface; divergence of currents also brings up deeper
nutrient-rich water; vertical mixing brings up nutrients and
pushes down phytoplankton (as long as it doesn't push it down
beyond the photic zone, the phytoplankton will be able to
continue photosynthesizing)
- amount of wind mixing (which brings nutrients up to the
surface) increases from the tropics to the polar regions
- thus the abundance of light and nutrients forms an inverse
relationship which determines the pattern of phytoplankton
production in different latitudes
Waters Quality Indexes
It is very difficult to appreciate the degree of pollution a
river only by observation without a proper analysis of the
physical, chemical and biological characteristics of its water.
The physical and chemical analysis of the pollutants in waters
permits to determine the nature of the pollutions and the
polluting substance concentrations but it doesn't allow to
measure their effects on the aquatic environment.
Only a biological analysis enables to measure the global
impact of the pollutions on the aquatic ecosystem or its
components. Indeed, aquatic fauna and flora undergo all the
variations of pollution and " memorize " the quality of waters
in time.
Chemical and physical analysis
The most commonly analysed parameters are:
Temperature, suspended material, acidity (pH), conductivity,
biochemical oxygen demand (BOD and BOD5), chemical oxygen
demand (COD), nitrogenous compounds, phosphates,
microbiological analysis.
Biological analysis
The living community analysis (plants and animals) of a river
gives the picture of its " sanitary state " of waters and is used
as a method assessing the quality of waters. The communities
of a river carry the sign of the factors which have conditioned
their development. Therefore the biological analysis,
complementary to the chemical analysis, has the advantage to
give a average indication of the " sanitary state " of water,
whereas the chemical measures only provide momentary
indications.
1. Diatomic index
Diatoms belong to the Chromophytes which are algae possessing some
brown, yellow or green yellow plastids, not producing starch. All possess
the chlorophylls a and c as well as fucoxanthine (brown pigment).
Among the Chromophytes, we can distinguish:
the Phaeophyces, Chrysophyces and Xantophyces;
the Diatomophyces or Diatoms.
The Diatom species used for biological water analysis live on the
submerged stones, and are known for their non resistance to the
pollutants (pollution sensibility) and their indicative value
The non resistance to the pollutants, expressed by an index (ij), vary
from 1 to 5. The Diatoms which are most sensitive to pollution are
affected with the index 5, they don't support any sign of pollution.
The second index, called indicative value (Vj ), is a function of the
survival capacity and the development of the Diatoms when confronted
to pollution: the indicative value varies from 1 to 3.
The examination of the Diatoms permits to express the degree of
pollution of waters. The calculation of the diatomic index (Id) is
composed of two distinct parts:
determination of the typological level of the plant studied by the
reference species or the chemical analysis;
determination of a diatomic indication (Id) that allows the evaluation
of the degree of global pollution of waters while making reference to
the natural type of the studied plant.
To calculate this index, the table values and the following formula are
used:
where a new term has been introduced: DJ , the relative abundance of
each individual, that is the number of each individual in relation to
the total number of individuals counted.
I
d
value Water quality class
4,5< I
d
< 5 optimal biological quality: no pollution
4 < I
d
< 4,5 sub-optimal biological quality: weak pollution
3 < I
d
< 4 regression of the sensitive species: average
pollution
2 < I
d
< 3 strong regression or disappearance of the
sensitive species, dominance of resistant species:
strong pollution
1 < I
d
< 2 strong dominance of some resistant species,
minimal diversity: very strong pollution
Basing on this diatomic index, five classes of water quality
can be identified:
2. Index of diversity
It measures the species diversity of the animal communities. For some
indices, it is necessary to take into account the number of different
species, for others it is necessary, in addition, to evaluate the
proportions of individuals of each species.
The difficulty of the method essentially lies in the fact that in the
determination until the level of the species, specialist work for some
groups.
Cairns index. It is based on a statistical method (comparison of
sequences). The method doesn't require any particular skills in
systematic and takes into account both the diversity and the number of
the individuals. It consists in appropriating a fauna sample of at least
100 specimens that are poured in a plastic tank in; the individuals are
taken one by one at random and placed side by side. Each time a
specimen is different from the previous a point of 1 is assigned to it, if
it is identical to one of its predecessor it doesn't receive any mark.
For example :
Cairns diversity index = number of points / number of specimens =12/35 = 0,34
3. Index based on the presence of indicative species
This method is only applicable to the rivers polluted by waters coming from sewers. It
lies on the observation of the phenomena of self-purification that takes place in the
rivers from the source of pollution to a certain distance downstream. We can
distinguish, on the whole and very schematically, four zones mainly characterized by the
quantity of organic matters and the content in dissolved oxygen. For each zone, groups
of indicative species can be distinguished (Bacteria, Mushrooms, Protozoa, Algae,
Invertebrates).
The four zones are, In the order of a decreasing pollution:
Polysaprobic zone. It is a highly polluted zone, where some bacteria, oligochetes
(Tubifex), dipteral (larvas of Chironomides) are found.
Alpha mesosaprobic zone . It is a fairly polluted zone, where dipteral (larvas of
Chironomides), hirudines, crustaceans (Aselle), mollusks and megalopteres (Sialis) are
found.
Beta mesosaprobies zone. It is a weakly polluted zone where the previous species are
found but in a smaller number.
Oligosaprobies zone. In this zone the original life conditions are predominant.
Passing from the first zone to the last, the reduction of the polluted water indicators
and the increase of the pure water indicators (gammares, ephemeropteres, plecopteres,
trichopteres and mollusks) are noted.
4. Biotic index
It is a method to be applied to running waters which is commonly
used in Belgium and France (especially in schools). With some
modification this method has been introduced also in Wallonia.
This method is based on the analysis of the communities of
invertebrates that live in a river. According to the degree of
pollution, we note a reduction of fauna starting from the most
sensitive species.
The method is therefore based on:
the evaluation of the diversity of the species,
the recognition of fauna groups more or less tolerant to
pollution.
The results of the analyses are then used to determine numbered
biotic indices.
The following steps are to be followed for the determination of the
index:
taking care to explore all ecological niches and using a net,
samples of the whole aquatic fauna are taken;
the content of the net is poured in a tank and using a clip an
example of each sort of animals is withdrawn;
with the help of a binocular and by using classification keys the
caught animals are identified. The results are reported on a
systematic unit chart and the total of the identified systematic
units is calculated;
classification of the sample as to the fauna groups. According
to increasing degree of tolerance to pollution 7 fauna groups
have been identified. To assign the sample to one of these
groups, we examine the composition of the sample and search
for the least tolerant animal to the pollution. This one
determines the fauna group which the sample belong to;
determination of the biotic index. The chart for the
determination of biotic indices has 2 entries (see the table
below):
1. in the columns total are progressive numeric ranges of
systematic units (S.U.);
2. in the rows are reported the fauna groups.
The biotic index of the sample is found at the meeting cell of the
horizontal row (fauna group) and the vertical column (numeric range)
corresponding to the category of the examined sample.
For Plecoptera, Efemeroptera and Trichoptera, the first row is to
consider when more the 1 S.U. of the genus is found; the second row is
to be taken when there is only 1 S.U. of the genus is found.
Fauna group Numeric ranges of systematic units (S.U.)
0-1 2-5 6-10 11-15 16-20 21-
25
26-
30
31-
35
36..
Plecoptera More than 1 S.U.
Only 1 S.U.
-
-
-
-
8
7
8
9
9
10
11
10
12
11
13
12
14
13
Efemeroptera More than 1 S.U.
Only 1 S.U.
-
-
-
-
7
6
8
7
8
9
10
9
11
10
12
11
-
-
Trichoptera More than 1 S.U.
Only 1 S.U.
-
-
5
4
6
5
7
6
8
7
9
8
10
9
11
10
-
-
Gammarus,
Atiidus,
Palermonida
The above S.U. Are
missing
-
4 5 6 7 8 9 10 -
Oligochaeta,
Chironomida
The above S.U. Are
missing
1
2 3 4 5 - - - -
All the above
Taxa
Aerobic organism are
present
0
1 - - - - - - -
Asellus The above S.U. Are
missing
-
3 4 5 6 7 8 9 -
Identification of pollution class. Five pollution classes have been
identified, the first one (class I) corresponding to lowest level of
pollution and the last one (class V) to the highest level.
The biotic index is converted in pollution class by using the following table:
BIOTIC
INDEX
POLLUTION
CLASS
DESCRIPTION OF
POLLUTION
0-3 5 Very high pollution
4-5 4 High pollution
6-7 3 Average pollution
8-9 2 Weak pollution
> 10 1 Weak to no pollution
CIRI
CIRI
-
-
CIRI LAUT
CIRI LAUT
Menutupi Menutupi 70% 70% permukaan permukaan bumi bumi
Kedalaman Kedalaman rata rata- -rata 3700 m rata 3700 m dengan dengan bagian bagian terdalam terdalam
mencapai mencapai 10.000 m 10.000 m dari dari permukaan permukaan laut laut
Semua Semua lautan lautan di di permukaan permukaan bumi bumi saling saling berhubungan berhubungan
Sirkulasi Sirkulasi air air laut laut terjadi terjadi terus terus menerus menerus
Terdapatbermacam Terdapatbermacam- -macam macam gelombang gelombang
Terdapat Terdapat pasang pasang surut surut
Salinitas Salinitas tinggi tinggi ( (salinitas salinitas : : jumlah jumlah seluruh seluruh zat zat yang yang larut larut
(gram) (gram) dalam dalam 1000 gram air 1000 gram air laut laut, , dengan dengan anggapan anggapan bahwa bahwa
seluruh seluruh karbonat karbonat telah telah diubah diubah menjadi menjadi oksida oksida, , semua semua Br Br
dan dan I I diganti diganti dengan dengan Cl Cl dan dan semua semua zat zat organik organik mengalami mengalami
oksidasi oksidasi sempurna sempurna (33 (33- -38 38 ppt ppt atau atau %o) %o)
Konsentrasi Konsentrasi nutrien nutrien terlarut terlarut rendah rendah
Terdapat Terdapat guung guung berapi berapi dan dan sedimentasi sedimentasi
ARUS
ARUS
Disebabkan
Disebabkan
oleh
oleh
:
:

Perbedaan
Perbedaan
radiasi
radiasi
matahari
matahari
angin
angin
kuat
kuat

Suhu
Suhu
dan
dan
salinitas
salinitas
perairan
perairan
berbeda
berbeda
perbedaan
perbedaan
densitas
densitas
arus
arus
dalam
dalam
Arus
Arus
dipengaruhi
dipengaruhi
oleh
oleh
:
:

Topografi
Topografi
dasar
dasar
laut
laut
dan
dan
pulau
pulau
disekitarnya
disekitarnya

Gravitasi
Gravitasi
bumi
bumi

Rotasi
Rotasi
bumi
bumi

Distribusi
Distribusi
pantai
pantai

Arus
Arus
air
air
di
di
daerah
daerah
equator
equator
mengalir
mengalir
ke
ke
barat
barat
dan
dan
timur
timur
sedang
sedang
arus
arus
pantai
pantai
mengalir
mengalir
ke
ke
arah
arah
utara
utara
dan
dan
selatan
selatan

Daerah sub
Daerah sub
tropis
tropis
ditandai
ditandai
adanya
adanya
arus
arus
berputar
berputar
(
(
gyre
gyre
)
)
yaitu
yaitu
peredaran
peredaran
air
air
akibat
akibat
tekanan
tekanan
angin
angin
sehingga
sehingga
menimbulkan
menimbulkan
perputaran
perputaran
air (
air (
searah
searah
jarum
jarum
jam
jam
di
di
BBU
BBU
dan
dan
berlawanan
berlawanan
arah
arah
jarum
jarum
jam
jam
di
di
BBS
BBS

Up Welling
Up Welling
yaitu
yaitu
arus
arus
air
air
vertikal
vertikal
yang
yang
disebabkan
disebabkan
oleh
oleh
angin
angin
dan
dan
gaya
gaya
coriolis
coriolis
ARUS
ARUS
DARATAN
Angin
Arus permukaan
DARATAN
Coriolis effect. The effect
of the Coriolis force is an
apparent deflection of the
path of an object that
moves within a rotating
coordinate system. The
object does not actually
deviate from its path, but it
appears to do so because of
the motion of the
coordinate system
Karena Karena gaya gaya coriolis coriolis: :
pergerakan pergerakan air air akan akan
dibelokkan dibelokkan ke ke kanan kanan pada pada
belahan belahan bumi bumi utara utara (BBU) (BBU)
dan dan dibelokkan dibelokkan ke ke kiri kiri pada pada
belahan belahan bumi bumi selatan selatan (BBS) (BBS)
SPIRAL EKMAN
45
o
S
p
i
r
a
l

E
k
m
a
n
Secara berurutan lapisan air yang lebih dalam dibelokkan
membentuk sudut yang lebih besar dn bergerak dengan
kecepatan yang lebih rendah.
Pada kedalaman tertentu air bergeser membentuk sudut 90
o
terhadap arah angin
Arus permukaan yang
disebabkan oleh tiupan
angin. Bergeser ke kanan
di BBU dan ke kiri di BBS
membentuk sudut 45
o
terhadap arah angin.
GELOMBANG
GELOMBANG
Fenomena Fenomena naik naik turunnya turunnya permukaan permukaan laut laut
Timbul Timbul karena karena : : angin angin, , gempa gempa dan dan gerakan gerakan kapal kapal
Gelombang Gelombang rambat rambat sederhana sederhana: :
L
H
L/2
Water motion negligible
ORBIT
GELOMBANG
Gelombang
Gelombang
perairan
perairan
dalam
dalam
(= GELOMBANG PENDEK)
(= GELOMBANG PENDEK)

Z > L/2
Z > L/2

Diameter orbit
Diameter orbit
gelombang
gelombang
mencapai
mencapai
setengah
setengah
pada
pada
kedalaman
kedalaman
Z = L/9
Z = L/9
dan
dan
mendekati
mendekati
0
0
pada
pada
Z = L/2
Z = L/2

Perambatan
Perambatan
gelombang
gelombang
tidak
tidak
terpengaruh
terpengaruh
oleh
oleh
dasar
dasar
perairan
perairan

Z = KEDALAMAN
Z = KEDALAMAN
Gelombang
Gelombang
perairan
perairan
dangkal
dangkal
(= GELOMBANG PANJANG)
(= GELOMBANG PANJANG)

Z < L/20
Z < L/20

Gerakan
Gerakan
partikel
partikel
air
air
dipengaruhi
dipengaruhi
oleh
oleh
dasar
dasar
perairan
perairan

Bentuk
Bentuk
orbit
orbit
gelombang
gelombang
elips
elips
GELOMBANG
GELOMBANG
PASANG SURUT (TIDES)
PASANG SURUT (TIDES)
Pergerakan Pergerakan dari dari permukaan permukaan laut laut ke ke bawah bawah dan dan ke ke atas atas secara secara
berkala berkala yang yang disebabkan disebabkan adanya adanya interaksi interaksi antara antara bumi bumi, , bulan bulan dan dan
matahari matahari
Ada Ada 2 2 macam macam masa masa pasang pasang surut surut
1. 1. Pasang Pasang surut surut terendah terendah (NEAP TIDES) (NEAP TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari tidak tidak dalam dalam satu satu garis garis sumbu sumbu ( (letak letak matahari matahari, ,
bumi bumi dan dan bulan bulan membentuk membentuk sudut sudut 90 90
o o
) )
2. 2. Pasang Pasang surut surut tertinggi tertinggi (SPRING TIDES) (SPRING TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari pada pada satu satu garis garis sumbu sumbu
sun E
M
Pergerakan Pergerakan dari dari permukaan permukaan laut laut ke ke bawah bawah dan dan ke ke atas atas secara secara
berkala berkala yang yang disebabkan disebabkan adanya adanya interaksi interaksi antara antara bumi bumi, , bulan bulan dan dan
matahari matahari
Ada Ada 2 2 macam macam masa masa pasang pasang surut surut
1. 1. Pasang Pasang surut surut terendah terendah (NEAP TIDES) (NEAP TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari tidak tidak dalam dalam satu satu garis garis sumbu sumbu ( (letak letak matahari matahari, ,
bumi bumi dan dan bulan bulan membentuk membentuk sudut sudut 90 90
o o
) )
2. 2. Pasang Pasang surut surut tertinggi tertinggi (SPRING TIDES) (SPRING TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari pada pada satu satu garis garis sumbu sumbu
sun
Pergerakan Pergerakan dari dari permukaan permukaan laut laut ke ke bawah bawah dan dan ke ke atas atas secara secara
berkala berkala yang yang disebabkan disebabkan adanya adanya interaksi interaksi antara antara bumi bumi, , bulan bulan dan dan
matahari matahari
Ada Ada 2 2 macam macam masa masa pasang pasang surut surut
1. 1. Pasang Pasang surut surut terendah terendah (NEAP TIDES) (NEAP TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari tidak tidak dalam dalam satu satu garis garis sumbu sumbu ( (letak letak matahari matahari, ,
bumi bumi dan dan bulan bulan membentuk membentuk sudut sudut 90 90
o o
) )
2. 2. Pasang Pasang surut surut tertinggi tertinggi (SPRING TIDES) (SPRING TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari pada pada satu satu garis garis sumbu sumbu
sun
Pergerakan Pergerakan dari dari permukaan permukaan laut laut ke ke bawah bawah dan dan ke ke atas atas secara secara
berkala berkala yang yang disebabkan disebabkan adanya adanya interaksi interaksi antara antara bumi bumi, , bulan bulan dan dan
matahari matahari
Ada Ada 2 2 macam macam masa masa pasang pasang surut surut
1. 1. Pasang Pasang surut surut terendah terendah (NEAP TIDES) (NEAP TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari tidak tidak dalam dalam satu satu garis garis sumbu sumbu ( (letak letak matahari matahari, ,
bumi bumi dan dan bulan bulan membentuk membentuk sudut sudut 90 90
o o
) )
2. 2. Pasang Pasang surut surut tertinggi tertinggi (SPRING TIDES) (SPRING TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari pada pada satu satu garis garis sumbu sumbu
sun
Pergerakan Pergerakan dari dari permukaan permukaan laut laut ke ke bawah bawah dan dan ke ke atas atas secara secara
berkala berkala yang yang disebabkan disebabkan adanya adanya interaksi interaksi antara antara bumi bumi, , bulan bulan dan dan
matahari matahari
Ada Ada 2 2 macam macam masa masa pasang pasang surut surut
1. 1. Pasang Pasang surut surut terendah terendah (NEAP TIDES) (NEAP TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari tidak tidak dalam dalam satu satu garis garis sumbu sumbu ( (letak letak matahari matahari, ,
bumi bumi dan dan bulan bulan membentuk membentuk sudut sudut 90 90
o o
) )
2. 2. Pasang Pasang surut surut tertinggi tertinggi (SPRING TIDES) (SPRING TIDES) pada pada saat saat bumi bumi, , bulan bulan
dan dan matahari matahari pada pada satu satu garis garis sumbu sumbu
sun
sun
E
sun
E
M
sun
E
M
ZONASI DALAM PERAIRAN LAUT
ZONASI DALAM PERAIRAN LAUT
SECARA HORISONTAL SECARA HORISONTAL
1. Zone 1. Zone neritik neritik ( (perairan perairan pantai pantai) )
2. Zone 2. Zone Oseanik Oseanik ( (pelagik/laut pelagik/laut terbuka terbuka) )
SECARA VERTIKAL SECARA VERTIKAL
BENTIK (DASAR) PELAGIK (AIR) KEDALAMAN (m)
Supralitoral - Pantai
Litoral (intertidal) - Pasang surut
Sub litoral (paparan) Neritik 0-200
- Epi pelagik 0-150
- Meso pelagik 150-2000
Bathyal Bathy pelagik 2000-4000
Abyssal Abysso pelagik 4000-6000
Hadal - > 6000
Continental
shelf
Continental
slope
Cont. rise
trench
abyssal
Bathyal
Oseanik Neritik
Intertidal
Continental shelf: - Daerah dengan lereng yang landai (kemiringan 0,1
o
)
- Kedalaman maksimum 100-200 m
Continental slope: - Kemiringan + 2,9
o
- Kedalaman 200-2000 m
Cotinental Rise : Kaki slope bergabung dengan bentuk dasar yang melebar
GEOLOGI DAN GEOMORFOLOGI LAUTAN
GEOLOGI DAN GEOMORFOLOGI LAUTAN
200 m
4.000 m
6.000 m
10.000 m
Permukaan laut
Paparan benua
lerengbenua
Dataran abisal
P
a
l
u
n
g
l
a
u
t
Gunung
berapi
P
e
g
u
n
u
n
g
a
n
b
a
w
a
h
l
a
u
t

Lautan
Lautan
di
di
dunia
dunia
:
:
-
-
L.
L.
Pasifik
Pasifik
-
-
L.
L.
Atlantik
Atlantik
-
-
L. India
L. India
-
-
L.
L.
Arktika
Arktika

Lautan
Lautan
menutupi
menutupi
: 80%
: 80%
di
di
BBS
BBS
dan
dan
61 %
61 %
di
di
BBU
BBU

Zone
Zone
biogeografik
biogeografik
berdasarkan
berdasarkan
penyebaran
penyebaran
suhu
suhu
permukaan
permukaan
laut
laut
:
:
-
-
Kutub
Kutub
-
-
Tropik
Tropik
-
-
Beriklim
Beriklim
sedang
sedang

panas
panas
-
-
Beriklim
Beriklim
sedang
sedang
-
-
dingin
dingin
Water is unique in so many of its properties that it stands alone as
the most remarkable fluid on earth.
Here are some important properties of water; note that water is not
"normal" liquid.
Density
Water has its maximum density at 4 deg C. Above this temperature,
density decreases as does most other liquids. But below 4 deg C the
density of water decreases! How can this be?
The density of water is very close to 1.0 (more like 0.999986
depending upon its temperature). Again, the unique feature of water
is its maximum density,occurring at 4 deg C (actually 3.98C, but we
will round temperature to 4C for our purposes).
On either side of 4C the density of water decreases with
temperature.This behavior is anomalous. All other liquids show
decreasing density with increasing temperature. We will come back
to the structure of water.
Heat Capacity (Q)
Heat capacity is the amount of heat, usually expressed in. Calories per mole per deg
or joules per mole per deg, absorbed by the substance to raise its
temperature 1 deg C. The heat capacity of water is highest of any liquid except for
ammonia.
Heat of Fusion (Hf)
The heat of fusion of water is the energy that must be extracted from a substance
to change 1 gram of liquid water to one gram of ice. Hf for water is the highest of
all liquids.
Heat of Evaporation (He)
He is the heat required to change one gram of water to one gram of steam or water
vapor. Hf for water is the highest of all liquids.
Thermal Expansion (a)
a is the rate of change in the specific volume of water per change in temperature.
For pure water a is zero at 4 deg C; however a is a negative below 4 deg C positive
above 4 deg C. a has significance in the density structure of a lake during a cold
winter in Canada.
Electrical Conductivity (L)
L is the inverse of resistance(R) or R=1/L (see your physics or
chemistry textbook).. L for water is small because pure water is
not dissociated to any great extent. Beware, however, water does
conduct enough electricity to be "lethal" if you happen to let a
radio or similar electrical device fall into a bathtub filled with
water while you are taking a bath. This is because the small amount
of dissolved ions present in normal water does conduct some
electricity.
Seawater, on the average, contains 35 g of salt per 1 kg of seawater.
The salts in seawater affect the structure and properties of the water
in seawater; we can not apply the physical properties of pure water
to seawater: in many ways its and " apples" and " oranges" analogy.
The salts in seawater are really ions. The ions in seawater did not get
to the ocean from the dissolution NaCl, Mg
2
SO
4
and other major sea
salts you might find in the cabinet of chemistry laboratory.
Each major ion in seawater is charged. The charge on the ion means
the ion will compete for the water molecules because one part of the
molecule has a positive charge while the other part has a negative
charge and the ion is either positive charged or negatively charged.
As a result ions become " hydrated" ; some are more hydrated than
others depending on the charge of the ion. (an ion with two charges
has a stronger hydrating effect than an ion with a single charge).
No one really knows the structure of hydrated ions or the structure
of the water near the ions. A good guess based on electrostatic
theory is that electrical force (water has negative charge near the
oxygen atoms and positive charge near the hydrogen atoms --
thus we call water a polar molecule) create some sort of
association between water and ions.
The concentration of water in water is around 55 molar (M,
moles/liter) while the total concentrationof ions is at best no
more than about 0.5 molar. You can prove that water is 55 molar
by calculating the number of moles of water in 1 liter of water (1
liter of water is close to 1000 g); the formula
weight of water is 18.0. 1000 g divided by 18 g/mole = 55 moles. 1
kg of water is 1 liter and therefor water is 55 molar.
Ions affect the physical properties of water. For example the density
seawater is greater than the density of pure water for two reasons:
(1) The ions add mass to the system and more mass means
greater density.
(2) Hydration, discussed above, causes the volume of the water
portion of water to shrinks over-riding part of the volume increase
from the added salt. If volume shrinks then density will increase.
Chemists refer to this " shrinking" as electrostriction.
There are theoretical models that can be used to estimate
electrostriction. One can also determine electrostriction effects
through measurement of volume changes when salts dissolve in
water.
Your text lists the major ions found in seawater. Your text lists the major ions found in seawater.
Generally the top 11 ions, beginning with the Generally the top 11 ions, beginning with the Cl Cl ion ion
and ending with the fluoride ion, constitute the salinity compon and ending with the fluoride ion, constitute the salinity components. ents.
The "eleven" most abundant ions (boron, primarily a neutral spec The "eleven" most abundant ions (boron, primarily a neutral species) are: ies) are:
Na+, Mg2+, Ca2+, K+, Sr2+, Na+, Mg2+, Ca2+, K+, Sr2+, these are all these are all cations cations (positively charged (positively charged
chemical species) chemical species), , Cl Cl- -, SO42 , SO42- -, HCO3 , HCO3- -, Br , Br- -, B (neutral, for the most part), , B (neutral, for the most part),
and F and F- - ( (these are all anions, negatively charged chemical species these are all anions, negatively charged chemical species) )
These charged species (and the one These charged species (and the one uncharge uncharge B species) are termed B species) are termed
"conservative" by oceanographers. They are called conservative b "conservative" by oceanographers. They are called conservative because ecause
their concentrations change by mixing processes only. In other w their concentrations change by mixing processes only. In other words if ords if
high salinity seawater mixes with low salinity seawater the resu high salinity seawater mixes with low salinity seawater the resulting lting
salinity is the average (weight according to how much of each mi salinity is the average (weight according to how much of each mixed). xed).
Also, if evaporation occurs or there is freshwater input, salini Also, if evaporation occurs or there is freshwater input, salinity will change ty will change
but the relative or normalized concentration of the ions remains but the relative or normalized concentration of the ions remains constant. constant.
This is constant composition rule, a fundamental rule or law in This is constant composition rule, a fundamental rule or law in
oceanography. oceanography.
Water is an efficient solvent - will eventually dissolve most any substance
- Solvent - dissolving solution
- Solute - substance that is being dissolved
1. Molecular structure of water
- atom (Hydrogen, 1p+, 1e-)
- molecule
- covalent bond
- Water- H
2
O
atomic mass = 18
- covalent bond (share two electrons)
- polar molecule
- hydrogen bonds
Some unique properties of water
- cohesion - adhere to each other: responsible for _______surface tension
- adhesion - adhere to other particles
2. Dissolved salts - Seawater
97.2% of the water on earth is saltwater, ~1,370 million cubic kilometers
Freshwater to Saltwater
Solvent - the dipole water molecules ________ some of the electrical attraction
between atoms of other substances
Salt (NaCl) - water molecules ________ the Sodium (Na) from Chloride (Cl)
ions -
- cation - ion with a ________ charge
- anion - ion with a ________ charge
- diffusion - random movement of particles through water
Salinity - concentration of salt =
35 ppt- parts per thousand (35 ppt ), or 3.5 percent (3.5%), or 35 g/1000 g (1 liter).
Salts - Modify the physical properties of water
By adding salt to freshwater
1. Freezing point _________
2. Density __________
3. Evaporation rate __________
4. Osmotic pressure __________
Desalinization techniques:
1. Reverse Osmosis-
2. Electrodialysis-
3. Evaporation-
Seawater Solution - Solvent - water
Solute - dissolved solid (salt) or a gas (CO2)
Components of Seawater (1 liter - 1000 g) Water
Oxygen 857.8g
Hyrogen 107.2
Most abundant Ions (Major constituents)
Chloride (Cl-) 19.0
Sodium (Na+) 10.5
Sulfate(SO4-) 2.7
Magnesium (Mg2+) 1.3
Calcium(Ca2+) 0.4
Potassium(K+) 0.38
Bicarbonate(HCO3-) 0.14
Total 34.42g
Trace elements (0.52 g)
many
Nutrients (trace elements)
Phosphate (PO4)
Nitrate (NO3)
Primary Sources of the Ocean's Salts (ions)
1. Weathering -
2. Hydrothermal fluxes -
3. Volcanic eruptions -
Primary Sinks of the Ocean's Salts
1. Sediments -
2. Chemical exchange with the ocean crust
Chemical Equilibrium
Residence time = amount of time an element spends in the ocean -
total amount of the element in the ocean divided by the rate of input or
output
Residence time: Conservative versus non-conservative
constituents
1. Conservative - long residence times (100,000 to
10,000,000 yrs) relatively unreactive maintain constant
proportions.
2. Non-conservative - short residence times(<100,000 yrs)
highly reactive - bioreactive, highly absorption prone
proportions vary spatially within the ocean
Dissolved Gases
Gases in the air readily dissolve in seawater at the oceans surface.
Solubility increases w/
___________ water temperatue
____________ molecular weight of the gas
Saturation limit -
varies as a function of
1. Temperature
2. Salinity
3. Pressure
Nitrogen - N2
- saturated in the surface ocean (18 ppm)
- non-reactive (almost)
Oxygen - O2
- near saturation (super saturated) in the surface ocean (13 ppm)
- decreases with depth in the ocean (0 ppm)
- reactive - respiration by organisms
Carbon Dioxide - CO2
- increases with depth in the ocean (increased pressure and
supply)
- 50 to 60 x the atmosphere levels
- reactive - photosynthesis
Respiration - decay of organic matter consumes
dissolved oxygen and releases carbon dioxide
Seawater Acid-base balance (buffering)
acids -
bases -
pH - a measure of the concentration of H
+
or
the balance between H
+
and OH
-
Seawater - is slightly alkaline (pH - 7.3 to 7.5)
PLANKTON
PLANKTON
DAN KOMUNITAS
DAN KOMUNITAS
PLANKTON DI EKOSISTEM LAUT
PLANKTON DI EKOSISTEM LAUT
Berdasarkan Kualitas:
Berdasarkan Kualitas:
1. 1.Phytoplankton Phytoplankton
- - Saproplankton (bakteri & Saproplankton (bakteri &
fungi) fungi)
- - Phytoplankton proper Phytoplankton proper
(sebenarnya) (sebenarnya)
berklorofil berklorofil
2. 2. Zooplankton Zooplankton
Berdasarkan Ukuran:
Berdasarkan Ukuran:
Ultraplankton: < 2 Ultraplankton: < 2 m m
Nannoplankton: 2 Nannoplankton: 2- -20 20 m m
Mikroplankton: 20 Mikroplankton: 20- -200 200 m m
Makroplankton: 200 Makroplankton: 200- -2000 2000
m m
Megaplankton: > 2000 Megaplankton: > 2000 m m
PLANKTON ????
PLANKTON ????
1
2
Note:
1. Sentrifuge or filter milipore
2. Jaring plankton
PLANKTON LAUT
PLANKTON LAUT
FITOPLANKTON LAUT:
FITOPLANKTON LAUT:
Diatom Diatom
Dinoflagellata Dinoflagellata
Cyanophyceae Cyanophyceae
Coccolithophoridae Coccolithophoridae
Haptophyceae Haptophyceae
Silikoflagellata Silikoflagellata ( (Dyctiochaceae Dyctiochaceae, , Chrysophyceae Chrysophyceae) )
Berdasarkan Sejarah Hidup:
Berdasarkan Sejarah Hidup:

Holoplankton:
Holoplankton:
selamanya hidup sebagai
selamanya hidup sebagai
plankton
plankton

Meroplankton:
Meroplankton:
bersifat plankton pada fase
bersifat plankton pada fase
larva
larva
DOMINAN
DIATOM LAUT
DIATOM LAUT
Hidup Hidup dalam dalam suatu suatu kotak kotak gelas gelas ( (dari dari Silikon Silikon Dioksida Dioksida), ),
terdiri terdiri dari dari dua dua bagian/katup bagian/katup
Tidak Tidak mempunyai mempunyai alat alat gerak gerak
Ada Ada yang yang hidup hidup tunggal/membentuk tunggal/membentuk rantai rantai
Reproduksi Reproduksi: :
- - Membelah Membelah diri diri ( (terjadi terjadi pengecilan pengecilan ukuran ukuran) )
* * Epiteka Epiteka
* * Hipoteka Hipoteka
- - Oksospora Oksospora
Epiteka
Hipoteka
Kloroplas Nukleus
Tetesan minyak
DINOFLAGELATA
DINOFLAGELATA
Ada Ada sepasang sepasang flagela flagela ( (untuk untuk bergerak bergerak) )
Tidak Tidak ada ada kerangka kerangka luar luar dari dari silikon silikon
Ada Ada baju baju zirah zirah berupa berupa lempeng lempeng selulosa selulosa
Ukuran Ukuran kecil kecil
Hidup Hidup tunggal tunggal ( (jarang jarang membentuk membentuk rantai rantai) )
Reproduksi Reproduksi: : pembelahan pembelahan ( (tidak tidak terjadi terjadi pengecilan pengecilan ukuran ukuran) )
Mampu Mampu menghasilkan menghasilkan zat zat racun racun
2 2- -8 8 juta juta sel sel/ml /ml mempengaruhi mempengaruhi organisme organisme lain lain
kematian kematian
Disebut Disebut pasang pasang merah merah (red (red
tide) tide)
FITOPLANKTON LAIN
FITOPLANKTON LAIN

Cyanophyceae
Cyanophyceae
:
:
Trichodesmium
Trichodesmium
erythracum
erythracum
Warna
Warna
merah
merah
Laut
Laut
merah
merah

Coccolitofor
Coccolitofor
:
:
-
-
5
5

m
m
-
-
Ada
Ada
lempeng
lempeng
dari
dari
CaCO
CaCO
3 3
di
di
lapisan
lapisan
terluar
terluar

Silikoflagelata
Silikoflagelata
:
:
Monoselular
Monoselular
dengan
dengan
kerangka
kerangka
dari
dari
silikon
silikon
dioksida
dioksida
ZOOPLANKTON (
ZOOPLANKTON (
Kopepoda
Kopepoda
)
)
Klas Klas Crustacea Crustacea, , Filum Filum Arthropoda Arthropoda
Holoplankton Holoplankton mendominasi mendominasi laut laut ( (herbivora herbivora primer primer laut laut) )
Panjang Panjang + + 1 mm 1 mm
Punya Punya kaki kaki torakal torakal, , untuk untuk gerak gerak
Dua Dua antena antena besar besar, , untuk untuk menghambat menghambat laju laju tenggelam tenggelam
Makan Makan fitoplankton fitoplankton dengan dengan menyaring menyaring melalui melalui rambut rambut (setae) (setae)
halus halus yang yang ada ada di di appendiks appendiks tertentu tertentu yang yang mengelilingi mengelilingi mulut mulut
(maxillae) (maxillae) atau atau menangkap menangkap langsung langsung dengan dengan apendiks apendiks
Betina Jantan
ZOOPLANKTON (
ZOOPLANKTON (
Kopepoda
Kopepoda
)
)
+
Telur
I II
III
IV
V
VI
I II
III
IV
V
DEWASA
STAD. NAUPLIAR
STAD. KOPEPODIT
ZOOPLANKTON LAIN
ZOOPLANKTON LAIN
Protozoa Protozoa
- - O. O. Foraminiferida Foraminiferida ( (kerangka kerangka dari dari CaCo CaCo
3 3
) )
- - O. O. Radiolaria Radiolaria ( (kerangka kerangka dari dari SiO SiO
2 2
) )
F. F. Cnidaria Cnidaria ( (ubur ubur- -ubur ubur) )
- - Kelompok Kelompok Hydrozoa Hydrozoa
- - K. K. Scyphozoa Scyphozoa
F. F. Ctenophora Ctenophora
F. F. Nemertina Nemertina
F. F. Annelida Annelida
F. F. Mollusca Mollusca ( (cumi cumi- -cumi cumi) )
F. F. Arthropoda Arthropoda
F. F. Chaetognatha Chaetognatha
F. F. Chordata Chordata
MEKANISME MENGAPUNG PLANKTON
MEKANISME MENGAPUNG PLANKTON
Kerapatan Kerapatan plankton plankton lebih lebih besar besar dari dari air air laut laut, , sehingga sehingga
plankton plankton tenggelam tenggelam
W1 W1 W2 W2 LT = LT = laju laju tenggelam tenggelam
LT = LT = ---------- ---------- W1 = W1 = Kerapatan Kerapatan organisme organisme
R ( R (Vw Vw) ) W2 = W2 = Kerapatan Kerapatan air air laut laut
W1 W1- -W2 = W2 = Jumlah Jumlah kelebihan kelebihan berat berat organisme organisme dibandingkan dibandingkan
dengan dengan berat berat air air laut laut pada pada volume yang volume yang sama sama
R = R = Hambatan Hambatan permukaan permukaan
Vw Vw = = Viskositas Viskositas air air laut laut
MEKANISME MENGAPUNG PLANKTON
MEKANISME MENGAPUNG PLANKTON
1. Pengurangan berat lebih
- Mengubah komposisi cairan tubuh
Ex: * Noctiluca NH
4
Cl (iso osmotik dengan air laut)
Kerapatan < d.p. air laut
* Stenofora dan Heteropoda
SO
4
2-
Cl
-
- Membentuk pelampung berisi gas (ex: ubur-ubur, kantung renang ikan)
- Menghasilkan cairan dengan kerapatan < air laut (minyak & lemak)
MEKANISME MENGAPUNG PLANKTON
MEKANISME MENGAPUNG PLANKTON
2. Mengubah hambatan permukaan
- Ukuran tubuh kecil, sehingga permukaan lebih luas
- Mengubah bentuk tubuh pipih
- Membentuk duri/tonjolan hambatan
permukaan tinggi
ADAPTASI NEKTON BAHARI
ADAPTASI NEKTON BAHARI
DAYA APUNG DAYA APUNG
Kebanyakan Kebanyakan hewan hewan nekton nekton mempunyai mempunyai kerapatan kerapatan yang yang hampir hampir sama sama
dengan dengan air air laut laut. . Sebagian Sebagian jaringan jaringan mempunyai mempunyai kerapatan kerapatan lebih lebih besar besar
tetapi tetapi bagian bagian lain lain lebih lebih kecil kecil
Contoh Contoh: :
* * Ikan Ikan mempunyai mempunyai gas/ gas/gelembung gelembung renang renang (5 (5- -10%): 10%):
- - Fisostoma Fisostoma: : ada ada saluran saluran terbuka terbuka antara antara gelembung gelembung gas gas dan dan esofagus esofagus
- - Fisoklis Fisoklis: : Tidak Tidak terdapat terdapat saluran saluran
* * Rongga Rongga- -rongga rongga berisi berisi gas gas dalam dalam paru paru- -paru paru ( (untuk untuk nekton yang nekton yang
bernafas bernafas dari dari udara udara) )
* * Mamalia Mamalia air air punya punya kantung kantung udara udara tambahan tambahan
Mengganti Mengganti ion ion kimia kimia berat berat dalam dalam cairan cairan tubuh tubuh dengan dengan yang yang lebih lebih ringan ringan
Contoh Contoh: : Cumi Cumi- -cumi cumi: Na NH4 : Na NH4
Menyimpan Menyimpan lemak/minyak lemak/minyak untuk untuk yang yang tidak tidak memp memp. . Gelembung Gelembung renang renang & &
disimpan disimpan di di otot otot, organ internal, , organ internal, rongga rongga tubuh tubuh & & di di bawah bawah kulit kulit
Contoh Contoh: : ikan ikan hiu hiu ( (di di hati hati), ), Mackarel Mackarel, , Sarda Sarda
Mekanisme Mekanisme hidrodinamik hidrodinamik ut ut menghasilkan menghasilkan daya daya apung apung selama selama pergerakan pergerakan
Contoh Contoh: : Ekor Ekor heteroserkal heteroserkal hewan hewan bisa bisa naik naik ke ke atas atas
Mengangkat Mengangkat bag. Anterior bag. Anterior mell mell. . Sirip Sirip dada (flipper) dada (flipper)
ADAPTASI NEKTON BAHARI
ADAPTASI NEKTON BAHARI
DAYA PENGGERAK DAYA PENGGERAK
Untuk Untuk menciptakan menciptakan daya daya pendorong pendorong
Mengurangi Mengurangi hambatan hambatan ketika ketika bergerak bergerak di di air air
Cara: Cara: - - Melakukan Melakukan gerakan gerakan mengombak mengombak dari dari tubuh/sirip tubuh/sirip
- - Melakukan Melakukan gerakan gerakan mendayung mendayung tungkai tungkai ( (penyu penyu, , singa singa laut laut) )
HAMBATAN PERMUKAAN DAN BENTUK TUBUH HAMBATAN PERMUKAAN DAN BENTUK TUBUH
Hambatan Hambatan friksional friksional: : sebanding sebanding dengan dengan luas luas daerah daerah permukaan permukaan yang yang
bersentuhan bersentuhan dengan dengan air ( air (bentuk bentuk bola bola mempunyai mempunyai hambatan hambatan terkecil terkecil) )
Hambatan Hambatan bentuk bentuk: : Sebanding Sebanding dengan dengan luas luas melintang melintang obyek obyek yang yang
bersentuhan bersentuhan dengan dengan air ( air (bentuk bentuk panjang panjang & & tipis tipis spt spt silinder silinder atau atau kawat kawat
mempunyai mempunyai hambatan hambatan terkecil terkecil) )
Turbulensi Turbulensi: : Terjadi Terjadi ketika ketika lapisan lapisan aliran aliran yang yang halus halus dari dari suatu suatu cairan cairan
pada pada permukaan permukaan tubuh tubuh terganggu terganggu dan dan terlempar terlempar sebagai sebagai pusaran pusaran yang yang
menambah menambah hambatan hambatan ( (bentuk bentuk tubuh tubuh seperti seperti tetesan tetesan air air mempunyai mempunyai
hambatan hambatan terkecil terkecil & & merupakan merupakan bentuk bentuk terbaik terbaik karena karena hambatan hambatan
friksional friksional serta serta hambatan hambatan benuk benuk yang minimum) yang minimum)
ADAPTASI NEKTON BAHARI
ADAPTASI NEKTON BAHARI
PERTAHANAN DIRI DAN PENYAMARAN PERTAHANAN DIRI DAN PENYAMARAN
Pertahanan Pertahanan diri diri dari dari predator predator dengan dengan cara cara mempunyai mempunyai kemampuan kemampuan
Bergerak Bergerak dengan dengan cepat cepat dan dan badan badan yang yang besar besar
MEKANISME PERTAHANAN DIRI MEKANISME PERTAHANAN DIRI (KAMUFLASE/PENYAMARAN): (KAMUFLASE/PENYAMARAN):
Tubuh Tubuh transparan transparan
Warna Warna tubuh tubuh tidak tidak jelas jelas
Perubahan Perubahan bentuk bentuk tubuh tubuh dengan dengan membentuk membentuk lunas lunas ventral ventral yang yang
untuk untuk menghilangkan menghilangkan bayangan bayangan yang yang mencolok mencolok pada pada perut perut hewan hewan
dari dari bawah bawah
berfungsi berfungsi
bila bila dilihat dilihat
LUNAS
Tidak ada bayangan
SKEMA TUBUH
Irisan
melintang
tubuh
BAYANGAN
SKEMA TUBUH
Sumber
cahaya
b
a
d
a
n
t
i
d
a
k
t
e
r
l
i
h
a
t
B
a
g
i
a
n
t
u
b
u
h
d
p
t
d
i
l
i
h
a
t
ADAPTASI NEKTON BAHARI
ADAPTASI NEKTON BAHARI
CARA PERTAHANAN LAIN:
CARA PERTAHANAN LAIN:

Pewarnaan
Pewarnaan
kriptik
kriptik
:
:
-
-
Warna
Warna
bagian
bagian
punggung/atas
punggung/atas
:
:
biru/hijkau
biru/hijkau
tua
tua
-
-
Warna
Warna
bagian
bagian
perut/bawah
perut/bawah
:
:
putih/perak
putih/perak
(
(
untuk
untuk
memaksimumkan
memaksimumkan
pemantulan
pemantulan
cahaya
cahaya
)
)

Sirip
Sirip
besar
besar
pada
pada
ikan
ikan
terbang
terbang
untuk
untuk
mendorong
mendorong
keluar
keluar
dari
dari
air
air
dan
dan
meluncur
meluncur
dengan
dengan
sirip
sirip
seperti
seperti
sayap
sayap
dalam
dalam
jarak
jarak
jauh
jauh
INDRIA
INDRIA

Gurat
Gurat
sisi
sisi
peka
peka
terhadap
terhadap
perubahan
perubahan
tekanan
tekanan
air
air

Mata
Mata
penglihatan
penglihatan
terletak
terletak
di
di
samping
samping
untuk
untuk
memperluas
memperluas
lapangan
lapangan
pandang
pandang
ADAPTASI ORGANISME LAUT DALAM
ADAPTASI ORGANISME LAUT DALAM
WARNA WARNA
Ikan Ikan mesopelagik mesopelagik: : abu abu- -abu abu keperakan/hitam keperakan/hitam
Invertebrata Invertebrata mesopelagik mesopelagik: : ungu ungu kelam/merah kelam/merah cerah cerah
Bentos Bentos abisal abisal dan dan batial batial: : tidak tidak berwarna/putih berwarna/putih kotor kotor
Ikan Ikan abisal abisal dan dan batial batial: : hitam hitam kelam kelam
MATA BESAR (IKAN) MATA BESAR (IKAN)
Untuk Untuk mendeteksi mendeteksi cahaya cahaya pada pada perairan perairan denagn denagn intensitas intensitas cahaya cahaya yang yang
rendah rendah dari dari sinar sinar matahari matahari atau atau organ organ penghasil penghasil cahaya cahaya ( (fotofor fotofor) )
Dijumpai Dijumpai pada pada ikan ikan penghuni penghuni mesopelagik mesopelagik dan dan batipelagik batipelagik bagian bagian atas atas
Ikan Ikan penghuni penghuni abisal abisal dan dan hadal hadal pelagik pelagik mata mata kecil/tidak kecil/tidak bermata bermata
MATA BERBENTUK PIPA (TUBULAR) MATA BERBENTUK PIPA (TUBULAR)
Mata Mata berbentuk berbentuk silinder silinder pendek pendek dan dan warna warna hitam hitam
Pada Pada puncak puncak silinder silinder terdapat terdapat lensa lensa tembus tembus cahaya cahaya
Tiap Tiap mata mata punya punya 2 retina ( 2 retina (pangkal pangkal silinder silinder untuk untuk melihat melihat obyek obyek yang yang
dekat dekat; ; dinding dinding silinder silinder untuk untuk obyek obyek jauh jauh) )
Cumi Cumi- -cumi cumi Fam Fam. . Histioteuthidae Histioteuthidae: : sebuah sebuah mata mata > > mata mata lain, lain, memiliki memiliki
banyak banyak fotofor fotofor
Supaya tidak
kelihatan oleh
predator
ADAPTASI ORGANISME LAUT DALAM
ADAPTASI ORGANISME LAUT DALAM
MULUT BESAR (ADAPTASI TERHADAP LANGKA PAKAN) MULUT BESAR (ADAPTASI TERHADAP LANGKA PAKAN)
Mulut Mulut > > dari dari pada pada ukuran ukuran tubuh tubuh
Terdapat Terdapat gigi gigi yang yang panjang panjang & & melengkung melengkung ke ke arah arah tenggorokan tenggorokan
Terdapat Terdapat engsel engsel yang yang memungkinkan memungkinkan ikan ikan bisa bisa membuka membuka mulut mulut sangat sangat
lebar lebar sehingga sehingga mangsa mangsa > > dapat dapat ditelan ditelan
UKURAN BETINA LEBIH BESAR DARI JANTAN UKURAN BETINA LEBIH BESAR DARI JANTAN
Contoh Contoh ikan ikan Ceratias Ceratias
Adaptasi Adaptasi karena karena kepadatan kepadatan organisme organisme rendah rendah sehingga sehingga sulit sulit
menemukan menemukan pasangan pasangan
Jantan Jantan hidup hidup menempel menempel pada pada betina betina sebagai sebagai parasit parasit
ADAPTASI BIOKIMIAWI ADAPTASI BIOKIMIAWI
Kandungan Kandungan air air pada pada ikan ikan meningkat meningkat dengan dengan meningkatnya meningkatnya kedalaman kedalaman, ,
sedangkan sedangkan kadar kadar lipida lipida dan dan protein protein menurun menurun. .
Ikan Ikan menyerupai menyerupai ubur ubur- -ubur ubur
Penurunan Penurunan protein protein dan dan lipida lipida karena karena langkanya langkanya pakan pakan
ANGGOTA TUBUH MEMANJANG ANGGOTA TUBUH MEMANJANG
Adaptasi Adaptasi terhadap terhadap dasar dasar laut laut dalam dalam yang yang berupa berupa sedimen sedimen halus halus
Digunakan Digunakan untuk untuk mengangkat mengangkat tubuhnya tubuhnya di di atas atas permukaan permukaan sedimen sedimen lunak lunak
UKURAN RAKSASA (GIGANTISME ABISAL) UKURAN RAKSASA (GIGANTISME ABISAL)
Terjadi Terjadi pada pada invertebrata invertebrata: : Amfipoda Amfipoda, , Isopoda Isopoda, , Astrakoda Astrakoda, , Kopepoda Kopepoda
Dua Dua teori teori penyebab penyebab: :
1. 1. Tekanan Tekanan hidrostatik hidrostatik yang yang tinggi tinggi dapat dapat mengakibatkan mengakibatkan kelainan kelainan pada pada
metabolisme metabolisme hewan hewan
2. 2. Kombinasi Kombinasi suhu suhu rendah rendah dan dan langkanya langkanya pakan pakan dapat dapat mengurangi mengurangi laju laju
pertumbuhan pertumbuhan shg shg memperpanjang memperpanjang waktu waktu pencapaian pencapaian tingkat tingkat dewasa dewasa
seksual seksual
Kebanyakan Kebanyakan infauna infauna bentik bentik laut laut dalam dalam ( (cacing cacing Polichaeta Polichaeta, , Crustaceae Crustaceae, , Molusca Molusca) )
berukuran berukuran lebih lebih kecil kecil dibanding dibanding yang yang hidup hidup di di laut laut dangkal dangkal
Ciri Ciri utama utama organisme organisme laut laut dalam dalam
BIOLUMINESCENS ( BIOLUMINESCENS (Produksi Produksi cahaya cahaya oleh oleh organisme organisme hidup hidup) )
Sama Sama dengan dengan fosforesens fosforesens laut laut oleh oleh dinoflagelata dinoflagelata
Organ Organ penghasil penghasil cahaya cahaya: FOTOFOR : FOTOFOR
Fungsi Fungsi berbeda berbeda- -beda beda untuk untuk tiap tiap hewan hewan ( (tergantung tergantung hidup hidup di di zona zona mana mana) )
PR PR
ADAPTASI ORGANISME LAUT DALAM
ADAPTASI ORGANISME LAUT DALAM
THANK YOU