Anda di halaman 1dari 2

Transmisi Perinatal Infeksi Virus Hepatitis B

Fadel Muhammad Garishah


Mahasiswa Kedokteran
RSUP Dr. Kariadi Semarang



Infeksi Virus Hepatitis B (HBV) pada ibu hamil membahayakan risiko bayi
tertular selama kehamilan dan proses persalinan. Tanpa imunoprofilaksis
pascapajanan, sekitar 40% bayi yang dilahirkan dari ibu dengan HBV positif akan
mengalami hepatitis B kronis.
1

Transmisi infeksi dari ibu ke janin umumnya terjadi selama proses persalinan.
Kemungkinan bayi menjadi terinfeksi HBV dari ibu HBV positif ke janinnya mencapai
10 90% selama persalinan bila sang ibu menderita infeksi hepatitis B kronis.
Kejadian transmisi juga meningkat dengan keberadaan HBsAg dan HBeAg positif,
yang menunjukkan replikasi virus yang aktif. Diperkirakan 20-40% ibu positif HBsAg
juga positif HBeAG.
2
Transmisi tinggi terjadi bila viral load mencapai 150 pg/mL (1.2
10
9
copies/mL).
3
Bukti penelitian menunjukkan transmisi intrauterine relatif jarang
terjadi, kurang dari 2% kejadiannya. Infeksi terjadi bila kontak darah antara ibu dan
janin terjadi secara nyata seperti dalam proses persalinan.
2
Dari penelitian, tidak
dibuktikan bahwa proses persalinan mempengaruhi transmisi secara pasti.
Persalinan secara section caesaria yang diikuti profilaksis pascapajanan tidak
menurunkan risiko transmisi.
2,4

WHO menyarankan untuk memberikan vaksin hepatitis B dalam 24 jam pasca
persalinan dengan proteksi 80-95%, sementara CDC menyarankan pemberiannya
dalam 12 jam pasca persalinan diikuti dengan pemberian imunoglobulin intravena
(IVIG Hepatitis B).
1,2

Penelitian Biomedis di Erasmus Medical Center Netherlands membuktikan
bahwa Ibu dengan viral load tinggi meningkatkan risiko transmisi selama persalinan
baik pada persalinan pervaginam maupun sectio caesaria. Sebaiknya ibu dengan viral
load tinggi diterapi selama 4 hingga 6 minggu terakhir kehamilan untuk menurukan
viral load dan neonatus pascapersalinan diimunisasi dengan vaksin HBV serta
diberikan IVIG Hepatitis B sebagai penatalaksanaan yang terbaik.
3

Vaksin hepatitis B termasuk dalam vaksin dasar yang dijamin gratis oleh
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, sementara imunoglobulin intravena
Hepatitis B harganya mencapai 1,5 2,5 juta rupiah. Kondisi ini menyebabkan
pencehahan transmisi lebih mengutamakan guideline dari WHO karena lebih
aplikatif di negara berkembang seperti Indonesia.

Referensi
1. Center for Disease Control and Prevention. Perinatal Transmission. Available
from: http://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/perinatalxmtn.htm
2. World Health Organization. Preventing Mother-to-Child Trnasmission of
Hepatitis B Operational Field Guidelines. Available from:
http://www.wpro.who.int/immunization/documents/docs/HepBBirthDoseFi
eldGuidelines.pdf
3. Becky McCall. EASL 2009: Cobined Maternal Treatment and Infant
Vaccination Effective in Reducing Mother to Child HBV Trasmission. Available
from: http://www.medscape.com/viewarticle/702028
4. Hu Y et al. Effect of elective caesarean section on the risk of mother-to-child
transmission of hepatitis B virus. BMC Pregnancy and Childbirth. 2013.
13:119. Available from: http://www.biomedcentral.com/content/pdf/1471-
2393-13-119.pdf