Anda di halaman 1dari 14

Oleh : Mugi Hartoyo, MN

8/9/2014 1 TES ALERGI


ALERGI
Penyakit alergi termasuk penyakit genetik /
keturunan, yang disebabkan oleh antibodi
Imunoglobulin E (Ig E).
8/9/2014 2 TES ALERGI
Yang termasuk penyakit alergi:
1. Rinitis alergi: bersin-bersin, hidung tersumbat, gatal,
berair.
2. Konjungtivitis alergi: mata gatal, merah, berair,
kelopak mata bengkak.
3. Urtikaria (biduran): kulit bentol, merah, gatal.
4. Dermatitis (eksim): kulit merah, gatal, mengelupas,
kasar.
5. Asthma: batuk lama, sesak nafas, bunyi mengi
(wheezing) waktu bernafas.
6. Pada sal. Cerna: mual, muntah, mules, diare.
8/9/2014 3 TES ALERGI
Tes alergi
Untuk mengetahui apakah seseorang menderita
alergi, perlu diperiksa kadar Ig E dalam darah.
Positif alergi jika nilai Ig E > dari nilai normal (0,1
0,4 ug/ml dalam serum) atau ambang batas tinggi.
Tes alergi untuk mengetahui bahan/zat apa (alergen)
yg menyebabkan penyakit alergi.
8/9/2014 4 TES ALERGI
Beberapa macam tes alergi
1. Skin Prick test (tes tusuk kulit).
2. Patch tes (tes tempel).
3. RAST (Radio Allergo Sorbent Test).
4. Skin test (tes kulit).
5. Tes provokasi.
8/9/2014 5 TES ALERGI
SKIN PRICK TEST (tes tusuk kulit).
Untuk memeriksa alergi terhadap alergen hirup dan
makanan, misalnya: debu, tungau debu, serpih kulit
binatang, udang, kepiting, dll.
Tes ini dilakukan di kulit lengan bawah sisi dalam,
alergen yg diuji ditusukkan pada kulit dg
menggunakan jarum khusus (mata jarum 2 mm).

8/9/2014 6 TES ALERGI
SKIN PRICK TEST (tes tusuk kulit).
Hasil dilihat 30 menit, hasil positif jika timbul bentol
(indurasi) merah gatal.





Syarat tes: pasien sehat, bebas obat antihistamin
selama 3 7 hari, umur 4 50 tahun.

8/9/2014 7 TES ALERGI
2. PATCH TES (Tes Tempel)
Untuk mengetahui alergi kontak terhadap bahan
kimia pada penyakit dermatitis (eksim).
Tes ini dilakukan di kulit punggung.
Hasil tes dilihat setelah 48 jam.
Hasil positif jika timbul bercak kemerahan dan
melenting pada kulit.
8/9/2014 8 TES ALERGI
2. PATCH TES (Tes Tempel)
Syarat tes:
Dalam 48 jam pasien tidak boleh melakukan aktivitas
yang berkeringat, mandi, posisi tidur harus
telungkup/punggung tidak boleh bergesekan
Dua hari sebelum tes tidak boleh minum obat yang
mengandung steroid atau anti histamin.
Daerah punggung harus bebas dari salep, krim, atau
obat oles.
8/9/2014 9 TES ALERGI
3. RAST (Radio Allergo Sorbent Test)
Untuk mengetahui alergi terhadap alergen hirup dan
makanan.
Memerlukan sampel serum darah sebanyak 2 cc
diproses dengan mesin komputerisasi khusus.
Hasil diketahui setelah 4 jam.
8/9/2014 TES ALERGI 10
4. Skin Test (Tes Kulit)
Untuk mengetahui alergi terhadap obat yang
disuntikkan.
Dilakukan di kulit lengan bawah.
Hasil tes dibaca setelah 15 menit.
Hasil (+) jika timbul indurasi, merah, gatal.
8/9/2014 TES ALERGI 11
5. Test Provokasi
Untuk mengetahui alergi terhadap obat yang
diminum, makanan, alergen hirup (debu).
Tes provokasi alergen hirup disebut tes provokasi
bronkial untuk penyakit asma dan pilek alergi
Tes ini sudah jarang dipakai dan digantikan skin prick
test dan RAST.
8/9/2014 TES ALERGI 12
5. Test Provokasi lanjutan
Tes provokasi obat menggunakan metode double blind
placebo control (DBPC) atau uji samar ganda.
Caranya pasien minum obat dg dosis dinaikkan secara
bertahap, ditunggu reaksinya dg interval 15 30 menit
Dalam 1 hari hanya boleh dites 1 jenis obat.
Untuk tes terhadap obat lain harus menunggu 48 jam
kemudian.

8/9/2014 TES ALERGI 13

SEMANGAT BELAJAR
8/9/2014 TES ALERGI 14