Anda di halaman 1dari 10

OLEH: Mugi Hartoyo, MN

Respirasi (Pernafasan/ventilasi) dalam praktek


klinik bermakna sebagai suatu siklus inspirasi dan
ekspirasi.
Frekuensi pernapasan orang dewasa normal
berkisar 12 - 16 kali permenit yang mengangkut
kurang lebih 5 liter udara masuk dan keluar
paru.
Volume yang lebih rendah dari kisaran normal
seringkali menunjukkan malfungsi sistem paru.



Volume dan kapasitas paru diukur dengan
alat berupa spirometer atau spirometri,
sedang hasil rekamannya disebut dengan
spirogram.



Udara yang keluar dan masuk saluran pernapasan
saat inspirasi dan ekspirasi sebanyak 500 ml
disebut dengan volume tidal, sedang volume
tidal pada tiap orang sangat bervariasi
tergantung pada saat pengukurannya.
Rata-rata orang dewasa 70% (350 ml) dari
volume tidal secara nyata dapat masuk sampai
ke bronkiolus, duktus alveolus, kantong alveoli
dan alveoli yang aktif dalam proses pertukaran
gas.
Sedang sisanya sebanyak 30% (150 ml) menetap
di ruang rugi (anatomic dead space).
Volume total udara yang ditukarkan dalam
satu menit disebut dengan minute volume of
respiration (MVR) atau juga biasa disebut
menit vantilasi.
MVR ini didapatkan dari hasil kali antara
volume tidal dan frekuensi pernapasan
normal permenit.
Rata-rata MVR dari 500 ml volume tidal
sebanyak 12 kali pernapasan permenit adalah
6000 ml/menit.



Volume pernapasan yang melebihi volume
tidal 500 ml dapat diperoleh dengan
mengambil nafas lebih dalam lagi.
Penambahan udara ini biasa disebut volume
cadangan inspirasi (Inspiratory reserve
volume) sebesar 3100 ml dari volume tidal
sebelumnya, sehingga volume tidal totalnya
sebesar 3600 ml.



Meskipun paru dalam keadaan kosong setelah
fase ekspirasi maksimal, akan tetapi
sesungguhnya paru-paru masih memiliki
udara sisa yang disebut dengan volume residu
yang mempertahankan paru-paru dari
keadaan kollaps, besarnya volume residu
sekitar 1200 ml.
Siapkan alat spirometri
Nyalakan alat terlebih dahulu dengan
memencet tombol ON. Masukkan data seperti
umur, seks, TB, BB
Kemudian masukkan mouthpiece yang ada
dalam alat spirometri kedalam mulutnya dan
tutuplah hidung dengan penjepit hidung.
Untuk mengatur pernapasan, bernapaslah
terlebih dahulu dengan tenang sebelum
melakukan pemeriksaan.

Tekan tombol start jika sudah siap untuk memulai
pengukuran.
Mulai dengan pernapasan tenang sampai timbul
perintah dari alat untuk ekspirasi maksimal (tidak
terputus). Bila dilakukan dengan benar maka akan
keluar data dan kurva pada layar monitor
spirometri.
Kemudian ulangi pengukuran dengan melanjutkan
inspirasi dalam dan ekspirasi maksimal.
Setelah selesai lepaskan mouthpiece, periksa data
dan kurva kemudian dilanjutkan dengan mencetak
hasil rekaman (tekan tombol print pada alat
spirometri).



SELAMAT BELAJAR