Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

Kista ductus choledochus adalah penyakit yang jarang, tetapi merupakan malformasi
dari saluran empedu yang paling sering terjadi. Insidensi penyakit ini adalah sekitar 1 dalam
2.000.000 kelahiran hidup, dan empat kali lebih sering pada ras Asia. Penyakit ini lebih
sering mengenai wanita, rasio wanita : pria adalah antara 3:1 sampai 4:1.
Kista ductus choledochus adalah penyakit yang sering mengenai anak-anak dan jarang
pada dewasa. Sekitar 60% dari semua pasien berusia kurang dari 10 tahun.
Patogenesis terjadinya kista ductus choledochus belum diketahui secara pasti, diduga
sebagai akibat dari iritasi pada dinding saluran empedu yang disebabkan adanya refluks
enzim pancreas. Teori lain menyebutkan bahwa adanya anomali persambungan saluran
pancreatobiliaris yang diduga sebagai penyebab dari kista ductus choledochus.
Kista ductus choledochus dibagi menjadi 5 tipe. Gejala klasik dari penyakit ini adalah
nyeri perut pada kuadran kanan atas, ikterus, dan adanya massa yang terpalpasi. Pemeriksaan
dengan menggunakan ultrasonografi sangat berguna untuk mendiagnosis penyakit ini.
Komplikasi yang paling mengkhawatirkan dari kista ductus choledochus adalah
kolangiokarsinoma yang angka kejadiannya berkisar 9 -28 %.
Dalam makalah ini akan dibahas lebih mendetail mengenai kista ductus choledochus,
dimana terapi yang paling utamanya adalah pembedahan.


2.1 Anatomi Tractus biliaris

Gambar di bawah (Gambar 1) memperlihatkan tractus biliaris yang normal. Cairan
empedu yang dibuat oleh sel-sel hepar disimpan di Vesica fellea. Aliran keluar dari hepar
dapat lancar apabila tidak ada gangguan pada Ductus biliaris. Perjalanan cairan empedu
bermula dari Ductus hepaticus dextra dan sinistra yang bersatu di Ductus hepaticus
communis, kemudian masuk ke dalam Vesica fellea melalui Ductus cysticus. Ketika cairan
empedu diperlukan untuk proses pencernaan maka cairan empedu dialirkan melalui Ductus
cysticus ke dalam Ductus choledochus yang bersatu dengan Ductus pancreaticus kemudian
bermuara di Ampulla Vateri (Sherlock S and Dooley J., 2002)



Gambar 1. Struktur Anatomis Traktus Biliaris

2.2 Embriologi

Sistem biliaris ekstrahepatik berkembang dari divertikulum hepar sejak minggu ke 4
masa kehamilan. Demarkasi dari sistem ductus menjadi kandung empedu, Ductus cysticus,
Ductus hepaticus, dan Ductus pancreaticus telah terjadi pada akhir minggu ke 5 masa
kehamilan. Pada akhir minggu ke 5, sistem duktus telah menjadi solid, yang mana kemudian
terjadi kanalisasi pada akhir minggu ke 6, dimulai dari Duktus communis dan berlanjut
menuju hepar. Dari minggu ke 5 sampai minggu ke 7 kehamilan, Ductus communis dan
pankreas bagian ventral berrotasi, dari ventral ke dorsal, dengan fusi dari jaringan pankreas
dan duktus, sehingga ada drainase dari Corpus pankreas (dorsal pankreas) melalui duktus
utama (Wirsungi), meninggalkan Ductus accessorius (Santulli), untuk mengalirkan hanya
dari bagian Caput pankreas. Ductus biliaris communis dan Ductus pancreaticus diselimuti
oleh suatu selubung bersama serabut-serabut otot yang berasal dari mesenkim pada
kehamilan 11 minggu, yang mana kemudian membentuk Sphincter Oddi. Secara kasar
kurang lebih 75% pasien, septa antara kedua duktus tersebut yang membentuk saluran
bersama (common channel), dimana hasil sekresi dari pankreas dan Ductus communis dapat
bercampur ; mungkin terjadi pemanjangan di bagian proksimal di luar area dari sphincter
tersebut. Hal ini mungkin menjadi salah satu faktor penyebab dari pankreatitis atau kista
Ductus choledochus (Sigalet D.L, 2000).