Anda di halaman 1dari 7

Modul 36

Bedah Digestif REPAIR BURST ABDOMEN


( No. ICOPIM !"#
$. TU%UAN
$.$. Tu&ua' Pe()ela&a*a' u(u(:
Setelah mengikuti sesi ini, peserta didik memahami dan mengerti tentang anatomi dan fisiologi
dari dinding abdomen, mengerti dan menguasai keluhan dan tanda klinis, diagnosis, pengelolaan,
pengobatan, prognosis burst abdomen serta perawatanya.
$.+. Tu&ua' Pe()ela&a*a' ,husus :
Setelah mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk :
1. Mampu menjelaskan anatomi dinding abdomen (Tingkat kompetensi K!"
#. Mampu menjelaskan fisiologi dinding abdomen (Tingkat kompetensi K!"
. Mampu menganalisis gejala dan tanda klinis serta diagnosis burst abdomen (Tingkat
kompetensi K!"
$. Mampu menjelaskan penyebab burst abdomen (Tingkat kompetensi K!"
%. Mampu menjelaskan indikasi dan menge&aluasi hasil pemeriksaan tambahan dalam rangka
diagnostik kelainan burst abdomen (Tingkat kompetensi K'%!"
(. Mampu melakukan repair burst abdomen (Tingkat kompetensi K'%!"
). Mampu melakukan perawatan pas*a bedah mengatasi komplikasi dan follow up (Tingkat
kompetensi K'%!"
+. PO-O- BA.ASAN / SUB PO-O- BA.ASAN
1. !natomi dan fisiologi dinding abdomen
#. +tiologi, gejala dan tanda, pemeriksaan tambahan, diagnosis dan ren*ana pengelolaan burst
abdomen
. ,ndikasi repair burst abdomen
$. Teknik repair burst abdomen
%. -ork.up penderita burst abdomen
(. 'erawatan penderita pas*a repair burst abdomen
3. 0A-TU
METODE !. 'roses pembelajaran dilaksanakan melalui metode:
1) small group discussion
2) peer assisted learning ('!/"
3) bedside teaching
4) task-based medical education
0. 'eserta didik paling tidak sudah harus mempelajari:
1) bahan a*uan (references"
2) ilmu dasar yang berkaitan dengan topik pembelajaran
3) ilmu klinis dasar
1. 'enuntun belajar (learning guide" terlampir
2. Tempat belajar (training setting): bangsal bedah, kamar
operasi, bangsal perawatan pas*a operasi.
". MEDIA 1. -orkshop 3 'elatihan
2. 0elajar mandiri
3. Kuliah
4. 4roup diskusi
5. 5isite, bed site teaching
6. 0imbingan 6perasi dan asistensi
7. Kasus morbiditas dan mortalitas
. 1ontinuing 'rofesional 2e&elopment
. A1AT BANTU PEMBE1A%ARAN
!nternet" telekonferens" dll.
6. E2A1UASI
1. 'ada awal pertemuan dilaksanakan pre.test dalam bentuk,M17, essay dan oral sesuai dengan
tingkat masa pendidikan, yang bertujuan untuk menilai kinerja awal yang dimiliki peserta didik
dan untuk mengidentifikasi kekurangan yang ada. Materi pre.test terdiri atas:
!natomi, fisiologi diding abdomen
'enegakan 2iagnosis
Terapi ( tehnik operasi "
Komplikasi dan penanganannya
8ollow up
#. Selanjutnya dilakukan 9small group dis*ussion: bersama dengan fasilitator untuk membahas
kekurangan yang teridentifikasi, membahas isi dan hal.hal yang berkenaan dengan penuntun
belajar, kesempatan yang akan diperoleh pada saat bedside tea*hing dan proses penilaian.
. Setelah mempelajari penuntun belajar ini, mahasiswa diwajibkan untuk mengaplikasikan
langkah.langkah yang tertera dalam penuntun belajar dalam bentuk role-pla# dengan teman.
temannya (peer assisted learning" atau kepada S' (standardi$ed patient". 'ada saat tersebut,
yang bersangkutan tidak diperkenankan membawa penuntun belajar, penuntun belajar dipegang
oleh teman.temannya untuk melakukan e&aluasi (peer assisted e%aluation". Setelah dianggap
memadai, melalui metoda bedside teaching di bawah pengawasan fasilitator, peserta didik
mengaplikasikan penuntun belajar kepada nodel anatomik dan setelah kompetensi ter*apai
peserta didik akan diberikan kesempatan untuk melakukannya pada pasien sesungguhnya. 'ada
saat pelaksanaan, e&aluator melakukan pengawasan langsung (direct obser%ation", dan mengisi
formulir penilaian sebagai berikut:
Pe*lu 3e*)ai,a'4 pelaksanaan belum benar atau sebagian langkah tidak dilaksanakan
Cu,u34 pelaksanaan sudah benar tetapi tidak efisien, misal pemeriksaan terlalu lama atau
kurang memberi kenyamanan kepada pasien
Bai,4 pelaksanaan benar dan baik (efisien"
$. Setelah selesai bedside teaching, dilakukan kembali diskusi untuk mendapatkan penjelasan dari
berbagai hal yang tidak memungkinkan dibi*arakan di depan pasien, dan memberi masukan
untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan.
%. Self assessment dan &eer 'ssisted (%aluation dengan mempergunakan penuntun belajar
(. 'endidik3fasilitas:
'engamatan langsung dengan memakai e%aluation checklist form (terlampir"
'enjelasan lisan dari peserta didik3 diskusi
Kriteria penilaian keseluruhan: *akap3 tidak *akap3 lalai.
). 2i akhir penilaian peserta didik diberi masukan dan bila diperlukan diberi tugas yang dapat
memperbaiki kinerja (task-based medical education"
;. 'en*apaian pembelajaran:
're test
,si pre test
!natomi dan fisiologi dinding abdomen
2iagnosis
Terapi (Tehnik operasi"
Komplikasi dan penanggulangannya
8ollow up
0entuk pre test
M17, +ssay dan oral sesuai dengan tingkat masa pendidikan
0uku a*uan untuk pre test
1. 0uku teks ,lmu 0edah (diagnosis"<amilton 0ailey
#. 0uku teks ,lmu 0edah S*hwar=t
. 0uku Teks ,lmu 0edah >orton
$. !tlas Tehnik operasi <ugh 2udley
%. 0uku ajar ,lmu 0edah ,ndonesia
0entuk ?jian 3 test latihan
?jian 6S1! (K, ', !", dilakukan pada tahapan bedah dasar oleh Kolegium ,.
0edah.
?jian akhir stase, setiap di&isi3 unit kerja oleh masing.masing senter pendidikan.
?jian akhir kognitif nasional, dilakukan pada akhir tahapan bedah lanjut (jaga ,,"
oleh Kolegium ,. 0edah.
?jian akhir profesi nasional (kasus bedah", dilakukan pada akhir pendidikan oleh
Kolegium ,. 0edah
5. RE6RENSI
1. 0uku Teks ,lmu 0edah S*hwar=t
#. 0uku Teks ,lmu 0edah >orton
. 0uku Teks Maingot@s !bdominal 6peration
$. 0uku !jar ,lmu 0edah ,ndonesia, 2e Aong, Sjamsuhidayat
%. !tlas of Surgi*al Te*hniBue Collinger ) th ed, M*4raw <ill ,n*.

7. URAIAN 4 REPAIR BURST ABDOMEN
7.$. I't*odu,si
a. 2efenisi
Suatu tindakan segra yang dilakukan untuk menutup rongga abdomen setelah terjadinya burst
luka opersi dinding abdomen .
b. Duang /ingkup
'enyebab terjadinya burst abdomen ada beberapa fa*tor
1. 8aktor lo*al : perdarahan, infeksi luka, jahitan3 teknik operasi kurang baik.
#. 8aktor keadaan umum : hipoalbuminemia, karsinomatosis, usia lanjut
*. ,ndikasi operasi
0urst abdomen
d. Kontra indikasi operasi
Keadaan pasien tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi
f. 'emeriksaan penunjang
. /aboratorium darah rutin dan kimia klinik
. Kultur *airan burst dan test resisitensi
Setelah memahami, menguasai dan mengerjakan modul ini maka diharapkan seorang ahli bedah
mempunyai kompetensi untuk melakukan repair burst abdomen serta penerapannya dapat dikerjakan
di DS 'endidikan dan DS jaringan pendidikan
7.+ -o(3ete'si te*,ait (odul / list of skill
Tahapan bedah dasar ( Sem , E ,,, "
persiapan pra operasi
o anamnesis
o 'emeriksaan fisik
o 'emeriksaan penunjang
o ,nformed *on*ent
o !sisten , dan ,, pada saat operasi
8ollow up dan rehabilitasi
Tahapan bedah lanjut (Sem ,5 E 5,," dan 1hief residen (Sem 5,,,.,F"
'ersiapan pra operasi
o anamnesis
o 'emeriksaan fisik
o 'emeriksaan penunjang
o ,nformed *on*ent
Melakukan operasi (bimbingan, mandiri"
o 'enanganan komplikasi
o 8allow up dan rehabilitasi
7.3 Algo*it(a Da' P*osedu*
Algo*it(a
0urst abdomen

'enatalaksanaan
'enatalaksanaan burst abdomen terdiri dari :
. 'a*king diplester
. 'a*king dilanjutkan dengan jahit sekunder
. Segera dilakukan repair burst
7.". Teh'i, o3e*asi4
2engan posisi supine dalam general anestesi. 2ilakukan desinfeksi pada daerah operasi dan
sekitarnya./apangan operasi dipersempit dengan doek steril.2ilakukan pen*u*ian pada organ
&iseral yang mengalami prolaps dengan >a1l G,HI, setelah bersih organ &iseral dimasukkan
kedalam rongga abdomen.2ilakuan debridement dan nekrotomi untuk membuat luka baru pada
insisi opersi sebelumnya.2ilakukan penjahitan through and through ( jahitan yang menembus
seluruh bagian soft tissue dinding abdomen dari kulit sampai peritoneum " dengan jarak % *m
dari kedua ujung insisi dan % *m dari masing.masing jahitan, jahitan through and through ini
disimpulkan setelah selesai jahitan pada kulit. Setelah jahitan through and through dilakukan
dilanjutkan dengan jahitan lapis demi lapis, dengan memperhatikan pada penjahitan lapisan fasia
se*ara seksama untuk menghindari burst yang berulang, dan setelah penjahitan kulit se*ara satu.
satu, jahitan through and through disimpulkan (knot" dengan memasukan ruber tube untuk
men*egah benang jahitan memotong jaringan.
)omplikasi operasi
. De*uren 0urst abdomen
7.. -o(3li,asi o3e*asi
. pendarahan
. infeksi luka operasi
0urst partial
'us (."
0urst partial
'us (J"
0urst total
'a*king J plester 'a*king jahit
sekunder
Depair burst
7.6. Mo*talitas
!ngka mortalitas dengan burst abdomen rata.rata 1;,1I, dengan range H,$I . $,;I
7.5. Pe*a8ata' Pas9a Bedah
'as*a bedah penderita dirawat diruangan, dengan pemberian antibiotik yang sesuai,
hipoalbuminemia dikoreksi. 2ilakukan obser&asi apakah ada tanda.tanda infeksi, untuk
menghindari burst yang berulang.
7.7. 6ollo8 !U3
Aahitan kulit satu.satu dilepas setlah hari ke.), Aahitan through and through dilepas setelah
minggu ke.
7.:. -ata ,u'9i: burst abdomen repair
:. DA6TAR CE- PENUNTUN BE1A%AR PROSEDUR OPERASI
>o 2aftar *ek penuntun belajar prosedur operasi
Sudah
dikerjakan
0elum
dikerjakan
PERSIAPAN PRE OPERASI
1 ,nformed *onsent
# /aboratorium
'emeriksaan tambahan
$ !ntibiotik propilaksis
% 1airan dan 2arah
( 'eralatan dan instrumen operasi khusus
ANASTESI
1 >ar*ose dengan general anesthesia, regional, lokal
PERSIAPAN 1O-A1 DAERA. OPERASI
1 'enderita diatur dalam posisi terlentang sesuai dengan letak
kelainan
# /akukan desinfeksi dan tindakan asepsis 3 antisepsis pada
daerah operasi.
/apangan pembedahan dipersempit dengan linen steril.
TINDA-AN OPERASI
1 ,nsisi kulit sesuai dengan indikasi operasi pada dinding
depan abdomen
# Selanjutnya irisan diperdalam menurut jenis operasi tersebut
diatas
'rosedur operasi sesuai kaidah bedah digestif
PERA0ATAN PASCA BEDA.
1 Komplikasi dan penanganannya
# 'engawasan terhadap !01
'erawatan luka operasi
1atatan: Sudah 3 0elum dikerjakan beri tanda

$;. DA6TAR TI1I-


0erikan tanda dalam kotak yang tersedia bila keterampilan3tugas telah dikerjakan dengan
memuaskan, dan berikan tanda bila tidak dikerjakan dengan memuaskan serta T32 bila tidak
dilakukan pengamatan
Me(uas,a' /angkah3 tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun
Tida,
(e(uas,a'
Tidak mampu untuk mengerjakan langkah3 tugas sesuai dengan prosedur
standar atau penuntun
T/D Tida, dia(ati /angkah, tugas atau ketrampilan tidak dilakukan oleh peserta latih selama
penilaian oleh pelatih
>ama peserta didik Tanggal
>ama pasien >o Dekam Medis
DA6TAR TI1I-
No -egiata' / la'g,ah ,li'i,
-ese(3ata' ,e
$ + 3 "
'eserta dinyatakan :
/ayak
Tidak layak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelatih
Tanda tangan dan nama terang