Anda di halaman 1dari 16

1

MAKALAH SEMINAR
ANALISA PENGARUH JUMLAH BLADE KINCIR ANGIN
SUMBU HORIZONTAL TERHADAP DAYA YANG
DIHASILKAN





Disusun Oleh :
Nama : Fajar Handono
Nim : 1011018

Diperiksa dan disetujui
Dosen Pembimbing


Ir. Soeparno Djiwo, MT
NIP Y 1018600128


JURUSAN TEKNIK MESIN S-1
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG
2014
2

ANALISA PENGARUH JUMLAH BLADE KINCIR ANGIN SUMBU
HORIZONTAL TERHADAP DAYA YANG DIHASILKAN
Fajar Handono (10.11.018)
Dosen Pembimbing; Ir. Soeparno Djiwo .MT
Jurusan Teknik Mesin S-1, FTI-Institut Teknologi Nasional Malng
E-mail : handono_fajar@yahoo.com




ABSTRAK


Pemanfaatan energi terbarukan saat ini sangat dibutuhkan dengan produksi
bahan bakar minyak yang semakin terbatas. Keterbatasan produksi bahan bakar
minyak menjadikan harga bahan bakar naik. Salah satu energi terbarukan yang
dapat dikembangkan di Indonesia adalah kincir angin. Potensi kincir angin di
Indonesia masih terbuka luas karena Indonesia memiliki garis pantai sekitar
95.000 km, demikian juga potensi kecepatan angin yang dimiliki berkisar 5 m/s.
Perkembangan kincir angin masih rendah berkaitan dengan biaya produksi yang
masih tinggi dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar minyak.
Masih banyak kesempatan yang dapat diterapkan dengan pembuatan kincir angin
dengan biaya murah. Karakteristik kincir angin yang digunakan akan
mempengaruhi daya yang dihasilkan oleh kincir angin. Karakteristik ini sangat
tergantung dari bentuk sudu, sudut sudu, jumlah sudu maupun luas penampang
sudu.Pada penelitian ini akan dirancang model kincir angin yang bersumbu
horisontal dengan variasi jumlah sudu. Hasil yang dicapai semakin banyak
jumlah sudu maka daya yang dihasilkan akan semakin besar.



Kata Kunci : Kincir Angin Sumbu Horizontal, J umlah Sudu, Daya







1

I. PENDAHULUAN
Tingginya kebutuhan energi di
indonesia khususnya dan di dunia
pada umumnya terus meningkat dari
waktu ke waktu, pada kenyataannya
menjadi salah satu masalah besar
ketika cadangan sumber energi
konvensional (energi fosil) semakin
terbatas dan kita harus mengurangi
tingkat polusi. Oleh karena itu,
kebutuhan mengembangkan energi
yang dapat diperbaharui telah
menjadi tuntutan utama zaman ini.
Salah satu sumber energi tersebut
adalah Angin. Dalam kasus yang
terjadi di lapangan diketahui bahwa
kecepatan angin secara nyata terjadi
dengan fluktuasi yang cukup jauh
selisihnya, dari 3 m/s pada pagi hari
sampai 11 m/s pada siang hari
(sekitar jam 13.00 WIB sampai jam
15.00 WIB) dan menurun kembali
hingga menjelang malam. Dari
ketersediaan angin tersebut, maka
masalah akan terjadi pada mutu
produksi listrik dihasilkannya, yaitu
frekuensi listrik yang akan berubah
setiap saat. Dari permasalahan yang
sudah dialami tersebut, maka kami
berencana untuk membuat turbin
angin. Turbin angin merupakan suatu
alat yang mampu mengubah energi
angin menjadi energi mekanik dan
selanjutnya diubah menjadi energi
listrik melalui generator. Turbin
angin poros horizontal ini dapat
ditingkatkan efisiensinya untuk
mendapat koefisien daya yang
maksimal. Salah satunya dengan
mengunakan sudu berjumlah banyak.
Efisiensi sistem yang maksimal ini
akan meningkatkan jumlah daya
yang dihasilkan sehingga untuk
mendapatkan jumlah daya tertentu
cukup dengan menggunakan jumlah
blade kincir angin yang lebih sedikit.
Dan di akhir pembuatan turbin angin
ini dilakukan pengujian dan analisa.
Pengujian dan analisa tersebut
tertuang dalam Skripsi yang berjudul
ANALISA PENGARUH JUMLAH
BLADE KINCIR ANGIN SUMBU
HORIZONTAL THD DAYA YANG
DIHASILKAN sebagai salah satu
topik bahasan.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang
diuraikan tersebut maka timbullah
suatu permasalahan. Adapun
rumusan masalah tersebut diantara
nya adalah :
2

1. Bagaimana pengaruh jumlah
blade kincir angin sumbu
horizontal terhadap daya yang
dihasilkan ?
2. Bagaimana pengaruh luas
penampang blade kincir angin
terhadap daya yang dihasilkan ?
Batasan Masalah
Agar dalam penyusunan skripsi
ini bisa mangarah pada tujuan
semula dan untuk menghindari
meluasnya permasalahan yang
timbul maka, penyusun memberikan
batasan-batasan masalah yang
diantaranya adalah :
1. Penelitian yang dilakukan hanya
untuk mengetahui pengaruh
jumlah blade dan luas
penampang terhadap daya saja.
2. Tidak membahas masalah
komposisi bahan blade.
3. Tidak membahas masalah
konstruksi
4. Tidak membahas masalah biaya
5. Tidak membahas masalah
efisiensi
6. Jumlah blade yang digunakan
hanya 3, 4, 6



Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak
dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Menyediakan pembangkit listrik
yang aman dan handal dalam
pengoperasian serta merupakan
konstruksi teknis sesederhana
mungkin agar para teknisi dengan
keterampilan dasar saja dapat
melakukan perawatan dan
perbaikan seperlunya sehingga
dapat menyediakan pasokan
energi listrik pada daerah-daerah
terpencil yang memiliki potensi
angin melimpah.

Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat
diambil dari hasil penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1. Menambah referensi khususnya
bagi peneliti selanjutnya tentang
jumlah blade yang pas untuk
sebuah kincir angin.
2. Dapat memberikan gambaran
secara jelas dan nyata tentang
kinerja dari kincir angin.




3

II. KAJIAN PUSTAKA
Angin
Angin adalah udara yang bergerak
yang diakibatkan oleh rotasi bumi
dan juga karena adanya perbedaan
tekanan udara disekitarnya. Angin
bergerak dari tempat bertekanan
udara tinggi ke tempat yang
bertekanan udara rendah.

Aliran angin
Di dalam aerodinamika aliran
angin terhadap benda-benda lain di
sekitarnya adalah suatu hal yang
amat penting, karena dari kejadian
ini didapatkan hal-hal yang
digunakan untuk ilmu aerodinamika.
Pada setiap aliran angin yang melalui
suatu benda, akan mengalami suatu
gesekan dengan permukaan benda
maupun penampang. Gesekan ini
akan mengakibatkan tahanan. Besar
kecilnya tahanan ini ditentukan oleh
beberapa faktor, antara lain :
- Keadaan permukaan benda
- Kecepatan udara yang
mengalir.
- Letak benda terhadap aliran.
- Kerapatan (densitas udara).
Adapun jenis jenis aliran angin
yang melalui suatu benda terdiri dari
dua macam yaitu :
1. Aliran Laminer
Didefinisikan sebagai aliran angin
yang rata sejajar dengan permukaan
benda.



Gambar 2.1 Aliran angin laminar

2. Aliran Turbulen
Aliran angin yang terjadi secara
fluktuasi/berubah-ubah

Gambar 2.2 Aliran angin turbulent




4

Kincir Angin
Kincir angin merupakan alat yang
dapat mengubah energi potensial dari
angin menjadi energi mekanik dan
kemudian diubah menjadi energi
listrik oleh sebuah generator.
Kincir angin dibagi menjadi 2 jenis
yaitu :

Gambar 2.3 jenis-jenis kincir angin
(Sumber :http://wwwganiblog.blogspot.com)
1. Kincir angin poros horizontal
Ciri dari kincir angin jenis ini
ialah sumbu putar turbin sejajar
dengan tanah. Kincir jenis horizontal
ini lebih banyak dikembangkan
2. Kincir angin poros vertikal
Ciri-ciri dari kincir angin jenis ini
ialah memiliki sumbu putar tegak
lurus dengan tanah. Salah satu jenis
yang paling berhasil dari kincir angin
jenis ini ialah savonius. Kincir angin
savonius memiliki satu atau lebih
baling -baling.
Satu keuntungan penggunaan
kincir angin jenis savonius ini ialah
mesin ini mampu beroperasi kesegala
arah tanpa memerlukan penyesuaian
arah. Kincir angin jenis ini cocok
untuk daerah dengan kondisi angin
turbulent.

Blade
Blade memegang peranan penting
dalam suatu kincir angin.dikatakan
demikian karena blade berfungsi
untuk menangkap energi potensial
dari angin dan mengubahnya menjadi
energi mekanis. Dalam penggem-
bangan dan pemanfaatannya, blade
memiliki bentuk, ukuran, serta berat
yang berbeda-beda sesuai dengan
pemakaian atau fungsinya.

Gambar 2.4 jenis-jenis blade
(Sumber:http://jendeladenngabei.blogspot.com)



5

Konsep Jumlah Blade
Jumlah blade pada rotor turbin
angin bervariasi dan tidak ada
tinjauan teoritis yang benar sebagai
konsep terbaik,tetapi lebih ditentukan
oleh penggunaanya, misal untuk
pembangkit listrik atau pompa air,
serta kecepatan angin saat rotor
mulai berputar. Berikut ini beberapa
konsep jumlah blade :
Konsep satu blade
Sulit seimbang, membutuhkan angin
yang sangat besar untuk dapat
memutar blade ini.
Kosep dua blade
Mudah untuk seimbang, tetapi
keseimbangannya masih mudah
untuk bergeser. Desain sudu harus
memiliki kelengkungan yang tajam
untuk dapat menangkap energi angin
secara efektif, tetapi pada kecepatan
angin rendah sekitar 3m/s putarannya
sulit dimulai.
Kosep tiga blade
Lebih setimbang dan kelengkungan
blade lebih halus untuk dapat
menangkap energi angin secara
efektif. Kosep ini sering dipakai pada
kincir komersial.
Kosep multi blade
Memiliki efisiensi rendah, tetapi
dapat menghasilkan momen gaya
awal yang cukup besar untuk
berputar, cocok untuk kencepatan
angin rendah. Kosep seperti ini
banyak ditemui pada turbin angin
untuk keperluan memompa air,
karena murah dan mampu berkerja
pada kecepatan angin rendah
sehingga tower tidak terlu tinggi.

Bentuk Blade
Bentuk blade mengacu pada standard
NACA (National Advisory
Committe for Aeronautics)
merupakan standar dalam
perancangan suatu airfoil.
Perancangan airfoil pada dasarnya
bersifat khusus dan dibuat menurut
selera serta sesuai dengan kebutuhan.
Akan tetapi NACA menggunakan
bentuk airfoil yang disusun secara
sistematis dan rasional.



6

III.METODOLOGI

Diagram Alir Penelitian










Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian



Langkah-Langkah penelitian
*3 Blade, 4 Blade, 6 Blade :
1. Menset-up 3 blade, 4 blade dan 6
blade.
2. Mempersiapkan alat ukur yang
digunakan yaitu Anemometer,
Tachometer dan Avometer
3. Melakukan pengujian
4. Mendapatkan data hasil pengujian
5. Mengolah data hasil pengujian











Mulai
Studi Literatur dan Observasi
Mendesain Alat
Membuat Alat
Pengujian
Perakitan
Alat

Pengolahan Data Hasil
Pengujian
Membuat Laporan
Selesai
Tidak
Ya
2

IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN
Data hasil pengujian
Tabel 4.1 Data hasil pengujian dengan jumlah blade 3
No
Kecepatan
Angin
(m/s)
Suhu
(C)
Kecepatan
Tegangan
(Volt)
Arus
Listrik
(A)
Putaran
Turbin
(rpm)
Putaran
Motor
(rpm)
1 2,5 23,9 130 390 7 1,5
2 2,8 23,9 146 438 7,2 1,6
3 3 24,3 236 708 8 1,9
4 3,1 24,1 238 714 8,1 2
5 3,2 23,9 272 816 8,2 2,2
6 3,4 23,9 294 882 9,6 2,5
7 3,6 24 307 921 10,2 2,5
8 4 24,1 342 1026 10,3 2,5
9 4,1 23,2 423 1269 11,6 2,5
10 4,2 22,4 428 1284 11,9 2,5
Tabel 4.1 Data hasil pengujian dengan jumlah blade 4
No
Kecepatan
Angin
(m/s)
Suhu
(C)
Kecepatan
Tegangan
(Volt)
Arus
Listrik
(A)
Putaran
Turbin
(rpm)
Putaran
Motor
(rpm))
1 2,5 22,9 138 414 7,4 1,6
2 2,8 23,2 150 450 7,8 1,7
3 3 23,9 246 738 8 1,9
4 3,1 22,8 248 744 8,1 2,2
5 3,2 23,6 282 846 8,6 2,4
6 3,4 23,4 304 912 8,8 2,5
7 3,6 23,7 317 951 10,2 2,5
8 4 23,2 352 1056 10,4 2,5
9 4,1 23,2 433 1299 11,9 2,5
10 4,2 23,9 438 1314 12,8 2,5


3


Tabel 4.1 Data hasil pengujian dengan jumlah blade 4
No
Kecepatan
Angin
(m/s)
Suhu
(C)
Kecepatan
Tegangan
(Volt)
Arus
Listrik
(A)
Putaran
Turbin
(rpm)
Putaran
Motor
(rpm)
1 2,5 22,8 140 420 7,7 1,7
2 2,8 23,9 167 501 8 1,9
3 3 24,9 261 783 8,3 2,1
4 3,1 23,9 263 789 9 2,2
5 3,2 23,6 297 891 9,1 2,2
6 3,4 23,4 321 963 9,4 2,3
7 3,6 24,6 332 996 10 2,5
8 4 23,9 367 1101 11,6 2,5
9 4,1 24,4 448 1344 12,4 2,5
10 4,2 24,4 453 1359 12,8 2,5

Pengolahan data hasil pengujian
Hasil Perhitungan Data Dengan Jumlah Blade 3
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan data dari tabel 4.1
No Densitas udara (Kg/m)
Luas
penampang
blade 3 (m)
Daya teoritis
(watt)
Daya aktual
(watt)
1 1,1554
0,67
6,05 10,50
2 1,1554 8,50 11,52
3 1,1538 10,44 15,20
4 1,1546 11,52 16,20
5 1,1554 12,68 18,04
6 1,1554 15,21 24,00
7 1,1550 18,05 25,50
8 1,1546 24,75 25,75
9 1,1581 26,74 29,00
10 1,1612 28,82 29,75
Rata-rata 16,28 20,55
`
4


Grafik 4.1 Daya aktual dan daya aktual rata-rata pada blade 3

Grafik 4.2 Daya teoritis dan daya teoritis rata-rata pada blade 3
Hasil Perhitungan Data Dengan Jumlah Blade 4
Tabel 4.5 Hasil Perhitungan data dari tabel 4.2
No Densitas udara (Kg/m)
Luas
penampang
blade 3 (m)
Daya teoritis
(watt)
Daya aktual
(watt)
1 1,1593
0,90
8,15 11,84
2 1,1581 11,44 13,26
3 1,1554 14,04 15,20
4 1,1597 15,55 17,82
5 1,1565 17,05 20,64
6 1,1573 20,47 22,00
7 1,1562 24,27 25,50
0,00
5,00
10,00
15,00
20,00
25,00
30,00
35,00
0 5 10 15
d
a
y
a

a
k
t
u
a
l
jumlah pengujian
daya aktual pada blade 3
daya aktual pada
blade 3
daya aktual rata-rata
0,00
5,00
10,00
15,00
20,00
25,00
30,00
35,00
0 5 10 15
d
a
y
a

t
e
o
r
i
t
i
s
jumlah pengujian
daya teoritis pada blade 3
daya teoritis pada
blade 3
daya teoritis rata-
rata
5

8 1,1581 33,35 26,00
9 1,1581 35,92 29,75
10 1,1554 38,52 32,00
Rata-rata 21,88 21,40

Grafik 4.3 Daya aktual dan daya aktual rata-rata pada blade 4


Grafik 4.4 Daya teoritis dan daya teoritis rata-rata pada blade 4





0
10
20
30
40
0 5 10 15
d
a
y
a

a
k
t
u
a
l
jumlah pengujian
daya aktual pada blade 4
daya aktual pada
blade 4
daya aktual rata-
rata
0,00
10,00
20,00
30,00
40,00
50,00
0 5 10 15
d
a
y
a

t
e
o
r
i
t
i
s
jumlah pengujian
daya teoritis pada blade 4
daya teoritis pada
blade 4
daya teoritis rata-
rata
6

Hasil Perhitungan Data Dengan Jumlah Blade 6
Tabel 4.6 Hasil Perhitungan data dari tabel 4.3
No Densitas udara (Kg/m)
Luas
penampang
blade 3 (m)
Daya teoritis
(watt)
Daya aktual
(watt)
1 1,1597
1,35
12,23 13,09
2 1,1554 17,12 15,20
3 1,1515 20,99 17,43
4 1,1554 23,23 19,80
5 1,1565 25,58 20,02
6 1,1573 30,70 21,62
7 1,1527 36,30 25,00
8 1,1554 49,91 29,00
9 1,1534 53,66 31,00
10 1,1534 57,68 32,00
Rata-rata 32,74 22,42


Grafik 4.5 Daya aktual dan daya aktual rata-rata pada blade 6

0
5
10
15
20
25
30
35
0 5 10 15
d
a
y
a

a
k
t
u
a
l
jumlah pengujian
daya aktual pada blade 6
daya aktual pada
blade 6
daya aktual rata-
rata
7


Grafik 4.6 Daya teoritis dan daya teoritis rata-rata pada blade 6












0,00
10,00
20,00
30,00
40,00
50,00
60,00
70,00
0 5 10 15
d
a
y
a

a
k
t
u
a
l
jumlah pengujian
daya teoritis pada blade 6
daya teoritis pada
blade 6
daya teoritis rata-
rata
1

V. PENUTUP
Kesimpulan
1. Semakin banyak jumlah blade maka daya keluaran yang dihasilkan oleh kincir
angin sumbu horizontal ini juaga akan semakin besar. Jumlah blade berbading
lurus dengan besarnya daya yang dihasilkan.
2. Semakin besar luasan pada blade maka daya keluaran yang dihasilkan oleh
kincir angin sumbu horizontal ini juaga akan semakin besar. Besarnya luasan
blade berbading lurus dengan besarnya daya yang dihasilkan.
Saran
Dalam penelitian kincir angin diperlukan alat uji yang masih akurat










2

DAFTAR PUSTAKA
Afifudin, Moch Arif dkk. 2010 : Study Eksperimental Performasi Vertical Axis
Wind Turbine Dengan Variasi Desain Turbin. ITS : Surabaya.
http://digilip .its.ac.id/public/ITS-Ungraduate-10597-Paper.pdf, diakses
tanggal 29 Desember 2013.
Andika, Markus Nanda dkk. 2007 : Kincir Angin Sumbu Horizontal Bersudu
Banyak. Universitas Sanata Dharma : Yogyakarta. http://www.ganiblog.
blogspot.com201207turbin-angin-sumbu-horisontal-vs-sumbu.html,
diakses tanggal 23 Desember 2013.
Hasan. 2011 : Optimasi Desain Turbin Angin Savonius. UNS : Surakarta.
http://en.Hasan.org/w/index.php?title=Skala beaofort&oldid=565818668,
diakses tanggal 26 Desember 2013.
Kriswandi, Andri Herdiana. 2012 : Potensi Pemanfaatan Energi Angin (wind
turbine part 2). Universitas Padjajaran : Bandung.
www.andrihaka.wordpress.com/tag/kincir-angin/, diakses tanggal 29
Desember 2013.
Mahendra, Bayu dkk. 2013 : Pengaruh Jumlah Sudu Terhadap Unjuk Kerja
Turbin Angin Savonius. Universitas Brawijaya : Malang. http://mesin.
ub.ac.id/jurnaal/download.php?id=122, diakses tanggal 23 Desember
2013.
Marnoto, Tjukup. 2010 : Peningkatan Efisiensi Kincir Angin Poros Vertikal. UPN
Veteran : Yogyakarta. http://repository.upnyk.ac.id/1843/1/kincir_jtm.pdf,
diakses tanggal 20 Deembar 2013.
Raharjo, Panggih. 2010 : Terbanglah Dengan Tak Terkalahkan. http://panggih15.
wordpress.com/2010/02/03/naca-airfoil/, diakses tanggal 21 Januari 2014.
Sumiati, Ruzita dan Aidil Zamri. 2013 : Rancang Bangun Miniatur Turbin Angin
Pembangkit Listrik Untuk Media Pembelajaran. Politeknik Negeri
Padang. http://ejournal.itp.ac.id/index.php/tmesin/article/download/127/12
5, diakses tanggal 29 Desember 2013
Sunyoto. 2011 : Buku Ajar Mesin Konversi Energi. Universitas Negri Semarang.
http://www.crayonpedia.org/mw/Turbin_Sunyoto, diakses tanggal 26
Desember 2013.
Yanto. 2013 : Desain Turbin Angin Sumbu Horizontal. http://defiaryanto.word
press.com, diakses tanggal 20 Oktober 2013.