Anda di halaman 1dari 8

Cara Budidaya Burung Kenari

Burung kenari lokal adalah burung yang sudah terkenal dan banyak dipelihara oleh
masyarakat pada umumnya, tak heran banyak yang mencari cara ternak kenari lokal.




Banyak para penghobi burung yang mulai beternak kenali lokal sebagai bagian dari hobi
mereka atau mereka sengaja ingin menjadi pengusaha kenari lokal. Dalam hal ukuran,
memang ada perbedaan kenari lokal dengan kenari import. Ada perbedaan mengenai postur
tubuh, dan juga perbedaan mengenai harga. Namun, terlepas dari itu, anda tetap akan
mendapatkan banyak keuntungan dengan cara ternak kenari lokal. J
Modal awal dalam beternak kenari lokal
Dalam cara ternak kenari lokal, anda bisa memulainya dengan modal awal yang cukup
sedikit. sebagai gambaran awal, anda bisa membeli indukan kenari unggul dengan harga
sekitar 350 ribu rupiah. sedangkan indukan betina yang sudah siap untuk dikawinkan bisa
anda dapatkan dengan harga sekitar 200 ribu rupiah. jadi, dengan modal awal sebesar 550
ribu rupiah, anda sudah bisa memulai ternak burung kenari.
Penjodohan kenari lokal
Dalam penjodohan kenari, anda tak perlu menunggu waktu yang lama. biasanya, dengan
didekatkan, maka kedua burung kenari sudah mulai menemukan instingnya untuk melakukan
perkawinan. Setelah proses penjodohan selesai dan kenari siap untuk mengerami. Maka anda
akan mendapati proses pengeraman sekitar 21 hari. Pada proses pengeraman, anda bisa
memberikan beberapa pakan yang bernutrisi separti sawi, gambas, serta telur puyuh. Jika tak
ada halangan, kenari lokal peliharaan anda bisa makan sendiri dalam waktu 2 minggu.
Proses pemeliharaan anak kenari
Ketika anakan kenari sudah bisa makan sendiri, maka itu adalah saat yang tepat dalam cara
ternak kenari lokal untuk melakukan pemisahan dengan indukan kenari. Masukkan kenari ke
dalam sangkar masing-masing. Ketika anda berminat untuk mendapatkan untung cepat dalam
berbisnis kenari, maka anda bisa menjual kenari muda dengan harga yang cukup pantas,
senilai 100 hingga 125 ribu. Harga yang ada cenderung relative, namun yang pasti anda bisa
mendapatkan harga yang lebih mahal ketika kenari sudah lebih besar dan mulai berbunyi.
PENYAKIT KENARI DAN OBATNYA
Burung kenari termasuk hewan yang sangat rentan terhadap penyakit dan pengaruh
lingkungan yang tidak bersahabat. Perbedaan cuaca panas dan dingin pada waktu siang dan
malam han, kondisi sangkar yang kurang sehat, pemberian menu makanan yang kurang baik,
semuanya dapat menyebabkan munculnya gangguan kesehatan bagi burung kenari.
Burung kenari yang sudah terserang penyakit umumnya sangat sulit untuk disembuhkan.
Kalaupun dapat disembuhkan, burung kenari tersebut tatap harus mendapat perhatian khusus
dalam waktu yang relatif lama. Jika kita menjumpai burung kenari terserang suatu penyakit
sebaiknya segera dipisahkan dan kenari-kenari yang lain yang sehat agar tidak menular.
Berikut ini disajikan beberapa macam penyakit yang sering menyerang
burung kenari :

Gangguan Pernapasan
Penyakit gangguan penapasan sering menyerang burung kenari, baik jantan maupun betina.
Penyebab penyakit pemapasan adalah adanya infeksi sekunder pada saluran pemapasan oleh
E. coli dan virus sejenis Mycoplasma gallisepticcum yang lebih terkenal dengan nama CRD
(Chronic Respiratory Desease). Jika sudah kronis, penyakit ini sangat sukar disembuhkan dan
biasanya lama kelamaan burung kenari yang teninfeksi penyakit ini akan mati. Penyakit
pernapasan bersifat menular. Penularan penyakit mi dapat terjadi melalui kontak langsung
antara kenari yang terinfeksi dari kenari. yang sehat. Misalnya, indukan yang terinfeksi
penyakit dan menyuapi anaknya, maka anak-anak burung yang disuapi akan tertular oleh
penyakit tersebut. Penularan penyakit pemapasan juga dapat terjadi melalui keturunan.
Anakan kenari yang berasal dan indukan yang sudah terkena penyakit akan mewarisi
penyakit yang dimiliki oleh induknya tersebut. Penularan penyakit pernapasan dapat juga
terjadi melalui makanan, minuman, lingkungan kandang yang kurang bersih, dan
makanan/minuman yang tercemar kotoran burung yang terinfeksi penyakit.

Gejala-gejala penyakit pernapasan yang tampak adalah burung sering bersin-bersin, pada
malam hari yang cuacanya dingin pemapasannya ngorok, hidung lembab/basah berlendir, dan
aktivitas atau gerak burung menurun. Tindakan preventif dan kuratif untuk mengatasi
penyakit pemapasan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. :
Burung kenari yang terinfeksi penyakit pernapasan segera diisolasi di kandang
tersendiri dan diobati agar tidak menular kepada burung-burung kenari yang lain.
Sangkar, tempat makan, dan tempat minum selalu dikontrol dan semua kotoran yang
terdapat di dalam sangkar ataupun di dalam wadah makanan/minuman selalu
dibersihkan.
Makanan yang akan diberikan dicuci bersih dan dikeringkan untuk menghilangkan
kemungkinan adanya residu pestisida pertanian yang membahayakan kesehatan
burung.
Minuman yang kotor segera diganti dengan air yang bersih, segar, sehat, dan tidak
mengandung bahan-bahan beracun yang membahayakan kesehatan burung. Air untuk
minum direbus terlebih dahulu hingga mendidih untuk membunuh semua jenis bibit
penyakit yang terdapat di dalamnya.
Berak Kapur
Penyakit berak kapur banyak menyerang beberapa jenis unggas. Penyakit mi dikenal juga
dengan nama penyakit Salmonellosis atau Pullorum. Penyebab penyakit mi adalah
Salmonella pullorum yang menyerang saluran pencernakan. Penyakit berak kapur bersifat
menular. Tanda-tanda atau gejala serangan yang dapat dilihat adalah kotoran burung
berbentuk cair dan berwarna putih seperti kapur, nafsu makan menurun, pada stadium
tertentu burung mengalami kesulitan membuang kotoran. Jika diperhatikan, banyak kotoran
berwarna putih melekat pada bulu di sekitar anus. Tanda lain burung kenari yang terserang
penyakit berak kapur adalah muka pucat, bulu tidak teratur, sayap menggantung, dan burung
tidak bergairah.
Pencegahan
Terhadap timbulnya penyakit berak kapur dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan
sangkar, makanan, dan minuman. Setiap han sangkar dibersihkan dan segala kotoran,
termasuk kotoran burung kenani itu send in. Gunakan desinfektan atau bioseptik untuk
mencuci sangkar. Setiap dua han sekali, tempat pakan dan tempat minum dibersihkan. Sisa-
sisa makanan dibersihkan dibuang agar tidak berjamur dan diganti dengan makanan yang
barn. Demikian juga, air minum hams selalu diganti dengan air baru yang sudah direbus
(matang), bersih, dan sehat (tidak mengandung bahan-bahan beracun yang berbaya).


Jika burung sudah teninfeksi penyakit berak kapur, burung tersebut hams segera dipisahkan
burung dan bumng-bumng yang lain agar tidak menular. Burung yang sudah terinfeksi
penyakit berak kapur diberi obat antibiotik seeara intensifsesuai dengan petunjuk yang ada.
Penggunaan obat antibiotik tidak boleh sembarangan, sebab jika kita tidak tahu secara pasti
justnu berakibat fatal.
Snot Atau Coryza
Penyakit snot atau coryza disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum. Penyakit ini
menyerang sekitar bagian muka burung sehingga menyebabkan bengkak dan muncul
benjolan berwama merah di sekitar hidung, mata, dan telinga. Cara penulanannya melalui
perantaraan burung lain, udara, debu, makanan, dan minuman. Penularan penyakit mi juga
dapat malalui keturunan. Tanda-tanda serangan penyakit snot atau coryza yang dapat dilihat
adalah muka bengkak, hidung berlendir, sering bersin-bersin, sesak napas, dan nafsu makan
turun. Jika tidak ditangani secara serius, lama kelamaan burung yang terserang penyakit mi
akan mati.
Pencegahan
Terhadap serangan penyakit snot atau coryza dapat dilakukan dengan cara menjauhkan
burung kenari yang terserang penyakit dan kelompok burung yang lain agar tidak menular. Di
samping itu, sangkar tempat makan, dan minum harus selalu dibersihkan dan segala kotoran.
Burung kenari yang terlanjur terserang penyakit snot atau coryza harus segera diberi obat
yang sesuai.

Bubul
Penyakit bubul (bumble foot) adalahjenis penyakit yang sering menyerang hampir semua
jenis burung. Penyebab penyakit bubul adalah bakteri Staphylo coccus. Bakteri mi
menyerang permukaan kulit, terutama kulit telapak kaki. Faktor utama yang menyebabkan
timbulnya penyakit bubul adalah kebersihan sangkar, khususnya tempat bertengger.
Tanda-tanda serangan penyakit bubul yang dapat dilihat adalah kaki membengkak, kuku
memanjang, sisik kaki melebar atau merenggang. Jika serangan penyakit bubul mi dibiarkan,
maka lama kelamaan infeksi penyakit tersebut akan melebar dan bertambah besar.

Pencegahan
Terhadap serangan penyakit bubul dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sangkar
dan tempat betengger burung.
Cacingan

Cacingan adalah jenis penyakit yang menyerang saluran pencemaan dan hati. Penyebab
cacingan adalah cacing, yakni cacing tambang, cacing gilig, cacing pita, dan cacing hati.
Tanda-tanda serangan penyakit cacingan yang dapat dilihat adalah burung kurang bergairah,
lemah, nafsu makan berkurang, bulu tidak teratur, kotoran berbentuk cair, dan berat badan
burung menurun.
Faktor utama yang menyebabkan munculnya penyakit cacingan adalah kondisi sangkar dan
tempat makan/minum yang kotor.

Pencegahan
Terhadap serangan penyakit cacingan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan
sangkar, tempat pakan, dan tempat minum. Oleh karena itu, sangkar, tempat pakan, dan
tempat minum hams selalu dikontrol dan dibersihkan dan segala macam kotoran agar tidak
menjadi sarang cacing.
Mencret
Penyakit mencret yang sering menyerang burung kenani ada dua macam, mencret yang
disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pencemaan dan mencret yang disebabkan
oleh keracunan makanan. Tanda-tanda penyakit mencret yang disebabkan oleh bekteri adalah
kotoran berbentuk cair, berwama keruh, berbau busuk, aktivitas (gerak) burung menurun, dan
burung tidak memiliki nafsu makan. Sedangkan tanda-tanda mencret yang disebabkan oleh
keracunan makanan adalah kotoran berbentuk cair, berwama bening dan terdapat sedikit
gumpalan, tidak begitu berbau busuk, nafsu makan masih tinggi, dan aktivitas burung masih
cukup tinggi. Sayuran yang kotor (tidak dicuci) dan masih mengandung residu obat
pembasmi serangga (pestisida) dapat meyebabkan keracunan bagi burung.
Penyakit mencret yang disebabkan oleh bekteri bersifat menular, sedangkan penyakit mencret
yang disebabkan oleh keracunan makanan tidak menular. Penularan dapat melalui tempat
makan, minuman, maupun kotoran burung yang menderita penyakit tersebut. Oleh karena itu,
burung yang terserang penyakit mencret hams segera dikarantina agar tidak menular pada
burung-burung yang lain.
Kutu Burung
Burung kenari juga sering diserang oleh kutu burung sehingga proses produksi dan penetasan
telur yang dierami terganggu. Kutu burung yang menyerang kenari jantan akan
mengakibatkan suara menjadi berkurang. Burung kenari yang terserang kutu burung
menunjukkan tanda-tanda gelisah, sering menggigit-gigit bulu (Jw. didis), frekuensi suara
berkurang, jika bulu burung disingkap akan tampak kutu-kutu yang bergerak di antara bulu.
Jika tidak segera diobati, burung kenari yang terserang kutu burung lama kelamaan berat
badan menjadi menurun, nafsu makan akan menurun, dan akhirnya mati.

Penyebab
Penyebab utama serangan kutu burung adalah kondisi sangkar yang kotor, lembab, berbau,
dan burung jarang mandi. Pencegahan terhadap kutu burung dapat dilakukan dengan menjaga
kebersihan sangkar, menyediajan air yang cukup untuk mandi, dan burung sering dijemur.
Virus Burung
Beberapa waktu yang lalu muncul beberapa kasus terjadinya kelumpuhan anggota badan dan
menurunnya daya tahan tubuh yang menurut para medis salah satu penyebabnya adalah flu
burung. Kebetulan, orang yang terserang flu burung tersebut memelihara burung kenari.
Dengan demikian, banyak orang beranggapan bahwa burung kenari merupakan pembawa
virus flu burung yang membahayakan. Mungkin saja hal itu benar, namun menurut penulis
kurang tepat. Sebab, virus yang menyebabkan flu burung dapat menyerang semua orang
melalui perantaraan apa saja termasuk ayam, bebek, kucing, anjing, segala jenis burung, dan
segala jenis hewan berbulu yang dipelihara orang.

Beberapa waktu lalu, kira-kira pertengahan tahun 1997, masyarakat Indonesia khususnya dan
masyarakat dunia umumnya, dihebohkan dengan munculnya sejenis penyakit flu yang
disebabkan oleh virus. Sementara orang beranggapan bahwa virus penyebab penyakit flu
tersebut dibawa oleh burung. Penyakit flu yang hebat ini lebih dikenal dengan sebutan Flu
Hongkong karena awal munculnya penyakit flu ini dari Hongkong. Serangan penyakit flu ini
menelan banyak korban jiwa. Pada kasus yang sama, tahun 1968, flu Hongkong telah
membunuh kurang lebih 700.000 jiwa tanpa ada obat yang dapat menyembuhkannya.
Sekarang, virus pembawa maut tersebut tampaknya muncul lagi.
Menurut tim peneliti tentang virus dan Australia, virus yang membawa maut bagi manusia
ataupun hewan mi sesungguhnya merupakan plasma pembawa sifat yang dibungkus mantel
berupa protein sialidase dan hemaglutinin. Pada saat memasuki tubuh manusia dan berada di
dalam sel, virus tersebut segera memperbanyak din dan membentuk jutaan partikel yang
disebut virion. Virion-vinion inilah yang menyebarkan infeksi dan memasuki sel-sel di
sekitarnya sehingga orang yang terserang virus mi merasakan sakit kepala, batuk-batuk, ngilu
pada persendian, dan kondisi serta daya tahan tubuh penderita makin lemah. Jika penderita
penyakit flu mi tidak segera mendapatkan perawatan dan pengobatan yang memadai, maka
daya tahan tubuhnya akan semakin lemah dan menurun.
Penyebaran virus penyebab penyakit flu i, menurut ahli medis, dapat melalui perantaraan
unggas, yakni segala jenis ayam, bebek, burung, serta beberapa hewan berbulu yang
dipelihara orang (misalnya, kucing, anjing, keralmonyet). Jenis unggas termasuk yang
memiliki kontribusi paling besar terhadap penyebaran virus tersebut.
Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, beberapa paramedis menganjurkan
sebagai berikut :
Upayakan kondisi lingkungan sangkar atau kandang hewan piaraan (termasuk
sangkar/kandang burung) selalu dalam keadaan bersih. Jika perlu, sangkar atau
kandang hewan piaraan secara periodik dilakukan cuci hama (desinfektan)
Upayakan tubuh mendapat pasokan protein tinggi dan berbagai sumber makanan,
misalnya daging, kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan buahbuahan untuk menolong
tubuh membangun sistem kekebalan sebagai penangkal serangan virus.
Jaga temperatur tubuh agar tetap stabil, tidak kepanasan ataupun kedinginan baik di
luar ruangan maupun di dalam ruangan.
Pastikan ruangan-ruangan rumah memiliki ventilasi yang cukup dan mendapat aliran
udara segar.
Makanan dan minuman hams dalam kondisi matang dan bersih, karena virus tidak
dapat bentahan pada suhu yang tinggi.
Basuhlah selalu kedua tangan setelah memegang binatang piaraan, baik unggas
(termasuk burung) maupun jenis hewan piaraan lainnya.
Obat-obatan
Pengetahuan tentang jenis-jenis obat untuk unggas, khususnya untuk burung kenani, penlu
juga dimiliki oleh para petemak kenari. Umumnya, obat-obatan yang perlu disediakan adalah
jenis obat yang biasa digunakan untuk unggas, khususnya ayam. Berikut mi disajikan
beberapa jenis obat yang umumnya sering digunakan oleh para petemak ungas, termasuk
burung dan ayam. Macam Obat,Macam-macam obat yang sering digunakan untuk
pengobatan unggas, termasuk burung kenari adalah sebagai berikut.:


Obat
Sulfamix
Sulfamix adalah sejenis obat antibiotik yang diproduksi oleh Medion Bandung dan telah
banyak dijual di toko-toko unggas (poultry). Obat mi memiliki komposisi kandungan
Sulfadimethyl Pyrimididine 750 mg dan Methyl Parasept 6 mg setiap sendok teh. Obat mi
dapat digunakan untuk mengobati Coccidiosis (penyakit berak darah), Pullorum (berak
kapur), Coryza (snot, pilek, muka bengkak), berak hijau (Acute kolera), dan CRD (batuk,
ngorok). Aturan pakai dan dosis penggunaannya dapat dilihat pada kemasan obat tersebut.


Tetra-Chlor
Tetra-Chlor merupakan obat antibiotik berbentuk kapsul dan berwama merah yang
diproduksi oleh Medion Bandung. Obat mi mengandung Tetracyclin He!, Erythromyein base,
Vitamin B1, B2, B12 vitamin C, Potassium Chloride, dan Sodium Sulfate. Obat antibiotik
yang mengandung vitamin dan mineral mi dapat digunakan untuk mengobati penyakit
Pullorum (berak kapur), Coryza (snot, pilek,muka bengkak), Fowl cholera (berak hijau), dan
CRD (batuk, ngorok). Aturan pakai dan dosis penggunaannya dapat dilihat pada kemasan
obat tersebut.
Baytrill
Baytril 5% diproduksi oleh Bayer dan dapat digunakan untuk pengobatan dan peneegahan
penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan negatif serta mycoplasma.
Obat mi berbentuk cair (drop) dan setiap mililiternya mengandung enrofloxacin 5 mg. Aturan
pakai dan dosis penggunaannya dapat di!ihat pada kemasan obat tersebut.
Mycocoli
Mycocoli berupa larutan anti-bakteri spektrum luas (Enrofioxacine) yang dapat digunakan
untuk membasmi hampir semua infeksi bakteri gram positif, gram negatif, dan Mycoplasma
sp. Qbat mi diproduksi oleh Divasa Farmavic, Spanyol, dalam bentuk cair (drop). Obat mi
mengandung Acid I -ciclopropil-7-6-fluor, I ,4-dehidro-4-oxo-3quinolincar boxilic 100 mg,
dan Exipient q.s.f. 1 ml. Qbat mi dapat menyembuhkan penyakit Mycoplasmosis (nafas
berbunyi, ngorok), Collibacillosis (diare), Salmonellosis (berak kapur), Infectious corvza
(kepala bengkak, hidung berlendir), fowl cholera (berak hijau), Staphylococcus sp,
Glostridiosis, dan Pseudomoniasis. Aturan pakai dan dosis penggunaannya dapat dilihat pada
kemasan obat tersebut.
Pesona
Pesona adalah biosidal total dengan formula yang memiliki kekuatan ganda untuk membasmi
mikroorganisme dan melindungi burung dan serangan penyakit. Obat mi berbentuk cairan
yang diproduksi di Banyurejo dan dapat digunakan untuk membasmi kutu burung dengan
cara dicampur pada air mandi. Di samping itu, obat mi juga berguna untuk memperindah bulu
burung. Aturan pakai dan dosis penggunaannya dapat dilihat pada kemasan obat tersebut.
Vitamin
Vitamin sangat dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan burung.
Pemberian vitamin pada burung kenari dapat dilakukan setiap han. Kita tidak perlu
khawatirjika kelebihan dosis vitamin di dalam tubuh, sebab sisa vitamin yang tidak
dimanfaatkan oleh tubuh burung akan terbuang melalui kotoran burung. Vitamin, selain
berguna meningkatkan daya tahan tubuh, dapat meningkatkan vitalitas dan produktivitas
burung. Beberapa macam vitamin yang dapat dibenikan pada burung kenari adalah vitamin
A, B-kompleks, C, D, dan E. Ada beberapa jenis vitamin dalam produk kemasan yang khusus
untuk konsumsi burung yang dapat dimanfaatkan, antara lain Vetamix, Amino-Vital
Solution, Terafit, Vitachick, dan Enervon-C.

Cara Penyajian
Obat-obatan di atas umumnya dapat digunakan untuk menghadapi kasus-kasus yang
berhubungan dengan penyakit yang sering menyerang burung kenari. Penyajian obat-obatan
untuk burung kenari dapat dilakukan dengan cara dicampur dalam air minum atau dengan
cara diminumkan secara Iangsung dengan perantaraan pipet atau kapas.
Kenari yang terserang penyakit dan akan diberi obat terlebih dahulu dijemur pada sinar
matahani kurang lebih satu jam. Pada saat dijemur, kenari tidak diberi minuman. Siapkan
obat yang akan diberikan pada tempat minum. Setelah dijemur, kenari dipindahkan ke tempat
yang sejuk, kemudian minuman yang telah dicampur obat dimasukkan ke dalam sangkar.
Burung kenari yang haus akan segera minum air yang telah dicampur obat tersebut. Jika obat
yang telah dicampur dalam air minum tersebut tidak diminum, ambilah sepotong kapas laIu
celupkan ke dalam air minum yang mengandung obat. Pegang kenari yang akan diobati,
kemudian tempelkan kapas tersebut ke paruh kenari. Burung kenari akan mengisap cairan
tersebut untuk diminum. Sisa minuman yang mengandung obat dapat diletakkan di dalam
sangkar agar diminum oleh burung kenari tersebut jika merasa haus. Minuman burung yang
telah dicampur obatjangan dijemur karena khasiat obat tersebut akan hilang.