Anda di halaman 1dari 2

a.

Hubungan kausal antara beberapa masalah atau faktor resiko atau etiologi
dengan diagnosis penyakit.
Dari hasil anamnesis dengan pasien, terlihat bahwa hubungan kausal antara
beberapa masalah atau faktor resiko atau etiologi dengan TB paru yang dialami
pasien adalah faktor anak yang terpajan dengan dewasa dengan Tb aktif (kontak
TB positif), dimana dari anamnesis didapatkan bahwa ibu pasien juga pernah
menderita penyakit yang sama dengan pasien. Ibu pasien pada saat terkena TB
paru tidak memakai masker dan tidak menutup mulutnya ketika batuk, sedangkan
penularan TB paru itu melalui droplet. Selain itu ibu pasien juga tidak
menampung dahaknya, hal ini bisa mengakibatkan orang yang berada didekatnya
tertular TB paru karena bakteri TB yang terdapat didahak yang dibuang
sembarangan bisa masuk ke saluran pernapasan orang lain melalui udara. Faktor
sosioekonomi dan higienitas yang rendah, dari kunjungan rumah terlihat keadaan
dapur dan tempat makan pasien jadi satu dan keadaannya sangat kotor, selain itu
dari hasil wawancara dengan ibu pasien, pasien jarang mencuci tangan dengan
sabun sebelum makan. Selain itu pasien tidak selalu makan-makan yang bergizi,
seperti daging dan ikan, hal ini dikarenakan orang tua pasien bekerja hanya
sebagai pedagang sayur di pasar angso duo. Faktor imunokompremise atau
menurunnya sistem imun dapat mempermudah seseorang terkena TB paru.
Sebelum didiagnosis TB paru pasien mengalami batuk selama 1 bulan
menyebabkan pasien kurang mau makan, hal ini dapat mengakibatkan sistem
imunnya turun. Dapat disimpulkan pasien terkena TB paru droplet dari ibunya
yang pernah menderita TB paru juga dan ditambah faktor sosioekonomi,
higienitas, dan sistem imun yang menurun.
b. Upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi paparan dengan faktor resiko
atau etiologi.
Upaya yang dilakukan yaitu pasien harus menutup mulut saat batuk dan bersin
atau pasien harus menggunakan masker, dahak yang dikeluarkan ditampung ke
dalam wadah atau jangan dibuang sembarangan. Bagi keluarga jangan terlalu
dekat cukup intim dengan pasien apalagi saat berbicara atau batuk, agar tidak
tertular langsung kuman TB dari pasien. Selain itu membuka jendela pada pagi
hari sampai sore hari, agar rumah mendapat sinar matahari dan udara yang cukup,
diketahui bahwa kuman TB akan mati apabila terkena sinar matahari. apabila ada
anggota keluarga yang lain mengalami batuk lebih dari 2 minggu dan batuk tidak
reda juga setelah diterapi dengan obat batuk biasa, harus segera dibawa
kepuskesmas untuk diperiksa BTA, untuk mengetahui penyebab batuknya.