Anda di halaman 1dari 1

Barang Tidak Kena PPN

Barang berdasarkan UU PPN didefinisikan sebagai barang berwujud, yang menurut sifat atau
hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan barang tidak berwujud.
Pada prinsipnya, semua barang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. Namun demikian, UU PPN
memberikan kekecualian di Pasal 4A, di mana ada jenis barang-barang tertentu yang tidak
dikenakan PPN. Penetapan jenis barang yang tidak dikenakan PPN diatur dengan Peraturan
Pemerintah. Sementara UU PPN memberi batasan kelompok-kelompok barang yang tidak
dikenakan PPN.Berdasarkan Pasal 4A ayat (2) UU PPN, kelompok barang yang tidak dikenakan
PPN adalah :
barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.
Yang dimaksud dengan barang hasil pertambangan dan hasil pengeboran yang diambil
langsung dari sumbernya seperti minyak mentah (crude oil), gas bumi, pasir dan kerikil,
bijih besi, bijih timah, bijih emas.
barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak Yang
dimaksud dengan kebutuhan pokok dalam ayat ini adalah beras dan gabah, jagung, sagu,
kedelai, garam baik yang berjodium maupun yang tidak berjodium
makanan dan minuman yang sisajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan
sejenisnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak dikenakan pajak berganda karena sudah
dikenakan pajak daerah.
Peraturan Pemerintah yang mengatur jenis barang yang tidak dikenakan PPN ini adalah
Peraturan Pemerintah Nomor 144 Tahun 2000 tanggal 22 Desember 2000. Berdasarkan
peraturan ini, jenis barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari
sumbernya yang tidak dikenakan PPN adalah :
1. minyak mentah (crude oil);
2. gas bumi;
3. panas bumi;
4. pasir dan kerikil;
5. batubara sebelum diproses menjadi briket batubara; dan
6. bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, dan bijih perak serta bijih
bauksit.
Tidak termasuk dalam pengertian gas bumi adalah gas bumi yang siap dikonsumsi langsung oleh
masyarakat seperti elpiji.Sementara itu, jenis barang-barang kebutuhan pokok yang sangat
dibutuhkan oleh rakyat banyak yang tidak dikenakan PPN adalah :
1. beras;
2. gabah;
3. jagung;
4. sagu;
5. kedelai; dan
6. garam baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium.
Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya
yang tidak dikenakan PPN meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat
maupun tidak, tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga
atau catering.
Sumber: http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/barang-tidak-kena-ppn.html