Anda di halaman 1dari 2

NAMA

: SRI WIJI

NIM

: 4401411142

ROMBEL

: 5 /PENDIDIKAN BIOLOGI

MID GIZI DAN KESEHATAN


REVIEW JURNAL

Glutathione: Systemic Protectant Against


Oxidative and Free Radical Damage
PENGENALAN
Glutathione ( glutamycysteinyglycine, GSH) adalah suatu antioksidan sulfhydryl (SH),
antitoksin dan kofaktor enzim. Glutathione terdapat dalam hewan, tumbuhan dan
mikroorganisme serta larut air ini ditemukan umumnya dalam sitosol sel dan fase encer lain
dalam sistem tubuh. Glutathione sering berukuran milimolar dalam sel sehingga membuat
sebagian besar antioksidan dalam kondisi intraseluler.
Glutathione keluar dalam 2 bentuk meliputi: Glutathione (antioksidan tripeptida) dan
pemendekan GSH (komponen sulfur/ Glutathione disulfida(GSSG)). GSSG/GSH merupakan
indikator sensitif pada tekanan oksidatif.
GSH berpotensi dalam kapasitas transfer elektron yang disebabkan oleh tingginya potensial
redox negatif pada GSH/GSSG. Potensial redox yang tinggi menyumbangkan GSH dan potensi
antioksidan per se. Serta kofaktor yang tepat untuk reaksi enzimatik yang menggunakan secara
mudah pasangan redox yang ada, yang dikenal dengan reduksi equivalent. Lewin menjelaskan
bagaimana menyumbangkan elektron secara mudah, ketika konsentrasi tinggi akan memiliki
efektivitas tinggi sebagai reduktan. Sehingga dapat mereduksi energi dan paling terekspresi oleh
GSH ketika berkonsentrasi sangat tinggi (seperti liver). Reduksi energi GSH terjadi ketika
penangkapan radical bebas, penyumbangan elektron dan penyumbangan kapasitas sulfhydryl.
Reduksi energi juga menjadi kunci untuk aksi multiple GSH pada molekuler, seluler, dan tingkat
jaringan serta untuk efiktivitas seperti sistem antitoksin.

Reduksi molekul glutathione terdiri dari 3 asam aminoasam glutamic, cysteine dan
glysinikatan kovalen end-to-end. Kelompok sulfhydryl (SH) memberi karakter sumbangan
elektron pada molekul dari reduksi cysteine. Glutathione dalam sel umumnya mereduksi bentuk
GSH (kaya elektron, antioksidan). Dalam sel yang sehat, GSSG bersifat oksidatif (elektron
rendah) jarang melebihi 10% dari total glutathione sel. Status intraseluler GSH dapat memicu
kematian sel dalam proses yang dikenal dengan apoptosis.
Adanya literatur dalam tinjauan pandangan pada glutathione sangat dibutuhkan untuk
bahan diskusi yang memadai dalam melakukan review mandiri. Review tersebut meringkas
komponen penting dari GSH seperti antioksidan dan sistem protektan, menguji adanya
abnormalitas GSH pada jaringan dan penurunan sistem organ serta eksplorasi kemungkinan
dalam terapi penempatan GSH demi kondisi degeneratif yang menguntungkan.