Anda di halaman 1dari 13

1

LEMBAR PENILAIAN

Nomor percobaan : 4 (Empat)
Judul percobaan : Thermal Over Load Relay
Nama praktikan : Ayu Novita Sari
Nama partner : M.Imam Syarif Siregar
Febri Daniel Simbolon
Unzil Latif Zayid
Kelas/ kelompok : EL-4C / F
Tanggal percobaan : 22 Mei 2012
Tanggal penyerahan laporan : 29 Mei 2012










Nilai : ...................................

2

DAFTAR ISI

LEMBAR PENILAIAN .......................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ........................................................................................................................................... 2
TUJUAN ................................................................................................................................................. 3
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 4
PERALATAN YANG DIGUNAKAN ................................................................................................... 5
LANGKAH KERJA ............................................................................................................................... 6
PERTANYAAN DAN TUGAS.............................................................................................................. 7
TABEL EVALUASI ............................................................................................................................... 8
Tabel. 1 Evaluasi karakteristik dingin ................................................................................................. 8
Tabel. 2 Evaluasi karakteristik panas .................................................................................................. 8
SOLUSI .................................................................................................................................................. 9
ANALISA ............................................................................................................................................. 11
grafik. 1 Karakteristik dingin ........................................................................................................ 11
grafik. 2 karakteristik Panas .......................................................................................................... 11
KESIMPULAN ..................................................................................................................................... 13



3

TUJUAN

Menentukan karakteristik waktu tripping ( lepas ) Thermal Over load Relay.


4

PENDAHULUAN

Thermal Over Load Relay adalah suatu alat pengaman peralatan listrik terhadap arus
beban lebih.
Pengaman ini bekerja berdasarkan panas yang ditimbulkan oleh adanya arus listrik
yang melebihi batas harga nominalnya. Energi panas tersebut akan di ubah menjadi energi
mekanik oleh logam bimetal untuk melepaskan kontak-kontak nya. Dengan terlepasnya
kontak-kontak akibat arus yang mengalir di atas harga nominalnya maka akan
terbuka(memutus) suatu rangkaian kelistrikan sehingga melindungi peralatan listrik dari
kerusakan yang diakibatkan oleh arus lebih tersebut.
Thermal Over Load Relay banyak digunakan sebagai pelindung dari motor-motor
listrik.

5

PERALATAN YANG DIGUNAKAN

Power Supply AC 220V : 1 unit
Amperemeter 0-10A : 1 unit
Thermal OverLoad Relay 220v : 1-1,6A / 1 unit
Stop Watch : 1 unit
Kontaktor : 4 unit
Auto Trafo : 1 unit
Trafo Arus : 1 unit
Tang Arus : 1 unit
Kabel Peghubung : Secukupnya

6

LANGKAH KERJA

1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar diagram di bawah ini. Reset over current di
atur pada kedudukan minimal (1 A).

2. ON kan switch power supply AC, koil kontaktor bekerja dan akan menarik kontak-
kontaknya.
3. ON kan switch power supply PS, atu tegangan supply AT sehingga di dapat nilai
arus yang dikehendaki, setelah itu switch di buka dan thermal over load relay
dinginkan kembali.
4. Setelah diketahui besar arus yang melebihi rangkaian (berapa kali arus nominal),
kemudian ON kan switch power supply PS dan catat dalam table berapa detik
lamanya Thermal Over Load Relay akan trip (off).
5. Ulangi langkah kerja no.3 dan 4 untuk mendapatkan nilai arus yang diminta (sesuai
table). Untuk mendapatkan karakteristik dingin maka antara setiap kali percobaan
Thermal Over Load Relay harus di dinginkan terlebih dahulu.
6. Untuk mendapatkan karakteristik panas Thermal Over Load relay diatur tegangan
power supply AT sehingga arusnya disamakan dengan arus nominal selama 10 menit,
kemudian dilaksanakan seperti langkah kerja no.3 dan 4 untuk nilai arus yang diminta
di dalam tabel, tanpa pendinginan kembali.

7

PERTANYAAN DAN TUGAS

1. Mengapa grafik karakteristik Thermal Over Load Relay merupakan garis lengkung /
tidak linear?
2. Apakah sebabnya jika semakin besar factor pengali semakin cepat pula waktu yang
dibutuhkan untuk tripping?
3. Mengapa semakin besar factor pengali semakin besar pula perbedaan-perbedaan
tripping pada keadaan dingin dan panas?
4. Menurut percobaan yang dilakukan apa sebab kita hanya mengatur tegangan AT
untuk medapatkan arus yang kita inginkan?
5. Mengapa Thermal Over Load Relay paling banyak digunakan untuk kontrol motor-
motor listrik?
6. Buatlah kesimpulan dari percobaan percobaan yang telah di lakukan.

8

TABEL EVALUASI

Tabel. 1 Evaluasi karakteristik dingin
No. I (ampere)
IN= reset (1,6)
X
Arus Nominal
Waktu
(Detik / Menit)
Keterangan
1 1,92 1,2 x ln 30 menit Tidak Trip
2 2,4 1,5 x ln 2 menit 5,5 detik Trip
3 3,2 2,0 x ln 1 menit 27,2 detik Trip
4 4,8 3,0 x ln 14,8 detik Trip
5 6,4 4,0 x ln 11,2 detik Trip
6 8,0 5,0 x ln 7,8 detik Trip
7 9,6 6,0 x ln 2 detik Trip


Tabel. 2 Evaluasi karakteristik panas
No. I (ampere)
IN= reset (1,6)
X
Arus Nominal
Waktu
(Detik / Menit)
Keterangan
1 1,92 1,2 x ln 30 menit Tidak Trip
2 2,4 1,5 x ln 1 menit 29 detik Trip
3 3,2 2,0 x ln 42 detik Trip
4 4,8 3,0 x ln 11 detik Trip
5 6,4 4,0 x ln 7,2 detik Trip
6 8,0 5,0 x ln 4,3 detik Trip
7 9,6 6,0 x ln 3,2 detik Trip


9

SOLUSI

1. Kurva karakteristik Thermal over load berbentuk lengkungan karena, apabila
resistance wire dilewati arus lebih besar dari nominalnya, maka bimetal akan panas
sehingga kurva dari thermal over load relay mengalami kejenuhan yang menyebabkan
bentuk kurva melengkung (1 rasi).
Penambahan satu satuan factor pengali akan mengakibatkan waktu untuk melakukan
tripping hampir menyerupai sifat eksponensial.

2. Over load relay yang berdasarkan pemutus bimetal akan bekerja sesuai dengan arus
yang mengalir, semakin tinggi kenaikan temperatur yang menyebabkan terjadinya
pembengkokan,maka akan terjadi pemutusan arus, sehingga motor akan berhenti.
(
[]

[]

)
Dimana,
t = waktu dalam menit
T = Konstanta Thermis
I = Arus Beban
K = Konstanta 1,05
Ln = logaritma bilangan natural
Is = Arus relay

3. Semakin besar perbedaan tripping yang terjadi karena, saat kondisi panas dan dingin
di karenakan prinsip TORL berdasarkan arus yang mengalir,semakin besar arusnya
maka bimetal akan semakin cepat trip, bagian bawah nya melengkung ke kiri dan
membawa slide ke kiri, gesekan ini akan membawa lengan kontak pada bagian bawah
tertarik ke kiri dan kontak akan lepas. Selama bimetal trip itu masih panas, maka di
bagian bawah akan tetap terbawa ke kiri, sehingga kontak-kontaknya belum dapat
dikembalikan ke kondisi semula walaupun reset button-nya ditekan, apabila bimetal
sudah dingin barulah kontaknya dapat kembali lurus dan kontaknya baru dapat di
hubungkan kembali dengan menekan reset button. Sebaliknya, jika arus yang
mengalir sedikit maka bimetal akan lebih lama trip.

10

4. Motor Induksi merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi
listrik menjadi energi mekanik. Untuk menjaga motor induksi yang digunakan tetap
dalam keadaan normal,maka dilakukan usaha agar motor induksi tidak rusak.
Kerusakan yang terjadi biasanya diakibatkan oleh beban lebih pada motor induksi.

Beberapa penyebab terjadinya beban lebih antara lain : terlalu besarnya beban
mekanik dari motor, arus start yang tertalu besar atau motor berhenti secara
mendadak, Agar terhindarnya kerusakan akibat beban lebih pada motor induksi maka
diperlukan peralatan proteksi thermal overload relay. Prinsip kerja dari suatu thermal
overload relay adalah berdasarkan panas yang timbul karena adanya arus listrik yang
mengalir melewati arus nominal motor. Adapun penyetelan dari thermal overload
relay ini yaitu berdasarkan arus nominal motor yaitu In = . Oleh karena itu maka
penyetelan arus thermal overload relay sama dengan arus nominal (In) motor induksi
tiga fasa yang di atur melalui auto trafo. Dalam hal ini kita menggunakan auto trafo
untuk menyesuaikan tegangan output sesuai dengan set point yang diinginkan.
5. Thermal Overload Relay (TOR) adalah salah satu pengaman motor dari arus yang
berlebih. Bila arus yang melewati motor terlalu besar maka motor akan rusak, oleh
sebab itu TOR akan memutuskan rangkaian apabila ada arus yang melebihi batas
beban. Relay ini dihubungkan dengan kontaktor pada kontak utama 2, 4, 6 sebelum ke
beban (motor). Gunanya untuk mengamankan motor atau memberi perlindungan
kepada motor dari kerusakan akibat beban lebih.
Beberapa penyebab terjadinya beban lebih antara lain:
1. Terlalu besarnya beban mekanik dari motor
2. Arus start yang tertalu besar atau motor berhenti secara mendadak
3. Terjadinya hubung singkat
4. Terbukanya salah satu fasa dari motor 3 fasa.
Arus yang terlalu besar yang timbul pada beban motor akan mengalir pada belitan
motor yang dapat menyebabkan kerusakan dan terbakarnya belitan motor. Untuk
menghindari hal itu dipasang termal beban lebih pada alat pengontrol

11

ANALISA

grafik. 1 Karakteristik dingin



grafik. 2 karakteristik Panas
00:00:00
00:07:12
00:14:24
00:21:36
00:28:48
00:36:00
0 2 4 6 8 10 12
KARAKTERISTIK DINGIN
T(detik/menit)
IN
T
12:00:00 AM
12:07:12 AM
12:14:24 AM
12:21:36 AM
12:28:48 AM
12:36:00 AM
0 2 4 6 8 10 12
KARAKTERISTIK PANAS
T(detik/menit)
IN
T
12


Thermal Overload/ thermis mempunyai karakteristik pemutusan (trip) sesuai dengan grafik seperti
pada gambar (Class 10). Sebenarnya terdapat berbagai macam grafik inverse karakteristik thermal
overload yaitu untuk class 10, Class 15, Class 20, dan Class 30. Sumbu datar menunjukan
perbandingan arus yang mengalir (In) terhadap setting arus overload(Is). Sumbu tegak menunjukan
waktu (detik) yang diperlukan untuk trip.
Berikut ini contoh aplikasi overload untuk stater motor dengan data seperti berikut :
Motor = 40 KW Tegangan = 3 fasa 380 VAC
FLA = 79A Frekuensi = 50 HZ
Pada saat terjadi phase loss ( salah satu fasa putus ) arus akan naik + 1,73 dari arus nominal.
Sebagai contoh adalah seperti berikut: Jika setting overload pada 85 Amp, motor runing In
dengan arus 60 Amp kemudian terjadi phaseloss maka :
Arus naik sehingga = 60 X 1,73 = 103 Amp


Dari titik pertemuan di grafik (garis merah), maka overload akan trip dalam waktu maksimal
90 detik jika pada kondisi hot start, dan jika motor dalam kondisi cold start maka overload
akan trip setelah 400 detik atau lebih dari 6 menit.
13

KESIMPULAN

1. Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu
dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas
yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan
jaringan listrik jika terjadi beban lebih.
2. Dengan kuantitas arus sedemikian besar dan waktu trip yang cukup lama, akan sangat
berpotensi untuk merusak peralatan.
3. Karakteristik
Terdapat konstruksi yang berhubungan langsung dengan terminal kontaktor magnit.
Full automatic function, Manual reset, dan memiliki pengaturan batas arus yang
dikehendaki untuk digunakan.
Tombol trip dan tombol reset trip, dan semua sekerup terminal berada di bagian
depan.
Indikator trip
Mampu bekerja pada suhu -25 C hingga +55 C atau (-13 F hingga +131 F)








Medan. 29 Mei 2012


AYU NOVITA SARI