Anda di halaman 1dari 17

Judul : APLIKASI PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DALAM

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI POKOK


BAHASAN EKOSISTEM PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI
..... TAHUN AJARAN ......
A. Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menuntut
sumber daya manusia yang berkualitas. Peningkatan sumber daya manusia juga
merupakan syarat untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk
meningkatkan sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan yang berkualitas.
Sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan, maka kualitas sumber daya
manusia harus ditingkatkan melalui berbagai program pendidikan yang
dilaksanakan secara sistematis dan terarah berdasarkan kepentingan yang
mengacu pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mutu dan releansi pendidikan pada pendidikan tingkat menengah di
!ndonesia pada umumnya sangat memprihatinkan. "al ini nampak pada
rendahnya prestasi akademik, daya kreatifitas dan sikap kemandirian siswa. #i
lain pihak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut peningkatan mutu
sumber daya manusia yang siap menghadapi kemungkinan masa akan datang,
dalam hal ini lembaga pendidikanlah yang memegang peranan utama. $ugas dan
peranan guru sebagai pendidik professional sesungguhnya sangat kompleks, tidak
terbatas pada saat berlangsungnya interaksi edukatif di dalam kelas, yang la%im
disebut pembelajaran.
#alam pembelajaran biologi terdapat interaksi antara guru dengan
murid, guru sebagai pengajar dan siswa sebagai peserta didik. &iologi sebagai
salah satu mata pelajaran yang dipelajari di sekolah sampai sekarang, prestasi
belajar yang dicapai untuk mata pelajaran biologi ini masih tergolong rendah.
Padahal sudah banyak usaha yang dilakukan guru dan sekolah supaya
prestasi belajar biologi dapat meningkat lebih baik. Pada pembelajaran biologi
seringkali siswa merasa kesulitan memahami pelajaran yang diberikan guru,
siswa kurang antusias untuk mengikuti pelajaran biologi bahkan menjadikan
biologi sebagai mata pelajaran yang paling menakutkan bagi mereka. "al ini
terjadi karena sampai saat ini masih banyak guru biologi menggunakan metode
pembelajaran yang disebut metode konensional, yaitu guru membacakan atau
memberikan bahan yang disiapkannya sedangkan siswa mendengarkan, mencatat
dengan teliti dan mencoba menyelesaikan soal sebagai mana yang dicontohkan
oleh guru. "al tersebut menjadikan siswa pasif. #alam pembelajaran biologi
seharusnya siswa haruslah aktif belajar sehingga mempunyai kemampuan untuk
mengembangkan kreatifitasnya serta lebih dapat memahami pelajaran dan
terampil dalam menyelesaikan permasalahan biologi. 'leh sebab itu guru
hendaknya mampu memilih dan menerapkan model pembelajaran yang mampu
merangsang siswa lebih aktif dalam belajar serta meningkatkan kemampuan siswa
dalam memahami pelajaran. Kegiatan pembelajaran tidak lain ialah pelaksanaan
proses menterjemahkan dan mentransformasikan nilai(nilai yang terdapat dalam
kurikulum kepada para siswa melalui interaksi belajar mengajar )*ana Sudjana,
+,,- : +./.
Penelitian tindakan kelas )P$K/ merupakan suatu penelitian yang akar
permasalahannya muncul di kelas, dan disarankan pemecahan masalahannya
langsung oleh guru yang bersangkutan sehingga sulit dibenarkan jika ada
0
anggapan bahwa permasalahan dalam penelitian tindakan kelas muncul dari
lamunan peneliti. #alam P$K peneliti atau guru dapat melihat sendiri praktik
pembelajaran atau bersama guru lain peneliti dapat melakukan penelitian terhadap
siswa dilihat dari aspek interaksinya dalam proses pembelajaran. #alam P$K,
guru secara reflektif dapat menganalisis, mensintesis, terhadap apa yang telah
dilakukan di kelas. #alam hal ini berarti dengan melakukan P$K, pendidik dapat
memperbaiki praktik(praktik pembelajaran sehingga menjadi lebih efektif
)Supardi, 0112/.
&erdasarkan latar belakang masalah di atas maka dirumuskan judul
penelitian sebagai berikut : 34P5!K4S! P6M&654J474* PROBLEM POSING
#454M M6*!*8K4$K4* "4S!5 &654J47 &!'5'8! P'K'K
&4"4S4* 6K'S!S$6M P4#4 S!S94 K654S .... SMP *6867! ..... $4":*
4J474* ......;.
B. Pemata!an Ma!ala"
#ari identifikasi masalah di atas ternyata permasalahan yang ada
masih luas sehingga perlu diadakan pembatasan sebagai berikut:
+. 'byek penelitian
Siswa kelas ... SMP *egeri ..... $ahun 4jaran ......
0. Subyek penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah aplikasi pembelajaran Problem Posing
dalam meningkatkan hasil belajar biologi.
.. "asil belajar, merupakan hasil belajar akhir dari suatu proses belajar mengajar
dapat ditunjukkan dengan dua aspek yaitu kognitif dan afektif.
#. Per$m$!an Ma!ala"
.
Memperhatikan latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut: &agaimanakah aplikasi pembelajaran problem
posing dalam meningkatkan hasil belajar biologi pokok bahasan ekosistem pada
siswa kelas ..... SMP *egeri ..... $ahun 4jaran ......<
D. T$%$an Penel&t&an
Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui aplikasi pembelajaran
problem posing dalam meningkatkan hasil belajar biologi pokok bahasan
ekosistem pada siswa kelas ... SMP *egeri ..... $ahun 4jaran .....
E. Man'aat Penel&t&an
Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut:
+. &agi peneliti: penelitian ini dapat memberikan gambaran dan pengetahuan
dalam penerapan problem posing pada pelajaran biologi.
0. &agi guru biologi, semoga penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam
inoasi pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
.. &agi kepala sekolah, penelitian ini dapat digunakan untuk menyarankan
kepada guru(guru di sekolahnya bahwa model problem posing dapat
digunakan sebagai alterna tif dalam upaya mengaktifkan siswa dalam belajar.
=. &agi peneliti yang lain, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai
acuan untuk pengembangan model pembelajaran dalam rangka meningkatkan
mutu pendidikan.
(. Pemela%aran K))*erat&'
=
Pembelajaran kooperatif )Cooperative learning/ adalah pendekatan
pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk
bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan
belajar )*urhadi, 011=:++0/.
Model cooperative learning tidak sama dengan sekedar belajar dalam
kelompok. Sistem pengajaran cooperative learning didefinisikan sebagai sistem
kerja atau belajar kelompok yang berstruktur. 4da unsur(unsur dasar cooperative
learning yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan
asal(asalan. Pelaksanaan prosedur model cooperative learning dengan benar akan
memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif )4nita 5ie, 011= :
0>/.
Model pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar mengajar
yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau
membantu diantara sesama, struktur bekerja sama yang teratur dalam kelompok
yang terdiri atas dua orang atau lebih )"ilda Karlin dan Margaretha, 0110 : ?1/.
Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif di dorong
dan dikehendaki untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama dan mereka harus
mengkoordinasikan usahanya untuk penyelesaian tugasnya. #alam pencapaian
pembelajaran kooperatif, dua atau lebih indiidu saling tergantung satu sama lain
untuk mencapai satu pemahaman bersama. Kebanyakan pembelajaran yang
menggunakan model kooperatif dapat memiliki ciri(ciri sebagai berikut : )a/ siswa
bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya,
)b/ kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan
-
rendah, )c/ bilamana mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku,
jenis kelamin yang berbeda(beda, )d/ penghargaan lebih berorientasi kelompok
daripada indiidu )Muslimin !brahim, 0111/.
Metode mengajar diartikan juga sebagai teknik guru untuk mengajar
atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajaran
tersebut dapat ditangkap, dipahami, dan digunakan oleh siswa dengan baik
)7oestiyah, 011+ : +/.
Pengalaman belajar secara kooperatif menghasilkan keyakinan yang
lebih kuat bahwa seseorang merasa disukai, diterima oleh siswa lain, dan menaruh
perhatian tentang bagaimana kawannya belajar, dan ingin membantu kawannya
belajar. Siswa sebagai subjek yang belajar merupakan sumber belajar bagi siswa
lainnya yang dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan, misalnya diskusi,
pemberian umpan balik, atau bekerja sama dalam melatih keterampilan(
keterampilan tertentu )4. Suhaenah Suparno, 011+ : +-2/.
G. M)+el Pemela%aran B&)l)g&
&erhasil atau tidaknya guru sangat ditunjang oleh metode dan model
mengajar yang guru ambil karena pemilihan metode atau model pembelajaran ini
menyangkut strategi dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran adalah
perencanaan dan tindakan yang tepat dan cermat mengenai kegiatan pembelajaran
agar kompetensi dasar dan indikator pembelajaran dapat tercapai.
Joyce dan 9ell )J Mandalika dkk, +,,, : +->/ berpendapat bahwa
model pengajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk
2
membentuk kurikulum )suatu rencana pengajaran jangka panjang/, merancang
bahan(bahan pengajaran dan membimbing pengajaran di kelas atau yang lain.
4d 7ooijakkers )+,,+:+/, mengemukakan bahwa mengajar berarti
menyampaikan atau menularkan pengetahuan dan pandangan. #alam hal itu baik
murid maupun pengajar harus mengerti bahan yang akan dibicarakan.#engan
kata lain dalam kegiatan mengajar itu harus terjadi suatu proses,yaitu proses
belajar.
Menurut #arsono dkk )011=:=>/ menyatakan pembelajaran secara
umum adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa Sehingga
tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik.Pembelajaran yang baik
menurut 8estalt yaitu usaha untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian
rupa sehingga siswa lebih mudah mengorganisasikan.
#ari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran adalah suatu cara yang dipakai menyampaikan pelajaran kepada
siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
H. M)+el Pr)lem P)!&ng
Model pembelajaran ini lebih cenderung pada sekolah aktif yang
artinya siswa mempunyai peran utama dalam proses pembelajaran. Model
problem posing dikembangkan tahun +,,? oleh #. 6nglish. Pada prinsipnya
model pembelajaran problem posing )pengajuan soal atau penghadapan masalah/
adalah model pembelajaran yang mewajibkan kepada siswa untuk mengajukan
soal sendiri melalui belajar soal )berlatih soal/ secara mandiri )4min Suyitno,
011= : 0/.
?
I. Ha!&l Bela%ar
"asil belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam belajar
)Saifudin 4%war, 0111/. "asil belajar juga merupakan berbagai kapasitas yang
diperoleh siswa sehubungan dengan keikutsertaannya dalam proses pembelajaran.
#isatu sisi hasil belajar merupakan pencapaian tujuan pengajaran, disisi lain hasil
belajar merupakan penggal dan puncak belajar siswa )#imyati dan Mudjiono,
+,,,/.
"asil belajar dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern yang
dialami dan dihayati siswa yang berpengaruh terhadap proses belajar adalah )+/
sikap siswa terhadap belajar, )0/ motiasi belajar, )./ konsentrasi belajar, )=/
kemampuan mengolah bahan belajar, )-/ kemampuan yang telah tersimpan, )2/
kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar, )?/ rasa percaya diri siswa,
intelegensia dan keberhasilan belajar dan kebiasaan belajar. Sedangkan faktor(
faktor ekstern yang mempengaruhi hasil belajar antara lain : )+/ guru sebagai
pembimbing belajar siswa, )0/ sarana dan prasarana belajar, )./ kondisi
pembelajaran, )=/ kebijakan penilaian, )-/ kurikulum yang diterapkan dan
lingkungan sosial siswa )#imyati dan Mudjiono, +,,,/.
&loom dan kawan(kawan dalam Saifuddin 4%war )0111/
mengembangkan . tujuan pendidikan yang berkenaan dengan hasil belajar yang
mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Masing(masing ranah tersebut
secara berturut(turut berkenaan dengan kemampuan intelektual keadaan psikis
dan ketrampilan psikis dan ketrapilan motorik peserta didik.
J. Penel&t&an T&n+akan Kela!
Menurut Kemmis and Mc $aggart )+,,=/, penelitian tindakan
merupakan sebuah inkuiri yang bersifat reflektif mandiri yang dilakukan oleh
>
partisipan dalam situisi sosial termasuk kependidikan dengan maksud untuk
meningkatkan kemantapan rasionalitas dari a. praktek(praktek sosial
kependidikan, b. pemahaman terhadap praktek(praktek tersebut, c. situasi
pelaksanaan praktek(praktek pembelajaran. !nstrumen yang diperlukan dalam
penelitian tindakan kelas sangat sejalan dengan prosedur dan langkah penelitian
tindakan kelas itu sendiri. #itinjau dari hal tersebut, maka instrument(instrumen
ini dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu@ instrument untuk mengobserasi
guru )observing teacher/, instrument untuk mengobserasi kelas )observing
classroom/, instrument untuk mengobserasi perilaku siswa )observing student/.
Penelitian tindakan kelas atau istilah dalam bahasa !nggris adalah Classroom
ction Research )CR/ sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu dikenal dan
ramai dibicarakan dalam dunia pendidikan. 4da tiga kata pembentuk pengertian
P$K yaitu: )a/. penelitian, menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek
dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data
atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hasil yang
menarik minat dan penting bagi peneliti. )b/. tindakan, menunjuk pada suatu
gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, dalam penelitian
berbentuk rangkaian kegiatan siklus untuk siswa, )c/ kelas, dalam hal ini tidak
terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertia n yang lebih spesifik
yaitu sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama dari guru yang sama pula.
#alam menggabungkan batasan pengertian tiga kata tersebut dapat disimpulkan
bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan
belajar berupa sebuah kelas secara bersama. $indakan tersebut diberikan oleh
guru dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa )Suharsimi 4rikunto,
0112/.
,
Menurut Suhardjono )0112/, tujuan utama P$K adalah memecahkan
permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas. Kegiatan penelitian ini tidak saja
bertujuan untuk memecahkan masalah tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah
mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. Pada
intinya P$K bertujuan untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan praktis
dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas yang dialami langsung dalam
interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar.
K. Met)+e Penel&t&an
A. Tem*at +an Wakt$ Penel&t&an
+. $empat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP *egeri ...... Semester ..... $ahun
4jaran ......
0. 9aktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan .....
B. Var&ael Penel&t&an
#alam penelitian ini terdiri atas dua ariabel yaitu sebagai berikut:
+. Aariabel &ebas )B/ yaitu metode pembelajaran problem posing.
0. Aariabel $erikat )C/ yaitu hasil belajar siswa yang meliputi dua ranah
kognitif dan afektif kelas A!! SMP *egeri + Peudada $ahun 4jaran
01+1D01++.
#. Pr)!e+$r Penel&t&an
Penelitian ini merupakan suatu penelitian yang bersifat praktis, situsional, dan
kontekstual berdasarkan permasalahan yang muncul dalam pembelajaran
+1
sehari(hari di SMP *egeri ...... Peneliti senantiasa berupaya memperoleh hasil
yang optimal melalui cara dan prosedur yang efektif sehingga dimungkinkan
adanya tindakan yang berulang(ulang dengan reisi untuk dapat
meningkatkan hasil belajar. &erdasarkan perencanaan yang telah dibuat
peneliti yang sekaligus sebagai guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan
perencanaan yang telah dibuat. Penelitian ini mengacu pada model Penelitian
$indakan Kelas )P$K/ dan dalam bahasa !nggris disebut Classroom ction
Reaserch )E47/ yang secara singkat dapat didefinisikan sebagai salah satu
bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan alasan melakukan tindakan
tertentu agar dapat meningkatkan kualitas proses belajar di kelas dan
meningkatkan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari nilai rata(rata harian
siswa. 5angkah(langkah yang ditempuh dalam penelitian tindakan kelas ini
yaitu: )+/ obserasi dan wawancara, )0/ perencanaan tindakan, )./
pelaksanaan tindakan, )=/ ealuasi, )-/ refleksi, )2/ penyimpulan hasil berupa
pemahaman konsep.
D. Met)+e Problem Posing
!nformasi atau data yang hendak diperoleh melalui metode ini yaitu dari
bermacam(macam segi, merumuskan masalah lalu mencari pemecahan
masalah melalui berbagai macam jalan. #alam pelaksanaannya melalui
beberapa tahapan yaitu:
a. Penyadaran masalah
Pada awal pengajaran berusaha agar peserta didik sadar adanya suatu
masalah. "al ini ditempuh dengan jalan: mengemukakan beberapa fakta
++
yang menonjol sebagai gejala dari suatu masalah, memanfaatkan berita(
berita, dan pengumpulan pendapat peserta didik.
b. 4nalisa masalah
Kalau peserta didik sudah sadar akan adanya masalah maka ia dapat diajak
untuk menelaah masalah itu lebih lanjut yang perlu, diperhatikan ialah
aspek(aspek masalah, latar belakang sebab pelaku dan ruang serta waktu
sekitar masalah.
c. Perumusan masalah
Sesudah masalah dianalisa umumnya peserta didik mulai mendapat
gambaran yang lebih menyeluruh dan lebih terpadu tentang suatu masalah.
'leh sebab itu siswa lebih mampu merumuskan dengan singkat dan padat
apa sebenarnya masalahnya.
d. Pemecahan masalah
Sesudah masalah dianalisa dan dirumuskan mulailah peserta didik
dirangsang untuk mencari pemecahan yang sebaikbaiknya. $iap
pemecahan ini berlangsung akan muncul cara yang mana yang paling
tepat, kekuatan, kelemahan, serta kemungkinan penyelesainya.
e. Perumusan pemecahan masalah
Sesudah pemecahan masalah, peserta didik dapat merumuskan secara
singkat cara pemecahan yang dipilih itu. #engan demikian penerapan
model pembelajaran problem posing di SMP sebagai berikut: +/ guru
meminta siswa untuk membaca materi, 0/ guru meminta siswa untuk
menuliskan permasalahan dan siswa yang bersangkutan harus dapat
+0
menyelesaikannya, ./ guru mengklarifikasikan jawaban dari permasalahan
pelatihan soal, siswa diminta mengajukan permasalahan yang menantang
dan siswa yang bersangkutan harus dapat menyelesaikannya, tugas ini
dapat dilakukan secara kelompok, guru memberikan tugas rumah secara
indiidual.
D. Tekn&k Anal&!&! Data
4nalisis data dari penelitian ini adalah dengan cara deskriptif kuantitatif, yaitu
dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus ! sampai siklus
!!! dilengkapi dengan regresi linier.
Pelak!anaan Ek!*er&menta!& Pemela%aran +engan Problem Posing
Pelaksanaan pembelajaran dengan strategi Problem Posing pada siswa
kelas .... SMP *egeri ..... tahun pelajaran ..... dilaksanakan dengan langkah(
langkah sebagai berikut:
+. Mengidentifikasi terhadap kondisi siswa untuk menemukan siswa yang aktif
dan pasif dalam belajar melalui serangkaian kegiatan pengumpulan data.
$indakan yang dilakukan untuk mengidentifikasi siswa antara lain:
wawancara dengan guru bidang studi sebelum pelaksanaan tindakan
kemudian melakukan obserasi langsung pada siswa
0. Merencanakan solusi masalah, solusi yang peneliti tawarkan untuk mengatasi
masalah peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan
Problem Posing!
.. Melaksanakan tindakan. Pada tahap pelaksanaan tindakan, peneliti
melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode Problem Posing
untuk kelas A!! . Suatu perencanaan bersifat fleksibel dan siap dilakukan
+.
perubahan sesuai apa yang terjadi dalam proses pelaksanaan di lapangan. Pada
tahap ini dalam melaksanakan pembelajaran di kelas lebih mengarah pada
subtansi yang menjadi permasalahan pokok untuk dapat meningkatkan ranah
kognitif, dan afektif siswa yaitu penerapan metode Problem Posing. Pada
setiap akhir tindakan dilaksanakan tes untuk mengetahui hasil belajar yang
telah dicapai siswa.
=. Melakukan obserasi dan monitoring. Pada tahap ini sebenarnya berjalan
bersamaan dengan saat pelaksanaan pengamatan dilakukan pada waktu
tindakan sedang berjalan, jadi keduanya berlangsung dalam waktu yang sama.
Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua hal yang
diperlukan dan terjadi selama tindakan berlangsung. Pengumpulan data ini
dilakukan dengan menggunakan format obserasi atau penilaian yang telah
disusun, termasuk juga pengamatan secara cermat pelaksanaan tindakan dari
waktu ke waktu serta dampaknya terhadap proses hasil belajar siswa. #ata
yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif )hasil tes, kuis dan lain(lain/
dan data kualitatif yang menggambarkan keaktifan siswa, antusias siswa dan
lain( lain. &erdasarkan data yang terkumpul tersebut kemudian dilakukan
analisis dan refleksi terhadap tindakan yang telah dilakukan.
-. Membuat refleksi. Pada tahap ini dimaksudkan untuk mengealuasi secara
menyeluruh tindakan yang telah dilakukan, berdasarkan data yang terkumpul,
kemudian dilakukan ealuasi guna menyempurnakan tindakan berikutnya.
7efleksi ini mencakup analisis, sintesis dan penilaian terhadap hasil
pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Jika terdapat masalah dan proses
refleksi maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya
+=
yang meliputi kegiatan: perencanaan ulang, tindakan ulang, dan pengamatan
ulang sehingga permasalahan dapat teratasi.
2. Melaksanakan ealuasi. $es digunakan untuk mengumpulkan data kenaikan
hasil belajar yang dilaksanakan sebelum tindakan dan sesudah tindakan.
Kegiatan ini sebagai proses mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan
informasi sehingga bermanfaat untuk pengambilan keputusan tindakan.
#iantara dialog, perencanaan, pengambilan keputusan tindakan, melakukan
tindakan, pengamatan, refleksi, dan ealuasi merupakan proses yang terkait
secara logis, sistematis, dan berkesinambungan. 6aluasi diarahkan pada
penemuan bukti(bukti peningkatan ranah kognitif, afektif dan psikomotor
siswa
DA(TAR PUSTAKA DAN RUJUKAN
+-
4d. 7ooijakkers. +,,+. Menga"ar dengan Su#ses Petun"u# untu# Merencana#an dan
Men$ampai#an Pela"aran. Jakarta : P$. 8ramedia 9idia Sarana
!ndonesia.
4min Suyitno. 011=. Model Pembela"aran Matemati#a. Semarang : #epdiknas.
4nita 5ie . 011=. Cooperati% Learning & Mempra#te##an Cooperati% Learning di
Ruang'ruang (elas! Jakarta : P$. 7aja 9idia Sarana !ndonesia.
4rief S. Sadiman. 0110. Media Pendidi#an. Jakarta : P$ 7aja 8rafindo Persada.
4. Suhaenah Suparno. 011+. Membangun (ompetensi Bela"ar. Jakarta : #irektorat
Jenderal Pendidikan $inggi #epartemen Pendidikan *asional.
#arsono, Sugandhi, Martensi, Sutadi dan *ugroho. 011=. Bela"ar dan Pembela"aran.
Semarang : !K!P Semarang Press.
#imyati dan Mudjiono.+,,,..Bela"ar dan Pembela"aran. Jakarta : 7ineka Eipta.
Fudyartanto. 0110. Psi#ologi Pendidi#an dengan Pende#atan Baru. Cogyakarta :
8lobal Pustaka :tama.
"ilda Karlin dan Margaretha. 0110. Implementasi (uri#ulum Berbasis (ompetensi II.
&andung : &ina Media !nformasi.
Joyce dan 9ell J Mandalika. +,,,! Bela"ar dan Pembela"aran I. Surabaya :
:niersity Press :*6S4.
Kemmis and Mc$aggart. +,,=. )he ction Research Planner. #ekain :niersity.
Martinus Camin. 0112. Pro%esionalisme Guru dan Implementasi
(uri#ulumBerbasis (ompetensi . Jakarta : 8aung Persada Press.
Muhibbin Syah. 0110. Psi#ologi Pendidi#an dengan Pende#atan Baru. &andung :
7emadja 7osda Karya.
Muslimin !brahim. 0111. Pembela"aran (ooperati%. Suarabaya : :niersity.
*ana Sudjana. +,,-. *asar'*asar Proses Bela"ar. &andung : Sinar &aru.
*urhadi. 011=. (uri#ulum +,,- .Pertanyaan dan /a0aban1. Jakarta: P$. 8rasindo.
'emar "amalik. 011+. Proses Bela"ar Menga"ar. Jakarta : 8rafindo Persada.
7obert Slain. +,,-. Cooperati% Learning )heor$ Reaserch and Practice. &oston :
4llyn and &acon.
+2
7oestiyah *.K. 011+. Strategi Bela"ar Menga"ar .Salah Satu 2nsur Pela#sanaan
Strategi Bela"ar Menga"ar3 )e#ni# Pen$a"ian1. Jakarta : 7ineka
Eipta.
7oger dan #aid Johnson. 0111. Learning Method. Jakarta : 8unung 4gung.
Sardiman. 011+. Intera#si dan Motivasi Bela"ar Menga"ar. &andung : 7aja 8rafindo
Persada.
Slameto. +,,+! Bela"ar dan 4a#tor'4a#tor $ang Mempengaruhi. Surakarta : :*S
Press.
Sudjana. 0110. Statisti# Penelitian Pendidi#an. &andung : $arsito.
Suharjono . 0112 . Penelitian )inda#an (elas Sebagai (egiatan Pengembangan
Pro%esi Guru . Jakarta : &umi 4ksara.
Suharsimi 4rikunto. 0112. Penelitian )inda#an (elas. Jakarta : &umi 4ksara.
Sumadi, Suryabrata. +,,- ! Psi#ologi Pendidi#an. Jakarta : rajawali.
Supardi. 0112. Penelitian )inda#an (elas Beserta Sistemati#a Proposal dan
Laporann$a. Jakarta : &umi 4ksara.
Syaiful &ahri #jamarah. 0111. Guru dan na# *idi# dalam Intera#si Edu#ati%.
Jakarta : 7ineka Eipta.
+?