Anda di halaman 1dari 3

Haidar Fata

21060111060040

OTONOMI DAERAH
Otonomi daerah dapat diartikan sebagai kewenangan yang diberikan kepada daerah otonom
untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna
penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan
pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan yang dimaksud dengan
kewajiban adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang
berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat
menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.
Pelaksanaan otonomi daerah selain berlandaskan pada acuan hukum, juga sebagai implementasi
tuntutan globalisasi yang harus diberdayakan dengan cara memberikan daerah kewenangan yang
lebih luas, lebih nyata dan bertanggung jawab, terutama dalam mengatur, memanfaatkan dan
menggali sumber-sumber potensi yang ada di daerahnya masing-masing.
Pelaksanaan Otonomi Daerah
Pelaksanaan otonomi daerah merupakan titik fokus yang tidak sama sekali penting dalam rangka
memperbaiki kesejahteraan rakyat. Pengembangan suatu daerah dapat disesuaikan oleh
pemerintah daerah dengan potensi dan kekhasan daerah masing-masing. Ini merupakan
kesempatan yang sangat baik bagi pemerintah daerah untuk membuktikan kemampuannya dalam
melaksanakan kewenangan yang menjadi hak daerah. Maju atau tidaknya suatu daerah sangat
ditentukan oleh kemampuan dan kemauan untuk melaksanakan yaitu pemerintah daerah.
Pemerintah daerah bebas berkreasi dan berekspresi dalam rangka membangun daerahnya, tentu
saja dengan tidak melanggar ketentuan hukum yaitu perundang-undangan.
Ciri Ciri otonomi daerah
Negara Kesatuan Negara Federal Otonomi Daerah
Setiap daerah memiliki perda
(dibawah UU)
Setiap daerah mempunyai
UUD derah yang tidak
bertentangan dengan UUD
negara (hukum tersendiri)
Setiap daerah memiliki perda
(dibawah UU)
Perda terikat dengan UU UUD daerah tidak terikat
dengan UU negara
Perda terikat dengan UU
Kepala negara/kepala daerah
tidak punya hak veto
Kepala negara/kepala daerah
punya hak veto
Kepala negara/kepala daerah
tidak punya hak veto
Hanya Presiden berwenang
mengatur hukum
Presiden berwenang mengatur
hukum untuk negara
Hanya Presiden berwenang
mengatur hukum
sedangkan kepala daerah
untuk daerah
DPRD tidak punya hak veto
terhadap UU yang disahkan
DPR
DPRD punya hak veto
terhadap UU yang disahkan
DPR
DPRD tidak punya hak veto
terhadap
UU yang disahkan DPR
Perda dicabut pemerintah
pusat
Perda dicabut DPR dan DPD
setiap daerah
Perda dicabut pemerintah
pusat
Sentralisasi Desentralisasi
Bisa interversi dari kebijakan
pusat
Tidak bisa interversi dari
kebijakan pusat
Semi sentralisasi
Perjanjian dengan pihak
asing/luar negeri harus melalui
pusat
Perjanjian dengan pihak
asing/luar negeri harus melalui
pusat
Bisa interversi dari kebijakan
pusat
APBN dan APBD tergabung APBD untuk setiap daerah dan
APBN hanya untuk negara
Perjanjian dengan pihak
asing/luar negeri harus melalui
pusat
Pengeluaran APBN dan
APBD dihitung perbandingan
Pengeluaran APBN dan
APBD dihitung pembagian
APBN dan APBD tergabung
Setiap daerah tidak diakui
sebagainegara berdaulat
Setiap daerah diakui sebagai
negara berdaulat
Pengeluaran APBN dan
APBD dihitung perbandingan
Daerah diatur pemerintah
pusat
Daerah harus mandiri Daerah harus mandiri
Keputusan pemda diatur
pemerintah pusat
Keputusan pemda tidak ada
hubungan dengan pemerintah
pusat
Keputusan pemda diatur
pemerintah pusat
Tidak ada perjanjian antar
daerah jika SDM/SDA
dilibatkan
Ada perjanjian antar daerah
jika SDM/SDA dilibatkan
Tidak ada perjanjian antar
daerah jika SDM/SDA
dilibatkan
Masalah daerah merupakan
tanggung jawab bersama
Masalah daerah merupakan
tanggung jawab pemda
Masalah daerah merupakan
tanggung jawab bersama
3 kekuasaan daerah tidak
diakui
3 kekuasaan daerah diakui 3 kekuasaan daerah tidak
diakui
Hanya hari libur nasional
diakui
Hari libur nasional terdiri dari
pusat dan daerah
Hanya hari libur nasional
diakui
Bendera nasional hanya diakui Bendera nasional serta daerah
diakui
Bendera nasional hanya diakui

Beberapa aturan perundang-undangan yang berhubungan dengan pelaksanaan Otonomi Daerah:
1. Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Di Daerah
2. Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah
3. Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah
Pusat dan Daerah
4. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
5. Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintahan Daerah
6. Perpu No. 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah
7. Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.
32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
Sumber :
http://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=7493849