Anda di halaman 1dari 9

Widya Astri Lintera / 08700212

ILEUS
Definisi
Ileus adalah gangguan pasase isi usus. Ileus Obstruktif adalah kerusakan atau hilangnya pasase
isi usus yang disebabkan oleh sumbatan mekanik. Ileus Paralitik adalah hilangnya
peristaltik usus sementara.
Klasifikasi
1. Ileus Mekanik
1.1 Lokasi Obstruksi
1.1.1 Letak Tinggi : Duodenum-e!unum
1.1." Letak Tengah : Ileum Terminal
1.1.# Letak $endah : %olon - &igmoid-re'tum
1." &tadium
1.".1 Parsial : menyumbat lumen sebagian
1."." &imple()omplit: menyumbat lumen total
1.".# &trangulasi: &imple dengan !epitan *asa
". Ileus +eurogenik
".1 ,dinamik : Ileus Paralitik
"." Dinamik : Ileus &pastik
#. Ileus -askuler : Intestinal ischemia
Etiologi
1. Ileus Obstruktif
a. .ernia Inkarserata
b. +on .ernia
i. Penyempitan lumen usus
Isi Lumen : /enda asing0 skibala0 as'ariasis.
Dinding 1sus : stenosis 2radang kronik30 keganasan.
4kstra lumen : Tumor intraabdomen.
ii. ,dhesi
iii. In*aginasi
i*. -ol*ulus
*. Malformasi 1sus
". Ileus Paralitik
a. Pembedahan ,bdomen
b. Trauma abdomen
'. Infeksi: peritonitis0 appendi'itis0 di*erti'ulitis
d. Pneumonia
e. &epsis
f. &erangan antung
g. )etidakseimbangan elektrolit0 khususnya natrium
h. )elainan metabolik yang mempengaruhi fungsi otot
i. Obat-obatan: +arkotika0 ,ntihipertensi
!. Mesenteri' is'hemia
Patofisiologi
Peristi5a patofisiologik yang ter!adi setelah obstruksi usus adalah sama0 tanpa
memandang apakah obstruksi tersebut diakibatkan oleh penyebab mekanik atau fungsional.
Perbedaan utama adalah obstruksi paralitik di mana peristaltik dihambat dari permulaan0
sedangkan pada obstruksi mekanik peristaltik mula-mula diperkuat0 kemudian intermitten0 dan
akhirnya hilang.
Lumen usus yang tersumbat se'ara progresif akan teregang oleh 'airan dan gas 2678 dari
gas yang ditelan3 akibat peningkatan tekanan intralumen0 yang menurunkan pengaliran air dan
natrium dari lumen ke darah. Oleh karena sekitar 9 liter 'airan diekskresikan ke dalam saluran
'erna setiap hari
10
0 tidak adanya absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan intralumen dengan
'epat. Muntah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai merupakan sumber kehilangan
utama 'airan dan elektrolit. Pengaruh atas kehilangan ini adalah pen'iutan ruang 'airan ekstrasel
yang mengakibatkan syok:hipotensi0 pengurangan 'urah !antung0 penurunan perfusi !aringan
dan asidosis metabolik. Peregangan usus yang terus menerus mengakibatkan lingkaran setan
penurunan absorpsi 'airan dan peningkatan sekresi 'airan ke dalam usus. 4fek lokal peregangan
usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis0 disertai
absorpsi toksin-toksin bakteri ke dalam rongga peritoneum dan sirkulasi sistemik untuk
menyebabkan bakteriemia.
Patofisiologi Obstruksi 1sus
!str"ksi #ekanik Si$%le
Pada obstruksi simple0 hambatan pasase mun'ul tanpa disertai gangguan *askuler dan
neurologik. Makanan dan 'airan yang ditelan0 sekresi usus0 dan udara terkumpul dalam !umlah
yang banyak !ika obstruksinya komplit. /agian usus proksimal distensi0 dan bagian distal kolaps.
;ungsi sekresi dan absorpsi membrane mukosa usus menurun0 dan dinding usus men!adi udema
dan kongesti. Distensi intestinal yang berat0 dengan sendirinya se'ara terus menerus dan
progresif akan menga'aukan peristaltik dan fungsi sekresi mukosa dan meningkatkan resiko
dehidrasi0 iskemia0 nekrosis0 perforasi0 peritonitis0 dan kematian.
!str"ksi Strang"lata
Pada obstruksi strangulata0 kematian !aringan usus umumnya dihubungkan dengan hernia
inkarserata0 *ol*ulus0 intussusepsi0 dan oklusi *askuler. &trangulasi biasanya bera5al dari
obstruksi *ena0 yang kemudian diikuti oleh oklusi arteri0 menyebabkan iskemia yang 'epat pada
dinding usus. 1sus men!adi udema dan nekrosis0 mema'u usus men!adi gangrene dan perforasi.
Diagnosis
1& S"!yektif 'Ana$nesis
<e!ala 1tama:
+yeri-)olik
o Obstruksi usus halus : kolik dirasakan disekitar umbilikus
o Obstruksi kolon : kolik dirasakan disekitar suprapubik.
Muntah
o &tenosis Pilorus : 4n'er dan asam
o Obstruksi usus halus : /er5arna kehi!auan
o Obstruksi kolon : onset muntah lama.
Perut )embung 2distensi3
)onstipasi
o Tidak ada defekasi
o Tidak ada flatus
,danya ben!olan di perut0 inguinal0 dan femoral yang tidak dapat kembali menandakan
adanya hernia inkarserata. In*aginasi dapat didahului oleh ri5ayat buang air besar berupa lendir
dan darah. Pada ileus paralitik e.'. peritonitis dapat diketahui ri5ayat nyeri perut kanan ba5ah
yang menetap. $i5ayat operasi sebelumnya dapat men!urus pada adanya adhesi usus. Onset
keluhan yang berlangsung 'epat dapat di'urigai sebagai ileus letak tinggi dan onset yang lambat
dapat men!urus kepada ileus letak rendah.
2& !yektif'Pe$eriksaan (isik
A& Strang"lasi
,danya strangulasi ditandai dengan adanya lokal peritonitis seperti:
Takikardia
Pireksia 2demam3
Lokal tenderness dan guarding
Rebound tenderness
+yeri lo'al
.ilangnya suara usus lokal
1ntuk mengetahui se'ara pasti hanya dengan laparotomi.
)& !str"ksi
Ins%eksi
Perut distensi0 dapat ditemukan kontur dan steifung. /en!olan pada regio inguinal0
femoral dan skrotum menun!ukkan suatu hernia inkarserata. Pada Intussusepsi dapat terlihat
massa abdomen berbentuk sosis. ,danya adhesi dapat di'urigai bila ada bekas luka operasi
sebelumnya.
A"sk"ltasi
.iperperistaltik0 bising usus bernada tinggi0 borborhygmi. Pada fase lan!ut bising usus dan
peristaltik melemah sampai hilang.
Perk"si
.ipertimpani
Pal%asi
)adang teraba massa seperti pada tumor0 in*aginasi0 hernia.
Rectal Toucher
- Isi rektum menyemprot : Hirschprung disease
- ,danya darah dapat menyokong adanya strangulasi0 neoplasma
- ;eses yang mengeras : skibala
- ;eses negatif : obstruksi usus letak tinggi
- ,mpula rekti kolaps : 'uriga obstruksi
- +yeri tekan : lokal atau general peritonitis
2 *
+adiologi
;oto Polos:
Pelebaran udara usus halus atau usus besar dengan gambaran anak tangga dan air-
fluid level. Penggunaan kontras dikontraindikasikan adanya perforasi-peritonitis. /arium enema
diindikasikan untuk in*aginasi0 dan endoskopi disarankan pada ke'urigaan *ol*ulus.
,& Paralitik
Pada ileus paralitik ditegakkan dengan auskultasi abdomen berupa silent abdomen yaitu
bising usus menghilang. Pada gambaran foto polos abdomen didapatkan pelebaran udara usus
halus atau besar tanpaair-fluid level.
Perbandingan )linis berma'am-ma'am ileus.
#a-a$
ile"s
.yeri Us"s Distensi #"nta/
!or!orig$i
)ising "s"s Ketegangan
a!do$en
Obstruksi
simple
tinggi
==
2kolik3
= === Meningkat -
Obstruksi
simple
rendah
===
2)olik3
=== =
Lambat0 fekal
Meningkat -
Obstruksi
strangulasi
====
2terus-menerus0
terlokalisir3
== === Tak tentu
biasanya meningkat
=
Paralitik = ==== = Menurun -
Oklusi
*askuler
===== === === Menurun =
Penanganan Ile"s
1& Konser0atif
Penderita dira5at di rumah sakit.
Penderita dipuasakan
)ontrol status airway0 breathing and circulation
Dekompresi dengan nasogastric tube.
Intravenous fluids and electrolyte
Dipasang kateter urin untuk menghitung balance 'airan
Lavement !ika ileus obstruksi0 dan kontraindikasi ileus paralitik
2& (ar$akologis
,ntibiotik broadspectrum untuk bakteri anaerob dan aerob.
,nalgesik apabila nyeri.
*& %eratif
Ileus paralitik tidak dilakukan inter*ensi bedah ke'uali disertai dengan peritonitis.
Obstruksi usus dengan prioritas tinggi adalah strangulasi0 *ol*ulus0 dan !enis obstruksi
kolon.
Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi nasogastri' untuk men'egah sepsis
sekunder atau rupture usus.
Operasi dia5ali dengan laparotomi kemudian disusul dengan teknik bedah yang
disesuaikan dengan hasil e>plorasi melalui laparotomi.
Lisis pita untuk band
.erniorepair untuk hernia inkarserata
Pintas usus : ileostomi0 kolostomi.
$eseksi usus dengan anastomosis
Di*ersi stoma dengan atau tanpa reseksi.
Ko$%likasi
+ekrosis usus
Perforasi usus
&epsis
&yok-dehidrasi
,bses
&indrom usus pendek dengan malabsorpsi dan malnutrisi
Pneumonia aspirasi dari proses muntah
<angguan elektrolit
Meninggal
Prognosis
&aat operasi0 prognosis tergantung kondisi klinik pasien sebelumnya.
&etelah pembedahan dekompresi0 prognosisnya tergantung dari penyakit yang
mendasarinya.