Anda di halaman 1dari 13

HENOCH-SCHOENLEIN

PURPURA

Mully Wulan Ramadhanty
PENDAHULUAN
1837,Johan Schonleinruam disertai
arthritispeliosis rheumatica.
1868,Edouard Henoch:peliosis
rheumatica tidak sesuai ruam,arthritis
disertai gejala gastrointestinal.
Epidemiologi:75% 3-11 tahun
:=1,5-2:1,>>kulit
putih


Tinjauan Pustaka

Henoch-Schoenlein Purpura (HSP):
keadaan dimana terjadi peradangan
pembuluh darah kecil(vasculitis).

Peradangan pembuluh darahruam
kemerahan yang disebut purpura.
Etiologi HSPbelum diketahui
75% riwayat ISPA (+)
sebelum ada
gejala HSP.

Patogenesis:
Beberapa penelitian: terdapat peningkatan
konsentrasi serum IgA, kompleks imun
IgA, penumpukan IgA di dinding PD, dan
mesangium ginjal.

Agregasi IgA atau kompleks IgA dengan
komplemenperluasan mediator inflamasi,
vaskulitis di kulit,ginjal,usus.

Manifestasi klinis:
Kulit: urtikarian wheel, makulopapula
eritematus.
Ptechie/purpura,trombositopenia(-)

Sendi: 68-75% athralgia,arthritis atau
keduanya.
Cacat permanen(-)
GI tract:38-85% nyeri abdomen,
>50% nyeri abdomen+darah pada
kotoran.



perdarahan dinding usus, i->
gambaran per menunjukkan
adanya intusussepsi
Penebalan pada lipatan dinding usus halus,
sehingga menyebabkan penampakan seperti
adanya susunan koin.


Saluran genitourinaria: hematuri,
nefritis(20-50%).
SSP: sangat jarang.
Iritabilitas, apatis, kejang,
hiperaktifitas.

Lab: leukosit dan eosinofilia








Penatalaksanaan:
Suportif: pantau tanda vital, kadar
hematokrit, pemeriksaan
feses untuk menemukan darah,
pemeriksaan abdomen.
Simptomatis: NSAID u/ analgetik
gejala GI(+)prednison1-2
mg/kgBB 5-7 hari.



Prognosis:
kelainan ginjal&SSP(-) prognosis baik.