Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan
di suatu negara. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2!" AKI di Indonesia adalah 22# per $.
kelahiran hidup.
$
%amun" berdasarkan SDKI 2$2 AKI di Indonesia
meningkat menjadi &'( per $. kelahiran hidup.
2
)en*ebab AKI di
Indonesia adalah perdarahan (&2+)" hipertensi dalam kehamilan (2'+)"
infeksi ('+)" partus lama ('+) dan abortus ($+).

Selain pen*ebab obstetrik"
kematian ibu juga disebabkan oleh pen*ebab lain,lain (non,obstetrik) sebesar
&2+.
$
)rogram Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan upa*a
pemerintah untuk menurunkan AKI. -enurut target Millenium Development
Goals (-D./s)" angka kematian ibu diharapkan menurun hingga tiga per
empat dalam kurun 0aktu $((,2$'.
$
1pa*a *ang dilakukan adalah
meningkatkan 2akupan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (A%3)
dan pertolongan persalinan.
Berdasarkan gambaran diatas" intervensi *ang dapat dilakukan antara
lain dengan meningkatkan pela*anan antenatal *ang mampu mendeteksi dan
menangani kasus risiko tinggi se2ara memadai dan pertolongan persalinan
*ang bersih dan aman oleh tenaga kesehatan terampil" pela*anan pas2a
persalinan dan kelahiran serta pela*anan emergensi obstetrik dan neonatal
dasar ()4%5D) dan komprehensif ()4%5K) *ang dapat dijangkau.
$
)eran
Dinas Kesehatan sangat diperlukan dalam hal pemantauan" pen2atatan dan
pelaporan" untuk mengetahui apakah program,program sudah men2apai target
dan terlaksana dengan baik.
1.2 Tujuan
-enga2u pada latar belakang masalah *ang telah diuraikan" maka tujuan
dari kar*a tulis ini ialah sebagai berikut6
$.2.$ 7ujuan 1mum
1
Se2ara garis besar" kar*a tulis ini dimaksudkan untuk memberi
gambaran umum tentang )rogram Dinas Kesehatan Denpasar
mengenai A%3 (Antenatal Care) dan )ertolongan )ersalinan oleh
7enaga Kesehatan.
$.2.2 7ujuan Khusus
a. -engetahui struktur organisasi di Dinas Kesehatan Kota
Denpasar *ang berkaitan dengan KIA" terutama kegiatan A%3
dan )ertolongan )ersalinan oleh 7enaga Kesehatan.
b. -engetahui dan mampu merangkum informasi *ang didapat
mengenai program A%3 dan )ertolongan )ersalinan oleh 7enaga
Kesehatan
2. -ampu menjelaskan kendala atau masalah *ang mun2ul serta
solusi alternatif untuk meme2ahkan masalah tersebut
1.3 Manfaat
Kar*a tulis ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai dasar pertimbangan
dalam menjalankan dan meningkatkan program kesehatan ibu dan anak
khususn*a tentang antenatal 2are sebagai upa*a mendeteksi dini terjadin*a
komplikasi pada kehamilan" dan mampu melakukan pertolongan persalinan
dengan baik.
2
BAB II
KAJIAN PR!RAM KIA
AN" # Pert$l$ngan Per%al&nan $le' Tenaga Ke%e'atan
2.1 (truktur rgan&%a%& KIA )& D&na% Ke%e'atan K$ta Den*a%ar
2.1. AN" Ter*a)u )an Pert$l$ngan Per%al&nan $le' Tenaga Ke%e'atan
Antenatal care (A%3) merupakan pela*anan kesehatan oleh tenaga kesehatan
untuk ibu selama masa kehamilann*a" dilaksanakan sesuai dengan standar
pela*anan antenatal *ang ditetapkan dalam Standar )ela*anan Kebidanan (S)K).
(buku pink) )ela*anan antenatal sesuai standar meliputi anamnesis" pemeriksaan
fisik (umum dan kebidanan)" pemeriksaan laboratorium rutin dan khusus" serta
intervensi umum dan khusus (sesuai risiko *ang ditemukan dalam pemeriksaan).
Dalam penerapann*a terdiri atas 6
$. 7imbang berat badan dan ukur tinggi badan
2. 1kur tekanan darah
&. -enilai status gi8i (ukur lingkar lengan atas)
9. 1kur tinggi fundus uteri
'. 7entukan presentasi janin dan den*ut jantung janin (D::)
;. S2reening status imunisasi 7etanus dan berikan imunisasi 7etanus 7o<oid bila
diperlukan
!. )emberian tablet 8at besi minimal ( tablet selama kehamilan
#. 7es laboratorium (rutin dan khusus)
(. 7atalaksana kasus
$. 7emu 0i2ara (konseling)" termasuk peren2anaan persalinan dan pen2egahan
komplikasi ()9K) serta KB pas2a persalinan
$$. 7es =D>?
Dalam pelaksanaann*a" A%3 diberikan sekurang,kurangn*a 9 kali selama
masa kehamilan" dengan distribusi 0aktu minimal $ kali pada trimester
pertama atau K$ (usia kehamilan ,$2 minggu)" $ kali pada trimester kedua
K2 (usia kehamilan $2,29 minggu)" dan 2 kali pada trimester ketiga atau K&
3
dan K9 (usia kehamilan 29,&; minggu). Standar 0aktu pela*anan A%3
tersebut dianjurkan untuk menjamin perlindungan kepada ibu hamil" berupa
deteksi dini faktor risiko" pen2egahan dan penanganan komplikasi
Berdasarkan data *ang bersumber dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar"
3akupan K$ menggambarkan jumlah ibu hamil *ang telah melakukan
kunjungan pertama ke fasilitas pela*anan kesehatan untuk mendapatkan
A%3. Di Kota Denpasar" 2akupan K$ sudah melampaui target *ang
ditetapkan. Berdasarkan data dinas kesehatan Kota Denpasar" 3akupan K$
pada tahun 2$$ sebesar $+. Indikator ini digunakan untuk mengetahui
jangkauan pela*anan antenatal serta kemampuan program dalam
menggerakkan mas*arakat.
3akupan K9 adalah 2akupan ibu hamil *ang telah memperoleh pela*anan
Antenatal sesuai standar" paling sedikit empat kali" $ kali pada trimester $" $
kali ke dua dan 2 kali pada trimester &. 3akupan ini menggambarkan tingkat
perlindungan ibu hamil dan menggambarkan kemajuan manajemen atau
kelangsungan program KIA. Data Dinas Kesehatan Kota Denpasar pada
tahun 2$$ men2atat 2akupan K9 sebesar (#"9+. @al ini menandakan bah0a
2akupan K9 di Kota Denpasar sudah melampaui target.
)eriode persalinan merupakan salah satu periode *ang berkontribusi besar
terhadap angka kematian ibu di Indonesia. Kematian saat bersalin dalam satu
minggu pertama diperkirakan ;+ dari seluruh kematian ibu. )ersalinan *ang
dilakukan disarana pela*anan kesehatan dapat menurunkan risiko kematian
ibu saat persalinan karena ditempat tersebut persalinan ditolong oleh tenaga
kesehatan dan tersedia sarana kesehatan *ang memadai. Sehingga dapat
menangani komplikasi *ang mungkin terjadi pada saat persalinan *ang
membaha*akan ibu dan ba*i.
)ertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pela*anan persalinan
*ang aman *ang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi
kebidanan. 3akupan persalinan oleh tenaga kesehatan pada tahun 2$2 telah
men2apai $+.
Ken)ala )an Ha+,atan
4
Adapun beberapa faktor *ang kami duga menjadi kendala dalam pelaksanaan
K9 *aitu pengetahuan ibu *ang kurang mengenai pentingn*a A%3 serta
tingkat sosial dan ekonomi *ang kurang. Sedangkan pelaksanaan
pertolongan persalinan" *aitu terbatasn*a fasilitas untuk pertolongan
persalinan dimana baru satu puskesmas dan satu puskesmas *ang sudah
)4%5D" *aitu puskesmas 9 Denpasar selatan dan )uskesmas pembantu 2
Denpasar barat.
($lu%&
Solusi *ang dapat diberikan terhadap kendala dan hambatan tersebut adalah 6
$. )romosi kesehatan *ang dimulai dari tingkat banjar
2. )embentukan" pelatihan dan pen*egaran kader di setiap banjar
&. )eningkatan fasilitas kesehatan pada setiap puskesmas" sehingga setiap
puskesmas mampu melaksanakan A%3 dan pertolongan persalinan
5
Salah satu upa*a untuk menurunkan angka kematian ibu *aitu dengan
)rogram )eren2anaan )ersalinan dan )en2egahan Komplikasi ()9K) *ang
merupakan upa*a untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam hal
peren2anaan persalinan serta membangun potensi mas*arakat" khususn*a
kepedulian mas*arakat untuk persiapan dan tindakan pen*elamatan ibu dan
ba*i *ang baru lahir.
2
2.2 U*a-a Dala+ Men.ega' Terja)&n-a K$+*l&ka%& Ke'a+&lan
Berbagai ma2am 2ara dapat dilakukan untuk men2egah terjadin*a komplikasi
pada ibu hamil" salah satun*a adalah peren2anaan persalinan *ang sehat.
&
Diantaran*a 6
1sia untuk peren2anaan kehamilan *ang sehat dan aman *aitu antara
umur 2 sampai dengan &' tahun.
:arak kehamilan jangan terlalu dekat ( A 2 tahun).
@ati , hati pada peren2anaan kehamilan ke & atau lebih.
)ersiapan fisik ibu dengan gi8i 2ukup" dan pengobatan pen*akit *ang
berpotensi membaha*akan ibu ataupun janin sebelum hamil.
Keterlibatan seluruh anggota keluarga sebagai bentuk dukungan
mental.
&
Pa)a (aat Ke'a+&lan
)ersiapan menabung untuk bia*a tak terduga selama kehamilan"
misaln*a terjadi komplikasi dan perlu tindakan operasi caesar
atau rujukan ke rumah sakit" maka tidak perlu penundaan 0aktu karena
memikirkan bia*a.
)ersiapan anggota keluarga *ang se0aktu , 0aktu siap untuk donor
darah.
)eren2anaan sarana transportasi darurat bila dibutuhkan.
6
)emeriksaan kehamilan sejak dini dan minum tablet 8at besi se2ara
teratur.
)engobatan pen*akit *ang diderita selama hamil pada tenaga
kesehatan.
)emenuhan gi8i *ang seimbang untuk menunjang fisik *ang sehat dan
optimal.
7idak minum ramuan *ang berbaha*a bagi ibu hamil misaln*a
rendaman akar tanaman atau jamu untuk merangsang proses persalinan
agar lebih 2epat dan lan2ar.
Bila ibu dengan plasenta previa atau solutio plasenta" upa*akan
ban*ak istirahat sesuai nasehat bidan atau dokter kandungan *ang
mera0at.
Sangat tidak dianjurkan pijat daerah perut pada dukun selama
kehamilan berlangsung. Bila ba*i letak sungsang atau melintang
jangan diba0a ke dukun untuk diputar atau diubah posisin*a.
-en2ari pertolongan tenaga kesehatan bila menemukan ibu hamil
dengan perdarahan atau mengalami hamil dengan perdarahan
dimanapun berada.
Pa)a (aat Per%al&nan
)ada masa sekarang ini tenaga kesehatan baik bidan maupun dokter
sudah tersebar di seluruh 0ila*ah Indonesia. Keputusan melahirkan
*ang aman akan menetukan keselamatan ji0a ibu bersalin.
)endampingan dari suami sebagai orang terdekat *ang dapat memberi
support selama persalianan dan pengambil keputusan saat darurat.
Kebutuhan darah pada ibu hamil tidak dapat diprediksi" kejadian
perdarahan tak terduga bisa saja mengan2am keselamatan ji0a. 4leh
karena itu sebaikn*a ada anggota keluarga *ang sudah disiapkan untuk
dapat mendonorkan darah bila se0aktu,0aktu diperlukan.
7
Bila seorang ibu kelelahan selama persalinan" kondisi tubuhn*a tidak
sehat" maka akan mempengaruhi kontraksi dari rahim. @al ini akan
mengakibatkan terjadin*a perdarahan.
Segera men*usui ba*i setelah ba*i lahir" untuk membantu kontraksi
rahim (hisapan ba*i pada puting susu ibu akan merangsang keluarn*a
hormon oksitosin *ang membantu men2egah terjadin*a perdarahan
dan berperan dalam proses menge2iln*a kembali rahim ibu se2ara
alami).
&
Pa)a Ma%a N&fa%
-enjaga kesehatan tubuh ibu hamil dengan makanan *ang bergi8i"
agar luka,luka setelah proses persalinan segera pulih.
3ukup Istirahat" untuk memulihkan kondisi fisik ibu.
7idak minum jamu atau ramuan pembersih darah *ang tidak terjamin
keamanann*a.
@indari pemijatan oleh dukun dengan tujuan apapun pada daerah perut
ibu setelah melahirkan.
Dianjurkan menunda hubungan suami istri (hubungan seksual) sampai
9 hari untuk menghindari perdarahan pada bekas luka jahitan jalan
lahir dan memberi kesempatan pemulihan alat kandungan se2ara
keseluruhan.
Segera ikut program KB" agar peren2anaan kehamilan dapat diatur.
-emberikan ASI ekslusif selama ; bulan akan sangat membantu ibu
hamil terhindar dari resiko perdarahan.
2.3 Da+*ak *$%&t&f )ar& *e+er&k%aan ke'a+&lan atau Antenatal care
A%3 merupakan salah satu upa*a dalam men2apai peren2anaan persalinaan
*ang sehat. A%3 adalah serangkaian pemeriksaan *ang dilakukan se2ara
berkala dari a0al kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor
kesehatan ibu dan janin dalam kandungan agar ter2apai kehamilan *ang
optimal.
&"9
8
Beberapa dampak positif dari A%3 diantaran*a 6
-empertahankan kesehatan fisik dan mental ibu.
-emonitor kesehatan ibu dan janin agar persalinan aman.
7er2apain*a kesehatan ba*i *ang optimal.
-endeteksi dan mengatasi dini komplikasi dan pen*akit kehamilan
*ang berpotensi membaha*akan ibu dan janin seperti (eklamsia"
anemia" plasenta previa" mola hidatidosa" )-S" @I= dll.)
'
2./ (erangka&an Pe+er&k%aan Ke'a+&lan atau Antenatal care
$. 7imbang berat badan
)enimbangan berat badan pada setiap kali kunjungan antenatal dilakukan
untuk mendeteksi adan*a gangguan pertumbuhan janin. )enambahan berat
badan *ang kurang dari ( kilogram selama kehamilan atau kurang dari $
kilogram setiap bulann*a menunjukkan adan*a gangguan pertumbuhan
janin.
9"'
2. 1kur lingkar lengan atas (?i?A)
)engukuran ?i?A han*a dilakukan pada kontak pertama untuk skrining ibu
hamil berisiko kurang energi kronis (K5K). Kurang energi kronis disini
maksudn*a ibu hamil *ang mengalami kekurangan gi8i dan telah berlangsung
lama (beberapa bulanBtahun) dimana ?i?A kurang dari 2&"'2m. Ibu hamil
dengan K5K akan dapat melahirkan ba*i berat lahir rendah (BB?>).
&. 1kur tekanan darah
)engukuran tekanan darah pada setiap kali kunjungan antenatal dilakukan
untuk mendeteksi adan*a hipertensi (tekanan darah C $9B( mm@g) pada
kehamilan dan preeklampsia (hipertensi disertai edema 0ajah atau tungkai
ba0ah atau proteinuria).
9. 1kur tinggi fundus uteri
)engukuran tinggi fundus pada setiap kali kunjungan antenatal dilakukan
untuk mendeteksi pertumbuhan janin sesuai atau tidak dengan
umur kehamilan. :ika tinggi fundus tidak sesuai dengan umur kehamilan"
9
kemungkinan ada gangguan pertumbuhan janin. Standar pengukuran
menggunakan pita pengukur setelah kehamilan 29 minggu.
'. @itung den*ut jantung janin (D::)
)enilaian D:: dilakukan pada akhir trimester I dan selanjutn*a setiap kali
kunjungan antenatal. D:: lambat kurang dari $2Bmenit atau D:: 2epat lebih
dari $;Bmenit menunjukkan adan*a ga0at janin.
;. 7entukan presentasi janin
-enentukan presentasi janin dilakukan pada akhir trimester II dan
selanjutn*a setiap kali kunjungan antenatal. )emeriksaan ini dimaksudkan
untuk mengetahui letak janin. :ika pada trimester III bagian ba0ah janin
bukan kepala" atau kepala janin belum masuk ke panggul berarti ada kelainan
letak" panggul sempit atau ada masalah lain.
!. Beri imunisasi 7etanus 7oksoid (77)
1ntuk men2egah terjadin*a tetanus neonatorum" ibu hamil harus mendapat
imunisasi 77. )ada saat kontak pertama" ibu hamil dilakukan skrining status
imunisasi 77,n*a. )emberian imunisasi 77 pada ibu hamil" disesuaikan
dengan status imunisasi ibu saat ini.
#. Beri tablet tambah darah (tablet besi)
1ntuk men2egah anemia defisiensi besi" setiap ibu hamil harus mendapat
tablet 8at besi minimal ( tablet selama kehamilan diberikan sejak kontak
pertama.
(. )eriksa laboratorium (rutin dan khusus)
)emeriksaan laboratorium dilakukan pada saat antenatal meliputi6
a. )emeriksaan golongan darah
)emeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis golongan darah
ibu dan juga untuk mempersiapkan 2alon pendonor darah *ang
se0aktu,0aktu diperlukan apabila terjadi situasi kega0atdaruratan.
b. )emeriksaan kadar hemoglobin darah (@b)
)emeriksaan kadar hemoglobin darah ibu hamil dilakukan minimal
sekali pada trimester pertama dan sekali pada trimester ketiga.
)emeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui ibu hamil tersebut
menderita anemia atau tidak.
10
2. )emeriksaan protein dalam urin
)emeriksaan protein dalam urin pada ibu hamil dilakukan pada
trimester kedua dan ketiga atas indikasi. )emeriksaan ini ditujukan
untuk mengetahui adan*a proteinuria pada ibu hamil. )roteinuria
merupakan salah satu indikator terjadin*a pre,eklampsia pada
ibuhamil.
d. )emeriksaan kadar gula darah
Ibu hamil *ang di2urigai menderita Diabetes -elitus harus
dilakukan pemeriksaan gula darah selama kehamilann*a minimal
sekali pada trimester pertama" sekali pada trimester kedua" dan
sekali pada trimester ketiga terutama pada akhir trimester ketiga.
e. )emeriksaan darah -alaria
Semua ibu hamil di daerah endemis -alaria dilakukan
pemeriksaan darah -alaria dalam rangka skrining pada kontak
pertama. Ibu hamil di daerah nonendemis -alaria dilakukan
pemeriksaan darah -alaria apabila ada indikasi.
f. )emeriksaan tes Sifilis
)emeriksaan ini dilakukan didaerah dengan risiko tinggi dan ibu
hamil *ang diduga sifilis. )emeriksaaan Sifilis sebaikn*a dilakukan
sedini mungkin pada kehamilan.
g. )emeriksaan @I=
7es @I= pada Ibu hamil disertai dengan konseling sebelum dan
sesudah tes serta menandatangani informed consent.
h. )emeriksaan B7A
)emeriksaan B7A dilakukan pada ibu hamil *ang menderita batuk
berdahak lebih dari 2 minggu (di2urigai menderita 7uberkulosis).
$. 7ata laksana atau penanganan kasus
D@4 sangat men*arankan agar melakukan pemeriksaan kehamilan setiap 9
minggu sekali dari saat pemeriksaan kehamilan pertama kali hingga usia
kehamilan 2# minggu" setiap 2 minggu sekali dari usia kehamilan 2#,&;
11
minggu dan setiap satu minggu sekali dari usia kehamilan &; minggu hingga
0aktun*a melahirkan.
9"'
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Antenatal 2are adalah pela*anan kesehatan untuk ibu selama masa
kehamilann*a oleh tenaga kesehatan" berdasarkan standar pela*anan antenatal
*ang ditetapkan dalam S)K. -eliputi anamnesis" pemeriksaan fisik (umum
dan kebidanan)" pemeriksaan laboratorium rutin dan khusus" serta intervensi
umum dan khusus (sesuai risiko *ang ditemukan dalam pemeriksaan).
Antenatal 2are minimun dilakukan seban*ak 9 kali selama kehamilan.
)ersalinan merupakan salah satu periode *ang berkontribusi besar terhadap
angka kematian ibu di Indonesia" maka persalinan harus dilakukan disarana
pela*anan kesehatan untuk menurunkan risiko kematian ibu saat persalinan.
Kendala dalam antenatal 2are adalah pada pelaksanaan K9"
disebabkan oleh pengetahuan ibu *ang kurang mengenai pentingn*a A%3
serta tingkat sosial dan ekonomi *ang kurang. Sedangkan pelaksanaan
pertolongan persalinan" *aitu terbatasn*a fasilitas untuk pertolongan
persalinan. Solusi dapat dilakukan dengan pemberian promosi kesehatan"
kaderisasi" dan peningkatan fasilitas kesehatan.
Saran
12
$. Bagi dinas kesehatan seharusn*a meningkatkan pelatihan kader dan
promosi kesehatan.
2. Bagi mas*arakat harus berperan aktif dalam kegiatan kader dan ikut
menga0asi ibu hamil *ang tinggal di 0ila*ahn*a.
&. Kader seharusn*a lebih aktif dalam mendata ibu hamil dan
mempromosikan tentang A%3.
9. Bagi tenaga kesehatan harus meningkatkan kompetensi dalam
membantu pertolongan persalinan.
'. Bagi ibu hamil dan keluarga diharapkan untuk mau mengikuti
program A%3 dan melakukan persalinan di tempat pela*anan
kesehatan *ang dibantu oleh tenaga kesehatan *ang berkompeten.
7ujuan 1mum
Se2ara garis besar" kar*a tulis ini dimaksudkan untuk memberi
gambaran umum tentang )rogram Dinas Kesehatan Denpasar
mengenai A%3 (Antenatal Care) dan )ertolongan )ersalinan oleh
7enaga Kesehatan.
$.2.2 7ujuan Khusus
-engetahui struktur organisasi di Dinas Kesehatan Kota Denpasar *ang
berkaitan dengan KIA" terutama kegiatan A%3 dan )ertolongan
)ersalinan oleh 7enaga Kesehatan.
a. -engetahui dan mampu merangkum informasi *ang didapat
mengenai program A%3 dan )ertolongan )ersalinan oleh 7enaga
Kesehatan
b. -ampu menjelaskan kendala atau masalah *ang mun2ul serta
solusi alternatif untuk meme2ahkan masalah tersebut
13
DA0TAR PU(TAKA
1. Kementerian Kesehatan >I. Profil Kesehatan Indonesia 2012. :akarta 6
Kementerian Kesehatan >I. 2$& 6 $$(,
2. Badan Kependudukan dan Keluarga Beren2ana %asional >I. Indonesia
Demographic and ealth !urve" 2012. 2$2. Availa#le at
http6BB000.bkkbn.go.idBlitbangBpusduB@asil+2)enelitianBSDKI
+22$2B)reliminar*+2>eport+2AD4?5S35%7+2ID@S
+22$2.pdf" accessed on Desember '
th
2$&.
$.
%. >etno0ati I E Astuti AD. @ubungan )9K oleh ibu hamil dengan upa*a
pen2egahan komplikasi kehamilan di puskesmas sidorejo kidul salatiga.
&urnal Ke#idanan" =ol. II" %o. 2" Desember 2$.
'. >iedmann" ..?. 5du2ation for 3hildbirth. Glo#. li#r. (omen)s med." 2#F
.?4D-.$$(.
*. Sar0ono" ). Ilmu Ke#idanan. :akarta 6 Ga*asan Bina )ustaka 2'.
+. 1SAID. Ho2used antenatal 2are 6 providing integrated" individuali8ed 2are
during pregnan2*. A335SS 2!.
14