Anda di halaman 1dari 3

2014 Evidence-Based Guideline for the Management of High Blood

Pressure in Adults
Report From the Panel Members Appointed to the Eighth Joint National
Committee (JNC 8)

Rekomendasi 1
Pada kelompok dengan usia 60 tahun, mulai penatalaksanaan hipertensi dengan
pemberian obat farmakologis apabila tekanan darah sistolik 150 mmHg atau tekanan
darah diastolik 90 mmHg, penatalaksanaan diberikan dengan target terapi tekanan
darah sistolik <150 mmHg, dan tekanan darah diastolik <90 mmHg.

Rekomendasi 2
Pada kelompok usia <60 tahun, mulai penatalaksanaan hipertensi dengan pemberian
obat farmakologis apabila tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih, dan berikan
terapi dengan target terapi tekanan darah diastolik <90 mmHg.

Rekomendasi 3
Pada kelompok usia <60 tahun, mulai penatalaksanaan hipertensi dengan pemberian
obat farmakologis apabila tekanan darah sistolik 140 mmHg, dan berikan terapi
dengan target terapi tekanan darah sistolik <140 mmHg.

Rekomendasi 4
Pada kelompok usia 18 tahun dengan CKD, mulai penatalaksanaan secara
farmakologis apabila tekanan darah sistolik 140 mmHg, atau tekanan darah diastolik
90 mmHg, dengan target terapi tekanan darah sistolik <140 mmHg, dan tekanan
darah diastolik <90 mmHg.

Rekomendasi 5
Pada kelompok usia 18 tahun dengan diabetes, mulai penatalaksanaan secara
farmakologis apabila tekanan darah sistolik 140 mmHg, dan tekanan darah diastolik
90 mmHg, dengan target terapi tekanan darah sistolik <140 mmHg, dan tekanan
darah diastolik <90 mmHg.

Rekomendasi 6
Pada kelompok populasi non kulit hitam, termasuk penderita diabetes, obat
antihipertensi awal yang dapat digunakan adalah diuretika golongan thiazide, calcium
channel blocker (CCB), angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACE-I), atau
angiotensin receptor blocker (ARB).

Rekomendasi 7
Pada kelompok populasi kulit hitam, termasuk penderita diabetes, terapi obat
antihipertensi awal yang dapat digunakan adalah diuretika golongan thiazide, dan
calcium channel blocker (CCB).

Rekomendasi 8
Pada kelompok usia 18 tahun dengan CKD dan hipertensi, terapi obat antihipertensi
awal yang dapat diberikan adalah ACE Inhibitor atau ARB untuk memperbaiki
keadaan ginjal. Rekomendasi ini berlaku untuk semua pasien CKD dengan hipertensi,
tidak terbatas pada ras atau status diabetes.

Rekomendasi 9
Tujuan utama penatalaksanaan hipertensi adalah untuk mencapai dan
mempertahankan target tekanan darah. Apabila target tekanan darah tidak tercapai
setelah 1 bulan terapi, dosis obat antihipertensi dapat ditingkatkan atau dapat
dipertimbangkan untuk menambah obat ke dua dari salah satu obat yang
direkomendasikan pada rekomendasi 6 (diuretika golongan thiazide, calcium channel
blocker, ace-inhibitor, atau angiotensin receptor blocker). Klinisi harus terus menilai
tekanan darah dan mengatur pemberian obat sampai target tekanan darah tercapai.
Apabila target tekanan darah tidak dapat dicapai dengan 2 golongan obat, tambahkan
dan titrasi obat ke 3 dari daftar obat yang direkomendasikan. Jangan gunakan ACE-
Inhibitor dan Angiotensin Receptor Blocker secara bersamaan pada 1 pasien. Apabila
target tekanan darah tidak dapat dicapai dengan menggunakan obat yang
direkomendasikan pada rekomendasi 6 karena kontraindikasi atau karena butuh lebih
dari 3 obat untuk mencapai target tekanan darah, dapat digunakan obat antihipertensi
dari golongan lain. Disarankan untuk merujuk pasien ke konsultan hipertensi apabila
dengan penatalaksanaan diatas target tekanan darah tidak dapat dicapai, atau apabila
ada komplikasi tertentu.

Rekomendasi Dosis Obat Antihipertensi Berdasarkan JNC 8
Obat Antihipertensi Dosis Harian
Awal (mg)
Dosis Target
(mg)
Jumlah Dosis Per
Hari
Ace Inhibitors
Captopril 50 150-200 2
Enalapril 5 20 1-2
Angiontensin Receptor
Blocker

Candesartan 4 12-32 1
Losartan 50 100 1-2
Valsartan 40-80 160-320 1
Irbesartan 75 300 1
Beta-Blockers
Atenolol 25-50 100 1
Metoprolol 50 100-200 1-2
Calcium Channel Blocker
Amlodipine 2.5 10 1
Diltiazem 120-180 360 1
Thiazide
Bendroflumethiazide 5 10 1
Chlorthalidone 12.5 12.5-25 1
Hydrochlorothiazide 12.5-25 25-100 1-2








Dewasa 18 tahun dengan hipertensi

Mulai Perubahan Gaya Hidup
(diteruskan selama terapi)
Dewasa 18 tahun dengan
Tentukan Target tekanan darah dan mulai
pemberian obat antihipertensi berdasarkan usia,
diabetes, dan CKD

Usia 60 Tahun

Semua Usia, Menderita
CKD dengan atau tanpa
diabetes

Target Tekanan Darah
Sistolik <150 mmHg
Diastolik <90 mmHg
Semua Usia,
Menderita Diabetes
tanpa CKD

Usia <60 Tahun

Pilih obat untuk terapi dengan strategi Titrasi
a. Maksimalkan obat pertama sebelum menambah obat kedua
b. Tambahkan obat kedua sebelum obat pertama sampai dosis
maksimal atau
c. Mulai dengan 2 golongan obat berbeda

Mulai Pemberian ACE
Inhibitor atau ARB, tunggal
atau kombinasi

Kulit Hitam
Mulai pemberian Thiazide
atau CCB, tunggal atau
kombinasi

Non Kulit Hitam
Mulai Pemberian Thiazide atau
ACE Inhibitor atau ARB atau
CCB, tunggal atau kombinasi

Target Tekanan Darah
Sistolik <140 mmHg
Diastolik <90 mmHg
Target Tekanan Darah
Sistolik <140 mmHg
Diastolik <90 mmHg
Target Tekanan Darah
Sistolik <140 mmHg
Diastolik <90 mmHg
Perkuat terapi dan perubahan gaya hidup
Tambahkan obat dari golongan lain atau
konsultasikan pasien kepada konsultan hipertensi
Mencapai Target Tekanan Darah

Perkuat terapi dan perubahan gaya hidup
Untuk strategi a dan b, tambahkan dan titrasi thiazide atau ACE
Inhibitor atau ARB atau CCB
Untuk strategi C, titrasi dosis obat sebelumnya sampai maksimal

Perkuat terapi dan perubahan gaya hidup
Tambahkan dan titrasi thiazide atau ACE Inhibitor
atau ARB atau CCB
Bila Mencapai Target Tekanan
Darah
Terustkan terapi sekarang dan
lakukan monitoring

Mencapai Target Tekanan Darah

Mencapai Target Tekanan Darah

Mencapai Target Tekanan Darah