Anda di halaman 1dari 2

PRESENTASI KASUS

MENINGITIS TUBERKULOSA
PADA TARUNA AKADEMI ANGKATAN UDARA
Gatot C. Pratama, Thamrin Sjamsudin, Ahmad Rizal
Pendahuluan. Meningitis tuberkulosa (TB adalah radang sela!ut otak, meru!akan
salah satu kom!likasi TB !rimer. "okus !rimer biasan#a di tem!at lain dan #ang
terban#ak adalah di !aru. Morbiditas dan mortalitas !en#akit ini tinggi dan !rognosisn#a
buruk. $ejadian meningitis TB ber%ariasi tergantung !ada tingkat sosio&ekonomi,
kesehatan mas#arakat, umur, status gizi dan 'aktor genetik #ang menentukan res!on
imun seseorang. Akademi Angkatan (dara meru!akan lembaga !endidikan #ang
mendidik dan melatih dari seorang !enduduk si!il menjadi Tentara )asional *ndonesia
angkatan udara, mereka harus melalui berbagai ma+am tes kesehatan se+ara lengka!
termasuk didalamn#a !emeriksaan terhada! kemungkinan adan#a in'eksi tuberkulosa.
Tujuan. Presentasi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kasus meningitis
tuberkulosa !ada seorang taruna akademi angkatan udara sehingga gagal meneruskan
!endidikann#a.
Laporan Kasus. Seorang Taruna berusia ,- tahun dengan jabatan Sersan Ma#or
Taruna, datang Rumah Sakit dr. .asan Sadikin Bandung dengan keluhan utama n#eri
ke!ala, keluhan disertai dengan !anas badan #ang tidak terlalu tinggi, kelo!ak mata
sebelah kiri tidak bisa diangkat, disertai !englihatan ganda. Muntah dan kejang tidak
ada. Berat badan turun /,0 kg serta sering berkeringat malam. Pasien teta! sadar,
terda!at de'i+it neurologis #aitu tanda rangsangan meningen, hemi!legi+ de1tra, !arese
sara' otak ***, *2 kiri 2** dan 3**. Tidak ada ri4a#at menderita !en#akit TBC atau
kontak dengan !enderita TBC. Pasien di diagnosa dengan Sus!ek meningitis TBC
grade ** dan metaboli+ ense'alo!ati. Pada !emeriksaan lumbal !ungsi dida!atkan
likuor #ang 3anto+hrom, menetes biasa dengan jumlah sel -56, )onne (7, Pand# (7,
Glukosa ,6 mg8, Protein ,-6 mg8. Pada !emeriksaan kultur likuor tidak ditemukan
!ertumbuhan bakteri, Cr#!to+o++us mau!un basil tahan asam, !emeriksaan lain
beru!a .bs Ag (&, Anti .C2 (&, imunoserologi C9: ,6; sel<u= dan .*2 (&. Pemeriksaan
MR* dida!atkan in'ar+t +erebri akut daerah ganglion kiri, thalamus kiri dan lobus
tem!oralis kiri bagian medial dan in'ar+t la+unar akut daerah g#rus !arahi!!o+am!al
lobus tem!oralis kanan, sesuai dengan kom!likasi arteritis meningitis TBC. Tidak
tam!ak h#dro+e!halus. Pada thora1 'oto tidak tam!ak kelainan !ada jantung dan
!aru. Pada !erkembangann#a, !asien menjadi lebih baik, de'i+it motorik menjadi
hemi!arese dengan kekuatan :7, di!lo!ia membaik. Pasien kembali ke keluargan#a.
Kesipulan. 9iagnosa !ada kasus adalah meningitis tuberkulosa 4alau!un se+ara
de'initi' tidak ditemukan basil tahan asam !ada !emeriksaan likuor dan tidak ditemukan
in'eksi tuberkulosa !ada !aru&!aru. Pen+egahan meru!akan hal terbaik, !ada setia!
taruna, tenaga !egajar dan !endukung !endidikan hendakn#a dilakukan !emeriksaan
berkala terhada! kemungkinan in'eksi tuberkulosa.

In!rodu"!ion. Meningitis tuber+ulosis (TB is an in'lammation o' the lining o' the brain,
is one o' the +om!li+ations o' !rimar# TB. The !rimar# 'o+us is usuall# else4here and
4as mostl# 'ound in the lung. This is a disease 4ith high morbidit# and mortalit#, and
also ha%e !oor !rognosis. TB meningitis in+iden+e %aries de!ending on the le%el o'
so+io&e+onomi+, !ubli+ health, age, nutritional status and geneti+ 'a+tors, all o' 4hi+h
determine immune res!onse o' a !erson. Air "or+e A+adem# is an institution that
edu+ates and trains a +i%ilian to be a troo! o' the *ndonesian )ational Arm# air 'or+e. *n
doing so, the# must go through a %ariet# o' medi+al tests are +om!lete in+luding the
e1amination o' the !ossibilit# o' tuber+ulosis in'e+tion.
Purpose. This +ase !resentation aims to des+ribe a +ase o' tuber+ulosis meningitis in
an air 'or+e a+adem# +adet 4hi+h has led to a dis+ontinuation o' his militar# training.
#ase repor!. A ,-&#ear&old Midshi!man Sergeant Major 4ith the rank o' Midshi!man
4as brought to .asan Sadikin .os!ital Bandung 4ith heada+he as the main +om!laint.
This +om!laint 4as a++om!anied b# 'e%er, !aresis o' le't e#elid +ould not be li'ted, and
double %ision. )o %omiting and seizures. There 4as /.0 kg 4eight loss and night
s4eats. The !atient remained +ons+ious, but there 4ere signs o' neurologi+al de'i+its
that +onsisted o' meningeal irritation, right hemi!legia, +ranial ner%e !als# (le't ***, *2, 2**
and 3** ner%es. )o histor# o' TB disease or +onta+t. 9iagnosis o' grade ** TB meningitis
and metaboli+ en+e!halo!ath# 4as made. =umbar !un+ture e1amination sho4ed
1antho+hromi+ +erebros!inal 'luid 4ith number o' +ells -56. )onne and Pand# 4ere (7,
glu+ose and !rotein le%el 4ere ,6 mg8 and ,-6 mg8, res!e+ti%el#. )o ba+terial gro4th
in +ulture o' the CS", nor the !resen+e o' a+id resistant ba+illi and Cr#!to+o++us.
>1amination o' .BsAg, Anti&.C2 and .*2 sho4ed negati%e result. C9: +ell +ount 4as
,6; +ells < ul. MR* e1amination sho4ed an a+ute brain in'ar+tion on le't ganglion area,
le't thalamus and le't medial tem!oral lobe along 4ith a+ute la+unar in'ar+tion in
!arahi!!o+am!al g#rus right tem!oral lobe area, in kee!ing 4ith the sites o' arteritis,
one o' the main +om!li+ation o' TB meningitis. )o sign o' h#dro+e!halus. Chest !hoto
sho4ed no heart and lung abnormalities. A'ter hos!italization, the !atient got better, the
motor 4eakness im!ro%ed to hemi!aresis (strength :7, di!lo!ia im!ro%ed. The !atient
4as then returned to his 'amil#.
#on"lusion. The diagnosis o' tuber+ulous meningitis 4as made, although no de'initi%e
+ausati%e agent 4as 'ound, and there 4as no e%iden+e o' lung tuber+ulosis in'e+tion..
Pre%ention is the best thing. All +adets, sta'' and su!!orters should +arr# out !eriodi+
+he+ks on the !ossibilit# o' tuber+ulosis in'e+tion.