Anda di halaman 1dari 19

25

PERCOBAAN II
HALOGEN

I. TUJUAN
Pada akhir percobaan praktikan diharapkan dapat:
1. Membandingkan unsur sifat dan reaksi unsur halogen
2. Mempelajari beberapa cara pembuatan halogen

II. LANDASAN TEORI
Halogen memiliki arti pembentuk garam, di alam unsur-unsur ini banyak
ditemukan dalam bentuk garam. Unsur-unsur halogen semuanya berwarna, pada suhu
kamar mempunyai wujud yang berbeda-beda. Dengan tujuh elektron pada kulit
terluar, menyebabkan halogen sangat reaktif sehingga di alam selalu ada dalam
bentuk persenyawaan.

S. Hamdani.2014.Diakses Pada 7 April 2014

Semua halogen terdapat sebagai molekul diatom, yaitu F
2
, Cl
2
, Br
2
, dan I
1.
Florin dan klorin berwujud gas, flouorin berwarna kuning pucat, dan klorin berwarna
kuning kehijaun. Bromin mudah menguap, cairannya berwarna cokelat kemerahan.
Iodin merupakan padatan hitam mengkilap uap ungu.
Beberapa sifat unsur utama golongan VII A


Fluorida F 1s
2
2s
2
2p
5
2 7
Klorida Cl 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
5
2 8 7
Bromida Br 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
10
4p
5
2 8 18 7
Iodida I 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
10
4p
6
5s
2
4d
10
5p
5
2 8 18 18 7
26

Sifat F Cl Br I At
Titik Leleh, -220 -101 -7 114 -
Titik didih, -188 -35 -59 184 -
Kerapatan. g/cm
3
0,0017 0,0032 3,12 4,93 -
Kelektronegatifan 4,0 3,0 2,8 2,5 2,2
Afinitas electron, kj/mol -328 -349 -325 -295 -270
Jari jari atom, 1,19 1,67 1,82 2,06 -
Jari jari kovalen. 0,64 0,99 1,14 1,33 1,48
Kenaikan titik didih dan titik leleh dari F
2
ke I
2
dijelaskan oleh adanya gaya London
anatar molekul yang meningkat akibat naiknya ukuran molekul halogen.
Semua unsur halogen merupakan zat pengoksidasi atau oksidator. Kekuatan
oksidator menurun dari F
2
ke I
2
. Hal ini dapat dilihat dari nilai DGL reaksi antara
halogen dengan air. Oleh karena itu, fluorin bereaksi dengan air secara dahsyat.
Halogen bereaksi langsung dengan hamper semua unsur unsur lain. Halogen
bereaksi dengan sesamanya membentuk antarhalogen, suatu senyawa biner dari
rumpun yang sama seperti CIF, BrF, IBr, CIF
3
, CIF
5
, IF
7
.
Yayan Sunarya.2012.Hal:430
Fluor terdapat secara meluas, misalnya sebagai fluorspar, CaF
2
, kryolit,
Na
3
AlF
6
, dan fluorapatit, 3Ca(PO
4
)2Ca(F, Cl)
2
. Ia lebih melimpah daripada klor.
Fluor semula diisolasi oleh Moisson dalam tahun 1886, gas yang kehijauan diperoleh
melalui elektrolisis lelehan fluoride. Fluor paling reaktif secara kimia dari sekalian
unsur, dan segera bergabung pada suhu biasa atau suhu tinggi dengan semua unsur
selain O
2
, He, Ne, dan Kr, seringjkali dengan sangat kuat.
Klor terdapat sebagai NaCl, KCl, MgCl
2
dan sebagainya dalam air laut, danau
bergaram, dan sebagai deposit yang berasal dari penguapan prasejarah danau
bergaram. Klor diperoleh melalui elektrolisis air laut dengan menggunakan anoda air
raksa dimana natrium melarut :

Na
+
+ = Na
27

Cl
-
=

Cl
2
+
Klor adalah gas yang kehijaun. Ia melarut sedang dalam air, sambil bereaksi.
Brom terdapat sebagai bromide, dalam jumlah yang jauh lebih kecil bersama
klorida. Brom diperoleh dari air laut melalui reaksi :
2Br
-
+ Cl
2
ph~ 3,5
2Cl
-
+ Br
2
Brom adalah cairan kental, mudah bergerak, berwarna merah tua pada suhu kamar. Ia
melarut sedang dalam air, dan dapat bercampur pelarut non polar seperti CS
2
dan
CCl
4
.
Iod terdapat sebagai ioda dalam air laut, dan sebagi iodat dalam garam Chili
(guano). Bebagai bentuk kehidupan laut mengkonsentrasikan iod. Produksi I
2

menyangkut baik mengoksidasi I
-
ataupun mereduksi iodat menjadi I
-
diikuti oleh
oksidasi. MnO
2
dalam larutan asam biasanya digunakan sebagai pengoksidasi. Iod
adalah padatan hitam dengan sedikit kilap logam. Pada tekanan atmosfer ia
menyublim tanpa meleleh. Ia segera melarut dalam pelarut nonpolar seperti CS
2
dan
CCl
4
. Iod membentuk kompleks biru dengan pasti, dimana atom iod terarah dalam
saluran saluran ada polisakarida amylose.
F. Albert Cotton.1989. Hal: 373
Dari segi komersial, iod kurang penting dibanding klor dan brom, sekalipun
senyawanya dapat diterapkan sebagai katalis, dalam bidang medis dan dalam
pembuatan emulsi fotografi (sebagai AgI). Iod dan senyawanya juga penting dalam
laboratorium kimia analitik.

Ralph H Petrucci.1987.Hal:53

28

III. PROSEDUR PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
Adapun peralatan yang dipergunakan pada percobaan ini antaralain:
- Tabung reaksi
- Pembakar Bunsen
- Beker gelas 100 ml
- Kaca arloji
- Spatula

3.1.2 Bahan
- Mangan(IV) oksida
- Brom
- Kertas indicator
- Air brom
- Karcon tetra klorida
- Kalium permanganate
- I
2

- Klor (sumber klor)
- HCl pekat

3.2 Skema Kerja
3.2.1 Pembuatan Halogen
Pembuatan halogen didasarkan atas oksidasi ion halide
2 X X
2
+ 2e
Reaksi antara mangan (IV) oksida atau kalium dengan asam klorida, asam
bromide, atau asam yodida.



29



Dipanaskan dengan sesendok
KMnO
2

Diteteskan beberapa tetes pada
setengah sendok KMnO
4




3.2.2 Sifat Fisik Halogen
Dibuat suatu table untuk membandingkan, warna wujud pada suhu kamar, titik
leleh, dan titik didih dari flour, klor, brom, dan yod.

3.2.3 Sifat Kimia Halogen
3.2.3.1 Reaksi halogen dengan air



Dilakukan dalam kamar asam
Dialirkan kedalam 5 ml air beberapa
detik
Diuji pH larutan dengan kertas
indicator




Asam Klorida Pekat 1 ml
Hasil
Gas Klor
Hasil Pengamatan
30



Ditambahkan 1 tetes brom sehingga
brom larut
Dibandingkan halogen yang mudah
larut dalam air.



3.2.3.2 Kelarutan halogen dalam karbon tetraklorida


Dikocok dengan 1 ml karbon tetra
klorida




Dikocok dengan 1 ml karbon
tetraklorida



Dikocok dengan 1 ml CCl
4

Air
Hasil
Air Klor 3 ml
Hasil
Air Brom 3 ml
Hasil
Kristal kecil Yod
Hasil
31

3.2.4 Pembuatan Senyawa Halogen
3.2.4.1 Pembuatan Kaporit dan Kalium Khlorat
3.2.4.1.1 Pembuatan Kaporit [Ca(CIO)
2
]


Digerus dan dilarutkan dengan 10 ml
air hingga membentuk bubur
Dialirkan gas klor samapai jenuh
Dikisatkan hingga semua airnya
menguap, maka akan diperoleh zat
padat putih Ca(OCl)
2


3.2.4.1.2 Pembuatan Kalium Khlorat


Dilarutkan ke dalam 125 ml aquades
di dalam gelas piala
Dididihkan di atas spritus
Dialirkan gas klor yang baru dibuat
pada saat larutan mendidih
Diuji larutan dengan kertas lakmus
merah, jika tak bersifat basa lagi
hentikan pengaliran gas klor
Didinginkan campuran yang terbentuk
Disaring Kristal Kristal yang
terbentuk


CaO 5 gram
Hasil
KOH 5 gram
Hasil
32

3.2.4.1.3 Pembuatan Asam Bromida (HBr)


Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
pertama
Ditambahkan 0,5 ml larutan asam
posfat
Dipanaskan


Diisikan kedalam tabung kedua
Dialirkan gas yang terbentuk dari
tabung pertama
Diamati perubahan yang terjadi











KBr 5 gr
Larutan perak nitrat 2 ml
Hasil
33

IV. Hasil dan Pembahasan
4.1 Data Pengamatan
No Perlakuan Hasil
1 Pembuatan Halogen
1 ml HCl pekat
panas + KMnO
2





HCl pekat +
KMnO
4


- Berwarna coklat tua dan hampir mendekati
hitam
- Mengeluarkan gas
- Terdapat uap air didinding erlenmeyer
- Berbau menyengat
4HCl
(l)
+ MnO2
(s)
MnCl
2(s)
+ Cl
2(g)
+ 2H
2
O
(aq)


- Tamapak mendidih
- Terdapat gelembung
- Keluar asap
- Berbau

2KMnO
4
+ 16HCl 2KCl +2MnCl
2
+ 8H
2
O +5Cl
2


2 Sifat Kimia Halogen
Kelarutan Halogen
dalam CCl
4





- Ketika dikocok, larutan menjadi keruh dan
terdapat gelembung seperti gel
- Pada saat didiamkan terdapat 2 lapisan, tidak
homogen
- Kelarutan Cl dalam CCl
4
kecil

3 Pembuatan senyawa
halogen
Pembuatan KBr
0,5gr KBr + 0,5ml
H
3
PO4 dipanaskan

Tidak ada perubahan yang dapat diamati karena
uap dari pemanasan KBr + H
3
PO
4
tidak berpindah
selama proses pemanasan

34

























dan uapnya dialirkan
ke 2ml AgNO
3


3KBr + H
3
PO
4


3HBr + K
3
PO
4


3HBr + 3AgNO
3


3AgBr + 3HNO
3


35

4.2 Pembahasan
Halogen memiliki arti pembentuk garam, di alam unsur-unsur ini banyak
ditemukan dalam bentuk garam. Unsur-unsur halogen semuanya berwarna, pada suhu
kamar mempunyai wujud yang berbeda-beda. Dengan tujuh elektron pada kulit
terluar, menyebabkan halogen sangat reaktif sehingga di alam selalu dalam bentuk
persenyawaan.
Semua unsur halogen merupakan zat pengoksidasi atau oksidator. Kekuatan
oksidator menurun dari F
2
ke I
2
. Hal ini dapat dilihat dari nilai DGL reaksi antara
halogen dengan air. Oleh karena itu, fluorin bereaksi dengan air secara dahsyat.
Halogen bereaksi langsung dengan hampir semua unsur unsur lain
4.2.1 Pembuatan Halogen
Untuk pembuatan halogen yang pertama dilakukan dengan mereaksikan
asam klorida pekat dengan KMnO
2,
reaksi yang ditunjukan pada percobaan ini pada
saat dilakukan pemanasan terbentuk warna coklat pekat yang hampir mendekati
hitam dan terbentuk gelembung gelembung gas. Adanya gelembung gas dan
terbentuk bau yang khas menunjukan adanya gas klor. Proses pemanasan larutan pada
percobaan ini bertujuan untuk mengoksidasi HCl pekat, dengan reaksi yang terjadi
yaitu
4HCl
(l)
+ MnO2
(s)
MnCl
2(s)
+ Cl
2(g)
+ 2H
2
O
(aq)

Selain untuk mengoksidasi HCl, pemanasan juga bertujuan untuk mempercepat reaksi
pada percobaan ini.
Untuk pembuatan halogen yang kedua yaitu dengan cara mereaksikan asam
klorida pekat dengan KMnO
4
menghasilkan reaksi berupa terbentuknya gelembung
gelembung gas, larutan tamapk sepeti air yang mendidih dan juga tercium bau yang
menyengat, sama halnya merekasikan asam klorida pekat dengan KMnO
2
adanya
gelembung gas menunjukan terbentuknya gas klor yang dapat dilihat dari persamaan
reaksi yang terjadi yakni
2KMnO
4
+ 16HCl 2KCl +2MnCl
2
+ 8H
2
O +5Cl
2
36

Dari percobaan ini KMnO
4
mengoksidasi asam klorida lebih cepat yang
ditunjukan dengan terbentuknya gelembung gas yang cepat dari pada ketika KMnO
2

mengoksidasi asam klorida karena KMnO
4
merupakan oksidator kuat sehingga pada
percobaan pembuatan halogen dengan pereaksi KMnO
4
tidak butuh pemanasan
terlebih dahulu.
Semua unsur halogen merupakan zat pengoksidasi atau oksidator. Kekuatan
oksidator menurun dari F
2
ke I
2
. Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat
karena kecenderungannya mudah mengikat elektron atau mudah tereduksi.
Data potensial reduksi:
F
2
+ 2e
-
2F
-
E
o
= +2,87 Volt
Cl
2
+ 2e
-
2Cl
-
E
o
= +1,36 Volt
Br
2 +
2e
-
2Br
-
E
o
= +1,06 Volt
I
2
+ 2e
-
2I
-
E
o
= +0,54 Volt
Potensial reduksi F
2
paling besar sehingga akan mudah mengalami reduksi dan
disebut oksidator terkuat. Sedangkan terlemah adalah I
2
karena memiliki potensial
reduksi terkecil.
Sifat oksidator: F
2
> Cl
2
> Br
2
> I
2

Sifat reduktor : I
-
> Br
-
> Cl
-
> F
-

Reduktor terkuat akan mudah mengalami oksidasi dan mudah melepas elektron, ion
iodida paling mudah melepas electron sehingga bertindak sebagai reduktor kuat.

4.2.2 Sifat Fisik Halogen
Berikut perbandingan sifat fisik dari unsur unsur halogen yang dapat
dilihat dari warna pada suhu kamar, titik leleh dan titik didih
Sifat Fisis Flour Klor Bromo Iod
No Atom 9 17 35 53
Wujud Gas Gas Cair Padat
Warna Kuning
pucat
Kehijauan
kehijauan
Cokelat
kemerahan
Hitam mengkilap
37

Titik Leleh, -220 -101 -7 114
Titik Didih, -188 -35 -59 184

Kecendrungan yang dapat dilihat dari sifat fisik halogen yaitu dengan
bertambahnya massa atom relative maka titik leleh dan titik didih unsur halogen
bertambah dari flour ke iod. Berikut penjelasannya
a. Wujud halogen
Pada suhu kamar, flourin dan klorin berupa gas, bromin berupa zat cair yang
mudah menguap, sedangkan iodin berupa zat padat yang mudah menyublim.
Pemanasan iodin padat pada tekanan atmosfer tidak membuat unsur itu meleleh,
tetapi langsung menyublim. Hal ini terjadi karena tekanan uap iodin padat pada
suhu kamar lebih besar dari 1 atm.
b. Warna dan aroma
Halogen mempunyai warna dan aroma tertentu. Flourin berwarna kuning muda,
klorin berwarna kuning kehijauan, bromin berwarna coklat kemerahan, iodin
padat berwarna hitam mengkilap, sedangkan uap iodin berwarna ungu. Semua
halogen berbau rangsang dan menusuk, serta bersifat racun.
c. Titik didih dan titik leleh
Kecenderungan titik leleh dan titik didih halogen tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut. Molekul halogen (X2) bersifat nonpolar, dengan demikian gaya
tarik-menarik antarmolekul halogen merupakan gaya dispersi. Sebagaimana
diketahui, gaya dispersi bertambah besar sesuai dengan pertambahan massa
molekul (Mr ). Selain itu juga dikarenakan adanya gaya London antara molekul
yang meningkat akibat naiknya ukuran molekul halogen. Itulah sebabnya
mengapa titik leleh dan titik didih halogen meningkat dari atas ke bawah dalam
tabel periodik unsur.




38

4.2.3 Sifat Kimia Halogen
4.2.3.1 Reaksi halogen dengan air
Percobaan untuk mengetahui reaksi halogen dengan air tidak dilakukan
dikarenakan keterbatasan akan alat dan bahan yang dipergunakan pada percobaan ini,
menurut literature semua halogen larut dalam air. Unsur halogen yang dapat
mengoksidasi air adalah fluorin dan klorin (berlangsung lambat). Flourin bereaksi
dengan air secara dahsyat. Untuk reaksi Cl
2
, Br
2
, dan I
2
, nilai GGl adalah 0,54 V;
0,24 V; dan -0,28 V. Niali GGL menunjukan bahwa klorin dan bromin, bereaksi
dengan air menghasilkan oksigen, sedangkan reaksi kebalikannya terjadi untuk ion
iodide, I
-
yang dioksida oleh oksigen menajdi I
2
. Pada kasus klorin dan bromin, reaksi
berikut lebih cepat dan terjadi lebih siap daripada rekasi hanya untuk membentuk O
2
,
khususnya dalam larutan basa.
Cl
2(g)
+ H
2
O
(l)


HClO
(aq)
+ HCl
(aq)

Br
2(g)
+ H
2
O
(l)


HBrO
(aq)
+ HBr
(aq)
Pelarutan brom dalam air akan menghasilkan larutan kuning muda dan
endapan merah. Sedangkan pelarutan iod akan membentuk larutan kuning tua dan
endapan hitam, tetapi pelarutan iod dalam air membutuhkan waktu yang lebih lama
jika dibandingkan dengan pelarutan brom dalam air. Hal ini menunjukan brom lebih
mudah larut dalam air bila dibandingkan dengan Kristal iod. Sedangkan iod sangat
sukar larut dalam air. Agar iod dapat larut dalam air, maka ditambahkan KI sehingga
terbentuk senyhawa KI
3
yang mudah larut.

4.2.3.2 Kelarutan halogen dalam karbon tetraklorida
Percobaan untuk mengetahui kelarutan halogen dalam CCl
4
dilakukan
dengan mereaksikan air klor dan CCl
4,
hasil percoabaan ini menunjukan ketika
larutan dikocok larutan berubah menajdi keruh dan terdapat gelembung gelembung
seperti gel. Dan ketika larutan didiamkan terbentuk 2 lapisan, dimana lapisan atas
tebal dan lapisan bawah tipis, dengn terbentuknya dua lapisan ini menunjukan bahwa
pada percobaan ini air klor tidak melarut dalam CCl
4
. Tidak melarutnya air klor pada
CCl
4
kemungkinan dapat disebabkan karena kelarutan Cl
2
kecil dalam CCl
4
selain itu
39

dapat disebabkan karena masih adanya unsur air dalam tabung reaksi yang
dipergunakan sehingga memungkinkan air klor yang seharusnya larut dalam CCl
4

malah larut dengan sisa air pada tabung reaksi, dimana dapat diketahui unsur halogen
dapat bereaksi dengan air.

4.2.4 Pembuatan Senyawa Halogen
Pada percobaan pembuatan senyawa halogen, praktikan hanya melakuakn
percobaan pembuatan HBr. Untuk pembuatan HBr sendiri dilakuan dengan
mengalirkan uap yang terbentuk dari pemanasan KBr dan asam posfat pada larutan
perak nitrat . namun pada pembuatan HBr ini tidak ada perubahan yang dapat diamati
karena uap dari pemanasan KBr + H
3
PO
4
tidak berpindah selama proses pemanasan
karena bidang pipa yang diperguanakn terlalu tinggi sehingga uap yang terbentuk
sulit untuk berpindah.
Pada proses pemanasan KBr dan asam posfat seharusnya sudah terbentuk
HBr yng dapat ditunjukan dengan persamaan reaksi berikut
3KBr(
s)
+ H
3
PO
4(aq)


K
3
PO
4(aq)
+ 3HBr
(g)
Dari persamaan diatas dapat diketahui pada proses pemanasan terbentuk
HBr
(g)
yang mana seharusnya mengalir melalui pipa menuju tabung reaksi yang berisi
perak nitrat, yang selanjutnya bereaksi membentuk asam nitrat dan endapan garam
perak bromide dengan persamaan reaksi sebagai berikut
3HBr + 3AgNO
3


3AgBr + 3HNO
3








40

V. Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, praktikan dapat mengambil
kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan yaitu
1. Halogen dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam klorida pekat dengan
KMnO
2
dan KMnO
4
.
Sifat oksidator: F
2
> Cl
2
> Br
2
> I
2

Sifat reduktor : I
-
> Br
-
> Cl
-
> F
-

2. Sifat fisik halogen dapat dilihat dari wujud, warna, titik leleh dan titik didih
unsur halogen. Pada suhu kamar flour berwujud gas, klor berwujud gas, bromo
berwujud cair, dan iodin berwujud padat. Bertambahnya massa atom relative
maka titik leleh dan titik didih unsur halogen bertambah dari flour ke iod
3. Semua halogen larut dalam air, flourin bereaksi dengan air secara dahsyat. Untuk
reaksi Cl
2
, Br
2
, dan I
2
, nilai GGl adalah 0,54 V; 0,24 V; dan -0,28 V. Niali GGL
menunjukan bahwa klorin dan bromin, bereaksi dengan air menghasilkan
oksigen, sedangkan reaksi kebalikannya terjadi untuk ion iodide, I
-
yang dioksida
oleh oksigen menajdi I
2
.
4. Klor dalam karbon tetra klorida kecil sehingga tidak larut dalam karbon tetra
klorida
5. Pembuatan senyawa halogen, salah satunya pembuatan asam bromide, dengan
cara mengalirkan uap dari pemanasan KBr dan asam posfat pasa perak nitrat.
5.2 Saran
Diharapkan semua alat dan bahan untuk melakukan percobaan tersedia
semua sehingga percobaan dapat dilakukan dengan maksimal dan tidak ada
percobaan yang tidak dilakukan.
Untuk para praktikan diharapkan dapat menguasai materi maupun prosedur
kerja dari semua percobaan yang akan dilakukan.


41

VI. Daftar Pustaka
Cotton, F. Albert. 1989.Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI Press
Hamdani, S.2014.Golongan VII A. http://catatankimia.com/catatan/golongan-
viia.html. Diakses pada 7 April 2014.
Petrucci, Ralph H.1987.Kimia Dasar.Jakarta : Erlangga
Sunarya, Yayan.2012. Kimia Dasar 2. Bandung : Yrama Widya






















42

Lampiran
Pertanyaan
1. Pembuatan halogen
a. Jelaskan apa yang terjadi dan tulis persamaan reaksinya!
Jawab:
- Pada Asam klorida dan KMnO
2
yang dipaanskan terbenttuk larutan
berwarna coklat tua dan hampir mendekati hitam, mengeluarkan gas,
terdapat uap air didinding erlenmeyer dan menghasilkan bau menyengat
4HCl
(l)
+ MnO2
(s)
MnCl
2(s)
+ Cl
2(g)
+ 2H
2
O
(aq)

- Pada HCl yang diteteskan pada KMnO
4
larutan tampak mendidih,
terdapat gelembung, keluar asap, dan berbau menyengat
2KMnO
4
+ 16HCl 2KCl +2MnCl
2
+ 8H
2
O +5Cl
2

b. Tulis persamaan reaksi yang terjadi!
Jawab:
4HCl
(l)
+ MnO2
(s)
MnCl
2(s)
+ Cl
2(g)
+ 2H
2
O
(aq)

2KMnO
4
(aq) + 16HCl (aq) 2MnCl
2
(s) + 2KCl + 8H
2
O(aq) + 5Cl
2
(g)
c. Bandingkan reaksi dengan MnO
2
dan KMnO
4
sebagai oksidator dalam
percobaan di atas!
Jawab:
Dari percobaan, asam klorida lebih cepat bereaksi dengan KMnO
4
tanpa
dilakukan pemanasan, dimana ketika dimasukan KMnO
4
kedua larutan ini
langsung bereaksi
d. Tulis ion-ion halida menurut urutan dalam mudahnya dioksidasi!
Jawab:
Ion-ion halida menurut urutan dalam mudahnya dioksidasi:
I
-
> Br
-
> Cl
-
> F
-

43

e. Jelaskan apa sebabnya semua ion halida susah dioksidasi dibandingkan
dengan yang lain?
Jawab:
Ion halida susah dioksidasi karena harga E
REDUKSI
nya besar,sehingga
lebih cendrung mengalami reduksi.

2. Sifat Kimia Halogen
a. Kesimpulan apa yang dapat dtarik dari percobaan diatas?
Kesimpulan yang dapat ditarik yakni unsur halogen dapat bereaksi dengan
air
b. Air dan air klor mengandung klor terlarut dan campuran dua asam yang
terbentuk jika klor direaksikan dengan air, sebutkan nama kedua asam ini.
Tulis persamaan reaksinya
Jawab : asam yang terbentu adalah asam hipoklorit dan asam klorida
Cl
2
+ H
2
O HOCl + HCl

3. Pembuatan senyawa halogen
a. Tuliskan reaksi yang terjadi pada pembuatan HBr
Jawab
3KBr(
s)
+ H
3
PO
4(aq)


K
3
PO
4(aq)
+ 3HBr
(g)
3HBr + 3AgNO
3


3AgBr + 3HNO
3
b. Dapatkah asam posfat diganti dengan asam sulfat pekat? jelaskan!
Jawab :
Tidak, Karena asam sulfatyang panas mengoksidsi Br
-
dan I
-
menjadi
unsur unsurnya. Selain itu asam posfat bukan zat pengoksidasi dan
tidak mudah menguap.