Anda di halaman 1dari 16

119

PERCOBAAN VII
PEMBUATAN KALIUM NITRAT

I. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan yang ingin dicapai praktikan setelah melakukan percobaan
ini yaitu:
1. Memisahkan dua garam berdasarkan kelarutannya pada suhu tertentu
2. Membuat kalium nitrat

II. Landasan Teori
Rekristalisasi adalah pemurnian suatu zat padat dari campuran atau
pengotornya dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan
dalam pelarut yang cocok. Prinsip rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara
zat yang akan dimurnikan dengan kelarutan zat pencampur atau pencemarnya.
Larutan yang terjadi dipisahkan satu sama lain, kemudian larutan zat yang
diinginkan dikristalkan dengan cara menjenuhkannya.
Proses kristalisasi adalah kebalikan dari proses pelarutan. Mula-mula
molekul zat terlarut membentuk agrerat dengan molekul pelarut, lalu terjadi kisi-
kisi diantara molekul zat terlarut yang terus tumbuh membentuk Kristal yang lebih
besar diantara molekul pelarutnya, sambil melepaskan sejumlah energy.
Kristalisasi dari zat akan menghasilkan Kristal yang identik dan teratur bentuknya
sesuai dengan sifat Kristal senyawanya. Dan pembentukan Kristal ini akan
mencapai optimum bila berada dalam kesetimbangan.
Untuk merekristalisasi suatu senyawa kita harus memilih pelarut yang
cocok dengan senyawa tersebut. Setelah senyawa tersebut dilarutkan
kedalam pelarut yang sesuai kemudian dipanaskan sampai semua senyawanya
larut sempurna. Apabila pada temperatur kamar, senyawa tersebut telah larut
sempurna di dalam pelarut, maka tidak perlu lagi dilakukan pemanasan.
Pemanasan hanya dilakukan apabila senyawa tersebut belum atau tidak larut
sempurna pada keadaan suhu kamar. Salah satu faktor penentu keberhasilan
proses kristalisasi dan rekristalisasi adalah pemilihan zat pelarut.
120

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih pelarut yang sesuai
adalah sebagai berikut:
1. Pelarut tidak hanya bereaksi dengan zat yang akan dilarutkan.
2. Pelarut hanya dapat melarutkan zat yang akan dimurnikan dan tidak
melarutkan zat pencemarnya.
3. Titik didh pelarut harus rendah, hal ini akan mempermudah pengeringan
Kristal yang terbentuk.
4. Titik didih harus lebih rendah dari titik leleh zat yang akan dimurnikan agar
zat tersebut tidak terurai.
Metode pengendapan rekristalisasi ini berprinsip pada penambahan ion-
ion sejenis akan memperkecil kelarutan suatu larutan. Pertama-tama filtrat garam
dari perlakuan awal dijenuhkan dengan gas HCl sampai sebagian terbentuk
endapan. Gas HCl dibuat dengan mereaksikan NaCl dengan asam sulfat pekat.
Reaksi yang terjadi :
2 NaCl
(s)
+ H
2
SO
4(aq)
2 HCl
(g)
+ Na
2
SO
4(aq)

Reaksi ini merupakan reaksi eksoterm yang ditandai dengan timbulnya
panas pada tabung reaksi. Gas HCl disalurkan ke dalam larutan II dengan pipa
bengkok sehingga gas HCl masuk ke dalam larutan untuk mengkondisikan larutan
garam NaCl menjadi lewat jenuh sehingga terbentuk endapan NaCl yang lebih
murni.
Reaksinya :
NaCl(s) Na
+
+ Cl
-

Penambahan ion Cl
-
akan mengakibatkan kesetimbangan bergeser ke kiri
atau kearah NaCl hingga terbentuk endapan. Gas HCl dapat mengendapkan kristal
NaCl karena pengaruh ion sejenis Cl
-
. Adanya ion sejenis yaitu Cl
-
akan
menambah konsentrasi ion Cl
-
dalam larutan NaCl hingga Ksp terlampaui dan
NaCl akan mengendap, akan tetapi pengotor pengotor lain tidak terendapkan
karena nilai Ksp dari pengotor pengotor lain lebih besar dibanding dengan hasil
kali ion - ionnya. Penambahan gelembung gas akan dihentikan apabila kristal
sudah tidak terbentuk lagi.hasil dari percobaan ini terbentuk 0,1 gram kristal NaCl
yang sangat bening.

121

Kelebihan dari metode pengendapan
Kristal yang terbentuk lebih cepat dan lebih murni dari pada menggunakan
metode penguapan karena pada metode pengendapan dihasilkan kristal NaCl
tanpa zat pengotor.
Kelemahan dari metode Pengendapan
Rendemen yang dihasilkan lebih kecil daripada rendemen metode penguapan,
karena pada metode pengendapan NaCl yang terbentuk tidak mengandung
pengotor - pengotornya, sedangkan pada metode penguapan NaCl yang terbentuk
masih terdapat pengotor - pengotornya
(Svehla, 1985)
Pengaruh kenaikan suhu pada kelarutan zat berbeda satu dengan yang lain.
Perbedaan itu dapat dipakai untuk memisahkan campuran dua zat atau lebih
dengan cara rekristalisasi bertingkat,contohnya memisahakan KNO
3
dengan
NaCl. Dari percobaan terlihat kelarutan KNO
3
sangat terpengaruh oleh kenaikan
suhu sedangkan NaCl tidak terpengaruh oleh suhu. Jika campuran ini dimasukkan
dalam air panas maka kelarutan KNO
3
lebih besar daripada natriumklorida
sehingga natrium klorida lebih banyak mengkristal pada suhu tinggi dalam
keadaan panas.
(Syukri,1999)
Melalui metode pengendapan, kristal yang dihasilkanakan lebih murni
dibandingkan dengan kristal yang dihasilkan melalui penguapan. Hal ini
disebabkan karenakristal melalui pengendapan tidak terkontaminasi oleh zat-zat
pengotor (seperti Ba
2+
, Ca
2+
, Mg
2+
) pada endapan tersebut, karena pengotor
pengotor tersebut tidakterendapkan atau masih dalam bentuk ion ionnya. Sehingga
kristal yang dihasilkan berwarna lebih putih dan kristalnya mengkilap.
(Khopkar,1990)
Kecepatan terbentuknya kristal melalui pengendapanlebih cepat
dibandingkan melalui penguapan. Hal inidisebabkan karena faktor-faktor yang
mempengaruhikecepatan kristal, antara lain:
a) Derajat Lewat Jenuh
Makin tinggi derajat lewat jenuh, maka makin besarkemungkinan untuk
membentuk inti baru. Sehingga makin cepat untuk membentuk kristal.
122

b) Jumlah Inti yang Ada atau Luas Permukaan Total
Jika kecepatan pembentukan kristal tinggi, maka jumlahinti yang dihasilkan
ke dalam bentuk kristal akan semakinbanyak. Semakin luas permukaan total
kristal, makasemakin banyak larutan yang ditempatkan pada kisi kristal.
c) Pergerakan antara Larutan dan Kristal Transportasi
Molekul atau ion dalam larutan dalam larutan ke permukaan kristal dengan
cara difusi dapat berlangsung semakin cepat jikaderajat lewat jenuh dalam
larutan akan semakin besar.
d) Banyaknya Pengotor
Adanya pengotor akan memperlambat kecepatan untuk membentuk kristal.
Pada metode penguapan, pembentukan kristal lebih lama dibanding dengan
metode pegendapan.
(Handojo,1995)















123

III. Prosedur Kerja
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
1. Gelas kimia 400 mL
2. Corong
3. Gelas kimia 600 mL
4. Cawan penguap
5. Spatula
6. Kaca arloji
3.1.2 Bahan
1. Kalium klorida
2. Natrium nitrat
3. Akuades

3.2 Skema Kerja



Dilarutkan dalam 250 mL air panas
Dicampur ke dua larutan



Diuapkan larutan sampai volume
menjadi 200 mL
Disaring selagi larutan panas
Diuapkan kembali hingga volume
larutan 100 mL
Didinginkan larutan maka akan
terbentuk kristal kalium nitrat


Dimurnikan dengan cara
mengkristalkan sehingga bebas dari
ion klorida
Ditimbang kristal yang terbentuk
Dihitung rendemennya



75 gr KCl dan 85 gr NaNO
3
Larutan KCl dan NaNO
3

Kristal Kalium Nitrat
HASIL
124

IV. Hasil dan Pembahasan
4.1 Hasil
No. Variabel yang diamati Hasil Pengamatan
1. Menimbang kertas saring
Menimbang KCl
Menimbang NaNO
3

Massa kertas = 1,1 g
Massa KCl = 14,91 g
Massa NaNO
3
= 17 g

2. 14,91 g KCl + 50 mL air
panas

Larutan bening (Larutan
I)
3. 17 NaNO
3
+ 50 mL air
panas

Larutan bening (Larutan
II)
4. Mencampur larutan I dan
II

Larutan bening
5. Menguapkan larutan
sampai volume tersisa 40
ml mL

Larutan keruh
Terdapat endapan
6. Menyaring larutan

Filtrat berupa larutan
bening
7. Menguapkan larutan
menjadi 10 mL kemudian
mendiamkan hingga
terbentuk kristal

Kristal KNO
3

8. Mengeringkan dan
menimbang kristal KNO
3

Massa KNO
3
= 30,99 g


125

4.2 Pembahasan
Kalium nitrat ialah suatu senyawa kimia anorganik dengan rumus KNO
3
.
Senyawa ini adalah gar2 KNO
3
2 KNO
2
+ O
2

Kalium nitrat dapat larut sedang dalam air, tetapi k am ion dari ion kalium,
K
+
dan ion nitrat, NO
3

. Garam ion ini terjadi sebagai mineral niter dan


merupakan sumber nitrogen zat padat alami. Kalium nitrat, salah satu dari
beberapa senyawa yang mengandung nitrogen yang secara kolektif mengacu pada
saltpeter atau saltpetre. Penggunaan utama kalium nitrat adalah sebagai pupuk,
pendorong roket dan bunga api. Senyawa salah satu konstituen utama sendawa
(blackpowder) dan telah digunakan sejak Abad Pertengahan sebagai pengawet
makanan. Kalium nitrat juga merupakan salah satu bahan utama untuk peledak.
Kalium nitrat memiliki struktur kristal ortorombik pada suhu kamar, yang
mentransformasikan menjadi sistem trigonal pada suhu 129 C. Pada pemanasan
sampai suhu antara 550 dan 790 C di bawah tekanan atmosfer oksigen, ia
melepaskan oksigen dan mencapai suatu kesetimbangan yang bergantung suhu
dengan kalium nitrat.
Kelarutannya meningkat dengan suhu. Larutan encer hampir netral,
menunjukkan pH 6,2 pada 14 C untuk larutan 10% bubuk komersial. Hal ini
tidak terlalu higroskopis, menyerap sekitar 0,03% air dalam 80% kelembaban
relatif lebih dari 50 hari. KNO
3
tidak larut dalam alkohol dan tidak beracun;
KNO
3
dapat bereaksi eksplosif dengan bahan pereduksi, tetapi tidak meledak
sendiri.
Percobaan kali ini praktikan membuat kalium nitrat dengan mereaksikan
14,91 gram KCl dalam 50 mL air panas dengan 17 gram NaNO
3
dalam 50 mL air
panas. Tahap pertama yaitu melarutkan KCl dan NaNO
3
dalam air panas. Karena
pada umumnya suatu zat akan lebih cepat melarut dalam pelarut yang bersuhu
tinggi. Proses ini menghasilkan larutan bening. Reaksi yang terjadi selama proses
pelarutan KCl dan NaNO
3
dengan air :
KCl (s) + H
2
O (l) KOH (aq) + HCl (aq)
NaNO
3
(s)

+ H
2
O (l) NaOH (aq) + HNO
3
(aq)
126

Setelah proses pelarutan, dilanjutkan dengan mencampurakn kedua larutan
ini kemudian mengupkan campuran ini sampai volume larutan menjadi 40 mL.
Tujuan dilakukan penguapan adalah untuk mengurangi jumlah kandungan pelarut
sehingga larutan menjadi jenuh. Campuran antara kedua larutan menghasilkan
KNO3 dan NaCl dengan reaksi sebagai berikut:
KCl (aq) + NaNO3 (aq) NaCl (s) + KNO3(aq)
Dalam keadaan masih panas, larutan ini kemudian disaring dan diuapkan
kembali hingga volume larutan menjadi 10 mL. Ketika proses penguapan kedua
ini didalam larutan terdapat endapan di dasar gelas. Berdasarkan reaksi dapat
dilihat bahwa NaCl mengendap terlebih dahulu. Jadi dapat dikatakan bahwa
endapan yang terbentuk adalah NaCl. Terbentuknya endapan NaCl ini
menunjukkan bahwa Ksp NaCl telah lewat jenuh. Hal ini juga menunjukkan
bahwa nilai Ksp NaCl lebih kecil dibandingkan Ksp KNO3.
Setelah volume larutan menjadi 10 mL, larutan ini kemudian
didiamkan bertujuan agar kristal KNO
3
terbentuk. Kristal KNO3 pada suhu
rendah dan pemurnian zat berdasarkan rekristalisasi. Rekristalisasi adalah
pemurnian suatu zat padat dari campuran atau pengotornya dengan cara
mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut yang cocok.
Prinsip rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara zat yang akan dimurnikan
dengan kelarutan zat pencampur atau pencemarnya. Larutan yang terjadi
dipisahkan satu sama lain, kemudian larutan zat yang diinginkan dikristalkan
dengan cara menjenuhkannya.
Proses kristalisasi adalah kebalikan dari proses pelarutan. Mula-mula
molekul zat terlarut membentuk agrerat dengan molekul pelarut, lalu terjadi kisi-
kisi diantara molekul zat terlarut yang terus tumbuh membentuk kristal yang lebih
besar diantara molekul pelarutnya, sambil melepaskan sejumlah energy.
Kristalisasi dari zat akan menghasilkan kristal yang identik dan teratur bentuknya
sesuai dengan sifat Kristal senyawanya. Dan pembentukan kristal ini akan
mencapai optimum bila berada dalam kesetimbangan.
Kristal yang terbentuk kemudian disaring dengan menggunakan corong
buchner, dan diperoleh kristal KNO
3
sebesar 30,99 gram atau dan rendemannya
127

sebesar 153,41 gr. Kristal yang terbentuk seperti jarum. Setelah dilakukan
perhitungan secara teoritis seperti yang telah dilampirkan seharusnya massa KNO
3

yang diperoleh sebesar 20,2 gr, dapat dilihat perbedaan sebesar 10 gram.
Besarnya KNO
3
yang diperoleh dalam percobaan ini dapat dikarenakan kristal
KNO
3
yang diperoleh tidak murni atau dengan kata lain sudah tercampur dengan
zat lain. Kemungkinan dalam hal ini adalah NaCl. Pada saat prses penguapan
kedua untuk memperoleh larutan sebanyak 10 mL, didalam larutan terdapat
endapan, dimana endapan ini kemungkinan merupakan NaCl yang telah
terjenuhkan, dimana sesuai dengan persamaan reaksi yang terjadi pada proses ini
yaitu :
KCl (aq) + NaNO
3
(aq) NaCl (s)

+ KNO
3
(aq)
Setelah diperoleh volume larutan 10 mL seharusnya praktikan menyaring
endapan yang terbentuk dan filtratnya yang didinginkan untuk memperoleh kristal
KNO
3
. Pada proses ini praktikan tidak menyaring endapan yang terbentuk
melainkan langsung mendinginkan larutan, karena pada saat terbentuk endapan,
praktikan mengira endapan yang terbentuk itu merupakan kristal KNO
3
. Sehingga
kristal yang terbentuk semakin banyak dan persentase rendeman yang diperoleh
juga semakin besar serta KNO
3
yang didapat tidak murni lagi.








128

V. Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
1. Prinsip pembuatan kalium nitrat yang dilakukan praktikan adalah
rekristalisasi, dimana prinsip rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan
antara zat yang akan dimurnikan dengan kelarutan zat pencampur atau
pencemarnya. Larutan yang terjadi dipisahkan satu sama lain, kemudian
larutan zat yang diinginkan dikristalkan dengan cara menjenuhkannya.
2. Dari hasil percobaan diperoleh KNO3 sebesar 30,99 g dengan persentase
rendemen sebesar 153,41%
3. Reaksi yang terjadi:
KCl (aq) + NaNO3 (aq) NaCl (s) + KNO3(aq)
5.2 Saran
Setelah dilakukan percobaan ini, disarankan dan diharapkan selama
melakukan percobaan ini ataupun percobaan lainnya praktikan didampingi oleh
asisten laboratorium sehingga kesalahan dalam proses percobaan serta hasil yang
diperoleh dapat diminimalisir dan juga praktikan sendiri dapat mengerti serta
paham dengan percobaan yang dilakukan









129

VI. Daftar Pustaka
Handojo, Lienda Dr. Ir. 1995. Teknologi Kimia. Jakarta: PT Pradya Paramita
Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI Press
Svehla. 1985. Buku Ajar Vogel: Analisis Anorganik Kuantitatif Makro dan
Semimikro. Jakarta : PT. Kalman Media Pustaka
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 1. Bandung : ITB





















130

PERTANYAAN

1. Berat KNO
3
yang diperoleh
Jawab:
Dari percobaan yang dilakukan diperoleh KNO
3
sebanyak 30,99 gr
2. Rendeman yang diperoleh
Jawab :
KCl
(aq)
+ NaNO
3(aq)
NaCl
(s)
+ KNO
3(aq)

m: 0,2 0,2 - -
r: 0,2 0,2 0,2 0,2
s: - - 0,2 0,2

mol KNO
3
= 0,2 mol
massa KNO
3
= 0,2 mol x 101 g/mol
= 20,2 g

Rendemen KNO
3

% rendemen=


x 100%
=


x 100%
= 153,41%
3. Hitung kalium nitrat yang melarut dalam 50
Jawab :






Dari kurva
pad suhu
131

50C KNO
3
menunjukkan 130 g KNO
3
dalam 100 g air.
mol KNO
3
=


= 1,28 mol
mol air =


= 5,556 mol
mol total = mol KNO
3
+ mol air
= 1,28 mol + 5,556 mol
= 6,836 mol
X
KNO3
=


=


= 0,18

Jadi pada suhu 50C fraksi mol KNO
3
adalah 0,18. Mol air adalah 100.000/
18 g/mol = 5,56 mol.
X
air
= 1 X
KNO3

= 1 0,18
= 0,82

0,82 =



4,55592 mol + 0,82 mol KNO
3
= 5,556 mol
mol KNO
3
=



mol KNO
3
= 1,22 mol

berat KNO
3
= mol KNO
3
x Mr KNO
3

= 1,22 mol x 101 g/mol
= 123,22g
= 0,12322 kg
Jadi, berat KNO
3
yang melarut dalam 100l/1 kg air pada suhu 50C adalah
0,12322 kg.
4. Apa yang terjadi jika 50 g kalium nitrat, 100 g air didinginkan dari 40
menjadi 20.
Jawab:
Dari kurva pada suhu 40C KNO
3
menunjukkan 90 g KNO
3
dalam 100 g
air. Maka :
132

mol KNO
3
=


= 0,89 mol
mol air =


= 5,556 mol
mol total = mol KNO
3
+ mol air
= 0,89 mol + 5,556 mol
= 6,446 mol
X
KNO3
=


=


= 0,13
X
air
= 1- 0,1109
= 0,8891
X
air
=



0,8891 =



4,94 mol + 0,8891 mol KNO
3
= 5,556 mol
mol KNO
3
=



mol KNO
3
= 0,75 mol

berat KNO
3
= mol KNO
3
x Mr KNO
3

= 0,75 mol x 101 g/mol
= 75,75g
= 0,07575 kg

Pada suhu 20C KNO
3
menunjukkan 50 g KNO
3
dalam 100 g air. Maka :
mol KNO
3
=


= 0,49 mol
mol air =


= 5,556 mol
mol total = mol KNO
3
+ mol air
= 0,49 mol + 5,556 mol
= 6,046 mol
X
KNO3
=


=


= 0,08
X
air
= 1- 0,08
133

= 0,92
X
air
=



0,92 =



5,11 mol + 0,92 mol KNO
3
= 5,556 mol
mol KNO
3
=



mol KNO
3
= 0,485 mol
berat KNO
3
= 0,485 mol x 101 g/mol
= 48,985 g
= 0,048985 kg
Pada soal disebutkan bahwa hanya 50 gram KNO
3
yang dilarutkan dalam 100
gram air pada suhu 40C, sedangkan pada suhu ini kelarutan KNO
3
adalah
75,75 g/100 g air, berarti semua massa KNO
3
melarut (50 gram KNO
3

semuanya larut). Sedangkan pada suhu 20C (setelah didinginkan)
kelarutannya 48,985 g/100 g air. Sisanya yaitu 50 g 48,985 g= 1,015 g
KNO
3
yang akan mengendap membentuk KNO
3
(kristal).
5. Jelaskan faktor faktor apa saja yang menyebabkan perbedaan kelarutan dari
senyawa KNO
3
dan senyawa NaNO
3

Jawab :
- Ksp dari KNO
3
dan NaNO
3

- suhu kelarutan
- luas permukaan zat
6. Berdasarkan hasil percobaan reaksi endoterm atau eksotermkah
pembentukan senyawa KNO
3

jawab :
reaksi pembentukan senyawa KNO
3
adalah rekasi eksoterm, diman terjadi
kenaikan suhu.
7. Usulkanlah cara pembuatan senyawa NaNO
3
berdasarkan pengalaman
dalam pembuatan KNO
3

Jawab:
134

Menurut saya senyawa NaNO
3
dapat dibuat dengan cara merekasikan
NaCl dengn HNO
3
dengan komposisi yang pas, dimana reaksi yang terjadi
yaitu:
NaCl
(s)
+ HNO
3(aq)
NaNO
3(aq)
+ HCl
(aq)