Anda di halaman 1dari 44

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Saat ini isu Back to Nature menjadi populer di negara-negara maju,
walaupun keadaan industri mereka maju pesat namun tetap mengandalkan
bahan-bahan alam sebagai kebutuhan dalam memperjuangkan kesehatan. Hal
ini, membuat masyarakat negara berkembang mengikuti tren negara maju
untuk lebih mengutamakan bahan alam disamping menggunakan obat
modern, khususnya Indonesia, apalagi obat tradisional merupakan warisan
budaya bangsa Indonesia yang telah lama menjadi bagian integrasi dari
lingkungan sosial budaya yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa.
Sudah sejak lama masyarakat Indonesia menggunakan bahan-bahan yang ada
di alam untuk keperluan pengobatan, dan nenek moyang kita
menggunakannya atas dasar pengalamaan (secara empirik) untuk mengatasi
berbagai macam penyakit. Disamping lebih ekonomis, bahan dari alam juga
mempunyai eek samping yang sangat kecil. (!atmawati, "##$).
%enyakit diabetes mellitus saat ini hampir merambah di seluruh dunia,
tidak hanya di negara maju saja yang terserang dengan penyakit ini, akan
tetapi negara berkembang pun sekarang nampaknya sudah mulai memiliki
probilitas terserang penyakit ini, menurut data organisasi kesehatan dunia
(&H'), Indonesia menempati urutan keenam dunia sebagai negara dengan
jumlah penderita D( terbanyak setelah India, )hina, *ni So+iyet, ,epang dan
-rasil. .ercatat pada tahun /001 jumlah penderita D( di Indonesia mencapai
1 juta, %ada tahun "### yang lalu saja, terdapat sekitar 1,2 juta penduduk
1
2
Indonesia yang mengidap diabetes. 3amun, pada tahun "##2 diperkirakan
jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi /4 juta
orang, dimana baru 1# 5 yang sadar mengidapnya dan diantara mereka baru
sekitar 6# 5 yang datang berobat teratur. Sangat disayangkan bahwa banyak
penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang
lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin
disebabkan minimnya inormasi di masyarakat tentang diabetes terutama
gejala 7 gejala yang terjadi. (Soegondo,dkk. "##2).
(elihat kondisi saat ini, angka kematian penderita diabetes mellitus terus
meningkat setiap harinya. *sia penderita diabetes pun makin merentang ke
bawah dengan usia "1 - 41 tahun. Sementara sepuluh tahun lalu pasien
diabetes rata-rata mereka yang berusia 1# tahun ke atas. Salah satu penyebab
dari munculnya penyakit tersebut adalah adanya akumulasi radikal bebas.
8adikal bebas dapat menghancurkan sistem jaringan dan integritas D39
dalam tubuh kita. :ondisi ini menstimulus percepatan proses penuaan,
penghancuran le+er dan menyebabkan penyakit papan atas lainnya seperti
penyakit di jantung dan kencing manis. %engobatan kencing manis yaitu
dengan mensuntikan insulin yang harganya sangat mahal makanya banyak
penderita penyakit ini yang usianya tidak bertahan lama karena
ketidakmampuan untuk berobat ke dokter untuk itu, diperlukan obat alternati
yang secara tepat dapat mengurangi gula darah. *ntuk mengurangi gula darah
salah satu ;at yang dibutuhkan adalah polyenol. (9nonim, "##0).
3
-iji rambutan dipilih karena biji ini mengandung polyenol. %olyenol
banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran serta biji-bijian. 8ata-rata
manusia bisa mengonsumsi polienol dalam seharinya sampai "6 mg. :hasiat
lain dari polienol adalah anti mikroba. 9sam enolik merupakan kelas dari
antioksidan atau senyawa yang menghilangkan radikal bebas, yang dapat
menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan perubahan pada D39 yang
dapat menimbulkan kanker dan penyakit lain. Dalam sebuah penelitian ilmiah
Telaah Fitokimia Biji Rambutan (Nephellium lappaceum <.) menyatakan
bahwa dalam biji rambutan tersebut ternyata mengandung la+onoid dan salah
satu jenis la+onoid adalah senyawa polyenol, kandungan polyenol tinggi
yang berkhasiat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes
mellitus. ((elisa, "##2).
B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat dirumuskan masalah yaitu apakah seduhan serbuk
biji rambutan (Nephelium lappaceum <.) memiliki eek menurunkan kadar
gula darah mencit =
C. Tujuan Penelitian
.ujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui eek seduhan serbuk biji
rambutan dalam menurunkan kadar gula darah mencit.
D. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian yang dilakukan, diharap dapat menambah dan
melengkapi catatan ilmiah tentang pembuktian khasiat biji rambutan
(Nephelium lappaceum <.) untuk menunjang pengembangan dan
4
pemanaatan obat tradisional khususnya dibidang armakologi, sehingga
penggunaannya dapat lebih dipertanggungjawabkan.
5
BAB II
TINAUAN PU!TA"A
A. Uraian Tanaman Ram#utan
$. Perkenalan Ram#utan
8ambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku
Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di 9sia .enggara. :ata
rambutan berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai
rambut. 8ambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti 9rika,
:amboja, :aribia, 9merika .engah, India, Indonesia, (alaysia, !ilipina,
.hailand dan Sri <anka. %8yno, "##0)
%ohon rambutan menyukai suhu tropika hangat yaitu suhu rata-rata
"1>), tinggi pohon rambutan dapat mencapai delapan meter. .umbuhan
rambutan menghasilkan bunga setelah tujuh tahun jika ditanam dari biji.
3amun, pada usia dua tahun sudah dapat berbunga jika diperbanyak secara
+egetati, rambutan biasanya berumah dua, tetapi bersiat androdiocious,
ada tumbuhan jantan dan tumbuhan banci. %embungaan rambutan
dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air. (asa kering tiga bulan
menghentikan pertumbuhan +egetati dan merangsang pembentukan
bunga. Di daerah Sumatra bagian *tara yang tidak mengenal musim
kemarau, rambutan dapat menghasilkan buah dua kali dalam setahun. Di
tempat lain, bunga muncul biasanya setelah kering tiga bulan (di ,awa dan
5
6
:alimantan biasanya pada bulan 'ktober dan 3o+ember). (8asheed,
"##0)
&. "lasifikasi tanaman Ram#utan %8yno, "##0)
8egnum ? %lantae
Di+isio ? (agnoliophyta
:elas ? (agnoliopsida
'rdo ? Sapindales
!amilia ? Sapindaceae
@enus ? 3ephelium
Spesies ? Nephelium lappaceum <.
'. M(rf(l(gi #iji ram#utan %8yno, "##0)
a. 9kar
Struktur morologi akar yaitu batang akar, rambut akar, untuk
memperluas daerah penyerapan air dan mineral, ujung akar, sebagai
daerah meristematik yang sel-selnya selalu akti membelah, kaliptra
atau tudung akar, sebagai pelindung dari ujung akar dari kerusakan
mekanis ketika menembus tanah. Struktur anatomi akar yaitu dari
lapisan luar ke dalam jaringan epidermis, terdiri dari sel selapis, tipis,
rapat, dan mudah dilalui air, jaringan korteks, terdiri dari sel beberapa
lapis, berdinding tipis, berungsi sebagai penyimpan cadangan
makanan, ,aringan endodermis, terdiri dari sel selapis, tebal, sulit
dilalui air (selekti), stele, terdiri dari Aylem dan loem. !ungsi akar
yaitu menyerap air dan garam-garam mineral, memperkokoh tegaknya
7
tanaman alat respirasi penyimpan cadangan makanan dan alat
perkembangbiakan +egetati.
b. %ohon 8ambutan
%ohon hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat suhu rata-rata "1
derajat )elsius, tinggi dapat mencapai $m namun biasanya tajuknya
melebar hingga jari-jari 4m. %ertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh
ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan
bersemi (lushing) menghasilkan cabang dan daun baru. .ahap ini
sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena
didominasi oleh daun muda. %ertumbuhan ini akan berhenti ketika
ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh. 8ambutan
banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan
tumbuh liar. .umbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan
curah hujan tahunan paling sedikit ".### mm. Struktur morologi
pohon rambutan yaitu batang berkayu, umumnya batang keras,
terdapat jaringan kayu, berwarna coklat, terdapat lentisel, ukuran
besar, umurnya relati panjang. Struktur anatomi pohon rambutan
yaitu dari lapisan luar ke dalam jaringan epidermis, terdiri dari selapis
sel, dinding sel menebal, dilindungi oleh kutikula, jaringan korteks,
terdiri dari beberapa lapis sel, berongga-rongga, ber+akuola besar,
berungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, stele, terdiri
dari Aylem dan loem. <etak jaringan pengangkut Aylem dan loem
pada tumbuhan dikotil lebih teratur daripada tumbuhan monokotil.
8
!ungsi batang pohon rambutan yaitu sebagai organ perlintasan air dan
makanan. Bylem sebagai jaringan yang mengangkut air dan garam
mineral, sedangkan loem sebagai jaringan yang mengangkut hasil
otosintesis, sebagai organ pembentuk dan penyangga tubuh
tumbuhan dan sebagai alat perkembangbiakan +egetati.
c. Daun
Daun majemuk menyirip berbentuk bulat telur dengan +ariasi
tergantung umur, posisi pada pohon, dan ras lokal. Daun majemuk
menyirip letaknya berseling, dengan anak daun "-4 pasang. Struktur
morologi daun yaitu daun majemuk menyirip dengan 1 hingga 0 anak
daun, -erbentuk bulat telur, helaian anak daun bulat lonjong, panjang
C,1-"# cm, lebar 6,1-$,1 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata,
pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali
mongering. Struktur anatomi daun yaitu dari lapisan atas ke bawah,
jaringan epidermis atas, terdiri dari sel selapis yang dilindungi oleh
kutikula, jaringan palisade, sel berbentuk seperti tiang, terdapat
banyak kloroplas, jaringan spons, sel berlapis-lapis, terdapat rongga
udara, terdapat sedikit kloroplas, terdapat jaringan pengangkut Aylem
dan loem dan jaringan epidermis bawah, terdiri dari sel selapis,
terdapat stomata yang berungsi sebagai tempat pertukaran udara.
!ungsi daun yaitu sebagai tempat otosintesis, respirasi, transpirasi,
dan sebagai alat perkembangbiakan +egetati.
9
d. %embungaan dan bunga
.umbuhan ini menghasilkan bunga setelah tujuh tahun jika
ditanam dari biji, namun pada usia dua tahun sudah dapat berbunga
jika diperbanyak secara +egetati. 8ambutan biasanya berumah dua,
tetapi bersiat androdioecious, ada tumbuhan jantan dan tumbuhan
banci. .umbuhan jantan tidak pernah bisa menghasilkan buah. -unga
tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya
hijau muda. -unga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam
satu pohon. %embungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau
ketersediaan air. (asa kering tiga bulan menghentikan pertumbuhan
+egetati dan merangsang pembentukan bunga. Di daerah Sumatera
bagian utara, yang tidak mengenal musim kemarau rambutan dapat
menghasilkan buah dua kali dalam setahun. Di tempat lain, bunga
muncul biasanya setelah masa kering 6 bulan (di ,awa dan
:alimantan biasanya pada bulan 'ktober dan 3o+ember). -unga
majemuk, tersusun dalam karangan, dengan ukuran satuan bunga
berdiameter 1mm atau bahkan lebih kecil. -unga jantan tidak
menghasilkan putik. .umbuhan banci yang baru berbunga biasanya
menghasilkan bunga jantan, baru kemudian diikuti bunga dengan alat
betina (putik). -unga banci (hermarodit) memiliki benang sari yang
ungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadi
pembuahan hanya satu yang biasanya berkembang hingga matang,
sementara yang lainnya tereduksi. %enyerbukan dilakukan oleh
10
berbagai jenis lebah, namun yang paling sering hadir adalah trigona,
lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar lalat. Di berbagai apiari,
bunga rambutan juga menjadi sumber utama nektar bagi lebah
peliharaan. -agian-bagian bunga adalah yaitu caliA (kelopak),
berungsi untuk melindungi bunga ketika masih kuncup, corolla
(mahkota), berungsi sebagai hiasan bunga untuk menarik serangga,
stamen (benangsari), terdiri dari ilamen (tangkai sari), antera (kepala
sari), pollen (serbuk sari), %istillum (putik), terdiri dari stigma (kepala
putik), stillus (tangkai putik), o+arium (bakal buah), o+ullum (bakal
biji).
e. -uah rambutan
-uah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki rambut di
bagian luarnya (eksokarp). &arnanya hijau ketika masih muda, lalu
berangsur kuning hingga merah ketika masakDranum. Endokarp
berwarna putih, menutupi daging. -agian buah yang dimakan, daging
buah, sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat
pada kulit terluar biji atau lepas. -uah bentuknya bulat lonjong,
panjang 4-1 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai
kaku, kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah
kalau sudah masak, dinding buah tebal, biji bentuk elips, terbungkus
daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan
banyak mengandung air, rasanya ber+ariasi dari masam sampai manis.
:ulit biji tipis berkayu. 8ambutan berbunga pada akhir musim
11
kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar 3o+ember
sampai !ebruari. %ohon dengan buah masak sangat menarik perhatian
karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah. ,ika
pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan (aret hingga (ei,
dikenal sebagai musim rambutan. (asanya biasanya bersamaan
dengan buah musiman lain, seperti durian dan mangga.
. -iji
.erdiri dari spermodermis (kulit biji), uniculus (tali pusat),
nucleus seminis (inti biji). %erbaikan +arietas yang dilakukan di
Indonesia dan sejumlah negara lain hingga saat ini dilakukan oleh
lembaga penelitian milik pemerintah. Di Indonesia, -alai %enelitian
-uah Solok yang melakukan tugas ini. %ola perbaikan yang
diterapkan hingga saat ini adalah seleksi dari plasma nutah yang
tumbuh di berbagai pusat keanekaragaman di Indonesia, terutama di
Sumatera, :alimantan, serta ,awa. lembaga di (alaysia yang
melakukan perbaikan kulti+ar adalah (ardi. Farietas unggul rambutan
yang sudah dilepas Departemen %ertanian 8epublik Indonesia hingga
"##1 adalah 8apiah dari %asarminggu, -ahrang dari <angkat,
<ebakbulus dari %asarminggu, Sibatuk @anal dari Sungai 9ndai,
:alimantan Selatan, 3ona dari :ampar, 8iau, -injai dari
%asarminggu, 9ntalagi dari Sungai 9ndai, :alimantan Selatan,
Sibongkok dari Sungai <uhut, :alimantan Selatan, @aruda dari
Sungai 9ndai, :alimantan Selatan, .angkue <ebak dari :ecamatan
12
(aja, :alimantan Selatan, 3armada dari 3.-, :undur dari 8iau.
Selain itu, dikenal pula beberapa ras lokal yang juga dikenal baik
untuk keperluan terntentu, seperti Sinyonya dan Sitangkue yang
dianjurkan untuk digunakan sebagai batang bawah dalam okulasi.
). "an*ungan "imia Ram#utan
-uah ini mengandung karbohidrat, protein, lemak, osor, besi,
kalsium dan +itamin ). :ulit buah mengandung tanin dan saponin. -iji
mengandung lemak dan polienol. Daun mengandung tannin dan saponin.
:ulit batang mengandung tannin, saponin, la+onida, pectic substance, dan
;at besi. Di dalam buah rambutan tersimpan khasiat obat yang tak ternilai
harganya, menurut kajian pakar tanaman obat, buah rambutan memuat
besi, kalium, sampai +itamin ). dalam setiap /## gram (sekitar 6 buah
rambutan terkandung 20 kalori, /$,/ gram karbohidrat, serta 1$ mg
+itamin). :adar serat rambutan juga cukup tinggi, sekitar " gram per /##
gram berat buah. (Dalimarta, "##6).
+. Manfaat Ram#utan
-agian tumbuhan ini yang dapat digunakan sebagai obat adalah
kulit buah digunakan untuk mengatasi disentri dan demam, kulit kayu
digunakan untuk mengatasi sariawan, daun digunakan untuk mengatasi
diare dan menghitamkan rambut, akar digunakan untuk mengatasi demam,
dan biji digunakan untuk mengatasi kencing manis diabetes mellitus.
(:emal, "###).
13
B. Uraian Dia#etes Mellitus
$. Pengertian Dia#etes Mellitus
Diabetes millitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan
menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. %enurunan
hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh
tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga kadar glukosa di dalam
tubuh akan meningkat. @ula yang meliputi polisakarida, digosakarida,
disakarida dan monosakarida merupakan sumber tenaga yang menunjang
keseluruhan akti+itas manusia. Seluruh gula ini akan diproses menjadi
tenaga oleh hormon insulin tersebut karena penderita diabetes mellitus
biasanya akan mengalami lesu, kurang tenaga, selalu merasa haus, sering
buang air kecil, dan pengelihatan menjadi kabur, gejala lain akibat adanya
kadar glukosa yang terlalu tinggi akan terjadi ateroma sebagai penyebab
awal penyakit jantung koroner. (*tami, dkk. "##6).
&. Pen,e#a# Dia#etes Mellitus
a. Deisiensi sekresi hormone insulin, aktiitas insulin, atau keduanya
b. Deisiensi tranpoter glukosa
c. !aktor keturunan
d. :egemukanDobesitas biasanya terjadi pada usia 4# tahun
e. .ekanan darah tinggi
. 9ngka tryglycerid (salah satu jenis molekul lemak) yang tinggi
g. <e+el kolesterol yang tinggi
h. @aya hidup modern yang cenderung mengkonsumsi makanan instan
14
i. (erokok dan stress
j. .erlalu banayak mengkonsumsi karbohidrat
k. :erusakan pada sel pangkreas (9nonim, "##0)
'. -ejala.gejala Dia#etes Mellitus
a. -anyak kencing (polyuria) terutama pada malam hari
b. @ampang haus dan banyak minum (polydipsia)
c. (udah lapar dan banyak makan (polyphagia)
d. (udah lelah dan sering mengantuk
e. %englihatan kabur
. Sering pusing dan mual
g. :oordinasi gerak anggota tubuh terganggu
h. -erat badan menurun terus
i. Sering kesemutan dan gatal-gatal pada tangan dan kaki (9nonim, "#/#)
). "lasifikasi Dia#etes Mellitus
a. Diabetes .ipe /, yang meliputi simtoma ketoasidosis hingga rusaknya
sel beta di dalam pangkreas yang disebabkan atau menyebabkan
autoimunitas dan bersiat idiopatik. Diabetes mellitus dengan
patogenesis jelas, seperti ibrosis sistik atau deisiensi mitokondria,
tidak termasuk pada golongan ini.
b. Diabetes .ipe ", yang diakibatkan oleh deisiensi sekresi insulin,
seringkali disertai dengan sindrom resistansi insulin.
c. Diabetes @estational, yang meliputi gestational impaired glucose
tolerance, @I@. dan gestational diabetes mellitus, @D(.
15
d. Insulin Requiring for Survival iabetes, seperti pada khasus deisiensi
peptide ).
e. Insulin Requiring for !ontrol iabetes. %ada tahap ini, sekresi insulin
endogenus tidak cukup untuk mencapai gejala normoglicemia, jika
tidak disertai dengan tambahan hormon dari luar tubuh.
. Not Insulin Requiring iabetes.
g. :elas empat pada tahap klinis serupa dengan klasiikasi IDD( (bahasa
Inggris insulin"#epen#ent #iabetes mellitus), sedang tahap kelima dan
keenam merupakan anggota klasiikasi 3IDD( (bahasa Inggris non
insulin"#epen#ent #iabetes mellitus). IDD( dan 3IDD( merupakan
klasiikasi yang tercantum pada International Nomenclature of
iseases pada tahun /00/ dan re+isi ke-/# International !lassification
of iseases pada tahun /00".
h. :lasiikasi $alnutrion"relate# #iabetes mellitus, (8D(, tidak lagi
digunakan oleh karena, walaupun malnutrisi dapat memengaruhi
ekspresi beberapa tipe diabetes, hingga saat ini belum ditemukan bukti
bahwa malnutrisi atau deisiensi protein dapat menyebabkan diabetes.
Subtipe (8D(G %rotein"#eficient pancreatic #iabetes mellitus,
%D%D(, %D%D, %DD(, masih dianggap sebagai bentuk malnutrisi
yang diinduksi oleh diabetes mellitus dan memerlukan penelitian lebih
lanjut. Sedangkan subtipe lain, Fibrocalculous pancreatic #iabetes,
!)%D, diklasiikasikan sebagai penyakit pankreas eksokrin pada
16
lintasan fibrocalculous pancreatopath& yang menginduksi diabetes
mellitus.
i. :lasiikasi Impaire# 'lucose Tolerance, I@., kini dideinisikan sebagai
tahap dari cacat regulasi glukosa, sebagaimana dapat diamati pada
seluruh tipe kelainan hiperglisemis. 3amun tidak lagi dianggap sebagai
diabetes.
j. :lasiikasi Impaire# Fasting 'l&caemia, I!@, diperkenalkan sebagai
simtoma rasio gula darah puasa yang lebih tinggi dari batas atas rentang
normalnya, tetapi masih di bawah rasio yang ditetapkan sebagai dasar
diagnosa diabetes. (9nonim, "##0)
+. "(m/likasi Dia#etes Mellitus
a. @angguan pada mata dengan potensi berakibat pada kebutaan
b. @angguan pada ginjal hingga berakibat pada gagal ginjal
c. @angguan kardio+askuler, disertai lesi membrn basalis yang dapat
diketahui dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop electron
d. @angguan pada system sara hingga disungsi sara autonom, oot ulcer,
amputasi, charcot joint dan disungsi seksual serta rentan terhadap
ineksi. (9nonim, "##0)
0. Penanganan Pen,akit Dia#etes Mellitus
%asien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak
mengalami kesulitan kalau berpuasa. %asien yang cukup terkendali dengan
obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. 'bat
diberikan pada saat berbuka puasa. *ntuk yang terkendali dengan obat
17
hipoglikemik oral ('H') dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis
sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. *ntuk yang memakai
insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja.
Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (D(.I) dosis ganda,
dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan 8amadhan. (9nonim, "##0).
C. Met(*e Tes -ula Darah
$. Hal ,ang Perlu Di/erhatikan *alam Tes -ula Darah
Hal-hal lain yang mungkin mempengaruhi pembacaan 9nda
kondisi seperti gout atau anemia, atau ketinggian atau kelembaban di
dalam ruangan. 9da beberapa metode yang dapat digunakan untuk
menguji tingkat gula darah dasar 9nda dan ini berarti misalnya puasa
selama delapan jam tanpa makanan atau minuman di titik mana kadar gula
darah 9nda harus C#-00 mg D dl.
)ara lain adalah dengan menunggu tepat dua jam setelah makan
makan di mana titik harus C#-/41 mg D dl (uji prandial). (-logger, "##0).
&. Cara Tes -ula Darah Menggunakan Alat !e*erhana
a. (eter gula darah yaitu sebuah cara tradisional untuk tes gula darah
sesorang adalah untuk mendapatkan sampel darah kecil dengan
menusuk ujung jari dengan lanset merupakan jarum kecil dan kemudian
menempatkan ini setetes darah ke strip tes dan membaca dari meter
gula darah. %erangkat ini dapat dibacakan dalam waktu kurang dari /1
detik, tetapi ber+ariasi dalam harga mereka, ukuran, ungsi dan aktor
lainnya. -eberapa meter juga akan memiliki ungsi lain seperti
18
mempermudah kita dalam membaca gula darah rata-rata selama periode
waktu. (etode ini cepat dan handal tetapi beberapa orang menunda
oleh akta bahwa mereka diwajibkan untuk mengambil darah untuk
menggunakannya. Hal ini juga mungkin untuk mendapatkan meter gula
darah yang tidak memerlukan sampel yang akan diambil dari ujung jari
yang memungkinkan kita untuk dapat membaca dari tempat lain pada
tubuh kita. 3amun perangkat ini tidak sepenuhnya dianjurkan karena
bisa memakan waktu lebih lama untuk perubahan gula darah untuk
menunjukkan di daerah lain dari ujung jari, dan ketika kita berpotensi
akan mengganggu hasil kta sebagai gula darah mungkin berbeda ketika
diambil dari daerah yang berbeda dari tubuh kita. 9lternati lain untuk
mual adalah dengan menggunakan meter gula darah yang menggunakan
laser untuk menarik darah yang mengurangi ketidaknyamanan dan
pikiran tidak menyenangkan dari menusuk darah kita. (-logger, "##0)
b. (ini(ed @lukosa )ontinuous (onitoring System adalah perangkat
yang menggunakan tabung yang sangat kecil yang dimasukkan di
bawah kulit untuk mengumpulkan cairan dan gula mengukur lebih dari
C" jam. Hal ini memungkinkan kita untuk memiliki pembacaan yang
akurat selama tiga hari untuk memberitahu kita ketika kita harus paling
waspada pada siang hari dan untuk membantu mengidentiikasi hal-hal
yang memperburuk tingkat gula darah kita. (-logger, "##0).
c. @luco&atch .he @luco&atch adalah perangkat seperti menonton
kejutan yang menggunakan arus listrik kecil untuk mengumpulkan
19
cairan tepat di bawah kulit gula darah dan mengukur tiga kali satu jam
sampai tiga jam. Ini adalah perangkat besar yang nonin+asi, sangat
intuiti dan yang memungkinkan untuk pemantauan berat gula darah
kita. (-logger, "##0).
'. Cara Mem#a1a Alat
Sayangnya pengujian kadar gula darah bukanlah hal yang mudah
untuk melihat perangkat dan kemudian panik atau sedang meyakinkan
berdasarkan pembacaan itu. Sebaliknya implikasi dari membaca akan
sangat ber+ariasi tergantung pada saat kita mengambil membaca dan
banyak aktor lain dapat memiliki dampak pada pembacaan. 9pakah kita
perlu bertindak berdasarkan nomor kemudian tergantung pada hal-hal lain
yang telah kita lakukan hari itu dan apa waktu kita mengambil hasilnya.
%ada saat yang sama jika kita mengambil tes sebelum makan harus sekitar
C#-/6# mg D dl saat mengambil tes setelah makan harus menghasilkan
tingkat gula darah sekitar /$# mg D dl.
D. Met(*e Estraksi Bahan Alam
$. Pengertian Ekstraksi
Eksraksi adalah penyarian ;at-;at berkhasiat atau ;at-;at akti dari
bagian tanaman obat, hewan dan berapa jenis ikan termasuk biota laut.
Hat-;at tersebut terdapat di dalam sel, namun sel tanaman dan hewan
berbeda. Demikian ketebalannya sehingga diperlukan metode ekstraksi
dengan pelarut tertentu dalam mengekstraksi. (.obo, "##/)
20
&. Tujuan Ekstraksi
Estraksi bertujuan untuk menarik komponen kimia yang terdapat
dalam bahan alam. Ekstraksi didasarkan pada perpindahan massa
komponen ;at padat ke dalam cairan penyari dan perpindahan tersebut
mulai terjadi pada lapisan antar muka, kemudian masuk ke dalam penyari.
(.obo, "##/)
'. Pr(ses Ekstraksi
Ekstraksi merupakan peristiwa perpindahan massa. Hat akti yang
semula berada dalam sel ditarik oleh cairan penyari, sehingga dihasilkan
larutan ;at akti dalam cairan penyari tersebut. %roses tersarinya ;at akti
dalam sel tanaman yaitu pelarut organik akan menembus dinding sel dan
masuk ke dalam rongga sel yang mengandung ;at akti, yang akan larut
dalam pelarut organik tersebut sehingga terjadi perbedaan konsentrasi
antara ;at akti di dalam sel dan pelarut organik di luar sel, maka larutan
pekat akan berdiusi keluar sel dan proses ini berulang terus sampai terjadi
keseimbangan antara konsentrasi cairan ;at akti di dalam sel dan di luar
sel. (Ditjen %'(, /002)

21
BAB III
MET2DE PENELITIAN
A. enis Penelitian
%enelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan melakukan
serangkaian analisis untuk mengamati dan menentukan besarnya eek seduhan
serbuk biji rambutan dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit.
B. 3aktu *an Tem/at Penelitian
%enelitian ini dilaksanakan pada bulan (ei di <aboratorium !armakologi
,urusan !armasi %oliteknik :esehatan :ementerian :esehatan 8I (akassar.
C. P(/ulasi *an !am/el
%opulasi diambil dari rambutan yang beredar di (akassar, Sampel diambil
di ,l. %ongtiku :elurahan :alukuang :ecamatan .allo.
D. Alat *an Bahan
$. Alat ,ang *igunakan
a. -lender
b. %engorek
c. @elas ukur /## ml
d. .imbangan analitik
e. -eker gelas /## ml, 1## ml
. 9lat tes gula darah
g. Strip tes gula darah
h. :ompor spirtus
21
22
i. :ertas saring
j. Spuit 'ral / cc
k. Sarung tangan
l. .imbangan hewan
m. -atang pengaduk
&. Bahan ,ang *igunakan
a. 9ir suling
b. -iji rambutan yang telah dipotong kecil dan disangrai
c. )airan @lukosa
d. 3atrium :arboksimetil Selulosa
e. Suspensi glibenklamid
'. He4an 1(#a
(encit jantan /1 ekor.
E. Pr(se*ur Penelitian
$. Pengam#ilan !am/el
Sampel biji rambutan (Nephelium lappaceum <.) diambil di daerah
(akassar, Sulawesi Selatan.
&. Peng(lahan !am/el
-iji 8ambutan (Nephelium lappaceum <.) yang telah dikumpulkan,
dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan di bawah terik matahari agar
getah yang menyebabkan rasa pahit pada biji rambutan dapat hilang.
kemudian -iji 8ambutan yang telah kering dipotong kecil-kecil dengan
derajat halus yang sesuai kemudian disangrai dengan menggunakan api
23
kecil tanpa minyak hingga berwarna kuning kehitaman agar kadar air
benar-benar hilang, lalu diblender sampai menjadi bubuk halus, kemudian
dikeluarkan dan siap diekstraksi.
'. Pem#uatan !e*uhan Biji Ram#utan
a. Dibuat konsetrasi 15 bD+ yang penyimpanannya hanya "4 jam
b. Dipanaskan air suling sebanyak 6## ml sampai mendidih
c. Ditimbang 1 g serbuk biji rambutan lalu dimasukkan ke dalam beker
gelas kemudian dituangkan air suling yang telah mendidih hingga /##
ml diaduk dan didiamkan beberapa saat sampai sari keluar
d. Diambil lapisan yang bening dengan cara disaring setelah dingin
dengan menggunakan kertas saring
e. Dicukupkan +olumenya sampai /## ml dengan air bilasan kemudian
diambil larutan sesuai bobot mencit, diulangi lagi dengan konsentrasi
/#5 bD+ dan "#5 bD+
). Pem#uatan !us/ensi Na.CMC $5 #67
Suspensi 3a-)() dibuat dengan cara memanaskan air suling
sebanyak 1# ml hingga C# derajat celcius lalu dimasukkan 3a-)()
sebanyak / g dimasukkan sedikit demi sedikit dan diaduk dengan
menggunakan pengaduk hingga terbentuk larutan homogen. Folumenya
dicukukupkan dengan air panas hingga /## ml. Diulangi sekali lagi untuk
memperoleh kontrol negati.
24
+. Pem#uatan !us/ensi -li#enklami* 8988&5 #67
Sebanyak "# tablet glibenklamid ditimbang kemudian dihitung
bobot rata-rata tiap tablet. Serbuk tablet glibenklamid ditimbang setara "
mg glibenklamid kemudian ditambahkan larutan 3a-)() /5 bD+, sedikit
demi sedikit sambil diaduk hingga homogen. Dicukupkan +olumenya
dengan larutan 3a-)() /5 bD+ hingga /## ml.
0. Pem#uatan Larutan -luk(sa +5 #67
Sebanyak 1 gram glukosa dimasukkan kedalam labu ukur /## ml
lalu ditambahkan air suling sebanyak 1# ml, dikocok hingga larut
kemudian dicukupkan +olumenya hingga /## ml.
:. Pen,ia/an He4an Uji
Disiapkan /1 ekor mencit jantan dewasa yang dibagi menjadi 1
kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor mencit jantan
dewasa yang berbadan sehat dengan bobot yang sudah ditentukan.
;. Perlakuan Terha*a/ He4an Uji
Sebelum perlakuan, mencit dipuasakan selama 4 jam kemudian
ditimbang, diambil darah normal dan diberi larutan glukosa kemudian
diambil darah kedua sebagai darah awal. Selanjutnya kelompok satu diberi
<arutan 3a-)() /5 secara oral sesuai bobot mencit (/ mlD"#g --)
sebagai kontrol negati, kelompok dua diberi seduhan serbuk biji rambutan
dengan konsentrasi 15 bD+, kelompok tiga /#5 bD+, kelompok empat "#5
bD+ dan kelompok lima diberi suspensi glibenklamid #,##"5 bD+ sebagai
25
kontrol positi kemudian didiamkan selama / jam lalu dites kadar gula
darah tiap jam hingga 6 jam ke depan.
<. Penentuan "a*ar -luk(sa Darah
Sebelum pengambilan darah terlebih dahulu glukometer diaktikan
kemudian strip dimasukkan kedalam glukometer. Darah diambil melalui
pembuluh darah +ena pada ujung ekor dengan cara dipotong ekor mencit
menggunakan gunting kemudian darah yang keluar diteteskan pada strip
glukometer kemudian secara otomatis dalam waktu /# detik kadar gula
darah akan terukur dan hasilnya dapat dibaca monitor glukometer.
$8. Pengamatan *an Pengum/ulan Data
%engamatan dilakukan terhadap mencit setelah diberi perlakuan
dan pengumpulan data diambil berdasarkan hasil penelitian.
$$. Peng(lahan Data *an Pem#ahasan Hasil
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis secara
statistik dengan menggunakan 8ancangan 9cak <engkap (89<)
dilanjutkan dengan *ji -eda 3yata .erkecil (-3.) jika ! hitung lebih
besar dari ! tabel.
$&. Penarikan "esim/ulan
:esimpulan diambil berdasarkan hasil pengamatan, pengumpulan
data, pengolahan data dan pembahasan hasil.
26
BAB I=
HA!IL DAN PEMBAHA!AN
A. Hasil Pengamatan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai eekti+itas pemberian
seduhan serbuk biji rambutan dalam menurunkan kadar gula darah mencit,
diperoleh hasil seperti yang terlihat pada tabel. (tabel /)
Ta#el $. Data /engamatan ka*ar gula *arah men1it ,ang *i#eri k(ntr(l
negatif Na.CMC $5 #67
Men1it
"a*ar -ula Darah %mg6*l>
!elisih
Rata.
rata 6 '
am
N(rmal A4al am ke.$ am ke.& am ke.'
I C# //4 /// /#0 /#C ",66
II 21 /#6 /#" /## /## /
III /22 ""/ "/0 "/$ "/1 "
Ta#el &. Data /engamatan ka*ar gula *arah men1it ,ang *i#eri !am/el
!e*uhan !er#uk Biji Ram#utan k(nsentrasi +5 #67
Men1it
"a*ar -ula Darah %mg6*l> !elisih
Rata.
rata 6 '
am
N(rmal A4al
am ke.
$
am ke.& am ke.'
I= /66 /$# /26 /42 /"$ /C,66
=
//# /C$ /24 /40 /6C /6,22
=I 42 //6 0C $# 2C /1,66
26
27
Ta#el '. Data /engamatan ka*ar gula *arah men1it ,ang *i#eri !am/el
!e*uhan !er#uk Biji Ram#utan k(nsentrasi $85 #67
Men1it
"a*ar -ula Darah %mg6*l>
!elisih
Rata.
rata 6 '
am
N(rmal A4al am ke.$ am ke.& am ke.'
=II $/ /14 /"0 /#2 C0 "1
=III 0/ /C1 /1/ /"1 0$ "1,22
I? $C /2C /44 //0 06 "4,22
Ta#el ). Data /engamatan ka*ar gula *arah men1it ,ang *i#eri !am/el
!e*uhan !er#uk Biji Ram#utan k(nsentrasi &85 #67
Men1it
"a*ar -ula Darah %mg6*l>
!elisih
Rata.
rata 6 '
am
N(rmal A4al am ke.$ am ke.& am ke.'
? $$ /0/ /2# /"C 00 6#,22
?I 0$ /C2 /42 //1 $2 6#
?II C6 /"6 01 24 62 "0
Ta#el +. Data /engamatan ka*ar gula *arah men1it ,ang *i#eri k(ntr(l
/(sitif !us/ensi -li#enklami* 8988&5 #67
Men1it
"a*ar -ula Darah %mg6*l>
!elisih
Rata.
rata 6 '
am
N(rmal A4al am ke.$ am ke.& am ke.'
?III 2" /0" /10 /"2 01 6",66
?I= 0C "4/ "#0 /C$ /42 6/,22
?= 2C /$/ /4$ //0 $C 6/,66
28
B. Pem#ahasan
%enelitian dengan judul *ji Eekti+itas Seduhan Serbuk -iji 8ambutan
dalam (enurunkan :adar @ula Darah (encit ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui apakah seduhan serbuk biji rambutan dengan konsentrasi
sebesar 1 5, /# 5, dan "# 5 bD+, juga digunakan 3a-)() / 5 bD+ sebagai
kontrol negati dan suspensi glibenklamid #,##" 5 bD+ sebagai kontrol
positi.
%enentuan eek penurunan kadar gula darah dilakukan secara en;imatik
dengan menggunakan metode toleransi glukosa oral, dimana glukosa
dioksidasi oleh oksigen menjadi asam glukonat dan hidrogen peroksida.
8eaksi ini dikatalisis oleh en;im glukosa oksidase. Darah diambil melalui
pembuluh darah +ena pada ujung ekor kemudian diteteskan pada strip
glukometer. .etesan darah yang mengandung glukosa akan bereaksi dengan
;at yang terkandung pada strip yaitu glukosa oksidase, kemudian secara
otomatis dalam waktu /# detik kadar gula darah akan terukur dan hasilnya
dapat dibaca pada monitor glukometer.
Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan dewasa karena mencit
jantan memiliki sistem hormonal yang lebih stabil dibandingkan mencit
betina yang memeiliki kadar gula darah lebih tinggi pada saat hamil sebab
terjadi peningkatan hormon meliputi laktogen plasenta, kotrisol, prolaktin,
dan progesteron. Selain itu, kebutuhan nutrisi pada saat hamil meningkat
sehingga glukosa yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan saat tidak hamil
29
sehingga dapat mempengaruhi hasil penelitian. Sebelum perlakuan, mencit
dipuasakan terlebih dahulu untuk meniadakan pengaruh biologis dari hewan
uji yang tidak dapat dihilangkan sehingga relati dapat mempengaruhi hasil
yang diperoleh.
Sebagai kontrol positi digunakan glibenklamid yang merupakan obat
antidiabetik oral golongan sulonilurea generasi kedua. @libenklamid
memiliki eek hipoglikemik yang kuat dengan dosis yang rendah.
@libenklamid dibuat dalam bentuk sediaan suspensi yaitu dengan 3a-)() /
5 bD+ karena siatnya yang praktis tidak larut air. 3a-)() / 5 bD+
digunakan sebagai kontrol negati agar potensi penurunan kadar gula darah
oleh sampel dapat terlihat lebih jelas.
*ntuk menginduksi gula darah mencit, digunakan larutan glukosa 1 5 bD+
yang diberikan pada mencit / jam sebelum pemberian sediaan uji yang
bertujuan untuk menaikkan kadar gula darah yang merupakan kadar gula
darah awal, sehingga kemampuan menurunkan kadar gula darah dari sediaan
uji dapat diamati.
Dalam penelitian ini, kadar gula darah mencit diukur selama 6 jam dengan
inter+al waktu / jam. Hal tersebut karena tubuh memerlukan waktu sekitar 4#
menit sampai / jam untuk mengabsorpsi glukosa dalam tubuh, dan digunakan
jangka waktu 6 jam untuk melihat eek penurunan kadar gula darah yang
lebih jelas setelah pemberian seduhan serbuk biji rambutan.
-erdasarkan hasil penelitian yang diperoleh (tabel /) terlihat bahwa pada
kelompok mencit yang diberi 3a-)() /5 bD+ sebagai kontrol negati terjadi
30
penurunan kadar gula darah sebesar /,CC5, pemberian seduhan serbuk biji
rambutan dengan konsentrasi 15, /#5, dan "# 5 bD+ masing-masing
menurunkan kadar gula darah hewan uji mencit sebesar /1,445, "1,/5, dan
"0,$$5 sedangkan pemberian suspensi glibenklamid #,##"5 bD+
menunjukkan penurunan kadar gula darah sebesar 6/,CC 5.
%enurunan kadar gula darah yang terjadi pada kelompok kontrol
disebabkan karena adanya penggunaan glukosa pada mencit dalam
pembentukan energi dan terjadinya absorpsi glukosa ke dalam sel yang
disimpan sebagai gula cadangan. 'leh karena itu, terjadi penurunan kadar
gula darah selama 6 jam pengukuran.
Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji aktorial pada perlakukan
mencit selam 6 jam pengamatan dengan inter+al waktu / jam memperlihatkan
perbedaan yang bermakna. Hal ini dapat dilihat pada tabel 9no+a dimana
nilai ! hitung 410,12C#C I ! tabel pada tara J K #,#1 (/,"C0")
*ji lanjutan menggunakan *ji -eda 3yata .erkecil (-3.) untuk analisis
antar perlakuan pada tara J K #,#1 menunjukkan hasil yang berbeda nyata
untuk tiap pelakuan dan seduhan serbuk biji rambutan /# 5 dan "# 5 bD+
tidak berbeda nyata dengan suspensi glibenklamid #,##" 5 bD+. Hal ini
menunjukkan bahwa seduhan serbuk biji rambutan /# 5, "# 5 bD+ mampu
menurunkan kadar gula darah secara berarti.
31
BAB =
PENUTUP
A. "esim/ulan
-erdasarkan hasil penelitian dan analisis data secara statistik, maka dapat
disimpulkan bahwa ?
/. Seduhan serbuk biji rambutan dapat menurunkan kadar gula darah dimana
eek penurunan kadar gula darah berbanding lurus dengan meningkatnya
konsentrasi 1 5, /# 5, dan "# 5 bD+.
". Eek penurunan kadar gula darah maksimal ditunjukkan oleh judul dengan
konsentrasi "#5 yang berdasarkan uji -3. menunjukkan hasil yang tidak
berbeda nyata dengan kontrol positi glibenklamid #,##"5 bD+.
B. !aran
Sebaiknya dilakukan penelitian dengan waktu pengamatan yang lebih
lama serta penelitian untuk uji eek armakologi yang lain.
31
32
DA@TAR PU!TA"A
9nonim, "##1. Efekti7itas Re#usan /a*a Pen,akit Dia#etes Mellitus /a*a
Men1it, (akassar.
9nonim, "##0. :andungan dan (anaat -iji 8ambutan.
htt/A66444.malukune4s.1(m6B/C&<'+, diakses pada tanggal C
!ebruari "#/".
-logger, ,., "##0, )ara untuk .est @ula Darah 9nda, diakses pada tanggal "/
,anuari "#/".
Departemen :esehatan 8epublik Indonesia, /0$2, !e*iaan -alenika, Dirjen
%'(, ,akarta.
!atmawati, "##$. Uji Efek Re/elen Infus Daun !elasih %Ocimum sanctum L.>
Terha*a/ N,amuk Culex sp., (akassar.
:emal %rihatman, "###. Tentang Bu*i*a,a /ertanian Ram#utan %Nephelium
lappeceum L>. :antor Deputi (enegristek -idang %endayagunaan dan
%ermasyarakatan Ilmu %engetahuan dan .eknologi, ,akarta.
(elisa, 9sLari, dkk. "##2. !"RIP!I Telaah @it(kimia Biji Ram#utan
(Nephelium lappaceum L). Sekolah !armasi I.-. -andung. .idak
diterbitkan.
8ashed, "##0, :hasiat <ima -agian .umbuhan -uah 8ambutan, htt/A66klinik.
kesehatanku.#l(gs/(t.1(m6&8$$68<6html6, diakses tanggal /1 ,anuari
"#/".
8yno, "##0. (anaat -iji 8ambutan untuk @ula Darah
htt/A66*jtam/u#(l(n.#l(gs/(t.1(m6&88<68$6html.9 diakses pada
tanggal /1 ,anuari "#/".
8usli, "#/". Pe*(man Penulisan "ar,a Tulis Ilmiah9 %oliteknik :esehatan
(akassar, (akassar.
Soegondo, Sidartawan. "##2. :hasiat -iji 8ambutan (Nephelium lappaeceum <.)
Sebagai 9lternati 'bat Diabetes (ellitus. 444.Me*i1ast(re.1(m9
diakses pada tanggal /C ,anuari "#/".
33
Lam/iran $ !kema "erja
Mencit
Jantan 15
Ekor
Pemeliharaa
n /
pene!"aian
#ip"a!akan
3$4 %am
Pen&elompo
kan
Penim'an&a
n
Pen&"k"ran
ka(ar &"la
(arah
Pem'erian
lar"tan
&l"ko!a
)i%i *am'"tan
+Nephelium
lappaceum ,.-
Pen&"k"ran
ka(ar &"la
(arah 1 %am
#ic"ci. (i%em"r.
(ipoton& kecil.
(i!an&rai. (an
(i!er'"kkan
/e("han
!er'"k 'i%i
ram'"tan
kon!entra!i 50
'/1. 100 '/1.
(an 200 '/1
Perlak"an
terha(ap
mencit
,ar"tan
koloi(al
2a$3M3
10 '/1
/"!p.
4li'enclam
i( 0.0020
'/1
5elompo
k 6
,ar"tan
2a$3M3
10 '/1
5elompok
66 /ampel
50 '/1
5elompok
666 /ampel
100 '/1
5elompok 7
/"!p.4li'enkla
mi( 0.0020
'/1
5elompok
67 /ampel
200 '/1
Pen&am'ilan (arah pen&"k"ran ka(ar &"la (arah tiap 1 %am
!elama 3 %am
Anali!i! (ata
8a!il (an
Pem'aha!an
5e!imp"lan
34
Lam/iran &
Perhitungan !us/ensi -li#enklami*
$. Perhitungan D(sis -li#enklami*
Dosis pemberian mencit K / mlD6# g --
Dosis @libenklamid untuk manusia K 1 mg
!aktor kon+ersi manusia ke mencit K #,##"2
Dosis mencit K !aktor kon+ersi A Dosis uD manusia
K #,##"2 A 1 mg
K #,#/6 mg D "# g --
*ntuk mencit 6# g -- K 6# g A #,#/6 mg
"# g
K #,#/01 mg dibulatkan #,#" mg
*ntuk /## ml K /## ml A #,#" mg
/ ml
K " mg #,##" g
5 :adar @libenklamid K #,##" g A /## 5
/## ml
K #,##" 5
-erat "# .ablet @libenklamid K 6,64$4 g
-erat rata-rata tiap tablet K #,/2C4" g
Mang ditimbang setara " mg K " mg A #,/2C4"
1 mg
K #,##2202$ g
K #,#2C6 g yang tertimbang
2. umlah ml !us/ensi -li#enklami* ,ang Di#erikan ke Men1it
a. :ontrol 3egati ? 3a-)() / 5 bD+
/## ml A #,##"2 K #,"2 untuk "# gr D ml
(encit I ? /6 D "# A #,"2 K #,/20 ml
(encit II ? /1 D "# A #,"2 K #,/01 ml
(encit III ? "# D "# A #,"2 K #,"2 ml
b. Sampel ? Seduhan Serbuk -iji 8ambutan 1 5 bD+
/## ml A #,##"2 K #,"2 untuk "# g D ml
(encit IF ? "# D "# A #,"2 K #,"2 ml
(encit F ? /C,1 D "# A #,"2 K #,"2 ml
(encit FI ? /4 D "# A #,"2 K #,/$" ml
c. Sampel ? Seduhan Serbuk -iji 8ambutan /# 5 bD+
35
/## ml A #,##"2 K #,"2 untuk "# g D ml
(encit FII ? /2,1 D "# A #,"2 K #,"/41 ml
(encit FIII ? /C,1 D "# A #,"2 K #,""C1 ml
(encit IB ? /$ D "# A #,"2 K #,"64 ml
d. Sampel ? Seduhan Serbuk -iji 8ambutan "# 5 bD+
/## ml A #,##"2 K #,"2 untuk "# g D ml
(encit B ? /0,1 D "# A #,"2 K #,"161 ml
(encit BI ? /2,1 D "# A #,"2 K #,"/41 ml
(encit BII ? /0,1 D "# B #,"2 K #,"161 ml
e. :ontrol %ositi ? Suspensi @libenklamid #,##" 5 bD+
/## ml A #,##"2 K #,"2 untuk "# g D ml
(encit BIII ? "# D "# A #,"2 K #,"2 ml
(encit BIF ? /C,1 D "# A #,"2 K #,"" ml
(encit BF ? /6 D "# A #,"2 K #,/20 ml

Lam/iran '
9nalisis Statistik *ji Eektiitas Seduhan Serbuk -iji 8ambutan
(Nephelium lappaceum <.) Dalam (enurunkan :adar @ula Darah .erhadap
(encit dengan (enggunakan (etode 8ancangan 9cak <engkap (89<) dan *ji
<anjutan -eda 3yata .erkecil (-3.) jika ! hitung lebih besar dari ! tabel.
A. Hi/(tesa
H# ? .idak ada perbedaan bermakna eek pemberian seduhan serbuk
biji rambutan terhadap penurunan kadar gula darah terhadap mencit setelah
diinduksi dengan larutan glukosa 1 5.
Ha ? 9da perbedaan bermakna eek pemberian seduhan serbuk biji
rambutan terhadap penurunan kadar gula darah terhadap mencit setelah diinduksi
dengan larutan glukosa 1 5.
Ta#el 0. Presentase Efek Pem#erian !er#uk Biji Ram#utan %Nephelium
lappaceum> *alam Menurunkan "a*ar -ula Darah Men1it
Re/likasi
Men1it
Presentase Penurunan "a*ar -ula Darah umlah
Larutan
Na.
CMC
$5#67
!e*uhan !er#uk Biji
Ram#utan
!us/ensi
-li#enklami*
8988&5#67
+5#67 $85#67 &85#67
36
$ & ' ) +
$ ",6 /C,6 "1 6#,22 6",66 /#C,2"
& / /6,22 "1,22 6# 6/,22 /#/,0$
' " /1,66 "4,22 "0 6/,66 /#",6"
umlah 1,66 42,6" C1,6" $0,22 01,6" 6//,01
Rata.Rata /,CC /1,44 "1,/ "0,$$ 6/,CC /#6,0C
B. Analisis !i*ik Ragam
,umlah :uadrat 8ata-rata K 6//,01
"
K 24$C,1"
/1
,umlah :uadrat .otal K ",6
"
N/C,66
"
N"1
"
N....."4,22
"
N"0
"
N6/,66
"
K 1,"0N6##,66N2"1N.....2#$,//N$4/N0$/,12
K $666,04
,umlah :uadrat %erlakuan K 1,66
"
N42,6"
"
NC1,6"
"
N$0,22
"
N01,6"
"
-24$C,1"
6
K /$62,46
,umlah :uadrat @alat K $666,04 7 24$C,1" 7 /$62,46
K 0,00
C. Perhitungan Derajat Be#as
D- 8ata-rata K /
D- %erlakuan K -anyaknya perlakuan 7 /
K 1 7 /
37
K 4
D- @alat K D- .otal 7 D- %erlakuan 7 D- 8ata-rata
K /1 7 4 7 /
K /
D. Perhitungan Nilai Distri#usi
,umlah :uadrat .engah (,:.) %erlakuan K ,:%
D- %erlakuan
K /$62,46
4
K 410,/#C1
,umlah :uadrat .engah (,:.) @alat K ,:@
D- @alat
K 0,00
/#
K #.000
! hitung (!h) %erlakuan K ,:. %erlakuan
,:. @alat
K 410,/#C1
#,000
K 410,12C#C
38
Ta#el :. An(7a
!um#er
=ariasi
Derajat
Be#as
%DB>
umlah
"ua*rat
%">
umlah
"ua*rat
Tengah
%"T>
@ hitung
%@h>
@ ta#el %@
t9
C 898+>
Rata.rata
Perlakuan
-alat
/
1 7 / K 4
/#
$666,04
/$62,46
0,00
$666,04
410,/#C1
#,000

410,12C#C
:
6,4$
T(tal /1 /#/$#,62
E. Analisis Lanjutan *engan Uji Be*a N,ata Terke1il
-3. K
t (#,#1GD-)
8,: @alat ( / N /
%erlakuan 8eplikasi
K
t (#,#1G/#)
#,000 . ( / N / )
1 6
K /,$/ #,000 ( #," N #,6 )
K /,$/ #,000 ( #,1 )
K /,$/ #,4001
K /,$/ A #,C#2C
K /,"C0"
39
Ta#el ;. Efek Rata.rata !e*uhan !er#uk Biji Ram#utan Terha*a/ Men1it
Perlakuan
"(ntr(l
Negatif
+5 #67 $85 #67 &85 #67
"(ntr(l
P(sitif
Efek
%Rata.rata
Penurunan
"a*ar
-luk(sa
Men1it)
/,CC /1,44 "1,/ "0,$$ 6/,CC
Ta#el <. Per#an*ingan Antar Perlakuan
Perlakuan
!elisih Rata.rata Antar
Perlakuan
Hasil Uji Antar
Perlakuan
"eterangan
$ 7s &
$ 7s '
$ 7s )
$ 7s +
/,CC 7 /1,44 K /6,2C
/,CC 7 "1,/ K "6,66
/,CC 7 "0,$$ K "$,//
/,CC 7 6/,CC K 6#
/6,2C I /,"0C"
"6,66 I /,"0C"
"$,// I /,"0C"
6# I /,"0C"
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
& 7s $
& 7s '
& 7s )
& 7s +
/1,44 7 /,CC K /6,2C
/,CC 7 "1,/ K 0,22
/1,44 7 "0,$$ K /4,44
/1,44 7 6/,CC K /2,66
/6,2C I /,"0C"
0,22 I /,"0C"
/4,44 I /,"0C"
/2,66 I /,"0C"
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
' 7s $ "1,/ 7 /,CC K "6,66 "6,66 I /,"0C" -erbeda 3yata
40
' 7s &
' 7s )
' 7s +
"1,/ 7 /1,44 K 0,22
"1,/ 7 "0,$$ K 4,C$
"1,/ 7 6/,CC K 2,2C
0,22 I /,"0C"
4,C$ I /,"0C"
2,2C I /,"0C"
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
) 7s $
) 7s &
) 7s '
) 7s +
"0,$$ 7 /,CC K "$,//
"0,$$ 7 /1,44 K /4,44
"0,$$ 7 "1,/ K 4,C$
"0,$$ 7 6/,CC K /,$0
"$,// I /,"0C"
/4,44 I /,"0C"
4,C$ I /,"0C"
/,$0 I /,"0C"
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
+ 7s $
+ 7s &
+ 7s '
+ 7s )
6/,CC 7 /,CC K 6#
6/,CC 7 /1,44 K /2,66
6/,CC 7 "1,/ K 2,2C
6/,CC 7 "0,$$ K /,$0
6# I /,"0C"
/2,66 I /,"0C"
2,2C I /,"0C"
/,$0 I /,"0C"
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
-erbeda 3yata
41
Lam/iran )
-am#ar $. -rafik Presentase Penurunan "a*ar -luk(sa Darah Men1it
-am#ar &. Men1it antan De4asa

-am#ar '. Biji Ram#utan %Nephelium lappeceum L.>
42
-am#ar ). !am/el k(nsentrasi +5 #679 $85 #679 *an &85 #67 *an !er#uk
Biji Ram#utan
-am#ar +. CMC9 -lu1(sum9 *an Ta#let -li#enklami*
43
-am#ar 0. Larutan Na.CMC $5 #679 Larutan -luk(sa '5 #679 *an !us/.
-li#enklami* 8988&5 #67
-am#ar :. "um/ulan alat *an #ahan ,ang *igunakan
44