Anda di halaman 1dari 15

Strategi Badan Kesatuan Bangsa (Kerukunan) (Nanda Jody Putranto)

STRATEGI BADAN KESATUAN BANGSA, POLITIK


DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM
MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI
KABUPATEN MALINAU
Nanda Jody Putranto
Abstrak
Strategi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan
Masyarakat dalam Menjaga Kerukunan antar Umat Beragama di Kabupaten
Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang
dipergunakan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat
dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Malinau dan
juga untuk mengetahui hambatan apa yang dihadapi.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui
penelitian kepustakaan, penelitian lapangan berupa observasi, wawancara
mendalam dan penelitian dokumen. Menggunakan metode penelitian kualitati
deskripti dan analisi data model interakti. !engan narasumber yang
ditentukan melalui teknik Purposive Sampling yaitu Kepala Badan Kesatuan
Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat sebagai Key inorman, dan
inorman lain adalah Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Kepala Sub Bidang
"awasan Kebangsaan dan Pranata Sosial serta Kepala Sub Bidang Masalah
#ktual dan !eteksi !ini.
$asil Penelitian ini menunjukan bahwa, Strategi yang digunakan
Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat sudah
berjalan dengan baik. Strategi yang digunakan adalah wawasan kebangsaan,
mengadakan dialog, meningkatkan peran Sub Bidang Masalah #ktual dan
!eteksi !ini kemudian meningkatkan peran %KUB &%orum Kerukunan Umat
Beragama'. $al tersebut dilakukan agar mampu mengendalikan dan
menstabilisir umat agar tetap terjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan
dan keharmonisan umat beragama, yang mana saat ini kondisi keamanan dan
ketertiban masyarakat di wilayah Kab. Malinau cukup kondusi mengingat
kerukunan umat beragama merupakan modal awal pemerintah kabupaten
dalam menjalankan program(program pembangunan.
Kata Kunci: Strategi, Kerukunan Umat Beragama
Pendahuluan
Agama memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dalam
kehidupan bangsa Indonesia. Pengakuan akan kedudukan dan peran penting
2!
Strategi Badan Kesatuan Bangsa (Kerukunan) (Nanda Jody Putranto)
agama ini ter"ermin dari penetapan prinsip Ketuhanan #ang $aha %sa sebagai
sila pertama &alsa&ah negara Pan"asila' yang (uga dipahami sebagai sila yang
men(i)ai sila*sila Pan"asila lainnya. +leh sebab itu' pembangunan agama
bukan hanya merupakan bagian integral pembangunan nasional' melainkan
(uga bagian yang seharusnya melandasi dan men(i)ai keseluruhan arah dan
tu(uan pembangunan nasional' yang untuk periode 2!!,*2!2, mengarah pada
upaya untuk me)u(udkan -isi .Indonesia yang $andiri' $a(u' Adil dan
$akmur./
Inspirasi dan aspirasi keagamaan ter"ermin dalam rumusan Pan"asila dan
0ndang*0ndang 1asar 234,. 1i dalam Pasal 23 001 234, dinyatakan bah)a
(2) Negara berdasar atas Ketuhanan #ang $aha %sa dan (2) Negara men(amin
kemerdekaan tiap*tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing*masing
dan untuk beribadat menurut agamanya dan keper"ayaan itu.
1ari segi pemerintah' upaya pembinaan kerukunan hidup beragama telah
dimulai se(ak tahun 235,' dengan ditetapkannya Penetapan Presiden Nomor 2
6ahun 235, tentang Pen"egahan Penyalahgunaan dan7atau Penodaan Agama
yang kemudian dikukuhkan men(adi 0ndang*0ndang Nomor , 6ahun 2353.
Pada 8aman pemerintahan +rde Baru' Pemerintah senantiasa memprakarsai
berbagai kegiatan guna mengatasi ketegangan dalam kehidupan beragama' agar
kerukunan hidup beragama selalu dapat ter"ipta' demi persatuan dan kesatuan
bangsa serta pembangunan.
Kemudian baru*baru ini telah disempurnakan isinya dan tertuang dalam
peraturan bersama $enteri Agama dan $enteri 1alam Negeri Nomor 9 dan 3
6ahun 2!!5. 1engan lahirnya peraturan bersama $enteri Agama dan $enteri
1alam Negeri Nomor 9 dan 3 6ahun 2!!5 ini maka segala ketentuan yang
mengatur tentang kehidupan umat beragama sebelumnya dinyatakan tidak
berlaku lagi.
Kerukunan umat beragama merupakan modal yang sangat berharga bagi
kelangsungan kehidupan seluruh masyarakat Indonesia. Kerukunan umat
beragama adalah sesuatu yang dinamis yang dapat berubah sesuai dengan
perilaku para pendukungnya. +leh karena itu perilaku para pemimpin agama
dan (uga tokoh masyarakat memegang peranan penting dalam men(aga iklim
kondusi&. 1i sinilah arti pentingnya hubungan antar umat beragama yaitu
hubungan komunikati& yang tidak terbatas pada tokoh agama tapi (uga
kelibatan para tokoh masyarakat dan pe(abat birokrasi pemerintahan.
:esekan kepentingan masyarakat terkadang (uga bermuatan isu agama.
Pemerintah Kabupaten $alinau sangat berkepentingan untuk melokalisir
gesekan yang mungkin sa(a ter(adi dengan melibatkan berbagai elemen
masyarakat termasuk di dalamnya tokoh atau pemuka agama. Peran tokoh
agama dan tokoh masyarakat dituntut untuk ikut serta meme"ahkan
problematika ini. 0ntuk me)adahi berbagai kepentingan yang terkait dengan
hubungan lintas agama dan (uga hubungan antar tokoh masyarakat lintas etnik
dan lintas agama.
Kabupaten $alinau sebagai salah satu kabupaten yang memiliki
masyarakat yang sangat heterogen dan memiliki beragam potensi senantiasa
22
eJournal Pemerintahan Integrati&' ;olume 2' Nomor 2' 2!2
dituntut untuk memberdayakan dan meningkatkan kemandirian masyarakat.
Saat ini kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di <ilayah Kab. $alinau
"ukup kondusi&. =al ini merupakan salah satu tantangan bagi pemerintah
daerah untuk memelihara kondisi yang kondusi& mengingat kerukunan umat
beragama merupakan modal a)al pemerintah daerah dalam men(alankan
program*program pembangunan.
Kabupaten $alinau di era otonomi daerah' mengalami kema(uan yang
"ukup pesat. 1i dalam melaksanakan roda pemerintahan kabupaten $alinau
yang dipimpin oleh Bupati men(adi harapan untuk men(a)ab setiap
permasalahan dan tantangan sesuai dengan perkembangan sosial' ekonomi'
politik' budaya' dan lainnya dalam masyarakat. 1engan memiliki multi*agama'
seperti Islam' Katolik' Kristen' Buddha' dan =indu' masyarakat kabupaten
$alinau hidup berdamping dan berkomunikasi satu sama lain. $eskipun
masyarakat kabupaten $alinau mayoritas menganut agama Kristen' tetapi
mereka hidup rukun dengan masyarakat non agama Kristen.
$elalui instansi terkait (Badan kesatuan bangsa' politik' dan
perlindungan masyarakat) yang bertanggung (a)ab terhadap masalah
keamanan dan ketertiban di )ilayah Kab. $alinau merupakan kesempatan
yang strategis untuk semakin memberikan pemahaman yang komprehensi&
mengenai membina hubungan umat beragama yang dilandasi toleransi' saling
pengertian' saling menghormati dan saling menghargai. 0ntuk itu diperlukan
strategi*strategi konkrit yang harus dilakukan yang diharapkan mampu
mengendalikan dan menstabilisir umat agar tetap ter(aga persatuan dan
kesatuan serta kerukunan dan keharmonisan umat beragama sebagaimana yang
diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten sesuai dengan -isi misinya tersebut.
Berkaitan dengan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian mengenai .Strategi Badan Kesatuan Bangsa' Politik' dan
Perlindungan $asyarakat dalam $en(aga Kerukunan Antar 0mat Beragama di
Kabupaten $alinau/.
Keran!a Da"ar Teor#
). Strategi
a) Pengertian Strategi
Se"ara har&iah ' istilah strategy berasal dari kata #unani
strategos, atau strategus dengan kata (amak strategi. Strategos
berarti (enderal tetapi dalam #unani Kuno sering berarti per)ira
Negara &state oicer' dengan &ungsi yang luas. 1e&inisi strategi
adalah "ara untuk men"apai tu(uan (angka pan(ang. $enurut :lue"k
dan Jau"h' P (2393 > 3)' strategi adalah ren"ana yang perusahaan
dengan tantangan lingkungan' yang diran"ang untuk memastikan
bah)a tu(uan utama dari perusahaan dapat di"apai melalui
pelaksanaan yang tepat oleh organisasi.
b) Perumusan Strategi
2. $engidenti&ikasi lingkungan.
2. $elakukan analisis lingkungan internal dan eksternal.
22
Strategi Badan Kesatuan Bangsa (Kerukunan) (Nanda Jody Putranto)
. $erumuskan &aktor*&aktor ukuran keberhasilan &key success
actors).
4. $enentukan tu(uan dan target terukur' menge-aluasi
berbagai alternati& strategi dengan mempertimbangkan
sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang
dihadapi.
") Jenis*Jenis Strategi
2. Strategi Integrasi kedepan' integrasi ke belakang' integrasi
hori8ontal kadang semuanya disebut sebagai integrasi
-ertikal.
2. Strategi Intensi&
. Strategi 1i-ersi-ikasi
4. Strategi 1i&ensi&
,. Strategi 0mum $i"hael Porter
d) 6ingkat*tingkat Strategi
1engan meru(uk pada pandangan 1an S"hendel dan ?harles
=o&er (239,) men(elaskan adanya empat tingkatan strategi.
Keseluruhannya disebut Master Strategy' yaitu > enterprise strategy,
corporate strategy, business strategy dan unctional strategy.
e) 6ipe*6ipe Strategi
2. *orporate strategy (strategi organisasi).
2. Program Strategy (strategi program).
. +esource Support Strategy (strategi pendukung sumber
daya).
4. ,nstitutional Strategy (strategi kelembagaan).
&) Prinsip*Prinsip 0ntuk $enyukseskan Strategi
2. Strategi haruslah konsisten dengan lingkungannya.
2. Setiap organisasi tidak hanya membuat satu strategi
. Strategi yang e&ekti& hendaknya mem&okuskan dan
menyatukan semua sumber daya dan tidak
men"eraiberaikan satu dengan yang lain.
4. Strategi hendaknya memusatkan perhatian pada apa yang
merupakan kekuatannya dan pada titik*titik yang (ustru
adalah kelemahannya.
,. Sumber daya adalah sesuatu yang kritis.
5. Strategi hendaknya memperhitungkan resiko yang tidak
terlalu besar.
@. Strategi hendaknya disusun diatas landasan keberhasilan
yang telah di"apai. Jangan menyusun strategi diatas
kegagalan.
9. 6anda*tanda dari suksesnya strategi ditampakkan dengan
adanya dukungan dari pihak*pihak yang terkait' dan
terutama dari para eksekuti&' dari semua pimpinan unit
ker(a dalam organisasi.
-. Pengertian .rganisasi
2
eJournal Pemerintahan Integrati&' ;olume 2' Nomor 2' 2!2
$enurut :ibson' I-an"e-i"h' 1onnely (dalam =ard(ito' 233@>!@) yaitu
organisasi adalah kesatuan yang memungkinkan masyarakat men"apai tu(uan
yang tidak dapat di"apai indi-idu se"ara perorangan.
Asas*asas +rganisasi
2. Principle o organi/ation (asas tu(uan organisasi)
2. Principle o unity o objective (asas kesatuan tu(uan)
. Principle o unity o command (asas kesatuan perintah)
4. Principle o the span o management (asas rentang kendali)
,. Principle o delegation o authority ( asas pendelegasian
)e)enang)
5. Principle o parity o authority and responsibility (asas
keseimbangan )e)enang dan tanggung (a)ab)
@. Principle o responsibility (asas tanggung (a)ab)
3. Principle o personnal placement (asas penempatan personalia)
2!. Principle o scaler chain (asas (en(ang berangkai)
22. Principle o eeciency (asas e&isien)
22. Principle o continuity (asas kesinambungan)
2. Principle o coordination (asas koordinasi)
b. ?iri*"iri +rganisasi yang Baik
2. 6u(uan organisasi itu (elas dan realistis
2. Pembagian ker(a dan hubungan peker(aan antara unit*unit' sub*
subsistensi atau bagian*bagian harus baik dan (elas.
. +rganisasi itu harus men(adi alat dan )adah yang e&ekti& dalam
men"apai tu(uan.
4. 6ipe organisasi dan strukturnya harus sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.
,. 0nut*unit ker(a (departement*bagian)*nya ditetapkan berdasarkan
atas eratnya peker(aan.
5. 0ob description setiap (abatan harus (elas dan tidak ada tumpang
tindih peker(aan.
@. Aentang kendali setiap bagian harus berdasarkan -olume
peker(aan dan tidak boleh terlalu banyak.
9. Sumber perintah dan tanggung (a)ab harus (elas' melalui (arak
yang terpendek.
3. Jenis )e)enang &authority' yang dimilikisetiap pe(abat harus
(elas.
2!.$ismana(emen penempatan karya)an tidak ada.
22. =ubungan antara bagian dengan bagian lainnya (elas dan serasi
22. Pendelegasian )e)enang harus berdasarkan (ob des"ription
karya)an.
2. 1i&erensiasi' koordinasi. Integrasi' dan sinkronisasi harus baik.
24. +rganisasi harus lu)es dan &leksibel.
2,. +rganisasi harus mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga.
24
Strategi Badan Kesatuan Bangsa (Kerukunan) (Nanda Jody Putranto)
". Jenis*Jenis +rganisasi
2. Berdasarkan Proses Pembentukannya
1ikenal dua ma"am' yaitu .organisasi &ormal dan organisasi
in&ormal/.
2. Berdasarkan Kaitan =ubungan dengan Pemerintah
1ikenal dua ma"am' yaitu .organisasi resmi dan organisasi tidak
resmi/.
. Berdasarkan Skala (0kuran ) Besar Ke"ilnya
a. +rganisasi besar
b. +rganisasi Sedang (menegah)
". +rganisasi Ke"il
4. Berdasarkan tu(uannya
1ikenal dua ma"am' yaitu .organisasi sosial dan organisasi
perusahaan/.
1. Kerukunan Umat Beragama
Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat
beragama yang dilandasi toleransi' saling pengertian' saling menghormati'
menghargai kesetaraan dalam pengamalan a(aran agamanya dan ker(asama
dalam kehidupan bermasyarakat' berbangsa dan bernegara di dalam Negara
Kesatuan Aepublik Indonesia berdasarkan Pan"asila dan 0ndang*0ndang
1asar Negara Aepublik Indonesia 6ahun 234,.
2. 3ugas dan %ungsi Pemerintah
Bahirnya pemerintahan pada a)alnya adalah untuk men(aga suatu
system ketertiban di dalam masyasrakat' sehingga masyarakat tersebut bisa
men(alankan kehidupan se"ara )a(ar. Seiring dengan perkembangan
masyarakat modern yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan' peran
pemerintah kemudian berubah men(adi melayani masyarakat. Pemerintah
modern' dengan kata lain pada hakekatnya adalah pelayanan kepada
masyarakat. Pemerintah tidaklah diadakan untuk melayani diri sendiri' tetapi
untuk melayani masyarakat' men"iptakan kondisi yang memungkinkan setiap
anggota mengembangkan kemampuan dan kreati&itasnya demi men"apai
kema(uan bersama (Aasyid' 2!!!>2). +sborne dan :aebler (ter(emahan
Aosyid' 2!!! > 232) bahkan menyatakan bah)a pemerintah yang demokratis
lahir untuk melayani )arganya dan karena itulah tugas pemerintah adalah
men"ari "ara untuk menyenangkan )arganya.
+leh Ndraha (2!!2 > 9,)' &ungsi pemerintahan tersebut kemudian
diringkus men(adi 2 (dua) ma"am &ungsi' yaitu> Pertama' pemerintah
mempunyai &ungsi primer atau &ungsi pelayanan (ser-i"e)' sebagai pro-ider
(asa publik yang baik dipri-atisasikan dan layanan "i-il termasuk layanan
birokrasi. Kedua' pemerintah mempunyai &ungsi sekunder atau &ungsi
pemberdayaan (empo)erment)' sebagai penyelenggara pembangunan dan
melakukan program pemberdayaan. 1engan begitu luas dan kompleksnya
tugas dan &ungsi pemerintahan' menyebabkan pemerintah harus memikul
tanggung (a)ab yang sangat besar. 0ntuk mengemban tugas yang berat itu'
selain diperlukan sumber daya' dukungan lingkungan' dibutuhkan institusi
2,
eJournal Pemerintahan Integrati&' ;olume 2' Nomor 2' 2!2
yang kuat yang didukung oleh aparat yang memiliki perilaku yang sesuai
dengan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat dan pemerintahan.
Bangkah ini perlu dilakukan oleh pemerintah' mengingat dimasa mendatang
perubahan*perubahan yang ter(adi di dalam masyarakat akan semakin
menambah pengetahuan masyarakat untuk men"ermati segala akti-itas
pemerintahan dalam hubungannya dengan pemberian pelayanan kepada
masyarakat.
Metode Penel#t#an
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui Strategi apa yang
dipergunakan Badan Kesatuan Bangsa' Politik dan Perlindungan $asyarakat
dalam men(aga Kerukunan antar 0mat Beragama di Kabupaten $alinau.
0ntuk mempermudah peneliti dalam memperoleh gambaran yang mendalam
terhadap masalah yang diteliti maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan
pendekatan deskripti& kualitati&. Peneliti menggunakan pendekatan ini untuk
mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang Strategi Badan Kesatuan
Bangsa' Politik dan Perlindungan $asyarakat dalam men(aga Kerukunan antar
0mat Beragama di Kabupaten $alinau.$enurut Na)a)i (2!!,> 5) yaitu
.$etode deskripti& dapat diartikan sebagai prosedur peme"ahan masalah yang
diselidiki dengan menggambarkan7melukiskan keadaan sub(ek7obyek
penelitian (seseorang lembaga' masyarakat dan lain*lain) pada saat sekarang
berdasarkan &akta*&akta yang tampak atau sebagaimana/. $elalui pendekatan
kualitati& deskripti& inilah peneliti berharap dapat mengetahui Strategi yang
dipergunakan Badan Kesatuan Bangsa' Politik dan Perlindungan $asyarakat
dalam men(aga Kerukunan antar 0mat Beragama Kabupaten $alinau.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah> (2) Sumber
1ata Primer> 1ata Primer adalahdata yang bersumber dari kegiatan )a)an"ara
dengan menggunakan in&orman dan dari kegiatan obser-asi.$enggunakan
Purposive samplingmerupakan teknik pengambilansampel dengan berdasarkan
pertimbangan ditentukan sendiri oleh peneliti yang dikemukakan
Sugiyono(2!!3> 35) bah)a Purposive sampling adalah teknik penentuan
sampling berdasarkan pertimbangan tertentu. (2) Sumber 1ata Sekunder> 1ata
yang diperoleh melaluui beberapa in&ormasi antara lain melauii> (a) 1okumen
(b) Arsip*arsip yang rele-an (") Buku Ilmiah' hasil penelitian (d) Peraturan
perundang*undangan yang rele-an.
1alam penelitian teknik pengumpulan data yang digunakan adalah> (2)
Penelitian Studi Biteratur yaitu mempela(ari buku*buku' re&rensi' peraturan*
peraturan'laporan*laporan yang ada hubunganya dengan masalah yang diteliti'
(2) Penelitian Studi Bapangan yaitu suatu "ara mengumpulkan data dengan
mengadakan penelitian langsung pada ob(ek penelitan. Penelitian yang
dilakukan se"ara langsung dilapangan dengan menggunakan beberapa teknik
yaitu> (a) +bser-asi yaitu mengadakan penga)asan se"ara langsung kepada
ob(ek penelitian (b) <a)an"ara yaitu6eknik )a)an"ara adalah men"akup "ara
yang dipergunakan oleh seseorang' untuk tu(uan suatu tugas tertentu' men"oba
25
Strategi Badan Kesatuan Bangsa (Kerukunan) (Nanda Jody Putranto)
mendapatkan keterangan' atau pandapat se"ara lisan dari seseorang responden'
dengan ber"akap*"akap berhadapan muka dengan orang itu yang dikemukakan.
$etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
deskripti&.$enurut Sugiyono(2!!5>22)'Penelitian deskripti& adalah penelitian
yang dilakukan untuk menilai nilai -ariable mandiri'baik satu atau
lebih(independen)tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan antara
-ariable satu dengan -ariable lain.
1alam analisis data kualitati& terdapat empat komponen yaitu sebagai
berikut> (2) Pengumpulan 1ata &!ata *ollecting' mengumpulkan seluruh data
yang diperoleh dalam suatu penelitian baik berupa dokumen' obser-asi maupun
)a)an"ara(2) Aeduksi 1ata &!ata +eduction'
memilih'mem&okuskan'menter(emahkan dengan membuat "atatan dengan
mengubah data yang mentah yang dikumpulkan dalam penelitian ke dalam
"atatan yang disortir atau diperiksa () Penya(ian 1ata &!isplay !ata'Setelah
data direduksi' maka langkah selan(utnya adalah menya(ikan data. 1isplay data
adalah usaha merangkai in&ormasi yang terorganisisr dalam upaya
menggambarkan kesimpulan dan mengambil tindakan.(4) Penarikan
Kesimpulan &*onclution !rawing' Bangkah terakhir dalam analisis data
kualitati& menurut $iles dan =uberman adalah penarikan kesimpulan dan
-eri&ikasi. Penarikan kesimpulan merupakan tahapan terakhir dari sebuah
penulisan analisis' yang berisikan tentang hasil kesimpulan dari sebuah analisis
data yang telah terpola dan tersusun serta teru(i kebenarannya.
$a"#l dan Pe%&aha"an
'( )a*a"an !e&an"aan
Sekarang ini umat beragama dihadapkan pada tantangan mun"ulnya
benturan*benturan atau kon&lik diantara mereka. +leh karena itu' untuk
mengantisipasi pe"ahnya kon&lik antar umat beragama khususnya di Kabupaten
$alinau perlu dikembangkan upaya seperti adanya Komunikasi 0mat
Beragama (<a)asan Kebangsaan). )a)asan kebangsaan yang di(alankan di
Kabupaten $alinau saat ini terbagi men(adi 2 (enis' yang pertama lebih
mengarah kepada kelompok atau &orum yang bertu(uan untuk mempererat
persatuan dan kesatuan antara umat beragama yang ada di Kabupaten $alinau'
dimana peran pemerintah termasuk Pemerintah Kabupaten $alinau sebagai
&asilitator sedangkan yang kedua hanya dalam bentuk pelatihan dan
pembekalan materi yang bertu(uan untuk menambah )a)asan dan
pengetahuan tentang pentingnya kerukunan baik intern umat beragama maupun
antar umat beragama dengan umat beragama lainnya bagi pela(ar' +rmas'
BS$' dan tokoh pemuda. 1ari )a)asan kebangsaan ini ada 2 kegiatan'
(a)mengadakan seminar atau sosialisasi kerukunan umat beragama dengan
tokoh*tokoh agama atau tokoh pemuda agama di ke"amatan dan desa.
Sosialisasi kerukunan umat beragama adalah dimana tokoh agama' tokoh
pemuda agama' pela(ar' dan tokoh adat berkumpul dalam satu keinginan yakni
untuk menghembuskan na&as kerukunan antar umat beragama. Kegiatan ini
merupakan )u(ud komitmen dan kepedulian masyarakat dalam
2@
eJournal Pemerintahan Integrati&' ;olume 2' Nomor 2' 2!2
mempromosikan nilai*nilai saling per"aya dan saling pengertian diantara
berbagai agama. pemahaman bersama tentang kerukunan harus dilakukan.
Pasalnya bangsa ini yang tadinya sangat santun dan sopan' tapi sekarang (ustru
sering ter(adi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Konsepnya kita tahu
bah)a agama itu merupakan kompas sebagai penun(uk arah bagaimana kita
hidup dengan aman dan damai di permukaan dunia ini. 6api yang ter(adi
sekarang agama malah di(adikan alasan untuk melakukan kekerasan.
Pemahaman bersama itu dilakukan saat CK0B $alinau melakukan
dialog dengan pemuka agama' tokoh masyarakat dan pendak)a agama serta
pemuda dan lapisan masyarakat lainnya. Jadi (atidiri merupakan modal dasar
kerukunan. Sebab dalam dialog akan ditemukan pikiran*pikiran (ernih'
sekaligus langkah*langkah strategis untuk mengantisipasi mun"ulnya gesekan*
gesekan disebabkan masalah agama. 1ialog*dialog antarumat beragama perlu
dihidupkan kembali sehingga dapat membangun saling rasa keper"ayaan
bersama terhadap pentingnya kerukunan' sehingga tidak ada dusta di antara
kita' sehingga ter"apai tu(uan yang ingin di "apai. bagaimana tu(uan*tu(uan dari
pelaksanaan sosialisasi kerukunan umat beragama' dimana untuk men"apai
keharmonisan dan perdamaian antar umat beragama dan penanaman nilai*nilai
kebersamaan dan diperlukan usaha bersama antara pemuka agama dan
pimpinan lembaga negara (eksekuti&' legislati&' yudikati&)' masyarakat madani'
media massa' dan unsur masyarakat lain untuk menghilangkan rasa saling
"uriga dan membangun sikap saling pengertian. 1i tengah*tengah beragam
persoalan bangsa tersebut (baik kemiskinan' pengangguran' korupsi' serta
ketidakadilan ekonomi' hukum' dan sosial) maka peran tokoh*tokoh agama
sangat penting untuk member pen"erahan dan suri teladan bagi umat'
membangun keper"ayaan terhadap diri sendiri dan orang lain. Kemudian
(b)melakukan Studi Banding ke beberapa daerah*daerah. Kegiatan studi
banding adalah adalah sebuah kegiatan yang sangat penting bagi Badan
Kesatuan Bangsa' Politik dan Perlindungan $asyarakat Kabupaten $alinau
terkhusus bagi pengurus CK0B $alinau karena kegiatan ini akan memberikan
pengetahuan' pengalaman dan keterampilan dalam me)u(udkan kerukunan
umat beragama di $alinau sendiri. studi banding adalah proses menggali ilmu
khusus tentang kelebihan tempat lain. 1an yang paling penting' hasil study
banding diselaraskan dengan kondisi riil di tempat kita saat ini dan kemudian
diimbuhi dengan peren"anaan*peren"anaan matang tentang apa dan bagaimana
program ke depan akan di(alankan. Kemudian se"ara umum tu(uannya tentu
lebih dikhususkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman pengurus
CK0B $alinau dalam me)u(udkan kerukunan umat beragama.Badan
Kesatuan Bangsa' Politik dan Perlindungan $asyarakat Kabupaten $alinau
dengan CK0B $alinau telah melaksanakan studi banding ke beberapa daerah
kemudian untuk masalah pendirian rumah ibadah itu akan diklasi&ikasikan
apakah itu mas(id' tergolong langgar atau mushola' gere(a dan lain*lain. 0ntuk
urusan masalah pendirian rumah ibadah Badan Kesatuan Bangsa' Politik dan
Perlindungan $asyarakat Kabupaten $alinau tidak pernah mengurusnya
karena selama ini lebih kepada tupoksinya ada Kantor Kementerian Agama
29
Strategi Badan Kesatuan Bangsa (Kerukunan) (Nanda Jody Putranto)
yang mengurusnya. 1ari sinilah perlu ditingkatkan kembali program ker(a yang
sudah terlaksana sebelumnya seperti sosialisasi yang dilakukan ke ke"amatan*
ke"amatan dan nantinya bisa sampai ke tingkat yang paling ke"il dan sekolah*
sekolah.
+( Menada!an ,erte%uan "e-ara &er!ala ./!al# "e&ulan0 denan to!oh1
to!oh adat %au,un to!oh1to!oh ,e%uda
0ntuk mengantisipasi mun"ulnya kon&lik antar umat beragama perlu
dikembangkan upaya*upaya dialog atau pertemuan se"ara berkala untuk
mengeliminir perbedaan*perbedaan di masing*masing agama. 1ialog atau
pertemuan se"ara berkala adalah upaya untuk men(embatani bagaimana
benturan bisa dieliminir. 1ialog agama atau rapat koordinasi di Kabupaten
$alinau merupakan )adah yang unik dan tidak seperti dialog*dialog di tempat*
tempat lainnya. 1ialog atau rapat koordinasi di Kabupaten $alinau di
dalamnya terdapat unsur pe(abat pemerintah kabupaten' unsur tokoh agama'
unsur tokoh masyarakat' dan unsur tokoh organisasi keagamaan yang berlatar
belakang dari berbagai agama. Badan Kesatuan Bangsa' Politik dan
Perlindungan $asyarakat Kabupaten $alinau mem&asilitasi dialog agama atau
rapat koordinasi ini untuk menun(ang program ker(a yang diarahkan untuk
ter"iptanya harmonisasi sehingga dapat terlihat ber(alan e&ekti& atau tidak.
Pemerintah Kabupaten $alinau sangat berkepentingan untuk melokalisir
gesekan yang mungkin sa(a ter(adi dengan melibatkan berbagai elemen
masyarakat termasuk di dalamnya tokoh atau pemuka agama. Peran tokoh
agama dan tokoh masyarakat dituntut untuk ikut serta meme"ahkan
problematika ini. 0ntuk me)adahi berbagai kepentingan yang terkait dengan
hubungan antar agama dan (uga hubungan tokoh masyarakat antar etnik dengan
antar agama' di $alinau sudah terdapat berbagai &orum dan salah satunya
adalah Corum Kerukunan 0mat Beragama (CK0B)'$aka diperlukan adanya
ka(ian yang lebih komprehensi& dan mendalam tentang apa dan bagaimana
&orum keagamaan di Kabupaten $alinau ini berkiprah dalam kehidupan
bermasyarakat berbalut )a)asan kebangsaan sehingga ter)u(ud kerukunan
umat beragama.
/( Men#n!at!an ,eran Su& B#dan Ma"alah a!ual dan Dete!"# D#n#
dala% %ela!"ana!an !e&#2a!an te!n#" ,en!a2#an %a"alah a-tual dan
dete!"# d#n#
Sub Bidang $asalah Aktual dan 1eteksi 1ini mempunyai peran yang
penting karena isu*isu permasalahan selalu mereka ketahui terlebih dahulu agar
isu*isu tersebut tidak men(adi masalah yang besar sehingga bisa menimbulkan
kon&lik. 1engan upaya koordinasi intensi& yang dilakukan subbid masalah
aktual dan deteksi dini'kondisi keamanan di Kabupaten $alinau semakin
kondusi&. Berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat
ditangani dengan baik sehingga tidak sampai menimbulkan ge(olak yang luar
biasa. Penanganan an"aman gerakan separatisme dan lain*lain. Keberhasilan
ini tidak terlepas dari koordinasi di bidang polhukam guna meningkatkan
23
eJournal Pemerintahan Integrati&' ;olume 2' Nomor 2' 2!2
kiner(a pemerintah dalam mengantisipasi' menindak' dan mengatasi berbagai
potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Serangkaian operasi "ipta kondisi
keamanan dan ketertiban yang dilaksanakan oleh aparat keamanan telah
berhasil menekan tindak ke(ahatan. Namun demikian upaya pen"iptaan
keamanan dan ketertiban tersebut masih menemui banyak kendala karena
tingginya dinamika politik' hukum' sosial dan ekonomi yang ter(adi di
masyarakat. Namun diperlukan langkah*langkah untuk lebih meningkatkan
peran dari Sub Bidang $aslah Aktual dan 1eteksi 1ini.1asar dalam
meningkatkan peran dari Sub Bidang $asalah Aktual dan 1eteksi dini' seperti
pelaksanaan pengka(ian maslah aktual yang meliputi pemantauan dan
pelaporan serta pengka(ian dan penanganan masalah yang akan' sedang dan
telah ter(adi di masyarakat' kemudian dari pelaksanaan perlindungan
masyarakatnya yang meliputi kesiagaan' penanggulangan dan peningkatan
sumber daya manusia. $aka dengan peningkatan peran Sub Bidang $asalah
Aktual dan 1eteksi 1ini ini kesadaran masyarakat tentang perlunya adat
budaya dan keari&an lokal sebagai salah satu sarana meningkatkan harmonisasi
sosial men(adi meningkat dan partisipasi dan reaksi spontan komponen
masyarakat dalam penanggulangan isu*isu kon&lik agama meningkat.
3( Men#n!at!an ,eran 4KUB .4oru% Keru!unan U%at Beraa%a0
"e&aa# %#tra d#dala% %e%&anun dan %e%el#hara !eru!unan antar
u%at &eraa%a
Kabupaten $alinau terdiri dari )arga yang berbeda agama dan suku.
Kesalahan dalam men(alani keperbedaan tersebut akan menimbulkan kon&lik
diantara satu dengan yang lainnya. 1alam membangun hubungan kemitraan
antara Pemerintah dan Pemerintah 1aerah dengan CK0B dibutuhkan
ker(asama yang intens' interaksi yang komunikati& serta relasi yang saling
melengkapi serta saling memberi penguatan. 1isadari bah)a hubungan
peranan Pemerintah dan Pemerintah 1aerah dalam pemberdayaan CK0B
masih banyak terdapat kelemahan' kekurangan' keterbatasan' tidak maksimal
dan tidak optimal. =al ini sangat mempengaruhi peran dan &ungsi CK0B
sebagaimana diamanatkan dalam PB$ Nomor 3 dan 9 6ahun 2!!5 tentang
Pedoman Pelaksanaan 6ugas Kepala 1aerah7<akil Kepala 1aerah 1alam
Pemeliharaan Kerukunan 0mat Beragama' Pemberdayaan Corum Kerukunan
0mat Beragama' dan Pendirian Aumah Ibadat. $engingat bah)a kehidupan
dan kerukunan umat beragama bersi&at dinamis dan rentan terhadap pengaruh
lingkungan global serta berbagai aspek kehidupan nasional maka kerukunan
umat beragama harus dipelihara se"ara terus*menerus dan terarah. +leh karena
itu Pemerintah Kabupaten $alinau berke)a(iban meningkatkan peran CK0B
sebagai mitra di dalam membangun dan memelihara kerukunan umat
beragama' sehingga dapat memberikan sumbangan bagi peme"ahan problem
keadilan dan kese(ahteraan di dalam kehidupan masyarakat. Badan Kesatuan
Bangsa' Politik' dan Perlindungan $asyarakat Kabupaten $alinau bukan
hanya sendiri dalam hal meningkatkan peran CK0B $alinau ini' berbagai
ma"am upaya (uga telah dilakukan oleh kelompok*kelompok masyarakat sipil
24!
Strategi Badan Kesatuan Bangsa (Kerukunan) (Nanda Jody Putranto)
(BS$) untuk pengembangan kerukunan' harmoni dan toleransi' namun upaya
itu lebih banyak mengalami (alan buntu dan belum menun(ukkan hasil yang
optimal. Kondisi demikian membuat masyarakat semakin tahu bah)a upaya*
upaya yang dilakukan selama ini hanya membuang*buang dana.
$asyarakat sering melihat dan memahami bah)a Pemerintah dan
Pemerintah 1aerah masih setengah hati dalam menangani kasus*kasus
kerukunan umat beragama. Akar masalah kon&lik antar umat beragama
sebenarnya telah dapat diidenti&ikasi' namun solusinya tidak sampai kepada
penuntasan akar masalah. Sebenarnya dengan eksistensi CK0B' akar masalah
tersebut dapat didiskusikan atau didialogkan. <arga masyarakat (uga dapat
menyampaikan aspirasi terkait dengan hubungan antar umat beragama kepada
CK0B' sehingga persaingan dan permusuhan tidak berkembang dalam &orum*
&orum yang sakral seperti khutbah' "eramah' dan ibadat. perlu adanya
dukungan &asilitasi bagi pemberdayaan CK0B dalam penganggaran dalam
bentuk anggaran melalui APBN7APB1' &asilitas kantor' perbantuan tenaga
administrasi dan peningkatan kapasitas anggota CK0B melalui pembela(aran
organisasi. Pemerintah Kabupaten $alinau masih kurang tegas dalam
pengalokasian anggaran akibat kurang pemahaman terhadap urgensi
pemeliharaan kerukunan. +leh sebab itulah diperlukan ketegasan Pemerintah
Kabupaten $alinau memberikan anggaran dari APB1 tentang pemeliharaan
kerukunan yang diambil dari pos anggaran pemeliharaan ketenteraman dan
ketertiban masyarakat' ditambah lagi bantuan anggaran kegiatan dari usaha)an
guna memelihara keamanan dan ketertiban daerah' sebaiknya Pemerintah
kabupaten $alinau men"antumkan anggaran belan(a CK0B dalam APB1
sehingga CK0B lebih mandiri' pro&esional dan bertanggung(a)ab.
CK0B sendiri terus mengintensi&kan pembinaan kepada semua agama
yang dianut masyarakat Kabupaten $alinau. Pertemuan*pertemuan rutin antar
tokoh*tokoh agama (uga sering dilakukan. =al ini tak lain untuk men(alin
hubungan yang lebihbaik disamping harmonisasi antarumat beragama.
Perbedaan keyakinan dalam hidup bermasyarakat' memang seharusnya tidak
dipandang sebagai satu an"aman keutuhan bangsa. Perbedaan seharusnya
di(adikan kekuatan untuk ma(u men(adi bangsa yang lebih besar. Kekuatan
untuk ma(u dan bersaing dengan bangsa lain. Bukan malah untuk saling
menghan"urkan antar sesama. Kemudian (ika CK0B $alinau berhasil atau
minimal telah optimal dalam men(alankan tupoksinya tentu ini sangat
meringankan tugas Badan Kesatuan Bangsa' Politik dan Perlindungan
$asyarakat Kabupaten $alinau terkhusus dari Bidang Kesatuan Bangsa dalam
hal men(aga kerukunan antar umat beragama. adanya hubungan ker(a sama
atau bermitranya dengan CK0B $alinau' Badan Kesatuan Bangsa' Politik dan
Perlindungan $asyarakat Kabupaten $alinau sangat terbantu dalam
membangun dan memelihara kerukunan umat beragama' sehingga dapat
memberikan sumbangan bagi peme"ahan problem keadilan dan kese(ahteraan
di dalam kehidupan masyarakat. +leh sebab itulah' $elalui pemberdayaan
CK0B se"ara bertanggung(a)ab nis"aya dapat men(ernihkan suasana relasi
242
eJournal Pemerintahan Integrati&' ;olume 2' Nomor 2' 2!2
sosial di tengah masyarakat' yang pada gilirannya akan mampu men"iptakan
kerukunan umat beragama.
5( $a%&atan1$a%&atan
Begitu pun dalam men(aga kerukunan antar umat beragama di
Kabupaten $alinau ini' dalam pelaksanaannya banyak sekali menemui
hambatan*hambatan. =ambatan itu antara lain sebagai berikut (2) Penyaluran
bantuan dana yang tersendat. 1ana merupakan hal yang merupakan aspek -ital
dalam suatu kegiatan. Biasanya dana berbentuk berupa uang atau se(enisnya.
Baik buruknya suatu kegiatan dapat diukur dengan besar dana yang
dikeluarkan. Begitu pun pada kegiatan dari Bidang Kesbang sendiri maupun
CK0B $alinau' tanpa adanya dana' kegiatan pun tidak bisa ber(alan dengan
maksimal.Sistem penyaluran baru memba)a masalah baru. $eski se"ara
prosedur penyaluran bantuan dana dari kementerian agama ke pemerintah
daerah terlihat lebih e&ekti& dan e&isien dibanding tahun lalu. Namun
kenyataannya banyak kendala yang ditemui di lapangan. Kemudian penyaluran
bantuan dana harus dengan memperkuat penga)asan dimana pemerintah
daerah (pemda) harus dilibatkan agar ter(adi sinergi sehingga akan banyak
pihak yang bertanggung (a)ab (ika sampai ter(adi penyimpangan.Selain
persoalan transisi dengan sistem baru' banyak pihak yang bertanggung (a)ab
mengurusi pen"airan dana takut melakukan kesalahan prosedur. Sehingga
sangat hati*hati dalam mengurusi proses perlengkapan data administrasi. +leh
sebab inilah Badan Kesatuan Bangsa' Politik dan Perlindungan $asyarakat
Kabupaten $alinau terus berkoordinasi setiap pekan untuk mengetahui kendala
dan men"ari solusi tentang hambatan bantuan dana ini.
=ambatan selan(utnya dalam men(aga kerukunan umat beragama
adalah (2)masih tingginya sikap &anatisme dari masing*masing agama. Sikap
&anatisme agama yakni pemahaman keagamaan yang menekankan praktik
keagamaan tanpa melihat bagaimana sebuah a(aran agama seharusnya
diadaptasikan dengan situasi dan kondisi masyarakat di Kabupaten $alinau
sendiri.Ada beberapa kelompok agama yang masih berpandangan bah)a
agamanya adalah satu*satunya agama yang benar dan dapat men(amin
keselamatan manusia. Pandangan*pandangan sema"am ini tidak mudah dikikis
karena ada masing*masing sekte atau aliran dalam agama tertentu. 1engan
saling mengandalkan pandangan*pandangan setiap sekte dalam agama ini'
maka timbullah sikap &anatisme yang berlebihan.
Ke"#%,ulan
Adapun kesimpulan dari skripsi yang ber(udul Strategi Badan Kesatuan
Bangsa' Politik dan Perlindungan $asyarakat dalam $en(aga Kerukunan antar
0mat Beragama di Kabupaten $alinau' yaitu > (2) 1alam rangka men(aga
kerukunan antar umat beragama di Kabupaten $alinau maka Badan Kesatuan
Bangsa' Politik dan Perlindungan $asyarakat Kabupaten $alinau memiliki
strategi*strategi yang senantiasa dilakukan agar tu(uan organisasi yang
diinginkan dapat ter"apai.
Strategi yang digunakan yaitu *Seminar atau sosialisasi kerukunan
umat beragama dengan tokoh*tokoh agama atau tokoh pemuda agama di
242
Strategi Badan Kesatuan Bangsa (Kerukunan) (Nanda Jody Putranto)
ke"amatan dan desa yang dilaksanakan dapat memberikan pemahaman kepada
masyarakat terkhusus bagi tokoh*tokoh agama atau tokoh*tokoh pemuda
agama tentang pentingnya kerukunan umat beragama sebagai langkah
antisipati& terhadap masalah kerukunan umat beragama. 1engan diberikan
pemahaman ini' masyarakat lebih paham. Bilapun ada isu*isu agama yang
men"oba mengintegrasikan' (adi masyarakat sudah lebih paham terlebih dahulu
sehingga tidak ter(adi perpe"ahan dalam agama tersebut. Balu studi banding
adalah suatu kegiatan yang sangat penting bagi Badan Kesatuan Bangsa'
Politik dan Perlindungan $asyarakat Kabupaten $alinau terkhusus bagi
pengurus CK0B $alinau dimana kegiatan ini akan memberikan pengetahuan'
pengalaman dan keterampilan dalam me)u(udkan kerukunan umat beragama
di Kabupaten $alinau. Balu mengantisipasi mun"ulnya kon&lik antar umat
beragama di Kabupaten $alinau melalui upaya*upaya dialog atau pertemuan
se"ara berkala dilaksanakan untuk mengeliminir perbedaan*perbedaan di
masing*masing agama. Pertemuan di Kabupaten $alinau di dalamnya terdapat
unsur pe(abat pemerintahan kabupaten' unsur tokoh agama' unsur tokoh
masyarakat dan unsur tokoh organisasi keagamaan yang berlatar belakang dari
berbagai agama. Balu meningkatkan peran dari Sub Bidang $asalah Aktual
dan 1eteksi 1ini melalui pelaksanaan pengka(ian masalah aktual yang meliputi
pemantauan dan pelaporan serta pengka(ian dan penanganan masalah yang
akan' sedang dan telah ter(adi di masyarakat' kemudian pelaksanaan
perlindungan masyarakatnya yang meliputi kesiagaan' penanggulangan dan
peningkatan sumber daya manusia sebagai salah satu sarana meningkatkan
harmonisasi sosial men(adi meningkat dan partisipasi dan reaksi spontan
komponen masyarakat dalam penanggulangan isu*isu kon&lik agama
meningkat. Kemudian meningkatkan peran CK0B sebagai mitra dalam
memelihara kerukunan antar umat beragama dimana Pemerintah Kabupaten
$alinau melakukan ke)a(iban se"ara konsisten memberikan &asilitas dukungan
anggaran melalui APBN7APB1 untuk pelaksanaan tugas pokok CK0B
$alinau kemudian melalui pemberdayaan CK0B yang bertanggung (a)ab
sehingga dapat men(ernihkan suasana relasi sosial di tengah masyarakat
$alinau' yang pada gilirannya akan mampu men"iptakan kerukunan antar
umat beragama di Kabupaten $alinau. (2) =ambatan yang ter(adi dalam
men(aga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten $alinau yaitu
tersendatnya penyaluran bantuan dana untuk pelaksanaan kegiatan yang telah
diprogramkan serta tingginya sikap &anatisme dalam masing*masing agama
dimana mun"ulnya persoalan transisi dengan sistem baru men(adikan pihak
yang bertanggung (a)ab mengurusi pen"airan dana takut melakukan kesalahan
prosedur sehingga sangat hati*hati dalam mengurusi proses perlengkapan data
administrasi. Selain itu masih ada beberapa kelompok agama yang
berpandangan bah)a agama yang dianutnya adalah satu*satunya agama yang
benar dan dapat men(amin keselamatan manusia' maka timbullah sikap
&anatisme yang berlebihan.
Da6tar Pu"ta!a
24
eJournal Pemerintahan Integrati&' ;olume 2' Nomor 2' 2!2
Cathoni' Abdurrahmat. 2!!5. .rganisasi dan Manajemen Sumber !aya
Manusia. Jakarta> Aineka ?ipta.
:ibson' I-an"e-i"h' 1onnely.D233@. .rganisasi 4 Perilaku 5 Struktur 5 Proses.
%disi Kedelapan. Jakarta > P6 Binarupa Aksara
Idrus' $uhammad. 2!!@. Metode Penelitian ,lmu(,lmu Sosial &Pendekatan
Kualitati dan Kuantitati'. #ogyakarta> 0II
Jusu&' Irianto dkk. 2!!2. ,su(,su Strategis. Jatim> Insan ?endekia
$iles' $athe) B dan A. $i"hael =uberman. 2!!@. #nalisis !ata Kualitati.
Jakarta> 0ni-ersitas Indonesia
$oleong' BeEy J. 2!!5. Metode Penelitian Kualitati 6disi +evisi. Bandung.
P6 Aema(a Aosdakarya
Ndraha' 6ali8iduhu. 2!!. Kybernology &,lmu Pemerintahan Baru' ). Jakarta.
P6 Aineka ?ipta
Salusu' Jusu&. 2!!5. Pengambilan Keputusan Stratejik &Untuk .rganisasi
Publik dan .rganisasi 7onproit'. Jakarta > Aasindo
Sugiyono. 2!!@. Memahami Penelitian Kualitati. Bandung> Al&abeta
FFFFFFFF. 2!!3. Metode Penelitian Kuantitati, Kualitati da + 8 !.
Bandung > ?;. Al&abeta.
Sutarto. 2!!4. !asar(!asar .rganisasi. #ogyakarta> :a(ah $ada 0ni-ersity
Press
0sman' =usaini dan Purnomo Setiadi Akbar. 2!!. Metodologi Penelitian
Sosial. Jakarta> Bumi Aksara.
Do!u%en
Peraturan 1aerah Kabupaten $alinau Nomor 29 tahun 2!!9 tanggal ! Juni
2!!9 tentang Kedudukan' 6ugas Pokok' Cungsi' Susunan +rganisasi dan
6ata Ker(a Badan Kesatuan Bangsa' Politik dan Perlindungan
$asyarakat Kabupaten $alinau.
Peraturan bersama $enteri Agama dan $enteri 1alam Negeri Nomor 9 dan 3
6ahun 2!!5
Su%&er Internet7
http>77bakesbang.malinau.go.id7
http>77id.sh-oong."om7humanties7phylosophy7222@2@9*pengertian*strategi7
(diakses tanggal 2! +ktober 2!22)
http>77(urnal*sdm.blogspot."om7...7konsep*strategi*de&inisi*perumusan.html
(diakses tanggal 2! +ktober 2!22)
http>77 repository.usu.a".id7bitstream7224,5@9372334!7...7?hapterG2!II.pd&
(diakses tanggal 2! Januari 2!2)
244