Anda di halaman 1dari 8

IBNU SALEH HABIBI

L2H009113
NILAI ASAL: B

MACAM-MACAM KEAUSAN PAHAT DAN IDENTIFIKASINYA

(a) Keausan flank
Aus tepi yaitu keausan pada bidang utama/mayor. Keausan tepi dapat diukur
menggunakan mikroskop, dimana bidang mata potong diatur sehingga tegak lurus
sumbu optik. Dalam hal ini besarnya keausan tepi dapat diketahui dengan mengukur
panjang VB (mm), yaitu jarak antara mata potong sebelum terjadi keausan sampai
ke garis rata-rata bekas keausan pada bidang utama.

(b) Keausan crater
Keausan pada bidang geram disebut dengan keausan kawah (Crater Wear).
Keausan kawah hanya dapat diukur dengan mudah dengan memakai alat ukur
kekasaran permukaan. Dalam hal ini jarum/sensor alat ukur digeserkan pada bidang
geram dengan sumbu pergeseran diatur sehingga sejajar bidang geram. Dari grafik
profil permukaan yang diperoleh dapat diukur jarak/kedalaman yang paling besar
yang menyatakan harga KT (mm). Gambar di bawah ini adalah gambar keausan tepi
dan keausan kawah:

Gambar 1. Keausan Kawah dan Keausan Flank
Selama proses pembentukan geram berlangsung,pahat dapat mengalami
kegagalan dari fungsinya yang normal karena berbagai sebab, antara lain:
IBNU SALEH HABIBI
L2H009113
NILAI ASAL: B



Keausan dapat terjadi pada bidang utama pahat dan bidang geram. Karena
bentuk dan letaknya yang spesifik, keausan pada bidang geram disebut dengan
keausan kawah (creater wear) dan keausan bidang utama/mayor dinamakan
keausan tepi (flank wear). Dalam hal ini keausan kawah dapat diukur dengan mudah
dengan menggunakan alat ukur kekerasan permukaan (Roughness Test). Sedangkan
untuk keausan tepi dapat diukur dengan cara mengukur panjang VB (mm), yaitu
jarak antara mata potong sebelum terjadi keausan kegaris rata-rata bekas keausan
bidang utama.
(c) Pengelupasan (Flaking)
Pengelupasan merupakan bentuk aus pahat yang letaknya sama dengan aus tepi (flank
wear), tetapi bentuknya lebih kecil atau lebih halus.
(d) Penyerpihan (Chipping)
Penyerpihan merupakan bentuk cacat kecil pada pahat yang terletak pada sisi mata
pahat (cutting edge).

(g) Built-Up Edge (BUE)
Built Up Edge terjadi karena material benda kerja menyatu dengan mata pahat.
Penumpukan lapisan material benda kerja pada bidang geram di daerah dekat mata
potong didalam proses pemesinan disebut BUE (Built Up Edge) yang mengubah
geometri pahat karena berfungsi sebagai mata potong yang baru dari pahat yang
bersangkutan. Karena telah mengalami regangan yang tinggi, BUE dalam proses
pemotongan baja akan menjadi sangat keras (strain hardened).

(h) Deformasi plastis nyata
Aus pahat berupa deformasi plastis disebabkan tekanan temperatur yang tinggi pada
bidang aktif pahat, dimana kekerasan dan kekuatan material pahat akan turun bersama
dengan naiknya temperatur.
IBNU SALEH HABIBI
L2H009113
NILAI ASAL: B
Selain tipe kausan yang telah dijelaskan di atas ada berikut adalah gambar lengkap
beberapa keausan yang terjadi pada pahat:


Gambar 2. Macam-macam Keausan Pahat
Keterangan:
(a) keausan flank
(b) keausan crater,
(c) keausan notch
(d) keausan nose radius
(e) patahan thermal
(f) patahan parallel
(g) Built-Up Edge (BUE)
(h) deformasi plastis nyata
(i) edge chipping
(j) chip hammering
IBNU SALEH HABIBI
L2H009113
NILAI ASAL: B
(k) perpatahan nyata.
Berdasarkan penjelasan mengenai keausan dan kerusakan pahat di atas dapat
disimpulkan bahwa penyebab keausan dan kerusakan pahat dapat merupakan suatu
faktor yang dominan atau gabungan beberapa faktor tertentu. Faktor-faktor penyebab
tersebut antara lain:
o Proses Abrasif
o Proses Kimiawi
o Proses Adhesi
o Proses Difusi
o Proses Oksidasi
o Proses Deformasi Plastis
o Proses Keretakan, dan Kelelahan
Menurut hasil penelitian yang dilakukan Athanasius P Bayuseno seorang
mahasiswa Program Magister Teknik Mesin, Pascasarjana Universitas Diponegoro yang
berjudul Kajian Pustaka Keausan pada Pahat Bubut dikatakan bahwa beberapa peneliti
melaporkan bahwa 97% dari kerja yang diberikan pada pemotongan diubah dalam
bentuk panas [2-3]. Pada gambar 3 menunjukkan tiga daerah penimbulan panas.
Dengan ditingkatkannya sudut geseran q, maka persentase panas yang ditimbulkan
dalam bidang geser A akan menurun, karena aliran plastis dari logam akan
mengambil tempat yang jaraknya lebih pendek. Sudut pergeseran dapat ditingkatkan
dengan memberikan media pendingin serta mengurangi gesekan antara serpihan dan
pahat misalnya dengan menggerinda halus perkakasnya. Dari seluruh variabel
pemotongan, maka kecepatan potong paling berpengaruh terhadap temperatur. Untuk
mempercepat pelepasan logam jauh lebih disenangi untuk meningkatkan hantaran daripada
meningkatkan kecepatan.
IBNU SALEH HABIBI
L2H009113
NILAI ASAL: B

Gambar 3. Perkiraan sumber panas dalam tiga daerah A. Bidang geser B. Bidang gesek C.
Bidang permukaan.
Pada sebuah pahat, keausan jelas terlihat pada dua tempat, seperti ditunjukkan
pada gambar 4. Yang pertama adalah pada sisi pahat, yaitu suatu tepi yang kecil,
yang menonjol dari ujungnya sampai beberapa jauh di bawahnya, teramplas hilang.
Pada pahat kecepatan tinggi, kerusakan dianggap terjadi kalau tepi ini telah aus 1,58
mm, dan untuk pahat karbida kalau tepi aus telah mencapai 0,76 mm. Keausan juga
terjadi pada muka pahat dalam bentuk kawah kecil atau depresi di belakang ujungnya
[4]. Depresi ini disebabkan aksi pengamplasan dari serpihan sewaktu melintas di
permukaan pahat. Karena umur pahat berkurang dengan naiknya kecepatan memotong,
maka umur pahat digrafikkan sebagai umur pahat dalam menit terhadap kecepatan
memotong dalam meter tiap menit, atau dalam senti meter kubik dari logam yang
dikelupas.

Gambar 4. Kedudukan Keausan pada Pahat Mata Tunggal

IBNU SALEH HABIBI
L2H009113
NILAI ASAL: B
Didalam penelitian umur pahat, laju keausan kawah (the flank wear rate)
dihitung berdasarkan pada metode kehilangan volume yang disebabkan oleh keausan
abrasive, adhesive dan diffusive. Nampaknya laju keausan kawah pada kecepatan
pembubutan tinggi tergantung pada parameter berikut:
Kekerasan material pahat
Kekerasan benda kerja
Geometri pahat, yaitu sudut potong
Kondisi pemotongan, yaitu laju pemakananan,
kedalaman pemotongan, kecepatan potong.
Pada tahun 1906 Fred W. Taylor menunjukkan bahwa hubungan yang terdapat
antara umur pahat dan kecepatan pemotongan adalah sebagai berikut :
VT
n
=C
Dimana,
V : kecepatan memotong, m/menit
T : umur pahat, menit
n : eksponen tergantung pada kondisi pemotongan
C : konstan = kecepatan memotong untuk suatu umur pahat satu menit
Harga perkisaran nilai n, seperti disajikan pada tabel 1.
Tabel 1. Perkisaran nilai n
Jenis Pahat n
Baja Kec. Tinggi 0,08 0,12
Karbida 0,13 0,25
Keramik 0,40 0, 55

Eksponen n tidak tergantung pada karakteristik dari benda kerja tetapi
biasanya terletak dalam perkisaran yang ditunjukkan dalam tabel 1. Kalau kecepatan
potong digrafikkan sebagai fungsi dari umur pahat pada kertas log-log, dihasilkan garis
lurus, seperti ditunjukkan pada gambar 5.
IBNU SALEH HABIBI
L2H009113
NILAI ASAL: B

Gambar 5. Pengaruh kecepatan potong kepada umur pahat untuk pahat baja kecepatan
tinggi
Nilai n ditentukan dengan menggunakan rumus. Karena kurva seperti yang
ditunjukkan pada gambar tergantung pada satu perangkat kondisi yang diberikan,
maka tidak dapat digunakan kalau kedalaman pemotongan atau hantaran diubah. Kalau
salah satu diantaranya meningkat, maka kecepatan potong harus dikurangi untuk
mendapatkan umur pahat yang sama.
Dalam segala operasi pembentukan dan pemotongan maka akan terjadi panas
yang tinggi sebagai akibat dari gesekan, dan kalau temperatur dan tekanan tidak
dikendalikan, maka permukaan logam cenderung untuk melekat satu sama lain, oleh
karena itu dibutuhkan media pendingin (lubricant). Dimana fungsi dari media pendingin
tersebut diantaranya :
a) Mengurangi gesekan antara serpihan, pahat dan benda kerja.
b) Mengurangi temperatur pahat dan benda kerja.
c) Mencuci bersih dari serpihan.
d) Memperbaiki penyelesaian permukaan.
e) Menaikkan umur pahat.
f) Menurunkan daya yang diperlukan.
g) Mengurangi kemungkinan korosi pada benda kerja dan mesin.
IBNU SALEH HABIBI
L2H009113
NILAI ASAL: B
h) Membantu mencegah pengelasan serpihan kepada pahat.