Anda di halaman 1dari 13

Modul Menata Produk

KB 1: Mendeskripsikan Perencanaan Visual Penataan Produk


(22 s.d 26)

a. Pilihan ganda
1. c 6. e 11. d 16. d
2. b 7. c 12. d 17. a
3. e 8. a 13. e 18. e
4. d 9. b 14. a 19. c
5. a 10. d 15. c 20. d

b. Isian singkat
1. Tampilan luar toko atau eksterior toko
2. Desain
3. Layout
4. Desain interior
5. Barcode atau kode batang

c. Esai
1. Unsur-unsur penting yang harus diperhatikan berkaitan dengan penataan eksterior toko:
a. Suasana luar toko
b. Papan nama
c. Pintu masuk toko (entrance)
d. Jendela display (window display)
e. Halaman parkir
2. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengaturan layout:
Luas ruangan.
Bentuk ruangan.
Letak pintu masuk.
Letak tangga, lift, dan koridor.
Jenis dan jumlah barang dagangan.
Jenis dan jumlah peralatan display yang digunakan.
Jenis operasi toko yang dilaksanakan, misalnya pelayanan mandiri (self service).
Karakteristik pembeli/pelanggan.
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam mengatur dan menata ruangan dalam toko:
Modul Menata Produk
a. Mengatur hiasan dan dekorasi di dalam ruangan toko
penyusunan barang dagangan pada etalase/rak yang menarik, serasi, dan harmonis;
penyusunan leaflet/brosur dengan baik, rapi, dan menarik; serta
penempatan hiasan/aksesoris yang tepat.
b. Mengatur peralatan toko
penerangan ruangan;
keindahan dalam ruangan;
keamanan barang dagangan; dan
kondisi barang dagangan
4. Strategi yang dapat dilaksanakan perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas
produk:
a. Penyempurnaan kualitas
b. Penyempurnaan ciri khas produk
c. Perteknikan
d. Keanekaragaman
e. Penyempurnaan corak
f. Pernyataan kualitas produk
5. Empat jenis barang konsumsi:
a. Barang spesial (specialty goods).
b. Barang konvenien (convenience goods).
c. Barang shopping (shopping goods).
d. Barang yang tidak dicari (unsought goods).
6. Jenis-jenis label:
a. Label merek (brand label).
b. Label tingkatan kualitas (grade label).
c. Label deskriptif (descriptive label)
7. Fungsi desain toko:
a. Menciptakan citra toko.
b. Memberikan kenyamanan pada pembeli saat berbelanja.
c. Mempermudah display barang karena tempatnya sudah tertata.
8. Langkah-langkah pengelompokan barang berdasarkan fungsi, sifat, dan manfaat:
Langkah 1 Kelompokkan barang berdasarkan fungsi produknya.
Langkah 2 Kelompokkan berdasarkan sifat produknya.
Langkah 3 Kelompokkan berdasarkan manfaatnya.
Modul Menata Produk
Langkah 4 Kelompokkan produk berdasarkan ukuran, dan hitung jumlah barang per spesifik.
Langkah 5 Susun/tata di tempat/rak yang telah disediakan.
9. Fungsi merek dagang:
Sebagai identitas suatu produk.
Sebagai dasar untuk membedakan harga dari produknya.
Untuk mencegah peniruan ciri khas produk.
Untuk menunjukkan taraf mutu atas produk.
Untuk mempermudah konsumen dalam pencarian suatu produk.
10. Keuntungan penggunaan barcode:
a. Proses input (masukan) data lebih cepat, karena barcode scanner dapat membaca/merekam data
lebih cepat dibandingkan jika melakukan proses input data secara manual.
b. Proses input data lebih tepat, karena teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang
sangat tinggi.
c. Penelusuran informasi data lebih akurat karena teknologi barcode mempunyai ketepatan yang
tinggi dalam pencarian data.
d. Mengurangi biaya karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data dan
mengurangi pekerjaan manual yang dilakukan secara berulang-ulang.


Modul Menata Produk
KB 2: Menata Display Produk
(41 s.d 44)

a. Pilihan ganda
1. b 6. a 11. a 16. d
2. b 7. e 12. b 17. a
3. a 8. a 13. d 18. d
4. a 9. d 14. b 19. c
5. B 10. b 15. c 20. E

b. Isian singkat
1. Area kantor
2. Showcase display
3. Single box
4.


5. Kaca, kayu, atau fiber

c. Esai
1. Macam-macam penataan produk (display):
a. Window display
b. Interior display
c. Exterior display
d. Solari display
2. Fungsi window display:
a. Untuk menarik perhatian pengunjung atau orang yang lewat.
b. Untuk menimbulkan minat beli pada barang yang dipajang.
c. Menonjolkan jenis dan merek barang tertentu.
d. Untuk memperkenalkan barang baru.
e. Menciptakan store image, dan menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko.
f. Menyatakan kualitas yang baik atau harga yang murah, sebagai ciri khas dari toko tersebut.
3. Keuntungan open interior display:
a. Barang dagangan dapat dijual dengan cepat.
b. Peralatan display yang dipakai sederhana.
c. Pembeli dapat meneliti barang dagangan dengan lebih leluasa.
d. Mudah dalam melakukan perubahan susunan pajangan.
Modul Menata Produk
4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menata produk:
a. Tampilan dalam toko (general interior)
b. Layout toko
c. Kapasitas kebutuhan ruangan
d. Teknik pencahayaan
5. Area perishable:
a. Area meat, yaitu tempat daging sapi, ikan, daging ayam, serta makanan laut (seafood).
b. Area vegetable, yaitu tempat sayur, bumbu segar, serta makanan olahan beku yang diletakkan pada
pendingin (freezer).
c. Area fruit, yaitu tempat berbagai macam jenis buah-buahan segar.
6. Faktor-faktor yang harus diperhatikan berkaitan dengan pemajangan produk menurut desainnya:
a. Dampak visual (visual impact)
b. Keseimbangan visual (visual balance)
c. Posisi (product facing)
7. Hal-hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan pemajangan produk menurut harga barang:
a. Barang-barang yang harganya mahal diletakkan di rak paling atas.
b. Barang-barang yang cepat terjual diletakkan di rak bagian tengah, setinggi pandangan mata rata-
rata orang (eye level).
c. Barang-barang yang murah dan kurang laku (slow moving item) diletakkan pada posisi rak yang
paling bawah.
8. Tipe-tipe pemajangan (display):
a. Floor display (pajangan barang di lantai)
b. Showcase display (pajangan di lemari
kaca)
c. Wall display (pajangan di dinding)
d. Theme display
e. Sampling display (pajangan produk
contoh)
f. Cut case display
g. Island display
h. Special display
i. End display
j. Impulse buying product display
k. Multi product display
9. Peralatan yang dapat digunakan untuk display barang:
a. Gantungan (hanger)
b. Rak bertrap
c. Rak berlengan
d. Rak gantung
e. Manekin/boneka model/mannequin dolls
f. Wagon
g. Gondola
h. Single box
i. Hambalan
j. Showcase chiller
k. Frozen island
Modul Menata Produk
10. Empat model pencahayaan toko:
a. Ambient lighting
Ambient lighting adalah teknik pencahayaan pada seluruh ruangan. Ambient lighting artinya total
sinar datang dari semua arah untuk seluruh ruangan. Dalam membuat ambient lightning,
pencahayaan haruslah cukup fleksibel untuk berbagai situasi atau peristiwa yang mungkin terjadi di
ruangan.
b. Local lighting
Local lighting atau pencahayaan lokal, merupakan pencahayaan untuk aktivitas sehari-hari,
misalnya membaca dan berias.
c. Accent lighting
Accent lighting adalah pencahayaan yang berfungsi sebagai aksen. Pencahayaan jenis ini dapat
dipakai untuk membuat sudut tertentu atau barang tertentu terlihat lebih menonjol sehingga dapat
menarik pengunjung untuk melihat barang tersebut.
d. Natural lighting
Natural lighting adalah pencahayaan alami melalui cahaya matahari bahkan cahaya bulan. Dalam
desain awal ruangan, cahaya matahari atau cahaya bulan dapat dimanfaatkan sebagai penerangan
ruangan.



Modul Menata Produk
KB 3: Menjaga Display Produk
(62 s.d 65)

a. Pilihan ganda
1. a 6. e 11. b 16. a
2. c 7. c 12. c 17. c
3. d 8. e 13. e 18. a
4. b 9. a 14. b 19. b
5. d 10. d 15. d 20. c

b. Isian singkat
1. Sikap menyenangkan
2. Internal eksternal
3. FIFO
4. Kepala toko
5. Radio Frequency IDentification

c. Esai
1. Tiga tugas pokok dari:
a. Kepala toko
Melakukan pengawasan terhadap hasil kerja karyawan toko.
Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan display produk.
Mengadakan kontrol terhadap barang kedaluwarsa.
Melakukan kontrol terhadap harga jual.
Melakukan kontrol terhadap pemasangan label harga.
Melakukan pengawasan terhadap barang yang dijual.
Melakukan kontrol terhadap target dan realisasi penjualan.
Melakukan pengawasan terhadap penyimpanan uang.
Melakukan kontrol terhadap penerimaan barang.
Melakukan kontrol terhadap keberadaan barang-barang inventaris.
Menangani keluhan pengunjung.
b. Penerima barang
Melakukan pengecekan terhadap barang-barang yang datang.
Melakukan pengecekan terhadap waktu kedaluwarsa barang.
Modul Menata Produk
Mencatat keterangan tentang tanggal penerimaan barang, harga, dan jumlah pada kemasan
barang.
Mengatur jumlah barang yang akan dipajang.
Mengatur jumlah barang yang akan disimpan sebagai stok di gudang.
Mengatur pengelompokan dan penyusunan barang digudang dengan sistem FIFO.
Merawat barang-barang yang ada di gudang.
Menjaga kebersihan gudang.
c. Pramuniaga
Mengetahui barang-barang apa saja yang merupakan barang yang cepat terjual (fast moving
item).
Mengetahui barang-barang apa saja yang lama terjual (slow moving item).
Memajang barang menurut kelompok dan jenis barang.
Memeriksa kelengkapan stok barang pada rak display.
Memajang barang dengan cara FIFO.
Menghindari kekosongan barang yang dipajang, dan memasang label maaf, barang kosong
untuk barang yang tidak tersedia.
Menjaga kerapian dan kebersihan gondola serta barang-barang yang dipajang.
Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
d. Petugas keamanan
Mencegah penyusup atau orang yang masuk secara tak sah ke area toko, termasuk mengurus
pemasangan dan pemeliharaan sistem alarm keamanan.
Mencegah dan mendeteksi dini pencurian, kehilangan, maupun penggelapan peralatan atau
barang-barang perusahaan, baik secara intern maupun ekstern.
Melindungi atau mengawal setiap karyawan dari ancaman bahaya fisik.
Melakukan penegakan tata tertib dan menerapkan kebijakan perusahaan dalam rangka
pencegahan tindak kejahatan.
Melakukan pengendalian/pengaturan lalu lintas (orang, kendaraan, dan barang) untuk
menjamin perlindungan aset perusahaan.
Menangani tindak kriminal yang terjadi di lingkungan toko dan melakukan panggilan/
permintaan bantuan kepada yang berwajib.
2. Sikap-sikap yang harus dimiliki oleh pramuniaga:
a. Teliti
b. Cermat
c. Bertanggung jawab
Modul Menata Produk
3. Cara menjaga display produk agar tetap sesuai dengan standar perusahaan dan perencanaan:
a. memonitor display produk,
b. merawat display produk agar bersih dan rapi,
c. merawat produk, serta
d. menjaga keamanan toko.
4. Beberapa faktor penyebab kerusakan produk:
Tangan pelanggan (customers hand), kedaluwarsa, kecelakaan, dan hilang dicuri.
5. Yang harus dilakukan dalam:
a. Menjaga kebersihan tempat kerja
1) Pakaian seragam pramuniaga harus bersih dan rapi.
2) Setiap hari, sebelum toko dibuka, ruangan toko perlu dipel oleh para petugas kebersihan.
3) Menyediakan peralatan penyegar ruangan toko.
4) Adanya ventilasi udara yang cukup.
5) Pada setiap dinding toko yang strategis, diberi tulisan Buanglah sampah pada tempatnya.
6) Menjaga isi bak agar sampah tidak terlalu penuh.
7) Menyediakan alat-alat kebersihan, seperti sapu, kain pel, dan alat pengisap debu.
8) Menyediakan kamar kecil (toilet).
9) Menugaskan karyawan khusus dibidang kebersihan.
b. Perawatan gerai pajang/counter display
1) Setiap hari, sebelum toko dibuka, petugas display melakukan pembersihan rutin (daily cleaning)
terhadap semua display.
2) Untuk menghindari bau yang tidak sedap pada display daging, dilakukan penyemprotan secara
rutin menggunakan detergen yang beraroma wangi.
3) Mempunyai saluran pembuangan yang cukup. Pengadaan air harus cukup dan terdapat
pemanas air (water heater) agar dapat menggunakan air panas untuk menghilangkan bekas
lemak yang menempel.
4) Melakukan pembersihan setiap hari pada semua peralatan, seperti rak, nampan, dan label
harga.
5) Menyediakan tempat sampah dan menggunakan plastik sampah.
6) Membuat jadwal untuk membersihkan ruang pajang/showcase, cool storage, dan alat bantu
display lain, misalnya seminggu sekali.
6. Hal-hal yang harus dilakukan dalam perawatan persediaan barang di gudang:
a. tempat penyimpanan/gudang memenuhi syarat,
b. pengaturan sirkulasi udara yang baik,
c. pengaturan suhu ruangan yang baik,
Modul Menata Produk
d. penerangan yang cukup,
e. adanya petugas khusus,
f. penyimpanan sesuai dengan kelompok dan jenis barang,
g. waktu kedaluwarsa barang,
h. merek dagang barang,
i. pengaturan alur FIFO, dan
j. tersedianya perlengkapan untuk keadaan darurat.
7. Akibat dari pengaturan tempat kerja yang kotor dan tidak rapi:
tempat kerja terasa padat dan sempit,
kesulitan mencari peralatan kerja,
dapat menimbulkan stres, dan
mudah terjadi kecelakaan kerja.
8. Keuntungan dari menjaga kebersihan yang baik:
berkurangnya risiko kecelakaan dan cedera,
mewujudkan tenaga kerja yang sehat dan produktif,
tempat kerja lebih terasa nyaman dan aman, dan
peralatan kerja mudah ditemukan.
9. Keunggulan dari CCTV:
Dapat diakses dari mana pun dan kapan pun.
Pengawasan dilakukan secara langsung/real time monitoring.
Merekam 24 jam nonstop sepanjang tahun.
Dapat berfungsi sebagai alarm yang dapat membunyikan sirene begitu mendeteksi adanya kejadian
yang tidak dikehendaki.
Dapat memantau sampai 16 kamera dalam 1 monitor.
Memiliki teknologi triplex (recording, play, dan networking pada saat bersamaan).
Hasil rekaman dapat diperbanyak dan dipindahkan ke dalam bentuk CD atau DVD.
10. Penggunaan cermin dalam pengamanan toko:
Cermin banyak digunakan di toko-toko besar maupun kecil, seperti supermarket, toko buku, dan
minimarket, sebagai alat bantu pengamanan. Cermin yang digunakan adalah cermin cembung. Cermin
diletakkan pada posisi tertentu, sehingga memungkinkan pengawasan segala gerak-gerik pengunjung.
Cermin dapat diletakkan di setiap sudut toko atau membujur sepanjang dinding dan plafon.
Modul Menata Produk
Evaluasi
(70 s.d 75)

a. Pilihan ganda
1. c 11. a 21. e 31. d 41. a
2. e 12. d 22. a 32. c 42. e
3. a 13. e 23. c 33. d 43. b
4. c 14. e 24. b 34. a 44. a
5. d 15. a 25. e 35. c 45. b
6. b 16. b 26. d 36. a
7. b 17. b 27. a 37. c
8. d 18. d 28. e 38. a
9. d 19. c 29. c 39. e
10. b 20. c 30. d 40. d

b. Isian singkat
1. Desain
2. Tren dan kegemaran konsumen
3. Barang industri
4. Tampilan luar toko atau eksterior toko
5. Mudah dilihat dan dijangkau tangan
6. Langsung dipakai atau langsung dikonsumsi
7. Menjaga keamanan toko
8. Showcase display (pajangan di lemari kaca)
9. Theme display
10. Internal dan eksternal.

c. Esai
1. Fungsi window display:
a. Untuk menarik perhatian pengunjung atau orang yang lewat.
b. Untuk menimbulkan minat beli pada barang yang dipajang.
c. Menonjolkan jenis dan merek barang tertentu.
d. Untuk memperkenalkan barang baru.
e. Menciptakan store image, dan menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko.
f. Menyatakan kualitas yang baik atau harga yang murah, sebagai ciri khas dari toko tersebut.
2. Keuntungan open interior display:
Modul Menata Produk
a. Barang dagangan dapat dijual dengan cepat.
b. Peralatan display yang dipakai sederhana.
c. Pembeli dapat meneliti barang dagangan dengan lebih leluasa.
d. Mudah dalam melakukan perubahan susunan pajangan.
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menata produk:
a. Tampilan dalam toko (general interior)
b. Layout toko
c. Kapasitas kebutuhan ruangan
d. Teknik pencahayaan
4. Sikap-sikap yang harus dimiliki oleh pramuniaga:
a. Teliti
b. Cermat
c. Bertanggung jawab
5. Cara menjaga display agar tetap sesuai dengan standar perusahaan dan perencanaan:
a. memonitor display produk,
b. merawat display produk agar bersih dan rapi,
c. merawat produk, serta
d. menjaga keamanan toko.
6. Beberapa faktor penyebab kerusakan produk:
Tangan pelanggan (customers hand), kedaluwarsa, kecelakaan, dan hilang dicuri.
7. Penanganan terhadap produk yang bermasalah:
Permasalahan Cara Mengatasi
Produk dipindahkan ke departemen lain
Produk kedaluwarsa
Produk cacat (pembungkusnya rusak, kaleng penyok, dsb)
Produk dicuri tidak terdeteksi
Produk dicuri terdeteksi
Jika masih layak, kembalikan barang ke departemennya
Segera diganti dengan produk baru
Segera diganti dengan produk baru
Diganti dan dicatat dalam pembukuan
Diganti dan diproses oleh bagian keamanan
8. Tujuan utama pengelompokan barang:
Untuk mempermudah pengelolaan barang.
9. Pengelompokan produk berikut:
a. Kosmetik : pelembab
Jenis/nama produk : Pelembab
Sifat : cair
Manfaat : untuk melembabkan
b. Keperluan perbengkelan : oli
Modul Menata Produk
Jenis/nama produk : oli
Sifat : cair
Manfaat : sebagai pelumas
c. Bahan makanan : gula pasir
Jenis/nama produk : gula pasir
Sifat : padat
Manfaat : sebagai pemanis makanan/minuman
10. Fungsi merek dagang:
Sebagai identitas suatu produk.
Sebagai dasar untuk membedakan harga dari produknya.
Untuk mencegah peniruan ciri khas produk.
Untuk menunjukkan taraf mutu atas produk.
Untuk mempermudah konsumen dalam pencarian suatu produk.