Anda di halaman 1dari 161

Management Accounting

D. AGUS HARJITO
Materi Kuliah
1. MANAGEMENT ACCOUNTING AND THE BUSINESS
ENVIRONMENT
2. BASIC MANAGEMENT ACCOUNTING CONCEPT AND COST
BEHAVIOR
3. TRADITIONAL VERSUS CONTRIBUTION INCOME STATEMENT
4. CVP RELATIONSHIPS
5. RELEVANT INFORMATION and DECISION MAKING
6. COST-BASED PRICING DECISION
7. RESPONSIBILITY ACCOUNTING SYSTEMS AND PERFORMANCE
EVALUATION
8. CAPITAL BUDGETING DECISIONS
9. SEGMENT REPORTING AND DECENTRALIZATION
Materi-1:
MANAGEMENT ACCOUNTING
AND THE BUSINESS ENVIRONMENT
1. Pekerjaan manajemen dan kebutuhan informasi
akuntansi manajerial.
2. Perbandingan antara management accounting
dengan financial accounting.
3. Organizational structure and the work of the
management accountant.
4. Continuous improvement.
Just-In-Time (JIT).
Total Quality Management (TQM).
Process Reengineering (rekayasa ulang).
Theory of Constraints (TOC)
5. Ethical standards in management accounting.
THE PLANNING AND CONTROL CYCLE
(Exhibit 1-1)
MANAGERIAL AND FINANCIAL ACCOUNTING
CONTRASTED
(Exhibit 1-2)
AN ORGANIZATION CHART
(Exhibit 1-3)
CONTINUOUS IMPROVEMENT
Continuous improvement: menjadikan
organisasi menjadi lebih kompetitif:
Just-In-Time (JIT)
Total Quality Management (TQM)
Process Reengineering (rekayasan ulang)
Theory of Constraints (TOC)
Maka akan meningkatkan mutu,
pengurangan biaya, peningkatan produktivitas
dan kecepatan layanan akan berdampak
pada peningkatan laba
JUST-IN-TIME (JIT)
Just-In-Time (JIT): membeli bahan baku dan memproduksi
output sesuai dengan permintaan customer.
In JIT, persediaan akan dikurangi sampai ke tingkat minimum,
Pembelian bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi dan
dikirim ke pabrik sesuai dengan jadual produksi (rencana
pembelian tepat waktu, tepat jumlah dan tepat mutu).
Setiap tahap (departemen) akan memproduksi sejumlah
yang diperlukan oleh tahap (departemen) berikutnya,
sehingga persediaan produk dalam proses menjadi nol
(rencana produksi tepat waktu, tepat jumlah dan tepat
mutu)
JIT dapat diterapkan pada perusahaan dagang maupun
manufaktur. Pada perusahaan manufaktur akan berdampak
signifikan pada pengurangan persediaan bahan, produk dalam
proses dan produk jadi zero inventory dan zero defect. JIT
akan mengurangi modal kerja, mengurangi kebutuhan ruang,
waktu proses, produk rusak dan cacat serta aktivitas lain yang
tidak diperlukan (non value added activities)
KEY ELEMENTS
IN A JIT SYSTEM
JIT purchasing. Suppliers mengirimkan barang yang diperlukan
beberapa saat sebelum barang tersebut digunakan.
Memperbaiki layout produksi : seluruh mesin yang digunakan
untuk memproses produk tertentu disatukan dalam satu lokasi,
sehingga menjadi pabrik mini (a manufacturing cell.)
Reduce setup time. Mengurangi aktivitas penyiapan bahan,
mengubah seting mesin, mempersiapkan peralatan dan aktivitas
pengujian.
Zero defects. Ketika terdapat produk catat, harus dilakukan proses
produksi untuk mengganti produk catat guna memenuhi pesanan
customer, sehingga akan berdampak pada waktu pengiriman
produk cacat tidak ditolelir dalam JIT.
Karyawan yang fleksibel dan mempunyai keahlian ganda,
sehingga mampu mengoperasikan seluruh peralatan yang ada
dalam jalur produksi JIT.
BENEFITS OF A JIT SYSTEM
Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan system
JIT:
1. Pengurangan kebutuhan modal kerja sebagai akibat
pengurangan tingkat persediaan.
2. Lokasi yang semula untuk gudang persediaan dapat
dimanfaatkan untuk aktivitas lain sehingga
meningkatkan produktivitas.
3. Waktu untuk melakukan aktivitas produksi
(Throughput time) berkurang sehingga dapat
menghasilkan output lebih banyak dan lebih cepat
merespon kebutuhan customer.
4. Tingkat produk rusak dan produk cacat berkurang
yang akan berdampak pada peningkatan efisiensi dan
kepuasan customer.
TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)
TQM: pendekatan yang cukup popular dalam rangka perbaikan secara
terus menerus atas kualitas dalam segala aspek.
Implementasi TQM difokuskan pada peningkatan kualitas layanan
customer serta pemecahan masalah secara sistemik dengan menggunakan
system kerja team.
Lima pilar dalam implementasi TQM adalah: produk yang berkualitas,
proses yang cost effective, system organisasi atas dasar kerja team, leader
yang kompeten dan komitmen seluruh anggota organisasi atas mutu
dalam jangka panjang.
Produk yang berkualitas adalah yang mengandung customer value
Proses yang cost effective adalah proses yang hanya mengkonsumsi
sumberdaya untuk menjalankan aktivitas penambah nilai
System organisasi yang fleksibel atas dasar kerja team akan meningkatkan
layanan customer
Leaders yang kompeten mampu mengispirasi seluruh anggota organisasi
untuk terus melakukan continuous improvement
Komitmen seluruh anggota organisasi akan peningkatan mutu dalam
jangka panjang merupakan kunci sukses TQM
CONTOH:
Sterling Chemical Inc, perusahaan yang bergerak di bidang kimia dasar,
menghadapi masalah munculnyua wabah karena kegagalan dalam
system pompa, dalam 1 th mengalami 22 kali kebocoran dan setiap
kebocoran perusahaan menanggung rugi $10.000. Pada awalnya
perusahaan mengatasi masalah ini dengan pendekatan konvensional.
Komite ahli yang terdiri dari para insinyur mesin dan penyelia
perusahaan dibentuk. Team tsb menyimpulkan bahwa kegagalan yang
terjadi 22x tsb disebabkan oleh hal-hal yang unik, mulailah saling
menyalahkan. Pegawai pemeliharaan menyalahkan personil produksi
dan penyelia produksi menyalahkan pegawai pemeliharaan.
Pendekatan TQM: team mengadakan diskusi mendalam dan mencatat
adanya 57 kemungkinan yang berpotensi terjadinya kegagalan pompa.
Team ini mereview dan mengedit hasil diskusi tersebut serta menguji
setiap kemungkinan. Dari proses ini, mereka menyimpulkan tinggal 4
kemungkinan (1) kesalahan prosedur instalasi (2)tekanan isap pompa
(3)vibrasi yang berlebihan (4) adanya peralatan yang hilang atau
pecah. Kemudian mereka melakukan percobaan, tekanan isap pompa
dapat diabaikan, peralatan yang hilang atau pecah memiliki peluang
kecil karena ada inspeksi. Tinggal dua kemungkinan yang setelah diuji
ternyata keduanya menjadi penyebab kebocoran. Kemudian dibuatlah
rekomendasi, sejak rekomendasi tersebut diterapkan tidak pernah lagi
terjadi kebocoran
PROCESS REENGINEERING
Process reengineering merupakan pendekatan yang lebih radikal
dibanding TQM.
In Process Reengineering, proses bisnis diplot dalam satu diagram secara
detail, dikritisi kemudian dirancang ulang untuk menghilangkan non-value-
added activities, reduce errors, and reduce costs.
Perbedaaannya dengan TQM, selain melibatkan orang-orang yang terlibat
langsung dalam proses bisnis juga melibatkan outside consultants and
specialists.
Masalah yang muncul dalam Process Reengineering adalah
masalah moral karyawan.
Kekhawatiran karyawan akan kehilangan pekerjaan, sebagai akibat
hilangnya sebagian aktivitas non value added
Jika Process Reengineering dilakukan tanpa melihat kekhawatiran
karyawan akan berdampak negative terhadap motivasi karyawan.
THEORY OF CONSTRAINTS (TOC)
A constraint adalah segala sesuatu yang menghambat organisasi
dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Karena kendala menjadi penghambat untuk mencapai tujuan, maka
manajemen kendala berdasarkan theory of constraints menjadi factor
kunci sukses
TOC menekankan pada pentingnya pengelolaan atas kendala-kendala yang
dihadapi organisasi.
Proses perbaikan akan efektif jika difokuskan pada kendala yang dihadapi.
Prosedur dalam TOC:
Identifikasi mata rantai yang paling lemah atau bagian yang menjadi kendala,
jangan memberikan beban yang lebih berat yang tidak bisa ditangani oleh mata
rantai yang paling lemah
Konsentrasikan improvements pada mata rantai yang paling lemah, jika
improvements sukses maka bagian yg paling lemah tersebut bukan lagi bagian
yang lemah dan alihkan perhatian pada mata rantai yang lain.
Pendekatan TOC adalah bagian yang menyempurnakan pendekatan TQM dan
proses rekayasa ulang, sehingga menyelesaikan kendala tidak akan
menimbulkan kendala yang baru (bottleneck).
STANDARDS OF ETHICAL
FOR MANAGEMENT ACCOUNTANTS
(adapted from IMA Institute of Management Accounting)
COMPETENCE atau kompetensi
Mempertahankan kompetensi professional pada level yang semestinya.
Melakukan tugas professional : laws, regulations dan standards.
Menyiapkan laporan secara lengkap- jelas, serta memberi rekomendasi setelah melakukan analisis
terhdap informasi yang relevan dan handal.
CONFIDENTIALITY atau kerahasiaan
Tidak mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dalam menjalankan pekerjaannya, kecuali
diperlukan dalam pengadilan.
Menginformasikan kpd bawahannya tentang kerahasiaan informasi yang diperoleh dan mengawasinya
agar menjaga rahasia professional.
Tidak memanfaatkan informasi rahasia untuk keuntungan illegal serta tidak etis baik untuk diri sendiri
maupun pihak ketiga.
INTEGRITY atau integritas
Menghindari perbedaan kepentingan atau conflicts of interest.
Menghindari aktivitas yg dapat menimbulkan keraguan terhadap kemampuannya dalam melaksanakan
tugas.
Menolak segala bentuk hadiah, tanda mata atau keramahan yang dapat mempengaruhi tindakannya.
Mengenalkan dan mengkomunikasikan batasan professional yang akan menghambat kebijakan atau
kesuksesan kinerjanya.
Mengkomunikasikan informasi dan kebijakan profesi atau opini baik yg bersifat menguntungkan atau
tidak.
Tidak melakukan atau mendukung aktivitas yang dapat mendiskreditkan profesi.
OBJECTIVITY atau obyektivitas
Mengkomunikasikan informasi secara wajar dan objektif.
Mengungkapkan seluruh informasi yang dapat mempengaruhi keputusan pemakai laporan.
Materi:2 dan Materi 3
BASIC MANAGEMENT ACCOUNTING CONCEPT AND COST BEHAVIOR

Tujuannya: Penyiapan an income statement and balance sheet pelaporan
eksternal
Cost Classifications:
Product costs
Direct materials
Direct labor
Manufacturing overhead
Period costs (nonmanufacturing costs)
Marketing and selling costs
Administrative costs
Tujuannya: Memprediksi perilaku kos untuk merespon perubahan aktivitas
Variable costs
Fixed costs
Tujuannya:Membebankan kos ke objeknya (Assigning costs)
Direct costs
Indirect costs
Tujuannya: Decision making
Differential costs
Sunk costs
Opportunity costs
COST CLASSIFICATIONS IN MANUFACTURING
COMPANIES
(Exhibit 2-1)
COST FLOWS IN A MANUFACTURING COMPANY
(Exhibit 2-6)


COST FLOWS EXAMPLE
EXAMPLE: Data kos akhir bulan Januari 2007 pada Ryder Company:
Purchases of raw materials $200,000
Direct labor 270,000
Manufacturing overhead:
Indirect materials $ 5,000
Indirect labor 100,000
Utilities, factory 80,000
Property taxes, factory 36,000
Insurance, factory 9,000
Equipment rental 70,000
Depreciation, factory 120,000
Total manufacturing overhead $420,000
Catatan:
Persediaan awal bahan baku $10.000 dan persediaan akhir bahan baku
$30.000.
Persediaan produk dalam proses awal periode $40.000 dan persediaan
produk dalam proses akhir periode $60.000.
Persediaan produk jadi awal $130.000 dan persediaan produk jadi akhir
$80.000.
COST FLOWS EXAMPLE:
Additional data for Ryder Company:
Raw materials inventory:
Beginning raw materials inventory $10,000
Purchases of raw materials $200,000
Ending raw materials inventory $30,000
Raw materials used in production $180,000

Work in process inventory:
Beginning work in process inventory $40,000
Total manufacturing costs $870,000

Ending work in process inventory $60,000
Cost of goods manufactured $850,000

Finished goods inventory:
Beginning finished goods inventory $130,000
Cost of goods manufactured $850,000

Ending finished goods inventory $80,000
Cost of goods sold $900,000
INVENTORY FLOWS
(Exhibit 2-3)
Beginning Additions Ending Withdrawals
+ = +
balance to inventory balance from inventory
Withdrawals Beginning Additions Ending
= + -
from inventory balance to inventory balance
Basic Equation for Inventory Accounts:

or
COST FLOWS EXAMPLE:
Computation of raw materials used in production
Beginning raw materials inventory $ 10,000
+ Purchases of raw materials 200,000
Ending raw materials inventory 30,000
= Raw materials used in production $180,000

Computation of total manufacturing cost
Raw materials used in production $180,000
+Direct labor 270,000
+Manufacturing overhead 420,000
=Total manufacturing costs $870,000

Computation of cost of goods manufactured
Beginning work in process inventory $ 40,000
+Total manufacturing costs 870,000
Ending work in process inventory 60,000
=Cost of goods manufactured (i.e., finished) $850,000

Computation of cost of goods sold
Beginning finished goods inventory $130,000
+Cost of goods manufactured 850,000
Ending finished goods inventory 80,000
=Cost of goods sold $900,000
SCHEDULE OF COST OF GOODS MANUFACTURED
Ryder Company
Schedule of Cost of Goods Manufactured
Direct materials:
Beginning raw materials inventory $ 10,000
Add: Purchases of raw materials 200,000
Raw materials available for use 210,000
Deduct: Ending raw materials inventory 30,000
Raw materials used in production $180,000
Direct labor 270,000
Manufacturing overhead:Indirect materials 5,000
Indirect labor 100,000
Utilities, factory 80,000
Property taxes, factory 36,000
Insurance, factory 9,000
Equipment rental 70,000
Depreciation, factory 120,000
Total overhead costs 420,000
Total manufacturing costs 870,000
Add: Beginning work in process inventory 40,000
910,000
Deduct: Ending work in process inventory 60,000
Cost of goods manufactured $850,000
Cost of Goods Sold
Beginning finished goods inventory $130,000
Add: Cost of goods manufactured 850,000
Goods available for sale 980,000
Deduct: Ending finished goods inventory 80,000
Cost of goods sold $900,000
COST CLASSIFICATIONS
Memprediksi Perilaku Kos
Untuk memprediksi bagaimana kos tertentu bereaksi terhadap perubahan aktivitas kos
dapat diklasifikasikan ke dalam variable cost dan fixed cost.
VARIABLE COSTS
Perilaku variable cost dapat disimpulkan sebagai berikut:
Variable Cost Behavior
In Total Per Unit
Total variable cost increases Variable cost per
and decreases in proportion unit is constant.
to changes in activity.

EXAMPLE: kos bahan baku setiap unit produk $30. Kos per unit dan kos total dari kos bahan
baku untuk volume kegiatan tertentu nampak dalam table berikut:
Cost per Jumlah Total
Variable
Unit Unit CostKos
Produk Diproduksi Bahan Baku
$30 1 $ 30
$30 10 $ 300
$30 100 $3,000
$30 200 $6,000

FIXED COSTS
Perilaku fixed cost dapat disimpulkan sebagai berikut:
Fixed Cost Behavior

In Total Per Unit
Total fixed cost is not Fixed cost per unit
affected by changes in decreases as the activity
activity (dalam aktivitas level rises and increases
relevant range). as the activity level falls.

EXAMPLE:

Perusahaan membayar kos sewa peralatan produksi per bulan $9,000.
Kos sewa total dan per unit untuk kegiatan tertentu nampak dalam tabel berikut:
Kos Jumlah Kos
Sewa Unit Sewa per unit
per bulan Diproduksi
$9,000 1 $9,000
$9,000 10 $ 900
$9,000 100 $ 90
$9,000 200 $ 45

A GRAPHIC VIEW OF COST BEHAVIOR
RELEVANT RANGE
Relevant Range (rentang yang relevan) merupakan rentang kegiatan operasi normal. Definisi
variable cost dan fixed cost di atas dengan asumsi aktivitas perusahaan berada diantara
relevant range.
The relevant range merupakan range dari aktivitas yang membatasi perilaku variable cost dan
fixed cost. For example, relevant range dari total kos sewa peralatan per bulan $9,000
dengan asumsi perusahaan memproduksi 1 sampai 200 unit microwaves produced per bulan.
Fungsi fixed cost dan variable cost seperti yang dijelaskan di atas bersifat linier, dengan
asumsi perusahaan beraktivitas pada relevant range (diantara kisar relevan)

100 200
0
$3,000
$6,000
Microwaves produced
Total Variable Cost
100 200
0
$9,000
Microwaves produced
Total Fixed Cost
COST CLASSIFICATIONS FOR ASSIGNING COSTS
COST OBJECT
A cost object: segala sesuatu yang untuknya data biaya dimaksudkan, termasuk objek kos
adalah:
Products, Customers, Departments, Jobs
DIRECT COSTS
A direct cost adalah kos yang dengan mudah dapat ditelusuri ke objek kos yang bersangkutan.
Examples:
Perusahaan konveksi BUSANA INDAH memproduksi berbagai jenis busana wanita. Kos
bahan baku dan kos tenaga kerja langsung merupakan contoh dari direct costs
Jika perusahaan memiliki empat departemen produksi dan 2 departemen jasa, maka
seluruh kos
pada departemen produksi merupakan kos langsung departemen, sedangkan kos
departemen
jasa yang dialokasikan ke departemen produksi merupakan kos tidak langsung departemen.
INDIRECT COSTS
An indirect cost adalah kos yang tidak dapat ditelusuri dengan mudah ke objek kos yg
bersangkutan
Examples:
Manufacturing overhead merupakan contoh kos tidak langsung produk, jika jumlah unit
yang
diproduksi lebih dari satu unit.
Campbel Soup Co memproduksi sejumlah jenis soup kalengan, gaji manajer pabrik menjadi
kos tidak langsung dari setiap jenis soup kalengan, sebab gaji manajer pabrik ini tidak
disebabkan oleh salah satu jenis produk soup, tetapi karena adanya kegiatan di pabrik.
COST CLASSIFICATIONS FOR DECISION-MAKING
DIFFERENTIAL COST
Differential cost merupakan perbedaan kos antara dua alternative keputusan. Kos diferensial
disebut juga incremental cost, meskipun secara teknis yang dimaksud dengan incremental
cost berkaitan dengan kenaikan kos yang terjadi karena adanya perubahan dari satu
alternative ke alternative lainnya. Sedangkan penurunan kos disebut decremental cost. Kos
diferensial dapat berupa kos tetap maupun kos variabel
EXAMPLE: Nature Cosmetic Inc merencanakan mengubah metode marketingnya dari
distribusi melalui sejumlah toko pengecer menjadi model distribusi dari rumah ke rumah.
Table berikut perbadingan pendapatan dan biaya kedua model distribusi untuk setiap bulan:
Distribusi Distribusi Differential
Pengecer Langsung costs and
(sekarang) (Proyeksi)
revenues
Penghasilan $1,200 $1,500 $300
Expenses:
Biaya transportasi 30 90 60
BHP dan gaji pegawai 150 150 0
Sewa gedung 450 450 0
Sewa kendaraan 0 50 50
Fee pengecer 10 0 (10)
Total expenses 640 740 100
Net income $ 560 $ 760 200

OPPORTUNITY COST
An opportunity cost adalah hilangnya manfaat potensial dengan dipilihnya suatu
alternative keputusan.
EXAMPLE: Linda seorang pengusaha dengan pendapatan neto per bulan
Rp1.500.000,- Ia ditawari untuk bekerja pada perusahaan konsultan manajemen
dengan gaji per bulan Rp4.000.000,- Jika tawaran ini diterima, aktivitasnya sebagai
pengusaha harus dihentikan. Opportunity cost Linda dalam satu bulan
Rp1.500.000,- sehingga jika tawaran menjadi pegawai diterima, pendapatan per
bulannya Rp2.500.000,- (4.000.000 1.500.000).
EXAMPLE: Perusahaan merencanakan memproduksi produk baru dengan
memanfaatkan pabrik yang selama ini disewakan dengan pendapatan sewa per
bulan Rp8.000.000,-. Net-Income dari produk baru per bulan Rp15.000.000,-.
Opportunity cost Rp8.000.000,- sehingga net-income dari produk baru
Rp15.000.000,- dikurangi Rp8.000.000,- yaitu Rp7.000.000,-

SUNK COST
A sunk cost adalah biaya yang sudah terjadi dan tidak dapat diubah oleh keputusan
apapun yang dibuat saat ini atau masa mendatang. Biaya ini sebagai akibat
kebijakan manajemen masa lalu dan tidak berdampak pada arus kas keluar
sekarang dan mendatang
EXAMPLE: Biaya depresiasi gedung pabrik yang per bulannya Rp12.000.000,-
merupakan sunk cost yang tidak terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan.
Biaya depresiasi ini dicatat dalam: Debit akun biaya depresiasi dan Kredit
akun akumulasi depresiasi.
QUALITY COSTS (Appendix 2B)
Biaya kualitas merupakan biaya- biaya yang timbul karena kualitas yang
buruk. Biaya kualitas terkait dengan dua aktivitas, yaitu:
Aktivitas control: aktivitas yang dilakukan untuk menghindari atau mendeteksi
kualitas buruk (karena kualitas buruk mungkin ada). Aktivitas control terdiri dari
aktivitas pencegahan dan aktivitas penilaian.
Aktivitas gagal, yaitu aktivitas yang dilakukan dalam menangani kualitas buruk.
Kegagalan ini terdiri dari kegagalan internal dan eksternal.
Biaya pencegahan muncul untuk mencegah terjadinya kualitas buruk
dalam produk atau jasa yang dihasilkan, seperti biaya audit kualitas
Biaya penilaian muncul untuk menentukan apakah produk atau jasa yang
dihasilkan sesuai dengan kebutuhan customer, contoh biaya inspeksi
bahan baku.
Biaya kegagalan internal muncul karena produk atau jasa yang dihasilkan
tidak sesuai dengan spesifikasi customer yang terdeteksi sebelum barang
atau jasa tersebut dijual, contoh biaya pengerjaan ulang produk cacat.
Biaya kegagalan eksternal timbul karena produk atau jasa gagal memenuhi
kebutuhan customer dan sudah dikirim ke customer, contoh biaya
penanganan keluhan customer
EXAMPLES OF QUALITY COSTS
(Exhibit 2B-1)
TRADING-OFF QUALITY COSTS
(Exhibit 2B-2)
QUALITY COST REPORTS
Quality cost reports melaporkan biaya pencegahan, biaya
penilaian, biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal
selama periode akuntansi tertentu. Biaya kualitas sebagian besar
merupakan biaya overhed umum. Manfaat laporan biaya kualitas
antara lain:
Penggunaan informasi biaya kualitas untuk pengambilan keputusan,
seperti penetapan harga strategik.
Membantu manajemen dalam melakukan identifikasi terhadap problem
yang dihadapi yang terkait dengan program perbaikan kualitas.
Membantu manajemen dalam menilai perbaikan aktivitas setiap katagori.
Biaya control (pencegahan dan penilaian) dikeluarkan untuk mencegah
biaya kegagalan (internal dan eksternal).
Laporan biaya kualitas selain dinyatakan dalam jumlah nominal
juga dinyatakan dalam prosentase dari penjualan
SAMPLE QUALITY COST REPORT
(Exhibit 2B-3)

COST BEHAVIOR

Variable cost behavior.
Types of fixed costs: committed and
discretionary.
Behavior of fixed costs in total and on a unit
basis.
Mixed costs (combination of fixed and variable).
Scattergraph plot of a mixed cost.
High-low method of mixed cost analysis.
Least-squares regression method of mixed cost
analysis.
Contribution income statement.
VARIABLE COST BEHAVIOR






Jika dikaitkan dengan perubahan volume atau kegiatan, kos dapat
diklasifikasikan ke dalam variable cost, fixed cost dan mixed cost.
A variable cost : totalnya berubah secara proporsional dengan
perubahan volume atau kegiatan dan per unit konstan.
EXAMPLE: Each bicycle requires one bicycle chain costing $8.
EXAMPLES: Bahan baku satu unit kemeja 2 meter, harga per meter Rp25.000,-
biaya bahan baku per unit Rp50.000,-
Perusahaan dagang (merchandising company)
Harga pokok penjualan (costs of goods sold)
Perusahaan manufaktur (manufacturing company)
Manufacturing costs:
Prime costs:
Bahan langsung (direct materials)
Tenaga kerja langsung (direct labor)
Variable manufacturing overhead:
Bahan tidak langsung (indirect materials)
Pelumas
Supplies
Listrik
Perusahaan perdagangan dan manufacturing companies
Biaya penjualan, umum dan administrasi:
Commissions
Clerical costs
Biaya pengiriman (shipping costs)
Organisasi Jasa (service organizations)
Supplies, travel, clerical
FIXED COST BEHAVIOR
A fixed cost : jumlah totalnya konstan, tidak dipengaruhi oleh
perubahan volume atau kegiatan dan per unitnya mengalami
penurunan dengan adanya peningkatan volume, mengalami
kenaikan dengan adanya penurunan volume.
EXAMPLE: Perusahaan harus membayar biaya sewa gedung
per tahun $50,000. Berapapun aktivitas perusahaan, biaya ini
tidak akan berubah, dengan asumsi aktivitas perusahaan
berada dalam kisar yang relevan.
FIXED COST BEHAVIOR
Biaya tetap menurun apabila tingkat aktivitas
meningkat dan biaya tetap meningkat jika
aktivitas menurun.
TYPES OF FIXED COSTS
Committed fixed costs: biaya tetap yang telah ditentukan
berkaitan dengan investasi fasilitas, peralatan dan struktur
organisasi pokok dalam suatu perusahaan. Examples include:
Penyusutan gedung dan peralatan (depreciation on plant facilities).
Pajak bangunan (taxes on real estate).
Gaji manajemen puncak (salaries of key operating personnel).
Discretionary fixed costs: disebabkan oleh keputusan tahunan
yang dibuat oleh manajemen. Biaya ini seringkali dapat
dikurangi dalam jangka pendek. Examples include:
Advertising, Research, Public relations and Management development
programs.
TREND TOWARD FIXED COSTS
Trend di beberapa perusahaan menunjukkan bahwa, biaya
tetap semakin besar porsinya dibanding dengan biaya
variable, hal ini disebabkan:
Peningkatan proses bisnis yang terotomasi.
Penggunaan tenaga kerja terlatih dan berskill menuntut gaji yang tinggi
(knowledge wokers).
MIXED COSTS
A mixed (or semi-variable) cost adalah biaya yang mengandung
unsure tetap dan unsure variabel.
Example: Lori Yang menyewa peralatan $2,500 per year plus
$0,02 per photo developed.
Equation of a straight line : Y = a + bX
Y = $2.500 + $ 0.02 X
MIXED COSTS
Persentase biaya sebagai biaya variable, biaya
tetap dan biaya semivariabel.
METODE PEMISAHAN MIXED COST
Dalam memisahkan mixed cost ke dalam variable cost dan fixed cost, dapat
digunakan metode berikut:
1. Scattergraph method.
2. High-low method.
3. Least-squares regression method.
SCATTERGRAPH METHOD
Metode scattergraph memperhitungkan semua data biaya. Biaya yang terjadi pada
berbagai tingkat aktivitas di plot ke dalam grafik dan ditarik garis dari titik-titik yang
dibuat. Dalam membuat garis tidak hanya memperhitungkan titik tertinggi dan titik
terrendah, namun memperhitungkan semua titik.
Example: Data biaya penagihan dan jumlah pesanan kuartalan pada 3 tahun terakhir
sebagai berikut:

Quarter Number of Orders Billing Costs
Year 11st 1,500 $42,000
2nd 1,900 $46,000
3rd 1,000 $37,000
4th 1,300 $43,000
Year 21st 2,800 $54,000
2nd 1,700 $47,000
3rd 2,100 $51,000
4th 1,100 $42,000
Year 31st 2,000 $48,000
2nd 2,400 $53,000
3rd 2,300 $49,000
A COMPLETED SCATTERGRAPH
$0
$10,000
$20,000
$30,000
$40,000
$50,000
$60,000
0 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000
$48,000
Number of Orders
B
i
l
l
i
n
g

C
o
s
t
s
X
Y
Regression Line
Karena garis regresi memotong
sumbu Y pada $30,000 jumlah
tersebut menunjukkan elemen biaya
tetap. Total biaya variable dapat
dihitung dengan mengurangi total
biaya dengan biaya tetap pada setiap
titik di sepanjang garis regresi.
SCATTERGRAPH METHOD
Persamaan linier untuk biaya penagihan adalah: Y = a + bX, a total fixed
cost, b variable cost per unit dan X volume kegiatan.
Garis regresi memotong sumbu Y pada $30,000 biaya ini merupakan total fixed
cost atau a.
Variable cost per order dapat ditentukan sebagai berikut:
Pilih volume yang paling dekat dengan garis (in this case 2,000 orders):
Total cost for 2,000 orders $48,000
Less fixed cost element (intercept) 30,000
Variable cost element for 2,000 orders $18,000
VC/unit = $18,000 2,000 orders = $9 per order.
Formula biaya penagihan per kuartal adalah $30,000 fixed cost dan plus $9
per order or:
Y = $30,000 + $9X,
X menunjukkan jumlah order
Kelemahan metode ini adalah: 1) bersifat subyektif artinya tidak mungkin
masing-masing analis membuat garis regresi yang sama persis dan 2)
perkiraan biaya tetap tidak sama dengan metode lainnya, sebab cukup sulit
mengukur perpotongan dengan tepat antara garis regresi dengan sumbu Y.
ANALYSIS OF MIXED COSTS: HIGH-LOW METHOD
EXAMPLE: Data biaya pengiriman (shipping cost) untuk delapan bulan terakhir sebagai berikut:
Units Shipping
Sold Cost
January 6,000 $ 66,000
February 5,000 $ 65,000
March 7,000 $ 70,000
April 9,000 $ 80,000
May 8,000 $ 76,000
June 10,000 $ 85,000
July 12,000 $100,000
August 11,000 $ 87,000
Dengan the high-low method, untuk menentukan estimasi variable cost per unit, akan dipilih
dua titik, yaitu aktivitas tertinggi dan aktivitas terrendah.
Units Shipping
Sold Cost
High activity level, July 12,000 $100,000
Low activity level, February 5,000 65,000
Change 7,000 $ 35,000
Change in cost $35,000
Variable cost= = =$5 per unit
Change in activity 7,000 units
Fixed cost = Total cost - Variable cost element
= $100,000 - (12,000 units $5 per unit)
= $40,000
EVALUATION OF THE HIGH-LOW METHOD
Kelemahan high-low method:
1. Hanya menggunakan dua titik dan hal ini tidak cukup menghasilkan hasil yang
akurat dalam analisis biaya.
2. Periode yang tidak biasanya beraktivitas rendah atau tinggi mengakibatkan
ketidakakuratan hasil analisisnya.
.
$0
$20,000
$40,000
$60,000
$80,000
$100,000
0 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000
Units Sold
S
h
i
p
p
i
n
g

C
o
s
t
s
Y
X
Variable
Cost
$5/unit
Fixed
Cost
$40,000
low level
of
activity
high
level of
activity
LEAST-SQUARES REGRESSION METHOD
The least-squares regression method menggunakan semua
data yang tersedia untuk menentukan estimasi biaya. Metode
ini secara sederhana menghitung garis regresi yang
meminimumkan jumlah kesalahan kuadrat residual.
LEAST-SQUARES REGRESSION (contd)
Example: Montase Hospital mengoperasikan cafeteria for employees. Management ingin
mengetahui pengaruh biaya cafeteria dengan jumlah pesanan.
Jumlah Total
Pesanan Cost
X Y
April 4,000 $9,500
May 1,000 $4,000
June 3,000 $8,000
July 5,000 $10,000
August 10,000 $19,500
September 7,000 $14,000
Dengan menggunakan statistical software, yaitu metode least square regression, diperoleh hasil:
Intercept (fixed cost) $2,433
Slope (variable cost) $1.68
R2 0.99
Fixed cost per bulan $2,433 sedangkan variable cost per pesanan $1.68 atau dinyatakan dalam
persamaan:
Y = $2,433 + $1.68X,
Dimana X menunjukkan jumlah pesanan.
R2 untuk mengukur tingkat kesesuaian (goodness of fit) dari regression line. R2 bervariasi mulai
dari 0% sampai 100%, semakin tinggi semakin baik. Dalam kasus ini 99% menunjukkan bahwa
99% variasi biaya cafeteria disebabkan oleh variasi jumlah pesanan. Angka yang tinggi
menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik (good fit) dan angka yang rendah menunjukkan tingkat
kesesuaian yang rendah (poor fit).
Materi:3
TRADITIONAL VERSUS CONTRIBUTION
INCOME STATEMENT
Traditional Approach
(costs organized by function)
Sales $60,000
Less cost of goods sold* 34,000
Gross margin 26,000
Less operating expenses:
Selling* $15,000
Administrative* 6,000 21,000
Net operating income $ 5,000
Contribution Approach
(costs organized by behavior)
Sales $60,000
Less variable expenses:
Variable production $12,000
Variable selling 3,000
Variable administrative
1,000 16,000
Contribution margin 44,000
Less fixed expenses:
Fixed production 22,000
Fixed selling 12,000
Fixed administrative 5,000 39,000
Net operating income $ 5,000
* Termasuk biaya tetap dan biaya variabel
VARIABLE AND ABSORPTION COSTING
Variable costing and absorption costing merupakan dua
pendekatan untuk menentukan harga pokok produk
dengan tujuan:
Inventory valuations (penilaian persediaan).
Net operating income (penentuan laba/rugi operasi).
Fokus Pembahasan:
1. Elemen- elemen dalam variable dan absorption
costing.
2. Klasifikasi kos pada variable dan absorption costing.
3. Perbandingan kos produk per unit.
4. Perbandingan Income statement.
5. Examplefluctuating sales.
6. Perbandingan income effects.
7. Examplefluctuating production.
8. JIT and absorption costing.
KEY ELEMENTS
ABSORPTION COSTING
Absorption costing untuk penyusunan laporan rugi-laba eksternal
termasuk pelaporan untuk kantor pajak.
Dalam absorption costing, yang termasuk product costs adalah seluruh
manufacturing costs:(Direct materials. Direct labor. Variable
manufacturing overhead. Fixed manufacturing overhead.)
Dalam absorption costing, period expenses adalah:Variable selling and
administrative costs. Fixed selling and administrative costs.
VARIABLE COSTING
Variable costing merupakan pendekatan alternative untuk internal
management reports.
Dalam variable costing, yang termasuk product costs hanya variable
manufacturing costs: (Direct materials. Direct labor (unless fixed). Variable
manufacturing overhead.
Dalam variable costing, sebagai period expenses: (Fixed manufacturing
overhead.Variable selling and administrative costs.Fixed selling and
administrative costs.

CLASSIFICATION OF COSTS UNDER
VARIABLE AND ABSORPTION COSTING
UNIT PRODUCT COST COMPARISON
EXAMPLE: Harvey Company produces a single product.
Number of units produced annually 25,000
Variable costs per unit:
Direct materials, direct labor, and variable manufacturing overhead $10
Selling and administrative expense $3
Fixed costs per year:
Fixed manufacturing overhead $150,000
Fixed selling & administrative expense $100,000
Unit product costs are computed as follows:
Absorption Variable
Costing Costing
Direct materials, direct labor, and VMO $10 $10
Fixed MO ($150,000 25,000 units) 6 0
Total unit product cost $16 $10
Selling and administrative expenses dilaporkan sebagai period costs untuk
kedua metode tersebut.
INCOME STATEMENT COMPARISON
Harvey Company tidak memiliki inventory awal, produksi 25,000 units, and penjualan 20,000 units.
Absorption Costing
Sales (20,000 units $30 per unit) $600,000
Less cost of goods sold:
Beginning inventory $ 0
Add COGM (25,000 units $16 per unit) 400,000
Goods available for sale 400,000
Less ending inventory (5,000 units $16 per unit) 80,000 320,000
Gross margin 280,000
Less selling and administrative expense(20,000 units $3 per unit + $100,000) 160,000
Net operating income $120,000
Variable Costing
Sales (20,000 units $30 per unit) $600,000
Less variable expenses:
Variable cost of goods sold:
Beginning inventory $ 0
Add variable manufacturing costs(25,000 units $10 per unit) 250,000
Goods available for sale 250,000
Less ending inventory (5,000 $10 per unit) 50,000
Variable cost of goods sold 200,000
Variable selling and administrative expense(20,000 units $3 per unit) 60,000 260,000
Contribution margin 340,000
Less fixed expenses:
Fixed manufacturing overhead 150,000
Fixed selling and administrative expense 100,000 250,000
Net operating income $ 90,000
INCOME STATEMENT COMPARISON (contd)
Cost of
Goods Ending
Sold Inventory
Absorption costing
Variable manufacturing costs
(20,000 units $10 per unit) $200,000
(5,000 units $10 per unit) $50,000
Fixed manufacturing
Overhead
(20,000 units $6 per unit) 120,000
(5,000 units $6 per unit) 30,000
Total $320,000 $80,000
Variable costing
Variable manufacturing costs
(20,000 units $10 per unit) $200,000
(5,000 units $10 per unit) $50,000
Total $200,000 $50,000
RECONCILIATION OF NET OPERATING INCOMES:
Variable costing net operating income $ 90,000
Add: Fixed manufacturing overhead
cost deferred in inventory under absorption costing (5,000 units $6 per unit) 30,000
Absorption costing net operating income $120,000

EXAMPLEFLUCTUATING SALES
EXAMPLE: Holland Company produces a single product.
Number of units produced 5,000
Variable costs per unit:
Direct materials, direct labor, and variable
manufacturing overhead $5
Selling and administrative expense $1
Fixed costs per year:
Fixed manufacturing overhead $15,000
Fixed selling and administrative expense $21,000
Unit product costs are computed as follows:
Absorption Variable
Costing
Costing
Direct materials, direct labor, and
variable manufacturing overhead $5 $5
Fixed manufacturing overhead
($15,000 5,000 units) 3
Total unit product cost $8 $5
FLUCTUATING SALES (contd)
Year 1 Year 2 Year 3
Units in beginning inventory 0 0 1,000
Units produced 5,000 5,000 5,000
Units sold 5,000 4,000 6,000
Units in ending inventory 0 1,000 0
Absorption costing
Sales (@ $15 per unit) $75,000 $60,000 $90,000
Less cost of goods sold:
Beginning inventory (@ $8 per unit) 0 0 8,000
Add COGM (@ $8 per unit) 40,000 40,000 40,000
Goods available for sale 40,000 40,000 48,000
Less ending inventory (@ $8 per unit) 0 8,000 0
Cost of goods sold 40,000 32,000 48,000
Gross margin 35,000 28,000 42,000
Less selling and administrative expense 26,000 25,000 27,000
Net operating income $ 9,000 $ 3,000 $15,000

Variable costingSales (@ $15 per unit) $75,000 $60,000 $90,000
Less variable expenses:
Variable COGS (@ $5 per unit) 25,000 20,000 30,000
Variable selling and administrative expenses
(@ $1 per unit) 5,000 4,000 6,000
Total variable expenses 30,000 24,000 36,000
Contribution margin 45,000 36,000 54,000
Less fixed expenses:
Fixed manufacturing overhead 15,000 15,000 15,000
Fixed selling and administrative expense 21,000 21,000 21,000
Total fixed expenses 36,000 36,000 36,000
Net operating income $ 9,000 $ 0 $18,000
FLUCTUATING SALES (contd)
RECONCILING NET OPERATING INCOME:
Year 1 Year 2 Year 3
Variable costing net operating income $9,000 $ 0 $18,000
Add: Fixed manufacturing overhead cost
deferred in inventory under absorption
costing (1,000 units $3 per unit) 3,000
Deduct: Fixed manufacturing overhead cost
released from inventory under absorption
costing (1,000 units $3 per unit) (3,000)
Absorption costing net operating income $9,000 $3,000 $15,000
PERBANDINGAN DAMPAK METODE
VARIABLE AND ABSORPTION COSTING TERHADAP
LABA
Hubungan Antara
Hubungan Antara Variable and Absorption
Production and Costing Dengan Net
Sales Operating Incomes

Production = Sales Absorption costing NI =
(No change in inventory) Variable costing NI

Production > Sales Absorption costing NI >
(Inventory increases) Variable costing NI *

Production < Sales Absorption costing NI <
(Inventory decreases) Variable costing NI #
* Net operating income lebih tinggi dengan absorption costing karena kos overhed
pabrik tetap ditangguhkan dalam persediaan sehingga persediaan meningkat.
# Net operating income lebih rendah dengan absorption costing karena kos overhed
pabrik tetap dikeluarkan dari persediaan sehingga persediaan menurun.
EXTENDED EXAMPLEFLUCTUATING PRODUCTION
EXAMPLE: Data produksi dan penjualan Holland Company:
Year 1 Year 2 Year 3
Units in beginning inventory 0 0 1,000
Units produced 5,000 6,000 4,000
Units sold 5,000 5,000 5,000
Units in ending inventory 0 1,000 0
Unit product costs are computed as follows:
Year 1 Year 2 Year 3
Absorption costing
Direct materials, direct labor, and
variable manufacturing overhead $5.00 $5.00 $5.00
Fixed manufacturing overhead
($15,000 5,000 units) 3.00
($15,000 6,000 units) 2.50
($15,000 4,000 units) $8.00 $7.50 $8.75
Variable costing
Direct materials, direct labor, and overhead manufacturing $5.00 $5.00 $5.00
Unit product cost $5.00 $5.00 $5.00
FLUCTUATING PRODUCTION (contd)
Year 1 Year 2 Year 3
Absorption costing
Sales (@ $15 per unit) $75,000 $75,000 $75,000
Less cost of goods sold:
Beginning inventory 0 0 7,500
Add COGM 40,000 45,000 35,000
Goods available for sale 40,000 45,000 42,500
Less ending inventory 0 7,500 0
Cost of goods sold 40,000 37,500 42,500
Gross margin 35,000 37,500 32,500
Less selling and administrative expense 26,000 26,000 26,000
Net operating income $ 9,000 $11,500 $ 6,500
Variable costing
Sales (@ $15 per unit) $75,000 $75,000 $75,000
Less variable expenses:
Variable COGS (@ $5 per unit) 25,000 25,000 25,000
Variable selling and administrative expense (@ $1 per unit) 5,000 5,000 5,000
Total variable expenses 30,000 30,000 30,000
Contribution margin 45,000 45,000 45,000
Less fixed expenses:
Fixed manufacturing overhead 15,000 15,000 15,000
Fixed selling and administrative expense 21,000 21,000 21,000
Total fixed expenses 36,000 36,000 36,000
Net operating income $ 9,000 $ 9,000 $ 9,000
FLUCTUATING PRODUCTION (contd)
RECONCILING NET OPERATING INCOME:
Year 1 Year 2
Year 3
Variable costing net operating income $9,000 $9,000
$9,000
Add: Fixed manufacturing overhead
cost deferred in inventory under
absorption costing (1,000 units $2.50 per unit) 2,500
Deduct: Fixed manufacturing
overhead cost released from
inventory under absorption costing
(1,000 units $2.50 per unit)
(2,500)
Absorption costing net operating income $9,000 $11,500 $6,500
JIT AND ABSORPTION COSTING
Laba-Rugi bersih absorption dan variable costing akan
berbeda, jika produksi tidak sama dengan penjualan, atau
persediaan awal berbeda dengan persediaan akhir atau
terdapat perubahan jumlah unit persediaan.
Laba- Rugi bersih dengan absorption costing dapat berubah-
ubah kadang-kadang berlawanan dengan pergerakan
penjualan. Jika perusahaan menggunakan JIT masalah
tersebut akan berkurang, sebab dengan JIT, jumlah produksi
sesuai dengan jumlah pesanan dengan tujuan menghilangkan
persediaan produk jadi dan mengurangi persediaan produk
dalam proses.
Jika persediaan rendah (nol) perubahan persediaan rendah,
dan kedua metode tersebut akan melaporkan laba-rugi dalam
jumlah yang sama
Dengan JIT, laba-rugi bersih dengan metode absorption
costing akan searah dengan pergerakan penjualan, sehingga
perbedaan yang besar tidak akan terjadi.
Memilih Metode Costing
Absorption costing digunakan secara luas untuk pelaporan eksternal dan
internal dengan alas an pendekatan tersebut focus pada full costing unit
produksi, kelemahan metode ini ketidakmampuannya menghubungkan
dengan analisis biaya-volume-laba
Masalah lain dalam absortion costing adalah nampak bahwa BOP tetap
seperti bervariasi dengan unit yang terjual, padahal sesungguhnya tidak
Meskipun standar akuntansi menentukan pelaporan eksternal
menggunakan absorption costing, namun manajemen dapat
menggunakan variable costing untuk kepentingan internal, penyesuaian
dari variable costing ke absorption costing dapat dilakukan dengan
mudah
Penggunaan dua metode tersebut akan memunculkan masalah pada top
executive perusahaan yang dimiliki public, sebab mereka akan
melakukan evaluasi atas dasar laporan keuangan eksternal yang
disiapkan untuk para pemegang saham
Variable costing memberikan manfaat bagi manajemen sebagai alat
Bantu perencanaan dan pengambilan keputusan, seperti perencanaan
laba jangka pendek dan pengambilan keputusan harga atas special order
Materi:4
CVP RELATIONSHIPS
Cost-volume-profit (CVP) analysis adalah analisis hubungan kos, volume dan
laba dengan memfokuskan hubungan lima elemen berikut:
Harga jual produk (Selling prices).
Volume penjualan (Sales volume).
Kos variabel per unit (Unit variable costs).
Total kos tetap (Total fixed costs).
Bauran produk yang dijual (The mix of products sold).
BAHASAN
1. Review of contribution income statement.
2. Effects of changes in sales volume on net operating income.
3. CVP graph.
4. Contribution margin (CM) ratio.
5. Break-even analysis.
6. Target profit analysis.
7. Margin of safety.
8. Operating leverage.
9. Multi-product break-even analysis.
THE CONTRIBUTION APPROACH
A contribution format income statement sangat bermanfaat
dalam CVP analysis karena melaporkan perilaku kos (cost
behavior).
EXAMPLE: Contribution income statement for Nord Corporation:
Per Persen

Total Unit %
Sales (500 bikes) $250,000 $500 100%
Less variable expenses 150,000 300 60
Contribution margin 100,000 $200 40%
Less fixed expenses 80,000
Net operating income $ 20,000

CONTRIBUTION MARGIN:
Total CM merupakan selisih antara total pendapatan dengan
total kos variabel. Jumlah ini akan digunakan untuk menutup
fixed expenses dan membentuk profits.
CM per unit merupakan selisih antara harga jual per unit
dengan kos variabel per unit.
VOLUME CHANGES AND NET OPERATING INCOME
Berikut ini CM income statements untuk tingkat penjualan 1, 2, 400, and 401 bikes.
Total Per Percent
Unit
Sales (1 bike) $500 $500 100%
Less variable expenses 300 300 60
Contribution margin 200 $200 40%
Less fixed expenses 80,000
Net operating income (loss) $(79,800)

Total Per Percent
Unit
Sales (2 bikes) $ 1,000 $ 500 100%
Less variable expenses 600 300 60
Contribution margin 400 $ 200 40%

Less fixed expenses 80,000

Net operating income (loss) $(79,600)
Note:
1. Untuk setiap penambahan unit yang terjual, akan diperoleh tambahan CM $200
yang dapat digunakan untuk menutup FC.
2. Jika berhasil menjual 2 unit CM menjadi $400 dan rugi akan berkurang $200.
VOLUME CHANGES
AND NET OPERATING INCOME (contd)
Total Per Percent
Unit
Sales (400 bikes) $200,000 $500 100%
Less variable expenses 120,000 300 60
Contribution margin 80,000 $200 40%
Less fixed expenses 80,000
Net operating income (loss) $ 0

Total Per Percent
Unit
Sales (401 bikes) $200,500 $500 100%
Less variable expenses 120,300 300 60
Contribution margin 80,200 $200 40%
Less fixed expenses 80,000

Net operating income (loss) $ 200

Note:
1. Jika dijual 400 unit dalam sebulan, perusahaan dalam kondisi break even, tidak laba dan tidak
rugi (no profit or loss).
2. The break-even point terjadi saat:
Total penjualan (sales revenue) sama dengan total kos (total expenses), variable dan fixed.
Total contribution margin sama dengan total fixed expenses.
3. Jika unit yang dijual melebihi penjualan BEP, maka kenaikan laba setiap unit sebesar CM per
unit.
A CVP GRAPH
THE COMPLETED CVP GRAPH
CONTRIBUTION MARGIN RATIO
CM ratio merupakan rasio antara total CM dengan
total penjualan:


Atau:


EXAMPLE: For Nord Corporation, CM ratiosebesar 40%,
ditentukan sebagai berikut:


or


Contributionmargin
CMratio=
Total sales
Unitcontributionmargin
CMratio=
Unitsellingprice
Contributionmargin$100,000
CMratio===40%
Total sales$250,000
Unitcontributionmargin$200perunit
CMratio= ==40%
Unitsellingprice$500perunit
CONTRIBUTION MARGIN RATIO (contd)
EXAMPLE: Diasumsikan bahwa, penjualan Nord Corporation
meningkat $150,000 bulan depan. Hal ini akan berdampak pada
(1) contribution margin dan (2) net operating income
(1) Dampak pada contribution margin:

Increase in sales $150,000
Multiply by the CM ratio 40%
Increase in contribution margin $ 60,000

(2) Effect on net operating income:
Jika fixed expenses tidak berubah, kenaikan laba operasi sebesar
kenaikan CM, yaitu $60,000.
Present Expected Change
Sales (in units) 500 800 300
Sales (in dollars) $250,000 $400,000 $150,000
Less variable expenses 150,000 240,000 90,000
Contribution margin 100,000 160,000 60,000
Less fixed expenses 80,000 80,000 0
Net operating income $ 20,000 $ 80,000 $ 60,000
BREAK-EVEN ANALYSIS
Summary of Nord Corporation Data:
Per Bike Percent Per Month
Selling price $500 100%
Variable expenses 300 60
Contribution margin $200 40%
Fixed expenses $80,000

EQUATION METHOD
Q = Break-even quantity in bikes
Profits = Sales (Variable expenses + Fixed expenses)
Sales = Variable expenses + Fixed expenses + Profits
$500Q = $300Q + $80,000 + $0
$200Q = $80,000
Q = $80,000 $200 per bike
Q = 400 bikes
X = Break-even point in sales dollars
Sales = Variable expenses + Fixed expenses + Profits
X = 0.60X + $80,000 + $0
0.40X = $80,000
X = $80,000 0.40
X = $200,000

CONTRIBUTION MARGIN METHOD
Fixed expenses $80,000
Breakeven
= = =400 bikes
in units
Unit contribution margin $200 per bike
Fixed expenses $80,000
Breakeven
= = =$200,000
in sales dollars
CM ratio 0.40
TARGET PROFIT ANALYSIS
EXAMPLE: Diasumsikan, Nord Corporation mentargetkan laba per bulan $70,000.
Berapa tingkat penjualan yang harus dicapai untuk mencapai target laba tersebut?
EQUATION METHOD
Q = Number of bikes untuk mencapai target profit
Sales = Variable Expenses + Fixed Expenses + Profits
$500Q = $300Q + $80,000 + $70,000
$200Q = $150,000
Q = $150,000 $200 bikes
Q = 750 Bikes
(atau penjualan dalam dollars, 750 bikes $500 per bike = $375,000)
X = Dollar sales untuk mencapai target profit
Sales = Variable Expenses + Fixed Expenses + Profits
X = 0.60X + $80,000 + $70,000
0.40X = $150,000
X = $150,000 0.40
X = $375,000
CONTRIBUTION MARGIN METHOD
Fixedexpenses +Target profit
Unit sales toattain
=
target profit
Unit contributionmargin
$80,00+$70,000
= =750bikes
$200per bike
F i x e d e x p e n s e s + T a r g e t p r o f i t
D o l l a r s a l e s t o a t t a i n
=
t a r g e t p r o f i t
C M r a t i o
$ 8 0 , 0 0 + $ 7 0 , 0 0 0
= = $ 3 7 5 , 0 0 0
0 . 4 0
MARGIN OF SAFETY
Margin of safety adalah kelebihan dari anggaran penjualan (penjualan aktual) diatas
penjualan titik impas. Margin of safety dapat digunakan untuk menentukan sejauh
mana jumlah penurunan penjualan sampai titik impas.
Formulanya sebagai berikut:




Company X Company Y
Sales $500,000 100% $500,000 100%
Less variable expenses 350,000 70 100,000 20
Contribution margin 150,000 30% 400,000 80%
Less fixed expenses 90,000 340,000
Net operating income $ 60,000 $ 60,000
Break-even point:
$90,000 0.30 $300,000
$340,000 0.80 $425,000
Margin of safety in dollars:
$500,000 $300,000 $200,000
$500,000 $425,000 $75,000
Margin of safety percentage:
$200,000 $500,000 40%
$75,000 $500,000 15%
Marginof safety
=Total sales-Breakevensales
indollars
Marginof safetyindollars
Marginof safety
=
percentage
Total sales
OPERATING LEVERAGE
Operating leverage merupakan ukuran sensitivitas laba bersih terhadap perubahan penjualan.


Company X Company Y
Sales $500,000 100% $500,000 100%
Less variable expenses 350,000 70 100,000 20
Contribution margin 150,000 30% 400,000 80%
Less fixed expenses 90,000 340,000
Net operating income $ 60,000 $ 60,000

Degree of operating leverage 2.5 6.7
Perusahaan X operating leverage nya 2.5, jika terjadi kenaikan penjualan 10%, maka laba bersih
akan
mengalami kenaikan 25% (= 2.5 10%).
EXAMPLE: Jika kedua perusahaan, yaitu company X dan company Y mengalami kenaikan
10%, maka kenaikan laba bersih masing-masing sebagai berikut:
Company X Company Y
Sales $550,000 100% $550,000 100%
Less variable expenses 385,000 70 110,000 20
Contribution margin 1 65,000 30% 440,000 80%
Less fixed expenses 90,000 340,000
Net operating income $ 75,000 $100,000
Increase in net operating income 25% 67%
Contributionmargin
Degreeof
=
operatingleverage
Net operatingincome
OPERATING LEVERAGE (contd)
EXAMPLE: Company X DOL nya mengalami
penurunan dari 2.5 menjadi 2.2 dan untuk Company
Y turun dari 6.7 menjadi 4.4.
Company X Company Y
(000s) (000s)
Sales $500 $550 $500 $550
Less variable expenses 350 385 100 110
Contribution margin 150 165 400 440
Less fixed expenses 90 90 340 340
Net operating income $ 60 $ 75 $ 60 $100
Degree of operating leverage 2.5 2.2 6.7 4.4
MULTI-PRODUCT BREAK-EVEN ANALYSIS
Perusahaan yang memproduksi multi produk (multiple products), contribution
margin (CM) ratio digunakan dalam break-even analysis.



Product A Product B Total
Sales $100,000 100% $300,000 100%
$400,000 100.0%
Less variable expenses 70,000 70 120,000 40 190,000 47.5
Contribution margin $ 30,000 30% $180,000 60%
210,000 52.5%
Less fixed expenses 141,750
Net operating income $ 68,250

Total contributionmargin
Overall CMratio=
Total salesdollars
Total contributionmargin$210,000
Overall CMratio===52.5%
Total salesdollars$400,000
Fixedexpenses$141,750
Breakevensales===$270,000
Oveall CMratio0.525
MULTI-PRODUCT BREAK-EVEN ANALYSIS (contd)
Untuk perusahaan yang menghasilkan multi produk, maka akan digunakan
sales mix untuk menentukan BEP masing-masing produk. Jika sales mix
berubah, maka contribution margin ratio akan berubah.
Example: Asumsikan total penjualan $400,000. Sales mix kedua produk
untuk A $300,000 dan B $100,000.
Product A Product B
Total
Sales $300,000 100% $100,000 100%
$400,000 100.0%
Less variable expenses 210,000 70% 40,000 40% 250,000 62.5%
Contribution margin $ 90,000 30% $ 60,000 60% 150,000 37.5%
Less fixed expenses 141,750
Net operating income $ 8,250

Total contributionmargin$150,000
Overall CMratio===37.5%
Total salesdollars$400,000
Fixedexpenses$141,750
Breakevensales===$378,000
Oveall CMratio0.375
ASUMSI DARI CVP ANALYSIS
1. Harga jual konstan dalam relevant range, meskipun
volume penjualan berubah.
2. Kos bersifat linier dalam relevant range dan dapat
diklasifikasikan secara akurat ke dalam kos tetap dan
variabel. The total fixed cost is constant and the
variable cost per unit is constant.
3. Perusahaan yang menghasilkan multi produk, sales
mix nya constant.
4. Dalam perusahaan manufaktur, persediaan tidak
mengalami perubahan, unit yang diproduksi sama
dengan unit yang dijual.
Materi: 5
RELEVANT INFORMATION and DECISION MAKING
1. Identifikasi kos relevan (Identification of relevant costs).
2. Menghentikan atau mempertahankan suatu segmen (Drop or
retain a segment).
3. Membuat sendiri atau membeli (Make or buy decision).
4. Penggunaan sumberdaya yang terbatas untuk menentukan
kombinasi produk yang optimal (Utilization of constrained
resources).
5. Menerima atau menolak pesanan khusus (Special order).
6. Menjual atau Memproses lebih lanjut produk bersama (Joint
products).

RELEVANT COSTS
Hanya biaya dan manfaat yang berbeda secara total diantara berbagai
alternative keputusan yang termasuk informasi relevan. Jika biaya diantara
berbagai alternative sama, maka tidak akan terpengaruh oleh keputusan
yang dibuat.
Example: jika Anda memutuskan untuk pergi ke bioskop atau
menyewa videotape, sewa apartemen Anda akan membayar jumlah yg
sama dan tidak relevan untuk keputusan ini, biaya tiket bioskop dan sewa
videotape merupakan biaya relevan karena merupakan biaya terhindarkan
(avoidable cost).
Dua katagori biaya yang tidak relevan dalam pembuatan keputusan,
yaitu : (1) sunk cost dan (2) future cost yang tidak berbeda di antara
berbagai alternatif
Untuk mengidentifikasi apakah, suatu biaya merupakan relevan atau
tidak, perlu langkah berikut:
1. Hilangkan biaya dan manfaat yang tidak berbeda diantara berbagai
alternatif.
2. Biaya yang tersisa merupakan differential cost atau avoidable cost yang
merupakan biaya relevan.
MENGHENTIKAN ATAU MEMPERTAHANKAN SUATU SEGMEN
(DROP OR RETAIN A SEGMENT)
EXAMPLE: Salah satu segmen produk Sweiz Companys, yaitu Digital watches melaporkan rugi $100,000
untuk tahun 2006. berikut ini income statement nya:
Segment Income StatementDigital Watches
Sales $ 500,000
Less variable expenses:
Variable manufacturing costs $120,000
Variable shipping costs 5,000
Commissions 75,000 200,000
Contribution margin 300,000
Less fixed expenses:
General factory overhead* 60,000
Salary of product line manager 90,000
Depreciation of equipment** 50,000
Product line advertising 100,000
Rentfactory space*** 70,000
General administrative expense* 30,000 400,000

Net operating loss $(100,000)
*Overhed pabrik umum dan biaya administrasi umum dialokasikan ke seluruh segmen (product lines)
**Equipment yang dimiliki digunakan untuk memproduksi seluruh product lines, sehingga harus tetap
didepresiasi
***Sewa factory space merupakan biaya terhindarkan.
Apakah perusahaan harus menghentikan atau mempertahankan digital watch line?
DROP OR RETAIN A SEGMENT (contd)
Approach #1:
Jika menghentikan digital watches, fixed cost terhindarkan lebih rendah daripada
penurunan contribution margin, sebaiknya perusahaan mempertahankan product
line tersebut, sebab jika menghentikannya justru laba menurun atau rugi
meningkat.
Solusinya:
Contribution margin berkurang dengan dihentikannya digital watches
$(300,000)
Less fixed costs terhindarkan:
Salary of the product line manager $ 90,000
Product line advertising 100,000
Rentfactory space 70,000

260,000
Kenaikan rugi akibat menghentikan line $( 40,000)

Produk digital watch line sebaiknya tidak dihentikan, sebab rugi justru meningkat
$40,000, hal ini disebabkan oleh :
Depresiasi equipment merupakan biaya tidak relevan, karena merupakan sunk
cost.
General factory overhead and general administrative expense merupakan biaya
alokasi, sehingga tidak terhindarkan dan tidak relevan.
DROP OR RETAIN A SEGMENT (contd)
Approach #2:

Dengan menyiapkan laporan perbandingan laba/rugi antara digital watch dihentikan atau dipertahankan
(comparative income statements).

Keep Drop Difference:
Digital Digital Increase or
Watches Watches (Decrease)

Sales $ 500,000 $ 0 $(500,000)

Less variable expenses:
Variable manufacturing expense 120,000 0 120,000
Variable shipping costs 5,000 0 5,000
Commissions 75,000 75,000
Total variable expenses 200,000 0 200,000
Contribution margin 300,000 0 (300,000)
Less fixed expenses:
General factory overhead 60,000 60,000 0
Salary of product line manager 90,000 0 90,000
Depreciation 50,000 50,000 0
Product line advertising 100,000 0 100,000
Rentfactory space 70,000 0 70,000
General administrative expense 30,000 30,000 0
Total fixed expenses 400,000 140,000 260,000
Net operating loss $(100,000) (140,000) $(40,000)
MEMBUAT SENDIRI ATAU MEMBELI
(MAKE OR BUY DECISION)
EXAMPLE: Selama ini, Ex Company memproduksi sendiri salah satu suku
cadang dari produknya karena masih tersedia sisa kapasitas, biaya per unit
suku cadang adalah:
Direct materials $ 9
Direct labor 5
Variable manufacturing overhead 1
Depreciation of special equipment* 3
Supervisors salary 2
General factory overhead** 10
Total unit product cost $30
*Special equipment tidak dijual atau disewakan apabila tidak digunakan.
**Merupakan common costs yang dialokasikan atas dasar jam tenaga kerja
langsung.
Biaya diatas untuk produksi 20,000 unit suku cadang dalam satu tahun,
terdapat tawaran dari pemasok eksternal, untuk memasok 20,000 unit
suku cadang dengan menawarkan harga per unitnya $25.

MAKE OR BUY DECISION (contd)
Solusi untuk Ex Companys dalam make or buy decision sebagai
berikut:
Total Differential Costs
of 20,000 units
Make Buy
Outside purchase price $500,000
Direct materials $180,000
Direct labor 100,000
Variable manufacturing overhead 20,000
Depreciation of equipment (not relevant) -
Supervisors salary 40,000
General factory overhead (not relevant) -
Total cost $340,000 $500,000

Jika dibeli dari pemasok luar, biayanya $500,000 (20.000 unit x $25).
Jika diproduksi sendiri diperlukan biaya $340,000. Keputusan yang
tepat adalah tetap memproduksi sendiri, sebab biaya memproduksi
sendiri lebih rendah $160,000 dibanding membeli dari pemasok luar

SPECIAL ORDERS
Pesanan khusus (A special order) adalah pesanan pada waktu tertentu yang bukan
merupakan pesanan dari kegiatan normal perusahaan. Biasanya pesanan khusus
meminta harga lebih rendah dari harga jual normal. Pesanan khusus ini diterima
jika:
Diskriminasi harga yang ditetapkan tidak merusak harga jual normal
Perusahaan masih mempunyai sisa kapasitas
Harga pesanan khusus lebih besar dari incremental cost dari pesanan tersebut
EXAMPLE: Mountain Cycles menerima pesanan khusus dari kepolisian untuk
memproduksi sepeda yang dimodifikasi sejumlah 100 unit dengan harga per unit
$179. sepeda tersebut akan digunakan untuk patroli di daerah yang padat. Harga
jual normal per unit $249 dan biaya produksinya per unit $182 yang terdiri dari:
Direct materials $86
Direct labor 45
Manufacturing overhead 51
Unit product cost $182
Dari overhed pabrik $51, sebesar $6 merupakan overhed variable. Modifikasi
meliputi penambahan tempat radio dan tongkat polisi yang memerlukan tambahan
biaya variable per unit $17. Perusahaan juga harus membayar biaya disain $1.200
untuk memasang lambang kepolisian di sepeda.
Pesanan ini tidak mempengaruhi penjualan normal, artinya tidak mengganggu
jadual produksi.
SPECIAL ORDERS
Peningkatan laba bersih dengan penerimaan pesanan tersebut dapat
dihitung sebagai berikut:.
Total for 100
Per Unit Sepeda
Incremental revenue $179 $17,900
Incremental costs:Variable costs:
Direct materials 86 8,600
Direct labor 45 4,500
Variable manufacturing overhead 6 600
Modifikasi khusus 17 1,700
Total variable cost $154 15,400
Fixed cost:Pembuatan disain 1,200
Total incremental cost 16,600
Incremental net operating income $ 1,300

Meskipun harga pesanan khusus di bawah harga jual normal dan
memerlukan tambahan biaya (modifikasi dan disain), namun tetap
meningkatkan laba sebesar $1,300
KOMBINASI PRODUK OPTIMAL
UTILIZATION OF CONSTRAINED RESOURCES
Manajer selalu dihadapkan pada masalah, bagaimana
sumberdaya yang terbatas dapat digunakan secara optimal.
Kendala yang dihadapi antara lain:
Keterbatasan jumlah jam mesin, jam tenaga kerja langsung atau
dengan kata lain keterbatasan kapasitas yang dimiliki.
Keterbatasan permintaan pasar atas produk perusahaan.
Karena sumberdaya terbatas, maka perusahaan tidak dapat
memenuhi semua ambisinya, sehingga harus memutuskan,
bagaimana sumberdaya yang terbatas tersebut digunakan.
Biaya tetap tidak pernah terpengaruh oleh pilihan yang dibuat,
sehingga manajer harus memilih tindakan yang akan
memaksimumkan total margin contribution. Total CM akan
mencapai tingkat maksimum dengan mempromosikan produk-
produk perusahaan atau menerima pesanan yang memberikan CM
tertinggi
UTILIZATION OF CONSTRAINED RESOURCES

EXAMPLE: Ensign Company memproduksi dua produk, X and Y. Data tentang kedua
produk tersebut sebagai berikut:
X Y
Selling price per unit $60 $ 50
Less variable expenses per unit 36 35
Contribution margin $24 $ 15
Contribution margin ratio 40% 30%
Current demand per week (units) 2,000 2,200
Processing time required on Machine N34 per unit
1.0 minute 0.5 minute
Machine N34 memiliki kapasitas 2,400 minutes per minggu untuk memproduksi
produk X dan produk Y, Berapa jumlah produk X dan produk Y yang harus
diproduksi untuk memperoleh laba yang optimal?
CM PER UNIT OF THE CONSTRAINED RESOURCE
X Y
Contribution margin per unit (a) $24 $15
Constrained resource required to produce one unit (b)
1.0 0.5

Contribution margin per unit of the constrained resource (a) (b)
$24 per minute $30 per
minute
UTILIZATION OF CONSTRAINED RESOURCES (contd)
Product Y memberikan contribution margin per menit lebih besar dibanding produk X.
Machine N34 setiap menitnyua dapat digunakan untuk memproduksi 1 unit of Product X,
dengan contribution margin $24, atau 2 units Product Y, dengan contribution margin $30.
Jika tidak terdapat kendala pasar, kapasitas yang dimiliki, yaitu 2,400 minutes akan
digunakan untuk memproduksi produk Y sejumlah 4,800 unit. Karena permintaan per
minggu produk Y sejumlah 2,200 unit, maka sisa kapasitas akan digunakan untuk
memproduksi produk X, perhitungannya sebagai berikut:
ALLOTING THE CONSTRAINED RESOURCE
Total time available on Machine N34 (a) 2,400 minutes
Planned production and sales of Product Y 2,200 units
Time required to process one unit 0.5 minute
Total time required to make Product Y (b) 1,100 minutes
Time available to process Product X (a) (b) 1,300 minutes
Time required to process one unit 1 minute per unit
Planned production and sales of Product X 1,300 units

RESULTS OF FOLLOWING THE ABOVE PLAN
X Y Total
Planned production and sales (units) 1,300 2,200
Contribution margin per unit $24 $15
Total contribution margin $31,200 $33,000 $64,200
UTILIZATION OF CONSTRAINED RESOURCES (contd)
Mengelola Kendala (MANAGING CONSTRAINTS)

Pengelolaan kendala organisasi secara efektif akan meningkatkan laba. Mesin dan proses
yang membatasi output secara keseluruhan disebut bottleneck yang merupakan kendala.
Kapasitas dalam bottleneck secara efektif dapat ditingkatkan dengan beberapa cara:
Memproduksi sejumlah yang dapat dijual.
Bekerja lembur di area yang mengalami bottleneck.
Memberikan sub-kontrak di area yang mengalami bottleneck.
Investasi mesin tambahan.
Menggeser tenaga kerja dari proses yang tidak mengalami bottleneck ke dalam proses yang
mengalami bottleneck.
Memfokuskan usaha perbaikan proses bisnis (TQM dan proses rekayasa ulang) dalam proses
yang mengalami bottleneck.
Mengurangi produk cacat, setiap unit cacat yang diproses di area bottleneck akan
mengurangi produk jadi.

EXAMPLE:
Untuk meningkatkan kapasitas (menit produktif) dari Machine N34 dapat dilakukan dengan
cara operator diminta kerja lembur (overtime). Berapa kenaikan CM dengan adanya kerja
lembur tersebut?
ANSWER: Jika dilakukan kerja lembur untuk memproduksi produk X, yang memberikan CM
per menit $24. jika ditambah kerja lembur 1 jam saja untuk memproduksi produk X, atau 60
unit produk X, maka tambahan CM sebesar
$1,440 (60 minutes $24 per minute)!

MENJUAL ATAU MEMPROSES
JOINT PRODUCT COSTS
Beberapa perusahaan menghasilkan sejumlah produk akhir dari
bahan baku tunggal, sejumlah produk akhir tersebut disebut joint
products.
Split-off point adalah titik dalam proses produksi, dimana dalam titik tersebut
sejumlah produk bersama dapat ditentukan sebagai produk tersendiri.
Pada titik tersebut, sejumlah produk bersama akan mencapai bentuk akhir dan
siap dipasarkan, beberapa produk lainnya masih membutuhkan pemrosesan
lebih lanjut sebelum dipasarkan.
Jika pendapatan diferensial dengan memproses lebih lanjut produk
tertentu lebih besar dibanding dengan biaya diferensialnya, artinya
terdapat laba diferensial, maka akan lebih menguntungkan jika
diproses lebih lanjut dan sebaliknya.
Biaya produk bersama atau joint cost merupakan sunk cost yang tidak
relevan dalam keputusan apa yang akan dikerjakan dari titik split-off
tahap selanjutnya.
JOINT PRODUCT COSTS (contd)
EXAMPLE: Data produksi dan penjualan ketiga produk bersama yang dihasilkan
oleh NW Co:
Produk A Produk B Produk C
Nilai jual saat split-off $120,000 $150,000 $60,000
Nilai jual setelah diproses lanjut $160,000 $240,000 $90,000
Alokasi joint cost $ 80,000 $100,000 $40,000
Biaya pemrosesan lanjut $ 50,000 $ 60,000 $10,000

Analisis Keputusan menjual Atau Memproses
Produk A Produk B Produk C
Menjual setelah diproses $160,000 $240,000 $90,000
Menjual saat split-off $120,000 $150,000 $60,000
Differential revenues $ 40,000 $ 90,000 $30,000
Biaya pemrosesan lanjut $ 50,000 $ 60,000 $10,000
Laba-Rugi Differential ($10,000) $ 30,000 $20,000

KESIMPULAN:
Produk A sebaiknya dijual saat split off point, sebab jika diproses lanjut justru rugi
$10,000 sementara jika langsung dijual laba $40,000
Produk B akan lebih menguntungkan jika diproses lanjut, yaitu akan menambah
laba $30,000
Produk C juga lebih menguntungkan jika diproses lanjut, kenaikan laba sebesar
$20,000

Materi-6
COST-BASED PRICING DECISION

Teori Ekonomi
Teori ekonomi mikro (price theory) menjelaskan proses terciptanya harga
Harga hasil akhir dari kekuatan permintaan dan penawaran
Teori permintaan D tergantung P, P naik, maka D turun dan sebaliknya
Teori penawaran S tergantung P, P naik maka S naik dan sebaliknya
Harga tetap, kurva permintaan bergeser jika ada perubahan selera
konsumen, pendapatan masyarakat dan harga produk lain
Harga tetap, kurva penawaran bergeser, dengan adanya perubahan harga
input (faktor produksi)
Kelemahan
Asumsi bahwa kurva permintaan diketahui sulit terpenuhi
Tujuan perusahaan tidak hanya profit
Terdapat faktor lain yang mempengaruhi fungsi permintaan, seperti
kebijakan produksi
Penetapan Harga Atas Dasar Biaya
Metode cost-plus pricing
Dalam jangka panjang harga harus dapat menutup full cost
Harga atas dasar variable cost hanya berlaku untuk jangka pendek,
seperti harga special order
Harga = biaya + % markup
4 konsep kos sebagai dasar penetapan harga
Biaya produksi penuh (full costing)- biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja dan biaya overhed tetap-variabel
Biaya penuh (full cost) biaya produksi penuh, biaya operasional tetap
dan variabel
Biaya produksi variabel (variable costing) biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja dan biaya overhed variabel
Biaya variabel (variable cost)- biaya produksi variabel dan biaya
operasional variabel

Contoh-Cost plus pricing
Biaya bahan baku total Rp15.000.000,-
Biaya tenaga kerja langsung total Rp14.000.000,-
Biaya overhed variabel total Rp14.000.000,-
Biaya overhed tetap total Rp21.000.000,-
Biaya operasional variabel total Rp6.000.000,-
Biaya operasional tetap total Rp3.000.000,-
Unit diproduksi-dijual sebesar kapasitas normal, yaitu 10.000 unit
Total assets yang digunakan Rp75.000.000,-
Target return on investment (ROI) 28%

TENTUKAN HARGA JUAL PER UNIT DAN TOTAL DENGAN 4 KONSEP
COST
Contoh-2
Biaya bahan baku total Rp10.000.000,-
Biaya tenaga kerja total Rp8.000.000,-
Biaya overhed variabel total Rp8.000.000,-
Biaya overhed tetap total Rp14.000.000,-
Biaya penjualan/adm variabel total Rp4.000.000
Biaya penjualan/adm tetap total Rp2.000.000,-
Aktiva operasi Rp50.000.000,-
Return on investment 28% setahun
Produksi dan penjualan per tahun 10.000 unit

TENTUKAN HARGA JUAL/UNIT
Metode Time-Material Pricing
Penetapan harga dengan dua komponen tarif, yaitu tarif bahan dan tarif
tenaga kerja
Digunakan pada perusahaan bengkel, percetakan, konsultan hukum,
kantor akuntan
Contoh:
upah per jam tenaga kerja langsung Rp15.000, tunjangan per jam Rp3.000,-
Biaya selama Desember 2008 terdiri dari gaji pegawai Rp6.750.000,- bahan
habis pakai Rp2.400.000,- penyusutan Rp10.000.000,- dan biaya administrasi-
penjualan Rp15.000.000,-
Dalam Desember terdapat 10 tenaga kerja, 8 jam per hari dan 25 hari kerja,
laba target per jam Rp5.000,-
Biaya pemesanan dan penyimpanan bahan 20% dari harga faktur, laba atas
bahan 15%
TUGAS, JIKA TERDAPAT PELANGGAN YANG MENGGUNAKAN JASA 2 JAM
DENGAN HARGA FAKTUR KOMPONEN Rp250.000,-, BERAPA HARGA YANG
HARUS DIBAYAR?
Contoh-2
Sebuah bengkel sepeda motor menggaji tenaga kerja langsung
per jam Rp10.000,- ditambah tunjangan per jam Rp3.750,-
Biaya lain yang dikeluarkan dalam satu bulan: gaji pegawai
Rp4.250.000,- bahan habis pakai Rp1.600.000, penyusutan
Rp7.300.000 dan administrasi Rp9.350.000
Tenaga kerja langsung bekerja dalam satu bulan 2.000 jam,
laba target per jam Rp6.250
Biaya penyimpanan dan pemesanan 20% dari harga faktur,
laba atas bahan 15%
JIKA TERDAPAT PELANGGAN YANG MENGGUNAKAN WAKTU 2
JAM DAN BAHAN SEHARGA Rp75.000,- berapa harga yang
harus dibayar?

Target Costing
Target costing merupakan sistem dalam mereduksi
biaya pada tahap desain dan pengembangan produk
Harga jual target harga yang bisa dibayar oleh
customer
Harga jual target laba target = biaya target
Contoh:
Mark-up sebesar 20% dari biaya produksi
Biaya bahan baku untuk menyelesaikan 100 unit komputer
jaringan Rp900 jt, biaya tenaga kerja Rp90 jt dan overhed
Rp54 jt
Jika harga jual target per unit Rp10 jt, apakah desain
diterima. Jika tidak berapa cost reduction target yang harus
dicapai
Siklus Penetapan Harga
Tahap desain dan pengembangan TARGET COSTING
Tahap pengenalan staretgi harga rendah dengan penetrasi
pasar untuk produk yang sudah dikenal seperti sabun, dan
stategi harga tinggi dengan price skimming untuk produk baru
seperti resep obat baru
Tahap pertumbuhan harga tinggi, sebab pesaing belum bisa
mengejar perusahaan
Tahap kematangan harga turun karena pesaing sudah mulai
mapan
Tahap penurunan harga bisa tinggi untuk mempertahankan
bisnisnya sedikit yang mampu bertahan
Etika Penetapan Harga
Harga yang wajar, dengan tingkat keuntungan yang
wajar merupakan pilihan etis dalam penetapan harga
Pelanggaran dalam penetapan harga:
Predatory picing harga di bawah biaya dengan tujuan
mengeluarkan pesaing dari pasar
Diskriminasi harga yang bertujuan menurunkan persaingan
atau memonopoli jalur perdagangan
Kolusi antar perusahaan dengan tujuan pengeluarkan
pesaing
Penipuan harga harga yang ditetapkan atas dasar
informasi biaya fiktip
Bab-7
RESPONSIBILITY ACCOUNTING SYSTEMS AND PERFORMANCE
EVALUATION
Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban (SAP)
Sistem yang mengukur kinerja yang dicapai setiap pusat
pertanggungjawaban atas dasar faktor-faktor yang dapat
dikendalikan
Pusat pertanggungjawaban (centers) segmen bisnis yang
manajernya bertanggungjawab terhadap kegiatan di
segmen tersebut
Kinerjanya diukur dengan menyusun laporan prestasi
Agar SAP berfungsi dengan baik seluruh bidang wewenang
dan tanggungjawab harus ditetapkan secara jelas
Ukuran Prestasi
Ukuran prestasi:
Moneter: laporan analisis biaya, quality costing,
life cycle cost budgeting, laporan biaya penambah
nilai dan bukan penambah nilai
Non moneter: jumlah komplain customer, jumlah
produk rusak dan cacat, jumlah produk yang
direturn, manufacturing cycle efficiency
Periode laporan sesuai dengan kebutuhan
manajemen
Klasifikasi Centers
Cost center pusat pertanggungjawaban yang secara
financial hanya bertanggungjawab atas terjadinya kos
Revenues center pusat pertanggungjawaban yang
hanya bertanggungjawab atas tercapainya target
pendapatan
Profit center pusat pertanggungjawaban yang
kinerjanya diukur atas dasar selisih antara revenues
dengan expenses
Investment center pusat pertanggungjawaban yang
kinerjanya diukur atas dasar profit yang diperoleh
dan investasi yang digunakan untuk memperoleh
profit
Cost Centers
Pusat biaya teknik
Hubungan antara input dengan output bersifat eksplisit- causal
Contoh Departemen produksi
Tolok ukur kinerja: efisiensi dan efektivitas
Laporan prestasi: membandingkan antara biaya aktual dengan biaya
anggaran
Alat ukur kinerja: standard costing dan flexible budget, activity-based
budgeting
Pusat biaya kebijakan
Hubungan antara input-output sulit ditentukan
Contoh: departemen R&D, unit pemadam kebakaran
Tolok ukur kinerja : efektivitas
Alat ukur kinerja: static budget

Contoh- Flexible Budget
Biaya bahan baku per unit Rp10,-
Biaya tenaga kerja langsung per unit Rp6,-
Biaya overhed variabel per unit Rp4,-
Biaya overhed tetap pada kapasitas produksi
normal (10.000 unit) Rp50.000,-

TENTUKAN ANGGARAN STATIS PADA KAPASITAS NORMAL DAN
ANGGARAN FLEXIBLE PADA KAPASITAS: 8.000 unit, 9.000 unit
dan 10.000 unit
Contoh- Standard Costing
PT Asinan mempunyai kapasitas normal 600 batch, biaya bahan baku per
batch 4 galon dengan harga $28
Upah tenaga kerja per batch 5 jam sebesar $50
BOP dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung, tarif tetap per jam
$4 dan variabel $6
Produk jadi 200 batch, PDP akhir 400 batch (25% BB dan 10% BK)
PDP awal 100 batch, sudah menyerap biaya
60 galon bahan senilai $448 (15% tahap penyelesaian)
520 jam tenaga kerja senilai $521 (60% tahap penyelesaian)
BOP senilai $521 (60% tahap penyelesaian)
Bahan baku aktual 1.100 galon senilai $7.788 dan jam aktual 980 jam
senilai $9.751 dan BOP aktual $10.650

DENGAN METODE FIFO TENTUKAN KINERJA DEPARTEMEN PRODUKSI
TERSEBUT
Revenues Center
Kinerjanya dinilai atas dasar pendapatan yang diperoleh
Laporan prestasi membandingkan antara pendapatan aktual
dengan anggaran
Contoh: Departemen Pemasaran
Departemen pemasaran Dual Responsibility (tanggungjawab
ganda) selain sebagai pusat pendapatan juga sebagai pusat
biaya, namun pengukurannya dilakukan secara terpisah
Biaya yang dipertimbangkan hanya yang terkendali, terdiri
dari:
Order getting cost untuk mendapatkan order dari konsumen, sebagai
discretionary cost- dievaluasi dengan anggaran statis
Order filling untuk menyerahkan produk ke konsumen, sebagai
engineered cost- dievaluasi dengan anggaran fleksibel
Contoh- Revenues Centers
Anggaran pendapatan Departemen Pemasaran Wilayah Kota
bulan Mei 2009 sejumlah 10.000 unit dengan $40 per unit
Jika penjualan aktual periode tersebut 11.000 unit dengan
harga $39 per unit
Selisih pendapatan $29.000
Pendapatan aktual: 11.000 u x $39 = $429.000
Pendapatan anggaran: 10.000 u x $40 = $400.000
Selisih = $ 29.000
Selisih harga
($39 - $40) x 11.000 unit = $11.000 (rugi)
Selisih volume
(11.000 unit 10.000 unit ) x $40 = $40.000 (laba)
Profit Centers
Kinerjanya diukur atas dasar profitabilitas (pendapatan biaya
= profit)
Manfaat ukuran profitabilitas:
Mengukur kinerja manajemen peningkatan kualitas proses
manajemen
Mengukur kinerja ekonomi mengukur keberhasilan pusat laba
sebagai kesatuan ekonomi
Ukuran prestasi pusat laba
Contribution margin (pendapatan biaya variabel)
Laba langsung (contribution margin biaya tetap langsung)
Laba terkendali (laba langsung biaya terkendali segmen)
Laba sebelum pajak (EBIT)
Laba sesudah pajak (EAT)
Profit Centers
CM sering digunakan sebab:
Menunjukkan dampak perubahan volume penjualan terhadap laba
Kelemahan: kurang mencerminkan kinerja jangka panjang- sebab
biaya tetap tidak sepenuhnya merupakan uncontrallable cost bagi
manajer
Laba langsung sudah mempertimbangkan seluruh biaya yang terjadi,
kelemahannya kurang pas untuk mengukur kinerja ekonomi, sebab tidak
memperhitungkan biaya kantor pusat untuk kepentingan pusat laba
Laba terkendali menunjukkan laba yang dapat dikendalikan pusat laba,
kelemahannya tidak dapat dibandingkan dengan perusahaan sejenis
dalam industri
Laba setelah pajak dasar analisis ekonomi pusat laba dan dapat
dibandingkan dengan kinerja industri
Laba bersih- jarang digunakan , sebab keputusan yang berdampak pada
EAT dibuat kantor pusat, sehingga tidak mempengaruhi profitabilitas pusat
laba
Contoh- profit center
Penjualan produk A senilai Rp10 jt dan produk B senilai Rp15
jt
Biaya variabel produk A Rp4 jt dan produk B Rp7 jt
Biaya tetap langsung produk A Rp1 jt dan produk B Rp2 jt
Biaya kantor pusat yang terkendali sebesar Rp1,4 jt
dibebankan ke A Rp0,8 jt dan B Rp0,6 jt
Biaya kantor pusat yang tidak terkendali senilai Rp0,9 jt
dibebankan ke A Rp0,3 jt dan B Rp0,6 jt
Tax 20%
EVALUASI KINERJA 2 PUSAT LABA DENGAN 5 UKURAN KINERJA
Investment Centers
Kinerjanya diukur atas dasar laba dan investasi
yang digunakan
Ukuran kinerja menggunakan:
Return On Investment (ROI) rasio antara laba
operasi dengan aktiva operasi
Residual income (RI) selisih antara laba operasi
dengan biaya modal
Contoh Investment Centers
Penjualan segmen produk A senilai Rp10 jt dan segmen
produk B senilai Rp15 jt
Biaya variabel produk A Rp4 jt dan produk B Rp7 jt
Biaya tetap langsung produk A Rp1 jt dan produk B Rp2 jt
Biaya kantor pusat yang terkendali sebesar Rp1,4 jt
dibebankan ke A Rp0,8 jt dan B Rp0,6 jt
Biaya kantor pusat yang tidak terkendali senilai Rp0,9 jt
dibebankan ke A Rp0,3 jt dan B Rp0,6 jt
Aktiva operasi segmen A senilai Rp25 jt dan segmen B Rp24 jt
Jika biaya modal ditetapkan 10% dari aktiva operasi, tentukan
ROI dan RI untuk kedua segmen tersebut
Materi- 8
CAPITAL BUDGETING DECISIONS
A. Present value concepts.
1. Interest calculations.
2. Present value tables.
3. Net present value method.
B. Internal rate of return method.
C. Cost of capital: Sebagai alat screening.
D. Perluasan Metode present value.
1. Pendekatn biaya total.
2. Pendekatan Incremental-cost approach.
3. Keputusan biaya terrendah - Least-cost
decisions
E. Payback period method.
F. Simple rate of return method.
G. Income taxes in capital budgeting
PRESENT VALUE CONCEPTS
Uang yang diterima sekarang lebih bernilai daripada uang yang diterima
beberapa tahun mendatang, dengan alasan jika Anda punya uang
sekarang, Anda dapat menyimpannya ke bank dan Anda akan
mendapatkan bunga selama beberapa periode mendatang.
MATHEMATICS OF INTEREST
Jika P dollars diinvestasikan hari ini, dengan tingkat bunga r, kemudian
dalam n tahun, Anda akan memiliki Fn dollars:
Fn = P(1 + r)n
EXAMPLE: Jika $100 diinvestasikan hari ini dengan tingkat bunga 8%
dalam waktu 2 tahun nilainya menjadi:
F2 = $100(1 + 0.08)2
F2 = $116.64
Original deposit $100.00
Interestfirst year ($100 0.08) 8.00
Total amount 108.00
Interestsecond year ($108 0.08) 8.64
Total amount $116.64
Hubungan antara future values dengan present value.
PRESENT VALUE
Present value merupakan nilai sekarang dari jumlah yang akan
diterima di masa mendatang, dalam rumus dinyatakan P yang
tentukan dengan formula berikut:


EXAMPLE: Anggaplah bahwa Anda akan menerima $1000 pada dua
tahun mendatang. Berapa present value dari $1000 jika tingkat bunga
setahun 12%?


P = $1000 (0.797)
P = $797
Catatan:
Nilai sekarang dari $1,000 adalah $797 jika tingkat bunga 12%
setahun. Artinya $797 yang diterima saat ini sama dengan $1,000
yang diterima dua tahun lagi dengan asumsi tingkat bunga 12%.
( )
1
P = F
n
n
1 + r






( )
1
P=$1000
2
1+0.12






Proses untuk menemukan nilai sekarang aliran kas masa datang disebut
discounting. Bunga sebesar 12% yang digunakan untuk menemukan nilai
sekarang disebut tariff diskonto (discount rate).
Present value factor 0.797 dapat ditentukan dengan:
Menggunakan tombol power (yx ) pada calculator Anda.
Menggunakan a Present Value Table.

PRESENT VALUE TABLES
Peraga 14C-3:
Periods. . . 11% 12% 13%. . .
1 0.901 0.893 0.885
2 0.812 0.797 0.783
3 0.731 0.712 0.693
4 0.659 0.636 0.613
5 0.593 0.567 0.543
6 0.507
7 0.452
8 0.404
9 0.361
10 0.322
11 0.287
PRESENT VALUE TABLES (contd)
Beberapa investasi meliputi penjumlahan tunggal yang diterima atau
dibayarkan pada suatu waktu dimasa datang, investasi lainnya meliputi
rangkaian aliran kas yang disebut anuitas (annuity).
EXAMPLE: Mc Company investasi peralatan yang menghasilkan arus kas masuk
bersih per tahun $1,000 selama lima tahun, jika discount rate sebesar 12%,
present value dari arus kas masuk selama lima tahun sebesar:
Cash 12% Factor Present
Year In-flow (Table 14C-3) Value
1 $1,000 0.893 $ 893
2 $1,000 0.797 797
3 $1,000 0.712 712
4 $1,000 0.636 636
5 $1,000 0.567 567
3.605 $3,605
Atau:
3.605 $1,000 = $3,605
Arus kas masuk setiap tahun sejumlah $1,000 selama lima tahun jika dinilai
sekarang nilainya sebesar $3,605 dengan tingkat rate 12% setahun.
PRESENT VALUE TABLES (contd)
Table 14C-4
Present Value of an Annuity of $1 in Arrears
Periods. . . 11% 12% 13%. . .
1 0.901 0.893 0.885
2 1.713 1.690 1.668
3 2.444 2.402 2.361
4 3.102 3.037 2.974
5 3.696 3.605 3.517
Table 14C-4 is constructed by adding down the column in Table
14C-3:
12%
Period
S Table 14C-3 Table 14C-4
1 0.893 0.893
2 + 0.797 1.690
3 + 0.712 2.402
4 + 0.636 3.037
5 + 0.567 3.605
CAPITAL BUDGETING
Capital budgeting terkait dengan bagaimana manajer
merencanakan pengeluaran proyek penting yang mempunyai
implikasi jangka panjang seperti pembelian peralatan baru
dan pengenalan produk baru.
Keputusan Penganggaran Modal Meliputi:
Keputusan pemangkasan biaya. Apakah seharusnya peralatan
baru dibeli untuk menurunkan biaya?
Keputusan ekspansi. Apakah seharusnya ditambah pabrik
baru, gudang atau fasilitas lain untuk meningkatkan kapasitas
atau penjualan?
Keputusan penyeleksian peralatan. Dari beberapa mesin yang
tersedia, manakah yang sangat efektif dari segi biaya untuk
dibeli?
Keputusan membeli atau menyewa. Peralatan baru
seharusnya dibeli atau disewa?
Keputusan penggantian peralatan. Seharusnya peralatan lama
diganti sekarang atau nanti?
KLASIFIKASI KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL
Screening: berkaitan dengan apakah proyek yang diusulkan
memenuhi standar penerimaan yang ditetapkan sebelumnya
Keputusan pemilihan, berkaitan dengan seleksi diantara
beberapa bagian tindakan yang memiliki daya saing

CAPITAL BUDGETING METHODS
Capital budgeting methods dapat dikelompokkan ke dalam
dua katagori, yaitu:
1. Discounted cash flow:
a. Net present value method.
b. Internal rate of return method.
2. Other methods:
a. Payback method.
b. Simple rate of return method.
Typical cash flows:
Cash outflows (arus kas keluar):
Initial investment (investasi awal).
Increased working capital.
Repairs and maintenance.
Incremental operating costs.
Cash inflows (arus kas masuk):
Incremental revenues.
Reductions in costs (pengurangan biaya).
Salvage value (nilai sisa).
Release of working capital (pengemb.working
capital).

NET PRESENT VALUE METHOD
Net present value (NPV) dari investasi merupakan perbedaan antara
present value dari seluruh arus kas masuk (cash inflows) dengan present
value dari seluruh arus kas keluar (cash outflows).
EXAMPLE: Harper Company merencanakan investasi yang mempunyai
taksiran umur ekonomis lima tahun, datanya sebagai berikut:
Costs and revenues dari rencana investasi:

Pembelian equipment $160,000
Kenaikan working capital $100,000
Penambahan equipment pada tahun ke-3 $ 30,000
Nilai sisa akhir tahun ke-5 $ 5,000
Revenues and costs:
Pendapatan $750,000
Harga pokok penjualan $400,000
Out-of-pocket operating costs $270,000
Pada akhir umur investasi perusahaan akan mendapatkan pengembalian
modal kerja senilai $100,000.
Discount rate of 10%.

Berikan rekomendasi apakah rencana investasi tersebut layak?

NET PRESENT VALUE METHOD (contd)
Pendapatan $750,000
Less: Hrg pokok penjualan 400,000
Less: out-of-pocket operating costs 270,000
Jumlah net cash inflows $ 80,000
Cash 10% Present
Year(s) Flow Factor Value
Investasi awal Now $(160,000) 1.000 (160,000)
Kenaikan modal kerja Now $(100,000) 1.000 (100,000)
Jumlah net cash inflows 1-5 $ 80,000 3.791 303,280
Penambahan equipment 3 $ (30,000) 0.751 (22,530)
Pengembalian modal kerja 5 $100,000 0.621 62,100
Nilai sisa 5 $5,000 0.621 3,105
Net present value $ 85,955

Karena NPV positif $85,955 maka rencana investasi tersebut
secara ekonomik menguntungkan

INTERNAL RATE OF RETURN
Internal rate of return merupakan hasil bunga yang dijanjikan oleh suatu proyek
investasi selama umur ekonomis investasi. IRR dihitung dengan menemukan tingkat
bunga yang menyamakan nilai sekarang arus kas keluar dengan nilai sekarang arus
kas masuk. IRR merupakan tingkat bunga yang menyebabkan NPV sama dengan
nol.
EXAMPLE: Decker Inc. akan membeli mesin baru yang harga perolehannya
$104,320 yang dapat menghemat biaya operasi tunai per tahun $20,000. Mesin
tersebut memiliki taksiran umur ekonomis 10 tahun. Dalam contoh tersebut, arus
kas masuk setiap tahunnya sama, factor internal rate of return dapat ditentukan
sebagai berikut:




Lihat Table 14C-4 untuk Present Value of an Annuity pada n- tahun 10, df. adalah
5.216, yaitu pada rate of return 14%. Jika internal rate of return 14% maka NPV
sama dengan nol:
14 % Present
Year(s) Amount Factor Value
Investment Now $(104,320) 1.000 $(104,320)
Jumlah cost savings 1-10 $ 20,000 5.216 104,320
Net present value $ 0

Investment required
Factor of the internal
=
rate of return
Net annual cash flow
$104,320
= =5.216
$20,000
COST OF CAPITAL Sebagai Alat SCREENING
Dalam perusahaan cost of capital seringkali berfungsi
sebagai alat screening, membantu manajemen menyaring
proyek investasi yang tidak menarik.
Cost of capital dapat digunakan untuk menyaring proyek
investasi, tergantung apakah perusahaan menggunakan
NPV atau IRR:
Net present value screening method. Biaya modal
digunakan sebagai tingkat bunga ketika menghitung NPV
suatu proyek. Suatu proyek dengan NPV negative akan
ditolak, kecuali ada factor lain yang menyebabkan proyek
tersebut diterima.
Internal rate of return screening method. Biaya modal
dibandingkan dengan tingkat pengembalian internal yang
dijanjikan suatu proyek. Proyek yang IRR nya lebih rendah
dari COC akan ditolak, kecuali ada factor lain.
NET PRESENT VALUE: TOTAL-COST APPROACH
White Company merencanakan investasi penggantian mesin lama dengan mesin baru. Perusahaan
menetapkan discount rate sebesar 10%.
Mesin Mesin
Baru Lama
Jumlah revenues $90,000 $70,000
Jumlah cash operating costs 30,000 25,000
Net cash inflows $60,000 $45,000
Cash 10% Present
Year(s) Flows Factor Value
Membeli Mesin Baru:
Investasi awal Now $(300,000) 1.000 $(300,000)
Nilai sisa mesin lama Now $ 40,000 1.000 40,000
Perbaikan 6 $( 50,000) 0.564 ( 28,200)
Net cash inflows 1-10 $ 60,000 6.145
368,700
Nilai sisa mesin baru 10 $ 7,000 0.386 2,702
Net present value $ 83,202
Mempertahankan mesin lama
Perbaikan awal Now $(175,000) 1.000 $(175,000)
Perbaikan dalam 6 tahun 6 $( 80,000) 0.564 ( 45,120)
Net cash inflows 1-10 $ 45,000 6.145 276,525
Nilai sisa mesin lama 10 $0 0.386 0
Net present value $ 56,405
NPV pembelian mesin baru $ 26,797
NET PRESENT VALUE: INCREMENTAL-COST APPROACH
Jika hanya 2 alternatif yang diperhitungkan, pendekatan incremental cost
lmenjadi lebih sederhana. Focus pendekatan ini pada differential cost.
Cash 10% Present
Year(s) Flows Factor Value
Investasi tambahan yang
diperlukan untuk membeli
mesin baru 1) Now $(125,000) 1.000 $(125,000)
Nilai sisa mesin lama Now $40,000 1.000 40,000
Reduksi biaya perbaikan2) 6 $30,000 0.564 16,920
Kenaikan net cash inflows3)1-10 $15,000 6.145 92,175
NS new equipment 10 $ 7,000 0.386 2,702
Net present value untuk pembelian mesin baru $ 26,797

1. Investasi awal mesin baru perbaikan mesin lama ($300,000 - $175,000)
2. Perbaikan mesin lama perbaikan mesin baru ($80,000 - $30,000)
3. Net cash inflows mesin mesin baru net cash inflow mesin lama
4. ($60,000 45,000)

KEPUTUSAN BIAYA TERRENDAH:
TOTAL-COST APPROACH
EXAMPLE: Home Furniture Company merencanakan investasi penggantian
ekuipmen, perusahaan menetapkan discount rate is 10% dan
menggunakan total cost approach:
Cash 10% Present
Year(s) Flows Factor Value
Membeli ekuipmen baru:
Investasi awal Now $(21,000) 1.000 $(21,000)
NS ekuipmen lama Now $ 9,000 1.000
9,000
Biaya operasi tahunan 1-5 $( 6,000) 3.791 (22,746)
NS ekuipmen 5 $ 3,000 0.621 1,863
Present value $(32,883)
Mempertahankan Ekuipmen lama:
Biaya pemeriksaan Now $( 4,500) 1.000 $ (4,500)
Biaya operasi tahunan 1-5 $(10,000) 3.791 (37,910)
NS ekuipmen lama 5 $250 0.621 155
Present value $(42,255)
Net present value untuk pembelian ekuipmen baru $ 9,372
KEPUTUSAN BIAYA TERRENDAH:
INCREMENTAL-COST APPROACH
Data pada Home Furniture Companys:
Cash 10% Present
Year(s)Flows Factor Value
Investasi tambahan yang
diperlukan untuk
membeli ekuip baru Now $(16,500) 1.000$(16,500)
NS ekuipmen lama Now $ 9,000 1.000 9,000
Penghematan biaya
operasi tahunan 1-5 $ 4,000 3.791 15,164
Perbedaan NS dalam 5
tahun 5 $ 2,750 0.621 1,708
Net present value untuk
pembelian ekuipmen baru $ 9,372
RANKING INVESTMENT PROJECTS
Screening keputusan menyangkut apakah beberapa investasi
yang diusulkan memenuhi criteria atau tidak. Keputusan
pemilihan berkaitan dengan proses menentukan apakah semua
usulan investasi sudah discreening dan menghasilkan tingkat
hasil yang ditetapkan, mengurutkan berdasarkan alternative
pemilihan, manakah yang terbaik. Jika terdapat pertentangan
antara metode IRR dan NPV maka yang terbaik menggunakan
metode NPV.

INTERNAL RATE OF RETURN
Digunakan untuk merangking proyek investasi yang bersaing
preferensinya, semakin besar IRR semakin baik. Usulan investasi
dengan IRR 18% lebih baik daripada usulan investasi dengan IRR
16%.
NET PRESENT VALUE
NPV tidak dapat digunakan untuk merangking usulan proyek
investasi, kecuali jika investasi proyek tersebut ukurannya
sama. Jika ukuran investasi tidak sama akan digunakan Indeks
Profitabilitas.
EXAMPLE: Dexter Company dihadapkan pada dua usulan
proyek, datanya sebagai berikut:

Project A Project B
Investment awal $(80,000) $(5,000)
Present value of cash inflows 81,000 6,000
Net present value $ 1,000 $ 1,000

NPV proyek A sama dengan NPV proyek B, namun
membandingkan NPV dua proyek untuk memutuskan yang
paling baik, kurang tepat, sebab ukuran kedua proyek tersebut
tidak sama.

RANKING INVESTMENT PROJECTS (contd)
Project profitability index ditentukan dengan formula
berikut:
Nilai sekarang arus kas masuk
PI = -----------------------------------------
Investasi yang diperlukan
Dengan menggunakan data Dexter Company, dapat
ditentukan Profitability Indexs untuk:
Proyek A : 1,01
Proyek B : 1,20
Dengan demikian proyek B lebih menguntungkan
dibanding proyek A sebab PI nya lebih tinggi
OTHER CAPITAL BUDGETING METHODS
Dua metode yang tidak mempertimbangkan nilai waktu uang
(do not involve discounting cash flows) adalah payback
method dan simple rate of return method.

THE PAYBACK METHOD
The payback period memusatkan pada rentang waktu yang
disebut sebagai metode pembayaran kembali.
Periode pembayaran kembali didefinisikan sebagai banyaknya
waktu yang diperlukan oleh suatu proyek untuk mengganti
biaya awal dari penerimaan kas yang ditimbulkan
Premis dasar dari metode payback adalah, semakin cepat
biaya investasi dapat ditutup kembali, maka semakin menarik.
Payback period dinyatakan dalam waktu tahunan , pada saat
arus kas masuk bersih tahunan sama, maka dapat ditentukan
sbb:
Investment required
Paybackperiod=
Net annual cashinflow
THE PAYBACK METHOD (contd)
EXAMPLE: Myers Company merencanakan investasi penambahan ekuipmen,
datanya sebagai berikut:

Sales $100,000
Less variable expenses 30,000
Contribution margin 70,000
Less fixed expenses:
Insurance $ 9,000
Salaries 26,000
Depreciation 15,000 50,000
Net operating income $ 20,000

Nilai investasi awal $150,000 dengan masa investasi 10 tahun.

Taksiran nilai sisa pada akhir masa investasi $10,000.
Net operating income (above) $20,000
Add: Noncash deduction for depreciation 15,000
Net annual cash inflow $35,000
Investment in equipment $150,000
Deduct: NS equipment 10,000
Investment required $140,000



Investasi senilai $150,000 dengan masa investasi 10
thn akan kembali modal dalam waktu 4 tahun,
dengan demikian proyek ini cukup menarik.
SIMPLE RATE OF RETURN METHOD
Rate Of Return menggunakan laba akuntansi sebagai
basis perhitungan, sehingga metode ini memiliki
kelemahan, yaitu sangat dipengaruhi judgment
manajemen dalam memilih metode akuntansi.
Formula untuk menentukan ROR:


I n v e s m e n t r e q u i r e d
P a y b a c k p e r i o d =
N e t a n n u a l c a s h i n f l o w
$ 1 4 0 , 0 0 0
= = 4 . 0 y e a r s
$ 3 5 , 0 0 0
Annual incrementalAnnual incremental
-
revenue expenses
Simplerate
=
of return
Initial investment
EXAMPLE:
Menggunakan data dari Myers Company:
Annual incremental revenue $100,000
Annual incremental expenses$ 80,000
Initial investment $140,000
Investasi tersebut akan menghasilkan tingkat
kembalian akuntansi 14,3% setahun. Jika ROR
lebih tinggi dari rate of return target, maka
usulan investasi layak diterima.

INCOME TAXES IN CAPITAL BUDGETING:
AFTER-TAX COST
EXAMPLE: Support company merencanakan program training yang memerlukan biaya
$40,000.
No With
Training Training
Program Program
Sales $250,000 $250,000
Less expenses:
Salaries, insurance, other 150,000 150,000
Training program 0 40,000
Total expenses 150,000 190,000
Taxable income $100,000 $ 60,000
Income taxes (30%) $ 30,000 $ 18,000
Before-tax cost of the training program $40,000
Less reduction in taxes ($30,000 $18,000) 12,000 After-tax cost of the
training program $28,000

Biaya sesudah pajak dapat ditentukan sebagai berikut:

After-tax cost = (1 Tax rate) Cash expense
= (1 0.30) $40,00
= $28,000

INCOME TAXES IN CAPITAL BUDGETING:
AFTER-TAX BENEFIT
Formula untuk menentukan benefit setelah pajak (after-tax
benefit):

After-tax benefit = (1 Tax rate) Cash receipt
EXAMPLE: ABC company menerima pendapatan $80,000 per tahun
dari pembukaan kantor cabang baru. Jika tariff pajak 30%, maka
after-tax benefit? After-tax benefit = (1 0.30) $80,000
= $56,000
EXAMPLE:
AC Company akan menginvestasikan sebuah proyek yang akan
mendatangkan arus kas masuk per tahun $400,000. Biaya operasi
tunai per tahun $280,000. Jika tariff pajak 30%, maka after-tax net
cash inflow dari proyek tersebut:
Penerimaan tahunan $400,000
Biaya operasi tunai tahunan 280,000
Jumlah net cash inflow before taxes $120,000
Multiply by (1 0.30) 0.70
Jumlah net cash inflow after-tax $ 84,000

INCOME TAXES IN CAPITAL BUDGETING:
DEPRECIATION TAX SHIELD
Kenaikan biaya depresiasi akan berdampak pada pengurangan laba, dan jika terjadi
pengurangan laba maka akan diakui adanya depreciation tax shield, hal ini karena
adanya pengurangan pembayaran pajak.
EXAMPLE: Dampak depresiasi $60,000 terhadap income taxes:
Without With
Depreciation Depreciation
Deduction Deduction
Sales $500,000 $500,000
Less expenses:
Cash operating expenses 340,000 340,000
Depreciation expense 60,000
Total expenses 340,000 400,000
Taxable income $160,000 $100,000
Income taxes (30%) $ 48,000 $ 30,000

Dengan adanya depresiasi $60,000 akan mengurangi pajak pendapatan sebesar $18,000.
The tax savings sebagai akibat adanya depreciation:

Tax savings = Tax rate Depreciation deduction
= 0.30 $60,000 = $18,000

EXAMPLE
Contoh integrated dengan adanya after-tax cost, after-tax benefit dan
depreciation tax shield adalah:
EXAMPLE: Martin Company merencanakan investasi penambahan
equipment, datanya sebagai berikut:

Investasi awal $400,000
Penambahan modal kerja $ 80,000
Penerimhaan kas tahunan (8 th) $100,000
Biaya reparasi tahun ke4 $ 40,000
NS equipment $ 50,000
Informasi lain:
Umur ekonomis equipment 8 tahun
Metode depresiasi yang digunakan metode garis lurus (straight-line
method)
After-tax cost of capital: 10%
Income tax rate : 30%
ANALYSIS OF THE PROJECT
(2) After-Tax
(1) Tax Cash Flows 10%
Present
Year(s) Amount Effect (1) (2) Factor Value
Cost of new equipment Now $(400,000) $(400,000) 1.000 (400,000)
Working capital needed Now $( 80,000) $( 80,000) 1.000 (80,000)
Net annual cash receipts 1-8 $100,000 1-0.30 $ 70,000 5.335 373,450
Equipment repairs 4 $(40,000) 1-0.30 $( 28,000) 0.683 (19,124)
Depreciation deductions 1-8 $ 50,000 0.30 $ 15,000 5.335 80,025
Salvage value of equipment 8 $ 50,000 1-0.30 $ 35,000 .4671 6,345
Release of working capital 8 $ 80,000 $ 80,000 0.467 37,360
Net present value $ 8,056
Materi-9
SEGMENT REPORTING AND DECENTRALIZATION
A. Decentralization
B. Segment reporting.
1. Cost, profit, and investment centers.
2. Pelacakan common costs.
3. Hambatan dalam allocating common costs.
C. Pengukuran Kinerja investment centers.
1. Return on investment (ROI).
2. Residual income.
D. Transfer pricing.

DECENTRALIZATION
Suatu organisasi yang terdesentralisasi secara kuat adalah organisasi yang
memberikan wewenang kepada manajer-manajer tingkat yang lebih
rendah ataupun karyawan untuk membuat keputusan.
KEUNGULAN DESENTRALISASI
Manajemen puncak dapat lebih focus pada perencanaan strategi,
pembuatan keputusan yang levelnya lebih tinggi dan koordinasi
Merupakan media untuk mengkader manajer
Membuat pekerjaan lebih menarik dan insentif lebih besar kepada
personil yang berprestasi
Meningkatkan kualitas keputusan sebab manajer divisi memiliki informasi
yang lebih baik
Sulit mengevaluasi seorang manajer jika tidak diberikan kebebasan.
KELEMAHAN DESENTRALISASI
Manajer divisi kemungkinan membuat keputusan tanpa
mempertimbangkan kondisi makro yang dihadapi.
Sulitnya koordinasi antar manajer yang memiliki otonomi
Manajer divisi seringkali mempunyai tujuan yang lebih spesifik dibanding
tujuan perusahaan secara keseluruhan.
Lebih sulit menyebarkan gagasan-gagasan yang inovatif.
Segments Classified as Cost, Profit, And Investment Centers
(Exhibit 9-1)
SEGMENT REPORTING
Manajer membutuhkan informasi detail mengenai masing-
masing segmen untuk menilai kinerja segmen.
DEFINITION OF A SEGMENT
Segment adalah bagian dari aktivitas organisasi yang
manajernya dinilai atas cost atau revenue yang menjadi
tanggungjawabnya. Examples: wilayah pemasaran, products,
divisions, departemen atau kelompok pelanggan.
PEMBEBANAN COST DAN PELACAKAN COMMON COST
Hanya FC yang dapat ditelusuri yang dibebankan ke segmen
dalam laporan rugi/laba tersegmentasi
FC yang dapat ditelusuri: FC yang muncul karena keberadaan
segmen tersebut, contoh gaji manajer produk
FC umum merupakan FC yang mendukung operasi suatu
segmen tetapi tidak dapat ditelusuri dalam seluruh atau
sebagian segmen manapun. Jika suatu segmen dihilangkan
tidak akan terjadi perubahan pada FC umum, contoh gaji
resepsionis kantor

SEGMENT REPORTING EXAMPLE
EXAMPLE:
Perusahaan mengoperasikan dua segmen divisi, VC, FC serta Common cost sebagai
berikut::
Divisi A Divisi B

Variable costs Biaya produksi divisi A Biaya produksi divisi B
Biaya operasi divisi A Biaya operasi divisi B
FC yang dapat dilacak gaji manajer produk Gaji manajer produk
Upah pegawai paruh waktu Upah pegawai paruh
waktu
Depresiasi ekuipmen Depresiasi ekuipmen
Sewa pabrik Sewa gedung pabrik

Common fixed costs Sewa gedung kantor, depresiasi peralatan kantor.
General managers salary
Accountants salary
Gaji pegawai kantor
Biaya bunga obligasi
SEGMENT REPORTING EXAMPLE
Total Divisi
Company A B
Sales $1,500,000 $900,000 $600,000
Less variable expenses 810,000 460,000 350,000
Contribution margin 690,000 440,000 250,000
Less traceable fixed expenses 400,000 230,000 170,000*
Divisional segment margin 290,000 $210,000 $ 80,000
Less common fixed expenses not
traceable to departments 240,000
Net operating income $ 50,000
Product Lines
Fresh Packaged
Produce Produce Produce
Sales $600,000 $400,000 $ 200,000
Less variable expenses 350,000 200,000 150,000
Contribution margin 250,000 200,000 50,000
Less traceable fixed expenses 100,000 40,000 60,000
Product line segment margin 150,000 $160,000 $ (10,000)
Less common fixed expenses not
traceable to product lines 70,000
Divisional segment margin $ 80,000
Graphic Presentation of Segment Reporting
(Exhibit 12-2)
HAMBATAN DALAM ALOKASI COMMON COSTS
Pembebanan biaya ke segmen seharusnya mencakup seluruh biaya yang dapat dilekatkan pada segmen dari seluruh
rantai nilai perusahaan tersebut
Value chain meliputi aktivitas penelitian dan pengembangan, perancangan produk, produksi, pemasaran, distribusi dan
pelayanan customer.
Hambatan utama dalam pembebanan biaya ke segmen adalah:
1)penghilangan beberapa biaya dalam proses pembebanan,
2)penggunaan metode alokasi yang tidak sesuai,
3) pembebanan biaya umum ke masing-masing segmen.
EXAMPLE: Marys Market mengalokasikan common cost atas dasar penjualan.
Total Divisi
Company A B
Sales $1,500,000 $900,000 $600,000
Less variable costs 810,000 460,000 350,000
Contribution margin 690,000 440,000 250,000
Less traceable fixed costs 400,000 230,000 170,000
Divisional segment margin 290,000 210,000 80,000
Less allocated common fixed costs 240,000 144,000 96,000 Net
operating income $ 50,000 $ 66,000 $ (16,000)

Jika Divisi B dihentikan, common cost merupakan avoidable cost.
Total Divisi
Company A B
Sales $900,000 $900,000
Less variable costs 460,000 460,000
Contribution margin 440,000 440,000
Less traceable fixed costs 230,000 230,000
Divisional segment margin 210,000 210,000
Less allocated common fixed costs 240,000 240,000
Net operating income $ (30,000) $(30,000)
RETURN ON INVESTMENT
Investment centers dievaluasi kinerjanya atas dasar return on investment
(ROI), yang dapat ditentukan:


atau
ROI = Margin Turnover
Dimana:


EXAMPLE: Regal Company melaporkan data operasi periode 2005 sebagai
berikut:
Net operating income $ 30,000
Sales $500,000
Average operating assets $200,000


Untuk meningkatkan ROI, dapat dilakukan dengan cara:
1. Increase sales.
2. Reduce expenses.
3. Reduce operating assets.
Net operatingincome
ROI
Averageoperatingassets
=
Net operatingincome
Margin=
Sales
Sales
Turnover=
Averageoperatingassets
$30,000$500,000
ROI= =6%2.5=15%
$500,000$200,000
RETURN ON INVESTMENT (contd)
Example 1Increase sales:
Penjualan Regal Company mengalami kenaikan menjadi $600,000. Net operating
income menjadi $42,000, dan operating assets tetap:


(sebelumnya 15%)
Example 2Reduce expenses:
Regal Company dapat menurunkan biaya sebesar $10,000 per tahun, sehingga net
operating income naik dari $30,000 menjadi $40,000. Sales dan operating assets
tetap:


(sebelumnya 15%)
Example 3Reduce assets:
Regal Company dapat mengurangi average operating assets dari $200,000 menjadi
$125,000. Sales dan net operating income tetap:


(sebelumnya 15%)

$42,000$600,000
ROI= =7%3.0=21%
$600,000$200,000
$40,000$500,000
ROI= =8%2.5=20%
$500,000$200,000
$30,000$500,000
ROI= =6%4.0=24%
$500,000$125,000
RESIDUAL INCOME
Residual income merupakan selisih antara net operating income dengan
tingkat kembalian minimum (minimum rate of return).
EXAMPLE: Marsh Company mempunyai dua divisions, A dan B. Average
operating assets Division A sejumlah $1,000,000 dan Division B sejumlah
$3,000,000. Kedua divisi menentukan minimum rate of return sebesar
12% dari investment in operating assets.
Division A Division B
Average operating assets $1,000,000 $3,000,000
Net operating income $ 200,000 $ 450,000
Minimum required return:
12% average operating assets 120,000 360,000
Residual income $ 80,000 $ 90,000
Economic value added (EVA) merupakan konsep serupa yang memiliki
beberapa perbedaan. Sebagai contoh berdasarkan konsep EVA , dana yang
digunakan untuk penelitian dan pengembangan diperlakukan sebagai
investasi bukan sebagai biaya.
Pada waktu RI atau EVA digunakan untuk mengukur prestasi, tujuannya
adalah untuk memaksimumkan jumlah total laba residual, atau nilai
tambah ekonomis bukan ROI secara keseluruhan.
PRAKTIK EVA
Menurut Majalah Fortune;Manajer yang menjalankan usaha menurut aturan aturan EVA
meningkatkan nilai perusahaan secara besar-besaran, CEO Coca-Cola, Roberto Goizueta,
seseorang yang mampu menciptakan nilai secara fantastis menjelaskan;Kami mendapatkan
modal, dan menjualnya untuk mendapatkan laba operasi, kemudian kami membayar biaya
modal, pemegang-pemegang saham mengantongi selisihnya
RESIDUAL INCOME
Residual income approach dapat membantu manajer dalam mengevaluasi rencana proyek
tertentu, yang jika hanya menggunakan ROI seringkali keputusannya menjadi kurang tepat.
EXAMPLE: Divisi A pada Marsh Companys dihadapkan pada tawaran proyek yang
memerlukan investasi $250,000 dengan tingkat rate of return of 16% ($40,000 per tahun).
ROI sebelum dan sesudah menerima proyek sebagai berikut:
New
Present Project Total
Average operating assets (a) $1,000,000 $250,000 $1,250,000
Net operating income (b) $ 200,000 $ 40,000 $ 240,000
ROI (b) (a) 20.0% 16.0% 19.2%
Jika didasarkan ROI, lebih baik tidak menerima proyek, sebab justru ROI turun menjadi
19,2%. Tetapi proyek ini akan menaikkan RI:
Average operating assets
(a) $1,000,000 $250,000 $1,250,000
Net operating income (b) $ 200,000 $ 40,000 $ 240,000
Minimum required return:
12% (a) 120,000 30,000 150,000
Residual income $ 80,000 $ 10,000 $ 90,000