Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

A. DEFINISI DAN RUANG LINGKUP SILVIKA



Silvika adalah ilmu yang mempelajari sejarah hidup dan ciri-ciri umum pohon
beserta tegakan hutan dalam katannya dengan faktor-faktor lingkungan (Arif
2001).
Silvika menurut The Society of Amarican Foresters dalam Manan (1976) dan
Soekotjo (1977) adalah ilmu yang mempelajari sejarah hidup dan karakter jenis-
jenis pohon hutan dan tegakan, dan kaitannya dengan faktor-faktor lingkungan.
Silvika secara garis besarnya mempelajari tentang :
proses-proses hidup tumbuh-tumbuhan, khususnya pohon, yang memerlukan
pengetahuan tentang proses-proses kimia yang berhubungan dengan
aktivitas biologis yang terjadi,
persyaratan tumbuh suatu tumbuhtumbuhan, khususnya pohon, yakni terkait
dengan berbagai faktor, yaitu tanah, air, cahaya, atmosfir, biotik dan faktor-
faktor kompleks untuk optimalisasi pertumbuhannya
adaptasi tumbuh-tumbuhan pada kondisi lingkungan tertentu.
Silvikultur merupakan suatu ilmu dan seni menghasilkan serta memelihara hutan
dengan menggunakan pengetahuan silvika untuk memperlakukan hutan serta
mengendalikan susunan dan pertumbuhannya (Arief 2001).
Jadi, silvika merupakan dasar bagi penerapan ilmu silvikultur.
Banyak yang memberikan definisi tentang Silvikultur. Definisi-definisi tersebut
sebagai berikut :
1. Seni untuk memproduksi dan memelihara hutan.
2. Penerapan ilmu pengetahuan silvika dalam memperlalukan hutan.
3. Teori dan praktek pengendalian, pembentukan komposisi dan pertumbuhan
hutan.
4. Ilmu dan seni membudidayakan hutan tanaman.





B. BIOMA

Definisi Bioma
Bioma adalah daerah yang luas di Bumi dengan kondisi yang serupa, seperti iklim serta mahluk
hidup.
Ada dua jenis kategori utama dari bioma:
Bioma darat biasanya ditentukan oleh jenis vegetasi yang hadir. Faktor utama iklim yang
berkontribusi terhadap jenis vegetasi di bioma ini adalah temperatur dan curah hujan.
Bioma air ditentukan oleh jenis air yang dikandungnya.
Ada banyak sistem klasifikasi yang berbeda digunakan untuk menentukan bioma, masing-
masing menghasilkan jumlah yang berbeda bioma. Di sini kita hanya akan mencakup beberapa
bioma utama (9 darat dan air 4).


Bumi, merupakan planet ketiga yang berada di dalam Tata Surya Galaksi Bima Sakti (Milky
Way). Jarak dari Matahari ke bumi adalah kurang lebih 150.000.000 Km, bumi sendiri
merupakan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan.

Di bumi, terdapat berbagai jenis-jenis flora dan fauna, yang tersebar di seluruh muka bumi,
pesebaran ini dapat dipelajari melalui suatu sistem yang disebut dengan bioma.

Bioma sendiri merupakan ekosistem terbesar yang dimiliki oleh flora dan fauna yang khas, yang
pada dasarnya terdiri atas produsen, konsumen, dan pengurai (dekomposer), yang didalamnya
terjadi aliran materi dan energi yang selalu dimulai dari tumbuhan. Ciri khas dari suatu bioma
sendiri adalah adanya suatu vegetasi tertentu yang dominan pada suatu wilayah yang dipengaruhi
oleh kondisi iklim regionalnya, dan oleh karena itu, perbedaan antarbioma tamoak jelas dari
jenis-jenis vegetasi yang terdapat didalamnnya.

Di bumi terdapat 7 bioma, yakni:
1. Gurun
2. Stepa / Padang Rumput
3. Sabana
4. Hutan Basah / Hutan Hujan Tropis
5. Hutan Gugur
6. Taiga
7. Tundra
Jenis-Jenis Bioma
1. Gurun

Merupakan salah satu bioma di bumi yang menerima curah hujan kurang dari 250
mm setiap tahunnya, adapun ciri-ciri daerah gurun adalah sebagai berikut:

1. Curah hujan sangat rendah (<250mm / tahun)
2. Kecepatan penguapan air lebih cepat daripada presipitasi (hujan)
3. Kelembapan udara sangat rendah
4. Amplitudo hariannya sangat tinggi (45 derajat celcius pada siang hari dan 0
derajat celcius pada malam hari)

Daerah Pesebaran bioma gurun
1. Amerika (Gurun Atacama, Gurun Great Basin, Gurun Mojave, dan Gurun
Sonoran)
2. Arfika (Gurun Kalahari, Gurun Sahara, dan Gurun Namib)
3. Asia (Gurun Gobi, Gurun Arabia, dan Gurun Thor)
4. Australia (Gurun Simpson, Gurun Victoria Besar, dan Gurun Sandy Besar)
Contoh Flora di bioma gurun:
1. Pohon Kaktus Saguaro raksasa
2. Pohon Eks Gurun

2. Padang Rumput (Stepa)

Merupakan salah satu bioma di bumi, yang menerima curah huja 250-500 mm setiap tahunnya,
adapun ciri- ciri dari Stepa adalah sebagai berikut:
1. Curah hujan 250-500 mm/tahun
2. Hujan turun tidak teratur
3. Peresapan / porositas tinggi
4. Aliran air / drainase cepat
Daerah pesebaran bioma stepa
1.Arfika
2.Amerika (Puzia di Hongaria, Prairi Amerika Utara, Pampa Argentina)
3.Asia
4.Australia
Contoh flora pada bioma Padang rumput:
1. Rumput


3. Sabana

Adalah suatu padang rumput yang diselingi oleh pohon-pohon yang tumbuh tersebar dan sangat
jarang. Pohon yang baling banyak tumbbuh di Sabana adalah Akasia dan palem. Sabana dibagi
menjadi dua atas tumbuhan penyusunnya, yakni :
1. Sabana Murni yaitu Sabana yang penyusunnya terdiri dari satu jenis tumbuhan
saja
2. Sabana Campuran yaitu sabanya yang pohon-pohon penyusunya terdiri dari
berbagai campuran jenis pohon.
Adapun ciri-ciri dari bioma sabana adalah :
1. Curah hujan 250-700 mm/tahun jika curah hujan rendah (250-500 mm) sabana
akan berubah menjadi semak belukar, tetapi jika curah hujan tinggi (500-700
mm) sabana akan berubah menjadi hutan hujan
2. Hujan turun tidak teratur
3. Peresapan / porositas tinggi
4. Aliran air / drainase cepat
5. Suhu panas setiap tahun
6. Bulan kering terjadi pada saat bulan Desember sampai Febuari dan bulan basah
terjadi pada bulan Mei
Daerah Pesebaran Bioma Sabana:
1.Arfika bagian Selatan
2.Amerika Selatan (Brazil)
3.Australia bagian utara
Sabana pada umumnya terletak didaerah perbatasan antara tropis dan subtropis
Contoh flora di bioma sabana :
1. Rumput
2. Palem
3. Akasia


4. Hutan Basah atau Hutan Hujan Tropis

Merupakan salah satu bioma di bumi, yang memilik curah hujan cukup tinggi yakni 2.000 mm-
2.250 mm
setiap tahunnya, adapun ciri-ciri dari hutan basah adalah:
1. Curah hujan tinggi (2.000-2.250 mm/tahun)
2. Matahari bersinar sepanjang tahun
3. Suhu 25 derajat celcius-31 derajat celcius
4. Tanahnya subur
5. Tumbuhannya lebat dan daunnya lebar
6. Dari bulan yang satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil
7. Di bawah kanopi atau tudung pohon, selalu gelap sepanjang hari sehingga tidak
ada perubahan suhu antara siang dan malam hari.
Daerah Persebaran Bioma Hutan Hujan:
1. Asia Tengah / Tenggara
2. Amerika Tengah
3. Amazone
4. Lembah Kongo
5. Orinoco

Contoh flora pada bioma hutan basah :
1. Hutan lumut
2. Manggrove









5. Hutan Gugur (Deciduous)

Merupakan salah satu bioma yang terdapat di bumi, dan terletak di daerah yang memngalami
empat musim, adapun ciri-ciri dari hutan gugur adalah:
1. Curah hujan sepanjang tahun adalah 750 mm - 1.000 mm / tahun
2. Mempunyai empat musim ( Semi, Panas, Gugur, Dingin)
3. Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih sedikit daripada hutan hujan basah (hutan
tropis)
4. Pohonnya tinggi tetapi daunnya tidak terlalu lebar
Musim panas bada pioma hutan gugur, energi radiasi yang diterima cukup tinggi demikian juga
dengan presipitasi (Curah Hujan) dan Kelembapan
Daerah Persebaran Bioma Hutan Gugur:
1. Asia tengah
2. China
3. Korea
4. Jepang
5. Pantai barat dan timur Amerika
Pada umumnya hutan gugur terdapat didaerah yang mempunyai empat musim.


















6. Bioma Taiga ( Coniferous )

Merupakan salah satu bioma yang terdapat di bumi yang hutannya mayoritas berdaun jarum,
adapun ciri-ciri dari bioma taiga adalah sebagai berikut :
1. Curah hujan 250 mm/ tahun
2. Musim panas berlangsung selama tiga sampai empat bulan, dan sisanya adalah
musim dingin
3. Tumbuhannya berdaun jarum dan memiliki lapisan lilin
4. Jenis tumbuhan sangat sedikit atau tunggal
Daerah persebaran Bioma Taiga pada umumnya terletak di lintang Enam Puluh Sampai
Tujuh Puluh derajat LU/LS, seperti :
1. Rusia
2. Siberia
3. Kanada Utara
4. Alaska
Contoh Flora dari bioma Taiga adalah :
1. Albus
2. Pinus
3. Cemara
4. Juniper
5. Elder
6. Spruce








7.Bioma tundra
Merupakan salah satu bioma yang terdapat di muka bumi, yang tanahnya tak berpohon, oleh
karena itu tundra merupakan suatu kawasa, khususnya kutub yang tidak ditumbuhi berbagai jenis
pohon, adapun ciri-ciri dari bioma tundra adalah sebagai berikut:
1. Musim dingin berlangsung selama 9 bulan dan musim panas berlangsung selama
3 bulan
2. Curah hujannya rendah ( 100 - 250 mm/tahun)
3. Usia tumbuhannya tiga bulan ( selama musim panas )
4. Tanahnya sebagian besar adalah batuan induk yang telah mengalami sedikit
pelapukan.
5. Rata-rata suhu tertinggi adalah 10 derajat celcius dan terlendah adalah -35
derajat celcius
Daerah pesebaran wilayah Bioma Tundra pada umumnya terletak didaerah 80-90 derajat
LU/LS, seperti :
1. Kawasan Artik
2. Antartika

Contoh vegetasi yang dapat hidup di Bioma Tundra:
1. Lumut
2. Semak Kerdil
3. Rumput










siklus biogeokimia

Dalam ilmu bumi, siklus atau zat omset biogeokimia atau bersepeda zat adalah jalur di mana sebuah
gerakan kimia zat melalui kedua biotik (biosfer) dan abiotik (litosfer, atmosfer, hidrosfer dan)
kompartemen Bumi. Sebuah siklus adalah serangkaian perubahan yang datang kembali ke titik awal dan
yang dapat diulang. [1] [2] Air, misalnya, selalu didaur ulang melalui siklus air, seperti yang ditunjukkan
dalam diagram. Air mengalami penguapan, kondensasi, dan curah hujan, jatuh kembali ke Bumi.
Elements, senyawa kimia, dan bentuk lain dari materi diwariskan dari satu organisme ke organisme lain
dan dari satu bagian dari biosfer yang lain melalui siklus biogeokimia. [1] [2] '

Istilah "biogeokimia" memberitahu kita bahwa faktor biologis, geologi dan kimia semua yang terlibat.
Sirkulasi nutrisi kimia seperti karbon, oksigen, nitrogen, fosfor, kalsium, dan air dll melalui dunia biologis
dan fisik yang dikenal sebagai siklus biogeokimia. Akibatnya, unsur ini didaur ulang, meskipun dalam
beberapa siklus mungkin ada tempat (disebut waduk) di mana unsur ini akumulasi atau diadakan untuk
jangka waktu yang panjang (seperti laut atau danau untuk air)
siklus penting
Siklus biogeokimia paling terkenal dan penting, misalnya, termasuk

siklus karbon,
siklus nitrogen,
siklus oksigen,
siklus fosfor,
siklus sulfur,
siklus air,
dan siklus rock.
Ada banyak siklus biogeokimia yang saat ini sedang dipelajari untuk pertama kalinya sebagai perubahan
iklim dan dampak manusia secara drastis mengubah kecepatan, intensitas, dan keseimbangan ini siklus
relatif tidak dikenal. Maskapai siklus biogeokimia baru dipelajari meliputi

siklus merkuri, [3] dan
siklus-manusia yang disebabkan dari atrazin, yang dapat mempengaruhi spesies tertentu.

Siklus biogeokimia selalu melibatkan keseimbangan negara panas: keseimbangan dalam siklus unsur
antara kompartemen. Namun, keseimbangan secara keseluruhan mungkin melibatkan kompartemen
didistribusikan pada skala global.

Sebagai siklus biogeokimia menggambarkan gerakan zat di seluruh dunia, studi ini secara inheren
multidisiplin. Siklus karbon mungkin terkait dengan penelitian di bidang ekologi dan atmosfer ilmu. [4]
dinamika biokimia juga akan terkait dengan bidang geologi dan pedologi (studi tanah). [
























Ekologi hutan
Ekologi hutan adalah studi ilmiah mengenai keterkaitan antara pola, proses flora, fauna, dan
ekosistem di dalam hutan. Ekosistem hutan adalah unit lahan tegakan pohon kayu yang terdiri
semua tanaman, hewan, dan mikroorganisme (komponen biotik)yang berfungsi secara bersama-
sama dengan komponen abiotik dari lingkungan.
[1]
Hubungan dengan cabang ilmu ekologi lain
Ekologi hutan adalah salah satu cabang dari tipe studi ekologi yang berorientasi pada faktor
biotik (berlawanan dengan klasifikasi ekologi yang berbasis tingkat organisasi atau
kerumitannya, seperti ekologi populasi dan ekologi komunitas). Pohon seringkali menjadi fokus
utama, namun bentuk kehidupan dan komponen lain seperti satwa liar dan nutrisi tanah dapat
menjadi perhatian utama. Sehingga ekologi hutan merupakan cabang studi ekologi yang penting
dan sangat beragam.
Ekologi hutan memiliki kesamaan karakteristik dan pendekatan metdologi dengan ekologi
tumbuhan darat. Hanya keberadaan tegakan pohon yang membedakannya dengan ekologi
tumbuhan darat, karena pohon adalah karakteristik utama hutan.
Keragaman dan kerumitan komunitas
Karena pohon dapat tumbuh lebih besar dari bentuk tumbuhan lain, terdapat potensi keragaman
struktur hutan (fisiognomi). Sejumlah besar tata letak spasial yang mungkin terbentuk memiliki
ukuran yang sangat bervariasi, dan spesies yang sangat beragam, serta lingkungan mikro yang
bermacam-macam seperti pencahayaan sinar matahari, temperatur, kelembaban relatif, dan
kecepatan angin. Salah satu komponen penting ekosistem hutan seperti biomassa seringkali
berada di dalam tanah, di mana struktur tanah, kuantitas dan kualitas air, serta jumlah nutrisi
tanah bisa bervariasi.
[2]
Sehingga hutan merupakan lingkungan yang sangat heterogen jika
dibandingkan dengan komunitas tumbuhan darat. Heterogenitas ini dapat memungkinkan
keragaman hayati yang besar yang terdiri dari tumbuhan dan hean. Ekologi hutan juga
mempengaruhi desain strategi sampling inventarisasi hutan, dan merupakan faktor utama dalah
meningkatkan jumlah satwa liar dan keragaman hayati
Potensi ekologi
Setiap spesies memiliki potensi ekologi yang diukur berdasarkan kapasitasnya dalam
berkompetisi secara efektif terhadap spesies lainnya di suatu kawasan tertentu. Metode
pengukuran potensi ekologi suatu spesies secara kuantitatif telah dibuat oleh Hans-Jrgen Otto.
ia membagi parameternya menjadi tiga:
[4]

Terkait kebutuhan lokasi, misal apakah spesies tahan terhadap temperatur yang rendah, iklim
yang kering, dan sebagainya
Terkait kualitas secara spesies spesifik, seperti stabilitas, usia, kapasitas regenerasi,
pertumbuhan, dan sebagainya
Terkait risiko yang tidak diduga, seperti ketahanan terhadap kebakaran hutan, musim dingin
yang membeku, badai, wabah penyakit, dan sebagainya






















SILVIKA
Silvika merupakan pengetahuan mengenai hutan dengan pohon-pohonnya serta pertumbuhan,
pembiakan, dan reaksinya terhadap perubahan-perubahan tempat tumbuh.
silvika merupakan ilmu dasar sulvikultur. Peranannya adalah pengelolaan hutan dengan baik
dengan memperhatikan keadaan biologisnya dan juga bermanfaat bagi kehidupan manusia untuk
dapat menguasai seni dalam menghasilkan hutan. Pemanfaatan ilmu tersebut mutlak diperlukan.
SILVIKULTUR
Silvikultur merupakan suatu ilmu dan seni menghasilkan serta memelihara hutan dengan
menggunakan pengetahuan silvika untuk memperlakukan hutan serta mengendalikan susunan
dan pertumbuhannya (Arief 2001).
Jadi, silvika merupakan dasar bagi penerapan ilmu silvikultur.