Anda di halaman 1dari 22

Page 1

Selasa, 6 Mei 2014


Page 2
Itu akan menentukan corak atau
gaya hidup seseorang.
Saking pentingnya persoalan ini,
sampai mungkin bisa dikatakan,
janganlah kita hidup sebelum
memahami apa sebenarnya
hakikat hidup kita itu.

Page 3
Manusia ingin bebas menjalankan
hidupnya
Manusia hidup dengan acuh tak acuh dan
tak tentu arah, bahkan tidak memiliki
tujuan.
Akhirnya, hawa nafsu atau setanlah yang
dijadikan tuhan, yakni menjadi sumber
penentu sikap dan tujuan hidupnya.
Page 4
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang
menjadikan hawa nafsunya sebagai
tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi
pemelihara atasnya? Atau apakah kamu
mengira bahwa mereka itu mendengar atau
memahami? Mereka itu tidak lain, hanyalah
seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat lagi jalannya (dari binatang ternak itu).
(QS Al Furqaan : 43-44)


Page 5
Kegagalan memahami hakikat hidup, akan membuat
seseorang menjalani hidup bagaikan layang-layang putus
yang bergerak mengikuti kemana angin berhembus, atau
dihempaskan ombak ke mana saja tanpa tujuan.
Artinya, seorang muslim mudah sekalil tersesat, atau bahkan
tak mustahil menjadi murtad tanpa dia sadari, sehingga
amalnya di dunia menjadi sia-sia bagaikan fatamorgana atau
debu beterbangan.
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu
Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (QS
Al Furqaan : 24)

Page 6
Satu di antara sebabnya ialah karena mereka tidak
bersungguh-sungguh mempertajam ilmunya, sehingga
menjadi lalai dan abai..
Seorang Muslim akan mampu memahami kehidupannya
dan akhirya berjalan pada jalan yang lurus apabila ada
kekuatan ilmu di dalam akal dan hatinya.
Itulah mengapa, perintah pertama kepada umat Islam
melalui Nabi Muhammad adalah perintah membaca, Iqra.
Page 7
Page 8
"Dan (ingatlah) Aku tidak
menciptakan jin dan manusia
melainkan untuk mereka menyembah
dan beribadat kepadaKu." (Surah
Az-Zariyat: ayat 56)
Page 9
Sangat luas sebagaimana kita
diperintahkan agar mentaati segala
suruhan ALLAH dan menjauhi segala
laranganNya DALAM SETIAP
ASPEK KEHIDUPAN SEHARIAN.
Page 10
Untuk menjalankan fungsi sebagai
Hamba Allah yang terikat perjanjian
untuk senantiasa ber-Ibadah kepada
Allah. Manusia diberikan potensi
hidup (khasiyatul insan) oleh Allah.
Page 11
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-
anak Adam, Kami angkut mereka di daratan
dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang
baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan
kelebihan yang sempurna atas kebanyakan
makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al
Isra : 70)
At-Tin ayat 4 Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya.
Page 12
Potensi hidup
(khasiyatul insan)
Manusia dan hewan sama-sama bisa
hidup, karena sama-sama memiliki
potensi (khashiyyaat) untuk hidup, yaitu:
1.Kebutuhan jasmani (hajatul
udhawiyyah)
2.Naluri (al-ghariizah)

Page 13
Terdiri dari:
1. Benda tertentu: makanan, minuman, udara, dll.
2. Kondisi tertentu: istirahat, tidur, suhu tertentu, dll.
3. Aktivitas tertentu: makan, minum, bernafas, buang hajat, dll.

Munculnya kebutuhan ini dari dalam tubuhnya (dorongan dari dalam),
sehingga harus (wajib) dipenuhi. Jika tidak, bisa mati.

Musa berkata: Rabb kami ialah (Rabb) yang telah memberikan
kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian
memberinya petunjuk. (QS. Thaha (20):50)
Lihat Al Ala: 2-3, QS. Ar-rum: 23, QS. Al-muminun:33, QS. Al-
Maidah:3
1. Naluri beragama (Gharizatut Taddayun)
Penampakannya mendorong manusia untuk mensucikan sesuatu yang
mereka anggap sebagai wujud dari Sang Pencipta, maka dari itu
dalam diri manusia ada kecenderungan untuk beribadah kepada Allah,
perasaan kurang, lemah dan membutuhkan kepada yang lainya. (lihat
QS. Az-zumar:8)
2. Naluri mempertahankan diri (Gharizatul Baqa)
Penampakanya mendorong manusia untuk melaksanakan berbagai
aktivitas dalam rangka melestarikan kelangsungan hidup. Berdasarkan
hal ini maka pada diri manusia ada rasa takut, keinginan menguasai,
cinta pada bangsa dan lain-lain. (lihat QS. An-Nahl:68, QS Yaasin : 71)
3. Naluri melangsungkan keturunan (Gharizatun Nau)
Penampakanya akan mendorong manusia melangsungkan jenis
manusia. Sebagai penampakan dari naluri ini, manusia memiliki
kecenderungan seksual, rasa kebapakkan, rasa keibuan, cinta pada
anak2, cinta pada orang tua, cinta pada orang lain dan lain-lain.
(lihat QS Yusuf : 24, Al-baqarah:124)
Page 15
Munculnya kebutuhan ini dari faktor
eksternal, yaitu faktor fakta (realitas)
dan pemikiran (mafhum).
Sehingga jika tidak dipenuhi, tidak akan
mengantarkan kpd kematian. Tetapi jika
tdk dpenuhi akan menimbulkan
kegelisahan dan ketidak tenangan.
Page 16
Perbedaannya
Kehidupan manusia dinamis, inovatif,
semakin maju peradabannya.
Kehidupan hewan statis, tidak
berubah dari dulu sampai sekarang.
Perbedaan mendasar
manusia dengan hewan
AKAL.


Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka
Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk
memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-
tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-
ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan
mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
lalai.
(QS: Al-A'raf Ayat: 179)

Page 18
Fungsi Akal
Dg akal, manusia bisa memenuhi
kebutuhan hidupnya (jasmani dan naluri)
dengan baik dan benar, mengikuti
petunjuk yang diridhoi Allah, sehingga
mereka menjadi makhluk yang mulia dan
tinggi.
Tapi, manusia yg tidak menggunakan akal
sesuai petunjuk Allah, maka derajat
sangat rendah, bahkan bisa lebih rendah
dari hewan.
Page 19
Dalam memenuhi Kebutuhan Jasmani dan Naluri-
naluri ini WAJIB untuk menyelaraskan dengan
HUKUM ALLAH
Karena setiap Perbuatan kita akan di HISAB oleh
Allah
Beberapa Contoh:
Naluri mencintai, mis Wanita
Naluri mempertahankan diri, mis Marah
Naluri Mensucikan sesuatu, mis Penyembahan
Page 20
Pilihan ditangan kita
Dalam kehidupan ini kita pasti menjadi Budak.
Tinggal pilih
1. Budaknya Allah
2. Budaknya Syetan, Dunia & Hawa Nafsu
Al Ammah Ibn Qayyim:
Mereka lari, tidak mau menjadi hambanya Allah,
padahal mereka diciptakan untuk menjadi hambanya
Allah. Maka mereka akhirnya menghamba kepada
hawa Nafsu, kepada Syetan

Page 21
Barangsiapa berpaling dari pengajaran
Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran),
Kami adakan baginya syaitan (yang
menyesatkan), maka syaitan itulah yang
menjadi teman yang selalu menyertainya.
(Qs. Az-Zukhruf ayat 36).
Dan barangsiapa yang berpaling dari
peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan Kami akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam
keadaan buta". (Thaahaa: 124).
Page 22
Tiga wasiat Imam Ali
Sesungguhnya di antara sekian banyak nikmat itu,
cukuplah bagimu Islam sebagai nikmat; di antara
sekian banyak kesibukan itu, cukuplah ketaatan
kepada Allah sebagai kesibukanmu; dan di antara
sekian banyak pelajaran itu, cukuplah maut
(kematian) sebagai pelajaran bagimu." Demikian
salah satu wasiat agung Imam Ali ra dalam suatu
riwayat.