Anda di halaman 1dari 98
A. PENDAHULUAN Vitamin A dikenal sebagai vitamin penglihatan karena kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang dikenal dengan buta senja atau xeropthalmia yang dikenal dengan “mata kering” yang dapat berlanjut pada kebutaan. Sejak awal tahun 19!"an diketahui bahwa angka kematian meningkat pada anak balita yang kurang vitamin A# bahkan sebelum ada tanda"tanda xeropthalmia# $VA termasuk kedalam empat masalah gi%i utama. &enelitian yang dilakukan 'rganisasi $esehatan (unia )*+', tahun 199- menunjukkan dari -! juta balita di .ndonesia yang berumur enam bulan hingga lima tahun# setengahnya menderita kurang vitamin A. Sedangkan data *+' tahun 199/ menyebutkan .ndonesia adalah salah satu negara di Asia yang tingkat pemenuhan terhadap vitamin A tergolong rendah. Sementara studi yang dilakukan 0utrition and Health Surveillance System )0SS,# (epartemen $esehatan# tahun -!!1 menunjukkan sekitar /! persen anak .ndonesia usia 1-"-1 bulan tidak mengonsumsi vitamin A dengan 2ukup dari makanan sehari" hari. 'leh karena itu sangat penting untuk mngetahui masalah k$urang vitamin A )$VA,. $ekurangan Vitamin A )$VA, masih merupakan masalah yang tersebar di seluruh dunia terutama negara berkembang dan dapat terjadi pada semua umur terutama pada masa pertumbuhan )balita,. $ekurangan vitamin A dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan epitelisme sel"sel kulit. $ekurangan vitamin A dapat terjadi karena beberapa sebab antara lain konsumsi makanan yang tidak 2ukup mengandung vitamin A atau provitamin A untuk jangka waktu yang lama# bayi yang tidak diberikan AS. eksklusi3# menu tidak seimbang )kurang mengandung lemak# protein# %ink atau %at gi%i lainnya, yang diperlukan untuk penyerapan vitamin A dan penggunaan vitamin A dalam tubuh# adanya gangguan penyerapan vitamin A dan provitamin A seperti pada penyakit"penyakit antara lain diare kronik# $4& dan lain"lain sehingga kebutuhan vitamin A meningkat# adanya kerusakan hati yang menyebabkan gangguan pembentukan retinol binding protein )56&, dan pre"albumin yang penting untuk penyerapan vitamin. 7asalah gi%i adalah gangguan pada beberapa segi kesejahteraan perorangan atau masyarakat yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan akan %at gi%i yang diperoleh dari makanan. Sedang yang dimaksudkan dengan %at gi%i adalah %at kimia yang terdapat dalam makanan yang diperlukan manusia untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Sampai saat ini dikenal berbagai ma2am %at gi%i yang digolongkan menjadi dua yaitu %at gi%i makro )%at gi%i sumber energi seperti karbohidrat# lemak dan protein, serta %at g%i%i mikro seperti vitamin dan mineral )Soekirman -!!!, $VA merupakan suatu kondisi dimana mulai timbulnya gejala kekurangan konsumsi vitamin A. (e3isiensi vitamin A dapat merupakan kekurangan primer akibat kurang konsumsi. $VA dapat pula disebut kekurangan sekunder apabila disebabkan oleh gangguan penyerapan dan penggunaan vitamin A dalam tubuh# kebutuhan yang meningkat# atau karena gangguan pada konversi karoten menjadi vitamin A. $VA sekunder dapat terjadi pada penderita $4&# penyakit hati# al3a dan beta lipoproteinemia# atau gangguan absorpsi karena kekurangan asam empedu. $VA menghalangi 3ungsi sel"sel kelenjar yang mengeluarkan mukus dan digantikan oleh sel"sel epitel bersisik dan kering. $ulit menjadi kering# kasar# dan luka sukar sembuh. 7embran mukosa tidak dapat mengeluarkan 2airan se2ara sempuna sehingga mudah terserang in3eksi. 8apisan sel yang menutupi trakea dan paru"paru mengalami keratinisasi# tidak mengeluarkan lendir# sehingga mudah dimasuki mikroorganisme dan menyebabkan in3eksi. 6ila in3eksi ini terjadi pada permukaan dinding usus akan menyebabkan diare. &erubahan pada permukaan saluran kemih dan kelamin dapat menimbulkan in3eksi pada ginjal# kantung kemih# dan vagina. &erubahan ini dapat juga meningkatkan endapan kalsium yang dapat menyebabkan batu ginjal dan gangguan kantung kemih. &erubahan pada permukaan saluran kemih dan kelamin dapat menimbulkan in3eksi pada ginjal dan kantong kemih. &ada anak"anak dapat menyebabkan komplikasi pada 2ampak yang dapat mengakibatkan kematian. B. PENGERTIAN DAN METABOLISME ZAT " Pengertian vitamin A Vitamin A adalah salah satu %at gi%i dari golongan vitamin yang sangat di perlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata )agar dapat melihat dengan baik, dan untuk kesehatan tubuh )meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya 2ampak# diare dan penyakit in3eksi lain,. )&uspitorini# -!!, Vitamin A adalah salah satu %at gi%i mikro yang diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh )imunitas, dan kesehatan mata. )9sianturi# -!!:,. Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Se2ara luas vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor;provitamin A ; karotenoid mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol. )Suhardjo# -!!-, $VA merupakan suatu kondisi dimana mulai timbulnya gejala kekurangan konsumsi vitamin A. (e3isiensi vitamin A dapat merupakan kekurangan primer akibat kurang konsumsi. $VA dapat pula disebut kekurangan sekunder apabila disebabkan oleh gangguan penyerapan dan penggunaan vitamin A dalam tubuh# kebutuhan yang meningkat# atau karena gangguan pada konversi karoten menjadi vitamin A. $VA sekunder dapat terjadi pada penderita $4&# penyakit hati# al3a dan beta lipoproteinemia# atau gangguan absorpsi karena kekurangan asam empedu. " 7etabolisme %at gi%i vitamin A Vitamin A mempunyai provitamin yaitu karoten. &ada sayuran vitamin A terdapat sebagai provitamin dalam bentuk pigmen berwarna kuning < karoten# yang terdiri atas dua molekul retinal yang dihubungkan pada ujung aldehid rantai karbonnya.=etapi karena < karoten tidak mengalami metabolisme yang e3isien #maka < karoten mempunyai e3ekti3itas sebagai sumber vitamin A hanya seper sepuluh retinal. 4ster retinal yang terlarut dalam lemak makanan akan terdispersi di dalam getah empedu dan dihidrolisis di dalam lumen intestinum diikuti oleh penyerapan langsung ke dalam epitel intestinal. < > $aroten yang dikomsumsi mungkin dipe2ah lewat reaksi oksidasi oleh en%im < > karoten dioksigenase . &eme2ahan ini menggunakan oksigen molekuler# digalakkan dengan adanya garam"garam empedu dan menghasilkan - molekul retinaldehid ) retinal ,. (emikian pula #di dalam mukosa intestinal #retinal direduksi menjadi retinal oleh en%im spesi3ik retinaldehid reduktase dengan menggunakan 0A(&+. 5etinal dalam 3rahsi yang ke2il teroksidasi menjadi asam retinoat . Sebagian besar retinal mengalami esteri3ikasi dengan asam"asam lemak dan menyatu ke dalam kilomikron lim3e yang masuk ke dalam aliran darah.6entuk ini kemudian diubah menjadi 3ragmen kilomikron yang diambil oleh hati bersama"sama dengan kandungan retinolnya . (i dalam hati# vitamin A disimpan dalam bentuk ester di dalam liposit# yang mungkin sebagai suatu kompleks lipoglikoprotein.?ntuk pengngkutan ke jaringan# vitamin A dihidrolisis dan retinal yang terbentuk terikat dengan protein pengikat aporetinol ) 56& ,.+olo" 56& yang dihasilkan diproses dalam apparatus golgi dan disekresikan ke dalam plasma .Asam retinoat diangkut dalam plasma dalam keadaan terikat dengan albumin.6egitu di dalam sel"sel ekstrahepatik # retinal terikat dengan protein pengikat retinol seluler )@56&, .=oksisitaas vitamin A terjadi setelah kapasitas 56& dilampaui dan sel"sel tersebut terpapar pada retinal yang terikat. 5etinal dan retinal mengalami interkonversi dengan adanya en%im"en%im dehidrogenase atau reduktase yang memerlukan 0A( atau 0A(& di dalam banyak jaringan. 0amun demikian# begitu terbentuk dari retinal# asam retinoat tidak dapat diubah kembali menjadi retinal atau menjadi retinal.Asam retinoat dapat mendukung pertumbuhan dan di33erensiasi# tetapi tidak dapat menggantikan retinal dalam peranannya pada penglihatan atau pun retinal dalam dukungannya pada system reproduksi. 5etinol setelah diambil oleh @56& diangkut ke dalam sel dan terikat dengan protein nu2leus#di dalam nu2leus inilah retinal terlibat dalam pengendalian ekspresi gen"gen tertentu# sehingga retinal bekerja menyerupai hormon steroid. 5etinal merupakan kompoenen pigmen visual rodopsin#yang mana rodopsin terdapat dalam sel"sel batang retina yang bertanggung jawab atas penglihatan pada saat 2ahaya kurang terang. 11 > sis > 5etinal yaitu isomer all > transretinal#terikat se2ara spesi3ik pada protein visual opsin hingga terbentuk rodopsin.$etika terkena 2ahaya# rodopsin akan terurai serta mambentuk all"trans retinal dan opsin. 5eaksi ini disertai dengan perubahan bentuk yang menimbulkan saluran ion kalsium dalam membran sel batang. Aliran masuk ion"ion kalsium yang 2epat akan memi2u impuls syara3 sehingga memungkin 2ahaya masuk ke otak. Asam retinoat turut serta dalam sintesis glikoprotein. +al ini dapat dijelaskan bahwa asam retinoat bekerja dalam menggalakkan pertumbuhan dan di33erensiasi jaringan. 5etinoid dan karotenoid memiliki aktivitas antikanker. 6anyak penyakit kanker pada manusia timbul dalam jaringan epitel yang tergantung pada retinoid untuk berdi33erensiasi seluler yang normal .<>karoten merupakan %at antioksidan dan mungkin mempunyai peranan dalam menangkap radikal bebas peroksi di dalam jaringan dengan tekanan parsial oksigen yang rendah. $emampuan <>karoten bertindak sebagai antioksidan disebabkan oleh stabilisasi radikal bebas peroksida di dalam struktur alkilnya yang terkonjugasi. $arena < > karoten e3ekti3 pada konsentrasi oksigen yang rendah# %at provitamin ini melengkapi si3at"si3at antioksidan yang dimiliki vitamin 4 yang e3ekti3 dengan konsentrasi oksigen yang lebih tinggi. $ekurangan atau de3isiensi vitamin A disebabkan oleh mal3ungsi berbagai mekanisme seluler yang di dalamnya turut berperan senyawa"senyawa retinoid.(e3isiensi vitamin A terjadi gangguan kemampuan penglihatan pada senja hari )buta senja,. .ni terjadi karena ketika simpanan vitamin A dalam hati hampir habis. (eplesi selanjutnya menimbulkan keratinisasi jaringan epitel mata# paru"paru# traktus gastrointestinal dan genitourinarius# yang ditambah lagi dengan pengurangan sekresi mu2us. $erusakan jaringan mata# yaitu sero3talmia akan menimbulkan kebutaan. (e3isiensi vitamin A terjadi terutama dengan dasar diet yang jelekdengan kekurangan komsumsi sayuran# buah yang menjadi sumber provitamin A. C. KEBUTUHAN ZAT GIZI / AKG Vitmain A ditemukan pada tahun 1911 oleh 72. @ollum dan (avis. Vitamin A adalah vitamin antioksidan yang larut dalam minyak dan penting bagi penglihatan dan pertumbuhan tulang. Se2ara luas vitamin A merupakan nama generi2 yang menyatakan semua retinoid dan pre2ursor; provitamin A; karotenid yang mempunyai aktivitas biologi2 sebagai retinol. 5etinol diserap dalam bentuk prekursor. Vitamin A adalah kristal alkohol yang dalam bentuk aslinya berwarna putih dan larut dalam lemak atau pelarut lemak. (alam makanan vitamin A biasanya terdapat dalam bentuk ester retenil# yaitu terikat pada asam lemak rantai panjang. 5umus $imia dari Vitamin A adalah @ -! + 1! ' dan mempunyai berat molekul -A.:/A g;mol . Angka ke2upukan gi%i vitamin A yang dianjurkan untuk berbagai golongan umur dan jenis kelamin untuk .ndonesia dapat dilihat pada =abel =abel Angka ke2ukupan gi%i yang dianjurkan untuk vitamin A Golongan umur AKG* (RE) Golongan umur AKG* (RE) 0-6 bl 7-12 bl 1-3 th 4-6 th 7-9 th 13-15 th Pria: 10-12 th 13-15 th 16-19 th 20-45 th 46-59 th ≥ 60 th 350 350 350 360 400 500 600 700 700 700 600 Wanita: 10-12 th 13-15 th 16-19 th 10-50 th 46-59 th ≥ 60 th Hamil: Menyusui: 0-6 bl 7-12 bl 500 500 500 500 500 500 200 350 300 SumberB *idyakarya &angan dan 9i%i# 199. +alati )-!!A, menyatakan bahwa angka ke2ukupan gi%i )A$9, anak balita sekitar 1/! 5etinol 4kuivalen )54,. Angka ini dihitung dari kandungan vitamin A dalam makanan nabati atau hewani yang dikonsumsi. Sebagai gambaran# angka 1/! 54 terdapat pada tiga butir telur atau -/! grambayam. Cadi seorang anak balita memenuhi ke2ukupan gi%i vitamin A jika ia mengonsumsi tiga telur atau -/! gram bayam dalam sehari. =api# tentu saja# seorang anak akan bosan jika terus menerus diberi telur dan bayam# apalagi dalam jumlah besar. =erdapat banyak sayuran dan buah yang mengandung vitamin A. Sayuran dan buah yang mengandung A$9 dalam jumlah besar# lebih dari 1/! 54;1!! gr# adalah pepaya# bayam# kangkung# wortel# ubi jalar# mangga# dan sebagainya. Sementara sumber makanan nabati dengan kandungan vitamin A lebih rendah# sekitar 1"A! 54;1!! gr# terdapat pada jagung# semangka# tomat# pisang# belimbing# dan sejenisnya. ?ntuk sumber makanan hewani# kandungan vitamin A dalam jumlah besar terdapat pada telur# daging ayam dan hati. Sedangkan ikan# susu segar# dan udang memiliki kandungan vitamin A tergolong ke2il. ?ntuk lebih mudah mengingat jenis makanan apa saja yang mengandung vitamin A. Cenis lainnya adalah makanan yang sudah di3orti3ikasi atau ditambah %at gi%inya seperti jenis mie instan# biskuit# mentega dan susu instan. D. PATOLOGI KEKURANGAN ITAMIN A (alam gejala klinis de3isiensi vitamin A akan tampak bila 2adangan vitamin A dalam hati dan organ"organ tubuh lain sudah menurun dan kadar vitamin A dalam serum men2apai garis bawah yang diperlukan untuk mensuplai kebutuhan metabolik mata. (eplesi vitamin A dalam tubuh merupakan proses yang memakan waktu lama. (iawali dengan habi snya persediaan vitamin A di dalam hati# menurunnya kadar vitamin A plasma )kelainan biokimia,# kemudian terjadi dis3ungsi sel batang pada retina )kelainan 3ungsional,# dan akhirnya timbul perubahan jaringan epitel )kelai nan antomi s,. &enurunan vi tamin A pada serum tidak menggambarkande3isiensi vitamin A dini# karena deplesi telah terjadi jauh sebelumnya. Vitamin A merupakan “body regulators” dan berhubungan erat dengan proses" proses metabolisme. Se2ara umum 3ungsi tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu B D Eang berhubungan dengan pengelihatan D Eang tidak berhubugan dengan pengelihatan Fungsi yang berhubungan dengan pengelihatan di jelaskan melalui mekanisme 5ods )batang, yang ada di retina yang sensitive terhadap 2ahaya dengan intensitas yang rendah# sedangkan @ones )keru2ut, untuk 2ahaya dengan intensitas yang tinggi dan untuk menagkap 2ahaya berwarna. &igmen yang sensitive terhadap 2ahaya dari 5ods disebut sebagai 5hodopsin. Ada dua ma2am sel reseptor pada retina# yaitu sel keru2ut )sel konkus, dan sel batang )sel basilus,. 5etina adalah kelompok prostetik pigmen 3otosensiti3 dalam batang maupun keru2ut# perbedaan utama antara pigmen pengelihatan dalam batang )rhodopsin, dan dalam keru2ut )iodopsin, adalah protein alami yang terikat pada retina. Vitamin A ber3ungsi dalam pengelihatan normal pada 2ahaya remang. (i dalam mata# retinol )bentuk vitamin A yang terdapat di dalam darah, dioksidasi menjadi retinal. 5etinal kemudian mengikat protein opsin dan membentuk rhodopsin )suatu pigmen pengelihatan,. 5hodopsin merupakan %at yang menerima rangsangan 2ahaya dan mengubah energi 2ahaya menjadi energi biolistrik yang merangsang indra pengelihatan. 6eta karoten e3ekti3 dalam memperbaiki 3otosensivitas pada penderita dengan protopor3iria erithopoetik. 7ata membutuhkan waktu beradaptasi dan dapet melihat dari ruangan dengan 2ahaya terang ke ruangan dengan 2ahaya remang"remang. 6ila seseorang berpindah dari tempat terang ke tempat gelap# akan terjadi regenerasi rhodopsin se2ara maksilmal. 5hodopsin sangat penting dalam pengelihatan di tempat gelap. $e2epatan mata untuk beradaptasi# berhubungan langsung dengan vitamin A yang tersedia di dalam darah untuk membentuk rhodopsin. Apabila kurang vitamin A# rhodopsin tidak terbentuk dan akan memnyebabkan timbulnya tanda pertama kekurangan vitamin A yaitu rabun senja. $ekurangan vitamin A dapat mengakibatkan kelainan pada sel"sel epitel pada selaput lendir mata. $elainan tersebut karena terjadinya proses metaplasi sel"sel epitel# sehingga kelanjar tidak memproduksi 2airan yang dapat menyebabkan terjadinya kekeringan pada mata yang disebut xerosis konjungtiva. 6ila kondisi ini berlanjut akan terjadi yang disebut ber2ak bitot )6itot Spot, yaitu suatu ber2ak putih# berbentuk segi tiga di bagian temporal dan diliputi bahan seperti busa. (e3isiensi lebih lanjut menyebabkan xerosis kornea# yaitu kornea menjadi kering dan kehilangan kejernihannya karena terjadi pengeringan pada selaput yang menutupi kornea. &ada stadium yang lanjut# kornea menjadi lebih keruh# berbentuk in3iltrat# berlaku pelepasan sel"sel epitel kornea# yang berakibat pada pelunakan dan pe2ahnya kornea. 7ata juga dapat terkena in3eksi. =ahap terakhir deri gejala mata yang terin3eksi adalah keratomalasia )kornea melunak dan dapat pe2ah,# sehingga menyebabkan kebutaan total. (e3isiensi vitamin A dapat menyebabkan 3ungsi kekebalan tubuh menurun# sehingga mudah terkena in3eksi. $ekurangan vitamin A menyebabkan lapisan sel yang menutupi paru"paru tidak mengeluarkan lendir# sehingga mudah dimasuki mikroorganisme# bakteri# dan virus yang dapat menyebabkan in3eksi. Cika hal ini terjadi pada permukaan dinding usus halus# akan menyebabkan diare. Vitamin A menpunyai peranan penting pada sintesis protein yaitu pembentukan 50A sehingga berperan terhadap pertumbuha sel. Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan sel epitel yang membentuk email gigi. &ada orang yang kekurangan vitamin A# pertumbuhan tulang terhambat dan bentuk tulang tidak normal. &ada anak"anak yang kekurangan vitamin A# terjadi kegagalan pertumbuhan. &ada keadaan dimana terjadi de3isiensi vitamin A akan terjadi gangguan mobilisasi %at besi dari hepar# dengan akibat terjadi penurunan kadar 3eritin. 9angguan mobilisasi %at besi jugaakan menyebabkan rendahnya kadar %at besi dalam plasma# dimana hal ini akan mengganggu proses sintesis hemoglobin sehingga akan menyebabkan rendahnya kadar +b dalam darah. (e3isiensi vitamin A kronis anemia serupa seperti yang dijumpai pada de3isiensi besi# ditandai dengan Mean Corpuscular Volume )7@V, dan Mean Corpuscular Haemoglobin Concentration )7@+@, rendah# terdapat anisositosis dan poikilositosis# kadar besi serum rendah tetapi 2adangan besi )ferritin, didalam hati dan sumsum tulang meningkat. $VA menghambat penggunaan kembali besi untuk eritropoiesis# mengganggu pembentukan trans3erin dan mengganggu mobilisasi besi. E. GE!ALA/TANDA"TANDA KEKURANGAN ITAMIN A $VA amerupakan kelainan sistemik yang dapat mempengaruhi jaringan epitel dari organ"organ seluruh tubuh# termasuk paru"paru# usus# mata dan organ lain. Akan tetapi gambaran yang karakteristik langsung terlihat pada mata. $elainan kulit pada umumnya tampak pada tungkai bawah bagian depan dan lengan atas bagian belakang# kulit tampak kering dan bersisik seperti ikan. $elainan ini selain disebabkan karena $VA dapat juga disebabkan karena kekurangan asam lemak essensial# kurang vitamin golongan 6 atau $urang 4nergi &rotein )$4&, tingkat berat atau gi%i buruk. 9ejala klinis $VA pada mata akan timbul bila tubuh mengalami $VA yang telah berlangsung lama. 9ejala tersebut akan lebih 2epat timbul bila anak menderita penyakit 2ampak# diare# .S&A )in3eksi saluran perna3asan akut, dan penyakit in3eksi lainnya. =anda"tanda dan gejala klinis $VA pada mata menurut klasi3ikasi *+' ; ?SA.( ?0.@4F ; +$. ; .VA@9# 199A sebagai berikut B " G0 B 6uta senja " G.A B Gerosis konjungtiva )kekeringan pada selaput lendir mata, " G.6 B Gerosis konjungtiva disertai ber2ak bitot " G- B Gerosis kornea )kekeringan pada selaput bening mata, " G1A B $eratomalasia atau ulserasi kornea )borok kornea, kurang dari 1;1 permukaan kornea " GS B Caringan parut kornea )sikatriks ; s2ar, " GF B Fundus xero3talmia# dengan gambaran seperti “2endol”. 7ahdalia )-!!1, menyatakan bahwa tanda"tanda khas pada mata karena kekurangan vitamin A dimulai dari rabun senja )G0, dimana penglihatan penderita akan menurun pada senja hari bahkan tidak dapat melihat di lingkungan yang kurang 2ahaya. &ada tahap ini penglihatan akan membaik dalam waktu -": hari dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. 6ila dibiarkan dapat berkembang menjadi xerosis konjungtiva )G1A,. Selaput lendir atau bagian putih bola mata tampak kering# berkeriput# dan berubah warna menjadi ke2oklatan dengan permukaan terlihat kasar dan kusam. Gerosis konjungtiva akan membaik dalam -"1 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam waktu - minggu dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. 6ila tidak ditangani akan tampak ber2ak putih seperti busa sabun atau keju yang disebut ber2ak 6itot )G16, terutama di daerah 2elah mata sisi luar. &ada keadaan berat akan tampak kekeringan pada seluruh permukaan konjungtiva atau bagian putih mata# serta konjungtiva tampak menebal# berlipat"lipat dan berkerut"kerut. 6ila tidak segera diberi vitamin A# dapat terjadi kebutaan dalam waktu yang sangat 2epat. =etapi dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar dan dengan pengobatan yang benar ber2ak bitot akan membaik dalam -"1 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam - minggu. =ahap selanjutnya bila tidak ditangani akan terjadi xerosis kornea )G-, dimanakekeringan akan berlanjut sampai kornea atau bagian hitam mata. $ornea tampak suram dan kering dan permukaannya tampak kasar. $eadaan umum anak biasanya buruk dan mengalami gi%i buruk# menderita penyakit 2ampak# .S&A# diare. &emberian kapsul vitamin A dan pengobatan akan menyebabkan keadaan kornea membaik setelah -"/ hari dan kelainan mata sembuh setelah -"1 minggu. 6ila tahap ini berlanjut terus dan tidak segera diobati akan terjadi keratomalasia )G1A, atau kornea melunak seperti bubur dan ulserasi kornea )G16, atau perlukaan. Selain itu keadaan umum penderita sangat buruk. &ada tahap ini kornea dapat pe2ah. $ebutaan yang terjadi bila sudah men2apai tahap ini tidak bisa disembuhkan. Selanjutnya akan terjadi jaringan parut pada kornea yang disebut xeropthalmia scars )GS, sehingga kornea mata tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengempis. #. AKIBAT KURANG ITAMIN A " $urang vitamin A )$VA, pada anak"anak yang berada di daerah pengungsian dapat menyebabkan mereka rentan terhadap penyakit in3eksi# sehingga mudah sakit. " Anak yang menderita kurang vitamin A# bila terserang 2ampak# diare atau penyakit in3eksi lain# penyakitnya tersebut akan bertambah parah dan dapat mengakibatkan kematian. .n3eksi akan menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap %at"%at gi%i dan pada saat yang sama akan mengikis habis simpanan vitamin A dalam tubuh. " $ekurangan vitamin A untuk jangka waktu lama juga akan mengakibatkan terjadinya gangguan pada mata# dan bila anak tidak segera mendapat vitamin A akan mengakibatkan kebutaan. " 6ayi"bayi yang tidak mendapat AS. mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita $VA# karena AS. merupakan sumber vitamin A yang baik. )9sianturi# -!!:, $ekurangan )de3isiensi, Vitamin A terutama pada anak"anak balita. =anda"tanda kekurangan terlihat bila simpanan tubuh habis terpakai. $ekurangan vitamin A dapat merupakan kekurangan primer akibat kurang konsumsi# atau kekurangan sekunder karena gangguan penyerapan dan penggunaannya dalam tubuh# ataupun karena gangguan pada konversi karoten menjadi vitamin A. G. #AKTOR $ANG MEMPENGARUHI KE!ADIAN KURANG ITAMIN A Arisman )-!!-, menyatakan bahwa $VA bisa timbul karena menurunnya 2adangan vitamin A pada hati dan organ"organ tubuh lain serta menurunnya kadar serum vitamin A dibawah garis yang diperlukan untuk mensuplai kebutuhan metabolik bagi mata.Vitamin A diperlukan retina mata untuk pembentukan rodopsin dan pemeliharaan di3erensiasi jaringan epitel. 9angguan gi%i kurang vitamin A dijumpai pada anak"anak yang terkait dengan B kemiskinan# pendidikan rendah# kurangnya asupan makanan sumber vitamin A dan pro vitamin A )karoten,# bayi tidak diberi kolostrum dan disapih lebih awal# pemberian makanan arti3isial yang kurang vitamin A. &ada anak yang mengalami kekurangan energi dan protein# kekurangan vitamin A terjadi selain karena kurangnya asupan vitamin A itu sendiri juga karena penyimpanan dan transpor vitamin A pada tubuh yang terganggu. $elompok umur yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia A"11 bulan dan kelompok anak balita usia 1-"/9 bulan )1"/ tahun,. Sedangkan yang lebih berisiko menderita kekurangan vitamin A adalah bayi berat lahir rendah kurang dari -#/ kg# anak yang tidak mendapat AS. eksklusi3 dan tidak diberi AS. sampai usia - tahun# anak yang tidak mendapat makanan pendamping AS. yang 2ukup# baik mutu maupun jumlahnya# anak kurang gi%i atau di bawah garis merah pada $7S# anak yang menderita penyakit in3eksi )2ampak# diare# =6@# pneumonia, dan ke2a2ingan# anak dari keluarga miskin# anak yang tinggal di dareah dengan sumber vitamin A yang kurang# anak yang tidak pernah mendapat kapsul vitamin A dan imunisasi di posyandu maupun puskesmas# serta anak yang kurang;jarang makan makanan sumber vitamin A. =erjadinya kekurangan vitamin A berkaitan dengan berbagai 3aktor dalam hubungan yang kompleks seperti halnya dengan masalah kekurangan kalori protein )$$&,. 7akanan yang rendah dalam vitamin A biasanya juga rendah dalam protein# lemak dan hubungannya antara hal"hal ini merupakan 3aktor penting dalam terjadinya kekurangan vitamin A. $ekurangan vitamin A bisa disebabkan seorang anak kesulitan mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang banyak# kurangnya pengetahuan orangtua tentang peran vitamin A dan kemiskinan. Sedangkan untuk mendapatkan pangan yang di3orti3ikasi bukan hal yang mudah bagi penduduk yang miskin. $arena# harga pangan yang di3orti3ikasi lebih mahal daripada pangan yang tidak di3orti3ikasi. 6eberapa penyakit yang mempengaruhi kemampuan usus dalam menyerap lemak dan vitamin yang larut dalam lemak# meningkatkan resiko terjadinya kekurangan vitamin A. &enyakit tersebut adalahB " &enyakit seliak# " Fibrosa kistik# " &enyumbatan saluran empedu. &embedahan pada usus atau pankreas juga akan memberikan e3ek kekuranganvitamin A. 6ayi"bayi yang tidak mendapat AS. mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kekurangan vitamin A # karena AS. merupakan sumber vitamin A yang baik.$ekurangan vitamin A sekunder dapat terjadi pada penderita $urang 4nergi &rotein )$4&,# penyakit hati# gangguan absorpsi karena kekurangan asam empedu. )Suhardjo# -!!-, &enyebab lain $VA pada balita dikarenakan kurang makan sayuran dan buah"buahan berwarna serta kurang makanan lain sumber vitamin A seperti B daun singkong# bayam# tomat# kangkung# daun ubi jalar# wortel# daun pepaya# ke2ipir# daun sawi hijau# bun2is# daun katu# pepaya# mangga# jeruk# jambu biji# telur ikan dan hati. Akibatnya menurun daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. )(epkes 5.# -!!/, H. PENCEGAHAN KURANG ITAMIN A Vitamin A dapat diperoleh dari AS. atau makanan yang berasal dari hewan )susu# hati# daging ayam# telur, atau dari sayuran hijau serta buah bewarna merah atau kuning )mangga# pepaya,. (alam keadaan darurat# dimana makanan sumber alami menjadi sangat terbatas# suplementasi kapsul vitamin A menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. )9sianturi#-!!:, ?ntuk men2egah kekurangan vitamin A# maka di adakan pemberian vitamin A dosis tinggi se2ara rutin dua kali dalam satu tahun. Suplementasi vitamin A dosis tinggi yang dilakukan se2ara berkala pada anak# dimaksudkan untuk menghimpun 2adangan vitamin A dalam hati# agar tidak terjadi kekurangan vitamin A dan akibat buruk yang ditimbulkannya seperti kebutaan dan kematian. @adangan vitamin A dalam hati ini dapat digunakan sewaktu"waktu bila diperlukan. )&uspitorini# -!!, 7enurut Soekirman )-!!!,# 2ara pen2egahan dan penanggulangan $VA dilakukan dengan dua pendekatan. &ertama pendekatan “melalui makanan” atau food based intervention dan kedua “tidak melalui makanan” atau non food based intervention. .ntervensi $VA berbasis makanan &enanggulangan vitamin A berbasis makanan adalah upaya peningkatan konsumsi vitamin A dari makanan yang kaya akan vitamin A. Sebaliknya bila bahan makanan yang aslinya tidak mengandung vitamin A bisa diperkaya dengan vitamin A melalui teknologi 3orti3ikasi. Cenis pangan yang mengandung vitamin A antara lainsayuran berwarna hijau# kuning atau merah# buah berwarna kuning atau merah# serta sumber makanan hewani. Ada perbendaan bentuk antara vitamin A yang terkandung dalam bahan makanan hewani dan nabati. 6ahan makanan hewani mengandung vitamin A dalam bentuk yang mempunyai aktivitas yang disebut preformed vitamin A. sedangkan dalam bahan makanan nabati mengandung vitamin A dalam bentuk pro-vitamin A atauprekursor vitamin A yang terdiri dari ikatan karoten. Sumber vitamin A preformed yang dipekatkan biasa digunakan sebagai obat suplemen vitamin A. I. DA#TAR PUSTAKA httpB;;aguskrisnoblog.wordpress.2om;-!11;!A;1!;standart"ke2ukupan"gi%i"dan" peren2anaan"pemenuhannya"berbasis"bahan"hayati"lokal"untuk"meningkatkan" kesehatan"ibu"hamil"menyusui"dan"balita; httpB;;poppyherlianty.blogspot.2om; httpB;;www.news"medi2al.net;health;Vitamin"A"(e3i2ien2y"H-.ndonesian H-9.aspx httpB;;syeha2eh.wordpress.2om; kurang"vitamin"kvaI1J.html httpB;;paramitara2hma.blogspot.2om; httpB;;srimurny.blogspot.2om;-!11;!:;kekurangan"vitamin"kva.html httpB;;learntogether"aries..2om;-!11;!9;kekurangan"vitamin.html “S47'9A 6457A0FAA=”KKLatoel..B( KEKURANGAN VITAMIN A ( KVA ) Sri Murni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dipne!r I" #ENDA$U%UAN Vitamin A merupakan vitamin larut lemak yang pertama ditemukan, vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan bahwa seluruh retinoid dan prekusor/provitamin A/karatenoid yang mempunyai aktivitas biologic sebagai retinol. Selain dikenal sebagai vitamin yang berperan dalam kesehatan mata, vitamin A juga secara umum penting dalam kelangsungan hidup manusia. Di seluruh dunia ( !", #$$# % diantara anak&anak prasekolah diperkirakan terdapat '&( juta kasus baru )ero*talmia setiap tahun, kurang lebih #+, diantaranya menderita kerusakan kornea. Diantara yang menderita kerusakan kornea ini '+, meningal dalam waktu satu tahun, sedangkan diantara yang hidup, -., menjadi buta dan .+&'+, setengah buta. /erbedaan angka kematian antara anak yang kekurangan dengan yang tidak kekurangan kurang lebih sebesar 0+,. Disamping itu kekurangan vitamin A meningkatkan resiko anak terhadap penyakit in*eksi seperti 1S/A dan Diare, meningkatkan angka kematian akibat campak serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan. II" DEFINISI 2urang Vitamin A (2VA% merupakan penyakit sistemik yang merusak sel dan organ tubuh dan menghasilkan metaplasi keratinasi pada epitel, saluran na*as, saluran kencing dan saluran cerna (Arisman -++-%. /enyakit 2urang Vitamin A (2VA% tersebar luas dan merupakan penyebab gangguan gi3i yang sangat penting. /revalensi 2VA terdapat pada anak&anak dibawah usia lima tahun. Sampai akhir tahun #$'+&an 2VA merupakan penyebab utama kebutaan pada anak. III" E#IDEMI&%&GI 2ekurangan asopan vitamin A dapat menyebabkan kebutaaan terutama pada anak&anak usia ' 4 .$ bulan, apalagi bila disertai dengan penyulit penyakit berikut 5 • gi3i buruk, • anak yang tidak mendapat AS1 eksklusi* dan tidak diberi AS1 sampai usia - tahun • 6ayi yang lahir dengan berat kurang dari -,. kg • Anak yang menderita penyakit kronis seperti 7 campak, diare, pneumonia, 869 dan cacingan /ola epidemiologi dipengaruhi oleh 5 #. :sia • /ada bayi dan ibu hamil kekurangan vitamin A • /ada usia penyapihan dini • /ada anak dengan /;8/pasi kekurangan vitamin A -. Seks • ? @ >#&6% • 0 4 A dan 6 0. ;usim • ;usim panas, kering, campak dan diare beresiko tinggi kekurangan vitamin A A. 2elompok masyarakat • Disebabkan karena kebiasaan makan • /erawatan kesehatan yang kurang diperhatikan • Anak yang hidup dekat dengan kekurangan vitamin A akti* beresiko lebih tinggi IV" SUM'ER VITAMIN A a. Akti* ( retinol % sumber bahan hewani 5 susu, hati, kuning telur, daging ayam/sapi dan ikan b. 8idak akti* ( karotenoid % sumber bahan nabati 5 sayur daun hijau, buah warna kuning, ubi merah, wortel, bayam , melon, labu kuning. V" FUNGSI VITAMIN A Selain ber*ungsi pada sistem penglihatan, di*erensiasi sel, pertumbuhan dan perkembangan, Beproduksi, dan pencegahan kanker, Vitamin A juga ber*ungsi dalam sistem kekebalan ( anti in*eksi %. alaupun mekanismenya belum diketahui pasti, Betinol berpengaruh terhadap pertumbuhan dan de*erensiasi lim*osit 6 ( leukosit yang berperan dalam proses kekebalan humoral %. Disamping itu, kekurangan vitamin A menurunkan respon antibody yang bergantung pada sel&8 (lim*osit yang berperan pada kekebalan sesular%. Sebaliknya, in*eksi dapat memperburuk kekurangan vitamin A. Dalam kaitan vitamin A berperan sebagai *ungsi kekebalan, ditemukan bahwa5 #% Ada hubungan kuat antara status vitamin A dengan in*eksi pernapasan -% Ada hubungan antara kekurangan vitamin A dengan diare 0% 2ekurangan vitamin A pada campak cenderung menimbulkan komplikasi yang dapat berakibat kematian. 6ila vitamin A kurang, maka *ungsi kekebalan tubuh menjadi menurun, sehingga mudah terserang in*eksi. Disamping itu lapisan sel yang menutupi trakea dan paru&paru mengalami keratinisasi, tidak mengeluarkan lender sehingga mudah dimasuki mikroorganisme penyebab in*eksi saluran pernapasan. 6ila terjadi pada permukaan usus halus dapat terjadi diare. /erubahan pada permukaan saluran kemih dan kelamin dapat menimbulkan in*eksi pada ginjal dan kantong kemih. /ada anak&anak dapat menyebabkan komplikasi pada campak yang dapat mengakibatkan kematian. VI" #EN(E'A' a. Diet CC kekurangan vitamin A jangka lma b. Dangguan resorbsi vitamin A ( diare kronis, kecacingan , kelainan pankreas % c. DeEsiensi protein , lemak dan vitamin F VII" GE)A%A KEKURANGAN VITAMIN A Adapun gejala kekurangan vitamin A meliputi gejala )eropthalmia (mata kering% suatu kelainan pada selaput lendir (konjungtiva% dan selaput bening (kornea% mata. 2eadaan kekurangan vitamin A yang mengenai mata ini bila dibiarkan tanpa penanganan yang serius dapat berakibat kebutaan yang permanen. 8ahapan gejala )eropthalmia hingga terjadi kebutaaan melalui beberapa proses . #. Dejala awal dari proses )eropthalmia adalah berupa buta senja. 2ebutaan ini biasanya terjadi pada senja hari dan tidak disadari oleh orang lain karena keadaan mata seakan masih normal atau tak nampak satu kelainan apapun pada mata. !anya dapat diketahui ketika seseorang menderita kekurangan Vitamin A ini sering menabrak benda benda yang berada disekitar ketika berjalan dalam suatu ruangan. Sedangkan bagi yang belum bisa berjalan sering terlihat memojok dan tidak melihat barang atau makanan yang ada didepannya. -. Selanjutnya timbul gejala kekeringan pada selaput lendir pada bagian putih mata yang disebut )erosis kunjungtiva. /ada bagian konjungtiva akan terlihat kering, keriput dan kusam. "rang tua sering mengeluhkan bahwa mata anaknya tampak kering dan berubah warna seperti kecoklatan. 0. 2onjungtiva bertambah kering dan ditambah ada benda asing seperti busa sabun atau keju (disebut bercak 6itot% terutama pada celah mata sisi luar. "rang tua sering mengeluhkan mata anak ada sisiknya atau timbul busa. Dalam keadaan yang lebih berat lagi terjadi kekeringan pada seluruh bagian putih mata. A. 8anpa penanganan yang maksimal kekeringan bisa berlanjut hingga ke bagian hitam mata (kornea mata% yang tampak buram dan kering dan permukaan kornea tampak kasar. .. 2eratomalasia atau perlunakan permukan kornea seakan&akan seperti bubur dan dapat terjadi ulkus/ luka pada permukaan mata, pada tahap ini juga bisa terjadi per*orasi bola mata (kornea pecah%. '. 8ahap terakhir dari )eropthalmia bisa terjadi jaringan parut pada kornea mata yang disebut dalam istilah medis sebagai G )ero*tamia scar G sikatrik kornea. 6ola tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengempis. Secara ringkas oleh !", #$$' 8ahapan )ero*tmia dijabarkan dalam satu penggolongan berikut 5 a. (>?% H 6uta senja • ;ani*estasi deEsiensi vitamin A paling awal • /englihatan menurun pada senja hari • 8idak bisa melihat pada lingkungan dengan cahaya kurang • Bespon baik dan cepat ( #&- hari% dengan terapi vitamin A • 6ersi*at reversibel b. (>#A% H >erosis konjungtiva • 6agian putih bola mata kasar, kering, keriput dam berubah warna menjadi kecoklatan • /ada awal timbul didaerah temporal yaitu didaerah nasal • Bespon baik terhadap terapi vitamin A (-&' hari% dan hilang dalam - minggu c. (>#6% H >erosis konjungtiva dan bercak 6itot • Ada becak berbentuk segitiga warna abu&abu dan berbuih • 2onjungtiva tampak menebal, berlipat&lipat dan berkerut&kerut • 2erutan yang disebabkan oleh bitot dapat menetap beberapa bulan • Bespon baik terhadap terapi vitamin A (-&. hari% d. (>-% H >erosis kornea • /ada kornea terlihat kering, berkabut, dan tidak bercahaya seperti warna susu • 8erdapat plak tebal pada kornea • Bepon baik terhadap terapi vitamin A (-&. hari%, kornea normal dalam #&- minggu e. (>0A% H :cus 2ornea • 2erusan menepap pada bagian atau seluruh kornea • :lcus berwarna putih abu&abu, dangkal dan dalam (C#/0 kornea% • :lcus superEsial dengan terapi vitanin A dapat sembuh menjadi jaringan parut • :lcus dibagian dalam membentuk leukoma *. (>06% H 2eratomalasia • /enebalan kornea pada stroma • 2erusakan yang di akibatkan C#/0 • 2erusakan yang terjadi lebih luas • /er*omasi bola mata hilang • 8erapi yang cepat dengan vitamin A dapat selamatkan mata pada bagian sebelah g. (>S% H >ero*talmia scar/sikatrik (jaringan parut%kornea • 2ornea mata tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengempis. • Dejala sisa beberapa jaringan parutdengan berbagai densitas ( nebula, makula, leukoma% • Dapat berupa penonjolan lapisan kornea yang tersisa VIII" #ENANGGU%ANGAN ;elihat dampak yang dapat diakibatkan oleh kekurangan vitamin A seperti yang dijelaskan di atas, maka masalah deEsiensi vitamin A ini tidak boleh diremehkan karena dapat mengakibatkan kematian atau kita akan kehilangan sumber daya manusia yang unggul. :ntuk mengatsi ini ada beberapa langkah yang harus terus dilaksanakan, antara lain yaitu 5 a% ;emperbaiki pola makanan masyarakat melalui penyuluhan&penyuluhan sehingga masyarakat kita semakin gemar mengkonsumsi sayuran dan buah&buahan. b% ;elakukan *ortiEkasi vitamin A terhadap beberapa bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat dengan memperhatikan syarat&syarat *ortiEkasi misalnya tidak menyebabkan perubahan rasa pada bahan makanan tersebut atau tidak menyebabkan kenaikan harga yang terlalu tinggi. 9ontoh bahan makanan yang dapat dilakukan *ortiEkasi adalah pada ;SD atau pada ;ie instan. c% ;eningkatkan program pemberian suplemen vitamin A yang sudah berjalan pada kelompok sasaran, yaitu 5 • 6ayi umur ' 4 #- bulan 5 diberikan kapsul vitamin A warna biru, dosis #++.+++ :1 setiap bulan pebruari dan Agustus • Anak umur # 4 . 8ahun 5 diberikan kapsul vitamin A warna merah, dosis -++.+++ :1 setiap bulan pebruari dan Agustus • 1bu ni*as 5 diberikan kapsul vitamin A dosis -++.+++ :1 sehari setelah melahirkan dan diberikan lagi -A jam kemudian ( masing&masing satu kapsul • Anak yang terserang campak, diberikan kapsul vitamin A dosis -++.+++ 1: d% /emerian imunisasi pada anak harus terus dipantau supaya terhindar dari penyakit in*eksi e% ;engkonsumsi makanan yang seimbang agar metabolism vitamin A dalam tubuh dapat berjalan secara normal. REFERENSI #. Arisman.-++-.Di3i dalam daur kehiduan.6agian 1lmu Di3i Iakultas 2edokteran :niversitas /alembang./royek peningkatan /enelitian /endidikan 8inggi.Direktorat Jendral /endidikan 8inggi. -. Sunita Almatsir. /rinsip Dasar 1lmu Di3i. Jakarta5 Dramedia. -++0 0. www.who.int Senin% &' O(t)*er +&,- &40A099?8A09A0 7ASA8A+ $4$?5A09A0 V.=A7.0 A )$VA, A. De.eni/i M $urang vitamin A pada awalnya akan menderita buta senja yaitu ketidak mampuan melihat pada 2ahaya remang"remang pada sore hari. M $urang vitamin A Subklinis yaitu tingkat yang belum menampakkan gejala nyata. $VA subklinis ditandai dengan rendahnya kadar vitamin A dalam darah di laboratorium M Gero3talmia adalah istilah yang menerangkan gangguan kekurangan vitamin A pada mata# termasuk terjadinya kelainan anatomi bola mata dan gangguan 3ungsi sel retina yang berakibat kebutaan. Gero3talmia berasal dari bahasa latin berarti mata kering karena terjadinya kekeringan pada selaput lendir )konjungtiva, dan selaput lendir )kornea, mata. B. #0ng/i itamin A Fungsi vitamin A pada mata terutama pada proses penglihatan dimana vitamin A berperan dalam membantu proses adaptasi dari temopat yang terang ke tempat yang gelap. $ekurangan vitamin A mengakibatkan kelainan tersebutkarena terjadinya prosses metaplasi sel"sel epitel# sehingga kelenjar" kelenjar tidak memproduksi 2airan yang dapat menyebabkan terjadinya kekeringan pada mata# disebut xerosis konjungtiva. 6ila kondisi ini berlanjut akan terjadi yang disebut ber2ak 6itot )6itot Spot,. C. Pen1e*a* Ke(0rangan itamin A Gero3talmia terjadi akibat kekurangan vitamin A. 6ila ditinjau dari konsumsi makanan sehari"hari kekurangan vitamin A disebabkan oleh B M $onsumsi makan yang tidak mengandung 2ukup vitamin A atau pro vitamin A untuk jangka waktu yang lama M &ada bayi# bila tidak diberikan AS. eksklusi3 M 7enu tidak seimbang )kurang mengandung lemak# protein# seng# atau %at gi%i lainnya, yang digunakan untuk penyerapan vitamin A dan penggunaan vitamin A dalam tubuh M Adanya gangguan penyerapan vitamin A atao &ro vitamin A seperti pada penyakit antara lain penyakit pankreas# diare kronik# kurang energi protein )$4&, dan lain"lain sehingga kebutuhan vitamin A meningkat. M Adanya kerusakan hati# seperti $wahiorkhor dan hepatitis kronik# menebabkan gangguan pembentukan 56& )5etinol 6inding &rotein, dan pre"albumin yang penting dalam penyerapan vitamin A. D. A(i*at Ke(0rangan itamin A M 9angguan pengllihatan )5abun Senja dan Gero3talmia, M 9angguan pertumbuhan M (aya tahan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit terutamam penyakit saluran pernapasan atau saluran pen2ernaan. E. Tan2a"Tan2a Dan Ge3a4a K4ini/ $urang vitdamin A )$VA, adalah kelainan sistemik yang mempengaruhi jaringan epitel dari organ"organ seluruh tubuh# termasuk paru"paru# usus# mata dan organ lain# akan tetapi gangguan yang karakteristik langsung terlihat pada mata =anda"tanda klinis dan gejala klinis $VA pada mata menurut *+';?SA.(;?0.@4F;+$.;.@A@9# 199A sebagai berikut B M G0 B buta senja )hemeralopia# nu2lopia, M G.A B serosis konjungtiva M G16 B serosis konjungtiva disertai ber2ak 6itot M G- B serosis kornea M G1A B keratomalasia atau ulserasi kornea kurang dari 1;1 permukaan kornea M G16 B keratomala2ia atau ulserasi sama atau lebih dari 1;1 pemukaan kornea M GS B jaringan parut kornea M GF B 3undus xero3talmia# dengan gambaran seperti 2endol #. Pen5ega6an Dan Penangg04anan K0rang itamin A ?ntuk men2egah dan menanggulangi kurang vitamin a adalah dengan menyediakan vitaminA yang 2ukup untuk tubuh dengan jalan B M 7eningkatkan konsumsi atau memperbanyak makan makanan sumber vitamin A alami baik dari sumber sel hewani maupun nabati. @ontoh B bahan makan yang tinggi vitamin A B munyak ikan# hati sapi# telur ayam# pepaya kuning# pisang ambon# tomat masak# wortel# sawi# ubi rambat merah# daun katu dll. M Forti3ikasi yaitu menambahkan vitamin A pada bahan makanan yang dimakan terutama oleh golongan yang mudah terkena kurang vitamin A. 7isalnya menambahkan vitdamin A pada susu# biskuit dan makanan" makanan lainnya. 7engkonsumsi kapsul vitdamin A dosis tinggi se2ara berkala terbukti e3ekti3 megatasi masalah kekurangan vitamin A. G. Sa/aran Dan D)/i/ Pem*erian itamin A M 6ayi ?mur A"11 6ulan Satu kapsul vitamin A 1!!.!!! S. )warna biru, diberikan 1 kali se2ara serentak pada bulan 3ebruari dan agustus. M Anak balita umur 1"/ tahun Satu kapsul vitamin A -!!.!!! S. )warna merah, diberikan 1 kali se2ara serentak pada bulan 3ebruari dan agustus. M .bu 0i3as)habis melahirkan, Satu kapsul vitamin A -!!.!! S. )warna merah, diberikan kepada ibu yang baru melahirkan )ni3as, sehingga bayinya akan memperoleh vitamin A yang 2ukup melalui AS.# kapsul vitamin A diberikan paling lambat setelah :! hari setelah melahirkan. M $ejadian tertentu i. Gero3talmia B 6ila ditemukan bayi atau anak balita dengan salah sastu tanda xero3talmia sperti ii. $asus @ampak# &neumonia# (iare# gi%i 6uruk# dan .n3eksi lainnya. KURANG VITAMIN A (KVA) 7asalah gi%i adalah gangguan pada beberapa segi kesejahteraan perorangan atau masyarakat yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan akan %at gi%i yang diperoleh dari makanan. Sedang yang dimaksudkan dengan %at gi%i adalah %at kimia yang terdapat dalam makanan yang diperlukan manusia untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Sampai saat ini dikenal berbagai ma2am %at gi%i yang digolongkan menjadi dua yaitu %at gi%i makro )%at gi%i sumber energi seperti karbohidrat# lemak dan protein, serta %at g%i%i mikro seperti vitamin dan mineral )Soekirman -!!!, Vitamin A dikenal sebagai vitamin penglihatan karena kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang dikenal dengan buta senja atau xeropthalmia yang dikenal dengan “mata kering” yang dapat berlanjut pada kebutaan. Sejak awal tahun 19!"an diketahui bahwa angka kematian meningkat pada anak balita yang kurang vitamin A# bahkan sebelum ada tanda"tanda xeropthalmia# $VA termasuk kedalam empat masalah gi%i utama. &enelitian yang dilakukan 'rganisasi $esehatan (unia )*+', tahun 199- menunjukkan dari -! juta balita di .ndonesia yang berumur enam bulan hingga lima tahun# setengahnya menderita kurang vitamin A. Sedangkan data *+' tahun 199/ menyebutkan .ndonesia adalah salah satu negara di Asia yang tingkat pemenuhan terhadap vitamin A tergolong rendah. Sementara studi yang dilakukan 0utrition and Health Surveillance System )0SS,# (epartemen $esehatan# tahun -!!1 menunjukkan sekitar /! persen anak .ndonesia usia 1-"-1 bulan tidak mengonsumsi vitamin A dengan 2ukup dari makanan sehari"hari.'leh karena itu sangat penting untuk mngetahui masalah k$urang vitamin A )$VA,. De.ini/i K0rang itamin A 7KA8 $urang Vitamin A )$VA, merupakan penyakit sistemik yang merusak sel dan organ tubuh dan menghasilkan metaplasi keratinasi pada epitel# saluran na3as# saluran ken2ing dan saluran 2erna )Arisman -!!-,. &enyakit $urang Vitamin A )$VA, tersebar luas dan merupakan penyebab gangguan gi%i yang sangat penting. &revalensi $VA terdapat pada anak" anak dibawah usia lima tahun. Sampai akhir tahun 19A!"an $VA merupakan penyebab utama kebutaan pada anak. 7ahdalia )-!!1, menyatakan bahwa tanda"tanda khas pada mata karena kekurangan vitamin A dimulai dari rabun senja )G0, dimana penglihatan penderita akan menurun pada senja hari bahkan tidak dapat melihat di lingkungan yang kurang 2ahaya. &ada tahap ini penglihatan akan membaik dalam waktu -": hari dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. 6ila dibiarkan dapat berkembang menjadi xerosis konjungtiva )G1A,. Selaput lendir atau bagian putih bola mata tampak kering# berkeriput# dan berubah warna menjadi ke2oklatan dengan permukaan terlihat kasar dan kusam. Gerosis konjungtiva akan membaik dalam -"1 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam waktu - minggu dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. 6ila tidak ditangani akan tampak ber2ak putih seperti busa sabun atau keju yang disebut ber2ak 6itot )G16, terutama di daerah 2elah mata sisi luar. &ada keadaan berat akan tampak kekeringan pada seluruh permukaan konjungtiva atau bagian putih mata# serta konjungtiva tampak menebal# berlipat"lipat dan berkerut"kerut. 6ila tidak segera diberi vitamin A# dapat terjadi kebutaan dalam waktu yang sangat 2epat. =etapi dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar dan dengan pengobatan yang benar ber2ak bitot akan membaik dalam -"1 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam - minggu. =ahap selanjutnya bila tidak ditangani akan terjadi xerosis kornea )G-, dimana kekeringan akan berlanjut sampai kornea atau bagian hitam mata. $ornea tampak suram dan kering dan permukaannya tampak kasar. $eadaan umum anak biasanya buruk dan mengalami gi%i buruk# menderita penyakit 2ampak# .S&A# diare. &emberian kapsul vitamin A dan pengobatan akan menyebabkan keadaan kornea membaik setelah -"/ hari dan kelainan mata sembuh setelah -"1 minggu. 6ila tahap ini berlanjut terus dan tidak segera diobati akan terjadi keratomalasia )G1A, atau kornea melunak seperti bubur dan ulserasi kornea )G16, atau perlukaan. Selain itu keadaan umum penderita sangat buruk. &ada tahap ini kornea dapat pe2ah. $ebutaan yang terjadi bila sudah men2apai tahap ini tidak bisa disembuhkan. Selanjutnya akan terjadi jaringan parut pada kornea yang disebut xeropthalmia scars )GS, sehingga kornea mata tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengempis. 6erikut ini merupakan klasi3ikasi xeropthalmia berdasarkan keparahan kelainan mata B G0 B 6uta senja (night blindeness G.A B Gerosis konjugtiva G.6 B 6er2ak bitot (bitot spot G- B Gerosis kornea G1A B ?lkus kornea atau keratomalasia )N1;1O G16 B ?lkus kornea atau keratomalasia )P atau O 1;1 permukaan kornea, GS B 6ekas luka kornea GF B &engerasan dasar bola mata (fundus xeropthalmia Pen1e*a* K0rang itamin A 7KA8 Arisman )-!!-, menyatakan bahwa $VA bisa timbul karena menurunnya 2adangan vitamin A pada hati dan organ"organ tubuh lain serta menurunnya kadar serum vitamin A dibawah garis yang diperlukan untuk mensuplai kebutuhan metabolik bagi mata.Vitamin A diperlukan retina mata untuk pembentukan rodopsin dan pemeliharaan di3erensiasi jaringan epitel. 9angguan gi%i kurang vitamin A dijumpai pada anak"anak yang terkait dengan B kemiskinan# pendidikan rendah# kurangnya asupan makanan sumber vitamin A dan pro vitamin A )karoten,# bayi tidak diberi kolostrum dan disapih lebih awal# pemberian makanan arti3isial yang kurang vitamin A. &ada anak yang mengalami kekurangan energi dan protein# kekurangan vitamin A terjadi selain karena kurangnya asupan vitamin A itu sendiri juga karena penyimpanan dan transpor vitamin A pada tubuh yang terganggu. $elompok umur yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia A"11 bulan dan kelompok anak balita usia 1-"/9 bulan )1"/ tahun,. Sedangkan yang lebih berisiko menderita kekurangan vitamin A adalah bayi berat lahir rendah kurang dari -#/ kg# anak yang tidak mendapat AS. eksklusi3 dan tidak diberi AS. sampai usia - tahun# anak yang tidak mendapat makanan pendamping AS. yang 2ukup# baik mutu maupun jumlahnya# anak kurang gi%i atau di bawah garis merah pada $7S# anak yang menderita penyakit in3eksi )2ampak# diare# =6@# pneumonia, dan ke2a2ingan# anak dari keluarga miskin# anak yang tinggal di dareah dengan sumber vitamin A yang kurang# anak yang tidak pernah mendapat kapsul vitamin A dan imunisasi di posyandu maupun puskesmas# serta anak yang kurang;jarang makan makanan sumber vitamin A. Pen5ega6an 2an Penangg04angan K0rang itamin A 7KA8 7enurut Soekirman )-!!!,# 2ara pen2egahan dan penanggulangan $VA dilakukan dengan dua pendekatan. &ertama pendekatan “melalui makanan” atau food based intervention dan kedua “tidak melalui makanan” atau non food based intervention. .ntervensi $VA berbasis makanan &enanggulangan vitamin A berbasis makanan adalah upaya peningkatan konsumsi vitamin A dari makanan yang kaya akan vitamin A. Sebaliknya bila bahan makanan yang aslinya tidak mengandung vitamin A bisa diperkaya dengan vitamin A melalui teknologi 3orti3ikasi. Cenis pangan yang mengandung vitamin A antara lainsayuran berwarna hijau# kuning atau merah# buah berwarna kuning atau merah# serta sumber makanan hewani. 6ahan makanan yang mengandung vitamin A dapat dilihat pada tabel di bawah ini B Bahan Makanan Satuan Internasional (SI)/100gram Bahan Makanan Satuan Internasional (SI)/100gram Bahan Makanan Nabati Bahan Makanan Heani !agung mu"a# $un%ng# b%&% 117A'am (10 !agung $un%ng )an*n baru# b%&% 440+at% ,a)% 43900 !agung $un%ng )an*n lama# b%&% 510G%n&al ,a)% 1150 -b% rambat# m*rah 7700.*lur %t%$ 1230 /amtoro# b%&% mu"a 4230$an ,*gar 150 Ka1ang %&o $*r%ng 1572ag%ng ,a)% $uru, 20 3ort*l 12000 Buah : 4a'am 6000A)o$at 1(0 2aun m*l%n&o 100004*l%mb%ng 170 2aun ,%ng$ong 110005angga ma,a$ )ohon 6350 G*n&*r 3(00A)*l 90 Kang$ung 63000!ambu b%&% 25 =abel (a3tar 6ahan 7akanan Sumber Vitamin A;$aroten Ada perbendaan bentuk antara vitamin A yang terkandung dalam bahan makanan hewani dan nabati. 6ahan makanan hewani mengandung vitamin A dalam bentuk yang mempunyai aktivitas yang disebut preformed vitamin A. sedangkan dalam bahan makanan nabati mengandung vitamin A dalam bentuk pro-vitamin A atauprekursor vitamin A yang terdiri dari ikatan karoten. Sumber vitamin A preformed yang dipekatkan biasa digunakan sebagai obat suplemen vitamin A. +alati )-!!A, menyatakan bahwa angka ke2ukupan gi%i )A$9, anak balita sekitar 1/! 5etinol 4kuivalen )54,. Angka ini dihitung dari kandungan vitamin A dalam makanan nabati atau hewani yang dikonsumsi. Sebagai gambaran# angka 1/! 54 terdapat pada tiga butir telur atau -/! gram bayam. Cadi seorang anak balita memenuhi ke2ukupan gi%i vitamin A jika ia mengonsumsi tiga telur atau -/! gram bayam dalam sehari. =api# tentu saja# seorang anak akan bosan jika terus menerus diberi telur dan bayam# apalagi dalam jumlah besar. =erdapat banyak sayuran dan buah yang mengandung vitamin A. Sayuran dan buah yang mengandung A$9 dalam jumlah besar# lebih dari 1/! 54;1!! gr# adalah pepaya# bayam# kangkung# wortel# ubi jalar# mangga# dan sebagainya. Sementara sumber makanan nabati dengan kandungan vitamin A lebih rendah# sekitar 1"A! 54;1!! gr# terdapat pada jagung# semangka# tomat# pisang# belimbing# dan sejenisnya. ?ntuk sumber makanan hewani# kandungan vitamin A dalam jumlah besar terdapat pada telur# daging ayam dan hati. Sedangkan ikan# susu segar# dan udang memiliki kandungan vitamin A tergolong ke2il. ?ntuk lebih mudah mengingat jenis makanan apa saja yang mengandung vitamin A. Cenis lainnya adalah makanan yang sudah di3orti3ikasi atau ditambah %at gi%inya seperti jenis mie instan# biskuit# mentega dan susu instan. .ntervensi $VA berbasis bukan makanan 7en2egah dan menanggulangi $VA dengan basis bukan makanan atau non food based intervention dilakukan dengan program suplementasi yaitu pemberian tambahan )suplemen, vitamin A kepada anak atau ibu dalam bentuk pil atau kapsul.&rogram ini merupakan program utama dan berhasil menanggulangi $VA di .ndonesia dan banyak negara lain. ?ntuk men2egah terjadinya kekurangan vitamin A di &osyandu atau &uskesmas pada setiap bulan Februari dan Agustus seluruh bayi usia A"11 bulan# harus mendapat 1 kapsul vitamin A biru dan seluruh anak balita usia 1-"/9 bulan mendapat kapsul vitamin A warna merah. Sedangkan untuk ibu ni3as sampai 1! hari setelah melahirkan mendapat 1 kapsul vitamin A warna merah. ?ntuk mengobati anak dengan gejala buta senja )G0, hingga xerosis kornea )G-,# dimana penglihatan masih dapat disembuhkan# diberikan kapsul vitamin A pada hari pertama pengobatan sebanyak Q )/!.!!! S., kapsul biru untuk bayi berusia kurang atau sama dengan / bulan# 1 kapsul biru )1!!.!!! S., untuk bayi berusia A sampai 11 bulan atau 1 kapsul merah )-!!.!!! S., untuk anak 1-"/9 bulan. &ada hari kedua diberikan 1 kapsul vitamin A sesuai umur dan dua minggu kemudian diberi lagi 1 kapsul vitamin A juga sesuai umur. (epartemen $esehatan juga terus melakukan program penanggulangan kekurangan vitamin A sejak tahun 19J!" an. 7enurut 2atatan (epkes# tahun 199- bahaya kebutaan akibat kekurangan vitamin A mampu diturunkan se2ara signi3ikan. 0amun sebanyak /!#- persen balita masih menderita kekurangan vitamin A sub"klinis yang juga sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup anak. 9una menanggulangi hal ini# (epkes melaksanakan program pemberian kapsul vitamin A bagi anak usia A"/9 bulan di .ndonesia. Vitamin A dosis tinggi diberikan pada balita dan ibu ni3as. &ada balita diberikan dua kali setahun# setiap bulan Februari dan Agustus dengan dosis 1!!.!!! .? untuk anak A"1- bulan dan -!!.!!! .? untuk anak 1-"/9 bulan dan ibu ni3as. C)nt)6 Diet 0nt0( Pen2erita K0rang itamin A 7KA, 7akan pagi B 0asi =umis tempe R wortel .kan kembung goreng Selingan . B 7angga 7akan siang B 0asi Sayur bening wortel R bayam Semur ayam Selingan .. B ?bi rebus Cus apel 7akan 7alam B 0asi =umis kangkung +ati sapi goreng DA#TAR PUSTAKA Arisman. -!!-. 9i%i dalam (aur $ehidupan. 6agian .lmu 9i%i Fakultas $edokteran ?niversitas &alembang. &royek &eningkatan &enelitian &endidikan =inggi. (irektorat Cenderal &endidikan =inggi. (epdiknas. +alati. -!!A. Vitamin A. www.ilmusehat.2om. S1: September -!!T. 7ahdalia. -!!1. $urang Vitamin A# 6ola 7ata Anak 7engempis.httpB;;www.sinarharapan.2o.id;iptek;kesehatan;-!!1;!!1;kes1.html . S1:September -!!T Soekirman. -!!!. .lmu 9i%i dan Aplikasinya untuk $eluarga dan 7asyarakat. CakartaB (irekrorat Cenderal &endidikan =inggi (epartemen &endidikan 0asional. B!B I P"N#!H$%$!N 1&1 %atar Belakang K*$urangan 6%tam%n A (K7A) m*ru)a$an ma,alah $*,*hatan utama "% n*gara 'ang ,*"ang b*r$*mbang t*rma,u$ 0n"on*,%a8 K7A t*rutama ,*$al% m*m)*ngaruh% ana$ $*1%l# "%antara m*r*$a 'ang m*ngalam% "*9%,%*n,% "a)at m*ngalam% :*ro)hthalm%a "an "a)at b*ra$h%r m*n&a"% $*butaan# )*rtumbuhan 'ang t*rbata,# )*rtahanan tubuh 'ang l*mah# *$,a,*rba,% %n9*$,% ,*rta m*n%ng$at$an r*,%$o $*mat%an8 +al %n% m*n&a"% n'ata bah;a K7A "a)at t*ru, b*rlang,ung mula% u,%a ,*$olah "an r*ma&a h%ngga ma,u$ $* u,%a "*;a,a8 (K*%th "an 3*,t# 200() 5*,$%)un $on,*$u*n,% $*,*hatan "ar% K7A t%"a$ "%gambar$an "*ngan ba%$ "% ata, ana$ u,%a "%n%# namun "ata t*ra$h%r m*nun&u$$an bah;a K7A )a"a ;an%ta u,%a r*)ro"u$,% "a)at m*n%ng$at$an r*,%$o $*,a$%tan "an $*mat%an ,*lama $*ham%lan "an )*r%o"* a;al )o,t)artum8 K7A 'ang b*rat )a"a mat*rnal &uga m*mb*r%$an $*rug%an bag% ana$ baru lah%r $ar*na "a)at a$%bat$an )*n%ng$atan $*mat%an "%bulan )*rtama $*h%"u)an8 <*baga% $on,*$u*n,% "ar% m*n%ng$atn'a )*mahaman t*ntang K7A ma$a ,angat )*nt%ng bah;a b*ban $*,*hatan'ang "%ha,%l$an "%$uant%9%$a,% ,*t*)at mung$%n# ,*baga% "a,ar t%n"a$an "an )*mantauan ,*rta*6alua,% )rogram )*n1*gahan ,*lan&utn'a8 K*ma&uan t*lah "%la$u$an ,*lama 4 "*$a"* t*ra$h%r"alam m*m)*r$%ra$an b*ban K7A# t*rutama "*ngan m*nggabung$an "anm*ng*$,tra)ola,%$an "ata )r*6al*n,% "ar% n*gara "%mana t*lah "%$um)ul$an "alam )o)ula,%"*ngan )ro9%l "*mogra9%, 'ang ,ama "an r%,%$o 'ang t*lah "%ant%,%)a,%8 2alam b*b*ra)a tahun t*ra$h%r# K7A t*lah "%)*r$%ra$an m*m)*ngaruh% antara 75 "an 254 &uta ana$ )ra,*$olah ,*t%a) tahun# &auh "ar% &ara$ 'ang a$urat8 .%"a$ a"a )*r$%raan )*rma,alahan $*,*hatan global K7A%bu atau a"an'a %n,%"*n,% tahunan $*butaan malam %bu (=>)8 ( Arla))a# 2012? K*%th "an 3*,t# 200() K7A )a"a ana$ b%a,an'a t*r&a"% )a"a ana$ 'ang m*n"*r%ta Kurang En*rg% @rot*%n (KE@) atau G%A% buru$ ,*baga% a$%bat a,u)an Aat g%A% ,angat $urang# t*rma,u$ Aat g%A% m%$ro "alam hal %n% 6%tam%n A8 Ana$ 'ang m*n"*r%ta K7A mu"ah ,*$al% t*r,*rang %n9*$,% ,*)*rt% %n9*$,% ,aluran )*rna9a,an a$ut# 1am)a$# 1a1ar a%r# "%ar* "an %n9*$,% la%n $ar*na "a'a tahan ana$ t*r,*but m*nurun8 >amun ma,alah K7A "a)at &uga t*r&a"% )a"a $*luarga "*ngan )*ngha,%lan 1u$u)8 +al %n% t*r&a"% $ar*na $urangn'a )*ng*tahuan orang tua B %bu t*ntang g%A% 'ang ba%$8 Gangguan )*n'*ra)an )a"a u,u, &uga "a)at m*n'*bab$an K7A ;alau)un hal %n% ,angat &arang t*r&a"%8 Kurangn'a $on,um,% ma$anan (C (0 D AKG) 'ang b*r$*)an&angan a$an m*n'*bab$an ana$ m*n"*r%ta K7A# 'ang umumn'a t*r&a"% $ar*na $*m%,$%nan# "%mana $*luarga t%"a$ mam)u m*mb*r%$an ma$an 'ang 1u$u)8 # *t al8 2010) 18 R*)ro"u$,% @*mb*ntu$an ,)*rma )a"a h*;an &antan ,*rta )*mb*ntu$an ,*l t*lur "an )*r$*mbangan &an%n "alam $an"ungan m*mbutuh$an 6%tam%n A "alam b*ntu$ r*t%nol8 +*;an b*t%na "*ngan ,tatu, 6%tam%n A r*n"ah mam)u ham%l a$an t*ta)% m*ngalam% $*guguran atau $*,u$aran "alam m*lah%r$an8 K*mam)uan r*t%no%" m*m)*ngaruh% )*r$*mbangan ,*l *)%t*l "an $*mam)uan m*n%ng$at$an a$t%6%ta, ,%,t*m $*$*balan "%"uga b*r)*ngaruh "alam )*n1*gahan $an$*r $ul%t# t*nggoro$an# )aru-)aru# )a'u"ara "an $an"ung $*m%h8(Knut,on "an 2am*#2011) "8 Jung,% K*$*balan 7%tam%n A b*r)*ngaruh t*rha"a) 9ung,% $*$*balan tubuh )a"a manu,%a8 2%mana $*$urangan 6%tam%n A "a)at m*nurun$an r*,)on ant%bo"' 'ang b*rgantung )a"a l%m9o,%t 'ang b*r)*ran ,*baga% $*$*balan )a"a tubuh ,*,*orang (Almat,%*r#200()8 *8 @*r$*mbangan !antung 2*9*$ $ar"%a$ "an 1abang aorta "%amat% ,*baga% bag%an "ar% ,%n"roma $*$urangan 6%tam%n A8 ,%ng$at $ata# )*ranan 6%tam%n A "alam )*r$*mbangan &antung mamal%a m*l%)ut% )*mb*ntu$an )%)a )ola &antung "an l%ng$aran# ruang "an $atu) ,aluran $*luar# trab*$ula,%6*ntr%$*l# "%9*r*n,%a,% $ar"%om%o,%t "an )*ng*mbangan )*mbuluh $oron*r8 (Knut,on "an 2am*#2011) 98 @*r$*mbangan G%n&al "an a9a, Ata, ,*rta Al%ran -"ara 2*9*$ R*,)%ra,% t*rma,u$ ag*n*,%, )aru $%r%# h')o)la,%a )aru b%lat*ral# "an ag*n*,%, *,o)hagotra1h*al ,*)tum "%gambar$an "a% lam ,%n"roma K7A a;al namun "%$ara$t*r%,t%$$an ,*baga% $*la%nan 'ang &arang t*r&a"%8 @aru b*r$*mbang "ar% 9or*gut *n"o"*rm ,*lama )*r*$*mbangan a;al *mbr%o8 RA "ar% m*,o"*rm ,)lan1hn%1 "% ,*$%tar *n"o"*rm 9or*gut t*lah)*nt%ng "%t*mu$an untu$ )*mb*ntu$an tuna, )aru )r%mor"%al8 <*buah la)oran t*rbaru "% >*; Englan" !ournal o9 5*"%1%n* m*nun&u$$an bah;a# "% "a*rah *n"*m%$ "*ngan "*9%,%*n,% 6%tam%n A (r*t%nol)# ana$- ana$ 'ang %bun'a m*n*r%ma ,u)l*m*nta,% 6%tam%n A ,*b*lum# ,*lama# "an,*lama 6 bulan ,*t*lah $*ham%lan m*m%l%$% 9ung,% )aru-)aru 'ang l*b%h ba%$ $*t%$a m*r*$a "%u&% )a"a 9 ,am)a% 11 tahun "ar%)a"a ana$-ana$ 'ang %bun'a m*n*r%ma ,u)l*m*n b*ta $arot*n atau )la,*bo8 <*la%n %tu# m*r*$a m*n*mu$an bah;a )*r%o"* "% mana ,u)l*m*nta,% "*ngan 6%tam%n A'ang )al%ng )*nt%ng a"alah "ar% $*ham%lan u,%a )o,tnatal "ar% 6 bulan8 (Knut,on "an 2am*#2011) '&1&2& Sumber .itamin ! @a"a umumn'a $*1u$u)an 7%tam%n A )a"a orang "*;a,a "%"a)at "ar% ma$anan 'ang "% $on,um,% ,*t%a) har%8 2*m%$%an &uga bag% ana$ ana$ ,*la%n "%"a)at "ar% ma$anan &uga "ar% ,u)l*m*n 7%tam%n A8 ,*"ang$an bag% ba'% 'ang b*rumur $urang "ar% 6 bulan $*butuhan 7%tam%n A "%)*rol*h "ar% A%r a,%onal )angan "an G%A% (2007) "*ngan m*m)*rt%mbang$an 9a$tor-9a$tor $ha, "ar% $*,*hatan tubuh orang 0n"on*,%a8 (3%"'a$ar'a >a,%onal# 2007) *abel 1& #a1tar -e4uku0an .itamin ! Sumber: Almat,%*r# 2003 '&1&5& -lasi1ikasi -.! $ekurangan vitamin A merupakan masalah nutrisi kesehatan masyarakat di negara berkembang. 6erdasarkan *orld +ealth 'rgani%ation )*+',# konsentrasi serum retinol diklasi3ikasikan menjadi U a. 0ormal Apabila konsentrasi serum retinol V!.J! Wmol;8 b. 7arginal Apabila konsentrasi serum retinol !.1/"!.J! Wmol;8 c! "eficient Apabila konsentrasi serum retinol N!.1/ Wmol;8 $esehatan masyarakat mengenai derajad beratnya $VA dikategorikan dalam mild# moderate# dan severe. (ikatakan mild jika prevalensi dari anak >anak usia pra sekolah atau ibu hamil dengan konsentrasi plasma serum -"1!H# moderate jika prevalensi konsentrasi plasma serum 1!"-!H# dan severe apabila prevalensi konsentrasi plasma serum V-!H. *+' membagi 2akupan $VA kedalam dua kelompok utama yaituB Gerophthalmia dan rabun senja sebagai masalah kesehatan yang serius pada negara yang termasuk kelompok pertama# seperti diantaranya negara di A3rika dan Asia =enggara. &ada negara yang termasuk kedalam kelompok kedua# tanda klinis $VA jarang terdeteksi namun marginal $VA sekitar 1!"1!H dari populasinya dan direkomendasikan monitoring status vitamin A se2ara berkelanjutan. =he &an"Ameri2an +ealth 'rgani%ation )&A+', memutuskan bahwa $VA sebagai masalah kesehatan masyarakat ketika 1/H atau lebih populasi menunjukkan konsentrasi plasma serum o3 !.J! Wmol;8. diantara wanita# dua batas konsentrasi retinol digunakan untuk estimasi $VA apabila !.J! Wmol;8 dan untuk status deficient vitamin A jika 1.!/ Wmol;8. $onsentrasi retinol pada AS. kurang dari 1.!/ Wmol;8 merupakan $VA pada ibu menyusui. &revalensi N1!H# X1! to N-/H# V-/H dari retinol AS. 1.!/ Wmol;8 mengindikasikan $VA golongan mild# moderate dan severe pada masalah kesehatan masyarakat. )=ansuY 0# et al. -!1!, '&1&6& *an/a /an 7e+ala -ekurangan .itamin ! K*$urangan 6%tam%n A ,*r%ng t*r&a"% )a"a ana$ bal%ta8 Gangguan )a"a mata "a)at t*r&a"% "alam b*b*ra)a taha)# t*rgantung b*rat r%ngann'a "*9%,%*n,% 6%tam%n A# t*rganggun'a $*mam)uan untu$ b*ra"a)ta,% "an m*l%hat "alam $on"%,% g*la)# :*ro)hthalm%a# h%ngga a$h%rn'a m*ngalam% $*butaan "a)at t*r&a"%8 Korn*a mata t*r)*ngaruh ,*1ara "%n% ol*h $*$urangan 6%tam%n A8 $*l*n&ar a%r mata t%"a$ mam)u m*ng*luar$an a%r mata ,*h%ngga t*r&a"% )*ng*r%ngan )a"a ,*la)ut 'ang m*nutu)% $orn*a "*ngan tan"a )*mburaman8 @*la)%,an ,*l *)%t*l $orn*a 'ang a$h%rn'a b*ra$%bat m*luna$n'a "an b%,a )*1ah 'ang m*n'*bab$an $*butaan total8 4*b*ra)a tan"a "an g*&ala la%n &%$a $*$urangan 6%tam%n A a"alah $*l*lahan 'ang ,angat# an*m%a# $ul%t m*n&a"% $*r%ng# gatal "an $a,ar8 @a"a rambut "a)at t*r&a"% $*$*r%ngan "an gangguan )*rtumbuhan rambut "an $u$u8 (Almat,%*r# 200() G*&ala "%n% "ar% a$%bat $*$urangan 7%tam%n A a"alah buta ,*n&a (n%$tato)%a)8 @*n"*r%ta buta ,*n&a t%"a$ "a)at m*l%hat "alam $*a"aan g*la)8 A)ab%la g*&ala buta ,*n&a %n% t%"a$ "a)at "%tanggulang% ma$a a$an mun1ul g*&ala l*b%h lan&ut 'a%tu Kon&ungt%6a ,*ro,%, ()*ng*r%ngan ,*la)ut b*n%ng 'ang m*nutu)% bag%an "*)an bola mata)8 2a)at )ula t*r&a"% $*la%nan "alam b*ntu$ la%n 'a%tu a"an'a b*r1a$ )a"a bola mata ("%,*but b*r1a$ b%tot)8 4*r1a$ b%tot m*ru)a$an b%nt%$-b%nt%$ ;arna $*labu t*rang "an b*rbu,a 'ang t*r"a)at "% $on&ungt%6a mata8 5*,$%)un "%a$u% ,*baga% man%9*,ta,% $*$urangan 7%tam%n A a$an t*ta)% $*$urangan 7%tam%n A m*n'*bab$an t%mbuln'a b*r1a$ b%tot8 .an"a $l%n%, ,*lan&utn'a a"alah )*ng*r%ngan )a"a $orn*a mata ($orn*a ,*ro,%,)8 G*&ala $*$urangan 7%tam%n A 'ang )al%ng ,*r%u,# $orn*a mata m*n&a"% $*ruh# $*r%ng "an m*luna$8 Gangguan )*ngl%hatan 'ang "a)at t*r&a"% t*rgantung b*r,arn'a $*ru,a$an )a"a $orn*a mata8 @*ngobatan ,*g*ra "a)at "an tunta, "a)at m*ng*mbal%$an 9ung,% $orn*a mata# a$an t*ta)% )*ngobatan 'ang t*rlambat "a)at m*n'*bab$an $*butaan total8 K*,*luruhan g*&ala 'ang t*r&a"% )a"a mata a$%bat $*$urangan 7%tam%n A ,*1ara umum "%,*but =*ro)htalm%a8 (amun "*m%$%an )*rlu &uga "%)*rhat%$an bah;a )*mb*r%an "o,%, 7%tam%n A 'ang t*rlalu t%ngg% "alam ;a$tu 'ang lama "a)at m*n%mbul$an a$%bat 'ang $urang ba%$ antara la%n L a8 +%)*r6%tam%no,%, A )a"a ana$-ana$ "a)at m*n%mbul$an ana$ t*r,*but 1*ng*ng# )a"a ,*$%tar tulang 'ang )an&ang m*mb*ng$a$# $ul%t $*r%ng "an gatal-gatal8 b8 +%)*r6%tam%no,%, )a"a orang "*;a,a m*n%mbul$an ,a$%t $*)ala# mual-mual "an "%ar*8 (*gara ma&u# t*rlah%r "*ngan 1a"angan 6%tam%n A 'ang t*rbata, "alam tubuhn'a (han'a 1u$u) m*m*nuh% $*butuhan untu$ ,*$%tar "ua m%nggu)8 2% >*gara b*r$*mbang# )a"a bulan-bulan )*rtama $*h%"u)ann'a# ba'% ,angat b*rgantung )a"a 6%tam%n A 'ang t*r"a)at "alam A<08 El*h ,*bab %tu# ,angatlah )*nt%ng bah;a A<0 m*ngan"ung 1u$u) 6%tam%n A8 Ana$-ana$ 'ang ,ama ,*$al% t%"a$ m*n"a)at$an A<0 a$an b*r*,%$o l*b%h t%ngg% t*r$*na =*ro)thalm%a "%ban"%ng$an "*ngan ana$-ana$ 'ang m*n"a)at$an A<0 ;alau han'a "alam &ang$a ;a$tu t*rt*ntu8 4*rbaga% ,tu"% 'ang "%la$u$an m*ng*na% 6%tam%n A %bu n%9a, m*m)*rl%hat$an ha,%l 'ang b*rb*"a-b*"a8 Ana$-ana$ u,%a *nam bulan 'ang %bun'a m*n"a)at$an $a),ul 6%tam%n A ,*t*lah m*lah%r$an# m*nun&u$$an bah;a t*r"a)at )*nurunan ¨ah $a,u, "*mam )a"a ana$-ana$ t*r,*but "an ;a$tu $*,*mbuhan 'ang l*b%h 1*)at ,aat m*r*$a t*r$*na 0<@A8 0bu ham%l "an m*n'u,u% ,*)*rt% haln'a &uga ana$-ana$# b*r%,%$o m*ngalam% K7A $ar*na )a"a ma,a t*r,*but %bu m*mbutuh$an 6%tam%n A 'ang t%ngg% untu$ )*rtumbuhan &an%n "an )ro"u$,% A<08 -)a'a m*n%ng$at$an $on,um,% bahan ma$anan ,umb*r 6%tam%n A m*lalu% )ro,*, Komun%$a,% 0n9orma,% E"u$a,% (K0E) m*ru)a$an u)a'a 'ang )al%ng aman8 >amun "%,a"ar% bah;a )*n'uluhan t%"a$ a$an ,*g*ra m*mb*r%$an "am)a$ n'ata8 <*la%n %tu $*g%atan $on,um,% $a),ul 6%tam%n A ma,%h b*r,%9at r%nt%,an8 El*h ,*bab %tu )*nanggulangan K7A ,aat %n% ma,%h b*rtum)u )a"a )*mb*r%an $a),ul 6%tam%n A "o,%, t%ngg%8 a8 4a'% umur 6-11 bulan# ba%$ ,*hat mau)uan t%"a$ ,*hat# "*ngan "o,%, 1008000 <0 (;arna b%ru)8 amun# )a"a "a*rah "%mana t*r"a)at ma,alah $*,*hatan )ubl%$ 'ang b*rat 'ang b*r$a%tan "*ngan $*$urangan 6%tam%n A# ma$a ,u)l*m*nta,% 6%tam%n A "%r*$om*n"a,%$an untu$ m*n1*gah rabun ,*n&a8 <*1ara $hu,u,# ;an%ta ham%l "a)at m*ng$on,um,% h%ngga 10#000 0- 6%tam%n A ,*t%a) har%n'a atau 6%tam%n A h%ngga 25#000 0- ,*t%a) m%nggu8 Madis'n, and ?afa(ette Mendel and Th'mas )urr sb'rne at @ale =niversit(. Sin0e A&ater-s'luble fa0t'r )A "/itamin )% had re0entl( been dis0'vered, the resear0hers 0h'se the name Afat-s'luble fa0t'r AA "vitamin A%. ?ater, a unit 0alled retin'l e8uivalent "B<% &as intr'du0ed. + B< 0'rresp'nded t' + Cg retin'l, 2 Cg D- 0ar'tene diss'lved in 'il "it is 'nl( partl( diss'lved in m'st supplement pills, due t' ver( p''r s'lubilit( in an( medium%, : Cg D-0ar'tene in n'rmal f''d "be0ause it is n't abs'rbed as &ell as &hen in 'ils%, and +2 Cg 'f either E-0ar'tene, F-0ar'tene, 'r D-0r(pt'3anthin in f''d "these m'le0ules 'nl( pr'vide 50G 'f the retin'l as D-0ar'tene, due t' 'nl( half the m'le0ule being 0'nvertible t' usable vitamin%. 4e&er resear0h has sh'&n that the abs'rpti'n 'f pr'vitamin-A 0ar'ten'ids is 'nl( half as mu0h as previ'usl( th'ught, s' in 200+ the =S *nstitute 'f Medi0ine re0'mmended a ne& unit, the retin'l a0tivit( e8uivalent "BA<%. + Cg BA< 0'rresp'nds t' + Cg retin'l, 2 Cg 'f D- 0ar'tene in 'il, +2 Cg 'f Adietar(A beta-0ar'tene, 'r 2. Cg 'f the three 'ther dietar( pr'vitamin-A 0ar'ten'ids. Su*stan+e an, its +he-i+al envirn-ent Mi+r!ra-s . retinl e/uivalent per -i+r!ra- . the su*stan+e retinol # beta&carotene, dissolved in oil #/- beta&carotene, common dietary #/#- alpha&carotene, common dietary #/-A gamma&carotene, common dietary #/-A beta&crypto)anthin, common dietary #/-A )e0ause the pr'du0ti'n 'f retin'l fr'm pr'vitamins b( the human b'd( is regulated b( the am'unt 'f retin'l available t' the b'd(, the 0'nversi'ns appl( stri0tl( 'nl( f'r vitamin A defi0ient humans. The abs'rpti'n 'f pr'vitamins als' depends greatl( 'n the am'unt 'f lipids ingested &ith the pr'vitamin7 lipids in0rease the uptake 'f the pr'vitamin. The 0'n0lusi'n that 0an be dra&n fr'm the ne&er resear0h is that fruits and vegetables are n't as useful f'r 'btaining vitamin A as &as th'ught7 in 'ther &'rds, the *=5s that these f''ds &ere rep'rted t' 0'ntain &ere &'rth mu0h less than the same number 'f *=5s 'f fat- diss'lved 'ils and "t' s'me e3tent% supplements. This is imp'rtant f'r vegetarians. "4ight blindness is prevalent in 0'untries &here little meat 'r vitamin A-f'rtified f''ds are available.% A sample vegan diet f'r 'ne da( that pr'vides suffi0ient vitamin A has been published b( the H''d and 4utriti'n )'ard "page +206 %i.e Sta!e Grup Re+--en,e, Dietary All0an+es (RDA) A,e/uate Intakes (AI1) +5 m'nths. $'&ever, liver t'3i0ities 0an '00ur at levels as l'& as +5,000 *= per da( t' +.. milli'n *= per da(, &ith an average dail( t'3i0 d'se 'f +20,000 *= per da(. *n pe'ple &ith renal failure .000 *= 0an 0ause substantial damage. Additi'nall(, e30essive al0'h'l intake 0an in0rease t'3i0it(. 9hildren 0an rea0h t'3i0 levels at +,500 *=Okg 'f b'd( &eight. *t has been estimated that ;5G 'f pe'ple ma( be ingesting m're than the BDA f'r vitamin A 'n a regular basis in devel'ped nati'ns. *ntake 'f t&i0e the BDA 'f pref'rmed vitamin A 0hr'ni0all( ma( be ass'0iated &ith 'ste'p'r'sis and hip fra0tures. This ma( be due t' the fa0t that an e30ess 'f vitamin A 0an bl'0k the e3pressi'n 'f 0ertain pr'teins that are dependent 'n vitamin !. This 0'uld h(p'theti0all( redu0e the effi0a0('f vitamin D, &hi0h has a pr'ven r'le in the preventi'n 'f 'ste'p'r'sis and als' depends 'n vitamin ! f'r pr'per utili1ati'n. $igh vitamin A intake has been ass'0iated &ith sp'ntane'us b'ne fra0tures in animals. 9ell 0ulture studies have linked in0reased b'ne res'rpti'n and de0reased b'ne f'rmati'n &ith high vitamin A intakes. This intera0ti'n ma( '00ur be0ause vitamins A and D ma( 0'mpete f'r the same re0ept'r and then intera0t &ith parath(r'id h'rm'ne &hi0h regulates 0al0ium. *ndeed, a stud( b( H'rsm' 55et al.55 sh'&s a 0'rrelati'n bet&een l'& b'ne mineral densit( and t'' high intake 'f vitamin A. T'3i0 effe0ts 'f vitamin A have been sh'&n t' signifi0antl( affe0t devel'ping fetuses. Therapeuti0 d'ses used f'r a0ne treatment have been sh'&n t' disrupt 0ephali0 neural 0ell a0tivit(. The fetus is parti0ularl( sensitive t' vitamin A t'3i0it( during the peri'd 'f'rgan'genesis. These t'3i0ities 'nl( '00ur &ith pref'rmed "retin'id% vitamin A "su0h as fr'm liver%. The 0ar'ten'id f'rms "su0h as beta-0ar'tene as f'und in 0arr'ts%, give n' su0h s(mpt'ms, but e30essive dietar( intake 'f beta-0ar'tene 0an lead t' 0ar'ten'dermia, &hi0h 0auses 'range- (ell'& dis0'l'rati'n 'f the skin. Besear0hers have su00eeded in 0reating &ater-s'luble f'rms 'f vitamin A, &hi0h the( believed 0'uld redu0e the p'tential f'r t'3i0it(. $'&ever, a 200I stud( f'und that &ater- s'luble vitamin A &as appr'3imatel( +0 times as t'3i0 as fat-s'luble vitamin. A 200: stud( f'und that 0hildren given &ater-s'luble vitamin A and D, &hi0h are t(pi0all( fat-s'luble, suffer fr'm asthma t&i0e as mu0h as a 0'ntr'l gr'up supplemented &ith the fat- s'luble vitamins. 9hr'ni0all( high d'ses 'f /itamin A 0an pr'du0e the s(ndr'me 'f Apseud'tum'r 0erebriA. This s(ndr'me in0ludes heada0he, blurring 'f visi'n and 0'nfusi'n. *t is ass'0iated &ith in0reased intra0erebral pressure. Vitamin A (aripada *ikipedia# ensiklopedia bebas. Struktur retinol# bentuk permakanan vitamin A paling biasa itamin A berkait dengan keluarga molekul yang mempunyai bentuk yang serupa# retinoids# yang melengkapkan baki turutan vitamin. 6ahagian pentingnya adalah kumpulan retinyl# yang boleh didapati dalam beberapa bentuk. (alam makanan berasaskan sumber haiwan# bentuk utama vitamin A adalah bentuk jarang oktagon pastry ester# terutamanya retinyl palmitate# yang ditukar kepada )retinol, alkohol dalam usus ke2il. Vitamin A juga boleh wujud sebagai )retinal, aldehyde# atau sebagai asid )asid retinoi2,. Awalan kepada vitamin )provitamin, juga wujud dalam makanan berasaskan tumbuhan sebagai sebahagian ahli keluarga sebatian 2arotenoid. S1T Semua bentuk vitamin A memiliki 2e2in2in beta"ionone yang mana rantaian isoprenoid ditambat. Struktur ini penting bagi aktiviti vitamin. S1T &ewarna kuning bata bagi lobak " beta"2arotene > boleh diwakili sebagai dua kumpulan retinyl bersambung# yang digunakan oleh badan bagi menyumbang kepada tahap Vitamin A. $umpulan retinyl# apabila bergabung dengan protein khisus# merupakan satu"satunya penyerap 2ahaya utama dalam daya penglihatan )“visual per2eption”,# dan nama sebatian berkait dengan retina pada mata. Vitamin A boleh didapati dalam pelbagai bentukB • retinol# bentuk vitamin A yang diserap apabila memakan sumber makanan berasaskan haiwan# adalah vitamin kuning# larut"lemak# yang penting bagi penglihatan dan pertumbuhan tulang. 'leh kerana bentuk alkohol adalah tidak stabil# vitamin ini biasanya dihasilkan dan diberikan dalam bentuk retinyl a2etate atau palmitate. • retinoid lain# kelas sebatian kimia yang berkait se2ara kimia dengan vitamin A# digunakan dalam perubatan. S-T I/i (an20ngan SsorokkanT • 1 Cumpaan vitamin A • - Setara retinoids dan 2arotenoids ).?, • 1 @adangan pengambilan harian • : Sumber vitamin A • / Fungsi metaboli2 vitamin A o /.1 &englihatan o /.- &embentukan gen o /.1 (ermatologi • A $ekurangan • J $era2unan • 8ihat juga • 9 5ujukan • 1! 6a2aan lanjut • 11 &autan luar !0m9aan vitamin A:/0nting ; /0nting /0m*er< Cumpaan vitamin A mungkin bermula dari penyelidikan sejak 19!A# yang menunjukkan bahawa 3a2tor lain selain karbohidrat# protein# dan lemak adalah perlu bagi mengekalkan kesihatan ternakan lembu.. S1T 7enjelang 191J satu dari bahan ini dijumpai se2ara bebas oleh 4lmer 72@ollum di ?niversiti *is2onsin>7adison# dan ahli kimia 8a3ayette 7endel dan =homas 6urr 'sborne di?niversiti Eale. 'leh kerana Z3a2tor 6 larut"air Z )Vitamin 6, baru dijumpai# penyelidik memilih nama Z3a2tor A larut"lemak Z )vitamin A,. S1T Vitamin A pertama kali disistesis pada 19:J oleh dua ahli kimia 6elanda# (avid Adriaan van (orp dan Co%e3 Ferdinand Arens. Setara retin)i2/ 2an 5ar)ten)i2/ 7IU8:/0nting ; /0nting /0m*er< 'leh kerana sesetengah 2arotenoids boleh ditukar kepada vitamin A# 2ubaan telah dilakukan bagi menentukan jumlah dalam permakanan adalah sama dengan jumlah tertentu retinol# agar perbandingan boleh dilakukan mengenai kebaikan dalam makanan berbe%a. 7alangnya# keadaan mengelirukan kerana persamaan yang diterima telah bertukar. ?ntuk selama beberapa tahun# system persamaan yang telah digunakan di mana unit antarabangsa )“international unit > .?”, bersamaan kepada !.1 Wg retinol# !.A Wg ["2arotene# atau 1.- Wg 2arotenoids provitamin"A yang lain. S:T $emudian# unit yang dikenali sebagai setanding retinol )“retinol e\uivalent > 54”, diperkenalkan. 1 54 bersamaan dengan 1 Wg retinol# - Wg ["2arotene dilarutkan dalam minyak )sebagai pil tambahan,# A Wg ["2arotene dalam makanan biasa )kerana ia tidak diserap sebaik pil tambahan,# dan 1- Wg samaada ]"2arotene atau ["2ryptoxanthin dalam makanan. 6agaimanapun# penyelidikan lanjut menunjukkan bahaya penyerapan 2arotenoids provitamin"A hanya separuh dari apa yang di3ikirkan dahulu# dengan itu pada -!!1 ?S “.nstitute o3 7edi2ine” men2adangkan unit baru# setanding aktiviti retinol )“retinol a2tivity e\uivalent > 5A4”,. 1 Wg 5A4 bersamaan dengan 1 Wg retinol# - Wg o3 ["2arotene dalam minyak# 1- Wg beta"2arotene ZpermakananZ# atau -: Wg permakanan 2arotenoids provitamin"A yang lain. S/T 'ahan ,an persekitaran ki-ianya Mikr!ra- setan,in! retinl per -ikr!ra- *ahan retinol # beta&carotene, larut dalam minyak #/- beta&carotene, permakanan biasa #/#- alpha&carotene, permakanan biasa #/-A beta&crypto)anthin, permakanan biasa #/-A (isebabkan penghasilan retinol melalui provitamins oleh badan manusia dikawal oleh jumlah retinol terdapat bagi badan# penukaran ini khusus hanya bagi manusia yang mengalami kekurangan vitamin A. &enyerapan provitamins juga sebahagian besarnya bergantung kepada jumlah lipid yang dimakan bersama provitaminU lipid meningkatkan penyerapan provitamin. SAT Satu rumusan yang boleh diambil daripada penyelidikan baru adalah buah dan sayuran tidak begitu berkesan membekalkan vitamin A sebagaiman yang pernah di3ikirkan^dalam kata lain# $andungan .? yang dilaporkan hanya bernilai separuh dari jumlah .? yang sama dalam tambahan larut"lemak. .ni adalah penting bagi vegetarian. )5abun malam boleh dihalang di negara di mana sedikit daging atau makanan ditambah vitamin A boleh didapati., @ontoh permakanan vegan bagi satu hari yang membekalkan vitamin A yang men2ukupi telah diterbitkan oleh __Food and 0utrition 6oard __)muka surat 1-! S/T ,. Sebaliknya# nilai rujukan bagi retinol atau yang standing dengannya# yang diberikan oleh __0ational A2ademy o3 S2ien2es__# telah berkurangan. 5(A )bagi lelaki dewasa, pada 19A adalah /!!! .? )1/!! Wg retinol,. &ada 19J: 5(A ditetapkan kepada 1!!! 54 )1!!! Wg retinol,# di mana kini (ietary 5e3eren2e .ntake adalah 9!! 5A4 )9!! Wg atau 1!!! .? retinol,. .ni bersamaan dengan 1!! Wg ["2arotene tambahan )1!!! .?, atau 1!!! Wg [" 2arotene dalam makanan )1!!! .?,. Ca2angan 9engam*i4an 6arian:/0nting ; /0nting /0m*er< itamin A 5ujukan &engambilan &ermakanan SJT B Ku-pulan Tahap usia RDA3AI 1 5A5”, atau penerima ZGZ retinoid )“retinoid ZGZ re2eptors >5G5s”,. 5A5 dan 5G5 perlu dimeri%e sebelum ia mampu mengikat kepada (0A. 5A5 akan membentuk heterodimer dengan 5G5 )5A5"5G5,# tetapi ia sukar membentuk homodimer )5A5"5A5,. Sebaliknya# 5G5 mudah membentuk homodimer )5G5"5G5, dan akan membentuk heterodimer dengan kebanyakan penerima nu2lear yang lain# termasuk penerima hormone thyroid )“thyroid hormone re2eptor " 5G5"=5”,# penerima Vitamin (1 )5G5"V(5,# penerima pengakti3"pengganda peroksisom )Zperoxisome proli3erator"a2tivated re2eptor " 5G5"&&A5, dan penerima ZGZ hati )5G5"8G5,. S1JT 5A5"5G5 heterodimer mengenali tindak balas asid retinoid unsur )5A54s, pada (0A manakala 5G5"5G5 homodimer mengenali tindak balas retinoid ZGZ unsur )5G54s, pada (0A. +eterodimers 5G5 yang lain akan mengikat pada pelbagai unsur tindak balas lain pada (0A. S1/T Apabila sahaja asid retinoi2 terikat pada penerima dan dimeri%ation telah berlaku# penerima menjalani pertukaran pematuhan )“2on3ormational 2hange” yang menyebabkan sesama"pemendam )“2o"repressors”, menyingkir daripada penerima. 5akan pengakti3 kemudian boleh mengikat pada kompleks penerima# yang mungkin membantu melonggarkan struktur 2hromatin daripada histones atau mungkin bertindak balas dengan mesin transkripsi. S1JT &enerima kemudiannya boleh mengikat pada unsure tindak balas pada (0A dan naikkawal )“upregulate”, atau turun kawal )“downregulate”, gambaran gen sasaran# seperti protin pengikat retinol selular )“2ellular retinol"binding protein > @56&”, termasuk juga gen yang mengkod bagi penerima itu sendiri. S1/T Dermat)4)gi:/0nting ; /0nting /0m*er< Vitamin A kelihatannya ber3ungsi bagi mengekalkan kulit sihat normal. 7ekanisma di belakang agen therepeutik retinoid dalam rawatan penyakit dermatologi sedang dikaji. 6agi rawatan jerawat# dadah yang paling berkesan adalah 11"2is asid retinoi2 )isotretinoin,. Sungguhpun tindakan mekanismanya kekal tidak diketahui# ia satu"satunya retinoid yang mengurangkan sai% dan pengeluaran kelenjar sebum. .sotretinoin mengurangkan bilangan ba2teria dalam kedua"dua liang dan permukaan kulit. .ni diper2ayai terhasil akibat pengurangan sebum# sumber %at bagi bakteria. .sotretinoin mengurangkan keradangan dengan mengekang tindak balas 2hemotati2 oleh monosit dan neutrophils. S1/T .sotretinoin juga dibuktikan memulakan perubahan kelanjar sebumU memi2u perubahan dalam penonjolan gen yang menyebabkan apoptosis. S1T .sotretinoin merupakan teratogen dan kegunaanya terhad kepada penyeliaan perubatan. Ke(0rangan:/0nting ; /0nting /0m*er< $ekurangan vitamin A dianggarkan menjejaskan jutaan kanak"kanak diseluruh dunia. Sekitar -/!#!!!"/!!#!!! kanak"kanak dinegara membangun menjadi buta setiap tahun akibat kekurangan vitamin A# dengan kejadian terbanyak di Asia =enggara dan A3rika. S19T 7enurut 6adan $esihatan Sedunia )“*orld +ealth 'rgani%ation > *+'”,# kekurangan vitamin A adalah terkawal di Amerika Syarikat# tetapi di negara membangunkekurangan vitamin A adalah kebimbangan besar. (engan kekurangan vitamin A yang meluas# *+' telah melaksanakan beberapa usaha bagi vitamin A tambahan bagi negara membangun. Sesetengah strategi ini termasuk pengambilan vitamin A melalui gabungan penyusuan# melalui permakanan# pengukuhan makanan# dan tambahan. 7elalui usaha *+' dan rakan kongsinya# dianggarkan sekitar 1.-/ juta kematian sejak 199 di :! negara akibat kekurangan vitamin A telah dihalang. S-!T $ekurangan vitamin A boleh berlaku sebagai kekurangan utama atau kedua. $ekurangan utama berlaku dikalangan dewasa dan kanak"kanak yang tidak mengambil sayuran hijau dan kuning yang men2ukupi# buah# dan hati. 6erhenti menyusu awal juga meningkatkan risiko kekurangan vitamin A. $ekurangan vitamin A kedua dikaitkan dengan ke2a2atan penyerapan kronik lipids# penghasilan dan pembebasan hempedu teren2at# permakanan lemak rendah# dan pendedahan kronik kepada oksida# seperti asap rokok. Vitamin A merupakan vitamin larut"lemak dan bergantung kepada kelarutan mi2elar bagi pengagihan pada usus ke2il# yang mengakibatkan penggunaan vitamin A rendah akibat permakanan rendah lemak. $ekurangan %ink turut melemahkan penyerapan# pengangkutan# dan metabolis vitamin A kerana ia penting bagi pensistesis protein pengangkut vitamin A dan pengoksidaan retinol kepada retinal. (ikalangan penduduk kebuluran# pengambilan rendah vitamin A dan %in2 meningkatkan risiko kekurangan vitamin A dan mendorong kepada kejadian physiologi teruk. S1/T $ajian di 6urkina Faso menunjukkan pengurangan besar kematian malaria dengan tambahan gabungan vitamin A dan %in2 bagi kanak"kanak. S-1T 'leh kerana 3ungsi unik kumpulan retinyl adalah penyerapan 2ahaya dalam protin retinylidene# salah satu tanda"tanda awal dan khusus bagi kekurangan vitamin A adalah penglihatan 2a2at# terutama dalam 2ahaya samara " 5etinol. $ekurangan berkekalan menimbulkan siri perubahan# yang paling teruk pada mata. Sesetengah perubahan okular dirujuk sebagai xerophthalmia. 'leh kerana 3ungsi unik kumpulan retinyl adalah penyerapan 2ahaya dalam protin retinylidene# salah satu tanda"tanda awal dan khusus bagi kekurangan vitamin A adalah penglihatan 2a2at# terutama dalam 2ahaya samara " 5etinolapenglihatan malam rabun malam. $ekurangan berkekalan menimbulkan siri perubahan# yang paling teruk pada mata. Sesetengah perubahan okular dirujuk sebagai xerophthalmia. &ertama sekali berlaku kekeringan pada 2onjun2tiva )xerosis, kerana la2rimal dan epithelium penghasir lendir normal kini diganti oleh keratini%ed epithelium. .ni diikuti dengan penebalan sisa keratin dalam kepingan lut2ahaya ke2il )titik 6itot, dan# akhirnya# hakisan pada permukaan kornel kasar dengan pelembutan dan kemusnahan kornea )keratomala2ia, dan buta sepenuhnya. S--T &erubahan lain termasuk ke2a2atan daya ketahanan# hipokeratosis )ketulin putih pada helaian 3olik rambut,# keratosis pilaris dan s\uamous metaplasiapada lapisan epithelium pada bahagian atas laluan perna3asan dan pundi ken2ing menjadi keratini%ed epithelium. 6erkait dengan pergigian# kekurangan Vitamin A mendorong kepada enamel hypoplasia. 6ekalan Vitamin A yang men2ukupi adalah penting terutama bagi wanita yang mengandung dan menyusukan anak# kerana kekurangan tidak boleh diganti dengan tambahan lepas lahirpostnatal. S-1TS-:T . Kera50nan:/0nting ; /0nting /0m*er< $encana utama% Hypervitaminosis A 'leh kerana vitamin A adalah larut"lemak# menyingkir sebarang lebihan yang diambil melalui permakanan adalah lebih sukar berbanding vitamin 6 dan @ yang larut"air. 'leh itu# kera2unan vitamin A boleh terhasil. .ni boleh mendorong kepada mual# jaundise# resah# anorexia )jangan dikelirukan dengan anorexia nervosa# masaalah permakanan,# muntah# penglihatan kabur# sakit kepala# sakit otot dan perut dan lemah# mengantuk dan status mental berubah. $era2unan akut biasanya berlaku pada dos -/#!!! .?;kg dari berat badan# dengan kera2unan kronik berlaku pada :#!!! .?;kg berat badan sehari bagi tempoh A>1/ bulan. S-/T 6agaimanapun# kera2unan hati boleh berlaku pada tahap serendah 1/#!!! .? sehari sehingga 1.: juta .? sehari# dengan purata harian dos kera2unan pada 1-!#!!! .? sehari. 6agi mereka dengan kegagalan ginjal :!!! .? mampu menyebabkan kerosakan teruk. =ambahan lagi pengambilan alkohol melampau boleh meningkatkan kera2unan. $anak"kanak boleh men2e2ah tahap kera2unan pada 1/!!.?;kg dari berat badan. S-AT (alam kes kronik# kehilangan rambut# kulit kering# kekeringan selaput lendir# demam# insomnia# lesu# kehilangan berat badan# keretakan tulang# anemia# dan 2irit"birit boleh menjadi bukti selain tanda"tanda yang dikaitkan dengan kera2unan tidak serious. S-JT .anya telah dijangka bahawa J/H orang mungkin mengambil lebih dari yang disyorkan 5(A untuk vitamin A pada kadar tetap di negara membangun. &engambilan dua kali ganda 5(A bagi vitamin A prabentuk se2ara kronik mungkin dikaitkan dengan osteoporosis dan keretakan tulang pinggul. .ni mungkin disebabkan 3akta bahawa vitamin A melampau mampu menghalang tugas protein tertentu yang bergantung kepada vitamin $. .ni boleh se2ara hipotesis mengurangkan keberkesanan vitamin (# yang terbukti mempunyai peranan bagi menghalang osteoporosis dan juga bergantung kepada vitamin $ bagi penggunaan yang betul S-T . &engambilan vitamin A yang tinggi telah dikaitkan dengan keretakan tulang tiba"tiba pada haiwan. $ajian struktur sel telah mengaitkan peningkatan semula tulang dengan pengambilan vitamin A yang tinggi. .nteraksi ini muungkin berlaku kerana vitamin A dan ( mungkin bersaing bagi penerima yang sama dan kemudian bertindak balas dengan hormon parathyroid yang mengawal kalsium. S-AT 7alah# kajian oleh Forsmo et al! menunjukkan kaitan antara kekurangan kepadatan mineral tulang adn pengambilan vitamin A yang terlampau banyak. S-9T $esan kera2unan vitamin A telah ditunjukkan memberi kesan buruk kepada perkembangan 3etus. (os therapeutik yang digunakan bagi rawatan jerawat telah dibuktikan menjejaskan aktiviti sara3 sel 2ephali2. Canin amat senseti3 kepada kera2unan vitamin A semasa tempoh organogenesis. S1/T $era2unan ini hanya berlaku dengan vitamin A prabentuk )retinoid, )seperti dari hati,. 6entuk 2arotenoid )seperti beta"2arotene yang dijumpai pada lobak,# tidak menunjukkan simptom sebegitu# tetapi permakanan berlebihan beta"2arotene boleh mendorong kepada 2arotenodermia# yang menyebabkan perubahan warna kulit kepada kuning"bata"kuning. S1!TS11TS1-T &enyelidik telah berjaya men2ipta bentuk larut"air bagi vitamin A# yang mereka per2aya mampu mengurangkan potensi kera2unan. S11T 6agaimanapun dalam kajian -!!1 mendapati vitamin A larut"air adalah dianggarkan 1! kali ganda lebih bera2un berbanding vitamin larut"lemak. S1:T $ajian -!!A mendapati bahawa kanak"kanak yang diberikan vitamin A dan ( larut"air# yang biasanya larut"lemak# mengalami asthma dua kali ganda berbanding kumpulan kawalan yang mengambil vitamin larut"lemak. S1/T (os tinggi Vitamin A yang kronik mampu menyebabkan sindrom Zpseudotumor 2erebriZ. S1AT Sindrom ini termasuk sakit kepala# penglihatan kabur dan kekeliruan. .a dikaitkan dengan peningkatan tekanan intraserebral. S1JT ki*at Kekuran!an Vita-in A $ekurangan vitamin pada tubuh akan membuat banyaknya timbul gejala penyakit. (iri kita butuh asupan vitamin setiap hari sehingga jangan sampai makan makanan yang tidak banyak gi%i menjadi kebiasaan. =anda"tanda kekurangan vitamin A pada tubuh sangatlah banyak. +al paling sering ditemui pada orang yang kekurangan vitamin A adalah dideritanya penyakit mata atau kelainan pada mata. 7isalnya saja#rabun senja# katarak# dan daya pandang menurun. Apakah hanya mengenai organ mata sajab =ernyata kekurangan vitamin A tidak hanya berakibat pada organ mata. 7emang se2ara umum# orang akan mengatakan dan menduga penyakit mata karena kekurangan vitamin A. &adahal masalah tubuh lain juga bisa timbul dari kekurangan vitamin A. Sebelumnya Anda harus tahu lebih dulu penyakit akibat kekurangan atau de3isiensi vitamin A. &enyebab utama de3isiensi vitamin A adalah karena kurangnya konsumsi vitamin ini. =api dapat pula disebut kekurangan disebabkan oleh gangguan penyerapan dan penggunaan vitamin A dalam tubuh# kebutuhan yang meningkat# atau karena gangguan pada konversi karoten menjadi vitamin A. (e3isiensi 2adangan dapat terjadi pada penderita $4&# penyakit hati# al3a dan beta lipoproteinemia# atau gangguan absorpsi karena kekurangan asam empedu. Tan2a"tan2a Ke(0rangan itamin A &ernah dengar berat bayi lahir rendahb &asti pernah kan. 0ah# berat bayi lahir rendah yang terjadi dapat memun2ulkan adanya kekurangan vitamin A. $arena bayi dengan berat rendah# dimana berat badan bayi kurang dari -#/ $g lebih mudah teran2am kekurangan vitamin A. &ada perkembangan umurnya jika sang bayi tidak segera ditangani mendapatkan asupan vitamin A# penyakit seperti rabun senja# xerosis kornea akan dideritanya. &enyakit lain seperti penyakit paru"paru autoimun dan .S&A ).n3eksi Saluran &erna3asan Akut,. &enyakit paru ini akibat kurangnya berbagai vitamin termasuk vitamin A. 6iasanya penyakit autonium pada paru"paru ini menyerang orang dewasa yang punya kebiasaan merokok. 0amun dapat juga menyerang bayi jika kekurangan asupan vitamin A. $arena menurut tabel de3isiensi vitamin# bahwa vitamin A yang memberi pengaruh lebih besar terhadap sel = pada tubuh. Sel = inilah yang berpengaruh pada imunitas tubuh. Pen1a(it A(i*at Ke(0rangan itamin A B0(an Han1a Pa2a Mata 2an Par0"9ar0 Apa benar kekurangan vitamin A ini dapat berdampak pada selain organ mata dan paru"paru yang telah dibahas diatasb Anda bisa memba2anya di artikel ini sebagai tambahan wawasan Anda. 7emang benar kekurangan vitamin A bisa berdampak pada berbagai ma2am penyakit. Seperti usus dan saluran kemih dan otak dan sumsum tulang belakang. Selain itu penyakit yang menyerang kulit seperti kanker kulit# kulit kasar# kulit pe2ah"pe2ah dan juga 2ampak juga akibat dari kekurangan vitamin A. &ada penyakit yang menyerang usus dan saluran kemih# dimana vitamin A sangat berpengaruh dalam menjaga dinding"dinding usus agar tetap dapat bekerja optimal sebagaimana 3ungsinya. Anda juga tahu bahwa usus menyerap berbagai ma2am nutrisi pada makanan dan juga air. Cika dinding usus saja terganggu akibatnya asupan vitamin A ini akan berkurang dan mempengaruhi penyerapan air dan nutrisi pun terganggu. Akibatnya terjadi in3eksi saluran kemih karena kurangnya penyerapan air yang optimal setiap harinya. Sehingga penyakit pada usus harus segera diobati agar asupan vitamin A dapat terjaga serta tidak mengundang penyakit lainnya yang berkaitan dengan kekurangan vitamin A. 8alu kekurangan vitamin A juga menyerang pada kulitb 6enar. $ekurangan vitamin A dapat menurunkan kemampuan sel"sel kelenjar memproduksi mukus dan akan digantikan oleh sel"sel epitel yang bersisik dan kering. +al tersebut menyebabkan kulit menjadi kering dan kasar serta luka sukar sembuh. 7embran mukosa yang tidak dapat mengeluarkan 2airan mukus dengan sempurna akan mudah terserang bakteri )in3eksi,. Sehingga mukus ini sangat penting menjaga kelembapan kulit. &ada tingkat yang lebih akut# kulit bisa mengalami pe2ah"pe2ah hingga kanker kulit. Sebenarnya kulit sendiri memiliki $emampuan retinoid dalam memengaruhi perkembangan sel epitel dan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan sehingga dapat men2egah kanker kulit ini. itamin A Se*agai Pem*ent0( Per(em*angan T0*06 =ubuh ternyata juga membutuhkan vitamin A loh. =erutama pada rangka tubuh. =ulang ternyata juga membutuhkan vitamin A dalam pembentukannya. Sel epitel juga dibentuk akibat vitamin A ini. *alau tidak se2ara langsung# karena vitamin A hanya mensintesis protein sehingga tumbuhnya sel dibantu oleh vitamin A ini. Sehingga mengisi sel"sel pembentukan tulang dan gigi. 0amun akibat kekurangan vitamin A ini adalah adanya juga penyakit jaringan ikat. &enyakit ini timbul akibat kolagen yang dibentuk oleh tubuh berkurang jumlahnya. Sehingga 3ungsi dari pembentukan tulang lebih optimal. &erlu diperhatikan juga bahwa metabolisme di dalam tubuh dan yang berkaitan dengan daya tahan tubuh juga dipengaruhi oleh konsumsi vitamin A ini. 6anyak sekali penderita penyakit"penyakit seperti diatas dikarenakan akumulasi konsumsi vitamin A yang sangat kurang. 6ahkan berkepanjangan hingga harus dilakukannya pengobatan se2ara rutin berkala terhadap penderita. (engan asupan vitamin berupa kapsul ataupun suntik dengan jumlah besar harus diberikan. Sayangnya pemberian vitamin A berlebihan dalam waktu singkat pun menimbulkan banyak masalah kesehatan. Seperti sulit tidur# kera2unan kronis# gejala xeropthalmia juga terjadi dalam konsumsi vitamin A berlebih ini. Cadi kesimpulan dari penjelasan diatas bahwa anda tetap perlu mengkonsumsi vitamin A walaupun penyakit akibat kekurangan vitamin A telah anda dapati. =idak perlu berke2il hati karena memperbaiki konsumsi vitamin A ini sangat dapat membantu anda mendapatkan hidup yang lebih baik. Sumber Vitamin A (Retinol), Fungsi, Manfaat, Defisiensi Fungsi dan Manfaat Vitamin A(Retinol) Bagi Tubuh. Makanan sumber vitamin A terbaik, serta akibat dari kekurangan vitamin A (Defisiensi). Vitamin A atau dikenal uga dengan nama Retinol meru!akan vitamin "ang sangat di!erlukan tubuh. #elama ini, keban"akan dari kita han"a mengenal vitamin A sebagai vitamin "ang berfungsi menaga kesehatan mata. $amun sebenarn"a, fungsi dari vitamin ini sangatlah ban"ak. Retinol adalah bentuk he%an vitamin A "ang disim!an dalam hati setelah !en"era!an dan digunakan oleh tubuh ketika dibutuhkan. Dengan menelan tertentu buah&buahan, sa"uran, bii& biian dan su!lemen, Anda da!at memastikan asu!an vitamin A Anda ter!enuhi. Rata&rata orang harus mengkonsumsi setidakn"a '(( mikrogram vitamin A !er hari, dan tidak lebih dari ).((( mikrogram. Fungsi dan Manfaat Vitamin A Berikut ini adalah fungsi vitamin A bagi manusia selain untuk kesehatan mata* 1. Mengoptimalkan perkembangan janin Vitamin A sangat !enting bagi ibu hamil. +arena sifatn"a mudah larut dalam air dan lemak sehingga di!erlukan untuk kesehatan si abang ba"i. #e!erti membantu !erkembangan sel mata, organ mata, untuk !ertumbuhan tulang, untuk kesehatan kulitn"a, dan membantu !erkembangan antung. 2. Mengambat sel kanker pa!u"ara Berdasarkan !enelitian terbaru ilmuan asal Amerika, diungka!kan bah%a vitamin A ini da!at menghambat !ertumbuhan kanker "ang sering men"erang %anita, "aitu kanker !a"udara. ,alau tidak se-ara langsung, namun bentuk turunann"a beru!a asam retinoat atau retinol inilah "ang akan menghambat !ertumbuhan aringan kanker itu sendiri. #. Meningkatkan kekebalan tubu ($munitas) Vitamin A "ang mengandung retinil !almitat dan retinil asetat da!at men-egah infeksi dari berbagai ma-am organisme ke-il "ang da!at merugikan tubuh. #e!erti bakteri "ang men-oba masuk dalam tubuh melalui !ernafasan dan makanan. %. Mengambat proses penuaan "ini Vitamin A ini sendiri da!at menghasilkan antioksidan "ang mana bisa menangkal radikal bebas. Radikal bebas ini adalah udara tidak bersih "ang terhiru! oleh organ !ernafasan kita. +arena semakin tinggi reaksi antioksidan itu sendiri maka semakin ban"ak !olusi "ang masuk ke dalam tubuh. $amun dengan vitamin A ini, maka kerusakan akibat radikal bebas da!at di-egah untuk mem!erlambat !roses !enuaan !ada kulit. Ma-am&ma-am #umber Vitamin A .. #ereal Berasal dari agung kuning dan gandum /. 0mbi&umbian 0mbi&umbian "ang mengandung ban"ak vitamin A adalah ubi kuning, ubi kuning kukus, ubi alar merah, ubi rambat merah, ). Bii&biian Dari bii&biian atau ka-ang&ka-angan adalah ka-ang er-is dan ka-ang merah 1.#a"uran #a"uran "ang mengandung ban"ak vitamin A diantaran"a bakung, ba"am, ba"am keri!ik goreng, bunkil daun talas, ba"am merah, daun gener, daun ambu, daun ambu mete, daun ka-ang !anangl, serta daun hiauan lainn"a, 2andaria, ka-ang !anang, kankung, kol -ina, labu kuning, !ak so", !utri malu, ranti muda, rum!ut laut, sa%i, semanggi, terong hintalo dan %ortel. 3. Buah&buahan 4ontohn"a adalah a!el, buah negeri, kesemek, mangga, !e!a"a, !isang, so%a serta sukun. 5. 6e%ani #umber vitamin A 6e%ani berasal dari daging a"am, bebek, ginal domba, hati sa!i, hati a"am, sosis hati, berbagai enis ikan (baronang, -akalang, gabus, ka%alin"a, kima, lehoma, malugis, raungan, sarden, sunu, titang dan tongkol), telur ikan dan uga telur asin. 7. 6asil olahan #elain vitamin A alami ada uga "ang berasal dri olahan se!erti ke!ala susu, mentega, min"ak ikan, min"ak kela!a sa%it, te!ung ikan serta te!ung susu. Makanan "ang mengandung vitamin A Tinggi • hati (sa!i, babi, a"am, kalkun, ikan) (53(( mg 7//8) • %ortel (9)3 ug ')8) • brokoli daun (9(( mg 9'8) • ubi alar (7(' mg 7'8) • mentega (591 mg 758) • kangkung (59. ug 758) • ba"am (15' ug 3/8) • labu (1(( mg 1.8) • -ollard hiau ())) mg )78) • +eu -heddar (/53 mg /'8) • melon melon (.5' mg .'8) • telur (.1( mg .58) • a!rikot ('5 mg ..8) • !e!a"a (33 mg 58) • mangga ()9 mg 18) • ka-ang ()9 mg 18) • brokoli (). mg )8) • susu (/9 mg )8) +ekurangan Vitamin A (Defisiensi) &an"a'tan"a (ekurangan Vitamin A :ernah dengar berat ba"i lahir rendah; :asti !ernah kan. $ah, berat ba"i lahir rendah "ang teradi da!at memun-ulkan adan"a kekurangan vitamin A. +arena ba"i dengan berat rendah, dimana berat badan ba"i kurang dari /,3 +g lebih mudah teran-am kekurangan vitamin A. :ada !erkembangan umurn"a ika sang ba"i tidak segera ditangani menda!atkan asu!an vitamin A, !en"akit se!erti rabun sena, 6emeralo!ia "ang timbul karena menurunn"a kemam!uan sel basilus !ada %aktu sena > Bintik bitot (kerusakan !ada retina) > #eroftalmia (kornea mata mengering karena terganggun"a kelenar air mata) > +eratomalasi (kornea mata rusak sama sekali karena berkurangn"a !roduksi min"ak meibom) > Frinoderma (kulit kaki dan tangan bersisik karena !embentukan e!itel kulit terganggu) > :endarahan !ada sela!ut usus, ginal, dan !aru&!aru karena rusakn"a e!itel organ > :roses !ertumbuhan terhenti Vitamin A de3i2ien2y From *ikipedia# the 3ree en2y2lopedia Vita-in A ,e7+ien+y Classifcation and external resources I4D589 F .+ I4D5: -'A.$ DiseasesD' #0$+- eMe,i+ine med/-0L# MeS$ D+#AL+- itamin A 2e.i5ien51 is a la2k o3 vitamin A in humans. .t is 2ommon in poorer 2ountries but rarely seen in more developed 2ountries. 0ight blindnessis one o3 the 3irst signs o3 vitamin A de3i2ien2y. Gerophthalmia# keratomala2ia# and 2omplete blindness 2an also o22ur sin2e Vitamin A has a major role in phototransdu2tion. Approximately -/!#!!! to /!!#!!! malnourished 2hildren in the developing world go blind ea2h year 3rom a de3i2ien2y o3 vitamin A# approximately hal3 o3 whom die within a year o3 be2oming blind. =he ?nited 0ations Spe2ial Session on @hildren in -!!- set the elimination o3 vitamin A de3i2ien2y by -!1!. =he prevalen2e o3 night blindness due to vitamin A de3i2ien2y is also high among pregnant women in many developing 2ountries. Vitamin A de3i2ien2y also 2ontributes to maternal mortality and other poor out2omes in pregnan2y and la2tation. S1TS-TS1TS:T Vitamin A de3i2ien2y also diminishes the ability to 3ight in3e2tions. .n 2ountries where 2hildren are not immuni%ed# in3e2tious disease like measleshave higher 3atality rates. As elu2idated by (r. Al3red Sommer# even mild# sub2lini2al de3i2ien2y 2an also be a problem# as it may in2rease 2hildrencs risk o3 developing respiratory and diarrheal in3e2tions# de2rease growth rate# slow bone development# and de2rease likelihood o3 survival 3rom serious illness. Vitamin A de3i2ien2y is estimated to a33e2t approximately one third o3 2hildren under the age o3 3ive around the world. S/T .t is estimated to 2laim the lives o3 AJ!#!!! 2hildren under 3ive annually. SAT Approximately -/!#!!!" /!!#!!! 2hildren in developing 2ountries be2ome blind ea2h year owing to vitamin A de3i2ien2y# with the highest prevalen2e in Southeast Asia and A3ri2a. A22ording to the *orld +ealth 'rgani%ation )*+',# vitamin A de3i2ien2y is under 2ontrol in the ?nited States# but in developing 2ountries vitamin A de3i2ien2y is a signi3i2ant 2on2ern. C)ntent/ ShideT • 1 Signs and symptoms • - @auses • 1 5ates o3 in3e2tion • : =reatment • / 9lobal .nitiatives • A 4pidemiology • J See also • 5e3eren2es • 9 Further reading • 1! 4xternal links Sign/ an2 /1m9t)m/:e2it< 7ost 2ommon 2ause o3 blindness in developing 2ountries is vitamin A de3i2ien2y )VA(,. =he *orld +ealth 'rgani%ation )*+', estimates 11. million 2hildren to have some degree o3 visual loss related to VA(. SJT 0ight blindness and its worsened 2ondition# xerophthalmia# are markers o3 VA(# as VA( 2an also lead to impaired immune 3un2tion# 2an2er# and birth de3e2ts. @olle2tions o3 keratin in the 2onjun2tiva# known as Z6itotcs Spots#Z are also seen. 0ight blindness is the di33i2ulty 3or the eyes to adjust to dim light. A33e2ted individuals are unable to distinguish images in low levels o3 illumination. &eople with night blindness have poor vision in the darkness# but see normally when ade\uate light is present. VA( a33e2ts vision by inhibiting the produ2tion o3 rhodopsin# the eye pigment responsible 3or sensing low light situations. 5hodopsin is 3ound in the retina and is 2omposed o3 retinal )an a2tive 3orm o3 vitamin A, and opsin )a protein,. 6e2ause the body 2annot 2reate retinal in su33i2ient amounts# a diet low in vitamin A will lead to a de2reased amount o3 rhodopsin in the eye# as there is inade\uate retinal to bind with opsin. 0ight blindness results. 0ight blindness 2aused by VA( has been asso2iated with the loss o3 goblet 2ells in the 2onjun2tiva# a membrane 2overing the outer sur3a2e o3 the eye. 9oblet 2ells are responsible 3or se2retion o3 mu2us# and their absen2e results in xerophthalmia# a 2ondition where the eyes 3ail to produ2e tears. (ead epithelial and mi2robial 2ells a22umulate on the 2onjun2tiva and 3orm debris that 2an lead to in3e2tion and possibly blindness. ST (e2reasing night blindness re\uires the improvement o3 vitamin A status in at risk populations. Supplements and 3orti3i2ation o3 3ood have been shown to be e33e2tive interventions. Supplement treatment 3or night blindness in2ludes high doses o3 vitamin A )-!!#!!! .?, in the 3orm o3 retinyl palmitate to be taken by mouth# whi2h is administered two to 3our times a year. S9T .ntramus2ular inje2tions are poorly absorbed and are ine33e2tive in delivering su33i2ient bio"available vitamin A. Forti3i2ation o3 3ood with vitamin A is 2ostly# but 2an be done in wheat# sugar# and milk. S1!T +ouseholds may 2ir2umvent expensive 3orti3ied 3ood by altering dietary habits. @onsumption o3 yellow"orange 3ruits and vegetables ri2h in 2arotenoids# spe2i3i2ally beta 2arotene# provides pro"vitamin A pre2ursors that will prevent VA( related night blindness. Ca0/e/:e2it< &revalen2e o3 vitamin A de3i2ien2y. Sour2eB *+' =he major 2ause is roughage whi2h in2lude 3ew animal sour2es o3 pre"3ormed vitamin A. .n addition to dietary problems# there are other 2auses o3 vitamin A de3i2ien2y. .ron de3i2ien2y 2an a33e2t vitamin A uptake. 4x2ess al2ohol 2onsumption 2an deplete vitamin A# and a stressed liver may be more sus2eptible to vitamin A toxi2ity. &eople who 2onsume large amounts o3 al2ohol should seek medi2al advi2e be3ore taking vitamin A supplements. .n general# people should also seek medi2al advi2e be3ore taking vitamin A supplements i3 they have any 2ondition asso2iated with 3at malabsorption su2h as pan2reatitis# 2ysti2 3ibrosis#tropi2al sprue d biliary obstru2tion. Rate/ ). in.e5ti)n:e2it< Along with poor diet there is a large amount o3 in3e2tion and disease present in many developing 2ommunities. .n3e2tion is very draining on vitamin A reserves and this vitamin A de3i2it leaves the individual more sus2eptible to in3e2tion )@ombs# 1991,U in2reased do2umentation o3 xerophthalmia has been seen a3ter an outbreak o3 measles and the varying stages o3 xerophthalmia be2ome a good re3eren2e point 3or the extent o3 de3i2ien2y )with mortality in2reasing with severity o3 the eye disease,. .n a longitudinal study o3 pres2hool .ndonesian 2hildren it was 3ound that sus2eptibility to disease in2reased nine times when severe VA( was present )(ole -!!9,. =he reason 3or the in2reased in3e2tion rate in vitamin A de3i2ient populations is due to the ="killer 2ells whi2h re\uire retinoids to proli3erate 2orre2tly )Athanassiades191,. 5etinoi2 a2id binds the promoter region o3 spe2i3i2 genes and so a2tivates the trans2ription pro2ess and there3ore 2ell repli2ation )6aron 191,. A vitamin A de3i2ient diet will have a very limited surplus o3 retinol and so 2ell proli3eration and repli2ation will be suppressed# 2ontributing to a redu2ed number o3 ="2ells and lympho2ytes. Suppression o3 these will result in a la2k o3 immune rea2tion i3 pathogens be2ome present in the body and 2onse\uently a greater sus2eptibility to in2ubation o3 disease. VA( and in3e2tions aggravate ea2h other and there3ore with in3e2tion the vitamin A levels are depleted whi2h in turn redu2es intestinal absorption o3 vitamin A )*+' 19-,. Very o3ten seen with vitamin A de3i2ien2y is protein energy malnutrition )&47,. *ith &47 the synthesis o3 retinol binding protein )56&, is de2reased# 2onse\uently the uptake o3 retinol is redu2ed )@ombs# 1991,. =his leads to an inability to utilise any vitamin A present as the 56& is absent and so the retinol 2annot be transported to the liver maximising the VA( ).kekpea%u -!1!,. Treatment:e2it< =reatment o3 vitamin A de3i2ien2y 2an be undertaken with both oral and inje2table 3orms# generally as vitamin A palmitate. • As an oral 3orm# the supplementation o3 vitamin A is e33e2tive 3or lowering the risk o3 morbidity# espe2ially 3rom severe diarrhea# and redu2ing mortality 3rom measles and all"2ause mortality. Studies have shown that vitamin A supplementation o3 2hildren under 3ive who are at risk o3 vitamin A de3i2ien2y 2an redu2e allM2ause mortality by -1 per 2ent. S11T Some 2ountries where vitamin A de3i2ien2y is a publi2 health problem address its elimination by in2luding vitamin A supplements available in 2apsule 3orm with 0ational .mmuni%ation (ays )0.(s, 3or polio eradi2ation or measles. Vitamin A 2apsules 2ost about ?Se!.!-. =he 2apsules are easy to handleU they don_t need to be stored in a re3rigerator or va22ine 2arrier. *hen the 2orre2t dosage is given#vitamin A is sa3e and has no negative e33e2t on sero2onversion rates 3or 'ral &olio Va22ine or measles va22ine. +owever# be2ause the bene3it o3 vitamin A supplements is transient# 2hildren need them regularly every 3our to six months. Sin2e 0.(s provide only one dose per year# 0.(s"linked vitamin A distribution must be 2omplemented by other dose programs to maintain vitamin A in 2hildren S1-T S11T 7aternal high supplementation bene3its both mother and breast"3ed in3antB high dose vitamin A supplementation o3 the la2tating mother in the 3irst month postpartum 2an provide the breast"3ed in3ant with an appropriate amount o3 vitamin A through breast milk. +owever# high"dose supplementation o3 pregnant women should be avoided be2ause it 2an 2ausemis2arriage and birth de3e2ts. S1:T • Food 3orti3i2ation is also use3ul 3or improving vitamin A de3i2ien2y. A variety o3 oily and dry 3orms o3 the retinol esters# retinyl a2etates and retinyl palmitate are available 3or 3ood 3orti3i2ation o3vitamin A. 7argarine and oil are the ideal 3ood vehi2les 3or vitamin A 3orti3i2ation. =hey prote2t vitamin A 3rom oxidation during storage and prompt absorption o3 vitamin A. ["2arotene and retinyl a2etate or retinyl palmitate are used as a 3orm o3 vitamin A 3or vitamin A 3orti3i2ation o3 3at"based 3oods. Forti3i2ation o3 sugar with retinyl palmitate as a 3orm o3 vitamin A has been used extensively throughout @entral Ameri2a. @ereal 3lours# milk powder# and li\uid milk are also used as 3ood vehi2les 3or vitamin A 3orti3i2ation. S1/TS1AT 9eneti2 engineering is another method o3 3ood 3orti3i2ation# and this has been a2hieved with golden ri2e# S1JTS1T but opposition to geneti2ally modi3ied 3oods has prevented its use as o3 Culy -!1-. • (ietary diversi3i2ation 2an also 2ontrol vitamin A de3i2ien2y. 0on"animal sour2es o3 vitamin A whi2h 2ontain pre"3ormed vitamin A a22ount 3or greater than !H o3 intake 3or most individuals in the developing world. =he in2rease in 2onsumption o3 vitamin A"ri2h 3oods o3 animal origin in addition to 3ruits and vegetables has bene3i2ial e33e2ts on vitamin A de3i2ien2y. S19T 5esear2hers at the Agri2ultural 5esear2h Servi2e have been able to identi3y geneti2 se\uen2es in 2orn that are asso2iated with higher levels o3 beta"2arotene# the pre2ursor to vitamin A. =hey 3ound that breeders 2an 2ross 2ertain variations o3 2orn to produ2e a 2rop with an 1"3old in2rease in beta"2arotene. Su2h advan2ements in nutritional plant breeding 2ould one day aid in the illnesses related to vitamin A de3i2ien2y in developing 2ountries. S-!T G4)*a4 Initiative/:e2it< 9lobal e33orts to support national governments in addressing vitamin a de3i2ien2y are led by the 9lobal Allian2e 3or Vitamin A )9AVA,# whi2h is an in3ormal partnership between A-f# the @anadian .nternational (evelopment Agen2y# +elen $eller .nternational# 7i2ronutrient .nitiative# ?0.@4F# ?SA.(# and the *orld 6ank. Coint 9AVA a2tivity is 2oordinated by the 7i2ronutrient .nitiative. Vitamin Angels has 2ommitted itsel3 to eradi2ating 2hildhood blindness due to Vitamin A de3i2ien2y on the planet by the year -!-!. 'peration -!;-! was laun2hed in -!!J and will 2over 1 2ountries. =he program gives 2hildren two high dose vitamin A and anti"parasiti2 supplements )twi2e a year 3or 3our years,# whi2h provides 2hildren with enough o3 the nutrient during their most vulnerable years in order to prevent them 3rom going blind and su33ering 3rom other li3e"threatening diseases 2aused by Vitamin A (e3i2ien2y. S-1T About J/ per 2ent o3 the vitamin A re\uired 3or supplementation a2tivity by developing 2ountries is supplied by the 7i2ronutrient .nitiative with support 3rom the @anadian .nternational (evelopment Agen2y. S--T An estimated 1.-/ million deaths due to vitamin A de3i2ien2y have been averted in :! 2ountries sin2e 199. S-1T .n -!! it was estimated that an annual investment o3 ?SeA! million in vitamin A and %in2 supplementation 2ombined would yield bene3its o3 more than ?Se1 billion per year# with every dollar spent generating bene3its o3 more than ?Se1J. S-:T =hese 2ombined interventions were ranked by the @openhagen @onsensus -!! as the world_s best development investment. S-:T V.=A7.0 A (4F.@.40@E B1 !enni.er Brett% N.D. C)mment/ Vitamin A de3i2ien2y is 2ommon in the ?nited States among low"in2ome groups. @hildren are espe2ially vulnerable be2ause they are still growing rapidly. &eople who eat very"low"3at diets and who limit their 2onsumption o3 liver# dairy 3oods and dark green vegetables# and those who experien2e 3at malabsorption 3rom 2onditions like 2elia2 disease or in3e2tious hepatitis 2an also be2ome de3i2ient in vitamin A. A %in2 de3i2ien2y 2an also trigger a vitamin A de3i2ien2y by making it di33i2ult to use the bodycs own stores o3 the vitamin. An early warning sign o3 vitamin A de3i2ien2y is the inability to see well in the dark# a 2ondition 2alled night blindness. .3 the de3i2ien2y is not 2orre2ted# the outer layers o3 the eyes be2ome dry# thi2kened# and 2loudy# eventually leading to blindness i3 le3t untreated. Vitamin A de3i2ien2y also 2auses dry and rough skin# making it take on a kind o3 Zgoose 3leshZ appearan2e. .n addition# one 2an be2ome more sus2eptible to in3e2tious diseases. =hatcs be2ause a la2k o3 vitamin A damages the lining o3 the gastrointestinal and respiratory tra2ts# so they 2anct a2t as e33e2tive barriers against ba2teria. .n3e2tions o3 the vagina and the urinary tra2t are also more likely. =reatment 3or 2hildren with xerophthalmia starts with large doses o3 vitamin A# de2reasing to smaller amounts a3ter a 3ew days. 6lindness 2an be averted i3 treatment is started be3ore too mu2h eye damage has o22urred. (iseases su2h as obstru2tive jaundi2e or 2ysti2 3ibrosis 2ause poor absorption o3 dietary 3at and the 3at"soluble vitamins. So even i3 people with these diseases 2onsume ade\uate vitamin A# they may still develop a de3i2ien2y be2ause o3 poor absorption. =o over2ome this obsta2le# patients 2an take large amounts o3 a water"soluble 3orm o3 vitamin A. A disease a22ompanied by prolonged 3ever# su2h as in3e2tious hepatitis or rheumati2 3ever# 2an rapidly deplete the livercs reserves o3 vitamin A. As part o3 the treatment# a do2tor may pres2ribe this vitamin in amounts greater than the 5(A to prevent de3i2ien2y. fin2 is needed to transport vitamin A# so %in2 may also be re2ommended at low levels. Dietar1 Re=0irement/ =he 5e2ommended (ietary Allowan2e )5(A, 3or vitamin A is 9!! retinol e\uivalents )54, 3or men and J!! 54 3or women. 5etinol e\uivalents are the pre3erred measure 3or vitamin A# be2ause this method takes into a22ount both 3orms o3 the vitamin "" retinol and 2arotenoids. 'ne 54 is e\ual to 1.11 international units ).?, o3 retinol or 1! .? o3 beta"2arotene or 1- .? o3 mixed 2arotenes. Assuming you get the vitamin 3rom both sour2es# the 5(As are e\uivalent to about /#!!! .? 3or men and :#!!! .? 3or women. .tcs not ne2essary to obtain the 5(A amount 3or vitamin A ea2h day. 6e2ause vitamin A is not soluble in water# you do not ex2rete ex2ess amounts o3 the vitamin. =he liver stores vitamin A# and the body 2an tap into the reserves whenever dietary intake is too low. For most adults it takes months to deplete stored amounts. As long as you have a well"balan2ed diet that in2ludes milk and yellow" orange and green vegetables# your overall intake should be su33i2ient to provide the vitamin A your body needs. Stri2t vegetarians# su2h as vegans# 2an obtain su33i2ient vitamin A i3 they eat a lot o3 pigmented vegetables. .3 you 2hoose to take vitamin A supplements to get your daily re\uirements# make sure you donct overdo it "" too mu2h vitamin A 2an be toxi2. =his in3ormation is solely 3or in3ormational purposes. .= .S 0'= .0=40(4( =' &5'V.(4 74(.@A8 A(V.@4. 0either the 4ditors o3 @onsumer 9uide )5,# &ubli2ations .nternational# 8td.# the author nor publisher take responsibility 3or any possible 2onse\uen2es 3rom any treatment# pro2edure# exer2ise# dietary modi3i2ation# a2tion or appli2ation o3 medi2ation whi2h results 3rom reading or 3ollowing the in3ormation 2ontained in this in3ormation. =he publi2ation o3 this in3ormation does not 2onstitute the pra2ti2e o3 medi2ine# and this in3ormation does not repla2e the advi2e o3 your physi2ian or other health 2are provider. 6e3ore undertaking any 2ourse o3 treatment# the reader must seek the advi2e o3 their physi2ian or other health 2are provider. Nutritin • ?utrition home • ?utrition topics • Databases • /ublications • 9ollaborating centres • Begional oNces • About us Mi+rnutrient ,e7+ien+ies Vita-in A ,e7+ien+y A .e0 salient .a+ts • An estimated -.+ million preschool children are vitamin A deEcient and it is likely that in vitamin A deEcient areas a substantial proportion o* pregnant women is vitamin A deEcient. • An estimated -.+ +++ to .++ +++ vitamin A&deEcient children become blind every year, hal* o* them dying within #- months o* losing their sight. The +hallen!e Vitamin A deEciency (VAD% is the leading cause o* preventable blindness in children and increases the risk o* disease and death *rom severe in*ections. 1n pregnant women VAD causes night blindness and may increase the risk o* maternal mortality. Vitamin A deEciency is a public health problem in more than hal* o* all countries, especially in A*rica and South&Fast Asia, hitting hardest young children and pregnant women in low& income countries. 9rucial *or maternal and child survival, supplying adeOuate vitamin A in high&risk areas can signiEcantly reduce mortality. 9onversely, its absence causes a needlessly high risk o* disease and death. • Ior children, lack o* vitamin A causes severe visual impairment and blindness, and signiEcantly increases the risk o* severe illness, and even death, *rom such common childhood in*ections as diarrhoeal disease and measles. • Ior pregnant women in high&risk areas, vitamin A deEciency occurs especially during the last trimester when demand by both the unborn child and the mother is highest. 8he motherPs deEciency is demonstrated by the high prevalence o* night blindness during this period. 8he impact o* VAD on mother&to&child !1V transmission needs *urther investigation. The respnse; plantin! the see,s< +ultivatin! the !ar,en !"Ps goal is the worldwide elimination o* vitamin A deEciency and its tragic conseOuences, including blindness, disease and premature death. 8o success*ully combat VAD, short&term interventions and proper in*ant *eeding must be backed up by long&term sustainable solutions. 8he arsenal o* nutritional Qwell&being weaponsG includes a combination o* breast*eeding and vitamin A supplementation, coupled with enduring solutions, such as promotion o* vitamin A&rich diets and *ood *ortiEcation. !"/?!D 8he impact o* this single supplementation on childhood mortality is as great or greater than that o* any one vaccine 4 and it costs only a couple o* cents a dose. Planting the seeds 8he basis *or li*elong health begins in childhood. Vitamin A is a crucial component. Since breast milk is a natural source o* vitamin A, promoting breast*eeding is the best way to protect babies *rom VAD. Ior deEcient children, the periodic supply o* high&dose vitamin A in swi*t, simple, low&cost, high&beneEt interventions has also produced remarkable results, reducing mortality by -0, overall and by up to .+, *or acute measles suRerers. /lanting these QseedsG between ' months and ' years o* age can reduce overall child mortality by a Ouarter in areas with signiEcant VAD. !owever, because breast*eeding is time&limited and the eRect o* vitamin A supplementation capsules lasts only A&' months, they are only initial steps towards ensuring better overall nutrition and not long&term solutions. 9ultivating the garden, both literally and Eguratively, is the ne)t phase necessary to achieve long&term results. Iood *ortiEcation takes over where supplementation leaves oR. Iood *ortiEcation, *or e)ample sugar in Duatemala, maintains vitamin A status, especially *or high&risk groups and needy *amilies. Ior vulnerable rural *amilies, *or instance in A*rica and South&Fast Asia, growing *ruits and vegetables in home gardens complements dietary diversiEcation and *ortiEcation and contributes to better li*elong health. Partnerships for progress 1n #$$L !" and its partners 4 :?19FI, the 9anadian 1nternational Development Agency, the :nited States Agency *or 1nternational Development and the ;icronutrient 1nitiative 4 launched the Vitamin A Dlobal 1nitiative. 1n addition, over the past *ew years, !", :?19FI and others have provided support to countries in delivering vitamin A supplements. Se+n,ary vita-in A ,e7+ien+y • 8his occurs where there are problems in converting carotene to vitamin A, or reduced absorption, storage, or transport o* vitamin A. • 8his occurs in coeliac disease, tropical sprue,giardiasis, cystic Ebrosis, other pancreatic disease,cirrhosis, duodenal bypass surgery, and bile duct obstruction. Fpidemiology • it is rare in the :2, S - T but is e)tremely common in developing countries, especially A*rica, Asia and the estern /aciEc. • 6etween #++ and #A+ million children are vitamin A deEcient7 -.+,+++&.++,+++ o* these children become blind every year and hal* o* these die within #- months o* losing their sight. • 1n pregnant women, vitamin A deEciency occurs especially in the last trimester (demand by *etus and mother is highest%. S 0 T • "ther risk *actors *or vitamin A deEciency include5 S A T • Iat malabsorption, cholestasis, inVammatory bowel disease, cystic Ebrosis,pancreatic insuNciency or *ollowing small&bowel bypass surgery. • Vegan diet. • Alcoholism. • 8oddlers and preschool children living below the poverty line. • Becent immigrants or re*ugees *rom developing countries. /resentation S ? T ;ild *orms o* vitamin A deEciency may cause no symptoms. !owever, there may still be an increased risk o* developing respiratory in*ections and gastroenteritis, and delayed growth and bone development. 8here is also a risk o* in*ertility secondary to impaired spermatogenesis, and an increased risk o* miscarriage. Iatigue may present as a conseOuence o* vitamin A deEciency anaemia. • Fye and vision5 pathognomonic changes occur in the eye (usually bilateral, although may be o* diRering degrees%5 • /oor adaptation to darkness & night blindness. • 2eratomalacia (thinning and ultimately ulceration o* the cornea & colliOuative necrosis%. • 9onjunctival dryness, corneal dryness, )erophthalmia. • 6itotUs spots (areas o* abnormal sOuamous cell proli*eration and keratinisation o* the conjunctiva, causing oval, triangular or irregular *oamy patches on the white o* the eye%. S - T • 9orneal per*oration. • 6lindness due to structural damage to the retina. • Skin and hair5 • Dry skin, dry hair, pruritus. • 6roken Engernails. • Iollicular hyperkeratosis secondary to blockage o* hair *ollicles, with plugs o* keratin. • "ther less speciEc changes include5 • 2eratinisation o* mucous membranes. • 1ncreased susceptibility to in*ection (due to impairment o* the humoral and cell&mediated immunity%. • Skin changes (*ollicular hyperkeratosis% are also common. 1nvestigations S ? T • Serum retinol study is costly. Serum retinol&binding protein study is easier to per*orm and less e)pensive. • Winc level (3inc deEciency inter*eres with production o* retinol&binding protein%. • 1ron studies (iron deEciency can aRect the metabolism o* vitamin A%. • I695 anaemia and in*ection may occur. • Benal *unction tests, electrolytes and &rays o* the long bones may be use*ul to evaluate bone growth and *or e)cessive deposition o* periosteal bone. • Dark&adaptation threshold should be tested. DiRerential diagnosis S ? T • !ypothyroidism • Winc deEciency #atient#lus • 8rachoma • Dry Fyes ;anagement • 8reatment *or subclinical vitamin A deEciency includes the consumption o* vitamin A&rich *oods & *or e)ample, liver, bee*, chicken, eggs, *ortiEed milk, carrots, mangoes, sweet potatoes and lea*y green vegetables. S A T • Dood animal sources o* vitamin A include liver, egg yolks, whole milk, animal butter and whole small Esh (with liver intact%. • Animal sources, including vitamin A in breast milk, are more bioavailable than vegetable sources, which include carrots and other orange/yellow *ruits and vegetables, and dark green lea*y vegetables. S 0 T Dru!s • Ior clinically evident vitamin A deEciency, treatment includes daily oral vitamin A supplements5 S A T • 9hildren aged 0 years or younger & '++ micrograms (-,+++ 1:%. • 9hildren aged A&L years & $++ micrograms (0,+++ 1:%. • 9hildren aged $� years & #,(++ micrograms (.,''. 1:%. • 9hildren aged #A&#L years & -,L++ micrograms ($,00. 1:%. • All adults & 0,+++ micrograms (#+,+++ 1:%. • 8herapeutic doses *or severe disease include '+,+++ micrograms (-++,+++ 1:%, which have been shown to reduce child mortality rates by 0.&(+,. • ;assive overdose o* vitamin A can cause rough skin, dry hair, an enlarged liver, and a raised erythrocyte sedimentation rate and raised serum calcium and serum alkaline phosphatase concentrations. S . T • 1n view o* evidence suggesting that high levels o* vitamin A may cause birth de*ects, women who are (or may become% pregnant are advised neither to take vitamin A supplements (including tablets and Esh&liver oil drops%, e)cept on medical advice, nor to eat liver or products such as liver patX or liver sausage. S . T /rognosis /rognosis is good i* patients are treated when the deEciency is subclinical. ;orbidity increases once blindness has progressed. 1rreversible conditions include punctate keratopathy, keratomalacia, and corneal per*oration. S A T • Ior patients with early mild eye problems, prompt treatment can result in *ull preservation o* sight without residual impairment (heals completely within a *ew weeks%. • 1n the developing world, because a severe degree o* vitamin A deEciency is o*ten accompanied by severe generalised malnutrition, death is the most likely outcome. ;ortality in in*ants with severe vitamin A deEciency is up to .+,. • "nly about A+, o* patients with corneal )erophthalmia are alive one year later (-., are totally blind, and the remainder partially blind%. /revention S ? T • /!!#!!! 2hildren be2ome vi2tims o3 vitamin A de3i2ien2y. +al3 o3 these kids then die within a year o3 losing their sight. =he number o3 2hildren who su33er 3rom it every year and are under the age o3 3ive is AJ!#!!!. .n order to understand the impli2ations# 2auses and treatment o3 Vitamin A de3i2ien2y 2ompletely# let_s go through them step by step in this arti2le. Symptoms o3 Vitamin A (e3i2ien2y .mage @redit B httpB;;wa2ky/.2om;2orneal"per3oration"3ormation"o3"3alse"2ornea.html =here are many symptoms o3 Vitamin A de3i2ien2y through whi2h one 2an dete2t low levels o3 Vitamin A in the body. =hese symptoms are as 3ollows# • 5edu2ed vision in the night or dim lightU whi2h means that they will not be able to distinguish outlines o3 images in redu2ed illumination. =hey might however still go on to see normally during day light hours until the night blindness turns into some other severe 3orm. • (ry eyes whi2h 2ould also lead to xeropthalmiaU this is a severe 3orm o3 night blindness in whi2h the outer membrane o3 the eye# known as 2onjun2tiva loses its goblet 2ells. =hese 2ells per3orm to release mu2us in the eye# to keep it lubri2ated. =he loss o3 goblet 2ells results in this 2ondition > xeropthalmia in whi2h the eye 2an no longer produ2e tears. =hese dead or lost 2ells 2an even a22umulate on the outer layer o3 the eye resembling a 3orm o3 debris. =his debris 2an easily lead to blindness or any other in3e2tion. • 4ye in3lammation 2an also result 3rom Vitamin A de3i2ien2y. 6e2ause o3 the in3lammation# the eyelids and surrounding tissues along with eyes 2an get a33e2ted. =his may in2lude 2orneal in3lammation as well. • =he 2hild or adult may experien2e sus2eptibility towards respiratory in3e2tion and urinary in3e2tions. • 9rowth 2an be halted in 2hildren due to vitamin A de3i2ien2y. • Skin might also show signs o3 Vitamin A de3i2ien2y. For example it may get rough and;or dry. @auses o3 Vitamin A (e3i2ien2y =he best way to eradi2ate a problem is to dis2over what is 2ausing it. Vitamin A de3i2ien2y# as is apparent 3rom above"state in3ormation 2an lead to some serious health issues. .t is important that everyone and espe2ially pregnant mothers know about this as their vitamin A de3i2ien2y a33e2ts two people. Following is a list o3 some dire2t and indire2t 2auses o3 Vitamin A de3i2ien2y. • '3 2ourse the biggest reason behind Vitamin A de3i2ien2y is malnutrition. &eople who have a low intake o3 animal 3oods usually are at a risk o3 this de3i2ien2y. Animal 3ood produ2ts and some vegetables are a ri2h sour2e o3 Vitamin A. • 6reast milk 2ontains good amount o3 Vitamin A 3or newborns. =he mothers who don_t breast 3eed their 2hildren put them at a risk o3 developing Vitamin A de3i2ien2y. • .3 a pregnant or la2tating mother is Vitamin A de3i2ient then the newborn baby is very likely going to be vitamin A de3i2ient as well. • 7al"absorption o3 vitamin A by the body 2an also lead to its de3i2ien2y. .t 2an be due to sprue# 2elia2 disease# obstru2tive jaundi2e# 2irrhosis# giardiasis# 2ysti2 3ibrosis or an over use o3 mineral oil as laxative. • 'ver ex2retion o3 urine is also known to 2ause Vitamin A de3i2ien2y. 7assive ex2retion 2an be 2aused by tuber2ulosis# ?=.# 2an2er# pneumonia and nephritis. • 8a2k o3 storage ability o3 Vitamin A by the body resulting 3rom hepati2 disease also 2auses vitamin A de3i2ien2y. =reatment o3 Vitamin A (e3i2ien2y Vitamin A de3i2ien2y 2an be treated i3 the state has not worsened 3or whi2h early diagnosis matters a lot. • A diet whi2h is ri2h in Vitamin A is usually the treatment and the best prevention method o3 vitamin A de3i2ien2y. 8iver# kidney# milk# 2heese# 2ream and butter are ri2h sour2es o3 Vitamin A. Vitamin A 2an also be absorbed in the body through @arotene whi2h is 3ound in vegetables whi2h have dark green vegetables. Vitamin A is also said to be present in 3ruits and vegetables that are yellow and orange in 2olor. • Food 3orti3i2ation also helps improve 3ood \uality. A lot o3 3ood stu33 is 3orti3ied with Vitamin A to 2ountera2t the vitamin A de3i2ien2y. 6oth dry and oily 3orms o3 retinol a2etates# retinylpalmitate and retinal esters 2an be added to 3orti3y the produ2t with Vitamin A. =hey are usually added to 2ooking oil and margarine. 'ther than the oil and margarine# Vitamin A is also added to sugar# 2ereals and milk;milk powder. .3 vitamin A de3i2ien2y is dete2ted then it is imperative that one should start taking 3ood produ2ts that are naturally ri2h in Vitamin A and those that have been 3orti3ied with it. • Vitamin A 2an also be taken through medi2ation in oral and inje2table 3orms. 'rally they 2an be taken as supplements a3ter meals or with meals. &eople who are su33ering 3rom intense vitamin A de3i2ien2y 2an be given vitamin A solution ..7. or a\ueous ..V. supplement. A good physi2ian will re2ommend what treatment is best at di33erent stages o3 vitamin A de3i2ien2y and 3or di33erent age groups. =his arti2le will help you identi3y i3 you or someone in your 3amily is su33ering 3rom vitamin A de3i2ien2y. .3 it is true or i3 it is suspe2ted then it should be reported to the do2tor immediately. *ntr'du0ti'n See Pui0kHa0ts f'r eas(-t'-read fa0ts ab'ut /itamin A. /itamin A is the name 'f a gr'up 'f fat-s'luble retin'ids, in0luding retin'l, retinal, retin'i0 a0id, and retin(l esters Q+-IR. /itamin A is inv'lved in immune fun0ti'n, visi'n, repr'du0ti'n, and 0ellular 0'mmuni0ati'n Q+,.,5R. /itamin A is 0riti0al f'r visi'n as an essential 0'mp'nent 'f rh'd'psin, a pr'tein that abs'rbs light in the retinal re0ept'rs, and be0ause it supp'rts the n'rmal differentiati'n and fun0ti'ning 'f the 0'njun0tival membranes and 0'rnea Q2-.R. /itamin A als' supp'rts 0ell gr'&th and differentiati'n, pla(ing a 0riti0al r'le in the n'rmal f'rmati'n and maintenan0e 'f the heart, lungs, kidne(s, and 'ther 'rgans Q2R. T&' f'rms 'f vitamin A are available in the human diet6 pref'rmed vitamin A "retin'l and its esterified f'rm, retin(l ester% and pr'vitamin A 0ar'ten'ids Q+-5R. 2ref'rmed vitamin A is f'und in f''ds fr'm animal s'ur0es, in0luding dair( pr'du0ts, fish, and meat "espe0iall( liver%. )( far the m'st imp'rtant pr'vitamin A 0ar'ten'id is beta-0ar'tene7 'ther pr'vitamin A 0ar'ten'ids are alpha-0ar'tene and beta-0r(pt'3anthin. The b'd( 0'nverts these plant pigments int' vitamin A. )'th pr'vitamin A and pref'rmed vitamin A must be metab'li1ed intra0ellularl( t' retinal and retin'i0 a0id, the a0tive f'rms 'f vitamin A, t' supp'rt the vitamin5s imp'rtant bi'l'gi0al fun0ti'ns Q2,IR. ther 0ar'ten'ids f'und in f''d, su0h as l(0'pene, lutein, and 1ea3anthin, are n't 0'nverted int' vitamin A. The vari'us f'rms 'f vitamin A are s'lubili1ed int' mi0elles in the intestinal lumen and abs'rbed b( du'denal mu0'sal 0ells Q5R. )'th retin(l esters and pr'vitamin A 0ar'ten'ids are 0'nverted t' retin'l, &hi0h is '3idi1ed t' retinal and then t' retin'i0 a0id Q2R. M'st 'f the b'd(5s vitamin A is st'red in the liver in the f'rm 'f retin(l esters. Betin'l and 0ar'ten'id levels are t(pi0all( measured in plasma, and plasma retin'l levels are useful f'r assessing vitamin A inade8ua0(. $'&ever, their value f'r assessing marginal vitamin A status is limited be0ause the( d' n't de0line until vitamin A levels in the liver are alm'st depleted QIR. ?iver vitamin A reserves 0an be measured indire0tl( thr'ugh the relative d'se-resp'nse test, in &hi0h plasma retin'l levels are measured bef're and after the administrati'n 'f a small am'unt 'f vitamin A Q5R. A plasma retin'l level in0rease 'f at least 20G indi0ates an inade8uate vitamin A level QI,5,:R. H'r 0lini0al pra0ti0e purp'ses, plasma retin'l levels al'ne are suffi0ient f'r d'0umenting signifi0ant defi0ien0(. A plasma retin'l 0'n0entrati'n l'&er than 0.;0 mi0r'm'lesO? "'r 20 mi0r'grams Qm0gROd?% refle0ts vitamin A inade8ua0( in a p'pulati'n, and 0'n0entrati'ns 'f 0.;0>+.05 mi0r'm'lesO? 0'uld be marginal in s'me pe'ple Q5R. *n s'me studies, high plasma 'r serum 0'n0entrati'ns 'f s'me pr'vitamin A 0ar'ten'ids have been ass'0iated &ith a l'&er risk 'f vari'us health 'ut0'mes, but these studies have n't definitivel( dem'nstrated that this relati'nship is 0ausal. Be0'mmended *ntakes *ntake re0'mmendati'ns f'r vitamin A and 'ther nutrients are pr'vided in the Dietar( Beferen0e *ntakes "DB*s% devel'ped b( the H''d and 4utriti'n )'ard "H4)% at the *nstitute 'f Medi0ine 'f the 4ati'nal A0ademies "f'rmerl( 4ati'nal A0adem( 'f S0ien0es% Q5R. DB* is the general term f'r a set 'f referen0e values used f'r planning and assessing nutrient intakes 'f health( pe'ple. These values, &hi0h var( b( age and gender, in0lude6 • Be0'mmended Dietar( All'&an0e "BDA%6 average dail( level 'f intake suffi0ient t' meet the nutrient re8uirements 'f nearl( all ",;G>,-G% health( individuals. • Ade8uate *ntake "A*%6 established &hen eviden0e is insuffi0ient t' devel'p an BDA and is set at a level assumed t' ensure nutriti'nal ade8ua0(. • : m'nthsT .00 m0g BA< .00 m0g BA< ;>+2 m'nthsT 500 m0g BA< 500 m0g BA< +>I (ears I00 m0g BA< I00 m0g BA< .>- (ears .00 m0g BA< .00 m0g BA< ,>+I (ears :00 m0g BA< :00 m0g BA< +.>+- (ears ,00 m0g BA< ;00 m0g BA< ;50 m0g BA< +,200 m0g BA< +,>50 (ears ,00 m0g BA< ;00 m0g BA< ;;0 m0g BA< +,I00 m0g BA< 5+U (ears ,00 m0g BA< ;00 m0g BA< T Ade8uate *ntake "A*%, e8uivalent t' the mean intake 'f vitamin A in health(, breastfed infants. S'ur0es 'f /itamin A Food 9'n0entrati'ns 'f pref'rmed vitamin A are highest in liver and fish 'ils Q2R. ther s'ur0es 'f pref'rmed vitamin A are milk and eggs, &hi0h als' in0lude s'me pr'vitamin A Q2R. M'st dietar( pr'vitamin A 0'mes fr'm leaf( green vegetables, 'range and (ell'& vegetables, t'mat' pr'du0ts, fruits, and s'me vegetable 'ils Q2R. The t'p f''d s'ur0es 'f vitamin A in the =.S. diet in0lude dair( pr'du0ts, liver, fish, and f'rtified 0ereals7 the t'p s'ur0es 'f pr'vitamin A in0lude 0arr'ts, br'00'li, 0antal'upe, and s8uash Q.,5R. Table 2 suggests man( dietar( s'ur0es 'f vitamin A. The f''ds fr'm animal s'ur0es in Table 2 0'ntain primaril( pref'rmed vitamin A, the plant-based f''ds have pr'vitamin A, and the f''ds &ith a mi3ture 'f ingredients fr'm animals and plants 0'ntain b'th pref'rmed vitamin A and pr'vitamin A. Ta)" 2+ S"ctd Food Sourcs o' Vitamin A ,3. Food mc/ RA4 !r sr$in/ IU !r sr$in/ 0rcnt &V5 S&eet p'tat', baked in skin, + &h'le +,.0I 2-,05- 5:+ )eef liver, pan fried, I 'un0es :,5-2 22,+;5 ... Spina0h, fr'1en, b'iled, V 0up 5;I ++,.5- 22, 9arr'ts, ra&, V 0up .5, ,,+-, +-. 2umpkin pie, 0'mmer0iall( prepared, + pie0e .-- I,;.I 2., 9antal'upe, ra&, V 0up +I5 2,;0: 5. 2eppers, s&eet, red, ra&, V 0up ++; 2,II2 .; Mang's, ra&, + &h'le ++2 2,2.0 .5 )la0k-e(ed peas "0'&peas%, b'iled, + 0up :: +,I05 2: Ta)" 2+ S"ctd Food Sourcs o' Vitamin A ,3. Food mc/ RA4 !r sr$in/ IU !r sr$in/ 0rcnt &V5 Apri0'ts, dried, sulfured, +0 halves :I +,2:+ 25 )r'00'li, b'iled, V 0up :0 +,20- 2. *0e 0ream, Hren0h vanilla, s'ft serve, + 0up 2;- +,0+. 20 9heese, ri0'tta, part skim, + 0up 2:I ,.5 +, T'mat' jui0e, 0anned, W 0up .2 -2+ +: $erring, Atlanti0, pi0kled, I 'un0es 2+, ;I+ +5 Bead(-t'-eat 0ereal, f'rtified &ith +0G 'f the D/ f'r vitamin A, W>+ 0up "m're heavil( f'rtified 0ereals might pr'vide m're 'f the D/% +2;>+., 500 +0 Milk, fat-free 'r skim, &ith added vitamin A and vitamin D, + 0up +., 500 +0 )aked beans, 0anned, plain 'r vegetarian, + 0up +I 2;. 5 +0,000 *= vitamin A, 'ften in the f'rm 'f b'th retin'l and beta-0ar'tene. Ab'ut 2-G>I;G 'f the general p'pulati'n uses supplements 0'ntaining vitamin A Q,R. Adults aged ;+ (ears 'r 'lder and 0hildren ('unger than , are m're likel( than members 'f 'ther age gr'ups t' take supplements 0'ntaining vitamin A. /itamin A *ntakes and Status A00'rding t' an anal(sis 'f data fr'm the 200;>200- 4ati'nal $ealth and 4utriti'n <3aminati'n Surve( "4$A4+,,., f'und that appr'3imatel( 2:G 'f the vitamin A in BA.0G 'f patients &ith 0(sti0 fibr'sis have vitamin A defi0ien0( Q20R. $'&ever, impr'ved pan0reati0 repla0ement treatments, better nutriti'n, and 0al'ri0 supplements have helped m'st patients &ith 0(sti0 fibr'sis be0'me vitamin A suffi0ient Q+,R. Several studies have sh'&n that 'ral supplementati'n 0an 0'rre0t l'& serum beta-0ar'tene levels in pe'ple &ith 0(sti0 fibr'sis, but n' 0'ntr'lled studies have e3amined the effe0ts 'f vitamin A supplementati'n 'n 0lini0al 'ut0'mes in patients &ith 0(sti0 fibr'sis Q+,-2+R. /itamin A and $ealth This se0ti'n f'0uses 'n three diseases and dis'rders in &hi0h vitamin A might pla( a r'le6 0an0er, age- related ma0ular degenerati'n "AMD%, and measles. Cancer )e0ause 'f the r'le vitamin A pla(s in regulating 0ell gr'&th and differentiati'n, several studies have e3amined the ass'0iati'n bet&een vitamin A and vari'us t(pes 'f 0an0er. $'&ever, the relati'nship bet&een serum vitamin A levels 'r vitamin A supplementati'n and 0an0er risk is un0lear. Several pr'spe0tive and retr'spe0tive 'bservati'nal studies in 0urrent and f'rmer sm'kers, as &ell as in pe'ple &h' have never sm'ked, f'und that higher intakes 'f 0ar'ten'ids, fruits and vegetables, 'r b'th are ass'0iated &ith a l'&er risk 'f lung 0an0er Q+,22R. $'&ever, 0lini0al trials have n't sh'&n that supplemental beta-0ar'tene andO'r vitamin A helps prevent lung 0an0er. *n the 9ar'tene and Betin'l - (ears Q2.R. *n the beta-0ar'tene 0'mp'nent 'f the 2h(si0ians5 $ealth Stud(, 22,0;+ male ph(si0ians t''k I25 mg aspirin plus 50 mg beta-0ar'tene, 50 mg beta-0ar'tene plus aspirin pla0eb', I25 mg aspirin plus beta-0ar'tene pla0eb', 'r b'th pla0eb's ever( 'ther da( f'r +2 (ears Q25R. *n all three 'f these studies, taking ver( high d'ses 'f beta-0ar'tene, &ith 'r &ith'ut 25,000 *= retin(l palmitate 'r I25 mg aspirin, did n't prevent lung 0an0er. *n fa0t, b'th the 9ABI0 mgOda(% 'f beta-0ar'tene 'r diets &ith high levels 'f 0ar'ten'id-ri0h f''d f'r l'ng peri'ds are n't ass'0iated &ith t'3i0it(. The m'st signifi0ant effe0t 'f l'ng-term, e30ess beta-0ar'tene is 0ar'ten'dermia, a harmless 0'nditi'n in &hi0h the skin be0'mes (ell'&-'range Q+,22R. This 0'nditi'n 0an be reversed b( dis0'ntinuing beta-0ar'tene ingesti'n. Supplementati'n &ith beta-0ar'tene, &ith 'r &ith'ut retin(l palmitate, f'r 5>- (ears has been ass'0iated &ith an in0reased risk 'f lung 0an0er and 0ardi'vas0ular disease in 0urrent and f'rmer male and female sm'kers and in male 0urrent and f'rmer sm'kers '00upati'nall( e3p'sed t' asbest's Q2.,I-R. *n the AT)9 stud(, beta-0ar'tene supplements "20 mg dail(% &ere als' ass'0iated &ith in0reased m'rtalit(, mainl( due t' lung 0an0er and is0hemi0 heart disease Q2.R. The 9AB+2 m'nths :00 m0g BA< "2,000 *=% :00 m0g BA< "2,000 *=% Ta)" 6+ To"ra)" U!!r Inta7 1$"s (U1s) 'or 0r'ormd Vitamin A ,-.5 A/ Ma" Fma" 0r/nancy 1actation +>I (ears :00 m0g BA< "2,000 *=% :00 m0g BA< "2,000 *=% .>- (ears ,00 m0g BA< "I,000 *=% ,00 m0g BA< "I,000 *=% ,>+I (ears +,;00 m0g BA< "5,::; *=% +,;00 m0g BA< "5,::; *=% +.>+- (ears 2,-00 m0g BA< ",,III *=% 2,-00 m0g BA< ",,III *=% 2,-00 m0g BA< ",,III *=% 2,-00 m0g BA< ",,III *=% +,U (ears I,000 m0g BA< "+0,000 *=% I,000 m0g BA< "+0,000 *=% I,000 m0g BA< "+0,000 *=% I,000 m0g BA< "+0,000 *=% T These =?s, e3pressed in m0g and in *=s "&here + m0g S I.II *=%, 'nl( appl( t' pr'du0ts fr'm animal s'ur0es and supplements &h'se vitamin A 0'mes entirel( fr'm retin'l 'r ester f'rms, su0h as retin(l palmitate. $'&ever, man( dietar( supplements "su0h as multivitamins% d' n't pr'vide all 'f their vitamin A as retin'l 'r its ester f'rms. H'r e3ample, the vitamin A in s'me supplements 0'nsists partl( 'r entirel( 'f beta-0ar'tene 'r 'ther pr'vitamin A 0ar'ten'ids. *n su0h 0ases, the per0entage 'f retin'l 'r retin(l ester in the supplement sh'uld be used t' determine &hether an individual5s vitamin A intake e30eeds the =?. H'r e3ample, a supplement labeled as 0'ntaining +0,000 *= 'f vitamin A &ith :0G fr'm beta-0ar'tene "and theref're .0G fr'm retin'l 'r retin(l ester% pr'vides .,000 *= 'f pref'rmed vitamin A. That am'unt is ab've the =? f'r 0hildren fr'm birth t' +I (ears but bel'& the =? f'r ad'les0ents and adults. *ntera0ti'ns &ith Medi0ati'ns /itamin A 0an intera0t &ith 0ertain medi0ati'ns, and s'me medi0ati'ns 0an have an adverse effe0t 'n vitamin A levels. A fe& e3amples are pr'vided bel'&. *ndividuals taking these and 'ther medi0ati'ns 'n a regular basis sh'uld dis0uss their vitamin A status &ith their health 0are pr'viders. #rlistat rlistat "AlliL, Keni0alL%, a &eight-l'ss treatment, 0an de0rease the abs'rpti'n 'f vitamin A, 'ther fat-s'luble vitamins, and beta-0ar'tene, 0ausing l'& plasma levels in s'me patients QI,R. The manufa0turers 'f Alli and Keni0al re0'mmend en0'uraging patients 'n 'rlistat t' take a multivitamin supplement 0'ntaining vitamin A and beta-0ar'tene, as &ell as 'ther fat-s'luble vitamins Q.0,.+R. !etinoids Several s(ntheti0 retin'ids derived fr'm vitamin A are used 'rall( as pres0ripti'n medi0ines. <3amples in0lude the ps'riasis treatment a0itretin "S'riataneL% and be3ar'tene "TargretinL%, used t' treat the skin effe0ts 'f T-0ell l(mph'ma. Betin'ids 0an in0rease the risk 'f h(pervitamin'sis A &hen taken in 0'mbinati'n &ith vitamin A supplements QI,R. /itamin A and $ealthful Diets The federal g'vernment5s 20+0 Dietary $uidelines for Americans n'tes that Anutrients sh'uld 0'me primaril( fr'm f''ds. H''ds in nutrient-dense, m'stl( inta0t f'rms 0'ntain n't 'nl( the essential vitamins and minerals that are 'ften 0'ntained in nutrient supplements, but als' dietar( fiber and 'ther naturall( '00urring substan0es that ma( have p'sitive health effe0ts. ...Dietar( supplements...ma( be advantage'us in spe0ifi0 situati'ns t' in0rease intake 'f a spe0ifi0 vitamin 'r mineral.A The Dietary $uidelines for Americans des0ribes a health( diet as 'ne that6 • 20056 #$ Jl'bal Database 'n /itamin A Defi0ien0( . Jeneva6 #'rld $ealth rgani1ati'n7 200,. +2. Ma('-#ils'n <, *mdad A, $er1er !, @ak''b M@, )hutta NA. /itamin A supplements f'r preventing m'rtalit(, illness, and blindness in 0hildren aged under 56 s(stemati0 revie& and meta- anal(sis. )MM 20++7I.I6d50,.. Q2ubMed abstra0tR +I. S'mmer A. /itamin A defi0ien0( and 0lini0al disease6 An hist'ri0al 'vervie&. M 4utr 200-7+I-6+-I5-,. Q2ubMed abstra0tR +.. Ma0tier $, #eaver ?T. /itamin A and preterm infants6 &hat &e kn'&, &hat &e d'n5t kn'&, and &hat &e need t' kn'&. Ar0h Dis 9hild Hetal 4e'natal / /9)t/ ^ 6itotcs spots are super3i2ial# 3oamy gray# triangular spots on the white o3 the eyeball. Car)ten)i2/ ^ @arotenoids are yellow to deep"red pigments. C)n30n5tiva ^ =he 2onjun2tiva is a 2lear layer o3 2ells that 2overs the eye and dire2tly 2onta2ts the atmosphere. =he 2onjun2tiva is about 3ive"2ells thi2k. C)rnea ^ =he 2ornea is a 2lear layer o3 2ells that 2overs the eye# just under the 2onjun2tiva. =he 2ornea is about /!"2ells thi2k. #at"/)40*4e vitamin ^ Fat"soluble vitamins 2an be dissolved in oil or in melted 3at. *ater"soluble vitamins 2an be dissolved in water or jui2e. Kerat)ma4a5ia ^ $eratomala2ia is ul2eration o3 the 2ornea. Re5)mmen2e2 Dietar1 A44)?an5e 7RDA8 ^ =he 5e2ommended (ietary Allowan2es are \uantities o3 nutrients in the diet that are re\uired to maintain good health in people. 5(As are established by the Food and 0utrition 6oard o3 the 0ational A2ademy o3 S2ien2es# and may be revised every 3ew years. A separate 5(A value exists 3or ea2h nutrient. =he 5(A values re3er to the amount o3 nutrient expe2ted to maintain good health in people. =he a2tual amounts o3 ea2h nutrient re\uired to maintain good health in spe2i3i2 individuals di33er 3rom person to person. @er)96t6a4mia ^ Gerophthalmia is a dry# thi2kened# lusterless 2ondition o3 the eyeball resulting 3rom vitamin A de3i2ien2y. =he earliest symptom o3 vitamin A de3i2ien2y is night blindness. &rolonged de3i2ien2y results in drying o3 the 2onjun2tiva )the mu2ous membrane that lines the inner sur3a2e o3 the eyelids and extends over the 3orepart o3 the eyeball,. *ith 2ontinued vitamin A de3i2ien2y# the drying extends to the 2ornea )xerophthalamia,. =he 2ornea eventually shrivels up and be2omes ul2erated )keratinomala2ia,. Super3i2ial# 3oamy gray triangular spots may appear in the white o3 the eye )6itotcs spots,. Finally# in3lammation and in3e2tion o22ur in the interior o3 the eye# resulting in total and irreversible blindness. Diagn)/i/ Vitamin A status is measured by tests 3or retinol. 6lood"serum retinol 2on2entrations o3 1!"A! mg;dl are 2onsidered in the normal range. 8evels that 3all below this range indi2ate vitamin A de3i2ien2y. 0ight blindness is measured by a te2hni\ue 2alled ele2troretinography. Gerophthalamia# keratinomala2ia# and 6itotcs spots are diagnosed visually by trained medi2al personnel. Treatment Vitamin A de3i2ien2y 2an be prevented or treated by taking vitamin supplements or by getting inje2tions o3 the vitamin. =he spe2i3i2 doses given are oral retinyl palmitate )11! mg,# retinyl a2etate )AA mg,# or inje2ted retinyl palmitate )// mg, administered on ea2h o3 two su22essive days# and on2e a 3ew weeks later i3 symptoms are not relieved. Pr)gn)/i/ =he prognosis 3or 2orre2ting night blindness is ex2ellent. Gerophthalamia 2an be 2orre2ted with vitamin A therapy. ?l2erations# tissue death# and total blindness# 2aused by severe vitamin A de3i2ien2y# 2annot be treated with vitamin A. Preventi)n Vitamin A de3i2ien2y 2an be prevented by in2luding 3oods ri2h in vitamin A or beta"2arotene as a regular 2omponent o3 the dietU liver# meat# eggs# milk# and dairy produ2ts are examples. Foods ri2h in beta" 2arotene in2lude red peppers# 2arrots# pumpkins# as well as those just mentioned. 7argarine is ri2h in beta"2arotene# be2ause this 2hemi2al is used as a 2oloring agent in margarine produ2tion. .n A3ri2a# .ndonesia# and the &hilippines# vitamin A de3i2ien2y is prevented by publi2 health programs that supply 2hildren with inje2tions o3 the vitamin. Re/)0r5e/