Anda di halaman 1dari 32

Bab I

Rangkaian-Rangkaian D.C.
Pendahuluan
Telah diketahui dengan pasti bahwa bahwa arus listirk mengalir dalam rangkaian
tertutup. Rangkaian tertutup yang dialiri arus listirk disebut dengan rangkaian listrik.
Bagian-bagian penting dari sebuah rangkaian listrik adalah (i) sumber daya (seperti battery,
generator dan lain sebagainya), (ii) penghantar yang digunakan untuk mengalirkan arus
listrik dan (iii) beban
1
(seperti lampu, elemen pemanas, motor dan lain sebagainya).
Sumber mensuplai energi listrik ke beban yang mengkonversi energi listrik tersebut
menadi panas atau bentuk energi yang lain. !adi, konversi energi listrik ke dalam bentuk
energi yang lain dilakukan dengan sebuah rangkaian yang tepat. Sebagai "ontoh, konversi
eenrgi listrik menadi energi mekanis diperoleh dengan menggunakan rangkaian motor
yang tepat. #ada kenyataannya, kegunaan energi listrik yang sangat universal hanya teradi
dengan penggunaan dan penerapan rangkaian listirk yang tepat. $alam bab ini, akan hanya
dibahas tentang rangkaian d.". yaitu rangkaian dengan yang mengalirkan arus searah.
1-1. Rangkaian D.C.
Rangkaian tertutup yang dialiri arus searah (d.".) disebut dengan rangkaian arus
searah. Rangkaian d.". intinya terdiri dari sebuah sumber daya d.". (battery, generator dll),
penghantar yang digunakan untuk mengalirkan arus dan beban. %ambar 1.1 menunukkan
sebuah bola lampu dihubungkan dengan battery melalui kawat penghantar. &rus searah
'
mulai mengalir dari terminal positi( battery dan kembali ke awal melalui beban. &rus
searah mengikuti alur ABCDA dan ABCDA merupakan rangkaian arus searah. Beban
untuk rangkaian arus searah biasanya adalah sebuah resistans
)
. $alam rangkaian d.".,
beban (yaitu resistans) dapat dihubungkan se"ara seri atau paralel atau seri-paralel. $engan
demikian, rangkaian d.". dapat diklasi(ikasikan menadi *
(i) Rangkian-rangkaian seri
1
#eralatan yang menggunakan energi listrik disebut beban listrik. Sebagai "ontoh, elemen pemanas
mengkonversi energi listrik yang disuplai ke pemanas tersebut menadi panas. $engan demikian elemen
pamanas merupakan beban.
'
+erupakan arah arus listrik yang konvensional. Bagaimanapun, ele"tron mengalir dengan arah yang
berlawanan.
)
,lemen pasi( yang lain (induktans dan kapasitans) hanya untuk rangkaian a.".
1
(ii) Rangkaian-rangkaian peralel
(iii) Rangkaian-rangkaian seri-paralel
Gambar 1. 1
1-2. Rangkaian Seri
Rangkaian di mana resistans-resistans dihubungkan se"ara beruntun sedemikian
rupa sehingga hanya ada satu alur untuk menglirnya arus listrik disebut sebauh rangkaian
seri.
(i) (ii)
Gambar 1. 2
$engan memperhatikan
1
R
,
'
R
dan
)
R
ohm dihubungkan se"ara seri melintasi
sebuah battery V volt seperti ditunukkan dalam gambar '.' (i). Terlihat bahwa hanya ada
satu alur untuk arus I yaitu arus besarnya sama untuk seluruh rangkaian. $engan
menggunakan hukum -hm, tegangan pada masing-masing resistans adalah *
1 1
IR V
.
' '
IR V
.
) )
IR V
Sekarang V /
) ' 1
V V V + +
/
) ' 1
IR IR IR + +
/
) (
) ' 1
R R R I + +
'
atau
I
V
/
) ' 1
R R R + +
Tetapi
I
V
merupakan resistans total R
T
antara titik A dan B. #erlu di"atat bahwa R
T
disebut dengan resistan total atau ekuivalen
1
dari ketiga buah resistans tersebut. !adi,
R
T
/
) ' 1
R R R + +
$engan demikian seumlah resistans yang dihubungkan se"ara seri, resistans
ekuivalen (total) sama dengan umlah resistans-resistans tersebut.
Contoh 1.1. Dua buah lampu filament A dan B memerlukan arus berutur-turut 0,8 A dan
0,9 A ketika dihubungkan dengan tegangan sebesar 0 V! "itung besarn#a arus $ika
kedua lampu tersebut dihubung se%ara seri pada tegangan &&0 V, dianggap resistans
lampu tidak berubah! 'uga hitung tegangan pada masing-masing lampu tersebut!
Penyeleaian.
0ampu A, R
A
/ 11121,3 / 1)4,5 ohm
0ampu B, R
B
/ 11121,6 / 1'',' ohm
!ika kedua lampu dihubungkan se"ara seri, resistans total adalah
R
T
/ 1)4,5 7 1'',' / '56,4 ohm
!adi arus rangkaian, I / V(R
T
/ ''12'56,4 / 1,384 &
Tegangan lampu A, V
A
/ IR
A
/ 1,384 9 1)4,5 / 11:,5 ;
Tegangan lampu B, V
B
/ IR
B
/ 1,384 9 1'',' / 11),5 ;
Contoh 1.2. )ebuah lampu 00 *att, &+0 V diseri dengan lampu 00 *att, &00 V pada
sumber tegangan &+0 V! "itung ,i- arus rangkaian dan ,ii- tegangan pada setiap lampu!
Dianggap bah*a resistans lampu tidak berubah!
Penyeleaian.
Resistans, R /
.
V
'
Resistans lampu 111 watt, '51 ;,
R

/ ('51)
'
2111 / :'5 ohm
Resistans lampu 111 watt, '11 ;,
R
&
/ ('11)
'
2111 / 811 ohm
!ika lampu diseri, resistans total,
1
Resistans total atau ekuivalen merupakan resistans tunggal, yang mana ika disubstitusikan untuk resistans-
resistans seri, akan menghasilkan arus yang sama di dalam rangkaian.
)
R
T
/ :'5 7 811 / 11'5 ohm
!adi arus rangkaian, I / V(R
T
/ '51211'5 / 1,'88 &
Tegangan pada lampu 111 watt, '51 ; / IR

/ 1,'88 9 :'5 / 15',5 ;


Tegangan pada lampu 111 watt, '11 ; / IR
&
/ 1,'88 9 811 / 64,: ;
Contoh 1.!. /lemen sebuah seterika listrik +00 *att diran%ang untuk digunakan pada
tegangan &00 V! Berapa besar resistans #ang harus diseri sehingga seterika listrik tersebut
dapat digunakan pada tegangan &00 V 1
Penyeleaian.
Rating arus seterika, I /
5 , '
'11
511

V2ltage
3attage
&
!ika R ohm merupakan nilai resistans yang harus diseri, maka tegangan atuh pada resistans
tersebut,
/ '81 < '11 / 81 ;
!adi, R / 812',5 / 1: -hm
Contoh 1.". "itung resistans dan disipasi da#a sebuah resist2r #ang harus diseri dengan
sebuah resist2r 4+ 2hm pada tegangan sumber &0 V dengan tu$uan membatasi disipasi
da#a pada resist2r 4+ 2hm men$adi 90 *att!
Penyeleaian. %ambar 1.) menggambarkan kondisi soal tersebut.
Gambar 1. !
45
'
I / 61
!adi, I / 45 2 61 / 1,165 &
Sekarang, I /
45
1'1
+ R
&tau 1,165 /
45
1'1
+ R
!adi R / )8,: ohm
8
$isipasi daya di R /
R I
'
/ (1,165)
'
9 )8,: / 81,5 watt
1-!. Rangkaian Paralel
!ika salah satu uung setiap resistans disatukan pada titik persambungan bersama
dan uung yang lain setiap resistans dihubungkan pada titik persambungan bersama yang
lain sedemikian sehingga ada beberapa alur untuk aliran arus listrik seumlah banyaknya
resistans tersebut, disebut sebuah rangkaian paralel.
(i) (ii)
Gambar 1. "
$engan memperhatikan gambar 1.) di atas yang menunukkan tiga buah resistans
1
R
,
'
R
dan
)
R
ohm dihubungkan se"ara paralel pada sebuah battery sebesar V volt.
&rus total I dibagi ke dalam tiga bagian *I
1
mengalir melalui R
1
, I
'
mengalir melalui R
'
dan
I
)
mengalir melalui R
)
. Terlihat bahwa tegangan untuk masing-masing resistans adalah
sama (yaitu sebesar V volt pada kasus ini) dan ada seumlah alur arus sebanyak umlah
resistans. $engan menggunakan hukum -hm arus yang mengalir pada setiap resistans
adalah
I
1
/ V(R
1
. I
'
/ V(R
'
. I
)
/ V(R
)
Sekarang, I /
) ' 1
I I I + +
/
) ' 1
R
V
R
V
R
V
+ +
/

,
_

+ +
) ' 1
1 1 1
R R R
V
atau
V
I
/
) ' 1
1 1 1
R R R
+ +
5
Tetapi
I
V
merupakan R
T
dari sebuah rangkaian paralel =lihat gambar 1.8 (ii)>
dengan demikian
V
I
/
T
R
1
. !adi
T
R
1
/
) ' 1
1 1 1
R R R
+ +
$engan demikian ika seumlah resistans dihubung se"ara paralel, kebalikan dari
total resistans adalah sama dengan penumlahan kebalikan dari setiap resistans.
#au khuu $ada rangkaian $aralel. ?asus khusus yang sering teradi pada
rangkaian paralel resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari dua buah resistor
diparalel. %ambar 1.5 menunukkan dua buah resistans R
1
dan R
'
dihubungkan se"ara
paralel pada battery V volt. &rus total I dibagi menadi dua bagian * I
1
mengalir melalui R
1
dan I
'
mengalir melalui R
'
.
Gambar 1. %
(i) &otal reitan R
T
T
R
1
/
' 1
1 1
R R
+
/
' 1
' 1
R R
R R +
!adi R
T
/
' 1
' 1
R R
R R
+
/
n .en$umlaha
.erkalian
$engan demikian nilai total dari dua buah resistor yang diparalel sama dengan
perkalian kedua buah resistor dibagi penumlahannya.
(ii) 'ru (abang
:
R
T
/
' 1
' 1
R R
R R
+
V / I R
T
/
' 1
' 1
R R
R R
I
+
&rus melalui R
1
, I
1
/
1
R
V
/
' 1
'
R R
R
I
+
substitusi
1
]
1

' 1
' 1
R R
R R
I V
&rus melalui R
'
, I
'
/
'
R
V
/
' 1
1
R R
R
I
+
$engan demikian dalam rangkaian paralel dua buah resistor, arus pada salah satu
resistor adalah arus rangkaian (yaitu arus total) dikali resistor yang lain dibagi dengan
umlah kedua resistor tersebut.
1-". #euntungan-keuntungan Rangkaian Paralel
Si(at yang paling berguna dari sebuah rangkaian paralel adalah pada kenyataannya
bahwa beda potensial mempunyai nilai yang sama diantara terminal-terminal setiap
"abang rangkaian paralel. Si(at dari rangkaian paralel ini menghasilka keuntungan-
keuntungan berikut ini *
(i) #eralatan listrik dengan tegangan yang sama tetapi mempunyai daya yang
berbeda dapat dihubungkan se"ara paralel tanpa mengganggu penggunaan
peralatan listrik lainnya. !adi sebuah T; ''1 ;, ')1 watt dapat dioperasikan
se"ara terpisah dalam hubungan paralel dengan sebuah lampu ''1 ;, 81 watt.
(ii) !ika teradi pemutusan hubungan listrik pada salah satu "abang rangkaian, tidak
akan mempengaruhi "abang rangkaian yang lain.
$engan keuntungan-keuntungan tersebut di atas, peralatan listirk dirumah-rumah
dihubungkan se"ara paralel. $i mana setiap peralatan dapat di 2n atau 2ff-kan tanpa
menggangu peralatan listrik yang lain.
Contoh 1.%. /nam buah lampu, dengan masing-masing resistans sebesar 5 6hm dihubung
paralel! "itung resistans t2tal! 'ika $atuh tegangan dikenakan pada u$ung-u$ung
rangkaian paralel tersebut, hitung arus t2tal dan arus disetiap lampu!
Penyeleaian.
4
T
R
1
/
+ + '
)
:
...
:
1
:
1
buah enam sampai
!adi R
T
/ @ / 1,5 -hm
&rus Total, I / ;2R
T
/ :21,5 / 1' &
&rus setiap lampu, /
'
:
1'
:

I
&
Contoh 1.). Dua buah kumparan dihubungkan se%ara seri mempun#ai resistans 8 6hm
dan ketika dihubung se%ara paralel mempun#ai resistans sebesar 0 6hm! Tentukan nilai
resistans masing-masing kumparan!
Penyeleaian. +isal R
1
dan R
'
adalah resistans-resistans kumparan. #ada saat resistans-
resistans tersebut diseri, R
T
/ 13 -hm. !adi
R
1
7 R
'
/ 13 AAA.. (i)
#ada saat resistans-resistans diparalel, R
T
/ 8 -hm. !adi
8 /
' 1
' 1
R R
R R
+
AAAAA. (ii)
$engan mengalikan persamaan (i) dan (ii), diperoleh
' 1
R R
/ 13 9 8 / 4'
Sekarang
' 1
R R
/
' 1
'
' 1
8 ) ( R R R R +
/ 4' 8 13
'

!adi
' 1
R R
/ : t AAAA (iii)
$engan menyelesaikan persamaan (i) dan (iii), diperoleh
R
1
/ 1' -hm atau : -hm
R
'
/ : -hm atau 1' -hm
Contoh 1.*. )ebuah lampu 00 *att, &+0 V diparalel dengan sebuah resistans R pada
tegangan sumber &+0 V! T2tal disipasi da#a dalam rangkaian adalah 00 *att! "itung
nilai resistans R! Dianggap bah*a resistans lampu tidak berubah!
Penyeleaian. Total disipasi daya dalam rangkaian sama dengan umlah daya yang
dikonsumsi lampu dan resistans R. !adi
$aya yang dikonsumsiR / 1111 < 111 / 1111 watt
Bilai resistans R /
dik2nsumsi #ang Da#a
V
'
3
/ 5 , :'
1111
'51
'
Contoh 1.+. Dua buah resistans R
1
dan R
'
diparalel pada sebuah sumber tegangan! 'ika
sumber menghasilkan arus sebesar + A! hitung nilai R
T
! 'ika diketahui R
'
7 8 6hm dan
arus #ang mengalir memlalui R
1
adalah & A!
Penyeleaian. %ambar 1.: menggambarkan persoalan tersebut.
Gambar 1. )
&rus melalui R
'
I
'
/ 5 < ' / ) &
Tegangan sumber, V / I
'
R
'
/ ) 9 : / 13 ;
!adi, R
1
/ V 2 I
1
/ 13 2 ' / 6 -hm
$aya yang diserap rangkaian
/
'
'
' 1
'
1
R I R I +
/ '
'
9 6 7 )
'
9 :
/ ): 7 58
/ 61 watt
Contoh 1.,. )ebuah kumparan dengan resistans +,& 6hm! Resistans harus dikurangi
men$adi + 6hm dengan menghubungkan sebuah resistans shunt pada kumparan tersebut!
'ika resistans shunt ini terbuat dari bahan ka*at manganium berdiameter 0,0&+ %m,
hitung pan$ang ka*at #ang diperlukan! Tahanan $enis ka*at manganium adalah 04 9 0
-8
:m!
Penyeleaian. +isal R ohm adalah nilai resistans shunt yang diperlukan
R
T
/
' , 5
' , 5
+

R
R
&tau 5 /
' , 5
' , 5
+

R
R
!adi, R / 1)1 -hm
6
a /
11 ' '
11 861 ) 11 1'5 , 1 (
8

m
'
/ 84 9 11
-3
Cm
Sekarang R /
a
l

!adi l /
3
11
11 84
) 11 861 ( 1)1

Ra
/ 1),55 m
Contoh 2.1-. Tiga buah resist2r 0 2hm, & 2hm dan 8 2hm dihubungkan se%ara paralel!
'ika arus t2tal rangkaian adalah & A, tentukan arus #ang mengalir melalui masing-
masing resisit2r!
Penyeleaian. %ambar 1.4 menunukkan rangkaian pada soal tersebut.
Gambar 1. *
T
R
1
/
:
1
1'
1
8
1
+ +
/
1'
:
!adi R
T
/ 1' 2 : / ' -hm
!atuh tegangan pada rangkaian paralel,
V / IR
T
/ 1' 9 ' / '8 ;
&rus melalui 8 -hm / '828 / : &
&rus melalui 1' -hm / '821' / ' &
&rus melalui : -hm / '82: / 8 &
Contoh 1.1*. "itung arus rangkaian pada gambar !8!
11
Gambar 1. +
Penyeleaian. Resistor pada "abang ABC diseri dan "abang ini paralel dengan "abang AC
(/ )1 -hm). !adi,
Total resisitans rangkaian,
R
T
/

+ +
+
'1
) )1 )1 ( )1
) )1 )1 ( )1
!adi arus rangkaian I /
1 , 1
T
R
V
&
Contoh 1.12. Tiga buah resist2r #ang sama dihubungkan seperti pada gambar !9 berikut
ini! "itung resistans ekui;alen antara titik A dan B!
Gambar 1. ,
Penyeleaian. $ari gambar tampak bahwa salah satu uung setiap resistor dihungkan ke
titik A dan uung yang lain dihubungkan ke titik B, dengan demikian ketiga resistor
tersebut dihubungkan se"ara paralel. !adi,
AB
R
1
/
R R R R
) 1 1 1
+ +
atau R
AB
/
)
R
1-%. Rangkaian Seri-Paralel
Seperti namanya, rangkaian ini merupakan kombinasi rangkaian seri dan paralel.
Dontoh sederhana dari rangkaian seperti ini digambarkan pada gambar 1.11. #erlu di"atat
bahwa R
'
dan R
)
dihubungkan se"ara paralel dan kedua resistans tersebut diseri dengan R
1
.
&turan sederhana untuk menyelesaikan rangkaian seperti ini adalah pertama
menghilangkan "abang-"abang paralel menadi sebuah "abang ekuivalen seri dan
kemudian dilakukan perhitungan seperti rangkaian seri biasa.
11
Gambar 1. 1-
$engan menga"u pada rangkaian seri-paralel yang ditunukkan pada gambar 1.11
di atas,
R
T
untuk kommbinasi paralel,
/
) '
) '
R R
R R
+
Resistans total rangkaian,
/ R
1
7
) '
) '
R R
R R
+
Tegangan pada kombinasi paralel,
/ I 9
) '
) '
R R
R R
+
$engan demikian dapat dihitung besar arus I
1
, I
'
dan I
)
.
1-). &ahanan Dalam Sumber &egangan
Semua sumber tegangan (seperti %ell battery) pasti mempunyai resistans dalam,
walupun nilainya sangat ke"il. Eal ini ditunukkan sebagai resistor eksternal diseri
terhadap sumber tegangan. %ambar 1.11 menunukkan sebauh battery dengan e.m.(. / volt
dan resistans dalam r. ?etika battery tidak mengalirkan arus (yaitu dalam keadaan tanpa
beban), atuh tegangan pada terminal-terminal sama dengan e.m.(. / dari battery, seperti
pada gambar 1.11 (i).
1'
Gambar 1. 11
?etika sebuah beban R dihubungkan ke terminal-terminal battery, arus I mulai
mengalir dalam rangkaian. &rus ini akan mengakibatkan atuh tegangan pada resistans r
sedemikian sehingga terminal tegangan V akan lebih ke"il dari /. Eubungan antara / dan
V dapat dengan mudah dinyatakan =lihat gambar 1.11 (ii)> sebagai
I /
r R
/
+
&tau IR / / < I r
Tetapi IR / V, tegangan terminal battery. !adi,
V / / < I r
Resistans dalam battery,
r /
R
V
V /
I
V / ) (

dengan I /
R
V
Contoh 1.1!. )ebuah rangkaian terdiri dari dua buah resist2r diparalel #ang bernilai
berutur-turut &0 2hm dan 50 2hm, diseri dengan resist2r + 2hm! 'ika arus #ang melalui
resist2r + 2hm dalah 5 A, hitunglah ,i- arus #ang melalui resist2r &0 2hm dan 50 2hm ,ii-
tegangan suplai dan ,iii- da#a t2tal rangkaian!
Penyeleaian. %ambar 1.1' menggambarkan soal tersbut.
Gambar 1. 12
1)
(i) &rus total ) & akan dibagi untuk resistor '1 ohm dan )1 ohm sebagai *
&rus melalui '1 ohm, I
1
/
)1 '1
)1
)
+
/ 1,3 &
&rus melalui )1 ohm, I
'
/
)1 '1
)1
)
+
/ 1,' &
(ii) Fntuk rangkaian paralel,
R
p
/
)1 '1
)1 '1
+

/ 1' -hm
Total resistans rangkaian / 15 7 1' / '4 -hm.
!adi tegangan suplai, V / ) 9 '4 / 31 ;
(iii) $aya total / VI / 31 9 ) / '8) -hm
Contoh 1.1". )ebuah batter# mempun#ai e!m!f! / ;2lt dan resistans dalam sebesar 0,
6hm dihubungkan pada terminal A dan B seperti pada gambar !5! "itung nilai /
supa#a da#a #ang didisipasi pada resistans & 2hm sebesar & *att.
Gambar 1. 1!
Penyeleaian. Resistans antara / dan < diberikan oleh *
/<
R
1
/
:
:
:
1
'
1
)
1
+ +
!adi R
/<
/ :2: / 1 -hm
Resistans "abang C/<D / 1 7 5 / : -hm
&rus melalui ' -hm /
'
'

resist2r nilai
da#a disipasi
/ 1 &
!atuh tegangan pada /< / 1 9 ' / ' ;
&rus melalui ) -hm / '2) / 1,:4 &
&rus dalam "abang C/D / 1 7 1,:4 7 1,)) / ' &
!atuh tegangan pada CD / : 9 ' / 1' ;
18
&rus melalui 1' -hm / 1'21' / 1 &
&rus yang disuplai dari sumber tegangan (suplai)
/ ' 7 1 / ) &
!adi / / atuh tegangan pada AB atau CD 7 atuh tegangan resistans dalam battery
/ 1' 7 1,1 9 ) / 1',) ;
Contoh 1.1%. )ebuah rangkaian terdiri dari tiga resistans & 2hm, 8 2hm, dan 58 2hm
diparalel dan diseri dengan resistans R! )eluruh rangkaian disuplai pada 80 V dan da#a
terdisipasi pada & 6hm adalah 58 *att! Tentukan nilai R dan da#a #ang diserap pada
rangkaian paralel!
Penyeleaian. %ambar 1.18 menunukkan permasalahan tersebut.
Gambar 1. 1"
BC
R
1
/
):
:
):
1
13
1
1'
1
+ +
!adi R
BC
/ ):2: / : -hm
Sekarang daya pada 1' -hm
/ ): watt
atau V
'
21' / ):
!adi V / 1' ): + / '1,3 volt
&rus pada R, I / V2R
BC
/ '1,32: / ),84 &
!atuh tegangan pada R / :1 < '1,3 / )6,' volt
!adi besar R / )6,'2),84 / 11,) -hm
$aya yang diserap dalam rangkaian paralel
/ I
'
9 R
BC
/ (),84)
'
9 : / 4','8 watt
Contoh 1.1). /nam buah resist2r dihubungkan seperti pada gambar !+! 'ika sebuah
batter# dengan e!m!f! &0 ;2lt dan resistans dalam 2hm dihubungkan pada terminal-
15
terminal A dan B, tentukan ,i- arus dari batter# ,ii- $atuh tegangan pada 8 2hm dan 0 2hm
,iii- arus #ang dialirkan 2leh batter# $ika sebuah penghantar dengan resistans #ang
diabaikan diparalel dengan resistans 8 2hm!
Gambar 1. 1%
Penyeleaian.
Resistans antara / dan <, R
/<
/
: ) ' 8 (
: ) ' 8 (
+ +
+
/ ) -hm
Resistans antara C dan D, R
CD
/
3 ) ) 5 (
3 ) ) 5 (
+ +
+
/ 8 -hm
Resistans antara A dan B, R
AB
/ ) 7 8 / 4 -hm
Resistans total rangkaian, R
T
/ R
AB
7 Resistans sumber tegangan
/ 4 7 1 / 3 -hm
(i) &rus dari battery, I / /2R
T
/ '823 / ) &
(ii) !atuh tegangan pada resistans 3 ohm
/ / < I() 71)
/ '8 < )(8) / 1' ;
&rus melalui 3 ohm / 1'23 / 1,5 &
&rus melalui 5 ohm / ) <1,5 / 1,5 &
!atuh tegangan di /< / 1' < 1,5 9 5 / 8,5 ;
&rus melalui : ohm / 8,52: / 1,45 &
!adi
arus melalui 8 ohm / 1,5 < 1,45 / 1,45 &
tegangan pada 8 ohm / 1,45 9 8 / ) ;
(ii) ketika sebuah penghantar dengan nilai resistans yang diabaikan diparalel dengan
resistans 3 ohm, maka resistans antara C dan D adalah nol. $engan demikian, resistans
total rangkaian sekarang sebesar ) ohm yang diseri dengan resistans dalam battery 1 ohm.
!adi,
1:
&rus dari battery /
1 )
'8
+
/ : &
Contoh 2.1*. )ebuah resistans R 2hm diseri dengan rangkaian paralel #ang terdiri dari
dua buah resistans 8 2hm dan & 2hm! Da#a t2tal #ang didisipasi pada rangkaian adalah
40 *att ketika dihubungkan dengan sumber tegangan &0 V! "itung besarn#a R!
Penyeleaian. ?eadaan dalam soal di atas digambarkan pada gambar 1.1:.
Gambar 1. 1)
R
BC
/
1' 3
1' 3
+

/ 8,3 -hm
Resistans total rangkaian,
R
T
/ (R 7 8,3) -hm
$aya rangkaian /
T
R
V
'
&tau 41 /
3 , 8
) '1 (
'
+ R
!adi R / 1,618 -hm
1-*. .embatan /heattone
Rangkaian embatan ini pertama kali diperkenalkan oleh Gheatstone (ahli telegraph
dari Hnggris) untuk pengukuran nilai resistans yang tidak diketahui dengan lebih teliti.
Rangkaian ini terdiri dari empat buah resistor (dua buah resistans konstan . dan =, sebuah
variabel resistans R dan resistan yang tidak diketahui > yang nilainya akan di"ari)
dirangkai dalam bentuk diam2nd ABCDA seperti ditunukkan pada gambar 1.14 (i).
Battery dihubungkan dengan melintasi persambungan A dan C, dan melintasi
persambungan C dan D dihubungkan sebauh galvanometer dengan sebuah saklar ?. #ada
gambar 1.14 (ii) menunukkan "ara lain untuk menggambarkan embatan Gheatstone.
14
Gambar 1. 1*
Prini$ ker0a. Bilai resistans . dan = harus tidak berubah. Bilai R diubah-ubah
sehingga pada saat saklar ? ditutup, tidak ada arus yang melalui galvanometer. #ada
keadaan seperti ini, rangkaian embatan dikatakan seimbang. #ada saat embatan dalam
keadaan seimbang disebut dengan titik nol (null p2int). +isal I
1
dan I
'
berturut-turut
merupakan arus yang mengalir . dan R pada saat embatan dalam keadaan seimbang.
Selama tidak ada arus yang melalui galvanometer, arus pada = dan > berturut-turut uga I
1
dan I
'
. !ika pemba"aan pada galvanometer nol, titik B dan D berada pada potensial yang
sama. Hni berarti atuh tegangan dari A ke B dan A ke D harus sama. !uga atuh tegangan
dari B ke C dan D ke C harus uga sama. $engan demikian,
. I
1
/
R I
'
AAAAA.. (i)
dan
= I
1
/
> I
'
AAAAAA (ii)
$engan membagi persamaan (i) dengan persamaan (ii), diperoleh,
= .2
/ > R2
atau .> / =R
Bilai resistans yang tidak diketahui,
> /
R
.
=

AAAA. (iii)
!ika nilai-nilai
1
=, . dan R diketahui, nilai resistans > yang tidak diketahui dapat
dihitung. #erlu di"atat bahwa persamaan (iii) di atas benar hanya pada saat keadaan
embatan Gheatstone seimbang.
1
Resistans . dan = bagian pembanding dari rangkaian embatan dan biasanya sama dengan perbandingan
yang pasti seperti 1 banding 1, 11 banding 1 atau 111 banding 1. Resistans R disebut bagian rheostat dan
dibuat variabel kontinu dari 1 ke 1111 ohm atau dari 1 ke 11.111 ohm.
13
Contoh 1.1+. )ebuah $embatan 3heatst2ne ABCD dalam keadaan seimbang dengan AB 7
000 2hm@ BC 7 00 2hm@ CD 7 +4++ 2hm! "itung resistans #ang R #ang tidak diketahui
dalam %abang rangkaian DA!
Penyeleaian. !ika embatan Gheatstone seimbang perkalian antara bagian yang
berseberangan sama, yaitu
BC AD
R R
/
CD AB
R R
!adi R
AD
/
BC
CD AB
R
R R
/
111
5455 1111
/ 54551 -hm
Contoh 1.1,. Antuk $aringan seperti terlihat dalam gambar !8 ,i-, hitung resistans
ekui;alen antara titik A dan B!
Gambar 1. 1+
Penyeleaian. !aringan yang diberikan merupakan embatan dalam keadaan seimbang.
$engan demikian, titik C dan D berada pada potensial yang sama. Selama tidak ada arus
yang mengalir dalam "abang CD, "abang ini tidak diikutsertakan dalam perhitungan
resistans ekuivalen antara titik A dan B dan dapat dihilangkan. Rangkaian dapat direduksi
menadi seperti pada gambar 1.13 (ii). !adi,
AB
R
1
/
'
1
8
1 1
8
1
8
1

+
+
atau R
AB
/ ' ohm
1-+. Rangkaian #om$lek
&da kalanya menghadapi rangkaian di mana proses penyederhanaan dengan
kombinasi seri dan paralel tidak dimungkinkan. ?onsekuensinya, hukum -hm tidak dapat
diterapkan untuk menyelesaiakan rangkaian seperti ini. Eal ini teradi pada saat ada lebih
dari satu e.m.(. dalam rangkaian atau ketika resistor-resistor dihubungkan dengan "ara
16
yang rumit. Rangkaian seperti ini disebut dengan rangkaian kompleks. &kan kita bahas dua
buah rangkaian seperti ini sebagai ilustrasi.
(i) %ambar 1.16 menunukkan sebuah rangkaian terdiri dari dua sumber e.m.(. /
1
dan /
'
dan tiga buah resistor. Rangkaian ini tidak dapat diselesaikan dengan
kombinasi seri-paralel. &pakah resistor R
1
dan R
'
dihubung paralel I Tidak uga,
karena ada sumber e.m.(. /
1
diantara kedua resistor tersebut. &pakah kedua
resistor tersebur diseri I Tidak, karena arus yang tidak sama mengalir di kedua
resistor tersebut.
Gambar 1. 1,
(ii) %ambar 1.'1 menunukkan rangkaian yang lain di mana kita tidak dapat
menyelesaikan perhitungan dalam rangkaian tersebut dengan kombinasi seri-
paralel walaupun rangkaian ini hanya mempunyai satu sumber e.m.(. (/). !adi
resistor hubungan R
1
dan R
'
bukan merupakan seri atau paralel. Eal ini uga
berlaku untuk resistor yang saling berpasangan.
Gambar 1. 2-
Supaya rangkaian kompleks seperti ini dapat diselesaikan, %ustav ?ir"ho((
memberikan dua hukum, dikenal dengan Eukum ?ir"ho((.
1-,. 1ukum-1ukum #ir(ho22
?ir"ho(( menemuka dua buah hukum untuk menyelesaikan permasalahan
rangkaian kompleks, yaitu *
1. Eukum ?ir"ho(( &rus (E?&), dan
'1
'. Eukum ?ir"ho(( Tegangan (E?T).
1-,.1. 1ukum #ir(ho22 'ru
Eukum ini berhubungan dengan arus pada titik per"abangan sebuah rangkaian dan
dapat dinyatakan sebagai *
.en$umlahan al$abar arus-arus #ang bertemu pada sebuah tiitk per%abangan
rangkaian listrik adalah n2l.
Gambar 1. 21
$alam sebuah penumlahan alabar tanda dari suatu besaran harus diperhitungkan
uga. Sebagai "ontoh, dengan memperhatikan empat buah penghantar yang mangalirkan
arus I
1
, I
'
, I
)
dan I
8
dan bertemu di titik 6 seperti terlihat pada gambar 1.'1. !ika kita
tentukan tanda arus yang mengalir menuu titik 6 adalah positi(, maka arus yang
meninggalkan titik 6 negati(. !adi, dengan menerapkan E?& pada titik per"abangan 6
dalam gambar 1.'1 diperoleh,
) ( ) ( ) ( ) (
) ' 8 1
I I I I + + +
/ 1
atau
8 1
I I +
/
) '
I I +
#aitu $umlah arus #ang menu$u ketitik per%abangan 7 $umlah arus #ang meninggalkan
titik per%abangan.
$engan demikian, E?& uga dapat dinyatakan sebagai berikut *
'umlah arus-arus #ang mengalir menu$u ke suatu titik per%abangan dalam sebauh
rangkaian listrik sama dengan $umlah arus #ang mengalir meninggalkan titik
per%abangan tersebut! E?& disebut uga sebagai aturan titik per"abangan.
E?& pada kenyataannya benar karena arus listrik hanya merupakan aliran ele"tron
bebas dan ele"tron-elektron tersebut tidak dapat berakumulasi di suatu titik dalam
rangkaian. Eal ini senada dengan hukum konservasi muatan. $engan demikian E?&
didasarkan pada hukum konservasi muatan tersebut.
'1
1-,.2. 1ukum #ir(ho22 &egangan
Eukum ini berhubungan dengan atuh tegangan dalam rangkaian tertutup atau l22p
dan dapat dinyatakan sebagai berikut *
Dalam suatu rangkaian tertutup atau $aringan, pen$umlahan al$abar seluruh
ele%tr2m2ti;e f2r%e ,e!m!f!- dan $atuh tegangan pada resist2r-resist2r sama dengan n2l,
yaitu
$alam suatu rangkaian tertutup atau eringan,
'umlah al$abar e!m!f! 7 $umlah al$abar $atuh tegangan / 0
Gambar 1. 22
?ebenaran E?T dapat dengan mudah ditentukan dengan menga"u pada l22p
tertutup ABCDA yang ditunukkan pada gambar 1.''. !ika kita mulai dari suatu titik (misal
titik A) dalam rangkaian tertutup tersebut dan kembali ketitik asal (titik A) setelah
mengelilingi rangkaian, maka tidak ada peningkatan atau penurunan potensial. Eal ini
berarti umlah alabar e.m.(. semua sumber (di sini hanya ada satu e.m.(.) dan umlah atuh
tegangan pada resisitor-resistor adalah nol. E?T didasarkan pada hukum konservasi
energi
1
, yaitu umlah energi sebuah muatan setelah menyelesaikan sebuah l22p adalah nol.
E?T uga disebut sebagai aturan l22p.
1-1-. Per0an0ian &anda
#ada saat menerapkan E?T pada sebauh rangkaian tertutup, penumlahan alabar
dilakukan. $engan demikian, sangat penting untuk menentukan tanda yang tepat untuk
e.m.(. dan atuh tegangan dalam rangkaian tertutup. #eranian berikut ini harus
diperhatikan *
1
!ika sebuah muatan melintasi sebuah loop dan kembali ke titik semula, umlah kenaikan energi potensial
yang disebabkan dengan e.m.(. dalam loop tersebut harus sama dengan umlah penurunan energi potensial
yang disebabkan oleh resistor-resistor.
''
.eningkatan

p2tensial dianggap sebagai p2sitif dan penurunan p2tensial sebagai


negatif!
Gambar 1. 2!
,i- !adi ika dimulai dari terminal positi( sebuah battery ke terminal negati(, teradi
penurunan potensial dan e.m.(. bertanda negati(. !adi pada gambar 1.') (i) ika
dimulai dari A ke B, teradi penurunan potensial dan e.m.(. battery akan
bertanda negati(. $i lain pihak, ika dimulai dari terminal negati( battery atau
sumber, teradi peningkatan potensial dan e.m.(. haruslah bertanda positi(. !adi
dalam gambar 1.') (ii) ika dari A ke B, teradi peningkatan potensial dan e.m.(.
battery akan bertanda positi(. #erlu di"atat bahwa tanda e!m!f! tidak
dipengaruhi 2leh arah aliran arus melalui %abang dengan perumpamaan ini!
Gambar 1. 2"
,ii- #ada saat arus mengalir melalui sebuah resistor, akan ada atuh tegangan pada
resistor tersebut. !ika dalam mengelilingi sebuah l22p searah dengan arah aliran
arus, teradi penurunan potensial karena arus mengalir dari potensial yang lebih
tinggi ke potensial yang lebih rendah. $engan demikian atuh tegangan ini
haruslah bertanda negati(. $alam gambar 1.'8 (i), ika dari A ke B, teradi
penurunan potensial dan atuh tegangan pada resistor akan bertanda negati(. $i
lain pihak, ika arah putaran l22p berlawanan arah dengan arah alirah arus,
teradi peningkatan potensial dan atuh tegangan haruslah diberi tanda positi(.
!adi dengan menga"u pada gambar 1.'8 (ii), ika dari arah A ke B, teradi
peningkatan potensial dan atuh tegangan akan bertanda negati(. #erlu di"atat
bahwa tanda-tanda untuk $atuh tegangan pada resist2r ditentuka 2leh arah
arus dna tidak dipengaruhi 2leh p2laritas sumber e!m!f! dalam rangkaian
dengan perumpamaan ini!
1
#eranian yang sebaliknya sama benarnya, yaitu peningkatan potensial dianggap sebagai negati( dan
penurunan potensial sebagai positi(.
')
1-11. Ilutrai 1ukum #ir(ho22
Eukum ?ir"ho(( dapat dielaskan dengan "ara yang elas dengan menga"u pada
gambar 1.'5. &rah arus ditentukan seperti yang ditunukkan. &rah perumpamaan arus
mengalir merupakan hal yang penting, ika arah yang salah digunakan, akan
mengakibatkan mun"ulnya tanda negati( dalam hasil perhitungan.
Gambar 1. 2%
(i) Besar arus pada setiap "abang rangkaian dapat dihitung dengan menggunakan
E?&. !adi pada titik per"abangan C dalam gambar 1.'5, arus yang menuu titik
tersebut adalah I
1
dan I
'
. !elas terlihat bahwa arus pada "abang C< adalah I
1
7
I
'
.
(ii) &da tiga buah rangkaian tertutup dalam gambar 1.'5 tersebut, yaitu ABC<A,
CD/<C dan ABCD/<A. E?T dapat digunakan pada rangkaian-rangkaian
tertutup ini untuk memperoleh persamaan-persamaan yang diperlukan.
Loop 'BC3'. $alam l22p ini, e.m.(. /
1
akan diberi tanda positi(. Eal ini
dikarenakan dengan menganggap l22p dalam urutan ABC<A melalui terminal negati( ke
terminal positi( battery pada "abang AB dengan demikian teradi peningkatan potensial.
!atuh tegangan dalam "abang C< adalah (I
1
7 I
'
)R
1
dan akan bertanda negati(. Eal ini
dikarenakan ika kita anggap l22p dengan urutan ABC<A, akan searah dengan aliran arus
dalam "abang C< dan teradi penurunan potensial. $engan menggunakan E?T pada l22p
ABC<A,
1 1 ' 1
) ( / R I I + +
/ 1
atau /
1
/
1 ' 1
) ( R I I +
AAAA.. (i)
Loop CD43C. $alam mengelilingi l22p dengan urutan CD/<C, atuh tegangan
I
'
R
'
positi(, e.m.(. /
'
segati( dan atuh tegangan
1 ' 1
) ( R I I +
peositi(. $engan demikian,
dengan menggunakan E?T pada l22p ini, diperoleh,
'8
' 1 ' 1 ' '
) ( / R I I R I + +
/ 1
atau
1 ' 1 ' '
) ( R I I R I + +
/
'
/
AAAAA (ii)
!ika /
1
, /
'
, R
1
dan R
'
diketahui, nilai-nilai I
1
dan I
'
dapat dihitung dari kedua
persamaan tersebut. $engan demikiana, arus-arus disemua "abang dapat ditentukan
nilainya.
1-12. 5etoda Penyeleaian Rangkaian dengan 1ukum #ir(ho22
(i) &sumsikan arus yang tidak diketahui dalam rangkaian dan tentukan arah-arah
arus tersebut.
(ii) #ilih rangkaian tertutup dan tentukan umlah alabar atuh tegangan ditambah
umlah e.m.(. dalam l22p tertutup tersebut.
(iii) Berikan nilai pada umlah atuh tegangan ditambah umlah e.m.(. sama dengan
nol.
(iv) Tulis persamaan seumlah rangkaian tertutup, yang uga sebanyak besaran yang
tidak diketahui.
(v) !ika nilai arus yang diasumsikan menghasilkan nilai negati(, ini berarti bahwa
arah arus yang sebenarnya berlawanan dengan arah yang diasumsikan.
Contoh 1.2-. "itung besar arus pada resist2r & 2hm dalam rangkaian pada gambar !&8!
Gambar 1. 2)
Penyeleaian. &rah arus pada setiap "abang ditandai seperti pada gambar 1.':. !ika
terdapat dua besaran yang tidak diketahui I
1
dan I
'
, dua buah persamaan harus dibentuk
dari dua buah l22p tertutup.
Loop 'BC3'.
) ( ' ) )5
' 1 1
I I I +
6 1
atau
' 1
' 5 I I +
/ )5 AAAAA (i)
Loop 'BCD43'
'5
81 8 ) )5
' 1
I I
6 1
atau
' 1
8 ) I I
/ <5 AAAAAA (ii)
$engan mengalikan persamaan (i) dengan ' dan menumlahkannya dengan
persamaan (ii), diperoleh,
1
1)I
/ :5
adi I
1
/ :521) / 5 &
$engan mensubstitusi nilai I
1
/ 5 & ke dalam persamaan (i) diperoleh I
'
/ 5 &. !adi
arus pada resistor ' -hm adalah
/ I
1
7 I
'
/ 5 7 5 / 11 &
Contoh 1.21. Dengan menggunakan "ukum ?ir%h2ff, $elaskan $embatan 3heatst2ne #ang
tidak seimband dan #ang seimbang!
Penyeleaian. %ambar 1.'4 menunukkan embatan yang tidak seimbang. #ada keadaan
seperti ini, galvanometer akan mengalirkan arus I
g
. +isalkan arus total yang dialirkan
battery adalah I. #ada titik per"abangan A, arus total dibagi menadi dua bagian * I
1
yang
mengalir melalui . dan (I < I
1
) mengalir melalui R. #ada titik per"abangan B, arus I
1
dibagi
menadi dua bagian * I
g
yang mengalir melalui galvanometer dan (I
1
< I
g
) yang mengalir
melalui =. #ada titik per"abangan D, I
g
dan (I < I
1
) digabungkan menadi (I < I
1
7 I
g
)
mengalir melalui >. +isalkan B merupakan resistans galvanometer.
Gambar 1. 2*
Loop 'BD' * $engan menggunakan E?T pada rangkaian tertutup ABDA,
didapatkan,
> ) =( ) ( ) (
1 1
R I I B I . I
g
+ +
/ 1
atau
R I I B I . I
g
) (
1 1
+
/ 1 AAAAA. (i)
Loop BCDB * $engan menerapkan E?T pada rangkaian tertutup BCBD, diperoleh,
':
> = > ) =( > ) ( =
1 1
B I > I I I = I I
g g g
+ + +
/ 1
atau
B I > I I I = I I
g g g
+ ) ( ) (
1 1 / 1 AAAAAA. (ii)
Pada keadaan eimbang * !embatan dalam keadaan seimbang, I
g
/ 1. $engan
mensubstitusikan I
g
/ 1 ke dalam persamaan (i) dan (ii) di atas, diperoleh
. I
1
/
R I I ) (
1

AAAAA. (iii)
dan = I
1
/ > I I ) (
1
AAAAAA (iv)
$engan membagi persamaan =(iii)2(iv)> diperoleh
. 2 = / R 2 >
atau .> / =R
Contoh 1.22. Antuk rangkaian #ang ditun$ukkan dalam gambar !&8, hitung arus #ang
mengalir disemua %abang!
Gambar 1. 2+
Penyeleaian. &rah aliran arus seperti ditunukkan dalam gambar. &da buah besaran yang
tidak diketahui I
1
dan I
'
, dua rangkaian tertutup harus ditentukan.
Loop 'BC3'
' 1
5 11 ' '1 I I +
6 1
atau
' 1
5 ' I I
/ '1 AAAAA. (i)
Loop 3CD43
) ( 8 5 ) ( ) 11 5
' 1 ' 1 '
I I I I I + + +
/ 1
atau
' 1
1' 4 I I +
/ 5 AAAA.. (ii)
$engan mengalikan persamaan (i) dengan 4 dan persamaan (ii) dengan ', diperoleh
' 1
)5 18 I I
/ 181 AAAAA (iii)
' 1
'8 18 I I +
/ 11 AAAAA.. (iv)
#ersamaan (iv) dikurangi persamaan (iii), diperoleh
'
56I
/ 1)1
'4
adi I
'
/ < 1)1256 / <',' &
/ ',' & dari C ke <
$engan mensubstitusi nilai I
'
/ ',' & ke dalam persamaan (i), diperoleh I
1
/ 8,5 &. !adi
arus pada "abang CD/<
/ I
1
7 I
'
/ 8,5 7 (< ',')
/ ',) &
Contoh 1.2). Dua buah batter# /
1
dan /
'
berturut-turut mempunyai e.m.(. : ; dan ' ;
dan resistans dalam ' ohm dan ) ohm diparalel melintasi sebauh resistor 5 ohm. Eitung (i)
arus yang mengalir melalui setiap battery dan (ii) tegangan terminal.
Penyeleaian. %ambar 1.'6 menunukkan arah arus dalam "abang-"abang. &da dua buah
besaran yang tidak diketahui I
1
dan I
'
, dua buah l22p harus ditentukan.
Gambar 1. 2,
Loop 'B43'
11 ) ( : 11 )1
' 1 '
+ + I I I
/ 1
atau
' 1
14 : I I +
/ 81 AAAAA (i)
Loop BCD4B
)1 11 8 ' '1 :
' 1 1 1
+ + I I I I
/ 1
atau
' 1
11 1' I I
/ < 11 AAAAAA. (ii)
$engan mengalikan persamaan (i) dengan ' dan mengurangkan persamaan (ii)
dengan persamaan (i) diperoleh,
'
85I
/ 61
atau I
'
/ 61 2 85 / ' &
$engan mensubstitusi nilai I
'
/ ' & kedalam persamaan (i) diperoleh I
1
/ 1 &. !adi,
&rus yang mengalir melalui battery '1 ; / I
1
/ 1 & dari C ke D
&rus yang mengalir melalui battery )1 ; / I
'
/ ' & dari B ke /
'3
&rus yang mengalir melalui battery 11 ; / I
1
7 I
'
/ ) & dari < ke A
Contoh 1.2". )ebuah $embatan 3heatst2ne ABCD disusun sebagai berikut C AB 7 2hm,
BC 7 & 2hm@ CD 7 5 2hm@ DA 7 0 2hm! )ebuah resist2r + 2hm dihubungkan antara B
dan D! )ebuah batter# 0 ;2lt dengan resistans dalam 2hm dihubungkan antara A dan C!
"itung ,i- besar dan arah arus pada resistans + 2hm dan ,ii- resistans antara A dan C!
Penyeleaian. %ambar 1.)1 menunukkan embatan Gheatstone ABCD dan arah arus
untuk setiap "abang seperti ditandai pada gambar tersebut. &da tiga besaran tidak diketahui
(yaitu I
1
, I
'
dan I
)
), tiga buah l22p harus ditentukan.
Gambar 1. !-
Loop 'BD'
' ) 1
8 5 1 I I I +
/ 1
atau
' ) 1
8 5 I I I +
/ 1 AAAAAA (i)
Loop BCDB
) ) ' ) 1
5 ) ( ) ) ( ' I I I I I + + +
/ 1
atau
' ) 1
11 ' I I I
/ 1 AAAAAA. (ii)
Loop 3'BC43
8 ) ( 1 ) ( ' 1
' 1 ) 1 1
+ + I I I I I
/ 1
atau
' ) 1
' 8 I I I +
/ 8 AAAAAA (iii)
$engan mengalikan persamaan (i) dengan ' dan digunakan untuk mengurangi
persamaan (ii), diperoleh,
' )
5 '1 I I
/ 1 AAAA.. (iv)
$engan mengalikan persamaan (i) dengan 8 dan digunakan untuk mengurangi
persamaan (iii), diperoleh,
'6
' )
14 '' I I
/ 8 AAAAA. (v)
$engan mengalikan persamaan (iv) dengan 14 dan persamaan (v) dikalikan dengan
5, diperoleh,
' )
35 )81 I I
/ 1 AAAAA. (vi)
' )
35 111 I I
/ -'1 AAAAA (vii)
#ersamaan (vi) dikurangi dengan persamaan (vii), diperoleh,
')1I
)
/ '1
atau I
)
/ '1 2 ')1 / 1,134 &
yaitu arus melalui 5 ohm, I
)
/ 1,134 &
$engan mensubstitusi nilai I
)
/ 1,134 & ke dalam persamaan (iv), diperoleh,
I
'
/ 1,)83 &.
$engan mensubstitusi nilai I
)
/ 1,134 & dan I
'
/ 1,)83 & ke dalam persamaan (ii),
diperoleh,
I
)
/ 1,654 &
&rus yang disuplai battery, I / I
1
7 I
'
/ 1,654 7 1,)83 / 1,)15 &
!atuh tegangan antara A dan C / e.m.(. battery < atuh tegangan battery
/ 8 < 1,)15 9 1 / ',:65 ;
!adi resistans antara A dan C /
)15 , 1
:65 , '

batter# arus
AC tegangan $atuh
/ ',1:5 -hm
Contoh 1.2%. Dua belas penghantar, dengan resistans masing-masing penghantar r,
dihubungkan membentuk rangka kubus! "itung resistans ekui;alen antara dua buah u$ung
diag2nal #ang berseberangan!
Penyeleaian. +isalkan kubus ABCD/<B" merupakan rangka kubus yang terbentuk
dengan menggabungkan penghantar-penghantar tersebut, masing-masing resistans r seperti
ditunukkan pada gambar 1.)1. +isal sebuah arus :I masuk ke dalam kubus pada sudut A.
!ika resistans setiap penghantar sama, arus pada titik A dibagi menadi tiga bagian * 'I
mengalir di dalam A/, 'I mengalir di dalam AB dan 'I mengalir di dalam AD. #ada titik-
titik B, D dan / arus dibagi menadi tiga bagian yang sama, setiap bagian sebear I. $engan
menerapkan Eukum ?ir"ho((, 'I arus mengalir melalui setiap penghantar CB, "B dan <B.
?etiga arus ini diumlahkan lagi pada uung B sedemikian rupa sehingga arus yang
mengalir keluar adalah :I.
)1
+isalakan / / e.m.(. sebuah battery yang dihubungkan pada uung-uung A dan B
kubus, uung A terminal positi(. Sekarang tentukan sembarang l22p antara A dan B,
misalkan rangkaian tertutup A/<BA. $engan menerapkan E?T pada rangkaian tertutup
ini, diperoleh,
r I r I r I ' '
/ < /
atau 5I r / / AAAA (i)
!ika R merupakan resistans ekuivalen antara uung-uung diagonal yang
berseberangan A dan B, maka
/ / :I R AAAA. (ii)
$ari persamaan (i) dan persamaan (ii) diperoleh
: I R / 5I r
atau R / (52:)r
Soal 7atihan.
1. !ika resistan sebuah rangkaian dengan sumber tegangan 1' ; naik menadi 8 -hm arus
berkurang menadi 1,5 &. Berapa resistans awal rangkaian tersebut. =+ 8hm>
'. Bilai resistans maksimum dari sebuah rheostat adalah 831 -hm dan nilai minimumnya
1,5 -hm. Eitung untuk kedua keadaan itu tegangan pada rheostat ika arus yang
mengalir sebesar 1,' &. =%9*) :; -9) :>
). $ua buah resistor 8 -hm dan : -hm dihubungkan se"ara paralel. !ika arus total
sebesar )1 &, hitung arus yang mengalir melalui setiap resistans. =1+ '; 12 '>
8. ,mpat buah resistor diparalel. &rus di tiga resistor pertama berutur-turut adalah 8 m&,
5 m& dan : m&. !atuh tegangan pada resistor keempat sebesar '11 ;olt. $aya total
yang terdisipasi adalah 5 watt. Eitung nilai-nilai resistans pada "abang-"abang paralel
dan resistans totalnya. =%- k8hm;"- k8hm;!!9!! k8hm;+ k8hm;% k8hm>
5. $ua buah battery A dan B memiliki e.m.(. 1' ; dan 3 ; dan resistans dalamnya ' -hm
dan 1 -hm, dihubungkan paralel pada sebuah resisitans 11 -hm. Eitung (i) arus dari
setiap battery dan arus pada resistor luar dan (ii) atuh tegangan pada resisitor luar.
=I
A
619)2% (menglirkan);I
B
6-9*% (dialiri);-9+*% ';+9*% :>
:. ,.m.(. sebuah battery sebesar : ; dan resistans dalamnya 1,:4 -hm. Sebuah
penghantar dengan resistans 1,'8 -hm dihubungkan pada uung-uung battery. Eitung
(i) arus rangkaian (ii) atuh tegangan pada terminal-terminal battery. =2 ';) :>
)1
4. !ika arus sebesar 1,5 & dislurkan dari sebuah battery, maka atuh tegangan antara
terminal-terminal battery sebesar 16 ; dan ketika arus yang disalurkan sebesar ' &,
atuh tegangannya turun menadi 1: ;. Eitung e.m.(. dan resistans dalam battery.
=2-:;28hm>
)'