Anda di halaman 1dari 65

Kepaniteraan Klinik Stase Ilmu Penyakit Saraf

RSUD Cianjur – FKK Univ. Muhammadiyah Jakarta
2014
Oleh : Alief Leisyah
Pembimbing : dr. Susanto, Sp.S
Identitas Pasien
 Nama : Ny. S
 Jenis kelamin : Perempuan
 Usia : 62 tahun
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Alamat : Desa Cikadu, RT/RW 05/06
Kec. Suka Negara, Cianjur
 Tanggal Masuk : UGD - Sabtu,07/6/14
Pukul 23.41 WIB

Anamnesis
(Auto-anamnesis & Allo-anamnesis
09 Juni 2014)
 Keluhan utama :
 Lemah tubuh sebelah kiri
 Riwayat Penyakit Sekarang :
 Pasien datang dengan keluhan lemah tubuh sebelah kiri
sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan
dirasakan pada saat pasien sedang dirumah hendak ke
kamar mandi kemudian mengeluh lemah tubuh sebelah kiri
secara tiba-tiba disertai bicara rero. Pada hari kejadian,
pasien muntah satu kali. Muntah berisi cairan. Selain itu,
pasien juga merasa mata menjadi berat. Kejang, demam,
tersedak, pandangan berbayang dan penurunan
kesadaran disangkal. Tidak ada riwayat kepala terbentur
atau trauma. Belum BAB sejak 1 hari SMRS , BAK normal.
 Riwayat Penyakit Dahulu
 Riwayat hipertensi sejak 3 tahun SMRS, pengobatan hipertensi
tidak teratur.
 Riwayat Penyakit Keluarga
 Riwayat stroke dalam keluarga disangkal
 Riwayat hipertensi tidak diketahui
 Riwayat DM tidak diketahui
 Riwayat Pengobatan
 Pasien tidak mengkonsumsi obat – obatan.
 Riwayat Psikososial
 Pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga
 Jarang berolahraga
 Tidak konsumsi alkohol
 Tidak merokok

Pemeriksaan Fisik
 Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
 Kesadaran : Composmentis
 Tanda Vital
 Tekanan Darah : 170/100 mmHg
 Nadi : 64 kali/menit, reguler
 Pernafasan : 24 kali/menit
 Suhu : 37,5*C
Status Generalis
 Kepala : Normocephal
 Mata : Sklera ikterik (-/-), Konjungtiva anemis (-/-)
 Hidung : Normonasi, deviasi septum (-), sekret (-)
 Mulut : Mukosa bibir kering (-), sianosis (-), faring
hiperemis (-).
 Telinga : normotia, sekret (-)
 Leher : KGB tidak membesar, JVP tidak meningkat



 Thorax
 Jantung : BJ I-II murni reguler, murmur (-), gallop (-)
 Paru : Dada simetris , vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)
 Abdomen
 Inspeksi : bentuk datar
 Perkusi : timpani
 Palpasi : supel, nyeri tekan (-), organomegali (-), nyeri
epigastrium (-)
 Auskultasi : BU (+) normal
 Ekstremitas
 Atas : akral hangat, RCT < 2 detik, edema (-/-), sianosis (-/-)
 Bawah : akral hangat, RCT < 2 detik, edema (-/-), sianosis (-/-)

Status Neurologik
 Kesadaran : Composmentis
 GCS : E4 M6 V5
 Rangsang Meningeal
 Kaku Kuduk : -
 Lasegue Sign : tidak terbatas kiri
dan kanan
 Kernign’s Sign : tidak terbatas kiri dan
kanan
 Brudzinski I : -
 Brudzinski II : -
Pemeriksaan Nervus
Cranial (saraf otak)
 N. I Olfaktorius



 N.II Optikus
Daya Pembau
Dextra Sinistra
Normal Normal
Dextra Sinistra
Visus Normal Normal
Lapang Pandang Normal Normal
Funduskopi Dilakukan namun belum
bisa melihat dengan
jelas papil, arteri, vena
Dilakukan namun belum
bisa melihat dengan
jelas papil, arteri, vena
 N.III (Okulomotoris)







 N.IV Trokhlearis


Dextra Sinistra
Ptosis - -
Pupil Bulat, isokor ɸ ODS 3 mm
Refleks Cahaya Direk + +
Refleks Cahaya
Indirek
+ +
Gerakan Bola Mata
Atas + +
Bawah + +
Medial + +
Medial atas + +
Akomodasi + +
Gerakan Bola Mata Dextra Sinistra
Medial bawah + +
 N.V Trigeminus






 N. VI Abdusen
Sensibilitas
Ramus oftalmik
Normal, simetris pada kedua sisi
Ramus maksilaris
Normal, simetris pada kedua sisi
Ramus mandibular
Normal, simetris pada kedua sisi
Refleks Kornea
Kiri dan Kanan (+)
Menggigit
Normal
Membuka mulut
Normal
Gerakan Bola Mata Dextra Sinistra
Lateral + +
 N. VII Fasialis


Dextra Sinistra
Mengangkat alis + +
Kerutan kulit dahi + +
Menutup mata dengan kuat + +
Menyeringai + -
Sensoris: Pengecapan 2/3 anterior lidah
Rasa manis +/+ dirasakan sama oleh OS
Rasa asin +/+ dirasakan sama oleh OS
Rasa asam +/+ dirasakan sama oleh OS
Kesan : Parese N. VII sinistra sentral
Fungsi
Pendengaran
Dextra Sinistra
Tes Bisik Tidak dilakukan
Tes
Schwabach
Sama dengan pemeriksa Sama dengan
pemeriksa
Tes Rinne AC>BC AC>BC
Tes Webber Tidak ada lateralisasi
Keseimbanga
n
Tidak dilakukan
 N. VIII Vestibulocochlearis





 N. IX dan X
Glosofaringeus &
Vagus
Arkus faring simetris
Daya Kecap Lidah 1/3
belakang
Tidak dilakukan
Uvula Letak ditengah
Menelan Normal
Refleks muntah + kanan kiri
Memalingkan
wajah
Dapat dilakukan ke kanan dan kiri tanpa
kesulitan, kekuatan melawan tahanan sama
kedua sisi
Mengangkat
bahu
Dapat dilakukan pada kedua bahu, kekuatan
melawan tahanan sama pada kedua sisi
Posisi lidah Deviasi ke kiri
Fasikulasi -
Tremor lidah -
Atrofi otot lidah -
 N. XI Assesorius





 N. XII Hipoglossus
*Kesan : Parese N. XII sinistra sentral
 Pemeriksaan Motorik
 Kekuatan otot



 Tonus : Normal
 Atrofi : -/-
 Pemeriksaan Sensorik
 Hemihipestesi sinistra
 Hipalgesi sinistra
 Therm-hypestesi sinistra
 Fungsi Luhur : skor MMSE 18 (gangguan kognitif probable)
 Vegetatif
 BAB : belum sejak 1 hari SMRS
 BAK : Normal
5 0
5 0
 Refleks Fisiologis




 Refleks Patologis

Dextra Sinistra
Biceps 2+ 2+
Triceps 2+ 2+
Brachioradialis 2+ 2+
KPR 2+ 2+
APR 2+ 2+
Dextra Sinistra
Babinsky - -
Chaddock - -
Oppenheim - -
Gordon - -
HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Hasil Rujukan
Gula darah puasa 97 70-110 mg%
Ureum 37,5 10-50 mg%
Kreatinin 0,7 0,5 – 1.0 mg%
Asam Urat 3,20 2,4 – 5,7 mg%
Kolesterol total 90 <200 mg%
HDL 33,7 >60 mg%
LDL 48,3 <130 mg%
Trigliserida 40 <160 mg%
SGPT 35 <42 UL
SGOT 22 <40 UL
 DIAGNOSIS
 Diagnosis Klinis : Stroke
 Diagnosis Etiologi : Infark serebri
 Diagnosis Lokalisaasi : Sistem karotis kanan
 Diagnosis Faktor Risiko : Hipertensi
 DIAGNOSIS BANDING
 Stroke perdarahan intra serebri sistem karotis kanan faktor risiko hipertensi.
 RENCANA PEMERIKSAAN PENUNJANG
 ECG, Pemeriksaan Darah rutin, GDP, Elektrolit, CT-SCAN, MRI
 PENATALAKSANAAN
 Tindakan awal
 ABCs
 Bed rest
 Kepala dan tubuh atas dalam posisi 30
0
dengan bahu pada sisi lemah
diganjal dengan bantal.
 Pemasangan infus (RL 16 gtt/menit)



 PENGOBATAN
 Nonmedikamentosa : Diet lunak rendah garam
 Medikamentosa :
 Piracetam IV 3x3 gr
 Citicolin IV 3 x 500 mg
 Ranitidin IV 2x1 amp
 Ondancentron 2x8 mg
 Ketorolac 2x30 mg
 PROGNOSIS
 Quo ad vitam : bonam
 Quo ad functionam : dubia ad bonam

FOLLOW UP
S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 150/90 mmHg
N : 60 kali/menit, reguler
S : 36,3*C
R : 22 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.
RL
16gtt/menit
Mannitol 200-
150-150/ 8
jam

RM : (-)
SO :
- N. II dan III  Pupil bulat
diameter 3mm, isokor, Reflek
Cahaya (++/++)
- N. III, IV, dan VI Gerak bola
mata baik ke segala arah,
- Parese N. VII kiri sentral dan
N. XII kiri sentral
Citicolin 3x
500

Lasix 1 x 1

Motorik : tonus normal, atrofi (-)


Sensorik : hemihipestesi sinistra
RF : Bicep 2+/2+, Tricep 2+/2+,
KPR 2+/2+, APR. 2+/2+
RP : Babinsky : -/- Chaddock : -/-
Ketorolac 2x1

1
0

J
u
n
i

2
0
1
4

5 0
5 2
S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 140/90 mmHg
N : 60 kali/menit, reguler
S : 37*C
R : 20 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Terapi Lanjut
Tambahkan
alpentin
2x100mg
Nyeri dari
pinggang
sampai ke
kepala
Status Neurologis :
RF :
Bicep 2+/3+,
Tricep 2+/3+,
KPR 2+/2+,
APR. 2+/2+

Susp. Central
stroke pain
syndrome
1
1

J
u
n
i

2
0
1
4

S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 140/90 mmHg
N : 72 kali/menit, reguler
S : 36,5*C
R : 24 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Terapi Lanjut
Fisioterapi
Nyeri dari
pinggang
sampai ke
kepala
berkurang,
hilang
timbul
Status Neurologis
RF :
Bicep 2+/2+,
Tricep 2+/2+,
KPR 2+/2+,
APR. 2+/2+

Susp. Central
stroke pain
syndrome
1
2

J
u
n
i

2
0
1
4

S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 160/90 mmHg
N : 84 kali/menit, reguler
S : 37,2*C
R : 24 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Terapi lanjut
Belum BAB
sejak
masuk RS
Motorik :



Tonus otot normal, atrofi (-)
Susp. Central
stroke pain
syndrome
Nyeri dari
pinggang
sudah
hilang,
tinggal dari
leher ke
kepala



1
3

J
u
n
i

2
0
1
4

5 2
5 2
S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 170/100 mmHg
N : 60 kali/menit, reguler
S : 36,5*C
R : 24 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Mannitol,
lasix, citicolin
dan ketorolac
di hentikan.
Piracetam
3 x 1200
Belum BAB
sejak
masuk RS
Status Neurologis :
Tidak ada perubahan
Susp. Central
stroke pain
syndrome
Captopril
3 x 25 mg
Alpentin
2 x 100
Nyeri di
leher dan
kepala
berkurang
Aspilet 2 x 1
Fisioterapi
1
4

J
u
n
i

2
0
1
4

S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 160/90 mmHg
N : 64 kali/menit, reguler
S : 36,3*C
R : 24 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Paien boleh
pulang
Piracetam
3 x 1200
Belum BAB
sejak
masuk RS
Status Neurologis :
Tidak ada perubahan
Susp. Central
stroke pain
syndrome
Captopril
3 x 25 mg
Alpentin
2 x 100
Nyeri di
leher dan
kepala
berkurang,
hilang
timbul
Aspilet 2 x 1
1
6

J
u
n
i

2
0
1
4

LAMPIRAN HASIL MMSE
RESUME
 Seorang wanita usia 62 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga .
Datang ke UGD RSUD Cianjur pada tanggal 7 Juni 2014 dengan keluhan
: (auto-anamnesis dan allo-anamnesis di ruang gandaria 9 juni 2014)
 Keluhan Utama : Lemah tubuh sebelah kiri
 Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan lemah tubuh sebelah kiri sejak 1 hari
sebelum masuk rumah sakit. Keluhan dirasakan pada saat pasien sedang dirumah
hendak ke kamar mandi kemudian mengeluh lemah tubuh sebelah kiri
secara tiba-tiba disertai bicara rero.. Pasien juga mengeluh nyeri yang
menjalar dari punggung sebelah kanan hingga leher dan kepala sebelah
kanan.
Pada hari kejadian, pasien muntah satu kali. Muntah berisi cairan. Selain
itu, pasien juga merasa mata menjadi berat. Kejang, demam, mual, tersedak,
baal sekitar mulut, pandangan berbayang dan penurunan kesadaran
disangkal. Tidak ada riwayat kepala terbentur atau trauma. Belum BAB sejak 1
hari SMRS dan BAK normal.

 Riwayat Penyakit Dahulu
 Riwayat hipertensi sejak 3 tahun SMRS, pengobatan hipertensi
tidak teratur.
 Riwayat Penyakit Keluarga
 Riwayat stroke dalam keluarga disangkal
 Riwayat hipertensi tidak diketahui
 Riwayat DM tidak diketahui
 Riwayat Pengobatan
 Pasien tidak mengkonsumsi obat – obatan.
 Riwayat Psikososial
 Pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga
 Jarang berolahraga
 Tidak konsumsi alkohol
 Tidak merokok

Pemeriksaan Fisik
 Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
 Kesadaran : Composmentis
 Tanda Vital
 Tekanan Darah : 170/100 mmHg
 Nadi : 64 kali/menit, reguler
 Pernafasan : 24 kali/menit
 Suhu : 37,5*C
Status Generalis
 Kepala : Tidak ada
kelainan
 Mata : Tidak ada
kelainan
 Hidung : Tidak ada
kelainan
 Mulut : Tidak ada
kelainan
 Leher : Tidak ada
kelainan



 Thorax :
 Paru : Tidak ada kelainan
 Jantung : Tidak ada
kelainan
 Abdomen : Tidak ada
kelainan
 Ekstremitas :
 Atas : Tidak ada kelainan
 Bawah : Tidak ada
kelainan


Status Neurologis
 Kesadaran :
Composmentis
 GCS : E4 M6 V5
 Rangsang Meningeal : (-)
 Saraf kranial :
 N. I (olfaktorius)
 Tidak ada kelainan
 N. II (Optikus)
 Tidak ada kelainan
 N. III (Okulomotoris)
 Tidak ada kelainan
 N.IV (Trokhlearis)
 Tidak ada kelainan

 N. V (Trigeminus)
 Tidak ada kelainan
 N. VI (Abdusen)
 Tidak ada Kelainan
 N. VII (Fasialis)
 Parese N. VII sinistra
sentral
 N. VIII
(Vestibulocochlearis)
 Tidak ada kelainan
 N. IX dan X
 Tidak ada kelainan
 N. XI (Asesorius)
 Tidak ada kelainan
 N. XII (Hipoglosus)
 Parese N. XII sinistra
sentral
 Pemeriksaan Motorik
 Kekuatan otot



 Tonus : Normal
 Atrofi : -/-
 Pemeriksaan Sensorik
 Hemihipestesi sinistra
 Hipalgesi sinistra
 Therm-hypestesia sinistra
 Fungsi Luhur : skor MMSE 18 (gangguan kognitif probable)
 Vegetatif
 BAB : belum sejak 1 hari SMRS
 BAK : Normal
5 0
5 0
 Refleks Fisiologis




 Refleks Patologis

Dextra Sinistra
Biceps 2+ 2+
Triceps 2+ 2+
Brachioradialis 2+ 2+
KPR 2+ 2+
APR 2+ 2+
Dextra Sinistra
Babinsky - -
Chaddock - -
Oppenheim - -
Gordon - -
Pemeriksaan Hasil Rujukan
Gula darah puasa 97 70-110 mg%
Ureum 37,5 10-50 mg%
Kreatinin 0,7 0,5 – 1.0 mg%
Asam Urat 3,20 2,4 – 5,7 mg%
Kolesterol total 90 <200 mg%
HDL 33,7 >60 mg%
LDL 48,3 <130 mg%
Trigliserida 40 <160 mg%
SGPT 35 <42 UL
SGOT 22 <40 UL
HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG
 DIAGNOSIS
 Diagnosis Klinis : Stroke
 Diagnosis Etiologi : Infark serebri
 Diagnosis Lokalisaasi : Sistem karotis kanan
 Diagnosis Faktor Risiko : Hipertensi
 DIAGNOSIS BANDING
 Stroke perdarahan intra serebri sistem karotis kanan faktor risiko hipertensi.
 RENCANA PEMERIKSAAN PENUNJANG
 ECG, Pemeriksaan Darah rutin, GDS, Elektrolit
 PENATALAKSANAAN
 Tindakan awal
 ABCs
 Bed rest
 Kepala dan tubuh atas dalam posisi 30
0
dengan bahu pada sisi lemah
diganjal dengan bantal.
 Pemasangan infus (RL 16 gtt/menit)



 PENGOBATAN
 Nonmedikamentosa : Diet lunak rendah garam
 Medikamentosa :
 Piracetam IV 3x3 gr
 Citicolin IV 3 x 500 mg
 Ranitidin IV 2x1 amp
 Ondancentron 2x8 mg
 Ketorolac 2x30 mg
 PROGNOSIS
 Quo ad vitam : bonam
 Quo ad functionam : dubia ad bonam

0
20
40
60
80
100
120
140
160
180
9/6/14 10/6/14 11/6/14 12/6/14 13/6/14 14/6/14 16/6/14
TD Sistole
TD Diastole
Nadi
Suhu
Pernafasan
Follow Up Tanda Vital
S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 150/90 mmHg
N : 60 kali/menit, reguler
S : 36,3*C
R : 22 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.
RL
16gtt/menit
Mannitol 200-
150-150/ 8
jam

RM : (-)
SO :
- N. II dan III  Pupil bulat
diameter 3mm, isokor, Reflek
Cahaya (++/++)
- N. III, IV, dan VI Gerak bola
mata baik ke segala arah,
- Parese N. VII kiri sentral dan
N. XII kiri sentral
Citicolin 3x
500

Lasix 1 x 1

Motorik : tonus normal, atrofi (-)


Sensorik : hemihipestesi sinistra
RF : Bicep 2+/2+, Tricep 2+/2+,
KPR 2+/2+, APR. 2+/2+
RP : Babinsky : -/- Chaddock : -/-
Ketorolac 2x1

1
0

J
u
n
i

2
0
1
4

5 0
5 2
S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 140/90 mmHg
N : 60 kali/menit, reguler
S : 37*C
R : 20 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Terapi Lanjut
Tambahkan
alpentin
2x100mg
Nyeri dari
pinggang
sampai ke
kepala
Status Neurologis :
RF :
Bicep 2+/3+,
Tricep 2+/3+,
KPR 2+/2+,
APR. 2+/2+

Susp. Central
stroke pain
syndrome
1
1

J
u
n
i

2
0
1
4

S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 140/90 mmHg
N : 72 kali/menit, reguler
S : 36,5*C
R : 24 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Terapi Lanjut
Fisioterapi
Nyeri dari
pinggang
sampai ke
kepala
berkurang,
hilang
timbul
Status Neurologis
RF :
Bicep 2+/2+,
Tricep 2+/2+,
KPR 2+/2+,
APR. 2+/2+

Susp. Central
stroke pain
syndrome
1
2

J
u
n
i

2
0
1
4

S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 160/90 mmHg
N : 84 kali/menit, reguler
S : 37,2*C
R : 24 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Terapi lanjut
Belum BAB
sejak
masuk RS
Motorik :



Tonus otot normal, atrofi (-)
Susp. Central
stroke pain
syndrome
Nyeri dari
pinggang
sudah
hilang,
tinggal dari
leher ke
kepala



1
3

J
u
n
i

2
0
1
4

5 2
5 2
S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 170/100 mmHg
N : 60 kali/menit, reguler
S : 36,5*C
R : 24 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Mannitol,
lasix, citicolin
dan ketorolac
di hentikan.
Piracetam
3 x 1200
Belum BAB
sejak
masuk RS
Status Neurologis :
Tidak ada perubahan
Susp. Central
stroke pain
syndrome
Captopril
3 x 25 mg
Alpentin
2 x 100
Nyeri di
leher dan
kepala
berkurang
Aspilet 2 x 1
Fisioterapi
1
4

J
u
n
i

2
0
1
4

S O A P
Lemah
tubuh
sebelah kiri
Kesadaran : CM
Tanda Vital
TD : 160/90 mmHg
N : 64 kali/menit, reguler
S : 36,3*C
R : 24 kali/menit
Stroke infark
serebri sistem
karotis kanan
fr hipertensi.

Paien boleh
pulang
Piracetam
3 x 1200
Belum BAB
sejak
masuk RS
Status Neurologis :
Tidak ada perubahan
Susp. Central
stroke pain
syndrome
Captopril
3 x 25 mg
Alpentin
2 x 100
Nyeri di
leher dan
kepala
berkurang,
hilang
timbul
Aspilet 2 x 1
1
6

J
u
n
i

2
0
1
4

LAMPIRAN HASIL MMSE
ANALISA MASALAH
DAFTAR MASALAH
 Mengapa pasien ini didiagnosa Stroke infark serebri
sistem karotis kanan?
 Apa saja faktor risiko pada pasien ini? Bagaimana
faktor risiko tersebut menyebabkan stroke?
 Apa yang dimaksud Central Stroke Pain Syndrome?
Bagaimana gejala dan mekanisme terjadinya?

Definisi Stroke
 Definisi stroke menurut WHO (1970-sekarang)
perubahan yang cepat dengan gejala klinis fokal (atau
global) yang menimbulkan deficit neurologis dan
gangguan fungsi serebri, berlangsung lebih dari 24 jam
atau menimbulkan kematian, dengan penyebab
gangguan pada vascular.
 Menurut konsesus American Stroke Association (ASA)
2013 definisi Infark system saraf pusat adalah kematian
sel otak, medulla spinalis, atau sel retinal, yang
disebabkan iskemia, berdasarkan neuropatologi,
neuroimaging, dan/atau bukti klinis dari cedera
permanen.

Diagnosis Stroke Infark
serebri
 Diagnosis
 Berdasarkan klinis anamnesis & pemeriksaan neurologis
 Sistem skoring untuk membedakan jenis stroke
 Algritma stroke Gajah Mada  Penurunan kesadaran (-), nyeri
kepala hebat (-), babinski (-)
 Skor stroke Sirriraj
 CT-Scan (gold standar) untuk membedakan infark dgn perdarahan.
 MRI lebih sensitif mendeteksi infark sereberi dini dan infark batang otak.
 Patologi Anatomi

Perbedaan Perdarahan Intraserebral dan infark
PIS Infark
Gejala prodromal /TIA
Aktivitas pada onset
Penurunan kesadaran
Tanda RM
Tanda kenaikan TIK
CT- scan
-
Aktif
sering
+
Sangat sering
Masa hiperdensitas
+
Istirahat
Jarang
-
jarang
Daerah hipodensitas

Gejala klinis PIS Infark
Defisit fokal Berat Berat ringan
Onset Menit/jam Pelan (jam/hari)
Nyeri kepala Hebat Ringan
Muntah pada awalnya Sering Tidak
Hipertensi Hampir selalu Sering kali
Penurunan kesadaran Ada Tidak ada
Kaku kuduk Jarang Tidak ada
Hemiparesis Sering dari awal Sering dari awal
Gangguan bicara Bisa ada Sering
Likuor Berdarah Jernih
Parese N. III Tidak ada Tidak ada

Pada pasien ini
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaa neurologis
 Defisit neurologis fokal berupa hemiparese sinistra yang terjadi tiba-tiba saat
pasien sedang dirumah.
 Riwayat hipertensi selama 3 tahun dan pengobatan yang tidak teratur.
 Pemeriksaan fisik, tanda vital TD 170/100 mmHg
 Status neurologis tampak sakit sedang, kesadaran composmentis, disartria, RM
(-), SO: refleks cahaya (++/++), pupil bulat isokor ODS 3 mm, GBM kesegala
arah, wajah parese N. VII kiri sentral, parese N. XII kiri sentral.
 Motorik : Tonus normal, atrofi (-)
 Sensorik : Hemi-hipestesi sinistra
 Fungsi luhur: skor MMSE 18.
 RF BTR/KPR/APR (2+2+/2+2+/2+2+),
 RP Babinski /Chaddock (-/-).

5 0
5 0
Berdasarkan skor stroke
Skor Siriraj:
= (2,5 x kesadaran) + (2 x vomitus) + (2 x headache) +
(0,1 x diastole) – (3 x n ateroma) – 12
= (2,5 x 0) + (2 x 1) + (2 x 0) + (0,1 x 100) – (3 x 1) – 12
= (0 + 0 + 0 + 10 – 3) – 12
= -3
 Interpretasi
 Skor > 1 : perdarahan supratentorial
 Skor < 1 : infark serebri

Dimana
Derajat kesadaran 
0 = composmentis,
1 = somnolen,
2 = sopor
Muntah 
0 = tidak ada,
1 = ada
Nyeri kepala 
0 = tidak ada,
1 = ada
Ateroma 
0 = tidak ada,
1 = salah satu atau lebih
(DM, angina, penyakit
pembuluh darah)

 Berdasarkan algoritma Stroke Gajah Mada
 1. Penurunan Kesadaran, 2. Nyeri kepala, 3. Refleks
babinski
 Perdarahan :
 Kombinasi 123, 12-, 1-3, -23, 1--, -2-
 Iskemik Akut / Infark :
 Kombinasi --3, ---

Berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan serta skor Sisisraj dan Gajah Mada,
pasien ini masuk ke dalam kategori stroke infrak serebri.
Faktor Risiko dan bagaimana
efek terhadap stroke
 Faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi
diantaranya adalah hipertensi, penyakit jantung
(fibrilasi atrium), diabetes melitus, merokok,
konsumsi alkohol, hiperlipidemia, kurang aktifitas.
 Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi antara
lain usia, jenis kelamin, ras/suku, dan faktor genetic
serta riwayat stroke sebelumnya.


Pada pasien ini
Hipertensi dengan Tekanan Darah 170/100 mmHg sejak 3 tahun yang lalu,
dengan pengobatan yang tidak teratur.
Penelitian Dr. Broderick (Universitas Cincinnati, Ohio )
Odds ratio pada pasien yang mendapat pengobatan
adalah 0,71 dibanding dengan 5,5 pada pasien yang
tak mendapat pengobatan
Di Amerika Afrika yang mendapat serangan ischaemic
stroke pertama odds ratio adalah 0,57 jika diobati dan
4,0 jika tanpa diobati. Pada kulit putih 0,77 pada yang
diobati dan 6,3 pada yang tak diobat
Ada hubungan yang linier dan positif antara hipertensi dan terjadinya
stroke, baik pada perempuan maupun laki laki, baik stroke perdarahan
maupun non perdarahan
Penggunaan obat antihipertensif dapat
mengurangi kejadian stroke 35% sampai 44%
Tekanan darah
tinggi terus
menerus
Meningkatkan stress & tekanan
pada dinding pembuluh darah
(menimbulkan cedera pembuluh
darah)
Disfungsi endotel
pembuluh darah
Produksi NO berkurang
(NO berfungsi untuk
merelaksasi pembuluh
darah dan mencegah
penumpukan thrombus)
Pembuluh darah
vasokontriksi dan
permeabilitas nya
meningkat
Aterosklerosis
Terjadi proses inflamasi pada
pembuluh darah, pembentukan
bekuan (trombus)
Trombus semakin membesar dan
menyumbat atau trombus terlepas
dan terjadi tromboembolus di
bagian lain.
Nyeri
Transduksi : proses konversi energi dari
rangsangan noksius (suhu, mekanik, atau
kimia) menjadi energi listrik (impuls saraf)
oleh reseptor sensorik untuk nyeri
(nosiseptor).

Transmisi : proses penyampaian impuls
saraf yang terjadi akibat adanya
rangsangan di perifer ke pusat.

Persepsi : proses apresiasi atau
pemahaman dari impuls saraf yang
sampai ke SSP sebagai nyeri.

Modulasi : proses pengaturan impuls
yang dihantarkan, dapat terjadi di setiap
tingkat, namun biasanya diartikan sebagai
pengaturan yang dilakukan oleh otak
terhadap proses di kornu dorsalis medulla
spinalis

Central Stroke Pain
Syndrome
 Central stroke pain syndrome (CSPS) atau central
post-stroke pain(CPSP) termasuk dalam nyeri
neuropatik. Kerusakan atau disfungsi sistem saraf
pusat atau saraf perifer dapat menyebabkan nyeri
neuropatik. Nyeri tersebut berasal dari saraf perifer
disepanjang perjalanannya atau dari sistem saraf
pusat karena gangguan fungsi tanpa melibatkan
eksitasi reseptor nyeri spesifik (nosiseptor).

 Central stroke pain syndrome biasa disebut sindrom
nyeri thalamus, yang menimbulkan nyeri seperti terbakar
yang hebat disisi hemiplegik, terutama di ekstremitas
distal. Nyeri ini sering timbul pada pasien pasca stroke.
 Pada skala dari 0 sampai 10, rata-rata intensitas nyeri
bervariasi antara 3 dan 6. Dalam beberapa penelitian,
intensitas nyeri yang lebih tinggi telah dilaporkan ketika
lesi terletak di batang otak atau thalamus dibanding di
daerah lain
 Distribusi nyeri dapat berkisar dari daerah kecil (misalnya
tangan) ke daerah-daerah besar (misalnya , di salah satu
sisi tubuh) Pasien dengan infark medulla lateralis, rasa
sakit dapat melibatkan satu sisi wajah dan sisi
kontralateral tubuh atau anggota badan, dan nyeri
periorbital sering dilaporkan. Nyeri sebelah badan secara
umum pada pasien dengan lesi thalamic.

TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA