Anda di halaman 1dari 1

“Pangek Lapuak sebagai Makanan Tradisional yang Kaya akan Gizi.


Rahmat Maulana
SMAN 1 Batusangkar
freowine@gmail.com
ABSTRAK

Penelitian ini didorong karena adanya makanan Minangkabau berupa pangek lapuak
yang merupakan salah satu makanan Minangkabau yang berasal dari kenagarian Barulak
Kabupaten Tanah Datar yang syarat akan gizi, tetapi kurang dipublikasikan baik di
Minangkabau, maupun di Indonesia. Masyarakat lebih mengenal pangek ikan, rendang
dan lain sebagainya. Pangek lapuak atau pangek lapuk berbahan dasar ikan yang
tulangnya dilapukkan melalui proses masak yang unik dan campuran berupa daun
kesambi (Cleodendron sp.) pati santan dan bumbu-bumbu lain sebagainya yang disatukan
dalam belanga (kuali tanah).
Karya tulis ini disusun dengan tujuan: (1) untuk mengetahui komposisi dan proses
pemasakan dari pangek lapuak; (2) untuk mempublikasikan pangek lapuak sebagai
makanan khas Tanah Datar yang kaya akan gizi; (3) untuk melestarikan kebudayaan
Minangkabau; dan (4) untuk mengetahui nilai gizi dari makanan pangek lapuak.
Sedangkan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan
eksperimen.
Pangek lapuak memiliki nilai gizi tinggi karena (1) tulang ikan yang kaya akan
kalsium dan sudah lapuk itu dapat dikonsumsi layaknya tulang sardine kalengan yang
biasa dikenal orang; (2) daun kesambi (S. oleosa) yang cukup mendominasi dari makanan
tersebut merupakan daun yang mengandung banyak gizi dan sering dijadikan obat
tradisional; (3) jenis ikan yang pada umumnya dijadikan bahan adalah ikan mas yang
memiliki banyak tulang dan kandungan gizi yang tinggi dibandingkan ikan air tawar
lainnya; dan (4) bumbu-bumbu yang digunakan adalah bumbu tradisional seperti kunyit,
jahe dan lainnya.
Penulis berharap penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan publikasi bagi
masyarakat tentang pangek lapuak dan penelitian ini diharapkan juga dapat membuktikan
hipotesis tentang pangek lapuak yang kaya akan gizi.