Anda di halaman 1dari 2

BAB 5

RUMUSAN DIAGNOSA KOMUNITAS



5.1 Identifikasi Masalah
Untuk menjalankan program diagnosis komunitas diperlukan data-data untuk
mengidentifikasi permasalahan utama dalam suatu komunitas. Kami menggunakan data
sekunder yang diperoleh dari Poli IMS Puskesmas Gondanglegi. Berdasarkan data sepuluh
penyakit terbanyak pada kunjungan Puskesmas Gondanglegi, Kabupaten Malang mulai
bulan Januari - Agustus 2013, kami dapatkan bahwa penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS)
termasuk dalam 10 penyakit terbanyak di Gondanglegi. Bila angka penyakit IMS semakin
meningkat, dapat juga meningkatkan kejadian HIV di Gondanglegi. HIV adalah komplikasi
terberat dari IMS yang sering terjadi.
Berikut adalah hasil rekapitulasi beberapa penyakit terbanyak berdasarkan
kunjungan di Puskesmas Gondanglegi mulai bulan Januari s/d Agustus 2013:

Tabel 5.1 Penyakit Terbanyak Puskesmas Gondanglegi Bulan Januari-Agustus 2013
No. Nama Penyakit Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agst Jmlh
1. ISPAnon
pneumonia
845 879 977 874 595 619 665 566 6020
2. Hipertensi
Primer
388 308 336 400 371 290 351 297 2741
3. Diare 254 217 218 229 208 193 246 223 1788
4. Gastritis 202 167 173 195 196 185 136 123 1377
5. Faringitis 158 170 181 156 122 129 124 115 1155
6. Artritis non
spesifik
162 115 105 136 95 79 70 54 816
7. Infeksi Menular
Seksual (IMS)
131 142 90 108 92 147 78 59 847
8. Tonsilitis 61 75 82 69 71 67 65 51 541
9. Tifus perut 110 113 136 108 129 96 92 75 859
10. lSPA 61 155 94 58 121 101 120 91 801
Jumlah 2330 2264 2403 2310 2008 1839 1973 1685 16812


Berdasarkan data di atas, kami dapatkan bahwa penyakit terbanyak di Puskesmas
Gondanglegi adalah ISPA non pneumonia,diikuti oleh hipertensi primer dan diare.
Penentuan permasalahan dalam komunitas dilakukan dengan menggunakan sistem skoring
metode NGT (Nominal Group Technique). Penyakit IMS turut disertakan dengan
mempertimbangkan komplikasi yang paling berat, dimana sampai saat ini belum ditemukan
obat untuk menyembuhkan penyakit HIV. Jumlah wakil yang dipilih untuk skoring sejumlah 4
orang yaitu 3 orang wakil dokter muda, 2 orang petugas kesehatan desa.

Tabel 5.2 Skoring Permasalahan Komunitas di Kecamatan Gondanglegi Januari-
Augustus 2013
Skoring
Hipertensi IMS Diare
D1 D2 P1 P2 D1 D2 P1 P2 D1 D2 P1 P2
Magnitude 9 9 8 8 8 8 8 9 7 7 6 7
Seriousness of the
consequence
4 4 4 4 8 8 8 8 7 6 5 6
Feasibility 7 7 7 6 7 7 7 6 6 7 6 6
JUMLAH 20 20 19 18 23 23 23 23 20 20 17 19

Ket: D1 : Perwakilan dokter muda 1
D2 : Perwakilan dokter muda 2
P1 : Perwakilan Petugas Kesehatan 1
P2 : Perwakilan Petugas Kesehatan 2

Dari skoring tersebut, prioritas permasalahan utama adalah IMS. Meskipun
prevalensi hipertensi dan diare lebih tinggi daripada IMS, secara teori komplikasi yang dapat
terjadi dari IMS lebih serius dan susah diobati dibanding dengan hipertensi dan diare.
Komplikasi yang terberat dari IMS adalah HIV. Selain itu, angka kejadian IMS cenderung
meningkat pada ibu rumah tangga dan bayi di kecamatan Gondanglegi. Mengingat di
kecamatan Gondanglegi terdapat lokalisasi, oleh karena itu kami melakukan survey untuk
mengetahui LBT berdasarkan usia, pekerjaan dan asal mereka.