Anda di halaman 1dari 12

BAB IV

(BENTUK - BENTUK KONTRAK


KONSTRUKSI)
Alvina Mayora Nilasari
1206237580
Bentuk - Bentuk Kontrak Konstruksi
Bentuk
Kontrak
Konstruksi
Aspek
Perhitungan
Biaya
Aspek
Perhitungan
Jasa
Aspek Cara
Pembayaran
Aspek
Pembagian
Tugas
Aspek Perhitungan Biaya
Fixed Lump Sum Price
volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak tidak boleh diukur ulang.
Risiko sepenuhnya ditanggung oleh penyedia jasa sepanjang gambar dan
spesifikasi tidak berubah.
Biasanya kenaikan biaya yang diajukan oleh penyedia jasa akan ditolak,
tetapi tidak menutup kemungkinan penyedia jasa mengajukan klaim.

Unit Price
volume pekerjaan di dalam kontrak merupakan perkiraan dan akan diukur
ulang.
Volume pekerjaan dapat berubah, harga satuannya tidak boleh berubah.
Permasalahan : dibutuhkan tenaga kerja lebih oleh pengguna jasa untuk
melakukan pengukuran ulang volume pekerjaan
Aspek Perhitungan Jasa
Cost without Fee
penyedia jasa hanya dibayar biaya pekerjaan tanpa imbalan jasa.
Biasanya proyek yang menggunakan kontrak ini bersifat social.
Penyedia jasa mungkin mendapatkan keuntungan dari efisiensi pemakaian
bahan dan mengelola pekerjaan sebaik mungkin

Cost Plus Fee
penyedia jasa dibayar seluruh biaya pekerjaan beserta jasa yang besarnya
berupa persentase dari nilai kontrak.
Kontrak ini cenderung menguntungkan penydia jasa dan merugikan
pengguna jasa.


Aspek Perhitungan Jasa
Cost Plus Fixed Fee
hampir sama dengan Cost Plus Fee perbedaannya terletak pada Fee. besar
Fee telah ditentukan dengan pasti dan tetap walaupun biaya berubah.
Jumlah Fixed Fee harus mempunyai hubungan dengan tingkat kesulitan
dalam pelaksanaan pekerjaan, biaya pekerjaan, dan waktu pekerjaan.


Aspek Cara Pembayaran
Monthly Payment
pembayarannya berdasarkan prestasi penyedia jasa yang dihitung setiap
akhir bulan.
Kelemahan : terdapat kemungkinan penyedia jasa menimbun bahan
dilapangan sehingga dianggap prestasi kerjanya tinggi

Stage Payment
pembayaran kepada penyedia jasa dilakukan atas dasar prestasi/kemajuan
pekerjaan yang telah dicapai sesuai dengan ketentuan yang ada pada
kontrak.
Persentase prestasi = persentase dibayarkan
Aspek Cara Pembayaran
Contractors Full Prefinanced
pendanaan proyek berasal dari penyedia jasa, dibayar pengguna jasa
setelah selesai.
terkadang penyedia jasa baru dibayar 95 % sisanya digunakan sebagai
jaminan
memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan cara
pembayaran bulanan atau dasar presentasi
Aspek Pembagian Tugas
Kontrak Konvensional
kontrak yang paling tua dan paling banyak digunakan di Indonesia
Pembagian tugas : pengguna jasa menugaskan penyedia jasa, yang
sebelumnya telah dibuat rencananya oleh pihak lain sehingga tinggal
dilaksanakan.
Beberapa bagian tugas dapat diborongkan kepada sub penyedia jasa
pengguna jasa biasanya akan menunjuk Pimpinan Proyek (Pimpro) yang
bertugas sebagai jembatan antara pengguna dan penyedia jasa
membutuhkan setidaknya 3 kontrak terpisah
Aspek Pembagian Tugas
Kontrak Spesialis
hampir sama dengan kontrak konvensional
Pengguna jasa menggunakan beberapa penyedia jasa yang memiliki tugas
yang khusus (spesialis)
Tujuannya : dicapainya mutu pekerjaan yang lebih andal, penghematan
waktu, penghematan biaya, keleluasaan dan kemudahan untuk mengganti
penyedia jasa
Kekurangan : diperlukan pengawasan yang lebih baik dan tenakga kerja
banyak.
Aspek Pembagian Tugas
Rancang Bangun
penyedia jasa bertugas membuat rancangan proyek + pelaksanaannya
Konsultan perencana menerima tugas dari penyedia jasa
pengguna jasa harus memiliki jaminan pembayaran minimal senilai harga
kontak, tetapi buan sebagai instrument pembayaran
Kontrak Engineering, Procurement & Construction (EPC)
sama dengan kontrak rancang bangun, tetapi untuk pembangunan
pekerjaan ndustry minyak, gas bumi dan petrokimia.
Penyedia jasa mendapat TOR
perancangan, penentuan proses, penggunaan peralatan, pemasangannya
Oleh penyedia jasa

Aspek Pembagian Tugas
BOT (Build, Operate, and Transfer)/BLT (Build, Lease, Transfer)
BOT
Pembangunan dilakukan investor berdasarkan pengguna jasa (Build)
investor diberikan hak mengelola dan mengambil hasil dari fasilias tersebut
sampai waktu tertentu(Operate)
waktu selesai fasilitas dikembalikan lagi ke pengguna jasa (Transfer)
BLT
fasilitas dibangun (Build)
pemilik seolah-olah menyewa fasilitas kepada investor pada kurun waktu
tertentu (Lease)
terdapat perjanijian sewa
masa sewa berakhir fasilitas dikembalikan pada pemilik fasilitas (Transfer).

Aspek Pembagian Tugas
Swakelola
bukanlah bentuk kontrak, karena pekerjaan proyek dilaksanakan sendiri
tanpa bantuan penyedia jasa
alasan untuk tidak melakukan swakelola:
1. kemungkinan ada reaksi dari pihak luar
2. keterbatasan sumber daya manusia,
3. penghimpunan pegawai baik itu pelatihan dan biaya retensi,
4. kesulitan dalam koordinasi /hubungan konstruksi,
5. kenaikan pertanggungjawaban