Anda di halaman 1dari 12

Tindakan Pencegahan Penularan Penyakit

Infeksi Pada Praktek Dokter Gigi
Dokter gigi, stafnya dan juga pasien memiliki resiko tinggi berkontak dengan
mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus dan jamur selama perawatan gigi. Tindakan
secara asepsis harus selalu dilakukan, termasuk tindakan pencegahan seperti sterilisasi dan
desinfeksi. Dokter gigi harus menganggap pasiennya adalah carrier dari hepatitis B, acquired
immuno defficiency syndrome (!D"# atau tuberculosis (TB$#, dan harus selalu mengikuti
prosedur tindakan pencegahan.
Banyak penyakit infeksi dapat ditularkan selama perawatan gigi, antara lain TB$, sifilis,
hepatitis , B, $, !D", %$, herpes, dan lain&lain. Dengan melakukan tindakan pencegahan
infeksi dapat dicegah terjadinya infeksi yang berbahaya, bahkan dapat mencegah terjadinya
kematian. "umber infeksi yang potensial pada praktek dokter gigi termasuk tangan, saliva,
darah, sekresi hidung, baju, rambut juga alat&alat'instrumen dan perlengkapan praktek lainnya
harus dijaga sterilitasnya untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi.
(ontaminasi dari rongga mulut dan luka terbuka dapat disebarkan oleh udara, air, debu,
aerosol, percikan atau droplets, sekresi saluran pernafasan, plak, kalkulus, bahan tumpatan
gigi dan debris. )lora mulut yang patogen dari pasien dapat ditransmisikan pada jaringan atau
organ (autogenous infection# seperti katup jantung, sendi artificial, dan jaringan lunak
sekitarnya, dan tulang.
*rosedur pencegahan penularan penyakit infeksi antara lain adalah evaluasi pasien,
perlindungan diri, sterilisasi dan desinfeksi, pembuangan sampah yang aman dan tindakan
asepsis termasuk juga dalam laboratorium tehnik gigi.
+etode sterilisasi dan asepsis masa kini pada praktek dokter gigi dan laboratorium gigi
secara nyata telah menurunkan resiko terjadinya penyakit pada pasien, dokter gigi, dan
stafnya.
,alur utama penyebaran mikroorganisme pada praktek dokter gigi adalah melalui -
.. (ontak langsung dengan luka infeksi atau saliva dan darah yang terinfeksi.
/. (ontak tidak langsung dari alat&alat yang terkontaminasi.
0. *ercikan darah, saliva atau sekresi nasofaring langsung pada kulit yang terluka maupun
yang utuh atau mukosa.
1. erosol atau penyebaran mikroorganisme melalui udara.
(ontrol infeksi secara umum
Dokter gigi tidak mungkin yakin bahwa pasien yang datang untuk perawatan giginya adalah
carrier mikroorganisme infektif atau bukan, oleh karena itu semua pasien yang datang harus
dianggap merupakan carrier dari mikroorganisme patogen. "emua prosedur klinis yang
dilakukan pada semua pasien harus dilakukan dengan menggunakan kontrol infeksi yang
umum.
Banyak sumber penularan infeksi pada praktek dokter gigi antara lain tangan, saliva, sekresi
saluran pernafasan, darah, pakaian, dan rambut, demikian pula instrumen gigi serta peralatan
lainnya harus betul&betul diperhatikan untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi.
(ontaminasi dari rongga mulut dan luka yang terbuka dapat disebabkan oleh udara, air, debu,
aerosol, percikan atau droplet, sekresi saluran pernafasan, plak, karang gigi, bahan tumpatan
gigi serta debris. )lora mulut pasien yang patogen dapat masuk ke dalam jaringan lain atau
organ (autogenous infection# seperti pada katup jantung yang lemah, sendi palsu dan jaringan
lunak sekitarnya atau tulang.
!nfeksi melalui udara
+ikroorganisme yang ditularkan melalui udara terdapat pada aerosol yang terhirup dan
karenanya dapat menyebabkan penyakit influen2a, commond cold, dan tuberkulosis. Bila
terjadi aerosol misalnya oleh instrumen kecepatan tinggi, terbentuk percikan&percikan dengan
ukuran yang berbeda&beda. *ercikan yang diameternya lebih besar dari .33 nanometer yang
dinamakan splatter akan cepat jatuh oleh gaya tarik bumi, sedang percikan yang umum terjadi
adalah berukuran diameter kurang dari .33 nanometer. *ercikan kecil ini dengan cepat
menguap dan tetap ada pada udara selama beberapa jam sebagai droplet nuclei yang
mengandung saliva atau sekresi serum yang kering dan mikroorganisme.
!nfeksi melalui benda tajam dan jarum suntik
,lur utma terjadinya penularan penyakit infeksi dalam bidang kedokteran gigi yaitu melalui
kulit atau mukosa yang terluka oleh benda tajam atau jarum suntik, termasuk di sini adalah
penyebaran penyakit hepatitis B dari pasien ke dokter gigi dan sebaliknya yang sudah
terbukti.
*rosedur pencegahan infeksi
*rosedur pencegahan infeksi ada beberapa tahap -
& 4valuasi pasien
& *erlindungan diri
& "terilisasi instrumen
& Disinfeksi permukaan
& 5aboratorium yang asepsis
& *embuangan sampah
4valuasi pasien
6arus diketahui riwayat kesehatan yang lengkap dari tiap&tiap pasien dan perbaharui pada
tiap tahap kunjungan berikutnya. 6al ini dimaksudkan agar dapat diketahui adanya infeksi
silang yang kemungkinan terjadi pada praktek dokter gigi. 6arus diperhatikan mengenai
adanya penyakit infeksi yang berbahaya.
*erlindungan diri
Dalam hal ini termasuk -
& (ebersihan diri.
& *emakaian baju praktek.
& *roteksi misalnya sarung tangan, kacamata, masker, dan rubber dam.
& !munisasi.
(ebersihan diri
(ebersihan diri yang baik dapat mengurangi terjadinya infeksi silang pada praktek dokter
gigi. "ecara umum pada waktu merawat pasien seorang dokter gigi harus -
& 6indari memegang sesuatu yang tidak dibutuhkan pada waktu merawat pasien, hindari
kontak tangan dengan mata, hidung, mulut, dan rambut serta hindari memegang luka atau
abrasi.
& Tutupi luka atau lecet&lecet pada jari dengan plester sebab luka tersebut dapat merupakan
tempat masuknya mikroorganisme patogen (harus memakai sarung tangan#.
& $uci tangan dengan baik sebelum dan setelah merawat pasien dengan memakai sabun
antimikrobial (mis. klorheksidin glukonat# sebelum memakai sarung tangan.
*emakaian baju praktek
& Dokter gigi dan stafnya harus memakai baju yang bersih dan baru dicuci.
& Baju tersebut harus diganti setiap hari dan harus diganti saat terjadi kontaminasi.
& Baju praktek harus dicuci dengan air panas dan deterjen serta pemutih klorin, untuk baju
yang terkontaminasi perlu penanganan tersendiri.
Bakteri patogen dan beberapa virus, terutama virus hepatitis B dapat hidup pada pakaian
selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
*roteksi
7ntuk maksud ini harus menggunakan -
& "arung tangan
& (acamata
& +asker
& %ubber dam
"arung tangan
Tangan merupakan alat transmisi dari mikroorganisme pada saluran pernafasan dan mulut
yang utama. (uku harus digunting pendek dan tidak boleh memakai perhiasan seperti cincin,
gelang, dan jam tangan pada saat merawat pasien. Tangan harus dicuci dengan sikat dan
sabun yang mengandung 2at antimikrobial seperti iodofor (.8 iodine#, klorheksidin glukonat
(/&18#, para&klormeta&silenol (*+$9# 3,:&08 atau alkohol (;38 isopropil aklohol# dan lain&
lain. Tangan digosok paling sedikit selama .3 detik dan dikeringkan dengan memakai
pengering otomatis atau tissue.
"emua dokter gigi dan stafnya harus memakai sarung tangan lateks atau vinil sekali pakai.
6al ini untuk melindungi baik dokter gigi atau stafnya maupun pasien. "arung tangan vinil
dapat dipakai untuk mereka yang alergi terhadap lateks, walaupun hal ini jarang terjadi.
da tiga macam sarung tangan yang dipakai dalam kedokteran gigi yaitu -
& "arung tangan lateks yang bersih harus digunakan pada saat dokter gigi memeriksa mulut
pasien atau merawat pasien tanpa kemungkinan terjadinya perdarahan.
& "arung tangan steril yang harus digunakan saat melakukan tindakan bedah atau
mengantisipasi kemungkinan terjadinya perdarahan pada perawatan.
& "arung tangan heavy duty harus dipakai manakala harus membersihkan alat, permukaan
kerja atau bila menggunakan bahan kimia.
"emua luka dan lecet&lecet pada kulit harus ditutup dengna plester yang kedap air sebelum
memakai sarung tangan. ,angan merawat pasien bila sedang mengalami luka yang bernanah
atau dermatitis yang terbuka hingga luka tersebut benar&benar sembuh.
*akai . sarung tangan untuk tiap pasien, jangan memakai ulang sarung tangan karena akan
mengurangi nilai protektifnya.
(acamata pelindung
(acamata pelindung harus dipakai oleh dokter gigi dan stafnya untuk melindungi mata dari
splatter dan debris yang diakibatkan oleh high speed handpiece, pembersihan karang gigi
baik secara manual maupun ultrasonik.
%ambut hendaknya jangan menutupi pandangan dan diikat bagi dokter gigi yang memiliki
rambut panjang serta dilindungi dari percikan dan aerosol dengan memakai penutup kepala,
sebaiknya dokter gigi mencuci muka sebelum makan dan juga mencuci muka serta rambut
sebelum tidur. Bakteri patogen dan beberapa virus terutama virus hepatitis B dapat hidup
pada pakaian selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
+asker
*emakaian masker seperti masker khusus untuk bedah sebaiknya digunakan pada saat
menggunakan instrumen berkecepatan tinggi untuk mencegah terhirupnya aerosol yang dapat
menginfeksi saluran pernafasan atas maupun bawah.
4fektivitas penyaringan dari masker tergantung dari -
& Bahan yang dipakai, masker polipropilen lebih baik daripada masker kertas.
& 5ama pemakaian, lama pemakaian yang efektif adalah 03&<3 menit, terutama bila masker
itu basah. ,adi sebaiknya memakai . masker untuk tiap pasien.
%ubber dam
%ubber dam harus digunakan pada operasi untuk menghindari terjadinya aerosol. *emakaian
rubber dam memungkinkan -
& +endapat gambaran yang jelas setelah jaringan diangkat.
& +engurangi kontak instrumen dengan mukosa, sehingga mengurangi terjadinya luka pada
jaringan dan mengurangi perdarahan.
& +engurangi terjadinya aerosol karena tidak terjadi pengumpulan saliva diatas rubber dam.
!munisasi
Dokter gigi dan mereka yang bekerja dalam bidang kedokteran gigi harus memiliki data
imunisasi yang baru. Di !nggris vaksin hepatitis B, tuberkulosis dan rubella (bagi dokter gigi
wanita# dianjurkan untuk mereka yang bekerja dalam bidang kedokteran gigi sebagai
tambahan dari imunisasi rutin seperti tetanus, poliomyelitis dan difteri. Di 7" dianjurkan
imunisasi terhadap semua penyakit ini kecuali TB$ dan influen2a. (/#
+etode asepsis (.#
"elama perawatan gigi banyak benda, instrumen, dan peralatan di kamar praktek yang
terkontaminasi baik secara langsung melalui tangan atau melalui splatter dan aerosol.
7sahakan agar barang&barang yang dibutuhkan di ruang praktek seminimal mungkin dan
tentukan mana yang dapat ditutupi, disterilkan atau didisinfeksi. Tentukan mana yang harus
dibersihkan tiap hari dan mana yang cukup dibersihkan seminggu sekali, lantai dan juga
permukaan lain yang datar harus didisinfeksi.
*enutupan
Dengan menutupi benda dapat mengurangi kebutuhan untuk desinfeksi. *enutupan yang
paling berguna dan sederhana adalah kertas, plastik atau aluminium foil dan diganti tiap
pasien.
lat&alat yang dapat ditutupi -
& Baki instrumen, tutupi dengan bib yaitu kertas yang dilapisi plastik.
& 7jung alat rontgen ditutupi dengan plastik atau kertas yang diberi selotip.
& Tombol&tombol pada unit gigi ditutupi dengan plastik atau aluminium foil.
& "andaran kepala dibungkus dengan penutup dari plastik atau kantung khusus.
& Three way syringe dilapisi dengan plastik, dapat pula menggunakan ujung sekali pakai
(disposable# atau yang dapat disterilkan.
& 7jung dari blood suction dilapisi dengan kantung plastik yang ujungnya digunting untuk
memasukkan ujungnya.
& *egangan lampu ditutupi dengan aluminium foil, kertas atau sepon berukuran 1 = 1 inci.
7ntuk beberapa unit terdapat pegangan yang dapat disterilkan.
& 7jung dari alat untuk menyinari tumpatan komposit, pegangan dan tombol trigger ditutupi
dengan pembungkus plastik dan diberi selotip.
Beberapa alat&alat yang tidak dapat ditutupi, harus disterilkan atau didesinfeksi. Daerah
operasional dapat dibersihkan dan didesinfeksi selama kurang lebih .3 menit.
"terilisasi dan desinfeksi (/#
"terilisasi adalah proses yang dapat membunuh semua jenis mikroorganisme sedang
desinfeksi adalah proses yang membunuh atau menghilangkan mikroorganisme kecuali spora.
!dealnya semua bentuk vegetatif mikroorganisme mati, namun dengan terjadinya
pengurangan jumlah mikroorganisme patogen sampai pada tingkat yang tidak membahayakan
masih dapat diterima.
"terilisasi dilakukan dalam 1 tahap - (/#
& *embersihan sebelum sterilisasi.
& *embungkusan.
& *roses sterilisasi.
& *enyimpanan yang aseptik.
Dalam bidang kedokteran gigi pembersihan dapat dilakukan dengan -
& *embersihan manual
& *embersihan dengan ultrasonik
"ebelum disterilkan alat&alat harus dibersihkan terlebih dahulu dari debris organik, darah, dan
saliva. sisten dokter gigi yang membersihkan alat tersebut harus memakai sarung tangan
heavy duty.
*embersihan dengan memakai alat ultrasonik dengan larutan detergen lebih aman, efisien,
dan efektif dibandingkan dengan penyikatan. >unakan alat ultrasonik yang tertutup selama
paling tidak .3 menit. "etelah dibersihkan, instrumen tersebut dicuci dibawah aliran air dan
dikeringkan dengan baik sebelum disterilkan. 6al ini penting untuk mendapatkan hasil
sterilisasi yang sempurna dan untuk mencegah terjadinya karat. (.#
*embersihan dengan ultrasonik lebih baik sebab -
& +eningkatkan efisiensi pembersihan
& +engurangi bahaya aeroli2ation dari partikel yang infeksius
& +engurangi insiden terluka akibat benda tajam
& +engurangi waktu kerja
*embungkusan
"etelah dibersihkan, instrumen harus dibungkus untuk memenuhi prosedur klinis yang baik.
!nstrumen yang digunakan dalam kedokteran gigi harus dibungkus untuk sterilisasi dengan
memakai -
& ?ampan terbuka yang ditutup dengna kantung sterilisasi yang tembus pandang.
& ?ampan yang berlubang dengan penutup yang dibungkus dengan kertas sterilisasi.
& Bungkus secara individual dengan bungkus untuk sterilisasi yang dapat dibeli.
*roses sterilisasi
*ada kedokteran gigi, sterilisasi dapat dicapai melalui metode -
& *emanasan basah dengan tekanan tinggi (autoclave#
& *emanasan kering (oven#
& 7ap bahan kimia (chemivlave#
+etode sterilisasi yang tidak digunakan pada kedokteran gigi adalah gas etilen oksida dan
radiasi gamma (yang digunakan pada pabrik alat&alat dari plastik# dan filtrasi (yang
digunakan untuk mensterilkan obat suntik#.
*emanasan basah dengan tekanan tinggi
"iklus sterilisasi dari .01 derajat $elcius selama 0 menit pada /3; k*a untuk instrumen yang
dibungkus maupun yang tidak dibungkus. (/# $ara kerja dari autoclave sama dengan pressure
cooker. 7ap jenuh lebih efisien membunuh mikroorganisme dibandingkan dengna perebusan
maupun pemanasan kering (oven#. "terilisasi dapat dilakukan pada suhu ./. derajat $elcius
pada .: psi selama .: menit atau .0/ derajat $elcius pada 03 psi selama 0&; menit untuk
mensterilkan instrumen yang tidak dibungkus, tambahkan : menit untuk instrumen yang
dibungkus. !nstrumen tersebut dapat dibungkus dengan kain muslin, kertas, nilon, aluminium
foil, atau plastik yang dapat menyalurkan (permeable# uap. (.#
*emanasan kering
*enetrasi pada pemanasan kering kurang baik dan kurang efektif dibandingkan dengan
pemanasan basah dengan tekanan tinggi. kibatnya dibutuhkan temperatur yang lebih tinggi
.<3 derajat $elcius' .;3 derajat $elcius dan waktu yang lebih lama (/ jam'. jam# untuk
proses sterilisasi. (/# +enurut ?isengard dan ?ewman (.@@1# (.# suhu yang dipakai adalah
.;3 derajat $elcius selama <3 menit, untuk alat yang dapat menyalurkan panas adalah .@3
derajat $elcius, sedang untuk instrumen yang tidak dibungkus < menit.
"terilisasi uap bahan kimia
(ombinasi dari formaldehid, alkohol, aseton, keton, dan uap pada .0A k*a merupakan cara
sterilisasi yang efektif. (erusakan mikroorganisme diperoleh dari bahan yang toksik dan suhu
tinggi. "terilisasi dengan uap bahan kimia bekerja lebih lambat dari autoclave (03 lawan .:&
/3 menit pada .0A&.;< k*a selama 03 menit setelah tercapai suhu yang dikehendaki#.
*rosedur ini tidak dapat digunakan untuk bahan yang dapat dirusak oleh bahan kimia tersebut
maupun oleh suhu yang tinggi. 7mumnya tidak terjadi karatan apabila instrumen telah benar&
benar kering sebelum disterilkan karena kelembaban yang rendah pada proses ini sekitar ;&
A8. Bahan kimia yang dipakai adalah campuran dari alkohol, formaldehid, keton, aseton, dan
air. (euntungan dari sterilisasi dengan uap bahan kimia adalah lebih cepat dibandingkan
dengan pemanasan kering, tidak menyebabkan karat pada instrumen atau bur dan setelah
sterilisasi diperoleh instrumen yang kering. ?amun instrumen harus diangin&anginkan untuk
mengeluarkan uap susa bahan kimia. (/#
*embungkusan instrumen yang dianjurkan pada metoda ini adalah kain muslin, kertas, dan
plastik yang BtembusC (permeable# uap atau nilon. (.#
*enyimpanan dari alat&alat yang steril
"etelah sterilisasi, instrumen harus tetap steril hingga saat dipakai. *enyimpanan yang baik
sama penting dengan proses sterilisasi itu sendiri, karena penyimpanan yang kurang baik
akan menyebabkan instrumen tersebut tidak steril lagi. 5amanya sterilitas tergantung dari
tempat dimana instrumen itu disimpan dan bahan yang dipakai untuk membungkus. Daerah
yang tertutup dan terlindung dengan aliran udara yang minimal seperti pada lemari atau laci
yang dapat dengan mudah didesinfeksi. *embungkus instrumen hanya boleh dibuka segera
sebelum digunakan, apabila dalam waktu . bulan tidak digunakan harus disterilkan ulang.
Disinfeksi dan antiseptik
Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau
secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam membunuh
mikroorganisme patogen. Disinfektan yang tidak berbahaya bagi permukaan tubuh dapat
digunakan dan bahan ini dinamakan antiseptik. (1#
ntiseptik adalah 2at yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada
jaringan hidup, sedang desinfeksi digunakan pada benda mati. Desinfektan dapat pula
digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya.
"ebelum dilakukan desinfeksi, penting untuk membersihkan alat&alat tersebut dari debris
organik dan bahan&bahan berminyak karena dapat menghambat proses disinfeksi. (/#
+acam&macam desinfektan yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi - (/#
lkohol
4til alkohol atau propil alkohol pada air digunakan untuk mendesinfeksi kulit. lkohol yang
dicampur dengan aldehid digunakan dalam bidang kedokteran gigi unguk mendesinfeksi
permukaan, namun D tidak menganjurkkan pemakaian alkohol untuk mendesinfeksi
permukaan oleh karena cepat menguap tanpa meninggalkan efek sisa.
ldehid
>lutaraldehid merupakan salah satu desinfektan yang populer pada kedokteran gigi, baik
tunggal maupun dalam bentuk kombinasi. ldehid merupakan desinfektan yang kuat.
>lutaraldehid /8 dapat dipakai untuk mendesinfeksi alat&alat yang tidak dapat disterilkan,
diulas dengan kasa steril kemudian diulas kembali dengan kasa steril yang dibasahi dengan
akuades, karena glutaraldehid yang tersisa pada instrumen dapat mengiritasi kulit'mukosa,
operator harus memakai masker, kacamata pelindung dan sarung tangan heavy duty.
5arutan glutaraldehid /8 efektif terhadap bakteri vegetatif seperti +. tuberculosis, fungi, dan
virus akan mati dalam waktu .3&/3 menit, sedang spora baru alan mati setelah .3 jam.
Biguanid
(lorheksidin merupakan contoh dari biguanid yang digunakan secara luas dalam bidang
kedokteran gigi sebagai antiseptik dan kontrok plak, misalnya 3,18 larutan pada detergen
digunakan pada surgical scrub (6ibiscrub#, 3,/8 klorheksidin glukonat pada larutan air
digunakan sebagai bahan antiplak ($orsodyl# dan pada konsentrasi lebih tinggi /8 digunakan
sebagai desinfeksi geligi tiruan. Dat ini sangat aktif terhadap bakteri >ram(E# maupun
>ram(&#. 4fektivitasnya pada rongga mulut terutama disebabkan oleh absorpsinya pada
hidroksiapatit dan salivary mucus.
"enyawa halogen
6ipoklorit dan povidon&iodin adalah 2at oksidasi dan melepaskan ion halide. Falaupun
murah dan efektif, 2at ini dapat menyebabkan karat pada logam dan cepat diinaktifkan oleh
bahan organik (misalnya $hloros, Domestos, dan Betadine#.
)enol
5arutan jernih, tidak mengiritasi kulit dan dapat digunakan untuk membersihkan alat yang
terkontaminasi oleh karena tidak dapat dirusak oleh 2at organik. Dat ini bersifat virusidal dan
sporosidal yang lemah. ?amun karena sebagian besar bakteri dapat dibunuh oleh 2at ini,
banyak digunakan di rumah sakit dan laboratorium.
(lorsilenol
(lorsilenol merupakan larutan yang tidak mengiritasi dan banyak digunakan sebagai
antiseptik, aktifitasnya rendah terhadap banyak bakteri dan penggunaannya terbatas sebagai
desinfektan (misalnya Dettol#.
Desinfeksi permukaan
Disinfektan dapat membunuh mikroorganisme patogen pada benda mati. Disinfektan
dibedakan menurut kemampuannya membunuh beberapa kelompok mikroorganisme,
disinfektan Btingkat tinggiC dapat membunuh virus seperti virus influen2a dan herpes, tetapi
tidak dapat membunuh virus polio, hepatitis B atau +. tuberculosis.
7ntuk mendesinfeksi permukaan dapat dipakai salah satu dari tiga desinfektan seperti
iodophor, derifat fenol atau sodium hipokrit -
& !odophor dilarutkan menurut petunjuk pabrik. Dat ini harus dilarutkan baru setiap hari
dengan akuades. Dalam bentuk larutan, desinfektan ini tetap efektif namun kurang efektif
bagi kain atau bahan plastik.
& Derifat fenol (G&fenil fenol @8 dan G&bensil&* klorofenol .8# dilarutkan dengan
perbandingan . - 0/ dan larutan tersebut tetap stabil untuk waktu <3 hari. (euntungannya
adalah Befek tinggalC dan kurang menyebabkan perubahan warna pada instrumen atau
permukaan keras.
& "odium hipoklorit (bahan pemutih pakaian# yang dilarutkan dengan perbandingan . - .3
hingga . - .33, harganya murah dan sangat efektif. 6arus hati&hati untuk beberapa jenis
logam karena bersifat korosif, terutama untuk aluminium. (ekurangannya yaitu
menyebabkan pemutihan pada pakaian dan menyebabkan baru ruangan seperti kolam renang.
7ntuk mendesinfeksi permukaan, umumnya dapat dipakai satu dari tiga desinfektan diatas.
Tiap desinfektan tersebut memiliki efektifitas Btingkat menengahC bila permukaan tersebut
dibiarkan basah untuk waktu .3 menit. (.#
6asil cetakan (impressions#
Tekniker laboratorium gigi dan pasien lain sering kontak dengan mikroorganisme patogen
dari cetakan gigi, hasil cetakan (stone casts# dan lain&lain. D menganjurkan agar semua
cetakan harus dicuci untuk menghilangkan saliva, darah, dan debris, kemudian didesinfeksi
sebelum dicor dengan dental stone atau sebelum dikirim ke laboratorium.
7ntuk bahan cetak dari alginate sebaiknya tidak direndam, tetapi di spray dengan
desinfektan, lalu dimasukkan dalam kantung plastik dan dibiarkan selama beberapa waktu
sesuai dengan petunjuk pabrik. (:#
*embuangan sampah bekas praktek
*embuangan barang&barang bekas pakai seperti sarung tangan, masker, tissue bekas dan
penutup permukaan yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh harus ditangani secara hati&
hati dan dimasukkan dalam kantung plastik yang kuat dan tertutup rapat untuk mengurangi
kemungkinan orang kontak dengan benda&benda tersebut. Benda&benda tajam seperti jarum
atau pisau scalpel harus dimasukkan dalam tempat yang tahan terhadap tusukan sebelum
dimasukkan dalam kantung plastik. ,aringan tubuh juga harus mendapat perlakuan yang sama
dengan benda tajam. (<#
*embahasan
*ada orang&orang yang bekerja dalam bidang kedokteran gigi terjadi peningkatan resiko
terkena infeksi setelah merawat pasien. *enyebaran penyakit infeksi akibat pekernaan ini
terjadi karena sebagian mikroorganisme patogen pada manusia terdapat pada sekresi mulut.
"ebagai akibat dari kontak secara terus menerus dengan mikroorganisme yang terdapat pada
darah dan saliva, insiden dari beberapa penyakit infeksi secara bermakna terjadi paling
banyak pada orang&orang yang bekerja pada bidang kesehatan gigi bila dibandingkan dengan
penduduk lainnya. 6epatitis B, tuberkulosis, dan infeksi virus 6erpes simple= merupakan
penyakit infeksi yang paling sering terjadi.
"ebagian dari masalah terletak pada kenyataan bahwa banyak dokter gigi maupun asistennya
tidak menyadari adanya mikroorganisme patogen pada saliva dan darah selama melakukan
perawatan. Bahaya ini seringkali tidak disadari oleh karena percikan yang timbul dari mulut
pasien tidak terlihat, debris organik terlihat jernih tembus cahaya dan mengering sebagai
lapisan jernih pada kulit, pakaian, dan permukaan lainnya. $rawford mendemonstrasikan
terjadinya percikan ini dengan jalan mencelupkan jarinya dengan 2at warna merah sebelum
memulai perawatan, ternyata 2at warna tadi terpercik ke berbagai permukaan selama
perawatan.
*ada evaluasi pasuen secara umum harus diperoleh data yang berisi nama, usia, jenis
kelamin, suku, status perkawinan, pekerjaan, alamat, dan nomor telepon. %iwayat penyakit
yang pernah diderita maupun yang sedang diderita, adanya penyakit keturunan harus dicatat,
demikian pula keadaan sosial ekonominya, pendidikannya, apakah ia pengguna narkoba atau
peminum minuman keras, semua hal&hal tersebut harus diketahui. 6al ini karena dari data
tersebut juga dapat diperoleh informasi bahwa pasien tersebut merupakan orang yang
beresiko tinggi terkena penyakit infeksi, seperti orang yang bekerja di bidang kesehatan,
tentara, imigran dari negara belum berkembang, dan orang yang hidup atau bekerja pada
suatu institusi. "ir Filliam Gsler bahkan mengatakan - B,angan pernah merawat orang
asing'orang yang tidak dikenal.C (0#
7ntuk pasien yang menderita penyakit infeksi seperti herpes, hepatitis B, mumps, cacar air,
dan lain&lain sebaiknya perawatan ditunda hingga pasien sembuh, kecuali dalam keadaan
darurat seperti pulpitis akut atau gangren dimana atap pulpa masih tertutup sehingga pasien
sangat menderita kesakitan maka pasien dijadwalkan sebagai pasien terakhir dan kita harus
melakukan tindakan pencegahan lengkap termasuk pemakaian rubber dam.
Tangan dokter gigi dan perawat gigi dapat merupakan BalatC yang efektif untuk menularkan
infeksi dari pasien ke pasien yang lain. Teknik mencuci tangan yang sederhana dapat
merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah infeksi yang didapat dari rumah
sakit'praktek dokter gigi.
"urgical scrub yang merupakan pembersihan yang sistematis pada semua permukaan tangan
dan jari&jari dengan desinfektan untuk waktu beberapa menit yang diikuti dengan
pengeringan dengan handuk steril dan pemakaian sarung tangan dilakukan sebelum
memegang jaringan atau peralatan yang steril. *encucian tangan yang standar dilakukan
sebelum dan sesudah merawat pasien dengan jalam membersihkan seluruh permukaan tangan
dengan desinfektan selama .3&/3 detik yang diikuti dengan pengeringan. (1#
"emmelweis dan 5ister secara terpisah mengemukakan mengenai pentingnya pencucian
tangan yang berulang&ulang dalam usaha mencegah penyebaran mikroorganisme dari satu
orang ke orang lain.
"arung tangan karet diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh *rof. Filliam 6alstead,
seorang ahli bedah pada ,ohns 6opkins 7niversity pada tahun .A@3. D pada tahun .@;<
menganjurkan pemakaian sarung tangan sekali pakai (disposable# untuk melindungi orang&
orang yang bekerja pada bidang kedokteran gigi terhadap mikroorganisme patogen yang
terdapat dalam darah. (;#
pabila kita tiba&tiba harus memegang benda atau alat seperti membuka laci atau lemaru
untuk mengambil botol medikamen atau memegang gagang telepon, maka harus melapis
sarung tangan dengan sarung tangan yang biasa dipakai untuk mempersiapkan makanan dan
dipakai untuk . orang pasien saja, agar saliva atau darah yang melekat pada sarung tangan
tidak mengkontaminasi alat&alat tersebut.
erosol dan percikan dapat mengkontaminasi baju kerja dokter gigi dan asistennya. Baju
praktek harus dipakai untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada pakaian dokter gigi.
7ntuk mencegah penyebaran penyakit infeksi pada keluarga, baju praktek harus dilepas di
tempat praktek dan dicuci secara terpisah dari pakaian lainnya. (0#
4fisiensi masker dalam mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam saluran pernafasan
tergantung dari bahannya dan lamanya pemakaian. (A# +asker yang menutupi mulut dan
hidung dapat mengurangi masuknya mikroorganisme infeksius yang terdapat pada aerosol ke
dalam saluran nafas. +asker juga dapat melindungi membran mukosa dari mulut dan hidung
terhadap kontaminasi langsung. Bila masker dipakai lebih dari /3 menit, permukaan luarnya
akan menjadi tempat perlekatan bagi bakteri patogen dan bukannya menjadi barrier, oleh
karena itu dianjurkan untuk memakai . masker untuk tiap pasien.
"elama merawat pasien, partikel besar dari debris dan saliva dapat tersembur pada wajah
dokter gigi. *artikel ini dapat mengandung konsentrasi tinggi dari bakteri dan secara fisik
dapat melukai mata. 7ntuk ini kacamata pelindung harus dipakai, bukan hanya untuk
mencegah terjadinya luka, tetapi juga untuk mencegah terjadinya infeksi, oleh karena mata
dapat menjadi port dHentree bagi masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh.
(acamata dapat memberi perlindungan pada bagian atas dan bagian sisi, dan beberapa model
dibuat sehingga dapat dipakai di luar kacamata baca, selain kacamata dapat pula dipakau
pelindung wajah yang terbuat dari plastik jernih (face shield#. (acamata yang terkontaminasi
harus dicuci dengan air dan sabun, bilas sampai bersih dan disterilkan bila mungkin atau
didesinfeksi dengan bahan yang tidak merusak. (0#
Banyak dokter gigi yang mengalami luka tusuk dan AA8 melaporkan bahwa pernah terpercik
wajahnya dengan cairan tubuh pasien. Dalam suatu penelitian di *ulau (aribia, ,amaika
dilaporkan bahwa banyak terjadi luka tusuk dan percikan darah atau cairan tubuh pada wajah.
Falaupun terjadinya infeksi melelui cara tersebut sedikit untuk infeksi 6!I dan hanya sekitar
./&/38 untuk hepatits B setelah terjadi luka tusuk, para dokter gigi harus waspada dan hati&
hati dalam menangani benda&benda tajam dan memakai high vacuum suction, mengatur
posisi pasien, memakai rubber dam dan masker serta kacamata pelindung. (A#
(ualitas air dalam unit gigi sangat penting bagi orang&orang yang bekerja dalam bidang
kedokteran gigi, karena mereka sering kontak dengan air dan aerosol yang berasal dari unit
gigi. (uman yang terdapat dalam air dari unit gigi dapat menyebabkan antara lain
pneumonia, infeksi saluran pernafasan yang menyerupai flu ringan, dan yang agak jarang
terjadi adalah infeksi pada luka oleh 5egionella pneumophila dan +ycobacterium avium
yang dapat menyebabkan infeksi yang menyebar pada orang yang seropositif 6!I setelah
tertelan dan berkembang biak pada saluran pencernaan.
7ntuk mencegah kontaminasi pada air dari unit gigi D, $D$, dan BD$ menganjurkan
sebelum memulai praktek saluran air pada hand&piece, three way syringe , dan ultrasonic
scaller tersebut harus di&flush selama beberapa menit untuk mengurangi akumulasi organisme
yang terjadi selama . malam. (@#
+enurut ?isengard dan ?ewman (.# saluran air pada unit gigi harus di&flush selama / menit
sebelum mulai praktek dan /3&03 detik sebelum merawat tiap pasien.
!munisasi harus dilakukan oleh semua orang yang bekerja dalam bidang kedokteran gigi yang
mencakup tiga hal yaitu imunisasi diberikan pada awal masa kerja, pemeberian imunisasi
ulangan untuk beberapa jenis penyakit yang memerlukan imunisasi ulangan, pemberian
imunisasi dan kemoterapi pada saat kontak dengan penyakit. (<# dapun imunisasi tersebut
antara lain adalah terhadap penyakit mumps, measles dan rubella (++%#, diphteri, pertusis
dan tetanus (D*T#, influen2a, poliomyelitis, tbc(B$># dan hepatitis B.
Iaksin yang terbaru untuk hepatitis B adalah %ecombiva= 6B (6&B&I9 !!#, vaksin
diberikan dalam 0 rangkaian suntikan (3, ., < bulan#, ini ternyata meningkatkan pembentukan
anti&6Bs pada lebih dari @@8 orang yang berusia /3&/@ tahun dan dianggap lebih baik dalam
merangsang pembentukan titer anti&6Bs yang tinggi. (<#
6epatitis B immune globulin (6B!># efektif sebagai tindakan perlindungan selama 0&< bulan
terhadap 6BI dan digunakan hanya bila terjadi kontak dengan darah yang diduga
mengandung virus hepatitis B, baik melalui kulit maupun membran mukosa. !munisasi pasif
dengan 6B!> harus diberikan dalam waktu kurang dari 1A jam setelah kontak dengan darah
yang mengandung virus hepatitis B, kemudian diberikan vaksinasi lengkap terhadap hepatitis
B yang diberikan dalam waktu kurang dari ; hari setelah kecelakaan tersebut sebagai dosis !.
(..#
+enurut ppleton yang dikutip +olinari (/333#, secara umum sterilisasi panas adalah
merupakan pilihan utama mengingat cara pemakaiannya yang sederhana, ekonomis, dan
efektif. Bila secara fisik tidak digunakan karena akan merusak bahan'alat yang akan
disterilkan, dapat digunakan bahan kimia sebagai gantinya. (;#
(arena tidak mungkin mencapai keadaan asepsis sempurna untuk semua permukaan dan alat&
alat selama prosedur perawatan gigi, namun paling tidak harus dilakukan tindakan
dekontaminasi dari alat&alat yang dapat merupakan sumber dari penyebaran penyakit infeksi
seperti pegangan lampu, tombol&tombol pengatur pada unit gigi, pegangan lemari, sandaran
kepala, dan sandaran lengan pada kursi unit. 7ntuk ini dibutuhkan disinfektan yang dapat
membunuh +. tuberculosis dan virus. Disinfektan ini mengandung campuran fenol&klor,
bersifat tuberocidal dan dapat merusak virus yang lipophilic.
Dengan menutupi alat'benda&benda yang tak dapat disterilkan dapat mengurangi kebutuhan
untuk desinfeksi misalnya baki instrumen, ujung alat three way syringe, alat penghisap
saliva'darah, tombol&tombol pada unit gigi, pegangan lampu, ujung alat untuk menyinari
tumpatan gigi, sandaran kepala, dan lain&lain dengan bib, plastik atau aluminium foil sekali
pakai untuk tiap pasien.
7ntuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit infeksi bagi tekniker gigi, hasil cetakan gigi
atau stone casts, harus dicuci dengan air mengalir untuk membersihkannya dari saliva, debris
dan darah kemudian direndam dalam desinfektan atau disemprot dengan disinfektan sebelum
dikirim ke laboratorium, begitu pula prostesis sebelum dipasang dalam mulut pasien harus
didisinfeksi terlebih dulu dengan desinfektan yang sesuai dengan bahan dari protesa tersebut.
(.# +enurut +erchant dan +ollinari, bahan disinfektan yang paling baik untuk prostesis
adalah iodophors selama .3 menit. (0#
(esimpulan dan "aran
Tujuan utama dari tindakan pencegahan penyebaran penyakit infeksi adalah untuk
mengurangi resiko kontak dengan mikroorganisme patogen dan menciptakan lingkungan
kerja yang aman, baik untuk pasien maupun untuk orang&orang yang bekerja dalam bidang
kedokteran gigi.
%iwayat kesehatan pasien atau pemeriksaan fisik saja tidak dapat mengidentifikasi pasien
yang menderita penyakit infeksi, dimana individu yang kelihatan sehat bahkan hasil
pemeriksaan laboratoriumnya menunjukkan hasil negatif. Gleh karena itu semua pasien yang
datang harus dianggap memiliki mikroorganisme patogen dan semua tindakan pencegahan
penyebaran penyakit infeksi harus dilakukan